javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Merry Chrismast and Happy New Year 2018

cari di blog ini

Minggu, 18 Desember 2016

Gubernur Jateng: Pembebasan Lahan Tol Semarang-Batang Kelar Akhir 2016


SEMARANG, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menargetkan proses pembebasan lahan Tol Semarang-Batang selesai hingga akhir tahun 2016. 

Namun, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak menjelaskan secara spesifik berapa luas lahan yang sudah dibebaskan lantaran belum mendapat laporan perkembangan terbaru.

“Kami lakukan percepatan pembebasan. Perintah presiden, fungsional sampai lebaran harus sudah beres. Target jalan sudah bisa dilewati,” kata Ganjar, saat ditemui di kantornya akhir pekan ini.

Terkait pembebasan lahan ini, kata Ganjar, ada sejumlah masyarakat yang mengajukan syarat macam-macam. Misalnya di wilayah Rowobelang di Kabupaten Batang.

Di sana, warga bersedia pindah asal pindah bersama-sama. Usai pindah, mereka menginginkan lahan milik provinsi untuk dibeli. Ganjar sendiri akan mempertimbangkan itu.

“Warga mau beli aset provinsi, kalau aturan luas izin dewan, kalau luasan dikit (kewenangan) di kami,” ucapnya lagi.

Konstruksi Tol Semarang-Batang diproyeksikan selesai tahun 2018. Ada lima paket pembangunan, terdiri dari seksi I Batang-Batang Timur sepanjang 3,5 kilometer, seksi II Batang Timur-Weleri dengan panjang 33,84 kilometer, dan seksi III Weleri-Kendal 14,65 kilometer.

Kemudian seksi IV dari Kendal-Kaliwungu sepanjang 12,10 kilometer, dan seksi V Kaliwungu-Krapyak sepanjang 10,05 kilometer.

Jadi secara total, tol yang dibangun bersama oleh PT Jasa Marga (persero) Tbk dan PT Waskita Toll Road ini dirancang sepanjang 74,14 kilometer.

Sementara untuk jalur Tol Bawen-Solo, Gubernur mendorong agar segera dituntaskan semua pengadaan tanahnya.



Semarang-Demak

Sementara jalur tol baru Semarang-Demak mempunyai catatan progres yang bagus. Meski jalan tol itu bukan prioritas utama, namun tetap diupayakan pembebasan lahannya dikejar.

“Tol Semarang-Demak ini paralel. Tim bagus, tim pembebasan bagus, dari BPN punya cara untuk percepatan lahan,” ucap dia.

Jalan tol Semarang-Demak direncanakan membutuhkan lahan seluas 1.887.000 meter persegi. Lahan dibagi menjadi dua seksi, yatu seksi I Kota Semarang dan Seksi II Kabupaten Demak. Seksi I Kota Semarang meliputi Kecamatan Genuk, terdiri dari Kelurahan Terboyo Wetan, Terboyo Kulon dan Trimulyo.

Sementara Seksi II di Kabupaten Demak meliputi empat kecamatan, yaitu Kecamatan Sayung yang mencakup Desa Sriwulan, Bedono, Purwosari, Sidogemah, Sayung, Loireng, dan Tambakroto.

Kemudian Kecamatan Karangtengah meliputi Desa Batu, Wonokerto, Kedunguter, Dukun, Karangsari, Pulosari, dan Grogol.

Terakhir Kecamatan Wonosalam meliputi Desa Karangrejo, Wonosalam, Kendaldoyong; dan Kecamatan Demak di Kelurahan Kadilangu.

sumber :