javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Tampilkan postingan dengan label Tol Laut Jakarta-Surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tol Laut Jakarta-Surabaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Oktober 2013

3 Syarat jika Dahlan mau bikin tol di atas laut Jakarta-Surabaya

Jembatan Suramadu. ©2013 Merdeka.com
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengizinkan Menteri BUMN Dahlan Iskan merealisasikan idenya membangun jalan tol di atas laut sepanjang Jakarta-Surabaya. Namun ada syarat yang harus dipenuhi.

Djoko Kirmanto meminta konsorsium BUMN segera membuat studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) jika memang ingin membangun jalan tol itu. Langkah awal ini mutlak dipenuhi untuk melihat potensi dampak buruk terhadap jalan tol tersebut jika sudah terbangun.

"Dalam Perpres Nomor 67 itu disebut Prakarsa Badan Usaha. Pemrakarsa harus segera membuat FS," ujar Djoko di kantornya, Jakarta, Senin (7/10).

Selain melakukan studi kelayakan, konsorsium yang terdiri dari 19 BUMN juga wajib membuat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Hasil kajian AMDAL ini akan dimasukkan sebagai bahan analisis dalam FS.

"AMDAL harus dibuat segera mungkin, apapun yang dilakukan, dampaknya, semua harus masuk ke dalam FS," ungkap dia.

Syarat terakhir, pihaknya mempersilakan pembangunan jalan tol direalisasikan oleh konsorsium jika memang hasil FS menunjukkan kelayakan. Dia pun menyerahkan proses pembangunan kepada pihak pelaksana proyek.

"Kalau secara finansial itu feasible (memungkinkan) itu silakan saja, artinya pemerintah tidak akan mengeluarkan biaya sepeserpun. Kalau langsung seluruhnya ya tidak apa-apa, sepotong-sepotong juga silakan," ucapnya.

Sebelumnya, BUMN tengah berada di atas angin setelah dipuji-puji lantaran sukses membangun jalan tol di atas laut Bali. Tol yang menghubungkan Tanjung Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua bisa selesai dengan cara keroyokan BUMN dalam waktu singkat.

Agar momentum dan semangat itu tidak hilang begitu saja, Dahlan mempunyai ide untuk membangun tol di atas laut dari Jakarta sampai ke Surabaya.

"Ini 19 BUMN tanda tangan studi dulu bersama-sama tol di pantai Jakarta-Surabaya tanpa pembebasan tanah," kata Dahlan di Gedung Sarinah dalam penandatanganan sekitar 19 BUMN untuk melakukan studi tol di Jakarta, Kamis (3/10).

Dahlan tengah meminta anak buahnya membuat studi. Setelah studi selesai, pihaknya berencana mengajukan izin pembangunan ke pemerintah. Dia yakin proyek ini bisa berhasil. Terutama berkaca pada pembangunan tol Bali. "Bali dulu sulit dan kita terbukti kita bisa," katanya.

Konsorsium BUMN yang ikut dalam proyek ini terdiri dari BUMN perbankan, BUMN karya, BUMN asuransi dan lain sebagainya. Anak buah Dahlan yang terlibat dari proyek ini antara lain Jasa Marga, Adhi Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Mandiri, BNI, BRI, BTN, Jamsostek, Taspen, Pembangunan Perumahan (PP), Brantas Abipraya, Istaka Karya, Pelindo II, Pelindo III, Semen Indonesia, Krakatau Steel.

Konsorsium 19 BUMN telah menandatangani perjanjian untuk melakukan studi pembangunan tol ini. Direktur Utama Waskita Karya, M. Choliq, menyebutkan, butuh biaya sangat besar untuk membangun tol di atas laut sepanjang 775 km ini. Kebutuhan dana ditaksir mencapai Rp 150 triliun.
 
sumber :

Menteri PU Minta FS & Amdal untuk Jalan Tol Atas Laut

SEKTOR RIIL

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) menyatakan, 19 konsorsium BUMN yang sebagai pemrakarsa ide jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya harus segera di buatkan feasibility study serta analisis mengenai dampak likungan (Amdal).

Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan, ide pembangunan jalan tol atas laut tersebut dinilai bagus. Akan tetapi, untuk kelanjutannya, konsorsium BUMN itu harus cepat membuat FS dan Amdal.

"Buat FS dan Amdal-nya segera, Prakarsa Badan Usaha, Peraturan Presiden (Perpres) 67 itu ada, pemrakarsa harus segera membuat FS, Lalu amdal, harus dibuat segera mungkin, apapun yang dilakukan, dampaknya, semua harus masuk ke dalam FS," ucap Djoko kepada wartawan usai Seminar Nasional Peringatan Hari Habitat Dunia 2013 di Kementerian PU, Jakarta, Senin (7/10/2013).

Djoko melanjutkan, pembuatan FS dan Amdal ditujukan untuk mengetahui bagaimana pembangunan dapat dilaksanakan, dirinya menyebutkan pembangunan jalan tol tersebut belum tentu dapat dilakukan secara keseluruhan atau sekaligus.

"Itu bagus, tapi belum tentu juga sekaligus, bisa juga Tegal-Semarang yang akan dibangun terlebih dahulu," tambahnya.

Selain itu, Djoko menuturkan bahwa Kementerian PU akan mendukung dan mempersilakan konsorsium BUMN tersebut untuk melaksanakan ide tersebut, baik dilakukan secara keseluruhan, maupun dilakukan secara terpotong-potong.

"Kalau secara finansial itu feasible itu silakan saja, artinya pembangunan kalau langsung seluruhnya ya gak apa-apa, sepotong-potong juga silakan," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan apresiasi kepada konsorsium BUMN yang telah berhasil membangun jalan tol atas laut Bali. Pembangunan jalan tol Bali tersebut terbilang terselesaikan dalam waktu yang cepat.

Melihat semangat perusahaan BUMN, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan idenya yang akan membangun jalan tol atas laut dari Jakarta hingga Surabaya. Dirinya pun telah membicarakan ide tersebut di depan 19 BUMN yang akan konsorsium.

"Ini hasil dari pembicaraan pada Senin lalu, belum tahu mau dibangun atau tidak, ini 19 BUMN tanda tangan studi dulu bersama-sama," kata Dahlan dalam acara penandatanganan sekitar 19 BUMN untuk melakukan studi tol di Sarinah Mall, Jakarta. (rez) (wdi) 
 
sumber :

Minggu, 06 Oktober 2013

Tol Atas Laut Jawa masih Jauh

ilustrasi : tol bali
JAKARTA--Kementerian Pekerjaan Umum menilai tol atas laut di pulau Jawa bisa menjadi solusi atas permasalahan klasik pembangunan tol saat ini. Namun, tidak berarti tol tersebut bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Kementerian PU menilai akan sangat banyak kajian yang harus dilakukan mengenai tol tersebut sebelum diputuskan boleh dibangun atau tidak.

Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol Arif Wicaksono mengungkapkan, hingga saat ini belum ada pembicaraan dengan kementerian BUMN terkait wacana tersebut. Termasuk, rencana kementerian BUMN untuk melakukan studi kelayakan. Menurut dia, pihak manapun bisa mengadakan studi kelayakan atas sebuah rencana pembangunan.

"Hasilnya bisa diserahkan ke Kementerian PU, lalu akan dievaluasi apakah layak atau tidak," terangnya kemarin. Arif mengatakan, rencana BUMN tersebut harus diakui memang diilhami keberhasilan membangun tol atas laut di Bali. Pembangunan tol tersebut sangat cepat, murah, dan relative tanpa konflik dengan warga.

Di sisi lain, konflik dengan warga merupakan masalah klasik pembangunan tol selama ini. terutama, terkait dengan pembebasan lahan. Kementerian PU selalu kerepotan dengan urusan pengadaan tanah. Hasilnya sudah bisa dilihat pada progress pembangunan tol trans Jawa yang lamban.

Meski begitu, Arif tetap mengapresiasi ide kementerian BUMN itu. "Dari sisi funsionalnya (tol atas laut di Jawa) menguntungkan. itu kan menambah jaringan jalan, apalagi dibangun swasta (BUMN)," ucapnya. Yang terpenting, sistem jaringan yang baru itu tidak sampai merusak sistem jaringan yang sudah ada.

Menurut Arif, kajian mengenai tol tersebut akan sangat panjang. Salah satunya adalah kajian amdal laut. Belum lagi dampaknya terhadap aktivitas pelabuhan di pantai utara Jawa. Ditambah lagi kajian teknis pembangunannya. Itu akan memerlukan proses yang panjang.

Kapuskom Kementerian PU Danis H Sumadilaga sependapat dengan Arif. Menurut dia, idenya cukup brilian, namun memerlukan kajian menyeluruh. "Kementerian PU akan tetap fokus pada apa yang kami kerjakan saat ini. Namun, tidak tertutup kemungkinan ada kajian untuk itu," ujarnya. (byu)
 
sumber :
jpnn 

Jumat, 04 Oktober 2013

Bos Jasa Marga ingin eksekusi tol atas laut Jakarta-Surabaya

ilustrasi
Ide Menteri BUMN Dahlan Iskan agar perusahaan BUMN ramai-ramai membangun jalan tol di atas laut Jakarta-Surabaya langsung disambut baik oleh Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman. Dalam pandangannya, tol ini sungguh diperlukan, sehingga realisasinya diharapkan tidak terhambat seperti yang dialami dalam pembangunan tol di Jakarta.

"Ini baru niat awal bagaimana kita bisa tidak terlambat. Anda bayangkan kalau terlambat seperti Jakarta, semua akan boros," kata Adit di Gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (3/10)

Namun Adit belum bisa menjelaskan secara teknis apakah nanti tol ini akan menyatu dengan tol yang sudah ada atau tidak. Adit juga belum bisa menyebut berapa dana yang akan dibutuhkan untuk membangun jalan tol ini.

"Bagaimana Jakarta-Surabaya sebagian sudah selesai dan sudah jadi. Ini nanti Alternatif di atas laut sebagian apa semuanya. Tapi jangan memberi harapan luar biasa kepada masyarakat. Kita benar benar ingin terwujud tapi kita belum menyentuh izin dan regulasi," katanya.

Pihak Jasa Marga bersama konsorsium BUMN juga tidak bisa menjanjikan apakah tol atas laut ini layak di bangun atau tidak. Pihaknya akan melihat kontur pantai Jakarta-Surabaya. Termasuk kajian keuntungan yang akan diraup BUMN jika jalan tol ini beroperasi.

"Kita studi dulu memungkinkan atau tidak. Kita tidak tahu pantai utara sama atau tidak dengan Bali. Kita juga pikirkan jangan sampai BUMN itu merugi. Jangan seolah olah akan terwujud," tutupnya.
sumber :

Ini 19 BUMN yang Terlibat dalam Proyek Jalan Tol di Atas Laut Jakarta-Surabaya

Bisnis.com,
JAKARTA - Konsorsium perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) berencana membangun jalan tol di atas laut Jakarta-Surabaya. Setidaknya 19 perusahaan pelat merah bergabung dalam konsorsium itu‎.

Langkah itu dicoba untuk dilakukan konsorsium BUMN, setelah berhasil membangun jalan tol di atas laut di Bali sepanjang 8,12 km.

Konsorsium BUMN yang terlibat dalam proyek raksasa itu, yakni PT Jasa Marga Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Waskita Karya Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Istaka Karya, PT Nindya Karya, PT Brantas Abipraya, PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan Tbk.

Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Pelabuhan Indonesia II, PT Pelabuhan Indonesia III, PT Taspen, PT Jamsostek, PT Krakatau Steel Tbk, serta PT Semen Indonesia Tbk.

‎‎"Kami teken hari ini kesepakatan kerjanya agar dapat langsung melakukan studi bersama membangun jalan tol di atas pantai, tanpa membebaskan lahan, tetapi melibatkan pemda terkait," tutur ‎Menteri BUMN Dahlan Iskan di sela-sela penandatanganan kerja sama, Kamis (3/10/2013).

Masalah pendanaan pembangunan jalan tol diserahkan sepenuhnya kepada BUMN perbankan.

Menurut Dahlan, langkah ini dilakukan semata-mata memanfaatkan momentum keberhasilkan konsorsium BUMN membangun jalan tol di atas laut di Bali dalam waktu yang singkat. "Nantinya, kita bisa mengadopsi pola kerja jalan tol Bali," ujarnya.
 
sumber :

Tol Bali Sukses, Jalan Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya Siap Dibangun

Belasan perusahaan pelat merah akan terlibat.

Pembangunan jalan tol di Bali saat sedang dibangun. (VIVAnews/Bobby Andalan)
VIVAnews - Usai pembangunan jalan tol Bali rampung, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menggagas ide, yaitu membangun jalan tol di atas laut Jakarta-Surabaya.

Mengenai rencananya, Dahlan menegaskan, Kamis, 3 Oktober 2013, meminta belasan perusahaan pelat merah untuk membuat studi kelayakan (feasibility study) tentang pembangunan jalan tol tersebut.

"Ini ada 19 BUMN yang tanda tangan studi dulu bersama-sama tentang (jalan) tol di pantai Jakarta-Surabaya tanpa pembebasan tanah," kata Dahlan dalam acara MoU tentang rencana penandatanganan jalan tol di atas laut Jakarta-Surabaya, di Sarinah, Thamrin, Jakarta.

Adapun perusahaan pelat merah tersebut adalah PT Jasa Marga Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Waskita Karya Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Semen Indonesia (Persero), PT Krakatau Steel Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Jamsostek (Persero), dan PT Taspen (Persero).

Mantan bos PLN itu meminta belasan perusahaan tersebut untuk melakukan studi. Setelah itu, hasilnya akan diserahkan kepada pemerintah. Waktu studinya cukup singkat, yaitu enam bulan.

"Ini baru studi, studi sangat singkat enam bulan. Dari segi pendanaan ini sangat kuat. Saya kira, semua perbankan semua kuat. Dari BUMN karya juga terbukti kuat. Ini proyek keroyokan yang sangat besar," kata Dahlan.

Dahlan menambahkan bahwa ini adalah hasil pembicaraan pada Senin lalu. Pembangunan jalan tol tersebut merupakan momentum kesuksesan jalan tol Bali yang digarap perusahaan pelat merah tersebut.

Sementara itu, Jasa Marga menyambut baik rencana Dahlan. Dirut Jasa Marga, Adityawarman, mengatakan bahwa pada tahap awal akan ada studi kelayakan dan pembangunannya tergantung pada hasil studi.

Menurut bos perusahaan jalan tol pelat merah itu, ide pembangunan jalan itu bergantung pada perkembangan kendaraan di jalan tersebut.

Adityawarman mengatakan bahwa yang paling pas adalah jalan itu dimulai dari Semarang ke Surabaya lewat jalur Pantura. "Yang mendesak itu Pantura, rute Semarang-Surabaya. Semarang-Demak-Rembang-Tuban-Gresik," kata dia. 
 
sumber :
viva