javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Tampilkan postingan dengan label transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label transportasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Mei 2014

Hanya 17 Tol 10 Tahun Terakhir

ilustrasi
MedanBisnis - Jakarta .Selama kurang lebih 10 tahun terakhir, pemerintah telah meresmikan sejumlah proyek tol di Indonesia. Terhitung sejak 2005 sampai April 2014 kemarin, ada 17 ruas tol yang diresmikan pengoperasiannya. Jumlah keseluruhannya mencapai 193,09 km. Dari jumlah 17 tol tersebut, ada beberapa seksi yang kini masih dalam tahap pengerjaan.
Berdasarkan data yang didapat wartawan dari Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum, Jumat kemarin, berikut daftar tol yang diresmikan selama 10 tahun terakhir.

Pertama Cikampek-Purwakarta-Padalarang. Tol yang biasa disebut Cipularang ini diresmikan tepatnya 20 April 2005, itu berarti sudah sekitar 9 tahun tol milik PT Jasa Marga Tbk ini beroperasi. Tol ini menjadi penghubung utama kota Jakarta dan kota Bandung. Panjangnya sendiri mencapai 58,5 km.

Kemudian JORR W2S. Jalan tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road W2 Selatan diresmikan pada 1 November 2006. Tol milik PT Jasa Marga ini memiliki panjang sampai 5,72 km.

Disusul JORR S1 Utara Seksi 3. Tol yang juga dioperasikan Jasa Marga ini diresmikan hampir setahun setelah diresmikannya JORR W2 Selatan, yaitu pada 1 September 2006. Ruas tol yang merupakan jaringan tol lingkar luar Jakarta ini memiliki panjang 4,35 km.

Ada lagi JORR E3. Tol lingkar luar sepanjang 3,75 km ini diresmikan pemerintah pada 24 Mei 2007. Tol ini dioperasikan Jasa Marga. Kemudian JORR S1 Utara Seksi 4. Tol ini secara resmi dibuka untuk umum pada 28 Agustus 2007. Tol yang dioperasikan Jasa Marga ini memiliki panjang 3,75 km. Selanjutnya SS Waru-Juanda. Tol yang menjadi salah satu akses ke Bandara Juanda ini diresmikan pemerintah pada 27 April 2008. Tol milik PT Citra Margatama Surabaya ini terbentang sepanjang 12,8 km. Makassar Seksi IV, jalan tol yang dioperasikan oleh PT Jalan Tol Seksi IV ini diresmikan pada 24 September 2008. Tol ini memiliki panjang 6,05 km.

Ada lagi Jembatan Surabaya-Madura. Jembatan penghubung kota Surabaya dan Madura ini bisa dikenal dengan nama jembatan Suramadu. Ini menjadi jembatan tol pertama di Indonesia yang dibangun di atas perairan. Suramadu diresmikan pada 10 Juni 2009. Tol milik pemerintah ini memiliki panjang 5,40 km.

Ada pula tol Kanci-Pejagan. Tol sepanjang 35 km ini pernah dimiliki Bakrie dan beberapa waktu lalu diakuisisi dan kini dioperasikan oleh PT Semesta Marga Raya. Tol ini diresmikan pada 26 Januari 2010.

Selanjutnya ada JORR W1. Tol lingkar luar Jakarta W1 diresmikan pada 22 Februari 2010 dengan panjang 9,85 km. Tol ini dioperasikan oleh PT Jakarta Lingkar Barat Satu. Ada pula Surabaya-Mojokerto Seksi 1A. Tol yang juga biasa dikenal membentang dari Waru-Sepanjang ini diresmikan pada 26 Agustus 2011. Tol ini memiliki panjang 1,89 km dan dioperasikan oleh PT Marga Nujyasomo Agung.

Di Jawa Tengah ada lagi Semarang-Ungaran. Tol yang merupakan rangkaian dari tol Trans Jawa untuk ruas Semarang-Solo diresmikan pada 10 November 2011. Tol sepanjang 11 km ini dioperasikan oleh PT Trans Marga Jateng. Di Bogor ada Outer Ring Road Seksi 1. Tol BORR seksi 1 ini terbentang dari Sentul Selatan sampai Kedung Halang. Tol yang dioperasikan oleh PT Marga Sarana Jabar ini memiliki panjang 3,85 km. Tol ini diresmikan 29 November 2011.

Kemudian ada lagi Cinere-Jagorawi (SS Cimanggis-SS Raya Bogor). Pemerintah meresmikan ruas tol ini pada 3 Februari 2012. Tol sepanjang 3,50 km ini dioperasikan oleh PT Translingkar Kita Jaya. Seksi selanjutnya dari tol ini sedang dalam tahap pembebasan lahan.

Di Bali ada Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa. Tol yang diresmikan oleh Presiden Bambang Yudhoyono (SBY) pada 23 September 2012 ini memiliki panjang 10 km. Pada saat itu juga Presiden SBY memberi nama tol yang dioperasikan Jasamarga Bali Tol ini dengan nama Bali Mandara yang berarti aman, damai dan sejahtera. Tol ini melingkar-lingkar di atas perairan Bali dan diklaim tol terindah di Indonesia.

Kembali ke Jakarta, ada juga JORR W2 Utara Seksi Kebon Jeruk-Ciledug. Tol yang dioperasikan PT Marga Lingkar Jakarta ini sejatinya tersambung dari Kebon Jeruk-Ulujami. Tapi pada 27 Desember 2013 lalu, seksi dari Kebon Jeruk-Ciledug sepanjang 5,73 km sudah diresmikan pemerintah. Sedangkan ruas Ciledug-Ulujami ditargetkan beroperasi di kuartal 3 tahun 2014. Jika sudah beroperasi, maka jaringan tol lingkar luar Jakarta akan terkoneksi seluruhnya.

Terakhir ada Tol Semarang-Solo Seksi II (Ungaran-Bawen). Tol bagian dari Trans Jawa ini diresmikan pemerintah pada 4 April 2014. Ruas tol sepanjang 11,95 km dioperasikan oleh PT Trans Marga Jateng. (dtf)

sumber :

Selasa, 17 Desember 2013

Pekan Depan, JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang Diuji Coba

Proyek Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang
di kawasan Sudirman, Jakarta. (sumber: Antara)
Jakarta - Mulai pekan depan, uji coba jalan layang non-tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang akan dilakukan. Untuk pekan ini, pembersihan, pengaspalan dan pemasangan lampu jalan ditargetkan dapat selesai.

"Saat ini, tinggal pembersihan dan pembongkaran alat-alat gendry. Setelah bersih akan ada pengaspalan oleh Dinas PU. Untuk rencana ujicoba merupakan wewenang Dinas PU," kata Direktur Utama Istaka Karya Kasman Mohamad di Jakarta, Selasa (17/12).

Menurut Kasman, pembangunan jalan layang sudah 100 persen selesai. Namun sebelum diujicoba perlu tambahan penerangan serta fasilitas jalan raya lainnya.

Projeck Manager PT Istaka Karya Firman optimistis, pembersihan dan pengaspalan oleh Dinas PU tuntas pekan ini. Sehingga pekan depan jalan layang yang dibangun sejak 2010 silam itu sudah bisa diuji coba.

"Mungkin ujicoba selama sepekan. Selanjutnya peresmian penggunaan permanen pekan selanjutnya. Namun, semuanya bergantung pada Dinas PU," kata Firman.

Untuk mempercepat penyelesaian konstruksi jalan layang tersebut, PT Istaka Karya sudah mendatangkan alat penyangga berat dari Taiwan. Alat ini digunakan untuk mempercepat efektivitas pengerjaan.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Agus Priyono Jendro menjelaskan, selama ini pekerja di lapangan hanya bisa bekerja jelang tengah malam. Hal itu dilakukan untuk menghindari kemacetan di kawasan Sudirman.

Dirinya berterimakasih kepada masyarakat yang dapat memahami kondisi kerja selama pembangunan jalan layang non tersebut. Pekerjaan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang terutama di atas jalan protokol Sudirman sangat jauh berbeda dengan paket lainnya.
sumber :

Jumat, 13 Desember 2013

4 Penyebab jalan tol di Indonesia mangkrak puluhan tahun

pembangunan tol ulujami. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Tahun lalu, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melansir, setidaknya ada 24 proyek ruas tol yang tak kunjung diselesaikan atau mangkrak.

Untuk proyek Trans Jawa ada ruas tol Cikampek-Palimana, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Mantingan-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, dan Surabaya-Mojokerto.

Di proyek JORR II, ada ruas tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran, Kunciran-Serpong, Serpong-Cinere, Cinere-Cimanggis, Cimanggis-Cibitung, Cibitung-Cilincing.

Ada pula tol Bogor-Antasari, Bogor Ring Road, Ciawi-Sukabumi, Gempol-Pandaan, Gempol Pasuruan, hingga Pasuruan-Probolinggo. Belum lagi tol Trans Sumatera yang sampai sekarang tidak jelas nasib dan kelanjutannya.

Pemerintah mengakui masih sangat membutuhkan bantuan investor buat memperbanyak proyek infrastruktur, khususnya jalan tol. Sebagai langkah konkret menggandeng swasta, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum menawarkan 3 proyek yang siap tender. Jalan tol yang siap dikerjakan dan butuh modal swasta segera adalah jalur Medan-Binjai, Manado-Bitung, dan Pandaan-Malang.

"Kami tawarkan ruas-ruas tol yang mempunyai kelayakan finansial marginal dengan volume lalu lintas awal yang rendah," kata Kepala BPJT Gani Ghazaly Akman di diskusi penjajakan minat pasar, Jakarta, Kamis (12/12).

Gani menjamin insentif pemerintah buat menggairahkan partisipasi swasta. Misalnya, ada dana akuisisi tanah, jaminan pemerintah, serta tersedia viability gap fund yang diberikan dua BUMN, yakni PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan PT Sarana Multi Infrastruktur.

Masalah proyek mangkrak sempat diutarakan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Dia mengakui, jika proyek infrastruktur vital ditenderkan, besar kemungkinan proyek tersebut terus mangkrak dan tidak akan selesai. Hatta punya pandangan sendiri soal mangkraknya proyek tol. Dia pernah menyebutkan ada proyek tol yang mangkrak hingga puluhan tahun karena tidak diserahkan ke BUMN.

"Ada tol 20 tahun mangkrak tidak dibangun bangun. Sekarang harus dibangun oleh BUMN. BUMN sekarang juga mengerjakan tol Trans Sumatera, itu harus BUMN," tegas Hatta.

Merdeka.com mencoba merangkum beberapa penyebab proyek infrastruktur berjalan lamban dan beberapa proyek mangkrak.
 

4 Penyebab jalan tol di Indonesia mangkrak puluhan tahun
ilustrasi

1. Pemerintah tidak jago rayu swasta

Merdeka.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN)/Bappenas memandang, mandegnya beberapa proyek jalan tol dengan swasta merupakan buah dari masalah yang lebih besar. Yakni belum mampunya pemerintah meyakinkan pemodal terkait pembebasan lahan dan kejelasan status pembiayaan negara.

Direktur Pengembangan Kerjasama Pemerintah dan Swasta Bappenas Bastary Pandji Indra mengatakan, aturan buat melibatkan investor sebetulnya sudah lengkap. Tapi implementasi dalam meyakinkan pemodal sangat lemah.

"Semua kebutuhan peraturan bagaimana kita mengajak swasta sudah lengkap, tapi bagaimana implementasinya. Misalnya sekarang butuh 512 hari untuk membebaskan lahan," ujarnya di sela-sela diskusi penjajakan minat pasar untuk tiga ruas tol, di Jakarta, Kamis (12/12). 
 
4 Penyebab jalan tol di Indonesia mangkrak puluhan tahun
ilustrasi
2. Pembebasan lahan

Merdeka.com - BPJT Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan, hambatan paling besar dalam pembangunan proyek tol adalah pembebasan lahan. BPJT mencontohkan, pembebasan lahan ruas tol Manado-Bitung baru 35 persen, dan selama ini hanya mengandalkan APBD.

Buat jalur ke kawasan ekonomi khusus ini, Gani tak terlalu berharap banyak. Penawaran pada investor juga akan dibikin dengan skema cicilan. "Manado-Bitung sedang diupayakan bebas sampai 13,5 kilometer, baru kita lelang, sisanya sambil jalan," tutupnya. 
 


3. Mangkrak di meja presiden

Merdeka.com - Hutama Karya dan tiga BUMN karya lainnya menyatakan siap menggarap semua ruas tol Trans Sumatera. Sebagai tanda keseriusan, BUMN karya ini sampai membentuk dua anak usaha lagi.

Direktur Pengembangan Hutama Karya, Budi Rachmat Kurniawan bulan lalu mengatakan pembentukan anak usaha ini akan direalisasikan jika Perpres penunjukan pengelola jalan tol disahkan. Saat ini Perpres itu masih belum disahkan presiden.

"Ini efektif ketika Perpres sudah keluar, kami sudah siap semuanya. Tinggal tunggu Perpres saja," ujarnya.

Karena terus mangkrak, BPJT Kementerian Pekerjaan Umum bersiap melelang ruas tol Medan-Binjai pada swasta yang berminat. Jalur itu adalah rangkaian Trans Sumatera yang kabarnya bakal digarap oleh konsorsium BUMN pimpinan PT Hutama Karya.

Sampai sekarang, pembangunan tak berjalan, karena Hutama Karya menunggu peraturan presiden (perpres) terkait penugasan membangun jalan tol tersebut.

Kepala BPJT Gani Ghazaly Akman mengaku bukan tidak sabar menunggu perpres keluar. Tapi Hutama Karya, kata dia, baru ditugaskan jika memang tidak ada swasta berminat. Itu sebabnya, pelelangan ruas Medan-Binjai tetap akan digelar tahun depan. 


ilustrasi
4. Tak ada dana

Merdeka.com - Masalah dana dari pihak swasta juga menjadi penyebab mangkraknya beberapa proyek tol. Beberapa waktu lalu, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) menyebutkan, banyak tol yang seharusnya digarap Grup Bakrie, ternyata mangkrak.

Dia menyebutkan, jalan tol Pejagan-Pemalang proses pembebasan lahannya terhenti. "Progres terakhir itu 29 persen, tapi itu terhenti awal tahun, nggak ada dananya. Mandek di pembiayaan," jelasnya.

Ruas tol Ciawi-Sukabumi juga terhenti sejak Agustus 2012 karena masalah yang sama. Sedikitnya ada 6 ruas tol yang seharusnya dikerjakan Grup Bakrie, terhenti karena masalah pendanaan. "Ciawi-Sukabumi, Pejagan- Pemalang, Batang-Semarang 1 dan 2, Pasuruan-Probolinggo, Cimanggis- Cibitung," ucapnya. 
 
sumber :

Sabtu, 26 Oktober 2013

Akhir Tahun, Warga Bisa Nikmati JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang

Pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLNT) 
Kampung Melayu-Tanah Abang di Kawasan Kuningan, Jakarta. 
(sumber: Antara)

Jakarta - Meski harus memakan waktu hampir tiga tahun untuk mengerjakan pembangunannya, warga bisa menikmati Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang pada penutup tahun 2013. Sehingga kemacetan pada akhir tahun di kawasan Kampung Melayu-Tanah Abang bisa diminimalisasi dengan dibukanya JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang untuk kendaraan umum dan pribadi.

Kepastian itu dijamin oleh PT Istaka Karya selaku kontraktor pengerjaan pembangunan paket KH Mas Mansyur. Saat ini pengerjaan fisik khusus untuk paket tersebut sudah mendekati tahap akhir, yaitu menutup lubang yang ada dengan briefcase untuk menyatukan badan jalan layang yang masih berlubang.

Direktur Utama PT Istaka Karya Kasman Muhammad mengatakan penyelesaian fisik JLNT Kampung Melayu, khususnya pada Paket KH Mas Mansyur tetap sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta.

Yaitu, pada November 2013 pengerjaan fisik dapat diselesaikan seluruhnya. Sehingga pada Desember sudah bisa dilalui oleh kendaraan umum maupun pribadi.

“Yang pasti pada November sudah rampung semuanya. Lalu Desember sudah bisa dioperasikan jalannya untuk dilalui kendaraan bermotor. Sehingga pada tahun baru, warga bisa menikmati jalan layang itu untuk melihat kembang api yang selalu menghiasi langit Jakarta,” kata Kasman kepada Beritasatu.com, Sabtu (26/10).

Dalam pembangunan itu, tidak ada kendala lagi yang dapat menghentikan penyelesaian pengerjaan konstruksi jalan layang. Pasalnya, audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sudah ada dengan rekomendasi pembangunan jalan layang bisa dilanjutkan.

Selain itu, Pemprov DKI Pemprov DKI sudah membayar hutang kepada Istaka Karya sebesar Rp 24 miliar atas pengerjaan fisik dari bulan Januari hingga April 2013.

“Tidak ada kendala sekarang dalam melanjutkan pembangunannya. Karena Audit BPKP sudah ada lalu hutang sudah dibayarkan. Dan seluruh biaya pengerjaan fisik selanjutnya juga dibayarkan oleh Pemprov DKI. Semua tidak ada masalah,” ujarnya.

Sedangkan alat penyangga berat yang didatangkan dari Taiwan, Kasman mengatakan alat tersebut sudah bekerja untuk membantu penyanggaan konstruksi badan jalan layang selama dilakukan pengecoran jalan. Pengerjaan konstruksi dengan alat penyangga berat tersebut selalu dilakukan pada malam hari.

“Badan jalan layan kan harus seimbang atau balance. Nah ketika dilakukan pengecoran agar tidak mempengaruhi konstruksi badan jalan layang, kita butuh alat special shoring (penyangga) ini. Alat ini kita sewa, jadi kalau sudah selesai kita kembalikan lagi ke Taiwan,” tuturnya.

Alat penyangga berat ini dibutuhkan karena pihaknya tidak bisa sembarangan melakukan pengecoran jalan. Kondisi jalan di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur, termasuk jalan padat kendaraan bermotor, terutama pada jam-jam sibuk.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, alat penyangga berat dari Taiwan tersebut dioperasikan pada malam hari, sekitar pukul 23.00. Untuk pengerjaan fisik paket KH Mas Mansyur, arus lalu lintas di jalan layang Karet existing ditutup satu lajur. Yaitu lajur yang menuju ke arah Casablanca.

Lajur yang dibuka, yakni lajur yang mengarah ke Tanah Abang, dibagi menjadi dua lajur lalu lintas. Akibatnya, satu lajur itu tidak mampu menampung lalu lintas kendaraan dari Tanah Abang dan Casablanca. Akibatnya, kerap kali terjadi kemacetan di jalan layang tersebut saat malam hingga dini hari. 
 
sumber :

Senin, 21 Oktober 2013

Menteri PU: Ada 3 isu penting jalan koridor Jawa

Menteri PU Djoko Kirmanto saat diwawancarai 
wartawan tengah menjelaskan 3 isu penting 
infrastruktur jalan koridor Jawa. (Foto Kemen PU)

SEMARANG (WIN): Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyatakan, ada tiga issue utama yang harus segera direspon koridor pulau Jawa.

"Isu tersebut kurangnya pasokan bahan baku lokal, percepatan perizinan dan rendahnya daya saing produksi infrastruktur," kata Djoko Kirmanto, sebagaimana dikutip dari Siaran Pers Pusat Komunikasi Publik Kemen PU pada Senin (21/10/13).

Pernyataan serupa juga dilontarkan Menteri PU Djoko Kirmanto saat acara Dies Natalis ke-56 UNDIP Semarang pada Sabtu (19/10/13).

Lebih jauh Menteri PU menjelaskan pihaknya dalam mengembangkan koridor Selatan Jawa, melalui Jalan Lintas Selatan (JLS) akan menjadi komplemen untuk menyatukan konsep MP3EI dan MP3KI.

Bahkan secara khusus dalam kapasitas sebagai koridor MP3EI koridor Jawa dari total investasi di Jawa sebesar Rp 1.434 triliun dengan 346 proyek, sejumlah Rp. 1.112,3 triliun dan 223 proyek adalah disektor infrastruktur. “Proyek-proyek ini membutuhkan kebijakan dari pemerintah " ujar Djoko Kirmanto.

Lebih dalam ,kata Djoko Kirmanto, tidak saja pertumbuhan ekonomi yang harus menjadi prioritas tapi akses masyarakat miskin dan marjinal terhadap proses pembangunan. Selanjutnya Djoko Kirmanto mengungkapkan pula bahwa kombinasi dari pembiayaan pemerintah, investasi swasta, serta kemitraan pemerintah dan swasta tentu perlu dikembangkan dalam kerangka kebijakan publik yang kuat.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, persoalan yang dihadapi jawa tengah saat ini terkait masih banyaknyak kantong-kantong kemiskinan yang sampai 14%.

Untuk itu pihaknya akan berusaha utamanya untuk mengurasi kantong kemiskinan yang umumnya para petani dan nelayan. " Dalam TA 2014 setiap desa dan nelayan akan dialokasikan Rp25 juta -Rp30 juta untuk bantuan untuk mendongkrak pertumbuhan desa-desa tersebut" ujar Ganjar.

Sementara untuk sektor insfrastruktur dalam TA 2014 di Jawa Tengah akan dialokasikan dana sebesar Rp 1,4 triliun. Hal tersebut belum termasuk insfrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui APBN. (win7)
 
sumber :

Senin, 07 Oktober 2013

Kamis Besok MRT Mulai Dibangun di Jakarta

Peletakan batu pertama itu dilaksanakan di area Thamrin - Dukuh Atas.

Pencanangan persiapan pembangunan MRT (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAnews - Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami, mengatakan ground breaking pembangunan fisik Mass Rapid Transit (MRT) akan dilakukan Kamis, 10 Oktober 2013.

Peletakan batu pertama akan dilaksanakan di area Thamrin - Dukuh Atas, Jalan Tanjung Karang, Jakarta Pusat. Nantinya, tempat itu pula yang akan jadi lokasi stasiun bawah tanah MRT Dukuh Atas.

Tahap pertama, akan dilakukan pekerjaan sipil slope protection. Pengerjaan itu untuk memperkuat dinding tanah. Meski sederhana, Dono mengungkapkan pengerjaan itu sangat esensial dan diperlukan saat penggalian.

"Supaya proses pekerjaan sipil yang dilakukan memiliki penyangga atau retaining wall yang kuat sehingga pada saat pekerjaan penggalian nantinya tanah yang di atasnya tidak bergeser atau longsor," kata Dono saat bertemu wartawan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin 7 Oktober 2013.

Terkait pembangunan stasiun di Dukuh Atas ini, PT MRT telah melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Thamrin - Dukuh Atas. Menurutnya, PT MRT sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Dono menargetkan pembangunan MRT akan selesai dalam lima tahun. Diperkirakan tahun 2018 proyek itu baru akan selesai.

"Ini adalah proyek yang memiliki kompleksitas konstruksi yang sangat besar dan proses pembangunannya membutuhkan waktu yang lama dan berdampak pada lalu lintas di Jakarta," ucap dia. (kd)
 
sumber :
viva 

Minggu, 06 Oktober 2013

Tol Atas Laut Jawa masih Jauh

ilustrasi : tol bali
JAKARTA--Kementerian Pekerjaan Umum menilai tol atas laut di pulau Jawa bisa menjadi solusi atas permasalahan klasik pembangunan tol saat ini. Namun, tidak berarti tol tersebut bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Kementerian PU menilai akan sangat banyak kajian yang harus dilakukan mengenai tol tersebut sebelum diputuskan boleh dibangun atau tidak.

Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol Arif Wicaksono mengungkapkan, hingga saat ini belum ada pembicaraan dengan kementerian BUMN terkait wacana tersebut. Termasuk, rencana kementerian BUMN untuk melakukan studi kelayakan. Menurut dia, pihak manapun bisa mengadakan studi kelayakan atas sebuah rencana pembangunan.

"Hasilnya bisa diserahkan ke Kementerian PU, lalu akan dievaluasi apakah layak atau tidak," terangnya kemarin. Arif mengatakan, rencana BUMN tersebut harus diakui memang diilhami keberhasilan membangun tol atas laut di Bali. Pembangunan tol tersebut sangat cepat, murah, dan relative tanpa konflik dengan warga.

Di sisi lain, konflik dengan warga merupakan masalah klasik pembangunan tol selama ini. terutama, terkait dengan pembebasan lahan. Kementerian PU selalu kerepotan dengan urusan pengadaan tanah. Hasilnya sudah bisa dilihat pada progress pembangunan tol trans Jawa yang lamban.

Meski begitu, Arif tetap mengapresiasi ide kementerian BUMN itu. "Dari sisi funsionalnya (tol atas laut di Jawa) menguntungkan. itu kan menambah jaringan jalan, apalagi dibangun swasta (BUMN)," ucapnya. Yang terpenting, sistem jaringan yang baru itu tidak sampai merusak sistem jaringan yang sudah ada.

Menurut Arif, kajian mengenai tol tersebut akan sangat panjang. Salah satunya adalah kajian amdal laut. Belum lagi dampaknya terhadap aktivitas pelabuhan di pantai utara Jawa. Ditambah lagi kajian teknis pembangunannya. Itu akan memerlukan proses yang panjang.

Kapuskom Kementerian PU Danis H Sumadilaga sependapat dengan Arif. Menurut dia, idenya cukup brilian, namun memerlukan kajian menyeluruh. "Kementerian PU akan tetap fokus pada apa yang kami kerjakan saat ini. Namun, tidak tertutup kemungkinan ada kajian untuk itu," ujarnya. (byu)
 
sumber :
jpnn 

Jumat, 04 Oktober 2013

Proyek Pembangunan Tol Trans Jawa Masih Jadi Prioritas

Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beberapa waktu lalu melalui 19 perusahaan BUMN atau konsorsium menyatakan akan segera mengkaji ide pembangunan Jalan Tol atas laut dengan rute Jakarta-Surabaya.

Akan tetapi, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengatakan, 19 BUMN yang sebagai pemrakarsa pembangunan jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya seharusnya menghadap ke Kementerian PU terlebih dahulu.

"19 BUMN tersebut punya inisiatif sebagai pemrakarsa pembangunan jalan tol pinggir laut datang dulu ke saya. Siapapun yang ngomong enggak akan kejadian, harus ngomong ke saya dulu," kata Djoko saat ditemui di Kementerian PU, Jakarta, Jumat (4/10/2013).

Namun, Djoko tidak dapat memungkiri, bahwa ide pembangunan jalan tol atas laut tersebut memang suatu ide yang bagus. Dirinya menyebutkan, bahwa sebagai tahap awal pelaksanaan ide tersebut, ia mengatakan harus melakukan kajian terlebih dahulu.

"Tapi idenya bagus sekali, tapi harus dikaji terlebih dahulu, saya saat ini masih memprioritaskan pembangunan Tol Trans Jawa dulu," tukas dia.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian BUMN memberikan apresiasi kepada konsorsium BUMN yang telah berhasil membangun jalan tol atas laut Bali. Pembangunan jalan tol Bali tersebut terbilang terselesaikan dalam waktu yang cepat.

Melihat semangat perusahaan BUMN, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan idenya yang akan membangun jalan tol atas laut dari Jakarta hingga Surabaya. Dirinya pun telah membicarakan ide tersebut di depan 19 BUMN yang akan konsorsium.

"Ini hasil dari pembicaraan pada Senin lalu, belum tahu mau dibangun atau tidak, ini 19 BUMN tanda tangan studi dulu bersama-sama," kata Dahlan. (wdi) 
 
sumber :

SEKTOR RIIL : Daftar Kenaikan Tarif 13 Ruas Jalan Tol

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kementrian Pekerjaan Umum (Kemen PU) akan melakukan penyesuaian tarif tol yang mulai berlaku 11 Oktober 2013. Pasalnya ada 13 ruas jalan tol yang dikenai penyesuaian tarif baru.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Komunikasi Publik (Puskompu) Kementerian PU Danis H Sumadilaga, di kemenPU, Jakarta, Jumat (4/10/2013). Adapun rincian tarif penyesuaian yang baru, seperti berikutnya :

1. Jakarta-Bogor-Ciawi dengan panjang 59 kilometer tarif lama Rp7.000 menjadi Rp8.000.
2. Jakarta-Tangerang dengan 33 kilometer tarif lama Rp4.500 menjadi Rp6.000
3. Surabaya-Gempol, panjang 49 kilometer tarif lama Rp3.500 menjadi Rp4.000
4. Padalarang-Cileunyi dengan panjang 64,4 kilometer tarif lama Rp7.000 menjadi Rp8.000
5. Balawan-Medan-Tanjung Morawa dengan panjang 42,7 kilometer tarif lama Rp5.500 menjadi Rp6.500.
6. Semarang Seksi A,B,C dengan panjang 24,75 kilometer tarif lama Rp2.000 menjadi Rp2.000 (pembulatan).
7. Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami dengan panjang 5,55 kilometer tarif lama Rp2.500 menjadi Rp2.500 (pembulatan).
8. Palimanan-Kanci dengan panjang 26,3 kilometer tarif lama Rp9.000 menjadi Rp10.000
9. Lingkar Luar Jakarta dengan panjang 45,37 kilometer tarif lama Rp7.500 menjadi Rp8.500.
10. Cikampek-Purwakarta-Padalarang dengan panjang 58,5 kilometer tarif lama Rp29.500 menjadi Rp34.000
11. Tangerang Merak dengan panjang 73 kilometer tarif lama Rp31.000 menjadi Rp36.000.
12. Pondok Aren-Serpong dengan panjang 7,26 kilometer tarif lama Rp4.500 menjadi Rp5.000.
13. Ujung Pandang Seksi I dan II dengan panjang 6,05 kilometer tarif lama Rp2.500 menjadi Rp3.000. 
 
sumber :

Bos Jasa Marga ingin eksekusi tol atas laut Jakarta-Surabaya

ilustrasi
Ide Menteri BUMN Dahlan Iskan agar perusahaan BUMN ramai-ramai membangun jalan tol di atas laut Jakarta-Surabaya langsung disambut baik oleh Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman. Dalam pandangannya, tol ini sungguh diperlukan, sehingga realisasinya diharapkan tidak terhambat seperti yang dialami dalam pembangunan tol di Jakarta.

"Ini baru niat awal bagaimana kita bisa tidak terlambat. Anda bayangkan kalau terlambat seperti Jakarta, semua akan boros," kata Adit di Gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (3/10)

Namun Adit belum bisa menjelaskan secara teknis apakah nanti tol ini akan menyatu dengan tol yang sudah ada atau tidak. Adit juga belum bisa menyebut berapa dana yang akan dibutuhkan untuk membangun jalan tol ini.

"Bagaimana Jakarta-Surabaya sebagian sudah selesai dan sudah jadi. Ini nanti Alternatif di atas laut sebagian apa semuanya. Tapi jangan memberi harapan luar biasa kepada masyarakat. Kita benar benar ingin terwujud tapi kita belum menyentuh izin dan regulasi," katanya.

Pihak Jasa Marga bersama konsorsium BUMN juga tidak bisa menjanjikan apakah tol atas laut ini layak di bangun atau tidak. Pihaknya akan melihat kontur pantai Jakarta-Surabaya. Termasuk kajian keuntungan yang akan diraup BUMN jika jalan tol ini beroperasi.

"Kita studi dulu memungkinkan atau tidak. Kita tidak tahu pantai utara sama atau tidak dengan Bali. Kita juga pikirkan jangan sampai BUMN itu merugi. Jangan seolah olah akan terwujud," tutupnya.
sumber :

2014, Pemprov Jateng Fokus Perbaikan Jalan

Pembangunan jalan tol Semarang-Solo hampir rampung. (Budiono)

SEMARANG (KRjogja.com )- Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo mengungkapkan tahun 2014 g akan konsentrasi untuk pembenahan infrastruktur jalan. Setidaknya Pemprov Jateng akan menganggarkan dana sebesar Rp 1,5 triliun untuk program perbaikan jalan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan hal ini saat menerima pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se Jatenag di ruang kerjanya Kamis (03/10/2013). Dengan alokasi anggaran tersebut diharapkan sebagian besar jalan provinsi akan menjadi baik, sehingga perekonomian masyarakat akan meningkat.

Menurut Gubernur, semula RAPBD Jateng 2014 hanya menganggarkan dana untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp 750 miliar. Namun setelah Ganjar Pranowo menjabat sebagai Gubernur Jateng, minta agar anggaran ditiangkatkan menjadi Rp 1,5 triliun agar pembangunan infrastrukytur bisa lebih maksimal.

Ganjar juga berharap Bupati/Walikota j okus untuk pembangunan infrastruktur jalan. Bahkan Ganjar minta agar pembangunan jalan bisa sampai ke pedesaan untuk menghidupkan perekonomian pedesaan. (Bdi)
 
sumber :

Tol Bali Sukses, Jalan Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya Siap Dibangun

Belasan perusahaan pelat merah akan terlibat.

Pembangunan jalan tol di Bali saat sedang dibangun. (VIVAnews/Bobby Andalan)
VIVAnews - Usai pembangunan jalan tol Bali rampung, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menggagas ide, yaitu membangun jalan tol di atas laut Jakarta-Surabaya.

Mengenai rencananya, Dahlan menegaskan, Kamis, 3 Oktober 2013, meminta belasan perusahaan pelat merah untuk membuat studi kelayakan (feasibility study) tentang pembangunan jalan tol tersebut.

"Ini ada 19 BUMN yang tanda tangan studi dulu bersama-sama tentang (jalan) tol di pantai Jakarta-Surabaya tanpa pembebasan tanah," kata Dahlan dalam acara MoU tentang rencana penandatanganan jalan tol di atas laut Jakarta-Surabaya, di Sarinah, Thamrin, Jakarta.

Adapun perusahaan pelat merah tersebut adalah PT Jasa Marga Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Waskita Karya Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Semen Indonesia (Persero), PT Krakatau Steel Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Jamsostek (Persero), dan PT Taspen (Persero).

Mantan bos PLN itu meminta belasan perusahaan tersebut untuk melakukan studi. Setelah itu, hasilnya akan diserahkan kepada pemerintah. Waktu studinya cukup singkat, yaitu enam bulan.

"Ini baru studi, studi sangat singkat enam bulan. Dari segi pendanaan ini sangat kuat. Saya kira, semua perbankan semua kuat. Dari BUMN karya juga terbukti kuat. Ini proyek keroyokan yang sangat besar," kata Dahlan.

Dahlan menambahkan bahwa ini adalah hasil pembicaraan pada Senin lalu. Pembangunan jalan tol tersebut merupakan momentum kesuksesan jalan tol Bali yang digarap perusahaan pelat merah tersebut.

Sementara itu, Jasa Marga menyambut baik rencana Dahlan. Dirut Jasa Marga, Adityawarman, mengatakan bahwa pada tahap awal akan ada studi kelayakan dan pembangunannya tergantung pada hasil studi.

Menurut bos perusahaan jalan tol pelat merah itu, ide pembangunan jalan itu bergantung pada perkembangan kendaraan di jalan tersebut.

Adityawarman mengatakan bahwa yang paling pas adalah jalan itu dimulai dari Semarang ke Surabaya lewat jalur Pantura. "Yang mendesak itu Pantura, rute Semarang-Surabaya. Semarang-Demak-Rembang-Tuban-Gresik," kata dia. 
 
sumber :
viva 

Tol di atas laut Jakarta-Surabaya butuh biaya Rp 150 triliun

Jembatan Suramadu. ©2013 Merdeka.com

Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama konsorsium 19 BUMN menggelindingkan wacana untuk membangun jalan tol di atas laut dari Jakarta hingga Surabaya. IDe pembangunan tol ini berangkat dari kesuksesan pembangunan jalan tol di atas laut Bali.

Konsorsium 19 BUMN telah menandatangani perjanjian untuk melakukan studi pembangunan tol ini. Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq menyebutkan, butuh biaya sangat besar untuk membangun tol di atas laut sepanjang 775 km ini. Kebutuhan dana ditaksir mencapai Rp 150 triliun.

"Ini paling masalah regulasi. Ini kalau diberi konsesi jangan sampai overlap. Panjangnya sekitar 775 KM. Dananya bisa sampai Rp 150 triliun," kata Choliq di Gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (3/10).

Konsorsium BUMN yang ikut dalam proyek ini terdiri dari BUMN perbankan, BUMN karya, BUMN asuransi dan lain sebagainya. Anak buah Dahlan yang terlibat dari proyek ini antara lain Jasa Marga, Adhi Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Mandiri, BNI, BRI, BTN, Jamsostek, Taspen, Pembangunan Perumahan (PP), Brantas Abipraya, Istaka Karya, Pelindo II, Pelindo III, Semen Indonesia, Krakatau Steel.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengaku belum bisa memprediksi besaran kebutuhan pendanaan untuk membangun tol ini. Adit juga belum bisa memastikan apakah nanti tol ini sepenuhnya di atas laut atau menyatu dengan tol yang sudah ada.

"Belum, kita studi dulu ini 6 bulan," tegasnya. Rencana pembangunan tol ini baru sebatas ide dan baru akan ditindaklanjuti melalui proses studi. Pembangunan tol ini belum tentu mendapatkan izin dari pemerintah.
 
sumber :

RI Bakal Punya Jalan Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya?

(Antara/Wahyu Putro A)
Liputan6.com, Jakarta : Sejumlah BUMN menandatangani studi kelayakan proyek pembangunan jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya sepanjang 800 kilometer (km).

BUMN tersebut, antara lain PT Wika, PT Hutama Karya, PT Istaka Karya, PT Brantas, Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, PT Semen Indonesia, PT Krakatau Steel, Pelindo 2, Pelindo 3, Taspen, Jamsostek, Taspen, PT Jasa Marga dan PT Wijaya Karya.

"BUMN ini keroyokan besar-besaran karena proyeknya juga proyek besar," ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan di Gedung Plasa Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2013).

Dahlan mengatakan rencana studi kelayakan ini menjadi momentum setelah pembangunan jalan tol di Bali. Proyek ini diharapkan benar-benar terwujud sehingga menjadi dapat mengurangi kemacetan yang terjadi pada jalur Jakarta dan Surabaya ini. "Momentum ini jangan sampai hilang, bahwa kita bisa melakukan yang lebih besar dari yang ada di Bali," lanjut dia.

Dahlan mengakui, meski belum pasti mendapatkan izin membangun jalan tol ini, studi kelayakan ini diharapkan bisa cepat selesai. Dengan demikian segera bisa diajukan untuk mendapatkan izin dari Kementerian Pekerjaan Umum.

"Kita juga belum tahu apakah pemerintah akan beri izin atau tidak. Mudah-mudahan ini selesai dalam waktu 6 bulan sehingga kita akan ajukan perizinannya," tegas dia.

Bila nantinya memang diberikan izin untuk membangun, maka yang paling mendesak yakni proyek jalan antara Semarang hingga Surabaya karena dianggap paling siap dan tingkat kemacetan yang luar biasa pada jalur tersebut.
"Tapi kita tidak mau membuat masyarakat berharap, makanya kita jalankan saja dulu studi kelayakannya," tandas Dahlan. (Dny/Nur)
 
sumber :

Selasa, 24 September 2013

Mengintip proses pembangunan jalan layang Bogor Outer Ring Road

Pembangunan jalan layang tersebut guna mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di dekat pintu masuk tol arah Parung.



©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Sejumlah kendaraan tampak melintas di lokasi pembangunan jalan layang Bogor Outer Ring Road (BORR) tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9). Pembangunan BORR tersebut menghindari kemacetan kendaraan yang terjadi di dekat pintu masuk tol arah Parung. 



Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pembangunan jalan layang BORR tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9). Pembangunan jalan layang ini menelan biaya hingga Rp 1,3 triliun. 



Sejumlah pekerja beraktivitas di lokasi pembangunan jalan layang BORR tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9). Pembangunan infrastruktur yang begitu besar ini diperkirakan melibatkan 50.000 tenaga kerja.  
 


Jalan Tol Bogor Out Ring Road sepanjang 11 km ini dibagi menjadi 3 Seksi yaitu Seksi I (Sentul Selatan-Kedunghalang), Seksi II (Kedung Halang-Yasmin) dan Seksi III (Yasmin-Darmaga).
 
Suasana saat sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan jalan layang BORR tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9). 
 
Tampak seorang pekerja sedang berada di atas tiang beton jalan menyelesaikan pembangunan tol layang BORR tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9).
 
Sejumlah kendaraan melintas di dekat lokasi pembangunan jalan layang BORR tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9).  

Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pembangunan jalan layang BORR tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9).
Suasana saat sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pembangunan jalan layang BORR tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9).
sumber :
merdeka

Selasa, 17 September 2013

Pembangunan JLU Tunggu Penghitungan Tim Apresial

CALON JLU: Warga lingkungan Lemah Abang menyusuri area calon
Jalan Lingkar Ungaran (JLU) sepanjang 2,3 kilometer dari
Lingkungan Beji hingga samping Karoseri Laksana, Bergas,
Minggu (21/4). (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Pembangunan jalan lingkar ungaran (JLU) sepanjang lebih kurang 2,3 kilometer yang membutuhkan alokasi dana lebih kurang Rp 12 miliar akan dilanjutkan sembari menunggu penghitungan dari tim apresial. Seperti diketahui, tim penaksir tanah saat ini masih berkutat menyelesaikan penghitungan ganti rugi lahan milik 12 warga terkena proyek di Lingkungan Beji, Ungaran Timur.

Kepala DPU Kabupaten Semarang Totit Oktorianto melalui Kabid Pembangunan, Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Supratmono memaparkan, proses inventarisir dan pengukuran tanah seluas satu hektar oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Semarang masih berlangsung.

"Warga sudah setuju jika lahannya dipakai, namun mereka masih menunggu hasil tafsiran dari tim apresial," katanya kepada wartawan, Senin (16/9).

Disinggung soal Detail Engineering Design (DED) JLU, dirinya memaparkan bila desain tersebut sudah jadi. Begitu pula dengan anggaran pembebasan lahan juga sudah dianggarkan. Sejauh ini, lahan yang dibutuhkan dengan panjang 600-700 meter menuju jalan nasional Semarang-Bawen di samping Karoseri Laksana sudah siap.

Keberadaan JLU nantinya diharapkan bisa menjadi pilihan atau alternatif pengurai kemacetan di Kota Ungaran sekaligus untuk mendukung pemerataan pembangunan dan perekonomian bagi Lingkungan Ungaran Timur.

"Jika pembebasan lahan lancar, pengerjaan fisik yang notabene nantinya akan menjadi ruang milik jalan bisa dikerjakan," paparnya.

Ditemui terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto menyatakan, pihaknya akan mendorong penataan kota menjelang pengoperasian jalan tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen.

"Salah satu tujuan pengembangan kota Ungaran yakni upaya mengurangi kemacetan lalu lintas disamping meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.
 
sumber :

Minggu, 15 September 2013

Terhenti 12 Tahun, Proyek Jalan Lingkar Ungaran Segera Dilanjutkan

Pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo Seksi Ungaran-Bawen, di Kab.
Semarang, Jawa Tengah.
Antara/Rekotomo
REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN—Setelah sempat terhenti hampir 12 tahun, pembangunan jalan lingkar Ungaran (JLU) bakal dimulai kembali. Pembangunan infrastruktur pemecah kepadatan arus lalulintas sepanjang 2,3 kilometer di ibu kota Kabupaten Semarang ini segera dilanjutkan.

Saat ini proses pengerjaan tinggal menunggu hasil pengukuran dan penghitungan tim appraisal untuk ganti rugi lahan milik 12 warga terkena proyek (WTP). Semua lahan WTP ini berada di wilayah lingkungan Kelurahan Beji, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. “Tinggal proses pembebasan lahan saja, sebelum dilanjutkan kembali,” tegas Kepala Bidang Pembangunan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Supratmono, Ahad (15/9).

Saat ini, jelasnya, masih dilakukan inventarisir dan proses pengukuran tanah seluas sekitar 1 hektare oleh petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Yang punya tanah ada 12 orang dan mereka sudah mempersilahkan bila tanahnya akan digunakan untuk jalan, hanya saja masih menunggu harga tanahnya,” lanjut Supratmono.

Bila proses itu sudah selesai, selanjutnya dapat diteruskan penghitungan harga oleh tim appraisal. “Yang penting ada kesepakatan harga maka bisa segera bekerja,” tambahnya.

Detail Engineering Design (DED) JLU, lanjutnya, sudah jadi. Sehingga proses pengerjaan praktis hanya tinggal menunggu pembebasan lahan saja. Selain DED, anggaran pembebasan lahan dan pembuatan fisik sudah tersedia dan lahan yang dibutuhkan sepanjang 600-700 meter. Sehingga infrastruktur ini nantinya bisa tembus di jalan nasional Semarang-Bawen, tepatnya di samping karoseri Laksana.

Supratmono juga menambahkan, jika pembebasan lahan lancar maka segera dimulai pekerjaan fisik ruang milik jalan (RMJ). Ia pun berharap, tahun ini pekerjaan proyek JLU ini –setidaknya-- sudah dapat menyelesaikan pekerjaan RMJ terlebih dahulu. Dengan begitu, jalur JLU sudah dapat terlihat bentuknya. “Sementara pengerasan badan jalannya bisa dilanjutkan setelah pekerjaan RMJ ini,” tegasnya.

Seperti diketahui, pembangunan JLU diharapkan dapat mengurai kemacetan di tengah kota seperti di Pasar Babadan, Lemahabang, dan pintu keluar tol Semarang-Ungaran di depan kantor DPRD.Selain mengurai kemacetan pembangunan JLU sebagai upaya pemerataan pembangunan di wilayah Ungaran Timur. 
 
sumber :

Rabu, 11 September 2013

Jasa Marga Yakin Pendapatan Tembus Rp6 Triliun

Jakarta- Manajemen PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengaku optimis dapat meraup pendapatan Rp6 triliun pada tahun ini. Terlebih dengan dibukanya ruas tol baru dalam waktu dekat ini yaitu Nusa Dua - Ngurah Rai-Benoa Bali, Ungaran-Bawen yang merupakan kelanjutan tol Semarang-Ungaran. “Target pendapatan semester kedua sebesar Rp1,24 triliun. Kita usahakan target pendapatan sepanjang tahun Rp6 triliun bisa tercapai,” kata Direktur Keuangan PT Jasa Marga Tbk, Reynaldi Hermansjahdi Jakarta, Selasa (10/9/2013).

Pada semester pertama 2013 pihaknya mencatat perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp4,75 triliun. Dengan beroperasinya tiga ruas tol baru, kata Reynaldi, target traffic juga akan bisa tercapai. Apalagi sepanjang tahun ini menargetkan 1,2 miliar kendaraan dari 11 ruas tol yang sudah beroperasi.

Selain disumbang dari pengoperasian jalan tol, sambung dia, pihaknya juga akan menggenjot proyek konstruksi. Tidak terkecuali pada pendapatan yang akan diperoleh pada semester kedua tahun ini. Dari pengoperasian jalan tol, diperkirakan berkontribusi sebesar 68% atau mencapai Rp2,78 triliun. Sementara dari bisnis konstruksi dan jasa lainnya menyumbang sekitar Rp1,96 triliun.

Rencananya, untuk pengembangan usaha tahun depan, manajemen perseroan menyiapkan investasi Rp 15 triliun-Rp 20 triliun. Dana tersebut antara lain untuk mendukung beberapa proyek yang tengah dibidik perseroan. Informasinya, perseroan membidik proyek-proyek jalan tol di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan beberapa lokasi di Pulau Jawa yang termasuk dalam rencana bisnis perseroan pada 2014.

Meski demikian, perseroan belum dapat dijelaskan secara rinci karena dikhawatirkan dapat menyebabkan kenaikan harga tanah. Saat ini perseroan masih fokus menyelesaikan sembilan proyek pembangunan jalan tol yang seluruhnya ditargetkan selesai pada 2015. sementara itu, sepanjang semester pertama 2013, perseroan mencatatkan pendapatan rata-rata per hari Rp 13 miliar.

Pendapatan tersebut didapat dari optimalisasi penggunaan ruas tol sepanjang 545 kilometer atau sebesar 72% dari total jalan tol yang beroperasi di seluruh Indonesia. Hingga kini perseroan menyebutkan telah mengoperasikan 22 ruas tol di seluruh Indonesia yang terdiri dari 13 ruas tol dengan masa konsensi 40 tahun terhitung sejak 2005.

Tiga ruas tol dengan masa konsensi 45 tahun sejak 2006, yakni, Bogor Outer Ring Road, Semarang-Solo dan Gempol Pasuruan. Kemudian, ruas Cengkareng-Kunciran, Kunciran-Serpong, Surabaya-Mojokerto, Gempol-Pandaan, dengan masa konsensi 35 tahun. Lalu, ruas tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa dengan masa konsesi 45 tahun terhitung sejak 2011. "Jumlahnya ada22 konsensi jalan tol, dengan kumulatif panjang jalan tol konsesi Jasa Marga saat ini 738 kilometer,\" kata Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman. (lia)
 
sumber :

Senin, 09 September 2013

Betonisasi Jalan di Ungaran-Bawen Dimulai Rabu, Waspadai Kemacetan

Tol Ungaran-Bawen
TRIBUNNEWS.COM, UNGARAN - Bayang-bayang kemacetan parah akan terjadi di Jalan Nasional Ungaran-Bawen. Penyebabnya akan dilakukan perbaikan kualitas jalan berupa betonisasi dari Taman Unyil hingga 425 meter ke arah Bawen.

Hal ini disampaikan Koordinator Proyek Peningkatan Jalan Banyumanik-Bawen, Johan Arifin dalam rapat koordinasi dengan berbagai pihak di Polres Semarang, Senin (9/9/2013).

"Setelah selesai pengerjaan U-turn di Pundak Payung, dua hari ke depan dilakukan peningkatan kualitas jalan dari taman serasi (Taman Unyil) ke bawah sepfanjang 425 meter," ujarnya.

Pengerjaan, lanjut Johan, akan dimulai sisi kiri dari Semarang-Bawen. "Sisi kiri dulu agar tidak terjadi kemacetan parah," ujarnya.

Johan berharap pengendara teratur ketika terjadi pengalihan jalan. "Kadang bus suka nyerobot jadi malah terjadi kemacetan parah," ujarnya.

Sementara itu pihak Satlantas Polres Semarang akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan bus dan kendaraan kecil dari Bawen lewat Cisemut kemudian tembus Tamab Unyil. Sementara truk tetap dilewatkan jalur Bawen-Ungaran.

"Ada sistem buka tutup ketika sisi kiri dikerjakan seperti saat di Bawen," ujat Mujiyono, KBO Satlantas Polres Semarang.

Staf bagian Proyek PT Trans Marga Jateng, Indroyono mengatakan tol Ungaran-Bawen tidak akan dibuka meski ada pengerjaan tersebut.

"Kami sedang menyempurnakan setelah dibuka untuk lebaran kemarin. Kami targetkan Oktober untuk proses penyerahan dari kontraktor ke pihak kami. Jadi kemungkinan tidak akan dibuka," ujarnya. 
 
sumber :

Minggu, 01 September 2013

Ini 4 Alasan Kenaikan Tarif 13 Ruas Tol


Antara/R. Rekotomo
Ilustrasi-Tol Semarang-Solo seksi II Ruas Ungaran-Bawen.
Kabar24.com, JAKARTA - September ini, sejumlah ruas jalan tol di Indonesia menaikkan tarif yang harus dibayar setiap pengguna.

Badan Pengatur Jalan Tol menyebutkan tarif 13 ruas tol di Indonesia naik karena sejumlah alasan, selain karena aturan perundang-undangan.

Ke-13 tol tersebut yakni Jagorawi, Jakarta-Tangerang, Dalam Kota Jakarta, Jakarta Outer Ring Road, Padalarang-Cileunyi, Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Semarang Seksi ABC, dan Surabaya-Gempol.

Kemudian Palimanan-Kanci, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Tangerang-Merak, Ujung Pandang tahap I dan II, dan Pondok Aren-Ulujami.

Kenaikan tarif tersebut berdasarkan Undang-Undang No. 38/2004 tentang jalan pasal 48 ayat 3 yang menyebutkan penyesuaian tarif tol terjadi setiap 2 tahun sekali. Besaran kenaikan tarif tersebut dipatok berdasarkan besaran inflasi yang terjadi di masing-masing daerah ruas tol tersebut.

Berikut alasan yang mendasari penyesuaian tarif tol.

Pertama, bisnis jalan tol adalah project financing. Dengan demikian, harus ada ada komersialisasi yang dapat menarik para investor dan lembaga pembiayaan dan tentunya menjamin pengembalian investasi dan keuntungan yang wajar.

Kedua, pendapatan Badan Usaha Jalan Tol, BUJT, didapat melalui penarikan tarif tol selama masa konsensi, sehingga tarif tol dan masa konsensi menjadi faktor penting dalam menentukan kelayakan usaha.

Ketiga, besaran tarif tol dihitung berdasarkan kemampuan pengguna jalan, besar keuntungan biaya operasi kendaraan, BKBOK, dan kelayakan investasi. Pada perjalanannya, setiap 2 tahun sekali tarif mengalami penyesuaian dengan formula yakni tarif baru = tarif lama (1+besaran inflasi).

Keempat, penentuan besaran tarif awal tol ditetapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum, sesuai dengan UU No. 38/2004 pasal 48 ayat 4 dan PP No. 15/2005 oasal 68 ayat 3, yang dilakukan pada saat Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol, PPJT, antara pemerintah dengan BUJT. (JIBI/Bisnis.com)
 
sumber :