javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Tampilkan postingan dengan label tol pejagan pemalang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tol pejagan pemalang. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2016

Bangun Jalan Tol, Pemerintah Suntik Rp16 Triliun Ke LMAN

"Dana tambahan akan digunakan untuk percepat pengadaan tanah jalan tol."

Pekerja sedang membangun salah satu ruas jalan tol trans Jawa
(Istimewa )


VIVA.co.id – Pemerintah mengusulkan untuk meningkatkan alokasi tambahan pembiayaan kepada Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sebesar Rp16 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, peningkatan alokasi pembiayaan tersebut memang bertujuan untuk mempercepat pengadaan tanah, khususnya untuk proyek infrastruktur jalan seperti jalan tol yang saat ini tengah digenjot pemerintah.

"BLU LMAN ini mempunyai mandatory untuk percepat pengadaan tanah. Sehingga, (alokasi tambahan pembiayaan) belanja pengadaan tanah lebih fleksibel," kata Bambang dalam rapat kerja bersama Komisi XI di gedung parlemen Jakarta, Senin 20 Juni 2016.

Bambang menjelaskan, suntikan pembiayaan yang diusulkan sebesar Rp16 triliun tersebut sudah mencakup pembiayaan empat ruas jalan tol yang saat ini tengah dibangun oleh pemerintah. Misalnya seperti pembangunan ruas Tol Trans Jawa, Non Trans Jawa, Tol Trans Sumatera, sampai dengan ruas tol dalam kota.

"Trans Jawa itu Rp5,36 triliun, Non Trans Jawa Rp3,02 triliun, Jabodetabek Rp5,62 triliun, dan Trans Jawa Rp5,36 triliun," jelas Bambang.

Sementara dari total yang dialokasikan untuk pembiayaan tol Trans Jawa, Bambang mengatakan, pembiayaan tersebut sudah mencakup kebutuhan dana dari delapan ruas jalan tol yang saat ini terus dipercepat pemerintah. Mulai dari tol Pejagan-Pemalang sebesar Rp607 miliar, Pemalang-Batang Rp1,3 triliun.

Kemudian, Batang-Semarang sebesar Rp2,53 triliun, Semarang-Boyolali sebesar Rp460 miliar, Solo-Mantingan sebesar Rp49 miliar, Kertosono-Mojokerto sebesar Rp62 miliar, dan Mojokerto-Surabaya sebesar Rp253 miliar. "Sehingga totalnya Rp5,36 triliun," katanya.

Jika parlemen menyetujui usulan penambahan alokasi tersebut, maka ini adalah skema pembiayaan yang akan disalurkan oleh BLU LMAN kepada sejumlah proyek itu. Sampai saat ini, pembahasan penambahan alokasi pembiayaan untuk BLU LMAN masih digodok bersama pemerintah dan parlemen.

sumber :

Jumat, 10 Juni 2016

Inilah 6 Tol Tambahan untuk Pemudik, Termasuk 17,57 Km Bawen-Salatiga?


"Info mudik kali ini terkait enam ruas jalan tol tambahan untuk pemudik pada musim mudik Lebaran 2016."

Ilustrasi/Proyek jalan Tol Trans Jawa (Kementerian PU)

Semarangpos.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (9/6/2016), mengumumkan enam ruas jalan tol tambahan dapat digunakan pemudik pada musim mudik Lebaran 2016. Keenam jalur jalan tol yang dibuka baik secara operasional maupun hanya fungsional untuk angkutan Lebaran 2016 itu termasuk 17,57 km ruas Bawen-Salatiga.

“Kami cek jalan nasional untuk arus mudik tahun ini, memang di Pulau Jawa ini yang cukup dominan itu ada jalan tol. Kami ada beberapa tambahan untuk tahun ini, khususnya Pejagan-Brebes Timur yang tahun lalu hanya dibuka sementara untuk mudik namun tahun ini akan beroperasi,” kata Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Keterpaduan Pembangunan, Danis H Sumadilaga menjawab pers di Jakarta, Kamis.

Ruas jalan tol Pejagan-Brebes Timur yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah dan memiliki panjang 26 km, kata Danis, pada musim mudik Lebaran tahun 2015 lalu dibuka sementara dengan kondisi jalan masih berupa kerikil dan belum beraspal. Namun, saat ini, ruas jalur jalan tol tersebut sudah rampung dan menunggu diresmikan.

Selain ruas jalan tol Pejagan-Brebes Timur, Danis menyebutkan ruas Surabaya-Mojokerto sepanjang 18 km dan Kertosono-Mojokerto (Mojokerto Barat-Mojokerto Utara sepanjang 5 km) juga akan dioperasikan. “Di Jatim, Kertosono ke arah Mojokerto akan kami satukan sekitar 23 km, akan membantu lantas [lalu lintas] yang di Jatim ini terutama dari Mojokerto ke Jombang,” katanya.

Sementara itu, lanjutnya, untuk membantu kelancaran arus lalu lintas musim mudik Lebaran 2016, walaupun belum sempurna akan difungsikan beberapa jalan tol di antaranya jalur jalan tol Bawen-Salatiga sepanjang 17,57 km, Solo-Kertosono sepanjang 10 km, dan juga Gempol- Pasuruan sepanjang 13 km.

Ia menyebutkan, Kementerian PUPR saat ini tengah melaksanakan integrasi sistem pembayaran tol, baik tunai maupun non-tunai, pada ruas jalan tol Cikopo-Palimanan. Pemerintah telah menargetkan bahwa integrasi tersebut harus sudah terselenggara mulai 13 Juni 2016, agar arus mudik Lebaran 2016 bisa lebih lancar.

Sebelumnya Kementerian PUPR telah melaksanakan Survei Terpadu Jalur Lebaran 2016 bersama Korlantas Polri dan Ditjen Hubdar Kemenhub tentang persiapan infrasruktur jalan dan jembatan ke jalur jalan pantai utara (pantura) Pulau Jawa, pantai selatan Pulau Jawa dan jalan lintas Sumatra (jalinsum) pada Februari dan Maret 2016. Menteri PUPR pun telah memeriksa kondisi jalan di pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah pada 10 April 2016 dan target penyelesaian pekerjaan Juni 2016 (sebelum Lebaran 2016) sudah selesai.

Selanjutnya, pada H-30 sampai dengan H+10 Idulfitri 2016 pekerjaan utama di badan jalan akan dihentikan dengan kondisi fungsional dan akan diteruskan kembali setelah hari raya. Pekerjaan yang mengganggu arus lalu lintas pada beberapa ruas tetap akan berjalan sampai H-10 musim mudik Lebaran 2016.

sumber :

Rabu, 08 Juni 2016

Tol Baru Trans Jawa Siap Digunakan untuk Mudik Tahun ini


Salah satunya Pejagan-Pemalang dengan panjang 57,5 kilometer.

Ilustrasi/Proyek jalan Tol Trans Jawa (Kementerian PU)

VIVA.co.id – Menjelang hari raya Idul Fitri, masyarakat berbondong-bondong kembali ke kampung halaman untuk berlebaran. Maka sejumlah jalan tol baru akan mulai dioperasikan secara penuh di jalur trans Jawa saat mudik Lebaran tahun ini.

Salah satu diantara ruas tol tersebut adalah ruas Pejagan-Pemalang dengan panjang 57,5 kilometer (km) yang terdiri dari empat seksi.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, mengungkapkan bahwa tol ini setidaknya dapat dipakai sebanyak dua seksi saat mudik lebaran tahun ini, diantaranya adalah seksi satu dari Pejagan-Brebes Barat, dan Seksi dua Brebes Barat-Brebes Timur.

"Progres konstruksi dua seksi ini sudah mencapai 100 persen, sudah beroperasi penuh sepanjang 20,2 km," kata Herry kepada VIVA.co.id di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa 7 Juni 2016.

Selain itu, ia menambahkan bahwa ada beberapa ruas yang juga dapat digunakan secara fungsional. Artinya, jalan tersebut dapat digunakan sebagai jalan tol yang tidak berbayar. Namun, sebagai jalan fungsional yang tidak dipungut biaya, pemudik harus melewati jalan tersebut dengan kondisi jalan yang masih sedikit berkerikil.

Jalan tersebut diantaranya adalah ruas jalan tol Semarang-Solo yakni seksi tiga dari Bawean menuju Salatiga dengan panjang 17,57 km. Lalu, ruas jalan tol Solo ngawi sepanjang 24 km dengan dua segmen yaitu Solo IC-Karanganyar IC dan Karanganyar IC-Sragen IC. Lebih lanjut, yaitu ruas jalan tol Kertosono-Mojokerto segmen Mojokerto Barat-Mojokerto Utara.

"Untuk mendukung arus mudik, nanti ini difokuskan menjadi satu arah dan dua lajur, kalau musim arus balik ya kita balik," kata dia.

Sementara untuk tol ruas Mojokerto-Surabaya, saat ini seksi empat telah diresmikan dan dapat dioperasikan secara penuh. Tol ini terdiri dari lima seksi.

sumber :

Jumat, 29 Januari 2016

Pembebasan Lahan Tol Pejagan-Pemalang Hampir 100 Persen


Jalan Tol Trans Jawa terdiri dari tujuh ruas dengan total 
panjang mencapai 498,23 kilometer. Total biaya investasi 
yang dibutuhkan untuk membangun ketujuh ruas itu 
adalah Rp 40,37 triliun.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria Tata Ruang – Badan Pertanahan Negara (ATR-BPN) Ferry Moersidan Baldan menjelaskan proses pembangunan tol Jawa di kawasan Jawa Tengah menunjukkan kemajuan signifikan. Untuk ruas Tol Pejagan-Pemalang dari 2.214 bidang yang diganti rugi sebanyak 2.204 bidang dengan luas 1.805.258 meter persegi (99,55 persen) dengan sisa 10 bidang yang diharapkan bulan Mei 2016 bisa diselesaikan. Di wilayah Kabupaten Tegal dari 2.410 bidang yang sudah diganti rugi 732 bidang dengan luas 980.926 meter persegi atau 46,7 persen dengan sisa 1.678 bidang yang diselesaikan April 2016.

"Adapun di Kabupaten Pemalang untuk ruas Tol Pejagan-Pemalang dan Pemalang-Batang dari 1.936 bidang tanah sebanyak 187 bidang sudah diadakan musyawarah dan 185 bidang setuju (9,7 persen) dan sisanya 1.751 bidang akan diselesaikan sampai Mei 2016," kata Ferry saat ditemui Kamis malam (28/1/2016)

Lebih lanjut di Kabupaten Pekalongan untuk ruas Tol Pemalang-Batang, dari 2.153 bidang sudah 45 bidang setuju dan sisanya sebanyak 2.108 bidang akan diselesaikan sampai Mei 2016. Sedangkan di Kota Pekalongan dari 55 bidang sudah diadakan 3 kali musyawarah tetapi belum terjadi kesepakatan. Akan dilakukan konsinyasi jika masyarakat tidak mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri.

Pada ruas Tol Pemalang-Batang di Kabupaten Batang, dari 146 bidang yang sudah diganti rugi 27 bidang atau 15 persen dan 149 bidang dalam proses penilaian appraisal. Sedangkan di ruas Tol Batang-Semarang dari 425 bidang, 96 bidang setuju atau 22,59 persen dan 27 bidang sudah diganti rugi dengan luas 970.256 meter persegi dari luas kebutuhan lahan 1.585.364 meter persegi (61,20 persen) yang akan diselesaikan April 2016. 
 
sumber :

Sabtu, 23 Januari 2016

Tol Astra Menanti Asa

ilustrasi
Kebiasaan pengerjaan proyek, terutama proyek infrastruktur, di awal tahun bisa menjadi pola baru. Sebelumnya, proyek selalu dikerjakan di pertengahan dan menjelang akhir tahun. Presiden Joko Widodo mengaku ingin terus mendorong di mana lelang dan pengerjaan proyek dapat dilakukan sejak dini.

Presiden juga menekankan ingin pekerjaan proyek dapat dimulai sejak awal tahun, lantaran demi mendorong stimulasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Terlebih lagi menurut Presiden, saat ini dunia usaha dan investor telah menaruh kepercayaan besar terhadap Indonesia.

Oleh karena itu, perlu sinkronisasi dan harmonisasi pekerjaan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah ditambah dukungan swasta. Salah satu tender proyek infrastruktur yang tengah digenjot adalah dua pembangunan jalan tol di Provinsi Banten, Tol Serpong - Balaraja dan Kunciran - Serpong.

Tender Tol Serpong - Balaraja di Kabupaten Tangerang ini akan dilaksanakan selambat-lambatnya pada awal Februari 2016 mendatang. Konsorsium Tol Serpong - Balaraja yang terdiri dari PT Astratel Nusantara, PT Bumi Serpong Damai Tbk dan Kelompok Kompas Gramedia ini merupakan penggagas terselenggaranya tol sepanjang 30 kilometer tersebut.

Direktur PT Astratel Nusantara, Wiwiek Dianawati Santoso menuturkan, saat ini pembebasan Seksi I Tol Serpong - Balaraja sepanjang 10 kilometer telah rampung 80%. "Hampir seluruh tanah sudah bebas di seksi ini. Dengan begitu, tendernya akan digelar awal bulan Februari mendatang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wiwiek mengatakan, tol tersebut akan menghubungkan Kawasan Terpadu BSD di Serpong hingga Kawasan Jayanti. Menurut dia, tol ini juga akan terkoneksi dengan Tol Tangerang - Merak yang dikelola oleh PT Marga Mandala Sakti (MMS).

Perihal kisaran investasi, menurut Direktur Utama MMS ini mengaku sudah memiliki gambarannya. Namun, dirinya masih enggan menyebutkannya. "Masih belum pasti nilai investasi pastinya. Kami menunggu selesai tender dahulu setelah itu baru bisa diumumkan nilainya setelah mendapat persetujuan dari regulator, yaitu Badan Pengelola Jalan Tol Kemenpupera," kata Wiwiek.

Untuk diketahui, jika resmi beroperasi Tol Serpong - Balaraja akan melintasi delapan kecamatan di Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, yakni Serpong, Cisauk, Pagedangan, Legok, Curug, Panongan, Tigaraksa dan Balaraja. Astratel sendiri memiliki saham sebesar 25% di tol tersebut.

Beragam masalah lahan

Selain Tol Serpong - Balaraja, Astratel juga menangani Tol Kunciran - Serpong. Namun menurut Wiwiek, pembangunannya tidak semulus yang diperkirakan lantaran masih pembebasan lahan. Dia mengungkapkan, tol dengan panjang hanya 11,2 kilometer tersebut pembebasan lahannya baru mencapai 65%.

Tol Kunciran - Serpong yang terhubung dengan TolJakarta - Tangerang serta tol di Sediyatmo di Bandara Soekarno-Hatta merupakan tol yang tingkat persoalan pembebasan tanahnya paling banyak. Karenanya, PT Marga Trans Nusantara (MTN), sebagai anak perusahaan Astratel, belum bisa menargetkan waktu penyelesaian proyek tersebut.

"Tergantung pemerintah kalau yang satu ini. Kapan mereka bisa menyelesaikan pembebasan tanahnya, kita serahkan ke pemerintah. Kami berharap pada tahun ini mencapai 100%. Jadi keduanya (Tol Serpong - Balaraja dan Kunciran - Serpong) bisa beroperasi secepatnya," papar dia. Meski begitu, Wiwiek tetap optimis karena ada aturan baru tentang pembebasan lahan, yaitu UU No.2 Tahun 2012.

Wiwiek juga menjelaskan, beberapa permasalahan yang hingga kini tak kunjung teratasi adalah harga jual tanah, surat-surat tanah dan sengketa antar-ahli waris. "Ada juga yang dokumennya dipinjamkan (digadaikan) ke bank. Tetapi lebih banyak yang selisih dengan antar-ahli waris," terangnya.

Jalan Tol Kunciran-Serpongmerupakan bagian dari Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II. Terdiri dari delapan ruas tol dengan total panjang mencapai 145,3 kilometer. Tujuh ruas tol lainnya yang termasuk jaringan Tol JORR II adalah Cengkareng-Kunciran 14,2 kilometer,Serpong-Cinere 10,1 kilometer, Cinere-Jagorawi 14,6 kilometer, Depok-Antasari 22,8 kilometer, Cimanggis-Cibitung 25,4 kilometer, Cibitung-Cilincing 33,9 kilometer, dan Cilincing-Tanjung Priok 12,1 kilometer.

Adapun MTN merupakan perusahaan kerja sama antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan Astratel Nusantara, dengan kepemilikan saham masing-masing 60% dan 40%. PT Astratel Nusantara saat ini memiliki enam perusahaan di mana empat diantaranya bergerak di bidang jalan tol seperti PT Marga Mandala Sakti (MMS) Ruas Tol Tangerang - Merak, PT Marga Trans Nusantara (MTN) Ruas Tol Kunciran - Serpong, PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) Ruas Tol Mojokerto - Jombang, dan Trans Marga Jateng Ruas Tol Semarang - Solo. [ardi]

sumber :

Senin, 22 Juni 2015

Ruas Tol Pejagan-Pemalang Digadang Urai Kemacetan




Gerbang tol Pejagan, Brebes, Jawa Tengah. 
TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Semarang - Kondisi ruas jalan tol Pejagan-Pemalang yang sedang proses pembangunan dinilai bisa digunakan mengurai kemacetan secara darurat. Penggunaan jalan yang masih belum rata itu bisa dilakukan sebagai langkah alternatif ketika terjadi kepadatan arus lalu lintas di pintu keluar tol Kanci-Pejagan.

“Untuk mengurai Pantura, di Pejagan akan digunakan bidang tol Pejagan-Pemalang meski kondisi jalan belum teraspal,” kata Kepala Bidang Bina Jalan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Senin, 22 Juni 2015.

Meski tak menjelaskan secara rinci kondisi jalan yang hendak digunakan itu, Hanung memastikan keberadaan jalan yang belum diaspal itu bisa digunakan mengurai kemacetan secara darurat. Saat ini kegiatan perbaikan jalan dalam skala besar di jalur Pantura sudah berhenti. Namun ia mengaku pada H-20 akan pembenahan kembali. 

Menurut Hanung, Dinas Bina Marga Jawa Tengah menargetkan pada H-10 semua jalan di Jawa Tengah bisa dilalui. Namun, ia tak memungkiri saat ini masih ada sejumlah titik jalan tertentu kurang sempurna. “Dengan kondisi itu kami akan pasang rambu. Kondisi jalan yang kurang sempurna itu karena rata-rata kontrak pengerjaan selesai bulan November,” katanya.

Anggota Komisi Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, Muhammad Ichwan, meminta agar pemerintah mengantisipasi kepadatan jalan di Pantura Brebes sebagai efek berfungsinya jalan tol Cikampek-Palimanan. “Karena ada berbagai masalah ketika Jateng akan dilalui oleh 6,8 juta pemudik,” kata Ichwan.

Ichwan meminta agar pada H-15 semua pekerjaan jalan dihentikan sementara untuk mengindari kemacetan di jalan raya. “Alasan H-15 karena mudik sudah dimulai H-15,” katanya.

sumber :

Selasa, 28 Oktober 2014

Bupati Brebes Siap Usut Kasus Galian C Tol Pejagan-Pemalang


Foto: istimewa
BREBES, suaramerdeka.com – Bupati Brebes Idza Priyanti berjanji akan segera menindaklanjuti kasus Galian C di Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, yang diduga bermasalah. Bupati juga secara tegas memerintahkan instansi terkait untuk menutup lokasi galian C itu, kalau memang belum mengantongi izin sesuai aturan berlaku.

“Kami segera tindaklanjuti masalah ini. Sesuai aturan, selama izin belum turun ya tidak boleh ada penggalian apa pun. Kalau sudah ada penggalian, akan kami tindak lanjuti biar saat ini tidak terjadi penggalian,” tandas Bupati Idza Priyanti, di sela-sela kegiatan peluncuran Kartu Brebes Cerdas, di SMP N 3 Brebes, Selasa (28/10).

Menurut dia, ketika izin belum turun, tetapi di lapangan sudah terjadi penggalian berarti telah melakukan pelanggaran. “Kalau ini terjadi, sanksinya dihentikan penggalinannya,” tegas Bupati.

Lebih lanjut dia mengatakan, terkait persoalan galian C di Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan bagian pemerintahan. Selain mengenai perizinan, pihaknya juga tengah mempelajari menyangkut tanah bondo desa yang dieksplorasi. Sebab, di galian C Buara itu tahan yang dieksplorasi statusnya bondo desa. “Ini yang sedang kami bahas dan koordinasikan, sejauh mana aturannya. Apakah desa mempunyai hak untuk mengelola asetnya atau tidak diperbolehkan,” terangnya.

Sementara Kepala Kantor Pusat Perizinan Terpadu (KPPT) Pemkab Brebes, Ratim mengatakan, sesuai peraturan daerah, ada dua perizinan yang harus dipenuhi untuk melakukan usaha galian C. Yakni, izin eksplorasi dan izin produksi. Adapun galian C di Buara sejauh ini baru mengantongi izin eksplorasi. Sedangkan izin produksinya belum keluar.

Seperti diberitakan sebelumnya, galian C berupa tanah merah di Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes diduga bermasalah. Sebab, galian C itu telah beroperasi meski belum mengantongi izin dari Pemkab Brebes.

Bahkan, hasil pantauan di lapangan, hingga kini galian C untuk mensuplai kebutuhan tanah merah bagi proyek tol Pejaga-Pemalang terus beroperasi. Ratusan truk tronton melakukan aktivitas pengangkutan material tanah merah ke lokasi proyek tol Pejagan-Pemalang di zone I. Meski diketahui melakukan pelanggaran, tetapi hingga kini belum ada tindakan tegas dari Pemkab setempat.

sumber :

Rabu, 23 Juli 2014

Proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Dimulai

Proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Dimulai
Proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang/
Ilustrasi: Koran Sindo
BREBES - Proyek pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang mulai dilaksanakan tahun ini dan ditargetkan rampung pada 2016. Keberadaan jalan tol yang menjadi bagian jaringan jalan tol Trans Jawa ini diharapkan mampu menunjang jalur pantura yang kondisinya semakin padat.

Jalan tol Pejagan-Pemalang direncanakan memiliki total panjang 57,50 kilometer (km). Proyek jalan ini melintasi Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Pemalang. Pengerjaan proyek dengan nilai investasi sebesar Rp 4,08 triliun ini dilaksanakan oleh PT Waskita Toll Road yang merupakan anak usaha PT Waskita Karya.

Direktur Utama PT Waskita  Choliq mengungkpakan, pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang terdiri dari empat seksi. Tahun ini akan dimulai pelaksanakan pembangunan seksi I dan II sepanjang sekitar 20 km. "Pembangunan seksi I dan II akan selesai dalam dua tahun ke depan," kata Choliq di sela-sela Pencangan Pembangunan Jalan Tol Pejagan-Pemalang di Pejagan, Brebes kemarin.

Ruas seksi I dengan panjang 14,20 km meliputi wilayah Pejagan hingga Brebes Barat. Sementara seksi II meliputi Brebes Barat hingga Brebes Timur dengan panjang 14,20 km. Konstruksi jalan yang dibangun tersebut akan menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement). "Pembebasan lahan untuk pembangunan dua seksi itu sudah mencapai 95 persen," ungkap Choliq.

Choliq berujar, pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang akan memperkuat jaringan transportasi darat khususnya dari wilayah Jabotabek ke wilayah Jateng dan sekitarnya.  Pembangunan tol ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. "Harapannya dengan sudah dimulai pembangunan, maka pembebasan lahan seksi III bisa segera dimulai. Kami juga mengharapkan kerjasama dengan MNC Group bisa terus berlanjut untuk membangun jalan tol lainnya," tandasnya.

Direktur PT MNC Infrastructure Syafril Nasution mengatakan, pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang merupakan kerjasama MNC Infrastructure dengan PT Waskita Karya dengan sistem turnkey. "Pembangunannya saat ini dilaksanakan oleh PT Waskita. Nanti setelah selesai, pengelolaannya dilakukan oleh MNC," kata Syafril.

Syafril menambahkan, teknis pembangunan konstruksi jalan tol sesuai dengan standar jalan tol yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dengan 2x2 lajur pada tahap awal dan 2x3 lajur pada tahap akhir. "Tentu ini jalan tol dengan standar pemerintah," ujarnya.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto yang hadir untuk melakukan pencanangan mengatakan, pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang merupakan solusi untuk mengatasi kepadatan kendaraan di jalur pantura. "Saat ini jalan pantura sudah sangat padat dan tidak mungkin dilebarkan lagi karena ada aktivitas perekonomian warga di sekitarnya. Sehingga salah satu pemecahannya adalah pembangunan jalan tol," kata Djoko kemarin.

Menurut Djoko, kondisi jalur pantura sudah sangat kritis dan rawan terjadi kemacetan panjang terutama saat arus mudik Lebaran. Maka diperlukan pembangunan infrastruktur jalan lain agar kondisi di jalur pantura yang menjadi jalur vital di Pulau Jawa tidak semakin kritis. "Kalau jalan pantura mau longgar maka pembangunan jalan tol adalah solusinya," tandas Djoko.

Untuk itu Djoko meminta pemerintah daerah terus mendorong proses pembebasan lahan untuk sejumlah proyek jalan tol lain yang saat ini belum rampung seperti jalan tol Semarang-Solo. Hal ini agar ruas jalan tol bisa semakin bertambah dan mengurangi kepadatan kendaraan di jalur utama.


Jalan Tol Pejagan-Pemalang
Seksi I (Pejagan-Brebes Barat) panjang 14,20 km
Seksi II (Brebes Barat-Brebes Timur) panjang 6,00 km
Seksi III (Brebes Timur-Tegal Timur) panjang 10,40 km
Seksi IV (Tegal Timur-Pemalang) panjang 26,90 km

sumber :

Rabu, 02 Juli 2014

KERJASAMA - Garap tol, MNC dan Waskita segera teken kerjasama


ilustrasi

JAKARTA. MNC Grup akan segera membangun proyek jalan tol Pejagan-Pemalang di akhir bulan ini. Melalui anak usahanya, PT MNC Infrastruktur, perseroan akan menjalin kerjasama dengan PT Waskita Karya Tbk.

Darma Putera, Wakil Presiden Direktur PT MNC Investama Tbk mengatakan, MNC akan menyerahkan pembangunan proyek ini kepada Waskita. Untuk tahap awal, perseroan akan membangun tol Pejagan sepanjang 20 kilometer. Kebutuhan investasi untuk konstruksi proyek tahap satu mencapai Rp 1,4 triliun.

Dengan begitu, pendanaan awal pun akan berasal dari partner, yakni Waskita. Darma belum menyebutkan secara spesifik mengenai detail kerjasama tersebut. Namun, perseroan akan segera meneken perjanjian dengan Waskita pada minggu ini. "Kalau berjalan lancar, akhir bulan Juli akan mulai konstruksi," katanya.

Jika proyek itu sudah selesai digarap, nantinya, MNC akan mengambil alih kembali jalan tol tersebut untuk dioperasikan. Adapun pembebasan lahan jalan tol itu sudah 97%. "Ini bukan divestasi. Jadi kami yang akan mengoperasikan. Kalau pembangunan sudah selesai akan dikembalikan ke MNC," imbuh Darma. 

CEO MNC Grup Hary Tanoesoedibjo menambahkan, perseroan juga akan segera membangun konstruksi ruas jalan tol lainnya, yakni Kanci-Pejagan sepanjang 35 km, Pasuruan-Probolinggo (45 km) dan Ciawi-Sukabumi (54 km). "Untuk Ciawi Sukabumi sudah pembebasan lahan sampai 75%. Kalau sudah 90% akan segera konstruksi," kata Hary.

Haris gunawan, Sekretaris Perusahaan Waskita masih belum berkomentar banyak. "Minggu depan saja setelah ada kepastian transaksinya," ujar Haris. Kebutuhan investasi total untuk pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang ini mencapai Rp 5,2 triliun. 

Sekedar menyegarkan ingatan, tahun lalu, MNC mengambil empat ruas jalan tol ini dari PT Bakrieland Tbk. Nilai investasinya sekitar Rp 2 triliun. MNC juga mengambil beberapa aset milik Bakrie lainnya seperti Lido Resort dan Nirwana Bali Resort.

Selain mengembangkan bisnis infrastruktur, MNC juga mega proyek lain bernama MNC City. Dalam proyek ini, MNC Group bakal mengembangkan lahan seluas 3.000 ha di kawasan Tangerang. Sayang, Hary belum bersedia mengungkapkan lebih jauh mengenai proyek MNC City. 

Dia hanya mengatakan, proyek tersebut akan dikembangkan menjadi kota mandiri. "Konsepnya mungkin seperti BSD City. Ini masih proyek jangka panjang. Kami belum bisa disclose apapun terkait proyek ini,” ujarnya.

Wiliam Suryawijaya, Analis Asjaya Indosurya Securities mengatakan, bisnis infrastruktur ini bakal positif untuk MNC Grup. Pasalnya, seiring dengan perlambatan properti karena ketatnya likuiditas bank, bisnis infrastruktur seperti jalan tol lebih menjanjikan. Apalagi menjelang pergantian presiden, pembangunan infrastruktur nampaknya bakal menjadi fokus utama pemerintahan baru.

"Namun patut dicermati lebih jauh, bagaimana spesifik skema kerjasama MNC dengan Waskita. Apakah masih akan mayoritas digenggam MNC," ujarnya. Oleh karena itu, Wiliam masih merekomendasikan hold untuk saham-saham grup MNC.

sumber :

Jumat, 27 September 2013

Menteri PU Tagih Janji Percepatan Bangun Tol Pejagan-Pemalang

Dia menaruh harapan pada pemilik baru tol itu.

Jalan tol Pejagan yang selalu menjadi langganan mudik Lebaran. (ANTARA/Oky Lukmansyah)
VIVAnews - Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengungkapkan bahwa pihaknya hingga saat ini masih menunggu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pemilik konsesi tol Pejagan-Pemalang untuk mempercepat pembangunan.

Ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat, 27 September 2013, Djoko mengungkapkan bahwa kementerian masih menunggu bantuan seperti apa yang diinginkan BUJT.

Dia menaruh harapan pada pemilik baru tol yang telah berganti kepemilikan ini. "Mereka waktu mengakuisisi jalan tol ini mengatakan akan melakukan percepatan pembangunan," ujarnya.

Djoko mengungkapkan, dia akan mendukung apa pun yang diperlukan oleh BUJT agar proses konstruksi jalan tol ini segera dilakukan. Sebab, jalan tol ini amat berdampak pada perkembangan lalu lintas harian (LHR) ruas tol mereka lainnya, yakni Kanci-Pejagan.

Ia mencontohkan, seperti pada pembangunan tol Cikampek-Palimanan, kementerian juga ikut memberikan jaminan kepada bank. Jaminan ini diwujudkan dalam bentuk perjanjian tripartrit antara BUJT, Badan Pengatur Jalan Tol, dan sindikasi perbankan.

Yang penting, menurut Djoko, adalah kemauan dari BUJT untuk segera menyelesaikan jalan tol yang konsesinya mereka pegang. Ia menambahkan, jika menunggu pemegang ruas lain untuk menyelesaikan tol mereka, PT MNC Infrastruktur akan dianggap sama saja dengan BUJT lain.

"Intinya, kami bukan cuma mengejar mereka, tapi juga seluruh pemegang konsesi jalan tol di Trans Jawa lain. Sewaktu menghadap, saat melakukan akuisisi, mereka ungkapkan bahwa soal keuangan tidak masalah. Saya yakin karena tahu uangnya banyak," katanya. (art)
 
sumber :
viva