javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
INFO : REUNI AKBAR SMP N 2 SIMO BOYOLALI 2017 BULAN DESEMBER 2017....AYOO BERGABUNG (Info&Pendaftaran : 085727059929)

cari di blog ini

Senin, 13 Februari 2017

Tol Bawen-Yogyakarta Harus Libatkan Pengusaha Lokal


Jalan tol. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

YOGYAKARTA - Rencana pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta sebagai penunjang pariwisata di wilayah ini disambut baik berbagai pihak. Hanya saja, Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta tetap meminta keterlibatan pengusaha lokal dalam proyek ini.

Plt, Sekretaris Daerah Yogyakarta, Rani Sjamsinarsi mengungkapkan akan mengundang Kadin Yogyakarta untuk dimintai pendapat terkait proyek tersebut. "Mungkin nanti dimintai pendapat seperti apa sebaiknya tol tersebut," tuturnya, Minggu (12/2/2017).

Meski demikian, Rani belum mengetahui secara detil rencana proyek tol Bawen-Yogyakarta. Tol tersebut sangat penting untuk memperlancar arus lalu lintas yang belakangan sudah mulai tersendat. Tol ini nantinya menyambungkan konektivitas Cilacap-Yogyakarta ke Solo ataupun ke Semarang yang kini sudah ada tol Semarang-Solo via Bawen.

Dengan keberadaan tol ini, diharapkan mampu memperlancar arus kedatangan wisatawan ke Yogyakarta. Borobudur sebagai salah satu sentra pariwisata di Jawa bagian Tengah ini akan semakin banyak dikunjungi. Karena tol ini bisa didesain melalui beberapa jalur alternatif menuju ke kawasan tersebut.

Sementara itu, Kadin Yogyakarta berharap agar proyek ini tetap melibatkan pengusaha lokal. Ketua Kadin Yogyakarta, GKR Mangkubumi menandaskan hal tersebut. Hanya saja, ia mengakui masih banyak keraguan dari pengusaha lokal untuk terlibat dalam hal tersebut. Karena memang kemampuan yang terbatas dari pengusaha lokal itu sendiri.

"Sederhana saja contohnya, proyek ini membutuhkan pasir 1.000 truk, tetapi pengusaha lokal hanya mampu sediakan maksimal 100 truk. Ini yang membuat pengusaha lokal 'minder', "tuturnya.

Sebenarnya, 'ketidakmampuan' pengusaha lokal tersebut bisa diatasi dengan membuat konsorsium, seperti Jogja Incoroporated yang terbentuk beberapa bulan lalu. Namun sampai saat ini belum ada langkah nyata menindaklanjuti Jogja Incorporated. Karena para pengusaha lokal masih terlibat dengan ego mereka masing-masing.

Pengusaha lokal sendiri masih enggan bekerja sama dengan rekan sesama pengusaha lokal karena berbagai hal. Hal ini tentu membuat lemah persaingan mereka dengan pengusaha dari Jakarta dan investor dari luar negeri.

"Ayolah kita bekerja sama. Kalau saya sendiri tidak bisa, saya ini anak Gubernur nanti dikira minta proyek. Saya hanya bisa mendorong teman-teman Kadin untuk segera mengambil langkah," tandasnya. (ven)

sumber :