javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Marhaban Yaa Ramadhan...Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan 1437 H

cari di blog ini

Memuat...

Rabu, 03 Desember 2014

Pembebasan Lahan Tol Semarang-Solo di Boyolali Baru 23 Persen


Jembatan untuk interchange jalan tol Solo-Semarang mulai bangun 
sejak Agustus 2014. Kini Pemkab Boyolali masih akan merampungkan 
pembebasan lahan yang terkena proyek tersebut. Foto Metrojateng

BOYOLALI - Pembebasan tanah untuk proyek jalan tol Salatiga – Boyolali di wilayah Boyolali masih minim. Hingga saat ini baru mencapai 23 persen atau 495 bidang dari 1.940 bidang tanah yang harus dibebaskan.

Kabag Pemerintan Umum dan Otonomi Daerah (PUOD) Setda Boyolali, Djaka Diyana, masih rendahnya realisasi pembebasan lahan itu karena berbagai sebab. Antara lain karena belum terjadi kesepakatan harga. Permintaan harga tanah oleh masyarakat jauh diatas harga apraisal. “Sehingga proses nego juga lama,” ungkap Djaka Diyana.

Selain itu, karena status yuridis tanah yang belum lengkap. Seperti kepemilikan tanah masih tanah warisan, sehingga kepemilikannya masih lebih dari satu orang. “Jadi prosesnya lama, karena mungkin salah satu hak ahli waris berada di luar kota,” katanya.

Proyek jalan tol Solo – Semarang, ruas Salatiga – Boyolali menerjang 17 Desa di lima wilayah Kecamatan di Kabupaten Boyolali. Yaitu Kecamatan Ampel, Boyolali Kota, Mojosongo dan Teras serta Banyudono.

Seorang warga, Taufik (32) warga Dukuh Plawangan, Desa Bangak, Kecamatan Banyudono mengatakan, harga yang ditawarkan pemerintah masih jauh dari harapan warga. Untuk tanah tiper A, warga meminta Rp 1 juta per meter persegi. Sedangkan tipe B, minta Rp 850 ribu. “Tetapi appraisal dari pemerintah kurang dari Rp 500 ribu. Sedangkan untuk tipe B hanya dihargai Rp 445 ribu per meter persegi,” katanya.

Sementara itu pembebasan tanah untuk jalan tol Solo-Mantingan di wilayah Boyolali, lanjut Djaka Diyana, saat ini hampir rampung. Telah mencapai 99 persen. “Yang satu persen atau 10 hektar masih dalam proses pembayaran,” terang Djaka Diyana.

Pihaknya optimistis akhir tahun 2014 pembebasan tanah tol Solo – Mantingan selesai. Proyek jalan tol itu menerjang 11 desa yang tersebar di dua wilayah kecamatan yakni Kecamatan Banyudono dan Kecamatan Ngemplak. (MJ-07)

sumber :