javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Marhaban Yaa Ramadhan...Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan 1437 H

cari di blog ini

Memuat...

Selasa, 05 Januari 2016

PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN JALAN TOL SEMARANG SOLO


Jalan Tol Semarang Solo merupakan jalan tol yang berada di Provinsi Jawa Tengah yang menghubungkan kota Salatiga, Semarang dan Surakarta. Tol Semarang Solo tersebut melewati 3 wilayah kabupaten , yakni Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali dan juga Kabupaten Sukoharjo. Tol Semarang Solo ini mulai dibangun sejak tahun 2009 yang dilakukan oleh Jasa Marga. Total lintasan Tol Semarang Solo ini kurang lebih sepanjang 72,64 km, Tol Semarang Solo ini bagian dari JTTS atau Jalan Tol Trans Jawa dan menghubungkan tol Semarang dengan tol Solo-Ngawi. Lantas seperti apa perkembangan Tol Semarang Solo saat ini? Simak dalam ulasan singkat berikut ini.
 
Progres perkembangan Jalan Tol Semarang Solo

Tol Semarang Solo yang ditargetkan akan selesai pembangunannya pada tahun 2017 mendatang ini menyerap investasi senilai Rp 6,1 triliun, biaya konstruksi Rp 2,4 triliun serta biaya pengadaan tanah Rp 800 miliar. Tol Semarang-Solo ini terbagi dalam 5 seksi, seksi 1 Tembalang-Unggaran sepanjang 16,3 km, seksi 2 Ungaran-Bawen sepanjang 11,3 km, seksi 3 Bawen- Salatiga sepanjang 18,2 km, seksi 4 Salatiga-Boyolali sepanjang 22,4 km dan seksi 5 Boyolali-Kartosuro sepanjang 11,1 km. untuk seksi 1 dan 2 saat ini sudah beroperasi sehingga akan langsung terhubung dengan jalan tol Semarang seksi C yang ada di wilayah Tembalang.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberi target untuk pengerjaan Tol Semarang-Solo dan Solo-Kertosono akan selesai pengerjaannya pada tahun 2017 agar nantinya kedua ruas jalan tol tersebut dapat terhubung. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah menginstruksikan agar kedua jalan tol tersebut bisa tuntas pengerjaannya dalam kurun waktu 2,5 tahun, sehingga di tahun 2017 tol Semarang-Solo dan Solo-Kertosono bisa terhubung, demikian kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono saat berkunjung ke Solo pada tanggal 1 Mei 2015. Pihaknya juga sangat optimis bisa menyanggupi target yang dicanangkan oleh Joko Widodo tersebut.

Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa beliau diperintah secara langsung oleh Presiden Jokowi pada saat acara seremoni peletakkan batu pertama atau groundbreaking proyek pembangunan jalan tol di ngawi, Jawa Timur. Proyek jalan tol jalur Solo-Ngawi-Kertosono sendiri adalah bagian dari megaproyek JTTJ atau Jalan Tol Trans Jawa yang sebelumnya sempat mangkrak tak kurang selama 3 tahun, yang terjadi akibat dampak dari habisnya modal yang dimiliki oleh kontraktor. Namun pemerintah kini mengambil alih dan memberikan kepercayaan proyek tersebut kepada PT Jasa Marga dan juga Waskita Karya, imbuh beliau.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut juga mengimbuhkan bahwa proses pembebasan lahan yang diperuntukkan guna membangun proyek tol Solo-Kertosono telah mencapai 93% dan untuk tol Semarang- Solo nyaris tiada hambatan yang berarti. Beliau juga menyatakan keyakinannya terhadap kedua kontraktor tersebut akan mampu menyelesaikan pekerjaan yang dipercayakan sesuai dengan target waktu yang sudah ditetapkan. Keseluruhan seksi tol Semarang-Solo tersebut ditargetkan bisa selesai tahap pembangunannya serta bisa dioperasikan pada akhir tahun 2017.

Keseluruhan seksi Jalan Tol Semarang Solo tersebut diharapkan selesai dikonstruksi serta bisa beroperasi pada akhir 2017, demikian kata Corporate Secretary PT Jasa Marga, David Wijayanto yang tersurat dalam keterangan tertulisnya. Beliau juga mengatakan bahwa untuk mencapai target yang telah dicanangkan tersebut pihaknya berencana akan segera menuntaskan 3 seksi yang masih tersisa dari total semuanya 5 seksi yang akan dibangun. Sekarang ini seksi 3 tol Semarang-Solo ruas Bawen-Salatiga dengan panjang 17,6 km yang telah selesai tender konstruksi. Dan selanjutnya dilakukan pengerjaan konstruksi pada akhir Juni 2015.

Progres pembebasan lahan ruas Bawen-Salatiga hampir selesai dan memasuki hampir 97%, dan akhir Juni ini pekerjaan konstruksi dimulai dan pada lebaran 2016 jalur ini sudah bisa digunakan. Kontraktornya paket 3.1 adalah PT Adhi Karya (persero) Tbk. untuk ruas Bawen-Polosiri, paket 3.2 PT PP (persero) untuk ruas Polosiri-Sidorejo dan PT Nindya Karya (persero) KSO dengan paket 3.3 PT Jaya Konstruksi untuk ruas Sidorejo-Tengaran, sebagai konsultan paket 3.1 PT Eskapindo Mata dan PT Dessa Cipta Rekayasa (KSO), paket 3.2 PT Yodya Karya (persero) dan paket 3.3 PT Mitra Pasifik Konsulindo International (KSO) dan PT Perentjana Djaja.

Untuk paket 3.3B untuk ruas Sidorejo-Tengaran masih dalam proses lelang konstruksi oleh PT TMJ, sedang paket 3.3 A serta 3.3 C untuk ruas Sidorejo-Tengaran proses konstruksi dan lelang dilakukan secara langsung oleh pemerintah. Untuk Seksi 3 ruas Bawen-Solotigo adalah kelanjutan dari seksi yang sebelumnya, yakni seksi 1 ruas Semarang-Ungaran sepanjang 11,3 km yang sudah beroperasi sejak 17 November 2011, sedangkan seksi 2 ruas Ungaran-Bawen sepanjang 12 km yang sudah beroperasi sejak 4 April 2014. Seksi 4 ruas Solotigo-Boyolali dengan panjang 24,40 km sekarang ini sedang dalam proses pembebasan lahan dengan progresnya mencapai 46,93%

Sedangkan untuk seksi 5 ruas Boyolali-Kartasura dengan panjang 7,64 km juga dalam tahap pembebasan lahan yang sudah mencapai 46,8% yang diharapkan seluruh seksi jalan tol tersebut segera selesai dikonstruksi serta bisa beroperasi akhir 2017. Tol semarang-Solo tersebut mempunyai arti strategis untuk pengembangan jarian jalan khususnya yang ada di Jawa Tengah serta untuk perkambangan jaringan jalan untuk skala regional. Jalan tol yang mempunyai nilai investasi tak kurang dari 7,3 triliun tersebut diharapkan bisa menjadi sarana untuk memperlancar jalur ekonomi wilayah yang dilaluinya, misalnya saja dari Ungaran sebagai daerah industri di Jawa Tengah.

Dan ditengah proses pembangunan tol Semarang-Solo tersebut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan langkah yang mengejutkan dengan menjual saham yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kalangan DPRD Jawa Tengah mempertanyakan langkah yang diambil oleh Ganjar Pranowo dengan menjual 25% saham Pemprov Jateng. Pasalnya pihak DPRD Jateng beranggapan langkah yang diambil Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jateng sangat tidak tepat, lantaran tol Semarang-Solo tersebut sudah beroperasi dan menghasilkan pemasukan.

Menanggapi permasalahan tersebut Secara terpisah keterangan didapatkan langsung dari Gubernur Jawa Tengah terkait dengan alasan penjualan saham Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap tol Semarang-Solo tersebut. Menurut Ganjar Pranowo, lebih baik menjual saham yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah daripada saham tersebut semakin terdelusi, karena toh pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih mempunyai opsi untuk membeli kembali saham Jalan Tol Semarang Solo.
 
sumber :