javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Tampilkan postingan dengan label jasamarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jasamarga. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Oktober 2017

Tak Ada Lagi Transaksi Tunai, 1.351 Petugas Gerbang Tol Tetap Dipekerjakan


Kendaaraan roda empat memasuki Gerbang Tol Otomatis (GTO) 
di Pintu Tol Ciledug, Jakarta, Kamis (13/10/2016). 
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan akan menambah jumlah 
gardu tol elektronik (GTO) sebanyak 106 GTO sehingga jumlah 
GTO di akhir tahun 2016 mencapai 505 GTO atau 50% dari 
keseluruhan gardu operasi, peningkatan jumlah GTO dilakukan 
guna meningkatkan pelayanan di bidang transaksi, terutama 
dalam mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai. 
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemberlakuan 100 persen transaksi non tunai di sejumlah ruas jalan tol di Indonesia berpotensi mengurangi jumlah karyawan Jasa Marga yang biasanya bertugas di gerbang tol.

Hal tersebut terjadi akibat dari sistem transaksi elektronik dengan memberlakukan gerbang tol otomatis (GTO).

Meski begitu, VP Operation Management Layanan Jasa MargaRaddy R Lukman menegaskan tidak akan serta merta melakukan pemecafan kepada 1.351 karyawan yang bekerja di ruas gerbang tol.


"Artinya komitmen direksi tidak ada phk bagi karyawan gerbang tol," kata Raddy saat acara diskusi di Galeri Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).


Adapun sebanyak 577 orang masih akan dipekerjakan di Gardu Semi Otomatis (GSO).

Raddy menyatakan, mereka akan ditugaskan di luar gardu guna membantu pengguna jalan tol yang mengalami masalah saat membayar menggunakan uang elektronik.

"Jadi kami bertahap. Kami tempatkan petugas di GSO yang hanya mengerahkan petugas di luar. Jadi petugasnya ada. Tahap pertama ini sekitar 577 orang," ujarnya.

Kemudian sebagian dari mereka juga sudah memasuki masa pensiun lantaran tol jasa marga sudah beroperasi sejak tahun 1986.

Sedangkan karyawan yang lain akan dialihfungsikan ke sejumlah cabang maupun anak perusahaan milik Jasa Marga yang masih membutuhkan staf.

"Anak-anak perusahaan Jasa Marga terbagi menjadi 2, ada anak perusahaan jalan tol yang baru mengoperasikan jalan tol seperti di Semarang - Solo, ada juga Surabaya - Mojokorto. Itu masih membutuhkan karyawan. Kemudian anak perusahaan yang non tol, seperti Jasa Marga Pemeliharaan. Nantinya akan kami beri pembekalan. Bahkan yang mendaftarkan diri sudah melebihi dari kuotanya," tutur Raddy

sumber:

Jumat, 28 Juli 2017

Enam Bulan Jasa Marga Kantongi Laba Bersih Rp 1,016 Triliun


Ilustrasi PT Jasa Marga(Arimbi Ramadhiani)


JAKARTA, KompasProperti - Total laba bersih yang dibukukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk pada Semester I-2017 meningkat 9,79 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Saat ini, laba bersih yang mampu dikantongi senilai Rp 1,016 triliun.

Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk Agus Setiawan menjelaskan, kenaikan laba bersih ini ditunjang peningkatan Pendapatan Tol dan Usaha lain sebesar 7,47 persen, yaitu dari Rp 4,21 triliun menjadi Rp 4,53 triliun.

"Pendapatan tol tercapai Rp 3,99 triliun atau naik 2,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 3,88 triliun. Sedangan Pendapatan Usaha lain Rp 543 miliar atau naik 62,03 persen dari semester I 2016 sebesar Rp 335 miliar," terang Agus dalam keterangan tertulis yang diterima KompasProperti, Jumat (28/7/2017).

Sementara itu, aktivitas konstruksi sejumlah ruas jalan tol baru, terpantau pada realisasi pendapatan konstruksi yang mencapai Rp 8,57 triliun atau naik sebesar 243,15 persen dari tahun 2016 yaitu Rp 2,50 triliun.

Untuk kegiatan ekspansi Perseroan, dapat dilihat dari total nilai aset yang mencapai Rp 65,81 triliun atau meningkat 23,01 persen dari semester yang sama tahun lalu. Ekspansi tersebut dilakukan Perseroan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Sedangkan, pada sisi EBITDA, Jasa Marga berhasil memperoleh Rp 2,62 triliun atau tumbuh 6,55 persen dibandingkan Semester I 2016 dan mencapai margin EBITDA sebesar 57,94 persen.

Di sektor investasi, Agus menambahkan, Jalan Tol Gempol-Pasuruan seksi Bangil-Rembang baru saja dioperasikan April tahun ini.

"Pengoperasian jalan tol tersebut akan memberikan dampak pada kenaikan Pendapatan Tol, namun sekaligus juga mempengaruhi peningkatan Beban Usaha," kata dia.

Dalam waktu dekat, Jasa Marga berencana mengoperasikan kelanjutan tol tersebut yaitu seksi Gempol-Bangil (6,8 km) dan seksi Rembang-Pasuruan (6,6 kilometer).

Selain itu juga akan dioperasikan seksi terakhir Jalan Tol Semarang-Solo yaitu seksi Bawen-Salatiga (17,50 kilometer) pada triwulan III-2017.

Masih pada tahun ini, Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Ruas Sepanjang-Krian (15,5 kilometer), Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (41,69 kilometer), Jalan Tol Solo-Ngawi (90,25 kilometer) dan Jalan Tol Ngawi-Kertosono (49,51 kilometer), juga akan dioperasikan.

Peningkatan Investasi

Guna meningkatkan kapasitas investasi, Perseroan akan melakukan aksi korporasi berupa Sekuritisasi Pendapatan Tol Jagorawi serta Project Bonds.

Sekuritisasi Pendapatan ini berbasis pendapatan di masa mendatang atau future revenue base securities yang direncanakan sekitar Rp 2 triliun, yang pada saat ini masih dalam proses finalisasi registrasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sedangkan Project Bonds masih dalam tahap persiapan dan konsultasi dengan lembaga terkait.

Hal ini dilakukan sebagai salah upaya pendanaan alternatif pengembangan proyek jalan tol baru, melalui Anak Perusahaan Jalan Tol, akan menyelesaikan target penambahan pengoperasian jalan tol sekitar 660 kilometer hingga tiga tahun kedepan.

Saat ini Perseroan memiliki hak konsesi sepanjang 1.260 kilometer.

sumber :

Inilah Sederet Jalan Tol yang Segera Dioperasikan Jasa Marga


Gerbang tol Salatiga resmi beroperasi sejak Minggu (18/6/2017)
[Dok Jasa Marga]

"Jasa Marga menargetkan penambahan pengoperasian jalan tol sekitar 660 km hingga tiga tahun kedepan."


Suara.com - Ditengah pembangunan 15 ruas tol baru, pada Semester I tahun 2017, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. berhasil membukukan total laba bersih sebesar Rp1,01 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 9,79 persen dibandingkan periode Semester I 2016 sebesar Rp925 miliar.

Peningkatan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan Pendapatan Tol dan Usaha Lain yang mencapai Rp4,53 triliun atau meningkat 7,47 persen dibandingkan Semester I 2016 Rp4,21 triliun.

"Pendapatan tol tercapai Rp3,99 triliun atau naik sebesar 2,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp3,88 triliun. Sedangankan untuk Pendapatan Usaha lain tercapai sebesar Rp543 miliar atau naik sebesar 62,03 persen dari semester I 2016 sebesar Rp335 miliar," kata Agus Setiawan, Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk di Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Aktivitas konstruksi ruas-ruas jalan tol baru tercermin pada realisasi pendapatan konstruksi yang mencapai Rp8,57 triliun atau naik sebesar 243,15 persen dari tahun 2016 Rp2,50 triliun. Kegiatan ekpansi Perseroan juga terlihat dari total nilai aset yang tercapai Rp65,81 triliun meningkat 23,01 persen dari tahun lalu sebesar Rp53,50 triliun yang mana ekspansi tersebut dilakukan Perseroan untuk pertumbuhan jangka panjang.

"Pada sisi EBITDA, kinerja Jasa Marga juga mencerminkan hasil yang cukup baik, dimana seiring dengan aktivitas investasi yang dilakukan, Jasa Marga berhasil memperoleh EBITDA sebesar Rp2,62 triliun, tumbuh 6,55 persen dibandingkan Semester I 2016 dan mencapai margin EBITDA sebesar 57,94 persen," ujar Agus.

Di sisi investasi, pada bulan April 2017, Jasa Marga telah mengoperasikan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi Bangil-Rembang sepanjang (7,1 km) Pengoperasian jalan tol tersebut akan memberikan dampak pada kenaikan Pendapatan Tol, namun sekaligus juga mempengaruhi peningkatan Beban Usaha. Jasa Marga juga merencanakan akan mengoperasikan kelanjutan Jalan Tol Gempol-Pasuruan yaitu seksi Gempol-Bangil (6,8 km) dan seksi Rembang-Pasuruan (6,6 km) serta seksi terakhir Jalan Tol Semarang-Solo yaitu seksi Bawen-Salatiga (17,50 km) pada triwulan III 2017.

Pada tahun ini Jasa Marga juga menargetkan pengoperasian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Ruas Sepanjang-Krian (15,5 km), Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (41,69 km), Jalan Tol Solo-Ngawi (90,25 km) dan Jalan Tol Ngawi-Kertosono (49,51 km).

Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas investasi, Jasa Marga berencana melakukan aksi korporasi berupa Sekuritisasi Pendapatan Tol Jagorawi serta Project Bonds. Sekuritisasi Pendapatan Tol Jagorawi ini berbasis pendapatan di masa mendatang atau future revenue base securities yang direncanakan sekitar Rp2 triliun, yang mana saat ini masih dalam proses finalisasi registrasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan Project Bonds masih dalam tahap persiapan dan konsultasi dengan lembaga terkait.

"Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya pendanaan alternatif pengembangan proyek jalan tol baru, dimana melalui Anak Perusahaan Jalan Tol, akan menyelesaikan target penambahan pengoperasian jalan tol sekitar 660 km hingga tiga tahun kedepan. Saat ini Perseroan memiliki hak konsesi sepanjang 1.260 km," tambah Agus.

Sedangkan pada sisi operasional, Jasa Marga layani 4,4 juta kendaraan di gerbang tol utama pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran 1438 H/2017. Optimalisasi pelayanan Jasa Marga selama periode arus mudik dan balik kepada pengguna jalan tol melalui penggunaan jalan tol darurat, rekayasa lalu lintas, optimalisasi Gerbang Tol Cikarang Utama, peningkatan penetrasi uang elektronik, serta mengoptimalisasikan rest area dan parking bay. Keberhasilan dalam melayanai pengguna jalan tol selama arus mudik balik Lebaran tahun ini juga didukung oleh sinergi antar instansi baik itu dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kepolisian dan Kementerian Perhubungan.

"Hal ini sebagai upaya Jasa Marga untuk memberikan pelayanan yang baik untuk para pengguna jalan tol dan sebagai upaya mendukung program mudik nasional Pemerintah," tutup Agus.

sumber :

Senin, 13 Maret 2017

Jasa Marga jual dua ruas jalan tol


JAKARTA. Perusahaan operator jalan tol, PT Jasa Marga Tbk, akan melepas porsi kepemilikan saham di dua ruas jalan tol kelolaannya. Pelepasan porsi saham di dua ruas jalan tol itu akan dilakukan di paruh pertama tahun ini.

Desi Arryani, Direktur Utama Jasa Marga, menyatakan, dua ruas jalan tol yang akan dilego adalah ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1 Kebon Jeruk-Penjaringan dan ruas jalan tol Semarang-Solo.


Khusus ruas tol JORR W1 Kebun Jeruk-Penjaringan, emiten berkode saham JSMR di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu akan melepas seluruh sahamnya. Sedangkan untuk ruas tol Semarang-Solo, JSMR akan melepasnya sebagian saham saja. "Divestasi akan kami lakukan di semester I tahun ini," ujar Desi kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Namun Desi enggan menyebutkan target dana yang ingin diperoleh dari aksi pelepasan saham dua ruas jalan tol itu. Asal tahu saja, Jasa Marga saat ini menguasai 23% saham ruas JORR W1 sepanjang 9,7 kilometer (km). Adapun untuk ruas Semarang-Solo, Jasa Marga melalui anak usaha, PT Trans Marga Jateng berinvestasi Rp 7,3 triliun dengan panjang jalan 75 km.

Selain melepas dua ruas jalan tol tahun ini, Jasa Marga memiliki rencana mengoperasikan proyek jalan tol anyar. Dwimawan Heru, AVP Corporate Communication PT Jasa Marga bilang, tahun 2017 ini, akan mengoperasikan jalan tol baru sepanjang 235 km.

Beberapa jalan tol yang akan beroperasi itu antara lain; jalan tol Semarang-Solo (Bawen-Salatiga sepanjang 17,5 kilometer). "Untuk jalan tol Semarang-Ungaran dan Ungaran-Bawen sudah beroperasi, sekarang Bawen-Salatiga akan kami buka tahun depan," ujar Heru.

Kemudian, ada juga jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sepanjang-Krian) sepanjang 15,5 km. Jalan tol tersebut akan melengkapi ruas yang telah beroperasi terlebih dahulu, yakni ruas Krian-Mojokerto dan Waru-Sepanjang.

Dengan demikian, jalan tol Surabaya-Mojokerto akan beroperasi penuh tahun 2018.

Tak hanya itu, manajemen Jasa Marga juga akan mengoperasikan jalan tol Gempol-Pasuruan sepanjang 20,5 km, tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (Perbarakan-Seri Rampah) sekitar 41,69 km, jalan tol Solo-Ngawi sepanjang 90,25 km dan ruas tol Ngawi-Kertosono sekitar 49,51 km.

Untuk rencana bisnis tahun ini, Jasa Marga telah mengalokasikan belanja modal senilai Rp 26 triliun. Jumlah tersebut naik 136,36% ketimbang rencana belanja modal sepanjang tahun 2016 lalu senilai Rp 11,62 triliun. Adapun realisasi belanja modal tahun lalu tercatat Rp 9,576 triliun.

Dalam rencana, belanja modal yang dialokasikan perusahaan pelat merah tersebut digunakan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol.

Menggarap properti

Tak hanya bisnis jalan tol, Jasa Marga tahun ini mempersiapkan tiga proyek properti. Lewat anak usahanya PT Jasa Marga Properti, JSMR meluncurkan tiga proyek anyar tahun ini. Satu proyek berupa gedung perkantoran dan dua yang lain merupakan landed house atau rumah tapak.

Salah satu proyek gedung perkantoran Jasa Marga Properti akan berdiri di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Tepatnya, di dekat akses tol keluar Ciledug. Jasa Marga Properti menjadwalkan, proyek bertajuk Office One itu menempati lahan 1.433 meter persegi (m²) dengan luas bangunan 4.000 m² yang terdiri dari enam lantai.

Adapun dua proyek rumah tapak Jasa Marga Properti berada di Jawa Timur. Keduanya akan rilis pada pertengahan tahun ini. Untuk ketiga proyek properti Jasa Marga tersebut menelan investasi sebesar Rp 72,4 miliar.


Reporter Wahyu Satriani 
JASA MARGA

sumber :

Rabu, 22 Februari 2017

Jasa Marga Anggarkan Capex Rp 26 Triliun

"Percepat Pembangunan Infrastruktur"
NERACA

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mengalokasikan belanja modal sepanjang tahun ini sebesar Rp26 triliun. Jumlah anggaran ini lebih tinggi 136,36% dari rencana belanja modal sepanjang 2016, yakni Rp11,620 triliun. Namun, realisasi penyerapannya sekitar Rp9,576 triliun selama tahun lalu. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Rencana anggaran belanja modal pada tahun ini untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur. Pada 2017, Jasa Marga akan mengoperasikan jalan tol sepanjang 210 kilometer yang berasal dari enam ruas tol baru, yakni jalan tol Semarang-Solo (Bawean_Salatiga) sepanjang 17,50 km, Surabaya-Mojokerto (Sepanjang-Krian)) sepanjang 15,50 km, Gempol-Pasuruan sepanjang 20,5 km, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (Perbarakan-Sei Rampah) sekitar 41,69 km, Solo-Ngawi sepanjang 90,25 km, dan Ngawi-Kertosono (Ngawi-Caruban) sepanjang 25 km.

Perseroan optimistis bahwa seiring dengan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, volume transaksi juga akan terus meningkat. Manajemen menargetkan pertumbuhan volume transaksi selama 2017 sekitar 2%. Pada 2019, perseroan bakal memiliki hak konsesi 2.000 km jalan tol dan mengoperasikan 1.260 km jalan tol dengan nilai aset Rp112 triliun.

Pada sisi pelayanan operasional, perseroan akan terus meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan dengan melanjutkan proses integrasi pengoperasian di jalan tol Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak, serta akan dilakukan perubahan sistem transaksi di jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi. Selain itu, perseroan juga akan terus meningkatkan penetrasi penggunaan transaksi non tunai, yang selain dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan juga untuk mengendalikan beban usaha pelayanan operasinal," paparnya.

Dari sisi pengembangan usaha lain, Jasa Marga optimistis dapat meningkatkan pendapatan usaha jasa layanan pemeliharaan, jasa pengoperasian jalan tol, dan pengelolaan properti dan rest area melalui anak usaha. Perseroan memproyeksikan pendapatan tol dan usaha lainnya sebesar Rp10 triliun. Dengan demikian, total aset perseroan sepanjang 2017 diperkirakan mencapai Rp72 triliun atau 30,90% lebih tinggi dari rencana tahun lalu sebesar Rp55,4 triliun.

Tercatat sepanjang tahun 2016, perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 28,85% atau menjadi Rp1,889 triliun dari Rp1,466 triliun pada tahun sebelumnya. Perseroan menjelaskan, raihan ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan usaha sekitar 69,18% atau menjadi Rp16,66 triliun per akhir Desember 2016 dari Rp9,85 triliun pada tahun sebelumnya.

Pendapatan usaha perseroan tersebut terdiri dari pendapatan tol, konstruksi, serta usaha lainnya. Pendapatan tol mencapai Rp7,92 triliun atau naik 11,3% dari 2015 Rp7,12 triliun, pendapatan Konstruksi naik 253,1% menjadi Rp7,82 triliun, serta usaha lainnya tumbuh 77,7% atau mencapai Rp905,67 miliar. (bani)

sumber :

Minggu, 25 Desember 2016

Tahun depan, Jasa Marga tutup 3 gerbang tol



JAKARTA. Operator tol pelat merah Jasa Marga Tbk akan membongkar tiga gerbang tol, tahun depan.

AVP Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan salah satu yang akan dibongkar merupakan gerbang tol (GT) Karang Tengah di jalan tol Jakarta-Tangerang. Pembongkatan dilakukan untuk pemberlakuan integrasi sistem transaksi di jalan tol Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak. Dengan pembongkaran tersebut, pengguna jalan tol hanya berhenti di satu gerbang transaksi.

"Integrasi ini merupakan cluster ketiga yang kami lakukan," ujar Heru kepada Kontan, Jakarta.

Menurut Heru, pihaknya telah melakukan integrasi cluster satu pada jalan tol Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan. Selain itu untuk cluster dua dilakukan pada jalan tol Palimanan-Kanci, tol Kanci-Pejagan dan tol Pejagan-Pemalang.

Bukan hanya itu, perusahaan juga akan membongkar gerbang tol Cibubur Utama dan gerbang tol Cimanggis Utama pada pertengahan tahun depan. Pembongkaran juga dilakukan untuk mengatasi kemacetan.

GT Cibubur Utama dan GT Cimanggis Utama merupakan gerbang tol utama yang digunakan para pengguna jalan dan commuter di wilayah Jakarta untuk menuju ke arah selatan Jakarta atau sebaliknya. Karena peran strategisnya menjembatani lalu lintas dari dua kota besar yaitu Jakarta dan Bogor, pada saat jam sibuk, kepadatan di GT Cibubur Utama dan Cimanggis Utama cukup panjang dan dapat mencapai lebih dari 5 kilometer.

"Sehingga total terdapat tiga gerbang tol yang akan kami bongkar tahun depan," ujar Heru

Sementara itu, Heru mengatakan, pihaknya berencana mengoperasikan 235 tol baru pada tahun depan. Beberapa jalan tol yang akan beroperasi antara lain jalan tol Semarang-Solo (Bawaen-Salatiga sepanjang 17,5 kilometer.

"Untuk jalan tol Semarang-Ungaran dan Ungaran-Bawaen sudah beroperasi, sekarang Bawean-Salatiga akan kita buka tahun depan," ujar Heru.

Kemudian, jalan tol Surabaya-Mojokerto (Ssepanjang-Krian) sekitar 15,5 kilometer. Jalan tol tersebut melengkapi ruas yang telah beroperasi terlebih dahulu yakni Krian-Mojokerto dan Waru-Sepanjang. Dengan demikian, jalan tol Surabaya-Mojokerto akan beroperasi secara penuh pada tahun depan.

Jasa Marga juga akan mengoperasikan jalan tol Gempol-Pasuruan sepanjang 20,5 kilometer, tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi(Perbarakan-Seri Rampah) sekitar 41,69 kilometer, jalan tol Solo-Ngawi sepanjang 90,25 kilometer dan Ngawi-Kertosono sekitar 49,51 kilometer.

sumber :

Senin, 19 Desember 2016

Jasa Marga akan Mengoperasikan Tol Baru pada 2017



REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengoperasikan jalan tol baru sepanjang 235 kilometer pada 2017. "Ini dilakukan guna mengurangi kemacetan pada jalan utama dengan melihat peningkatan kendaraan pribadi yang sudah melampaui batas," kata AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru, akhir pekan kemarin.

Dia mengatakan, pemanfaatan jalan tol ini guna mempersingkat waktu dengan melihat tingkat mobilitas pengguna makin padat. Guna memperlancar mobilitas konsumen jalan tol ini akan dibuka lima titik sekaligus. 

Diantaranya Jalan Tol Semarang-Solo (Bawen-Salatiga) sepanjang 17.50 kilometer (km), Surabaya-Mojokerto (Sepanjang-Krian) sepanjang 15.50 km. Ruas tol baru tersebut guna melengkapi ruas yang terlebih dahulu telah beroperasi yaitu Waru-Sepanjang dan Krian-Mojokerto sehiingga Jalan Tol Surabaya-Mojokerto beroperasi secara penuh.

Selain itu, Jalan Tol Gempol-Pasuruan sepanjang 20,5 km, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (Perbarakan-Sei Rampah) sepanjang 41.69 km. Kemudian Jalan Tol Solo-Ngawi sepanjang 90,25 km beroperasi secara penuh, Ngawi-Kertosono sepanjang 49.51 km beroperasi secara penuh.

Ia menambahkan Jasa Marga berkomitmen untuk dapat menyelesaikan seluruh proyek jalan tol yang sudah dimiliki hak konsesinya pada tahun 2019. Hal ini sejalan dengan kontribusi nyata Jasa Marga untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi nasional dengan membangun konektivitas antarwilayah demi mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkualitas.

Sedangkan untuk menanggulangi liburan akhir tahun ini kemungkinan akan dibuka di beberapa titik rawan macet. Ini bertujuan agar pada puncak kepadatan yaitu satu hari sebelum malam tahun baru diharapkan warga yang hendak bepergian sudah sampai tujuan.

sumber :

Rabu, 13 April 2016

Tiga Hari Lagi, Tarif Tol Semarang – Bawen Naik


(suaramerdeka.com / Bambang Isti)

SEMARANG, suaramerdeka.com - PT Trans Marga Jateng (TMJ) memastikan terjadi penyesuaian tarif jalan tol Semarang – Ungaran – Bawen, per Sabtu (16/4) mulai pukul 00.00 WIB.

Kenaikan tarif itu menurut Manager Teknik dan Operasi TMJ, Arie Irianto, sebagai konsekuensi dampak inflasi yang terjadi per dua tahun. “Bukan itu saja, karena memang sudah dijadwalkan penyesuaian tarif itu terjadi setiap dua tahun sekali,” kata Arie Irianto, Rabu (13/4).

Penyesuaian tarif untuk kendaraan Golongan I naik Rp 500, dan untuk Golongan II, III, IV an V kenaikan dalam varian antara Rp 1.000 – Rp 1.500. Sejauh ini pihak PT TMJ sudah melakukan sosialisasi terutama melalui selebaran untuk pengguna tol.

“Dalam persentase kisarannya akan naik sekitar 10 persen. Jadi misalnya tarif semula Rp 7.000, maka akan menjadi Rp 7.700, tentu ini akan ada pembulatan menjadi Rp 7.500. Begitu untuk golongan lain akan menyesuaikan,” kata Arie Irianto.

Kenaikan tarif tol itu mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No 5 tahun 2015 tentang Jalan Tol. “Bahwa kami telah dinilai oleh Badan Pemeriksa Jalan Tol (BPJT) dalam evaluasi per semester dan kami lolos telah memenuhi standar palayanan minimum (SPM). Kenaikan tentu akan dibarengi dengan pelayanan pengguna tol,” kata Arie Irianto.

sumber :

Sabtu, 02 April 2016

Jasa Marga (JSMR) Fokus Genjot Investasi Anak Usaha



Bisnis.com, JAKARTA--- Pengelola jalan tol milik negara, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menggenjot investasi untuk anak usaha perseroan menjadi Rp11,34 triliun pada 2016.

Berdasarkan laporan tahunan 2015, biaya investasi pada 2016 itu untuk 13 anak usaha yang mengelola jalan tol di berbagai kota di Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara dan Bali.

Investasi terbesar dialokasikan untuk anak usaha Jasa Marga yang menggarap ruas tol Solo-Ngawi yaitu PT Solo Ngawi Jaya senilai Rp2,86 triliun, diikuti oleh PT Trans Marga Jateng Rp1,54 triliun, PT Ngawi Kertosono Rp1,6 triliun, PT Jasamarga Kualanamu Tol Rp1,44 triliun, PT Marga Trans Nusantara Rp1,4 triliun.

Selain itu, investasi lainnya untuk PT Jasamarga Bali Tol senilai Rp37,35 miliar, PT Marga Lingkar Jakarta Rp20,97 miliar, PT Jasamarga Pandaan Tol Rp930 juta, PT Marga Sarana Jabar Rp106,45 miliar, PT Marga Nujyasumo Agung Rp810 miliar, PT Marga Kunciran Cengkareng Rp299 miliar dan PT Cinere Serpong Rp164,67 miliar.

Sebagai gambaran, ruas Solo-Ngawi sepanjang 90,1 kilometer merupakan bagian dari jaringan tol Trans Jawa yang menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur serta melewati wilayah Kabupaten Boyolali, Karanganyar, Sragen dan Ngawi.

Jalan tol tersebut menghubungkan ruas jalan tol Semarang-Solo yang sudah beroperasi sebagian dengan jalan tol Ngawi-Kertosono. Ruas Solo-Ngawi diharapkan rampung seluruhnya pada 2017 setelah proses konstruksi dimulai pada 2015.

Di samping itu, emiten berkode saham JSMR itu menargetkan beroperasinya 3 ruas jalan tol pada 2016 antara lain Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga (17,5 km), ruas Solo-Sragen seksi Kartasuro-Sragen (35,5 km) dan ruas Surabaya-Mojokerto seksi Krian-Mojokerto (18,5 km).

sumber :

Jumat, 01 April 2016

Jasa Marga Bidik Pengoperasian Tiga Ruas Baru

indopos.co.id – Perombakan direksi terjadi lagi di PT Jasa Marga Tbk. Kali ini salah seorang direktur keuangan di Krakatau Steel hijrah ke perusahaan jalan tol milik negara tersebut. Selain itu, perombakan juga terjadi di jajaran komisarisnya.

“RUPS kali ini mengangkat Anggiasari Hindratmo sebagai direktur (keuangan) yang saat ini beliau masih sebagai direktur keuangan di KS,” kata Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman, kemarin. Dia menyebutkan posisi itu menggantikan Reynaldi Hermansjah yang sudah 10 tahun masa kerja. Selain direksi, komisaris juga mengalami pergantian yakni Akhmad Syakhroza dan Hambra tidak lagi menjadi komisaris di Jasa Marga.

Dengan tim baru tersebut, Adit berharap Jasa Marga lebih berinovasi dan mampu menyelesaikan rencana-rencana yang diberikan dalam lima tahun ke depan. Seperti menambah ruas-ruas jalan tolnya hingga total mencapai 1400 kilometer.

Adit mengatakan, pada 2016 ini, perseroan menargetkan untuk mengoperasikan 3 ruas jalan tol sepanjang 71 kilometer yakni jalan tol Surabaya-Mojokerto seksi Krian-Mojokerto (18,47 km), yang telah diresmikan 19 Maret 2016. Kemudian, jalan tol Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga (17,50 km) dan jalan tol Solo-Ngawi seksi Kartasuro-Sragen (35,5 km).

Disebutkan,pada 2015, Jasa Marga mengoperasikan jalan tol Gempol-Pandaan sepanjang 13,61 kilometer. Perseroan juga berhasil mengakuisisi 3 ruas jalan tol baru yakni ruas tol Solo-Ngawi (90,10 km), ruas tol Ngawi-Kertosono (87,02 km), dan ruas tol Cinere-Serpong (10,24 km).

Sementara pada sisi pendapatan selama 2015, Jasa Marga mampu membukukan pendapatan tol dan usaha lainnya sebesar Rp 7,63 triliun atau tumbuh 5,6 persen. Pertumbuhan pendapatan tersebut merupakan kontribusi dari pendapatan tol sebesar Rp 7,12 triliun dan pendapatan usaha lainnya sebesar Rp 509, 65 miliar. Khusus untuk pendapatan tol tumbuh sebesar 7,1 persen dibandingkan 2014.

Adit menambahkan pada 2016, pihaknya menargetkan pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi dapat mencapai Rp 8,66 triliun, tumbuh 13,5 persen dibandingkan pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi 2015. Tahun ini juga, perseroan akan menggunakan sebagian anggaran Rp 13,89 triliun untuk pembangunan jalan tol baru, sejumlah Rp 11,34 triliun. (vit)

sumber :

Kamis, 31 Maret 2016

JSMR targetkan kuasai 1.400 km jalan tol


ilustrasi

JAKARTA. Emiten pengelola jalan tol, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menargetkan bisa menguasai 1.400 kilometer (km) jalan tol hingga akhir tahun 2016.

Direktur Utama JSMR, Adityawarman mengatakan, perseroan akan terus mendukung program 1.000 km jalan tol baru yang digagas pemerintah. "Tahun ini kita targetkan bisa akuisisi 379 km jalan tol baru tahun ini," katanya di Jakarta baru-baru ini.

Sementara tahun lalu, JSMR telah berhasil berhasil menambah 187 kilometer jalan tol lewat akuisisi tiga ruas tol baru yakni Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono dan Cinere- serpong.

Adityawarman bilang, peluang perseroan untuk ekspansi di sektor jalan tol masih sangat besar. Tahun ini perseroan tengah membidik beberapa tol baru baru di antaranya Jakarta- Cikampek elevated dari kilometer 48 sampai kilometer 5 sepanjang 36 km, Jakarta-Cikampek sisi selatan elevated sepanjang 64 km, Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 100 km, Menado- Bitung 39 km dan Pandaan-Malang 40 km.

Baru-baru ini, konsorsium JSMR dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) telah memenangkan proyek tol Batang-Semarang sepanjang 75 km. Selain itu, kata Adityawarman, pihaknya juga akan mengajukan inisiatif ke pemerintah untuk pembangunan jalan tol Kediri-Kertosono sepanjang 27,9 km.

Untuk melanjutkan ekspansi di sektor tol, perseroan berharap mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,2 triliun tahun ini untuk menambah ruang untuk melakukan pendanaan eksternal guna membiayai kebutuhan ekspansi.

Jika parlemen menolak kuncuran PMN tahun ini, JSMR mengajukan untuk tetapright issue maksimal dilusi pemerintah 10% dengan target dana Rp 8 triliun. Saat ini pemerintah masih menggenggam 70% saham JSMR dan 30% sisanya milik publik.

Tahun ini, JSMR menargetkan bisa mengoperasikan tiga ruas tol sepanjang 71 km yakni Tol Surabaya- Mojokerto seksi Krian-Mojokerto 18,47 km, Tol Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga 17,5 km dan Tol Solo-Ngawi seksi Kartasuro-Sragen 35,5 km.

sumber :

Kamis, 06 Agustus 2015

Jasa Marga Incar Proyek Tol Trans Jawa


Ilustrasi-Jalan tol. JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Jasa Marga mengincar peluang untuk menjadi pemegang konsesi ruas tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang. Tak tanggung-tanggung, BUMN tersebut bahkan berniat menjadi pemegang saham mayoritas.

Direktur Utama Pt. Jasa Marga Tbk Adityawarman mengemukakan pihaknya tengah menunggu langkah selanjutnya yang akan diambil pemerintah terkait proyek tersebut.

Seperti diketahui, pemerintah telah resmi memutus izin usaha PT. Marga Setia Puritama selaku pemegang konsesi ruas tol Batang-Semarang, sementara hak konsesi PT. Pemalang Batang Tollroad atas ruas Pemalang-Batang juga terancam dicabut karena terkendala masalah pembiayaan.

“Kita lihat kalau saya tidak dikasih mayoritas (saham), saya mundur dong, saya pemain jalan tol,” ujarnya setelah menghadiri rapat kordinasi di Kementerian BUMN, Rabu (05/08/2015).

Dalam rapat yang turut dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya itu, dia mengaku melaporkan perkembangan semua proyek yang tengah ditangani.

Beberapa di antaranya adalah ruas tol Surabaya-Mojokerto, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertasono. Adapun terkait minatnya turut serta dalam proyek tol Trans Jawa ini, dia belum bisa menyatakan berapa total dana investasi yang dia siapkan.

“Menyiapkan berapa kita belum tahu. Ini kan bukan beli, kalau memang mereka default paling kita ganti uang yang pernah dikeluarkan oleh mereka saja, sesuai aturannya lho ya. Kita tunggu beritanya saja,” tambahnya.

sumber :

Jumat, 31 Juli 2015

Jasa Marga incar dua ruas tol Trans Jawa yang masih mangkrak


ilustrasi
Merdeka.com - BUMN konstruksi, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyatakan kesiapannya untuk mengerjakan dua proyek tol, yaitu Pemalang - Batang dan Batang - Semarang. Dua ruas tol ini merupakan bagian dari mega proyek tol Trans Jawa yang kini masih mangkrak.

Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman, mengatakan saat ini pemegang konsesi Pemalang-Batang dan Batang-Semarang sudah diputus oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sehingga Jasa Marga bisa ambil kesempatan untuk bisa ikut menggarap proyek ini.

"Yang jelas Batang - Semarang sudah diputus kan oleh kementerian, ya tinggal nanti kita lihat seperti apa, kita siap untuk garap," ujarnya di Palembang, Jumat (31/7).

Terkait pendanaan, Jasa Marga memilih opsi pinjaman perbankan jika sudah dipastikan memegang konsesi proyek tol tersebut.

Jika diestimasikan, Aditya menyebutkan, proyek tol Pemalang - Batang sepanjang 40 Km akan menghabiskan dana sebesar Rp 5 triliun. Sementara tol Batang-Semarang sepanjang 75 Km diestimasi menghabiskan investasi sebesar Rp 8 triliun.

"Batang-Semarang kan 75 Km, kira-kira hampir Rp 8 triliun lah, kalau Pemalang-Batang itu 40 Km, kira-kira Rp 5 triliun, tapi kita tidak tahu biaya lahannya berapa sekarang," jelas dia.

"Sekarang kan baru mulai proses akuisisi, tender, saya yakin tahun depan bisa mulai," tutupnya.

sumber :

Selasa, 30 Juni 2015

INFO MUDIK 2015 : Volume Lalu Lintas Mudik Lebaran Diprediksi Meningkat 10%


Adityawarman
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) 
(Majalah Investor)

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan jumlah volume lalu lintas kendaraan yang melintas pada musim mudik lebaran 2015 di sembilan gerbang tol kelolaannya akan meningkat 10 persen dari realisasi 2014. Pada tahun lalu, operator jalan bebas hambatan tersebut mencatat jumlah volume kendaraan sekitar 1,4 juta kendaraan, sehingga diperkirakan pada tahun ini menjadi 1,54 juta kendaraan yang melintas di musim mudik lebaran 2015, yakni H-7 hingga H-1.

Ada pun tol yang dipersiapkan Jasa Marga untuk mudik lebaran adalah Cikampek-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, Palimanan-Kanci, Jalan Tol Semarang, dan Jalan Tol Semarang-Solo ruas Semarang-Ungaran, serta ruas Ungaran-Bawen.

Direktur Utama PT Jasa Marga Adhityawarman mengatakan, untuk melayani peningkatan jumlah volume kendaraan itu, pihaknya sudah menyiapkan strategi. Salah satunya adalah perubahan model transaksi dari yang sebelumnya berlapis menjadi sistem pembayaran di satu gerbang saja.

"Model itu diterapkan di gerbang tol Ciperna. Sebelumnya, pengguna jalan tol harus membayar di gerbang tol sebelumnya dan juga gerbang tol Ciperna," tutur Adhityawarman di Jakarta, Selasa (30/6).

Ia menjelaskan pula, pemilihan gerbang tol tersebut lantaran diperkirakan trafiknya meningkat akibat sudah digunakannya tol Cikopo-Palimanan. Menurutnya, tol tersebut dapat mengakomodasi pengguna tol langsung ke arah Cirebon tanpa perlu dulu keluar Cikampek.

"Adanya Tol Cipali sangat membantu kami dalam mengurai padatnya lalu lintas, terutama di sekitar Cikampek. Seperti diketahui, setiap mudik lebaran setiap tahunnya di wilayah tersebut sangatlah padat," ucap dia.

Selain mengakomodasi Pantura, terang Adhityawarman, tol Cipali pun mampu menjadi pilihan bagi para pengguna jalur lintas selatan. Dia mempercayai bila beberapa porsi yang biasa ditanggung oleh Tol Cipularang kemudian Cileunyi bisa berkurang berkat adanya tol Cipali. Namun, ia belum bisa memperkirakan jumlah detailnya.

Selain itu, Adhitya melanjutkan, puncak arus mudik di tol kelolaannya akan berlangsung pada 14 dan 15 Juli 2015. Tetapi, jumlah lintas hariannya berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Pengurangan tersebut diakibatkan penyebaran waktu mudik yang lebih banyak, yang diproyeksi mulai ramai pada 11-12 Juli 2015. Pada tanggal tersebut Jasa Marga memperkirakan melayani 30 persen dari total volume kendaraan yang akan mudik.

"Sementara sisanya akan terjadi di tanggal 13-15 Juli dan puncaknya adalah 14 dan 15 Juli 2015. Tetapi kami hitung tidak akan lebih padat dari tahun lalu," sebutnya.

Selain itu, Adhitya mengatakan, pihaknya siap menjalankan imbauan pemerintah agar menerapkan potongan harga untuk tarif tol 25-30 persen selama musim mudik lebaran. Menurut dia, hal tersebut merupakan hal yang positif demi meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jalan bebas hambatan.

"Tentu ada pengaruhnya atas kinerja keuangan. Tapi kami tidak terlalu memikirkan itu. Ini kan seperti pesta setahun sekali, kami harus meningkatkan servis," ujarnya.

Selain itu, katanya, Jasa Marga pun menyiapkan pelayanan derek cuma cuma selama musim mudik lebaran 2015. "Tentunya ini sebagai bentuk iktikad kami dalam meningkatkan pelayanan selama musim mudik lebaran 2015," ucapnya.

sumber :

Jumat, 26 Juni 2015

Jasa Marga Siap Bangun Tol Jakarta-Cikampek II

ilustrasi : Tol Jakarta Cikampek

Jasa Marga menginisiasi pembangunan Jalur Tol Jakarta-Cikampek II atau Tol Jakarta-Cikampek part two sepanjang 64 kilometer (km). Foto: IstimewaJAKARTA - PT Jasa Marga (persero) Tbk menginisiasi pembangunan Jalur Tol Jakarta-Cikampek II atau Tol Jakarta-Cikampek part two sepanjang 64 kilometer (km), mengingat kondisi jalur tol Jakarta-Cikampek saat ini sudah sangat padat. 

Direktur Utama PT Jasa Marga, Adityawarman mengatakan, pihaknya sudah memberikan inisiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURR) melalui surat resmi. "Kita sudah bersurat, dan rencananya hari ini (26/6/2015) bertemu dengan Menteri PUPR mengenai jalan tol yang kami usulkan," ujarnya, Kamis (25/6/2015). 

Dia menjelaskan jalan tol Jakarta-Cikampek sepanjang 72 kilometer yang ada saat ini sudah dipadati pada empat lajur (4x2) di ruas tersebut, sehingga jika semakin dibiarkan, justru menambah kerugian bagi pengguna tol di jalur tol tersebut. 

"Jalan tol Jakarta-Cikampek sekarang ini macetnya sudah bukan main, sangat parah. Dari kilometer 0 hingga kilometer 31 itu bisa sampai lima jam. Makanya, kami menginisiasi untuk membangun disamping lajur tol jakarta-Cikampek yang ada saat ini," katanya. 

Dia menjelaskan, bahwa jalur tol yang akan direncanakan tersebut sepanjang 64 kilometer senilai Rp9 triliun. Asumsinya, mengacu pada biaya konstruksi per kilometer yang mencapai Rp150 miliar. "Jadi, kalau ditotal ya Rp150 miliar itu dikalikan 64, kira-kira biayanya sekitar itu," terangnya.

Dia menambahkan, saat ini inisiasi tersebut sudah disampaikan ke Kementerian PUPR. Jasa Marga berharap rencana jalan tol Jakarta-Cikampek II bisa dimasukkan sebagai jaringan jalan baru di Kementerian PUPR. "Syaratnya kalau mau inisiasi jalan tol ya harus masuk sebagai jaringan jalan baru di Kementerian PUPR. Tapi, mudah-mudahan ini bisa, sehingga bisa kita bangun secepatnya," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, Achhmad Ghany Gazali mengungkapkan rencana pembangunan jalur tol Jakarta-Cikampek II lantaran kondisi padat di jalur tol tersebut sudah tak dapat diantisipasi. "Ini juga terkait dengan pengembangan kawasan industri di sekitar tol tersebut. Jika dibiarkan juga akan menambah biaya logistik karena lamanya waktu tempuh jika melintasi jalur tol tersebut," imbuhnya. 

Namun, untuk mewujudkan jalur tol baru tersebut, pemerintah akan berdiskusi dengan pihak investor selaku inisiator pembangunan jalur tol tersebut. Saat ini, Jasa Marga telah mengajukan rencana jalur tol baru tersebut. Namun, Ghani masih tak menyebut siapa saja investor yang menginisiasi pembangunan jalur tol tersebut. "Saya belum tahu, namun yang pasti sudah ada investornya," pungkas Ghani.

sumber :

Jumat, 12 Juni 2015

Jasa Marga (JSMR) Akuisisi Saham Konsesi Tol Solo-Ngawi-Kertosono



Ilustrasi jalan tol
Antarafoto

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten pelat merah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mengakuisisi saham dua perusahaan pemegang konsesi ruas tol Sawi-Mantingan-Ngawi sepanjang 90,10 kilometer dan Ngawi-Kertosono sepanjang 87,02 Km.

David Wijayatno, Sekretaris Perusahaan Jasa Marga, mengatakan perseroan telah menandatangani akta jual beli pengambilalihan saham miilik PT Thiess Contractors Indonesia dan PT Ferino Putra. Keduanya pemegang saham PT Solo Ngawi Jaya dan PT Ngawi Kertosono Jaya.

"SNJ merupakan pemegang konsesi jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi, sedangkan NKJ merupakan pemegang konsesi Tol Ngawi-Kertosono," ungkapnya dalam keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia, Jumat (12/6/2015).

Emiten berkode saham JSMR tersebut telah membeli sebanyak 10,79 juta saham SNJ yang dimiliki Thiess dengan harga saham yang disepakati sebesar Rp237,71 miliar. Perseroan juga membeli 568.349 lembar saham SNJ yang dimiliki FP dengan harga Rp12,51 miliar.

Sementara itu, pengelola jalan tol badan usaha milik negara (BUMN) itu juga telah membeli 2,06 juta saham NKJ yang dimiliki Thiess dengan harga yang disepakati mencapai Rp12,51 miliar. Perseroan juga membeli 108.681 saham NKJ yang dimiliki FP dengan harga yang disepakati Rp658,5 juta.

Secara keseluruhan, JSMR merogoh kocek Rp263,39 miliar untuk pembelian saham perusahaan pemegang konsesi dua ruas tol tersebut. Jumlah saham JSMR pada NKJ menjadi 2,17 juta saham atau 60% dari seluruh saham NKJ.

Dia mengatakan, jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi dan Ngawi-Kertosono, yang konsesinya dipegang oleh SNJ dan NKJ tersebut, merupakan bagian dari jaringan jalan Tol Trans Jawa. Ruas ini terhubung dengan Tol Semarang-Solo yang masih dalam tahap pembangunan.

"Dengan pengambilalihan saham ini dan membangun kedua ruas jalan tol tersebut, Jasa Marga mempunyai maksud dan tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kapasitaas jaringan jalan dalam melayani lalu lintas di koridor Trans Jawa," paparnya.

Perseroan juga ingin meningkatkan produktivitas melalui pengurangan biaya distribusi dan menyediakan akses ke pasar regional maupun internasional.

Hingga kuartal I/2015, Jasa Marga mengantongi laba bersih Rp329,66 miliar, turun 12,23% dibandingkan dengan Rp376,27 miliar pada periode sama 2014. JSMR juga membukukan penurunan pendapatan sebesar 5,1% menjadi Rp1,97 triliun dari Rp2,07 triliun pada periode sama 2014.

Dari jumlah pendapatan tersebut, perusahaan mengalami penurunan pendapatan sebesar 57,79% dalam pendapatan konstruksi menjadi Rp195 miliar pada kuartal I/2015 dibandingkan dengan Rp462 miliar pada periode yang sama 2014.

Sebaliknya, perusahaan membukukan pendapatan tol sebesar Rp1,65 triliun pada kuartal I/2015 atau meningkat 8,73% dibandingkan dengan Rp1,52 triliun pada periode sama 2014. Perseroan juga mencatatkan pendapatan usaha lainnya sebesar Rp119 miliar per 31 Maret 2015 atau tumbuh 27% dibandingkan dengan Rp93 miliar pada periode yang sama 2014.

sumber :