javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Tampilkan postingan dengan label tol semarang batang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tol semarang batang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Mei 2017

Persiapan Mudik, Menteri PUPR Blakblakan soal Kondisi Brexit, Tol Weleri, hingga Pantura


Ilustrasi jalan tol. (Foto: Okezone)


JAKARTA - Pemerintah memastikan jalan tol fungsional yang dapat digunakan pemudik tahun ini dari Brebes Exit (Brexit) hingga Desa Gringsing, Weleri, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, sepanjang 110 kilometer.

"Saya pastikan tol fungsional dengan 'lean concrete' (LC/beton lapis) setelah Brebes Timur sampai Weleri, Kabupaten Batang. Itu panjangnya 110 km dengan enam pintu keluar, dua ke jalan nasional pantura (pantai utara) dan empat ke jalur selatan," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada pers usai penandatanganan kerjasama dengan Bank Indonesia tentang Gerakan Nontunai di Jalan Tol di Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Menurut Basuki, dengan kondisi seperti itu, rekayasa lalu lintas akan sangat mudah dan fleksibel jika menghadapi situasi kepadatan di jalur mudik tahun ini, terlebih dari Pejagan ke arah Purwokerto ada tambahan empat jalan layang baru di lintas sebidang kereta api.

"Itu sangat signifikan karena di lintas sebidang itu dalam sehari ada 90 kali berhenti karena kereta api lewat dan jika saat mudik bisa bertambah jadi 97 kali. Kalau tiap kali berhenti lima menit berarti per hari delapan jam harus berhenti. Itu macetnya ke mana-mana. H-10 besok, empat jalan layang itu beroperasi," katanya.

Basuki juga menambahkan kondisi jalan nasional di lintas Pejagan ke Purwokerto juga sudah bagus. "Jalan Pantura juga mantap, siap dilalui pemudik. Hanya saja untuk jalur selatan ada sedikit perbaikan di dua tempat di Wangon dan dekat Cilacap. Cilacap-Yogyakarta juga mantap," jelas dia.

Sedangkan untuk tol fungsional ruas Solo-Ngawi-Kertosono-Surabaya, Basuki menyebutkan, sekira 15 kilometer dari Solo ke arah Ngawi, keluar di Widodaren secara fungsional juga bisa dipakai untuk Lebaran tahun ini. "Kemudian, untuk ruas Semarang-Solo, tol yang sudah bisa operasi dan siap untuk pemudik adalah sampai Salatiga saja melengkapi dari Semarang-Ungaran, Ungaran-Bawen, dan Bawen-Salatiga," katanya.

Basuki mengisyaratkan bahwa pemerintah akan mendorong badan usaha jalan tol (BUJT) untuk memberikan diskon tarif bagi pengguna nontunai atau elektronik tol (e-toll) sebesar 10%-20%. "Nantinya mereka akan umumkan sendiri, sebab jika pemerintah yang instruksikan, saham mereka terkoreksi," kata Basuki.

Basuki mengakui, diskon tarif bagi pengguna e-toll ini hanya berlaku saat liburan mudik dan balik sehingga tidak menyebar di awal angkutan Lebaran karena pada tahun ini libur cuti bersama mulai Jumat 23 Juni 2017 atau pada H-3 atau H-4 Lebaran.

sumber :

Senin, 29 Mei 2017

Video Terkini, Pembangunan Proyek Jalan Tol Semarang Batang di Kecamatan Tulis





TRIBUN-VIDEO.COM, BATANG - Pembangunan proyek jalan tol Semarang-Batang terus dikebut agar bisa dilintasi pemudik lebaran 2017.

Pantauan Tribunjateng.com di kecamatan Tulis Kabupaten Batang, Selasa (23/5/2017) sejumlah pekerja sedang mengerjakan lantai kerja. Jika tak ada aral melintang, lantai kerja itu akan digunakan untuk pemudik Lebaran 2017.

Rencananya, H-10 hingga H+10 ruas tol Semarang-Batang di Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah akan dilintasi pemudik guna mengurai kemacetan yang akan terjadi.

Sejumlah pekerja mengoperaikan alat berat dan truk dalam pembangunan Tol Semarang-Batang di Pasekaran, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Tol yang ditargetkan selesai pada Triwulan IV 2018 tersebut saat ini pembangunannya baru mencapai 25,17 persen dengan pengadaan tanah mencapai 83,59 persen. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

sumber :
Tribunnews.com

Senin, 27 Februari 2017

ASYIK, Lebaran 2017 Pemudik Sudah Bisa Lewat Jalan Tol Jakarta hingga Semarang

Puluhan warga Kecamatan Ngaliyan menerima 
ganti rugi pengadaan lahan jalan tol Semarang-Batang 
di Kantor BPN Kota Semarang, Senin, (27/2/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan warga Kecamatan Ngaliyan menerima ganti rugi pengadaan lahan jalan tol Semarang-Batang di Kantor BPN Kota Semarang, Senin, (27/2/2017).

Jajuri (58), warga Tambakaji mengatakan lahan yang terkena pembebasan seluas 150 meter persegi. Ganti rugi yang diterimanya Rp 4 juta per meter. "Ganti rugi selama ini tidak ada masalah lancar-lancar saja. Ganti ruginya melebihi dari harga jual pasaran," tuturnya.

Menurutnya, pembebasan lahan masih terkendala masjid yang berada di wilayahnya. Hingga saat ini masjid tersebut belum mendapatkan persetujuan dari Badan Wakaf Indonesia.

"Badan Wakaf Indonesia hingga saat ini belum menentukan pengganti masjid tersebut diganti di wilayah mana," ujarnya.

Ia menuturkan masyarakat setempat berharap agar masjid itu dapat segera diproses pengajuan pengganti tanah. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat segera membangun.

"Kendala yang saya tahu sekarang berkas masih terdapat di kantor Urusan Agama Kecamatan Ngaliyan. Harapan kami agar berkasnya dapat dinaikkan ke Badan Wakaf Nasional," tuturnya.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Jonahar memberikan apresiasi langkah Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang sangat cepat melakukan pembebasan lahan ruas tol Semarang Batang. Ganti untung tersebut diberikan kepada 17 warga.

"Total ganti rugi yang diserahkan berjumlah Rp 18 miliar," ujarnya.

Menurutnya, Jalan tol Trans Jawa yang berawal dari Kabupaten Brebes hingga Sragen ditargetkan selesai 2017. Maka pengadaan lahan tol Batang-Semarang yang menyambung hingga ruas tol Semarang-Solo dapat dipercepat secara maksimal.

"Total lahan yang terbebaskan di Kota Semarang mencapai 94 persen sudah terbebaskan. Kami optimis lebaran ini jalan tol Jakarta-Semarang sudah bisa dilalui, " tuturnya. (*)

sumber :

Lebaran 2017, Tol Batang-Semarang Bisa Dilalui Satu Lajur

"Untuk pengadaan lahan, Semarang-Batang butuh anggaran Rp5,8 triliun."


Proyek Pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang.


VIVA.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memastikan jalan tol Trans Jawa, khusus ruas Batang-Semarang, bisa dilalui saat arus mudik Lebaran 2017. Namun, jalan tol yang kini masih dikebut pengerjaannya itu hanya bisa dilalui satu lajur.

Kepala Bidang Pendanaan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Arif Haryono mengatakan, dibukanya jalan tol Batang-Semarang menghadapi Lebaran, hanya berlaku fungsional saja. Artinya, tol tersebut dilalui tanpa pengenaan tarif, alias gratis.

"Jadi, difungsikan satu lajur saja untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Pantura. Secara fisik, belum seperti tol. Jadi, fungsional saja, menghindari kemacetan," kata Arif di sela pemberian kompensasi lahan tol Batang-Semarang, Senin 27 Februari 2017.

Arif menjelaskan, saat arus mudik nanti, dari arah Batang menuju Semarang, yang hanya bisa dilalui kendaraan. Sebaliknya, saat arus balik, jalan tol baru dibuka dari Semarang menuju Batang.

Ia menyebut, pengerjaan tol yang menjadi fokus Presiden Joko Widodo itu saat ini terkendala cuaca. Di mana, hujan yang terus menerus mengguyur, cukup menghambat operasional pembangunan.

"Karena, ini hujan dan lain-lain sampai April cukup menghambat. Tanah sangat rawan untuk pekerjaan tanah. Tapi kita berusaha semaksimal mungkin, semoga bisa selesai tepat waktu sesuai keinginan pak menteri (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono), " jelasnya.

Tol Batang-Semarang terdiri dari lima seksi. Dari lima seksi itu, pengadaan lahannya cukup bervariatif. Untuk Seksi I sudah 100 persen, seksi II mencapai 94 persen, seksi II sudah 46,09 persen, seksi IV sudah 33,27 persen, dan seksi V di kawasan Semarang mencapai 94 persen.

BPJT sendiri menganggarkan total biaya pengadaan lahan ruas Semarang-Batang mencapai Rp5,8 triliun dari panjang lahan kurang lebih mencapai 75 kilometer. 

Pada proses awal, kata Arif, biaya pengadaan lahan ruas Semarang-Batang hanya Rp4,7 triliun, yang bersumber dari Anggaran Pembangunan Belanja Negara (APBN). Namun, seiring perjalanannya biaya itu kian bertambah, karena kebutuhan luas lahan yang diperlukan.

Untuk penambahan total biaya itu, pihaknya kini masih mempersiapkan penandatanganan amandemen biaya. Di mana, anggaran dari semula Rp4,7 triliun menjadi Rp5,8 triliun. 

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Jonahar mengapresiasi langkah BPJT yang sangat cepat melakukan pembebasan lahan untuk ruas Semarang-Batang.

"Hari ini, kita berikan ganti untung kepada 17 warga Semarang, dengan total ganti untung senilai Rp18 miliar, " katanya.

Ia menyebut, khusus jalan tol Trans Jawa mulai Kabupaten Brebes hingga Sragen, ditargetkan selesai pada akhir 2017. Sehingga, pengadaan lahan Batang-Semarang yang akan tersambung ruas Semarang-Solo, harus dipercepat dengan maksimal.

"Kami optimis Lebaran nanti, jalan tol Jakarta-Semarang sudah bisa dilalui. Total 94 persen lahan di Kota Semarang, kini sudah terbebaskan. Maka, Februari sampai Maret, bisa selesai seluruhnya, " ujar Jonahar. (asp)

sumber :

Minggu, 18 Desember 2016

Gubernur Jateng: Pembebasan Lahan Tol Semarang-Batang Kelar Akhir 2016


SEMARANG, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menargetkan proses pembebasan lahan Tol Semarang-Batang selesai hingga akhir tahun 2016. 

Namun, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak menjelaskan secara spesifik berapa luas lahan yang sudah dibebaskan lantaran belum mendapat laporan perkembangan terbaru.

“Kami lakukan percepatan pembebasan. Perintah presiden, fungsional sampai lebaran harus sudah beres. Target jalan sudah bisa dilewati,” kata Ganjar, saat ditemui di kantornya akhir pekan ini.

Terkait pembebasan lahan ini, kata Ganjar, ada sejumlah masyarakat yang mengajukan syarat macam-macam. Misalnya di wilayah Rowobelang di Kabupaten Batang.

Di sana, warga bersedia pindah asal pindah bersama-sama. Usai pindah, mereka menginginkan lahan milik provinsi untuk dibeli. Ganjar sendiri akan mempertimbangkan itu.

“Warga mau beli aset provinsi, kalau aturan luas izin dewan, kalau luasan dikit (kewenangan) di kami,” ucapnya lagi.

Konstruksi Tol Semarang-Batang diproyeksikan selesai tahun 2018. Ada lima paket pembangunan, terdiri dari seksi I Batang-Batang Timur sepanjang 3,5 kilometer, seksi II Batang Timur-Weleri dengan panjang 33,84 kilometer, dan seksi III Weleri-Kendal 14,65 kilometer.

Kemudian seksi IV dari Kendal-Kaliwungu sepanjang 12,10 kilometer, dan seksi V Kaliwungu-Krapyak sepanjang 10,05 kilometer.

Jadi secara total, tol yang dibangun bersama oleh PT Jasa Marga (persero) Tbk dan PT Waskita Toll Road ini dirancang sepanjang 74,14 kilometer.

Sementara untuk jalur Tol Bawen-Solo, Gubernur mendorong agar segera dituntaskan semua pengadaan tanahnya.



Semarang-Demak

Sementara jalur tol baru Semarang-Demak mempunyai catatan progres yang bagus. Meski jalan tol itu bukan prioritas utama, namun tetap diupayakan pembebasan lahannya dikejar.

“Tol Semarang-Demak ini paralel. Tim bagus, tim pembebasan bagus, dari BPN punya cara untuk percepatan lahan,” ucap dia.

Jalan tol Semarang-Demak direncanakan membutuhkan lahan seluas 1.887.000 meter persegi. Lahan dibagi menjadi dua seksi, yatu seksi I Kota Semarang dan Seksi II Kabupaten Demak. Seksi I Kota Semarang meliputi Kecamatan Genuk, terdiri dari Kelurahan Terboyo Wetan, Terboyo Kulon dan Trimulyo.

Sementara Seksi II di Kabupaten Demak meliputi empat kecamatan, yaitu Kecamatan Sayung yang mencakup Desa Sriwulan, Bedono, Purwosari, Sidogemah, Sayung, Loireng, dan Tambakroto.

Kemudian Kecamatan Karangtengah meliputi Desa Batu, Wonokerto, Kedunguter, Dukun, Karangsari, Pulosari, dan Grogol.

Terakhir Kecamatan Wonosalam meliputi Desa Karangrejo, Wonosalam, Kendaldoyong; dan Kecamatan Demak di Kelurahan Kadilangu.

sumber :

Kamis, 16 Juni 2016

Lelang Tol Semarang-Batang Usai Lebaran


Foto: Istimewa
SEMARANG, suaramerdeka.com - Pembangunan jalan tol Semarang-Batang sepanjang 75,35 Km akan dikebut. Usai lebaran, akan dibuka pendaftaran peserta lelang. Dari semua ruas tol yang melintas di Jawa Tengah, Semarang-Batang menjadi salah satu yang paling lambat pembangunanya.

Hal itu disebabkan pemenang lelang yang lalu tidak bisa memenuhi kewajibanya. Investor dinilai lambat dan terkendala maslaah finansial dan akhirnya diambil alih oleh PT Jasa Marga.

Staf Utama Direktorat Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng, Ari Nugroho mengatakan pembangunan akan dikebut lantaran lalu lintas di jalur pantura sudah terlalu padat. “Saat ini dilakukan penempatan dirut dan pimpro. Usai lebaran baru lelang,” kata Ari, Rabu (15/6).

Lantaran baru akan lelang, pembangunan ruas tol yang terbagi menjadi lima seksi ini masih nol persen.

Menurut Sekda Jateng Sri Puryono, ada sejumlah persoalan krusial yang menyebabkan pembangunan fisik tol Semarang-Batang tertinggal jauh dari ruas tol lainnya. Pertama, adanya pergantian investor pada akhir 2015.

Alasan kedua, di ruas itu ada lahan milik Perum Perhutani. Untuk proses pembebasannya, Kementerian PUPR dan Kementerian BUMN mengajukan izin ke Kementerian Kehutanan.

“Pemprov ditugasi khusus untuk ikut menyelesaian soal tol Semarang-Batang ini. Agar sesuai target selesai 2018,” kata Puryono.

Sesuai data dari Bina Marga Jateng per 4 Mei, dari 2.555 bidang tanah masih dalam tahap proses pembebasan. Dari jumlah itu 954 bidang tahap apraisal dan 1.597 tahap validasi terkait keberatan masyarakat. Penyelesaian ditarget Juli 2016.

Untuk tol Solo-Mantingan, kebutuhan lahan 4,49 juta meter persegi. Sebanyak 2.110 bidang yang berada di kabupaten Boyolali sudah dibebaskan. Sebanyak 54 bidang di Solo seluas 18.515 meter persegi dan telah selesai seratus persen.

Sebanyak 2.579 bidang tanah di Sragen yang dibutuhkan telah dibebaskan 2.284 bidang. Dari 1.404 bidang di Karanganyar telah dibebaskan 1.340 bidang.

‘’Presiden sudah memerintahkan Solo-Sragen bisa dioperasikan tahun ini. Maka pembangunan juga harus cepat.’’ kata Ari.

sumber :

Rabu, 13 April 2016

Tol Batang-Semarang Punya Investor Baru, Pembangunan Dikebut


Ilustrasi Foto: Tya Eka Yulianti
Jakarta -Pemerintah lewat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah menunjuk investor baru hasil lelang investasi untuk pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang 75 kilo meter (km). Pemenangnya adalah konsorsium dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

"Sudah ada pengumuman dari pemerintah bahwa yang kerjakan kita (Jasa Marga) dengan Waskita. Kita sedang bentuk anak usaha patungan, akhir April selesai, Mei masuk ke lapangan," ujar Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman, ditemui di sela acara HUT Kementerian BUMN ke 18 di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (13/4/2016).

Kegiatan konstruksi sendiri kata dia, akan dimulai dengan pembebasan lahan yang saat ini tercatat baru sekitar 20% dari total kebutuhan lahan. Kebutuhan biaya pembebasan lahan total mencapai Rp 554 miliar.

"Jadi pertama lahan dulu kita kejar. Ini masih sisa 8 bulan lagi sampai Desember. Ini kita kejar betul supaya awal tahun 2017 sudah masuk konstruksi. Kalau lahan sudah, konstruksi cepat. Paling 1,5 tahun selesai," tuturnya.

Pembangunnannya sendiri kata Adit, akan diserahkan kepaka rekanannya yakni PT Waskita Karya. 

"Dalam kontrak kan memang kontraktor sudah harus ditetapkan sejak awal. Kebetulan partner kita Waskita Karya itu kontraktor juga. Jadi nanti dia yang kerjakan," ungkap Adit.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Waskita Karya M Choliq mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan persiapan kegiatan konstruksi.

Terkait pembebasan lahan, pihaknya berencana menalangi dulu biaya pembebasan lahan dari dana internal perusahaan. 

"Dari keputusan Rapat Kabinet kan dana pembebasan lahan yang habis akan ditambah pakai BLU di Kementerian Keuangan, tapi prosesnya lama bisa bulan Mei. Sementara kita tanah harus cepat. Jadi tanah akan kita talangi dulu, nanti baru BLU cari, dana kita yang keluar diganti pakai BLU itu," kata Choliq.

Pemerintah memang mencari investor baru untuk membangun Jalan Tol Batang-Semarang yang telah lama mangkrak. Investor yang sebelumnya memegang saham PT Marga Setia Puritama sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) alias pengelola jalan tol ini tak kunjung melaksanakan proses pembangunan dan tak melakukan kewajibannya membayar perpajangan jaminan pelaksanaan kerj selaku pemegang konsesi proyek tersebut.

Seperti diketahui, untuk membangun Jalan tol Batang-Semarang, diperlukan dana investasi sebesar Rp 7,23 triliun. Sementara biaya pembebasan tanah sebesar Rp 554 triliun dan Rp 4,21 triliun untuk keperluan konstruksi.

Saat ini Pemerintah tengah melanjutkan proses pembebasan tanah yang saat ini perkembangannya sudah mencapai 20,17%.
(dna/ang)

sumber :

Sabtu, 23 Januari 2016

Tol Astra Menanti Asa

ilustrasi
Kebiasaan pengerjaan proyek, terutama proyek infrastruktur, di awal tahun bisa menjadi pola baru. Sebelumnya, proyek selalu dikerjakan di pertengahan dan menjelang akhir tahun. Presiden Joko Widodo mengaku ingin terus mendorong di mana lelang dan pengerjaan proyek dapat dilakukan sejak dini.

Presiden juga menekankan ingin pekerjaan proyek dapat dimulai sejak awal tahun, lantaran demi mendorong stimulasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Terlebih lagi menurut Presiden, saat ini dunia usaha dan investor telah menaruh kepercayaan besar terhadap Indonesia.

Oleh karena itu, perlu sinkronisasi dan harmonisasi pekerjaan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah ditambah dukungan swasta. Salah satu tender proyek infrastruktur yang tengah digenjot adalah dua pembangunan jalan tol di Provinsi Banten, Tol Serpong - Balaraja dan Kunciran - Serpong.

Tender Tol Serpong - Balaraja di Kabupaten Tangerang ini akan dilaksanakan selambat-lambatnya pada awal Februari 2016 mendatang. Konsorsium Tol Serpong - Balaraja yang terdiri dari PT Astratel Nusantara, PT Bumi Serpong Damai Tbk dan Kelompok Kompas Gramedia ini merupakan penggagas terselenggaranya tol sepanjang 30 kilometer tersebut.

Direktur PT Astratel Nusantara, Wiwiek Dianawati Santoso menuturkan, saat ini pembebasan Seksi I Tol Serpong - Balaraja sepanjang 10 kilometer telah rampung 80%. "Hampir seluruh tanah sudah bebas di seksi ini. Dengan begitu, tendernya akan digelar awal bulan Februari mendatang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wiwiek mengatakan, tol tersebut akan menghubungkan Kawasan Terpadu BSD di Serpong hingga Kawasan Jayanti. Menurut dia, tol ini juga akan terkoneksi dengan Tol Tangerang - Merak yang dikelola oleh PT Marga Mandala Sakti (MMS).

Perihal kisaran investasi, menurut Direktur Utama MMS ini mengaku sudah memiliki gambarannya. Namun, dirinya masih enggan menyebutkannya. "Masih belum pasti nilai investasi pastinya. Kami menunggu selesai tender dahulu setelah itu baru bisa diumumkan nilainya setelah mendapat persetujuan dari regulator, yaitu Badan Pengelola Jalan Tol Kemenpupera," kata Wiwiek.

Untuk diketahui, jika resmi beroperasi Tol Serpong - Balaraja akan melintasi delapan kecamatan di Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, yakni Serpong, Cisauk, Pagedangan, Legok, Curug, Panongan, Tigaraksa dan Balaraja. Astratel sendiri memiliki saham sebesar 25% di tol tersebut.

Beragam masalah lahan

Selain Tol Serpong - Balaraja, Astratel juga menangani Tol Kunciran - Serpong. Namun menurut Wiwiek, pembangunannya tidak semulus yang diperkirakan lantaran masih pembebasan lahan. Dia mengungkapkan, tol dengan panjang hanya 11,2 kilometer tersebut pembebasan lahannya baru mencapai 65%.

Tol Kunciran - Serpong yang terhubung dengan TolJakarta - Tangerang serta tol di Sediyatmo di Bandara Soekarno-Hatta merupakan tol yang tingkat persoalan pembebasan tanahnya paling banyak. Karenanya, PT Marga Trans Nusantara (MTN), sebagai anak perusahaan Astratel, belum bisa menargetkan waktu penyelesaian proyek tersebut.

"Tergantung pemerintah kalau yang satu ini. Kapan mereka bisa menyelesaikan pembebasan tanahnya, kita serahkan ke pemerintah. Kami berharap pada tahun ini mencapai 100%. Jadi keduanya (Tol Serpong - Balaraja dan Kunciran - Serpong) bisa beroperasi secepatnya," papar dia. Meski begitu, Wiwiek tetap optimis karena ada aturan baru tentang pembebasan lahan, yaitu UU No.2 Tahun 2012.

Wiwiek juga menjelaskan, beberapa permasalahan yang hingga kini tak kunjung teratasi adalah harga jual tanah, surat-surat tanah dan sengketa antar-ahli waris. "Ada juga yang dokumennya dipinjamkan (digadaikan) ke bank. Tetapi lebih banyak yang selisih dengan antar-ahli waris," terangnya.

Jalan Tol Kunciran-Serpongmerupakan bagian dari Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II. Terdiri dari delapan ruas tol dengan total panjang mencapai 145,3 kilometer. Tujuh ruas tol lainnya yang termasuk jaringan Tol JORR II adalah Cengkareng-Kunciran 14,2 kilometer,Serpong-Cinere 10,1 kilometer, Cinere-Jagorawi 14,6 kilometer, Depok-Antasari 22,8 kilometer, Cimanggis-Cibitung 25,4 kilometer, Cibitung-Cilincing 33,9 kilometer, dan Cilincing-Tanjung Priok 12,1 kilometer.

Adapun MTN merupakan perusahaan kerja sama antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan Astratel Nusantara, dengan kepemilikan saham masing-masing 60% dan 40%. PT Astratel Nusantara saat ini memiliki enam perusahaan di mana empat diantaranya bergerak di bidang jalan tol seperti PT Marga Mandala Sakti (MMS) Ruas Tol Tangerang - Merak, PT Marga Trans Nusantara (MTN) Ruas Tol Kunciran - Serpong, PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) Ruas Tol Mojokerto - Jombang, dan Trans Marga Jateng Ruas Tol Semarang - Solo. [ardi]

sumber :

Senin, 07 Oktober 2013

Tim Pembebasan Lahan Tol Batang Ukur Tanah PTPN

ilustrasi
Bisnis-Jateng.com, BATANG – Tim pembebasan tanah tol Batang-Semarang melakukan pengukuran tanah seluas 95 hektare milik Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara yang berada di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Nasikhin di Batang, Minggu, mengatakan bahwa pengukuran tanah milik PTPN seluas 95 hektare itu telah dilakukan oleh petugas Kantor Pertanahan Kabupaten Batang dan panitia pembebasan lahan (P2T).

“Pengukuran lahan milik PTPN memang didahulukan karena lahannya luas. Selain itu proses ganti untungnya juga tidak terlalu panjang karena bukan milik masyarakat melainkan BUMN,” katanya, Minggu (6/10/2013)

Ia mengatakan bahwa penentuan harga tanah milik PTPN juga tetap memakai perhitungan tim appraisal (penaksir harga).

Setelah pengukuran tanah selesai, kata dia, rencananya langsung dilanjutkan dengan penghitungan tanaman pada lahan yang luasnya mencapai hampir 100 hektare tersebut.

Menurut dia, proses pengukuran tanah dan penghitungan tanaman pada lahan PTPN direncanakan berlangsung sekitar satu bulan.

“Tahapan pengukurun akan dilakukan dahulu pada lahan PTPN kemudian dilanjutkan tanah milik warga,” katanya.

Ia mengatakan bahwa pemkab telah menyosialisasikan pada empat desa, yaitu Kandeman, Juragan, Ujungnegoro, dan Karanggeneng kemudian akan dilanjutkan pada wilayah desa lain yang terkena dampak pembangunan jalan Batang-Semarang.

“Rencananya ada pengukuran ulang tanah milik warga dan pemasangan patok tanah tol dan penghitungan kembali harga ganti untung tanah milik warga sesuai dengan perkembangan yang ada sekarang,” katanya. (Antara/dot) 
 
sumber :

Kamis, 03 Oktober 2013

Realisasi Tol Trans Jawa Terkendala Pembebasan Lahan


ilustrasi
Jakarta, EnergiToday -- Progres lahan di tujuh ruas tol trans Jawa hingga kuartal III-2013 sebesar 78,1%. Capaian tersebut tidak memasukkan ruas tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang karena proses pembebasan lahan masih sedikit dan sulit diselesaikan hingga akhir 2014.

Kasubdit Pengadaan Tanah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Herry Marzuki mengatakan, realisasi pembebasan lahan di ruas tol Pemalang- Batang sepanjang 39 kilometer (km) baru sebesar 1,86%, sedangkan Batang-Semarang sepanjang 75 km sekitar 3,3%.

"Capaian ini masih amat kecil. Kalau dilakukan percepatan, juga akan sulit," kata Herry, seperti dilansir Harian Investor Daily, Selasa (1/10).

Apabila capaian dua ruas tol ini dimasukkan, realisasi pembebasan lahan tol trans hanya baru 58,9%. Adapun total lahan yang mesti dibebaskan untuk pembangunan sembilan rruas tol tersebut mencapai 5. 150, 53 hektare (ha).

Herry juga mengatakan, progres pembebasan lahan tol Semarang-Solo untuk seksi Bawen-Solo sudah ada pembayaran, meski masih kecil.

Kendala terberat dalam proses pembebasan lahan di tol trans Jawa adalah mengganti tanah kas desa, aset desa, serta tanah wakaf. Penyelesaian tanah ini harus mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri dan Gubernur. (Nani/ID).

sumber :