javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Tampilkan postingan dengan label Jalur Mudik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalur Mudik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juni 2017

Tol Bawen-Salatiga Sudah 98 Persen, Siap Dipakai Saat Mudik Lebaran



Jalan Tol Bawen-Salatiga (Foto: Dok MTI) 

Jalan Tol Semarang-Solo Seksi 3 Bawen-Salatiga siap dioperasikan secara fungsional pada Triwulan II-2017. Hingga akhir Mei 2017, progres konstruksi untuk Seksi 3 Bawen-Salatiga telah mencapai 98 persen. Diharapkan saat musim arus mudik-balik, jalan tol sepanjang 17,5 km tersebut dapat beroperasi secara fungsional.



Jalan Tol Bawen-Salatiga (Foto: Dok MTI) 


"Capaian Tol Bawen-Salatiga (17,5 km) sudah 98 persen selesai. Sekitar 1.000 meter belum rigid pavement (pengerasan)," ungkap Anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno kepada kumparan (kumparan.com) usai meninjau lokasi, Kamis (1/6).


Jalan Tol Bawen-Salatiga (Foto: Dok MTI) 

Jalan tol sepanjang 72,64 km yang dikelola oleh PT Trans Marga Jateng (TMJ), kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk merupakan salah satu skala prioritas pembangunan jalan tol oleh Pemerintah saat ini, telah sesuai dengan tata ruang terpadu yang disusun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan diharapkan dapat mempercepat pengembangan wilayah tersebut.



Jalan Tol Bawen-Salatiga (Foto: Dok MTI) 

"Sekarang sedang dikebut jika udara panas dalam kurun seminggu ke depan sudah dapat diselesaikan. Terdapat rest area temporary atau darurat di sisi timur yang disediakan bagi pemudik," imbuhnya.


Jalan Tol Bawen-Salatiga (Foto: Dok MTI) 

Jalan Tol Semarang-Solo yang menghubungkan kota Semarang dan Solo memiliki arti penting bagi denyut nadi perekonomian di daerah yang dilintasi yaitu, Semarang, Salatiga, Boyolali, Sukoharjo dan Solo yaitu memperkuat potensi pengembangan wilayah, khususnya untuk mendukung pergerakan perekonomian melalui peningkatan kelancaran arus barang dan jasa.



Jalan Tol Bawen-Salatiga (Foto: Dok MTI) 


Jalan Tol Semarang-Solo sebagai bagian dari Trans Jawa yang melintas di jalur Pantura berperan penting dalam membantu kelancaran arus mudik balik Lebaran. Memasuki musim libur panjang, Jalur Pantura menjadi salah satu jalur favorit pemudik.



Jalan Tol Bawen-Salatiga (Foto: Dok MTI) 

Pemudik yang melintas di Kota Semarang dapat meneruskan perjalanan menuju Kota Solo di bagian selatan atau melanjutkan ke jalan nasional menuju ke kota tujuan di sebelah timur seperti Kudus, Pati, Rembang dan kota-kota di Provinsi Jawa Timur.


Jalan Tol Bawen-Salatiga (Foto: Dok MTI) 

Jalan Tol Semarang-Solo diharapkan mampu menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di jalan arteri serta memberikan alternatif pilihan bagi pengguna jalan untuk menuju ke kota tujuan dengan aman, lancar dan nyaman.

sumber :

pos diteruskan : Pojok Soklin

Kamis, 25 Mei 2017

Tol Bawen-Salatiga Siap Digunakan Pemudik Lebaran


Toll Gate Salatiga


JAKARTA (Pos Kota)-Ruas tol Bawen-Salatiga (17,6 km) sebagai bagian dari Tol Semarang – Solo (72,6 km) dipastikan sudah siap operasi untuk menyambut pemudik Lebaran 2017. Saat ini progres konstruksi sudah 97,4 persen dan ditargetkan pada awal Juni sudah tuntas, sehingga mulai 15 Juni atau ‘H-10’ sudah siap digunakan.

“Sisa pekerjaan yang belum diselesaikan hanya sepanjang 1,5 km di segmen 3.1. Bawen Polosiri dengan aneka pekerjaan mulai dari memindahkan timbunan tanah, median jalan, bahu jalan, rigid beton, dan lain sebagainya,” kata Direktur Teknik dan Operasi PT. Trans Marga Jateng (TMJ) Ali Zainal Abidin, Kamis (25/5).

Menurut Ali, target optimistis pihaknya 14 hari pekerjaan konstruksi bisa diselesaikan. Setelah itu ruas ini akan dinilai oleh tim laik fungsi agar ketika difungsikan pada musim Angkutan Lebaran tahun ini, benar -benar sudah siap.

Dirut PT TMJ Yudhi Krisyunoro menyatakan, ruas tersebut saat mudik dan balik kemungkinan besar masih berstatus uji coba dan bebas tarif. Dengan difungsikan jalan ini pengguna lalu lintas Semarang-Solo untuk golongan satu sudah bisa menghemat sekitar 30 menit jika dibandingkan jalan non tol.

“Jika waktu tempuh rata-rata 80 km per jam maka jarak 40 km Semarang-Salatiga hanya sekitar 30 menit. Sedangkan jika jalan nasional bisa sekitar satu jam, bahkan bisa lebih jika pagi atau sore,” tambah Yudhi.

Tol Semarang-Solo (72,6 km) yang ditargetkan selesai pada triwulan III 2018, pembebasan lahannya sudah 99 persen dan terdiri dari lima seksi. Dari lima seksi itu, dua seksi yakni Semarang -Ungaran (10,85 km) dan Ungaran-Bawen (11,99 km) sudah beroperasi dan tiga seksi lainnya belum yakni Bawen-Salatiga (17,6 km), Salatiga-Boyolali (21,47 km) dan Boyolali-Kartasura (7,14 km). (faisal/win)

sumber :

Kamis, 02 Juni 2016

Susur Jalur Mudik 2016, Ini Enam Lokasi yang Rawan Macet di Semarang


Kompas.com/ Syahrul MunirSeorang petugas dari Satlantas 
Polres Semarang tengah mencairkan keruwetan lalu lintas 
di Pasar Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (1/6/2016).

UNGARAN, KOMPAS.com - Satlantas Polres Semarang telah menandai enam lokasi yang diprediksi akan menjadi titik rawan kemacetan pada arus mudik Lebaran 2016. Enam lokasi itu didapat setelah Satlantar Poles Semarang bersama Dishubkominfo dan DPU Kabupaten Semarang, sepanjang Rabu (1/6/2016), melakukan susur jalur di jalan-jalan utama di wilayah Kabupaten Semarang.

Hal itu bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kemacetan, sekaligus mencari solusi agar masyarakat pengguna jalan tidak terjebak macet.

"Enam lokasi itu meliputi simpang Bawen, exit ol Bawen, Pasar Sejambu, Tuntang-Blotongan, Pasar Suruh, dan Klero Tengaran. Selain lokasi wisata seperti Bandungan juga berpotensi terjadi kemacetan," kata Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Dwi Nugroho.

Salah satu titik rawan macet adalah di Pasar Suruh yang berada dijalur alternatif dari Semarang menuju Sragen.

Pada hari biasapun dititik tersebut terlihat kemacetan akibat banyaknya angkutan desa yang ngetem serta parkir dibadan jalan. Rekayasa yang disiapkan untuk mengatasi kemacetan dilokasi ini adalah dengan melarang kendaraan parkir di badan serta bahu jalan.

"Di sini memang tidak ada alternatif lain, tapi ini merupakan jalur alternatif menuju ke Sragen. Mungkin upaya dari kita nanti, kita fokuskan petugas yang ada di ujung di kepalanya untuk menarik. Jadi nanti tidak ada lagi yang parkir-parkir, jadi paling tidak jalan yang sudah ada ini bisa lancar meskipun kecepatannya berkurang," jelasnya.

Kegiatan susur jalur tersebut menurut Dwi Nugroho, sengaja dilakukan terkait menjelang diberlakukannya Operasi Ramadanya (Ramadan dan Hari Raya) Candi 2016.

Selain jalur konvesional, pihaknya juga menaruh perhatian pada persimpangan sebidang pada jalur alternatif tol seksi III Bawen-Salatiga. Adanya jalur alternatif ini memungkinkan kendaraan dari tol Ungaran- Bawen tetap bisa melaju di jalur tol Bawen-Salatiga, tanpa harus melalui jembatan tol Tuntang yang diperkirakan belum rampung pekerjaan fisiknya pada H-7 lebaran 2016.

"Besok atau secepatnya kita akan undang PT Trans Marga Jateng (TMJ) untuk paparan di hadapan Kapolres Semarang. Sedangkan Dishubkominfo dan DPU sudah mengkaji beberapa ruas jalan termasuk ruas jalan penghubung tol," katanya.

sumber :

Minggu, 15 Mei 2016

Proyek Tol Solo Kertosono : Dana Pembebasan Lahan Habis, Pembangunan Tol Terancam Molor

ilustrasi : Tol Solo Kertosono Paket SN-1A (photo : soklin)
BOYOLALI – Upaya mempercepat pelaksaan proyek tol Solo-Kertosono menemui kendala. Pasalnya, dana pembebasan lahan dari APBN 2016 telah habis.

Hingga saat ini masih terdapat 37 bidang tanah di wilayah Kabupaten Boyolali, belum dibebaskan. Lahan tersebut berada di wilayah Kecamatan Banyudono dan Ngemplak. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah menyusul bertambahnya bangunan yang akan dibuat untuk infrastruktur masyarakat. ”Kami belum tahu solusinya seperti apa, masih dibahas di Jakarta,” kata staf PPK Lahan Tol Soker, Omaruzzaman.

Dijelaskan, rapat tersebut akan membahas dana pinjaman dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) agar pembebasan lahan dengan konsinyasi dapat segera dilaksanakan. Sebab, jika menunggu dana dari APBN Perubahan, maka pembebasan lahan semakin molor. ”Padahal kami juga terus dikejar oleh pelaksana teknis untuk segera menyelesaikan lahan yang akan dimulai pengerjaannya,” kata dia.

Batas Waktu

Ditambahkan, dana yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan melalui konsinyasi di wilayah Kecamatan Ngemplak mencapai Rp 7 miliar. Dana itu untuk melakukan konsinyasi 16 bidang tanah. Saat ini, pihaknya tengah dikejar waktu untuk pembebasan lahan di Ngemplak. ”Tujuh miliar rupiah itu belum termasuk lahan di wilayah Kecamatan Banyudono. Kami masih konsentrasi dengan Kecamatan Ngemplak,” tuturnya.

Omar menyebutkan, semua tahapan untuk pembebasan lahan sudah habis. Karena memang secara Undang-undang (UU) yang baru ini hanya memberikan batas waktu sampai 14 hari setelah pengumuman harga tanah. ”Selama 14 hari itu, pemilik lahan diberikan hak untuk melakukan banding ke Pengadilan (PN), tapi harus dengan penasihat hukum,” katanya.

Namun hingga waktu yang telah ditentukan, pemilik lahan juga belum menerima harga yang ditawarkan. Di sisi lain, mereka juga tidak melakukan upaya banding. Karena itu, mau tak mau harus konsinyasi.

Diakui, pembebasan lahan untuk kepentingan negara tak semudah membalikkan tangan. Dalam membebaskan lahan harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Padahal, ada beberapa masyarakat yang memanfaatkan momentum untuk menaikkan harga di luar kewajaran.

”Harga tanah yang dibayarkan kepada pemilik lahan sudah lebih dari cukup, sehingga kami yakin harga itu tidak menyusahkan masyarakat atau pemilik lahan,” tandasnya. (G10-76)

sumber :

Kamis, 03 September 2015

Jalan Tol Bawen-Salatiga Dioperasikan Tahun Depan


Proyek pembangunan tol Semarang-Solo sesi 2 Ungaran-Bawen.
TEMPO/Budi Purwanto
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Teknik dan Operasional PT Trans Marga Jateng (TMJ) Ari Iriyanto menyatakan bahwa jalan Tol Semarang-Solo seksi III ruas Bawen-Salatiga akan mulai dioperasikan pada 2016 sesuai dengan target pembangunan.

"Jalan Tol Bawen-Salatiga ditargetkan sudah bisa dioperasikan secara nonkomersial atau dilalui kendaraan pada arus mudik Lebaran 2016," kata Ari saat menerima kunjungan lapangan Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah di Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Rabu.

Menurut dia, proses pembebasan lahan yang terkena proyek pembangunan jalan Tol Bawen-Salatiga sepanjang 17,57 kilometer sudah mencapai 75 persen.

"Mudah-mudahan pembebasan lahan jalan Tol Bawen-Salatiga bisa selesai pada Desember 2015, sehingga proses pengerjaan fisik bisa segera dimulai," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa pembebasan tanah jalan Tol Bawen-Salatiga masih menghadapi beberapa kendala, seperti adanya 17 titik tanah milik desa yang belum dibebaskan.

"Untuk membebaskan tanah milik desa ini harus mendapatkan izin dari bupati, sehingga kami meminta dukungan DPRD Jateng dalam penyelesaian masalah itu," katanya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso meminta TMJ mengkritisi sempitnya jalan pada pintu keluar jalan Tol Bawen-Salatiga di kawasan Tingkir, sehingga berpotensi menyebabkan kemacetan lalu lintas.

"Jalan keluar jalan Tol Bawen-Salatiga perlu dilebarkan agar tidak terjadi kemacetan seperti yang terjadi saat ini di pintu keluar jalan Tol Semarang-Ungaran," ujarnya.

Pembangunan jalan Tol Bawen-Salatiga dibagi menjadi beberapa paket pengerjaan, yakni paket Bawen-Polosiri sepanjang 3,49 km, paket Polosiri-Sidorejo sepanjang 6,8 km, paket Sidorejo-Tengaran sepanjang 4,3 km, paket Sidorejo-Tengaran sepanjang 0,8 km, paket Sidorejo-Tengaran sepanjang 1,0 km, dan paket Sidorejo-Tengaran sepanjang 1,2 km.

Setelah pembangunan fisik jalan Tol Bawen-Salatiga selesai, akan dilanjutkan dengan pembangunan jalan tol seksi IV untuk ruas Salatiga-Boyolali sepanjang 24,13 km dan seksi V untuk ruas Boyolali-Kartosuro sepanjang 72,64 km.

sumber :

Selasa, 30 Juni 2015

INFO MUDIK 2015 : Volume Lalu Lintas Mudik Lebaran Diprediksi Meningkat 10%


Adityawarman
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) 
(Majalah Investor)

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan jumlah volume lalu lintas kendaraan yang melintas pada musim mudik lebaran 2015 di sembilan gerbang tol kelolaannya akan meningkat 10 persen dari realisasi 2014. Pada tahun lalu, operator jalan bebas hambatan tersebut mencatat jumlah volume kendaraan sekitar 1,4 juta kendaraan, sehingga diperkirakan pada tahun ini menjadi 1,54 juta kendaraan yang melintas di musim mudik lebaran 2015, yakni H-7 hingga H-1.

Ada pun tol yang dipersiapkan Jasa Marga untuk mudik lebaran adalah Cikampek-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, Palimanan-Kanci, Jalan Tol Semarang, dan Jalan Tol Semarang-Solo ruas Semarang-Ungaran, serta ruas Ungaran-Bawen.

Direktur Utama PT Jasa Marga Adhityawarman mengatakan, untuk melayani peningkatan jumlah volume kendaraan itu, pihaknya sudah menyiapkan strategi. Salah satunya adalah perubahan model transaksi dari yang sebelumnya berlapis menjadi sistem pembayaran di satu gerbang saja.

"Model itu diterapkan di gerbang tol Ciperna. Sebelumnya, pengguna jalan tol harus membayar di gerbang tol sebelumnya dan juga gerbang tol Ciperna," tutur Adhityawarman di Jakarta, Selasa (30/6).

Ia menjelaskan pula, pemilihan gerbang tol tersebut lantaran diperkirakan trafiknya meningkat akibat sudah digunakannya tol Cikopo-Palimanan. Menurutnya, tol tersebut dapat mengakomodasi pengguna tol langsung ke arah Cirebon tanpa perlu dulu keluar Cikampek.

"Adanya Tol Cipali sangat membantu kami dalam mengurai padatnya lalu lintas, terutama di sekitar Cikampek. Seperti diketahui, setiap mudik lebaran setiap tahunnya di wilayah tersebut sangatlah padat," ucap dia.

Selain mengakomodasi Pantura, terang Adhityawarman, tol Cipali pun mampu menjadi pilihan bagi para pengguna jalur lintas selatan. Dia mempercayai bila beberapa porsi yang biasa ditanggung oleh Tol Cipularang kemudian Cileunyi bisa berkurang berkat adanya tol Cipali. Namun, ia belum bisa memperkirakan jumlah detailnya.

Selain itu, Adhitya melanjutkan, puncak arus mudik di tol kelolaannya akan berlangsung pada 14 dan 15 Juli 2015. Tetapi, jumlah lintas hariannya berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Pengurangan tersebut diakibatkan penyebaran waktu mudik yang lebih banyak, yang diproyeksi mulai ramai pada 11-12 Juli 2015. Pada tanggal tersebut Jasa Marga memperkirakan melayani 30 persen dari total volume kendaraan yang akan mudik.

"Sementara sisanya akan terjadi di tanggal 13-15 Juli dan puncaknya adalah 14 dan 15 Juli 2015. Tetapi kami hitung tidak akan lebih padat dari tahun lalu," sebutnya.

Selain itu, Adhitya mengatakan, pihaknya siap menjalankan imbauan pemerintah agar menerapkan potongan harga untuk tarif tol 25-30 persen selama musim mudik lebaran. Menurut dia, hal tersebut merupakan hal yang positif demi meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jalan bebas hambatan.

"Tentu ada pengaruhnya atas kinerja keuangan. Tapi kami tidak terlalu memikirkan itu. Ini kan seperti pesta setahun sekali, kami harus meningkatkan servis," ujarnya.

Selain itu, katanya, Jasa Marga pun menyiapkan pelayanan derek cuma cuma selama musim mudik lebaran 2015. "Tentunya ini sebagai bentuk iktikad kami dalam meningkatkan pelayanan selama musim mudik lebaran 2015," ucapnya.

sumber :

Sabtu, 27 Juni 2015

Ini Tarif Resmi Tol Cipali

Foto: Detik

PT Lintas Marga Sedaya, operator tol Cipali telah resmi menerapkan tarif pada semua golongan kendaraan. 

JAKARTA - PT Lintas Marga Sedaya, operator tol Cikopo-Palimanan (Cipali), telah resmi menerapkan tarif pada semua golongan kendaraan. Penerapan tarif mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 323/KPTS/M/2015, besaran tarif adalah sesuai jarak yang ditempuh dan golongan kendaraan.

Untuk jarak terjauh tarif Tol Cipali (dari Cikopo sampai Palimanan) kendaraan Golongan I membayar Rp96.000, Golongan II Rp144.000, Golongan III Rp192.000, Golongan IV Rp240.000, dan Golongan V diterapkan tarif Rp288.500. 

"Pantauan di lapangan setelah pemberlakuan tarif, sejak Jumat dini hari (26/6) ruas tol Cipali mulai diramaikan oleh bus-bus antar kota dan truk-truk besar, selain kendaraan kecil Golongan I yang memang telah melintas sejak dioperasikannya tol Cipali pada 14 Juni 2015,” ujar Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya, Hudaya Arryanto dalam siaran persnya, Jumat (26/6/2015) malam.

Pemberlakuan tarif dilakukan setelah masa sosialisasi selama dua pekan berakhir. Ruas tol Cikopo-Palimanan diresmikan Presiden Indonesia Joko Widodo, pada 13 Juni 2015. Pasca peresmian, PT Lintas Marga Sedaya sebagai operator dan pemegang konsesi ruas tol tersebut melakukan sosialisasi dengan tanpa memungut biaya bagi kendaraan yang melintasi ruas tol tersebut.

Saat ini, PT LMS telah melengkapi sarana dan fasilitas pendukung tol Cipali. Fasilitas pendukung tersebut di antaranya full rambu, marka, petunjuk serta guardrail yang diperlukan.

"Selain itu untuk mendukung fungsi lampu penerangan jalan yang sudah terpasang di lokasi simpang susun, di sepanjang ruas Cipali juga sudah dipasang patok pengarah (guide post) yang reflektor-nya akan bersinar jika terkena lampu kendaraan, sehingga menambah keamanan berkendara di malam hari,” kata Hudaya.

Hudaya menambahkan, tol Cipali juga dilengkapi fasilitas rest area pada 6 (enam) titik. “Saat ini sudah ada enam Rest Area yang beroperasi, yaitu di KM 86A, KM 86B, KM 101, KM 102, KM 164 dan KM 166, yang menyediakan fungsi dasar seperti toilet, mushola, tempat parkir hingga beberapa gerai makanan. Bahkan SPBU pun telah dioperasikan di KM 102. Minggu depan dua Rest Area lagi akan dibuka, sehingga lengkap menjadi 8 (delapan),” tuturnya.

Hudaya juga, mengingatkan, kondisi jalan tol Cipali yang mulus dan cenderung lurus, serta perambuan dan fasilitas yang makin lengkap tetap perlu diimbangi dengan perilaku mengemudi yang disiplin dan aman.

“Bagi para pengguna jalan tol Cipali, mohon siapkan kondisi fisik dan kendaraan Anda sebelum berkendara. Jika lelah atau mengantuk, manfaatkanlah Rest Area yang telah tersedia untuk sekedar beristirahat. Jaga jarak aman dan jangan ngebut melebihi batas maksimum kecepatan 100 km/jam seperti tertulis di rambu,” ujar Hudaya.

Jalan tol Cipali sepanjang 116,75 kilometer merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia dan merupakan bagian dari sistem jalan tol Trans Jawa. Jalan Tol Cikopo-Palimanan melintasi 5 kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka dan Cirebon.

PT Lintas Marga Sedaya sebagai pemegang konsesi Jalan Tol Cikopo-Palimanan selama 35 tahun, merupakan badan usaha jalan tol yang sahamnya dimiliki oleh PT Baskhara Utama Sedaya (45%), suatu perusahaan investasi nasional, dan PLUS Expressways International Berhad (55%) yang merupakan perusahaan jalan tol terkemuka di Malaysia.

sumber :

Rabu, 24 Juni 2015

Kecepatan di Tol Cikopo-Palimanan Maksimum 100 Km/Jam



JAKARTA - Belum satu bulan peresmian Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), namun tol tersebut sudah menelan korban jiwa. Semenjak dioperasikan hingga saat ini, tol tersebut sudah terjadi 30 kecelakaan.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dam Perumahan Rakyat, Hediyanto W Husaeni mengatakan bahwa kementerian akan berupaya untuk mengantisipasi kecelakaan yang sering terjadi.

‪"Untuk antisipasi, kita akan kasih pengumuman tambahan supaya jangan ngebut sampai di atas 100 km. Tapi, kalau di Indonesia enggak ada peraturan kecepatan di atas 100 di tangkap, kan kalau di luar negeri ditangkap. Jadi mungkin ini perlu ditegaskan,"tuturnya di Ruang Rapat Komisi V DPR RI Jakarta, Rabu (24/6/2016).

‪Dia mengatakan, bahwa yang menjadi penyebab seringnya terjadi kecelakaan adalah akibat pengendara yang sering mengantuk dan memacu kendaraan di atas rata-rata.

‪"Semua polisi yang menemukan kecelakaan itu karena mengantuk. Kalau untuk Rest areanya sudah ada, cuma belum lengkap rumah makan dan SPBU-nya belum ada, tapi rest areanya kan sudah ada, mestinya istirahat dulu kalau ngantuk,"tuturnya.

‪Berdasarkan data kecelakaan tersebut dia memandang perlu adanya pembatasan kecepatan.

"Harusnya ada pembatasan kecepatan, ada tiga mobil yang ban nya meletus, Jadi kalo bisa jalannya 60-100 km saja," katanya

‪Untuk itu, Hedianto menghimbau agar pemudik pada lebaran tahun ini lebih hati-hati dan mementingkan keselamatan dibanding kecepatan.

‪"Jika kendaraan memacu kecepatan tinggi tentu akan rentan mengalami kecelakaan, kan biasanya kalau cepat ban juga lebih panas jadi kondisi kendaraan juga harus prima," tuturnya.

sumber :

Selasa, 23 Juni 2015

Begini Kondisi Fasilitas Rest Area di Tol Cikampek - Palimanan


Pembangunan rest area km121-122 di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 2015. Sejak diresmikan, tol yang menjadi jalur alternatif mudik ini masih memiliki sejumlah kekurangan. 


Restoran cepat saji KFC di rest area di Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 2015. Tol ini baru memiliki satu tempat peristirahatan di Kilometer 102, tujuh area lainnya masih dibangun. 


Pekerja mengerjakan pembangunan rest area km 121-122 di Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa barat, 18 Juni 2015. Satu-satunya rest area yang dilengkapi fasilitas musala, pujasera, toilet, dan SPBU, hanya ada di jalur menuju Palimanan.


Mobil melintas di Rest Area Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, 18 Juni 2015. Pengguna jalan sebaiknya mengisi bahan bakar sebelum memasuki tol, karena baru ada satu SPBU yang beroperasi dari yang seharusnya empat buah di kedua ruas jalan. 



Sebuah rest area yang sedang dibangun di Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 2015. 


Sejumlah pengendara mobil beristirahat di depan Gerbang Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 2015. 


Foto : TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.
Editor : Pojok Soklin

Sumber :
tempo

Ruas Jalan Jateng Siap Hadapi Arus Mudik


Jalan Tol Bali di teluk Benoa, Denpasar, Bali.
(TEMPO/Johannes P. Christo)
TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah ruas jalan nasional di daerah Jawa Tengah setelah dipantau oleh pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dilaporkan telah siap untuk menghadapi arus pemudik pada musim lebaran tahun 2015 ini.

"Secara umum ruas-ruas jalan nasional di Jawa Tengah sudah siap untuk Jalur Lebaran 2015," kata Inspektur II Itjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Adriananda dalam rilis Biro Komunikasi Publik Kemenpupera yang diterima di Jakarta, Senin (22 Juni 2015).

Menurut dia, pekerjaan berat di ruas-ruas jalan nasional tersebut sudah tidak dilakukan pada H-30. Sedangkan pekerjaan yang dilakukan saat ini hanya berupa penambahan rambu dan marka jalan.

"Terdapat beberapa pekerjaan di Jalur Lingkar Selatan Borokulon Purworejo yang diperkeras dengan beton, pada hari ini sudah dalam kondisi mantap untuk Jalur Lebaran tahun ini. Perlintasan sebidang kereta Sumpyuh di wilayah Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, juga sudah dalam kondisi mantap," katanya.

Selain itu, ujar dia, ruas tol Semarang-Solo Seksi II (Ungaran-Bawen) sepanjang sekitar 12 kilometer itu dilaporkan berada dalam kondisi mantap dan sudah siap memfasilitasi para pemudik.

Di daerah lain, jalur lebaran dari Jakarta menuju Banten-Merak melalui jalur tol maupun Cilegon yang akan menuju lintas Sumatera Timur juga dilaporkan dalam keadaan siap melayani arus mudik lebaran yang akan menuju Sumatera.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hediyanto W Husaini optimistis jalur pantai utara Jawa Barat pada 2015 lebih siap menghadapi arus mudik Lebaran dibanding tahun sebelumnya.

"Pantura tahun ini jauh lebih siap. Tahun (2014) lalu menghadapi musim hujan dua bulan sebelum Lebaran sehingga kami kelabakan," kata Hediyanto W Husaini.

Menurut Hediyanto, kelabakan yang dihadapi Lebaran sebelumnya antara lain karena setelah musim hujan bermunculan lubang begitu banyak.

Hal itu, ujar dia, mengakibatkan perbaikan dibantu pihak lain. Namun pada tahun 2015 dinilai tidak ada permasalahan seperti yang dihadapi sebelumnya.

"Mudah-mudahan waktu sebulan ke depan tidak ada hal yang di luar kebiasaan, oleh karena itu bila ada sesuatu hal kita adakan upaya pencegahan sedini mungkin," ucapnya.

sumber :

Senin, 22 Juni 2015

Ruas Tol Pejagan-Pemalang Digadang Urai Kemacetan




Gerbang tol Pejagan, Brebes, Jawa Tengah. 
TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Semarang - Kondisi ruas jalan tol Pejagan-Pemalang yang sedang proses pembangunan dinilai bisa digunakan mengurai kemacetan secara darurat. Penggunaan jalan yang masih belum rata itu bisa dilakukan sebagai langkah alternatif ketika terjadi kepadatan arus lalu lintas di pintu keluar tol Kanci-Pejagan.

“Untuk mengurai Pantura, di Pejagan akan digunakan bidang tol Pejagan-Pemalang meski kondisi jalan belum teraspal,” kata Kepala Bidang Bina Jalan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Senin, 22 Juni 2015.

Meski tak menjelaskan secara rinci kondisi jalan yang hendak digunakan itu, Hanung memastikan keberadaan jalan yang belum diaspal itu bisa digunakan mengurai kemacetan secara darurat. Saat ini kegiatan perbaikan jalan dalam skala besar di jalur Pantura sudah berhenti. Namun ia mengaku pada H-20 akan pembenahan kembali. 

Menurut Hanung, Dinas Bina Marga Jawa Tengah menargetkan pada H-10 semua jalan di Jawa Tengah bisa dilalui. Namun, ia tak memungkiri saat ini masih ada sejumlah titik jalan tertentu kurang sempurna. “Dengan kondisi itu kami akan pasang rambu. Kondisi jalan yang kurang sempurna itu karena rata-rata kontrak pengerjaan selesai bulan November,” katanya.

Anggota Komisi Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, Muhammad Ichwan, meminta agar pemerintah mengantisipasi kepadatan jalan di Pantura Brebes sebagai efek berfungsinya jalan tol Cikampek-Palimanan. “Karena ada berbagai masalah ketika Jateng akan dilalui oleh 6,8 juta pemudik,” kata Ichwan.

Ichwan meminta agar pada H-15 semua pekerjaan jalan dihentikan sementara untuk mengindari kemacetan di jalan raya. “Alasan H-15 karena mudik sudah dimulai H-15,” katanya.

sumber :

Senin, 15 Juni 2015

LEBARAN 2015 : Tol Belum Rampung, Jateng Upayakan Jalur Alternatif

Ilustrasi tol (JIBI/Solopos TV)

"Lebaran 2015 seperti tahun-tahun sebelumnya akan diwarnai dengan arus mudik"

SEMARANG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengupayakan sejumlah jalur alternatif di wilayah yang belum tersambung dengan jalinan Tol Trans Jawa guna mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik selama Lebaran 2015.


Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menuturkan pihaknya akan mendorong setiap kabupaten/kota di wilayahnya untuk menyediakan jalur alternatif bagi para pemudik. Langkah tersebut, jelasnya, dilakukan untuk mengurai tingginya volume kendaraan yang akan melalui jalan Tol Trans Jawa menyusul mulai dioperasionalkannya tol Cikampek-Palimanan.

Pasalnya, dengan beroperasi ruas tol tersebut, rangkaian tol di pulau Jawa sudah tersambung dari Merak, Banten, hingga Pejagan, Jateng. Sementara, tiga ruas tol dari Pejagan-Semarang dan ruas tol Semarang-Solo (seksi III,IV dan IV), serta Solo-Ngawai-Kertosono juga belum bisa difungsikan lantaran dalam tahap pengembangan, bahkan masih pembebasan lahan.

“Kami menyiapkan jalan alternatif agar nanti pada saat keluar pintu tol Pejagan [Tol Kanci-Pejagan] itu bisa lewat situ. Karena nanti itu berpotensi bottleneck. Di tiap-tiap kabupaten nanti kita minta carikan jalan-jalan alternatif untuk arus mduik,” ungkapnya, Jumat (12/6/2015).

Ganjar menuturkan langkah tersebut menjadi hal utama yang akan didorong pemkot dengan waktu persiapan yang relatif singkat. Untuk itu, sambungnya, pemprov akan membentuk tim untuk merealisasikan upaya penanganan arus lalu lintas mudik tersebut.

Terkait upaya penyediaan lahan di ruas tol Pejagan-Pemalang, Ganjar menuturkan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mendorong progress penyediaan lahan.

“Kita bantu selesaikan [ruas Tol Pejagan-Pemalang] karena Bupatinya ada kesulitan. Menyisakan tiga rumah di situ, tetapi masih akan ada banyak persoalan, persoalan dalam arti [pembebasan lahan] itu belum tuntas beres,” ujarnya.

Seperti diketahui, dua dari empat seksi pengerjaan dalam pengembangan ruas Tol Pejagan-Pemalang dengan total panjang jalan mencapai 58 km rencananya baru difungsikan pada 2017. Seksi I dan II sebenaranya akan diopersionalkan secara darurat selama Lebaran 2015, namun masih terkendala penyediaan lahan yang menyisakan sekitar 0,5%.

Sementara itu, pemerintah masih akan melakukan sosialisasi ulang untuk proses pembebasan lahan proyek jalan tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang. Proses ulang itu dilakukan karena proses pembebasan lahan kedua ruas tersebut sudah lama terhenti setelah badan usaha jalan tol kedua ruas tersebut memiliki masalah pendanaan.

Proses penyediaan lahan lahan itu diyakini tuntas sesuai target, yaitu Juli 2015 dengan adanya surat penetapan lokasi untuk pembangunan kedua ruas tersebut dari Gubernur Jateng.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menuturkan sebenaranya jumlah penumpang angkutan jalan diperkirakan turun hingga 5% selama Lebaran 2015. Penurunan jumlah penumpang tersebut diharapkan akan beralih pada penggunaan moda transportasi massal lain.

Karena itu, dia mengatakan pihaknya memperkirakan peningkatan jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi udara dan laut, yakni masing-masing 3% dan sekitar 2%-3%. Namun, dia menyatakan penurunan itu dikhawatirkan justru beralih kepada pemantan transportasi darat pribadi.

Salah satu pemicu peningkatan animo masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi, sebutnya adalah keberadaan infrastruktur jalan tol yang jauh lebih panjang dan lebih baik pada tahun ini.

“Selama Lebaran 2015 lonjakan pengguna transportasi pribadi diperkirakan berkisar 5%-7%.”

Data hasil pantauan tim posko lapangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di enam titik pemantauan arus lalu lintas menunjukan pertumbuhan mobil pribadi selama Lebaran tahun ini mencapai 5,80% atau menjadi 1,69 juta unit dibandingkan tahun lalu yang tercatat 1,59 juta unit. Jumlah sepeda motor bahkan diperkirakan lebih signifikan, yakni mencapai 7,77% menjadi 2,02 juta unit dari 1,88 juta unit pada tahun lalu.

sumber :

Minggu, 14 Juni 2015

Ada 9 Titik Macet dan 25 Pasar Tumpah di Mudik Lebaran

Kemenhub sudah antisipasi kemacetan saat musim mudik lebaran tahun ini.

ILUSTRASI

Dream - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia memprediksi pada musim Lebaran 2015, akan terdapat sembilan titik kemacetan di Pulau Jawa.

Berdasarkan data Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2015 Kemenhub, beberapa wilayah yang berpotensi besar memberikan hambatan lalu lintas para pemudik adalah Merak, Cikampek, Nagrek, Cirebon-Pejagan-Brebes, Ciregol, Sumpiuh, Akses Tol Semarang-Ungaran, Ambarawa dan Porong-Sidoarjo.

Selain itu, Kemenhub menambahkan, fenomena pasar tumpah juga masih akan jadi salah satu penyumbang besar kemacetan. Dari begitu banyak lokasi, ada 25 titik pasar tumpah yang diprediksi bakal meramaikan lalu lintas jalur Pantai Utara Jawa (Pantura).

Mulai dari Karawang hingga Cikampek, pasar tumpah tersebut antara lain, Pasar Johar Karawang, Pasar Cikampek, Pasar Simpang Mutiara, Pasar Simpang Tiga Cikampek, Pasar Sukamandi dan Pasar Ciasem.

Memasuki wilayah Pamanukan sampai Indramayu, beberapa titik pasar antara lain, Pasar Pusaka Negara, Pasar Sukra, Pasar Patrol, Pasar Eretan Wetan, Pasar Kandang Haur, Simpang Tiga Karang Sinom serta Simpang Tiga Jangga.

Sementara mulai dari Indramayu, Cirebon hingga ke ujung jalur Pantura di Losari, Jawa Tengah jumlah pasar tumpah yang diprediksi akan menyumbang kemacetan masih banyak. Diantaranya, Pasar Kertamaya, Pasar Tegal Gubug, Pasar Jamblang, Pasar Minggu, Pasar Plered dan Pasar Kue.

Selanjutnya masih ada Pasar Bangkir, Pasar Karangampel, Pasar Celancang, Pasar Mundu, Pasar Gebang, serta Pasar Losari.

Untuk menyiasatinya, Kemenhub bersama Korlantas Polri telah melakukan survei kondisi jalan sejak 5 Mei 2015. Kedua pihak terkait tersebut pun menjanjikan kondisi jalan akan lebih kondusif dari tahun sebelumnya.

Sebab, Kemenhub dan Polri menargetkan, armada pemeliharaan rutin sudah mulai beroperasi sejak H-50 Idul Fitri untuk melakukan beberapa pekerjaan. “Jalan bebas lubang, semua ruas teraspal tidak ada yang agregat, bermarka, bahu jalan rapi, median bersih, rambu-rambu cukup, serta kapasitas jalan tidak boleh berkurang dari kondisi semula,” tulis Kemenhub dalam Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2015.

sumber :

Sabtu, 13 Juni 2015

Lebaran Ini Jokowi Minta Tarif Tol Turun 35 Persen


Jokowi
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai menerima Tim 9 Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Mei 2015. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menurunkan tarif tol untuk Lebaran tahun ini. Jokowi mematok penurunan itu sebesar 25-35 persen.

"Saya perintahkan tarif tol diturunkan sebesar 25-35 persen mulai H-10 sampai H+5," kata Jokowi saat memberikan sambutan peresmian pengoperasian Jalan Tol Gempol-Pandaan di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat, 12 Juni 2015.

Menurut Jokowi, pertimbangan penurunan tarif tol adalah untuk memberi kemudahan kepada para pemudik. Selain itu, agar pendistribusian barang dan jasa lebih cepat serta menurunkan biaya logistik. 

Menanggapi permintaan Jokowi, Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman manyatakan tak ada masalah.

"Tidak apa-apa," ujar Adityawarman.

Disinggung apakah sudah dikoordinasikan dengannya, Adityawarman mengaku sudah pernah membicarakan hal itu bersama Rini dan Basuki.

"Tapi berapa besarannya dan berapa lamanya kan belum," ujar Adityawarman.

Dia mengatakan di dalam suasana Lebaran, ruas tol yang naik adalah ruas-ruas tertentu yang memang turun ketika arus mudik. Dia mencontohkan ruas jalan tol dalam kota. Menurut dia, penurunannya bisa mencapai 40-50 persen.

"Jadi dengan diskon ini tak ada pengaruh begitu besar pada kita. Kita harapkan justru dengan diskon ini orang makin banyak jalan-jalan," ujar Adityawarman.

sumber :

Tarif Tol Turun ketika Lebaran


Mulai Tengah Malam Tadi, Motor Gratis Lewat Suramadu

PANGKAS WAKTU: Gerbang tol Pandaan yang baru diresmikan 
Joko Widodo, Jumat (12/6). (Zubaidillah/Radar Bromo)

PASURUAN – Presiden Jokowi menyampaikan dua kejutan saat meresmikan jalur tol Gempol–Pandaan kemarin (12/6). Dalam rangka menyongsong Lebaran tahun ini, presiden memutuskan untuk menurunkan tarif tol 25–30 persen di seluruh Indonesia selama musim mudik Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 2015.

Kejutan berikutnya, Jokowi menggratiskan tarif motor yang melewati tol Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Madura terhitung sejak Sabtu (13/6) pukul 00.00 atau dini hari tadi.

Keputusan yang pro pengguna jalan tol itu, menurut Jokowi, tidak asal-asalan dibuat, melainkan sudah melalui pertimbangan matang. Antara lain, memudahkan para pemudik yang sebagian besar memanfaatkan jalan tol, mengurangi biaya logistik, serta menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok.

’’Secara tidak langsung, tarif tol juga memengaruhi harga barang dan kebutuhan pokok lainnya. Setidaknya, dengan kebijakan ini, harga barang menjadi stabil dan tidak memberatkan masyarakat saat Lebaran,’’ bebernya.

Untuk realisasi, termasuk kalkulasi dan sebagainya, Jokowi menyerahkan kepada menteri terkait, khususnya menteri pekerjaan umum (PU) dan perumahan rakyat (pera).

Sementara itu, mengenai pembebasan tarif sepeda motor melewati tol Suramadu, Jokowi beralasan kebijakan tersebut akan mempermudah pergerakan masyarakat pengguna motor. ’’Saya sudah perintahkan membebaskan tarif tol golongan enam untuk kendaraan roda dua di jalan tol Jembatan Suramadu. Namun, untuk roda empat tidak,’’ ujarnya.

Saat ini, pengelola Jembatan Suramadu mengenakan tarif Rp 3.000 bagi pengendara motor dan Rp 30.000 untuk mobil. Jembatan Suramadu merupakan jembatan terpanjang di Indonesia, yakni 5.438 meter. Jembatan yang menghubungkan Surabaya dengan Bangkalan tersebut dibangun selama enam tahun, 2003–2009.

Gempol–Pandaan

Setelah memberikan sambutan yang diisi pengumuman yang mengejutkan, Jokowi meresmikan ruas tol Gempol–Pandaan dengan memencet tombol sirene.

Jawa Pos Radar Bromo melaporkan, hadir dalam peresmian selepas siang tersebut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M. Basuki Hadimulyo serta Menteri BUMN Rini Soemarno. Tampak pula dalam rombongan Gubernur Jatim Soekarwo, Direktur Utama PT Jasamarga Adityawarman, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, serta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Dalam sambutannya, Jokowi yang baru saja mantu sehari sebelumnya mengungkapkan kegembiraannya akan tuntasnya pembangunan tol tersebut. ’’Lega rasanya, akhirnya tol Gempol–Pandaan sudah rampung dan bisa diresmikan,’’ ujarnya.

Dia menyatakan, pengoperasian jalur bebas hambatan sepanjang 13,61 kilometer itu pasti akan membawa banyak manfaat. ’’Kegiatan ekonomi serta produktivitas rakyat juga akan meningkat. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi akan ikut naik,’’ katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga memuji skema pembangunan yang melibatkan banyak pihak. Bukan hanya BUMN, tetapi juga melibatkan swasta hingga pemerintah daerah. ’’Ini merupakan salah satu produk pembangunan yang bagus. Bukan hanya BUMN dan swasta, tetapi pemerintah daerah juga ikut ambil bagian,’’ jelas Jokowi.

Meski begitu, dia mengakui, selama pembangunan, banyak kendala yang dialami. Terutama soal pengadaan tanah. ’’Memang tidak segampang yang kita bayangkan bersama. Tentu tetap harus cepat dan tidak boleh lamban. Sebab, bagaimanapun, percepatan pembangunan harus dilakukan,’’ tegasnya.

Jokowi menambahkan, pembangunan ruas tol Gempol–Pandaan sangat terkait dengan megaproyek tol trans-Jawa yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. Jalur bebas hambatan sepanjang 615 kilometer yang membelah Pulau Jawa tersebut diharapkan tuntas dan bisa beroperasi pada 2018.

Sementara itu, setelah diresmikan kemarin, mulai pukul 00.00 tadi, jalur tol Gempol–Pandaan langsung diuji coba. Uji coba tersebut diperkirakan berlangsung hingga 17 Juni mendatang. ’’Setelah diresmikan, langsung diuji coba selama enam hari,’’ ujar Dirut PT Jasamarga Pandaan Tol Setiyono.

Selama uji coba, pengendara yang melintasi jalur tol yang melewati tiga kecamatan, yaitu Pandaan, Beji, dan Gempol, tersebut tidak dikenai tarif alias gratis. Kendati demikian, pengelola tetap memberikan kartu kepada pengendara saat memasuki gerbang tol. ’’Saat uji coba, hanya gratis di jalur tol Gempol–Pandaan. Selebihnya, jika lanjut Gempol–Kejapanan atau sebaliknya, tetap bayar sesuai dengan tarif,’’ terang alumnus ITS Surabaya tersebut.

View Indah

Selain bisa memangkas waktu 15–20 menit, jalur tol Gempol–Pandaan bakal memanjakan para pengguna dengan view eksotis berupa keindahan kawasan pegunungan Arjuno-Welirang-Penanggungan dan kawasan Tretes dari jalur tol setempat.

Kondisi medan jalan bebas hambatan sepanjang 13,61 km tersebut juga naik turun khas kawasan pegunungan. Namun, permukaan jalan dijamin sangat kuat karena menggunakan rigid pavement atau semacam cor. ’’Pemandangannya cukup menawan. Apalagi saat sore melintas di tol ini. Terlihat jelas panorama Gunung Penanggungan, Welirang, dan Arjuno yang sangat indah dipadukan dengan matahari terbenam,’’ beber Setiyono.

Ada beberapa pemandangan menarik selain pegunungan. Di antaranya, saat melintas di Desa Randupitu atau Km 53, baik dari arah Pandaan maupun Gempol, sepanjang hampir 1 kilometer, pengguna tol bakal berada di tengah-tengah tebing atau bagaikan membelah tebing dengan ketinggian 25–30 meter.

’’Potensi jalur beragam. Datar, naik, dan turun. Secara keseluruhan, dari Gempol hingga Pandaan, potensi ketinggian jalan 5 persen naik. Sisanya menurun dan datar,’’ jelas Setiyono.

Surabaya–Malang

Setiyono memaparkan, proyek tol Gempol–Pandaan dengan investasi hingga Rp 1,4 triliun itu merupakan bagian dari rencana pembangunan jalan bebas hambatan Surabaya–Malang. Megaproyek tersebut sejatinya digagas sejak 1970 oleh pemerintah yang berupa pembuatan prastudi kelayakannya.

Sebagai koridor antara dua kota besar di Jatim, Surabaya-Malang, jalan tol akan berperan strategis dalam pengembangan wilayah Jatim. Sebab, jalan tol tersebut bisa menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi seperti pelabuhan, kawasan industri, dan perdagangan. Juga, menghubungkan kawasan perkebunan, pertanian, serta pariwisata di wilayah Surabaya, Kabupaten Pasuruan, dan Malang Raya. (zal/aad/mie/c5/kim)

sumber :

Selasa, 26 Mei 2015

Menteri: Jalur Mudik Siap Sebelum Bulan Puasa


ilustrasi
Sleman - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menargetkan persiapan dan perbaikan jalur mudik Lebaran 2015 selesai dan dapat digunakan sebelum puasa Ramadan.

"Jalur mudik tersebut meliputi jalur utama pantai Utara (Pantura) dan jalur Selatan Pulau Jawa, termasuk proyek pembangunan Jalan Tol Cikopo Palimanan," kata Basuki di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (26/5).

Menurut dia, menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2015, pemerintah terus melakukan berbagai persiapan dan perbaikan jalan di jalur Pantura dan jalur Selatan Pulau Jawa.

"Kami terus berupaya mempersiapkan jalur mudik lebaran. Kami juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan," katanya.

Ia mengatakan pihaknya bersama dengan Menteri Perhubungan dan Kapolri akan melakukan pemantauan langsung kesiapan jalur mudik lebaran pada 4 Juni 2015.

"Kami akan menyusuri sepanjang jalur mudik untuk memantau kondisi dan persiapan jalan untuk menampung arus kendaraan bermotor pada saat mudik lebaran," katanya.

Basuki mengatakan proyek pembangunan Jalan Tol Cikopo Palimanan sepanjang 116 kilometer sudah akan dioperasionalkan pada arus mudik 2015.

"Selanjutnya Palimanan ke Pejagan dan Brebes diharapkan mampu memecah kepadatan arus lalu lintas di jalur pantura pada saat arus mudik," katanya.

Ia mengatakan jalur pantura yang selama ini selalu mengalami kemacetan parah saat arus mudik akan dilayani dengan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Proses pengerjaan sejumlah jembatan di jalur pantura juga akan segera selesai. Jalur selatan Pulau Jawa juga sudah dilakukan perbaikan jalan di sejumlah titik.

"Prasarana jalur mudik akan lebih siap, sehingga pemerintah tinggal mengatur manajemen lalu lintas dan perilaku pengguna jalan raya," kata Basuki.

sumber :
beritasatu 

Rabu, 14 Agustus 2013

Pengguna Tol Ungaran-Bawen diminta Waspada


BAWEN, suaramerdeka.com - Pengguna jalan golongan I terutama pemudik yang hendak melalui tol ruas Ungaran-Bawen diminta waspada saat melintas. Himbauan tersebut disampaikan Kapolres Semarang, AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan, Senin(12/8).

Waspada dan konsentrasi saat berkendara dalam arus balik menurut Kapolres sangat  jalan yang ada belum sepenuhnya selesai dikerjakan.

"Meski intensitas kendaraan arus balik sudah berkurang dibandingkan kemarin dan dua hari lalu, kami tetap menghimbau kepada semua pengguna jalan terutama yang melintas pada ruas tol Ungaran-Bawen untuk memperhatikan struktur jalan dan mematuhi batas maksimal kecepatan," katanya.

Adapun batas kecepatan, lanjutnya, sesuai ketentuan maksimal 60 kilometer/jam. Terlepas dari itu, dirinya juga memerintahkan pengemudi untuk menjaga jarak antar kendaraan terutama ketika melintas di ruas yang belum selesai.

Mengingat, berdasarkan pantauan beberapa hari terakhir ini di sejumlah wilayah seperti di Kandangan dan Deres, Kecamatan Bawen banyak ditemukan debu dari galian maupun timbunan tanah yang belum selesai  dikerjakan ikut terbawa angin masuk ke badan jalan.

"Jarak pandang dan jarak antar kendaraan perlu pula diperhatikan saat melintas ruas tol yang berdebu," tegasnya.

Direktur Teknik dan Operasi Trans Marga Jateng Ari Nugroho mengakui jika saat ini terdapat debu pekat yang mengganggu pengguna jalan tol. Hal itu disebabkan berhentinya aktifitas penyiraman karena kontraktor pelaksana pekerjaan libur sejak H-4 lebaran.

Debu dipastikan hilang setelah kontraktor kembali bekerja pada Selasa (13/8) hari ini. "Iya memang banyak debu karena kontraktornya libur. Mulai besok (hari ini) sudah ada penyiraman lagi jadi debu dipastikan hilang,"katanya.

Pengamatan Suara Merdeka hingga berita ini diturunkan, intensitas kendaraan golongan I yang masuk ruas tol melalui pintu tol Bawen per menit rata-rata mencapai 20 hingga 25 mobil.

Sementara itu, data dari Dishubkominfo Kabupaten Semarang diketahui, pada H+1 Lebaran atau Sabtu (10/8) per 7,5 jam mulai pukul 07.00 WIB hingga 21.00 WIB ada 14.156 unit motor dan 9.124 mobil pribadi yang melintas jalur utama.
Adapun dataekspansi selama 24 jam terdapat 42.468 motor dan 27.372 mobil pribadi yang melintas jalur utama.

Jumlah tersebut meningkat signifikan pada H+2, yakni Minggu (11/8). Dalam periode waktu yang sama, per 7,5 jam diketahui 21.798 motor dan 6.837 mobil pribadi yang melintas. Sedangan data ekspansi per jenis kendaraan selama 24 jam ada 65.394 motor dan 20.511 mobil pribadi yang melintas.
( Ranin Agung / CN19 / SMNetwork )

Sumber :

Selasa, 13 Agustus 2013

17 Agustus 2013, Jalan Tol Ungaran -Bawen Ditutup



Untuk Keperluan Penyelesaian Pekerjaan dan Evaluasi


UNGARAN, suaramerdeka.com - PT Trans Marga Jateng (TMJ) akan menutup jalan tol Semarang-Bawen ruas Ungaran-Bawen pada H+8. Penutupan tersebut menurut Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ, Ari Nugroho berdasarkan surat izin dari Kementerian Pekerjaan Umum yang menyebutkan pengoperasian sementara tol berlaku sejak H-7 hingga H+7 Lebaran 2013.

"Sesuai surat izin dari kementerian, H+8 atau 17 Agustus 2013 kami harus menutup kembali jalan itu (ruas Ungaran-Bawen-red)," kata Ari Nugroho.

Pihaknya menyatakan, pekerjaan jalan tol tersebut belum sempurna. Sehingga masih ada ruas jalan yang beda tinggi, selain itu ada pula ruas jembatan yang masih bergelombang karena belum dilapisi aspal yakni Jembatan Lemah Ireng II dengan bentang panjang 298 meter.

Disinggung masih adanya debu di sejumlah titik seperti di Kandangan dan Lemah Ireng Bawen, Ari mengakui jika saat ini terdapat debu pekat yang mengganggu pengguna jalan tol. Hal itu disebabkan berhentinya aktivitas penyiraman karena kontraktor pelaksana pekerjaan libur sejak H-4 lebaran.

Debu dipastikan hilang setelah kontraktor kembali bekerja pada Selasa (13/8).

"Iya memang banyak debu karena kontraktornya libur. Mulai besok sudah ada penyiraman lagi jadi debu dipastikan hilang," ujarnya.

( Ranin Agung / CN37 / SMNetwork ) 

sumber :

Puncak Arus Balik di Tol Ungaran- Bawen Berlangsung Hingga H+3


Arus Balik Lebaran (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN--Puncak arus balik Lebaran di wilayah Kabupaten Semarang masih berlangsung hingga H+3, Ahad (11/8) malam.

Berdasarkan pantauan Republika, arus kendaraan golongan I yang melintas di ruas tol Bawen menuju Semarang terus berlangsung.

Sementara data Traffic Management Center (TMC) Satlantas Polres Semarang, jumlahnya mencapai 1.600 kendaraan bermotor per jam hingga pukul 23.00 WIB.

"Secara umum, kondisi lalulintas pada puncak arus mudik ini padat namun tetap lancar," ujar Kapolres Semarang, AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan.

Sementara Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Gusman Fitra menambahkan, saat ini polisi masih melakukan pengaturan titik perlintasan yang dinilai rawan kecelakaan.

Diantaranya di wilayah perbatasan Kabupaten Semarang dengan Kabupaten Boyolali, tepatnya di area Tengaran.

Demikian pula di pertemuan jalur utama dengan jalur tol di Bawen, dan di dua persimpangan sebidang Larangan dan Deres.

"Anggota masih kami masih mengantisipasi lonjakan arus balik yang masih berlangsung," ujar Gusman.

Selain ruas tol sepanjang jalur utama Kabupaten Semarang terutama arah Solo menuju Semarang juga tampak ramai lancar.

Berdasarkan pantauan dari pantauan kamera CCTV TMC Satlantas Polres Semarang diketahui, arus lalulintas dipadati kendaraan pribadi dan sepeda motor.

"Untuk menghindari penumpukan arus di wilayah Tengaran, Babadan hingga Ungaran Satlantas Polres Semarang memberlakukan pola tiga satu," lanjutnya.
 
sumber :

Senin, 12 Agustus 2013

Kondisi Jalan Lebih Baik, Arus Mudik di Selatan Jawa Meningkat

ilustrasi
Bisnis.com, JAKARTA—Jumkah kendaraan yang melintas di jalan Lintas Selatan Pulau Jawa selama masa mudik Lebaran tahun ini meningkat hingga 20% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengungkapkan kendati jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa lebih banyak dilalui pemudik, tetapi dibandingkan dengan tahun sebelumnya jalur Selatan lebih banyak dilalui oleh pemudik pada masa Lebaran tahun ini.

‘’Karena jalan selatan juga lumayan sudah diperbaiki untuk membantu arus mudik tahun ini, cukup banyak kendaraan yang melalui jalur Selatan menuju ke Timur,’’ jelasnya, Senin (12/8/2013).

Sementara itu, Wakil Menteri PU Hermanto Dardak menyebutkan pada H-6 Lebaran peningkatan arus mudik melalui jalur Selatan bahkan lebih dari 20% dibandingkan jumlah pemudik pada 2012.

Lebih lanjut dia menilai seremoni mudik pada tahun ini lebih baik dibandingkan dengan 2012 sebab kondisi jalan relatif lebih baik. ‘’Kapasitas jalan lebih baik karena bertambah. Kemacetan lebih disebabkan lonjakan volume kendaraan, bukan karena kondisi jalan,’’ katanya.
sumber :