javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Sabtu, 23 Januari 2016

Tol Astra Menanti Asa

ilustrasi
Kebiasaan pengerjaan proyek, terutama proyek infrastruktur, di awal tahun bisa menjadi pola baru. Sebelumnya, proyek selalu dikerjakan di pertengahan dan menjelang akhir tahun. Presiden Joko Widodo mengaku ingin terus mendorong di mana lelang dan pengerjaan proyek dapat dilakukan sejak dini.

Presiden juga menekankan ingin pekerjaan proyek dapat dimulai sejak awal tahun, lantaran demi mendorong stimulasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Terlebih lagi menurut Presiden, saat ini dunia usaha dan investor telah menaruh kepercayaan besar terhadap Indonesia.

Oleh karena itu, perlu sinkronisasi dan harmonisasi pekerjaan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah ditambah dukungan swasta. Salah satu tender proyek infrastruktur yang tengah digenjot adalah dua pembangunan jalan tol di Provinsi Banten, Tol Serpong - Balaraja dan Kunciran - Serpong.

Tender Tol Serpong - Balaraja di Kabupaten Tangerang ini akan dilaksanakan selambat-lambatnya pada awal Februari 2016 mendatang. Konsorsium Tol Serpong - Balaraja yang terdiri dari PT Astratel Nusantara, PT Bumi Serpong Damai Tbk dan Kelompok Kompas Gramedia ini merupakan penggagas terselenggaranya tol sepanjang 30 kilometer tersebut.

Direktur PT Astratel Nusantara, Wiwiek Dianawati Santoso menuturkan, saat ini pembebasan Seksi I Tol Serpong - Balaraja sepanjang 10 kilometer telah rampung 80%. "Hampir seluruh tanah sudah bebas di seksi ini. Dengan begitu, tendernya akan digelar awal bulan Februari mendatang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wiwiek mengatakan, tol tersebut akan menghubungkan Kawasan Terpadu BSD di Serpong hingga Kawasan Jayanti. Menurut dia, tol ini juga akan terkoneksi dengan Tol Tangerang - Merak yang dikelola oleh PT Marga Mandala Sakti (MMS).

Perihal kisaran investasi, menurut Direktur Utama MMS ini mengaku sudah memiliki gambarannya. Namun, dirinya masih enggan menyebutkannya. "Masih belum pasti nilai investasi pastinya. Kami menunggu selesai tender dahulu setelah itu baru bisa diumumkan nilainya setelah mendapat persetujuan dari regulator, yaitu Badan Pengelola Jalan Tol Kemenpupera," kata Wiwiek.

Untuk diketahui, jika resmi beroperasi Tol Serpong - Balaraja akan melintasi delapan kecamatan di Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, yakni Serpong, Cisauk, Pagedangan, Legok, Curug, Panongan, Tigaraksa dan Balaraja. Astratel sendiri memiliki saham sebesar 25% di tol tersebut.

Beragam masalah lahan

Selain Tol Serpong - Balaraja, Astratel juga menangani Tol Kunciran - Serpong. Namun menurut Wiwiek, pembangunannya tidak semulus yang diperkirakan lantaran masih pembebasan lahan. Dia mengungkapkan, tol dengan panjang hanya 11,2 kilometer tersebut pembebasan lahannya baru mencapai 65%.

Tol Kunciran - Serpong yang terhubung dengan TolJakarta - Tangerang serta tol di Sediyatmo di Bandara Soekarno-Hatta merupakan tol yang tingkat persoalan pembebasan tanahnya paling banyak. Karenanya, PT Marga Trans Nusantara (MTN), sebagai anak perusahaan Astratel, belum bisa menargetkan waktu penyelesaian proyek tersebut.

"Tergantung pemerintah kalau yang satu ini. Kapan mereka bisa menyelesaikan pembebasan tanahnya, kita serahkan ke pemerintah. Kami berharap pada tahun ini mencapai 100%. Jadi keduanya (Tol Serpong - Balaraja dan Kunciran - Serpong) bisa beroperasi secepatnya," papar dia. Meski begitu, Wiwiek tetap optimis karena ada aturan baru tentang pembebasan lahan, yaitu UU No.2 Tahun 2012.

Wiwiek juga menjelaskan, beberapa permasalahan yang hingga kini tak kunjung teratasi adalah harga jual tanah, surat-surat tanah dan sengketa antar-ahli waris. "Ada juga yang dokumennya dipinjamkan (digadaikan) ke bank. Tetapi lebih banyak yang selisih dengan antar-ahli waris," terangnya.

Jalan Tol Kunciran-Serpongmerupakan bagian dari Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II. Terdiri dari delapan ruas tol dengan total panjang mencapai 145,3 kilometer. Tujuh ruas tol lainnya yang termasuk jaringan Tol JORR II adalah Cengkareng-Kunciran 14,2 kilometer,Serpong-Cinere 10,1 kilometer, Cinere-Jagorawi 14,6 kilometer, Depok-Antasari 22,8 kilometer, Cimanggis-Cibitung 25,4 kilometer, Cibitung-Cilincing 33,9 kilometer, dan Cilincing-Tanjung Priok 12,1 kilometer.

Adapun MTN merupakan perusahaan kerja sama antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan Astratel Nusantara, dengan kepemilikan saham masing-masing 60% dan 40%. PT Astratel Nusantara saat ini memiliki enam perusahaan di mana empat diantaranya bergerak di bidang jalan tol seperti PT Marga Mandala Sakti (MMS) Ruas Tol Tangerang - Merak, PT Marga Trans Nusantara (MTN) Ruas Tol Kunciran - Serpong, PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) Ruas Tol Mojokerto - Jombang, dan Trans Marga Jateng Ruas Tol Semarang - Solo. [ardi]

sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar