javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Marhaban Yaa Ramadhan...Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan 1437 H

cari di blog ini

Memuat...

Kamis, 24 Maret 2016

Lebaran, Tol Bawen-Salatiga Bisa Dilintasi


Konstruksi bangunan jembatan pada seksi III Bawen-Salatiga. 
Foto : Metrotvnews.com/ Dhana Kencana


Metrotvnews.com, Semarang: Jalan tol Semarang-Solo seksi III, ruas Bawen-Salatiga, pada Lebaran 2016 dapat dilalui pemudik. Namun, ruas jalan 17,57 kilometer tersebut masih belum aspal melainkan urukan pasir dan batu alias sirtu.

“Targetnya Lebaran bisa dilalui sampai Salatiga. Pembebasan lahan juga sudah 99 persen. Diharapkan bisa mengurai kemacetan,” kata Anggota Komisi D DPRD Jateng, Moch Ichwan, kepadaMetrotvnews.com, usai meninjau jalan tol seksi III Bawen-Salatiga, Kamis (24/3/2016).

Meskipun masih sirtu, Ichwan berharap PT Trans Marga sebagai operator bisa memberikan pelayanan dengan melakukan pengaspalan sebagian jalan, meskipun tidak semuanya.

Seksi tiga dibagi menjadi tiga paket. Paket 3.1 (Bawen-Polosiri) sepanjang 3,49 kilometer. Pengerjaannya saat ini masih pada pembangunan konstruksi jembatan sepanjang 366 meter. Sementara paket 3.2 (Polosiri-Sidorejo) sepanjang 6,8 kilometer. Sedangkan untuk paket 3.3 (Sidorejo-Tengaran) sepanjang 7,309 kilometer.

“Kendalanya di lapangan saat pembangunan karena hujan, yang kalau turun bisa sampai 4-5 jam. Itu mengganggu. Selain itu juga pembebasan lahan juga. Tapi sudah bisa diatasi pembebasannya dengan UU Nomor 2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum,” imbuh Angota Komisi D DPRD Jateng, Penny Dyah Perwitosari.

Namun, faktanya pembebasan lahan seksi III Bawen-Salatiga masih menyisakan sekitar 7,3 persen. Lahan tersebut terdiri dari lima persen tanah kas desa atau sebanyak 44 bidang di Kabupaten Semarang. Sementara sisanya, atau 2,3 persen adalah lahan milik warga.

Kendala yang dialami adalah masalah administrasi, seperti berkas kepemilikan lahan serta masih belum adanya kesepakatan harga antara pemilik lahan dan pemerintah.

sumber :