javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Tampilkan postingan dengan label Tol Cikampek Palimanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tol Cikampek Palimanan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Juni 2017

Mudik Dari Jakarta-Semarang Bisa Lewat Tol, Berapa Biayanya?



Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Musim mudik Lebaran segera tiba. Mayoritas masyarakat Indonesia yang diisi oleh penduduk beragama muslim akan banyak dijumpai pada beberapa jalur mudik, baik darat, udara maupun laut. Salah satu jalur yang banyak dilalui, khususnya di pulau Jawa adalah jalur darat. 

Beberapa jalan tol saat mudik Lebaran tahun ini bakal bisa dilalui secara fungsional alias gratis. Pemudik bisa menerus menggunakan jalan tol baik jalan tol yang sudah beroperasi penuh maupun yang sekadar fungsional hingga menuju Semarang.

Dihitung dari Jakarta dengan pemberangkatan dari Jakarta Pusat, setidaknya terdapat 7 ruas tol yang harus dilewati untuk sampai ke Semarang. Yakni Tol Jakarta - Cikampek, Tol Cikopo - Palimanan (Cipali), Tol Palimanan - Kanci, Tol Kanci - Pejagan, Tol Pejagan - Pemalang, Tol Pemalang-Batang dan Tol Batang-Semarang.

Dengan telah diberlakukannya sistem tol integrasi sejak tahun lalu, maka sistem pembayaran dibagi menjadi dua cluster. Cluster pertama merupakan gabungan dari tol Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan dan Purbaleunyi ke arah Bandung. Jadi, nanti masuk pintu tol Cikarang Utama, ambil tiket. Kemudian, baru bayar di pintu tol Palimanan. 

Di Cikarang Utama-Palimanan, pemudik akan dikenakan tarif Rp 109.500. Dengan rincian Cikarang Utama-Cikopo Rp 13.500 dan Cikopo-Palimanan Rp 96.000.

Kemudian, untuk sampai ke ruas Pejagan-Pemalang, pemudik masih bisa melalui tol operasional hingga ke Brebes Timur. Penggabungan sistem pembayaran dimulai dari Jalan Tol Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan dan Tol Pejagan-Pemalang (hingga Brebes Timur). Jadi, saat pemudik tiba di pintu tol Palimanan, selain membayar juga diberikan tiket untuk keluar di pintu tol Brebes Timur.

Di tol Brebes Timur, pemudik yang berasal dari Palimanan akan dikenakan tarif Rp 55.500 dengan rincian Palimanan-Kanci Rp 11.500, Kanci-Pejagan Rp 24.000, Pejagan-Brebes Timur Rp 20.000. 

Berbeda dengan mudik Lebaran tahun lalu, kini pemudik bisa terus menggunakan ruas tol Pejagan-Pemalang secara penuh, meski secara operasional, tol baru bisa dilewati sampai Brebes Timur. Namun mulai dari Brebes Timur melewati Tegal hingga Pemalang, kini pemudik telah bisa melewatinya secara fungsional alias gratis.

Bahkan pemudik bisa terus melanjutkan hingga ke ruas Pemalang-Batang yang juga bakal dilalui secara fungsional atau darurat. Dibukanya ruas ini akan mengurai kepadatan di jalur pantai utara (Pantura).

Sedangkan perjalanan dari Batang hingga Semarang, pemudik bisa menggunakan tol fungsional sampai ke Weleri, Kabupaten Kendal (seksi tiga proyek tol Batang-Semarang), yakni 52 km sebelum Semarang.

Dengan perhitungan itu, pemudik yang lewat jalan tol setidaknya membutuhkan biaya Rp 165.000 untuk membayar tol yang sudah operasional penuh yakni dari Cikarang Utama-Brebes Timur. Jumlah tersebut bisa lebih ringan karena operator tol dan pihak perbankan menawarkan diskon tarif 20% bisa menggunakan pembayaran non tunai alias kartu uang elektronik.

Tambahan 319,82 km tol baru di Trans Jawa

Tol Trans Jawa sendiri bakal mendapatkan tambahan jalan tol yang bisa dilalui secara fungsional sepanjang 319,82 km. Seluruh jalur tol ini bisa dilewati secara fungsional alias gratis. 

Untuk mengantisipasi macet di Brebes Exit (Brexit), pemerintah juga telah membangun empat buah flyover di Pantura, Jawa Tengah. Pembangunan keempat flyover tersebut kini telah mencapai progres secara keseluruhan sebesar 80%, sehingga dipastikan bakal rampung setidaknya 10 hari sebelum Lebaran sehingga kemacetan yang timbul akibat adanya penumpukan kendaraan pada persimpangan sebidang Kereta Api dijamin tak lagi ada.

Sementara bagi pemudik yang terus ingin melanjutkan perjalanan dari Semarang hingga Surabaya, jalan tol ruas Semarang-Solo bisa dilalui hingga Salatiga. 

Jalan tol alternatif dari Semarang ke Surabaya sendiri disiapkan sejauh 165 km bagi pemudik yang dikombinasikan dengan jalan nasional. Pada lokasi jalan tol, yang belum siap menggunakan jalan nasional yaitu di ruas Salatiga-Kartasuro, Widodaren-Klitik (Ngawi), Gunungan (Magetan)–Sawahan (Nganjuk), Kedungjati (Grobogan)–Purworejo, Wilangan (Nganjuk)–Kertosono.

Di ruas Solo-Ngawi, ruas fungsional dimulai dari JC Kertosuro–SS Karanganyar (segmen Solo-Karanganyar) 20,9 km, dilanjutkan seksi 1 (Solo-Mantingan) segmen Karanganyar-Sragen 13,8 km, seksi 1 (Solo –Mantingan) segmen Sragen-Mantingan 21,35 km, dan seksi 2 (Mantingan-Ngawi) 20 km.

Masuk ke perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, tol Ngawi-Kertosono seksi 1 (Ngawi Interchange (IC) –Madiun IC) segmen Klitik–Gulungan sepanjang 11 km juga bisa dilewati secara fungsional. Lalu seksi II (Madiun IC-Caruban IC) segmen Sawahan-Kedungjati 6 km, dan seksi III (Caruban IC –Nganjuk IC) segmen Purworejo-Wilangan 18 km.

Kemudian tol Kertosono-Mojokerto seksi 2 (Jombang-Mojokerto Barat) sepanjang 19,7 km, dan tol Mojokerto-Surabaya seksi 1B Sepanjang-WRR 4,3 km, seksi 2 WRR-Driyorejo 5,07 km, dan seksi 3 Driyorejo-Kriyan 6,1 km.

"Setelah Ngawi nanti bisa masuk lagi ke dalam tol, keluar di Madiun. Dari Madiun bisa masuk lagi ke Kertosono sampai ke Surabaya," kata Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto beberapa waktu lalu.

Adapun jalur-jalur tol yang dilalui secara fungsional bakal dapat dilintasi kendaraan 2 lajur dengan 1 arah untuk arus mudik maupun arus balik, dengan kecepatan 40-50 km/jam di atas jalan perkerasan timbunan dan lean concrete (beton tebal 10 cm).

Pemerintah juga menyiapkan lahan kosong untuk istirahat (rest area sementara) di beberapa lokasi sesuai kebutuhan yang bisa digunakan untuk istirahat shalat maupun buang air kecil.

Arie mengaku jalan-jalan nasional dan tol yang dikombinasikan untuk mudik Lebaran tahun ini diyakini tak bakal mengulangi peristiwa macet horor yang terjadi pada tahun lalu. Secara khusus ia hanya menyampaikan perhatian pada jalan nasional di Semarang yang kemungkinan bakal dilalui banjir rob pada saat mudik tiba.

"Kemungkinan yang ada problem adalah di Semarang. Antara Semarang dan Demak yang kemungkinan ada banjir rob. Kami sudah siapkan pompa-pompa di sana, mudah-mudahan nanti macetnya tidak terlalu parah," pungkasnya. (dna/dna)

Sumber :
detik.com


Rabu, 31 Mei 2017

Persiapan Mudik, Menteri PUPR Blakblakan soal Kondisi Brexit, Tol Weleri, hingga Pantura


Ilustrasi jalan tol. (Foto: Okezone)


JAKARTA - Pemerintah memastikan jalan tol fungsional yang dapat digunakan pemudik tahun ini dari Brebes Exit (Brexit) hingga Desa Gringsing, Weleri, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, sepanjang 110 kilometer.

"Saya pastikan tol fungsional dengan 'lean concrete' (LC/beton lapis) setelah Brebes Timur sampai Weleri, Kabupaten Batang. Itu panjangnya 110 km dengan enam pintu keluar, dua ke jalan nasional pantura (pantai utara) dan empat ke jalur selatan," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada pers usai penandatanganan kerjasama dengan Bank Indonesia tentang Gerakan Nontunai di Jalan Tol di Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Menurut Basuki, dengan kondisi seperti itu, rekayasa lalu lintas akan sangat mudah dan fleksibel jika menghadapi situasi kepadatan di jalur mudik tahun ini, terlebih dari Pejagan ke arah Purwokerto ada tambahan empat jalan layang baru di lintas sebidang kereta api.

"Itu sangat signifikan karena di lintas sebidang itu dalam sehari ada 90 kali berhenti karena kereta api lewat dan jika saat mudik bisa bertambah jadi 97 kali. Kalau tiap kali berhenti lima menit berarti per hari delapan jam harus berhenti. Itu macetnya ke mana-mana. H-10 besok, empat jalan layang itu beroperasi," katanya.

Basuki juga menambahkan kondisi jalan nasional di lintas Pejagan ke Purwokerto juga sudah bagus. "Jalan Pantura juga mantap, siap dilalui pemudik. Hanya saja untuk jalur selatan ada sedikit perbaikan di dua tempat di Wangon dan dekat Cilacap. Cilacap-Yogyakarta juga mantap," jelas dia.

Sedangkan untuk tol fungsional ruas Solo-Ngawi-Kertosono-Surabaya, Basuki menyebutkan, sekira 15 kilometer dari Solo ke arah Ngawi, keluar di Widodaren secara fungsional juga bisa dipakai untuk Lebaran tahun ini. "Kemudian, untuk ruas Semarang-Solo, tol yang sudah bisa operasi dan siap untuk pemudik adalah sampai Salatiga saja melengkapi dari Semarang-Ungaran, Ungaran-Bawen, dan Bawen-Salatiga," katanya.

Basuki mengisyaratkan bahwa pemerintah akan mendorong badan usaha jalan tol (BUJT) untuk memberikan diskon tarif bagi pengguna nontunai atau elektronik tol (e-toll) sebesar 10%-20%. "Nantinya mereka akan umumkan sendiri, sebab jika pemerintah yang instruksikan, saham mereka terkoreksi," kata Basuki.

Basuki mengakui, diskon tarif bagi pengguna e-toll ini hanya berlaku saat liburan mudik dan balik sehingga tidak menyebar di awal angkutan Lebaran karena pada tahun ini libur cuti bersama mulai Jumat 23 Juni 2017 atau pada H-3 atau H-4 Lebaran.

sumber :

Sabtu, 27 Juni 2015

Ini Tarif Resmi Tol Cipali

Foto: Detik

PT Lintas Marga Sedaya, operator tol Cipali telah resmi menerapkan tarif pada semua golongan kendaraan. 

JAKARTA - PT Lintas Marga Sedaya, operator tol Cikopo-Palimanan (Cipali), telah resmi menerapkan tarif pada semua golongan kendaraan. Penerapan tarif mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 323/KPTS/M/2015, besaran tarif adalah sesuai jarak yang ditempuh dan golongan kendaraan.

Untuk jarak terjauh tarif Tol Cipali (dari Cikopo sampai Palimanan) kendaraan Golongan I membayar Rp96.000, Golongan II Rp144.000, Golongan III Rp192.000, Golongan IV Rp240.000, dan Golongan V diterapkan tarif Rp288.500. 

"Pantauan di lapangan setelah pemberlakuan tarif, sejak Jumat dini hari (26/6) ruas tol Cipali mulai diramaikan oleh bus-bus antar kota dan truk-truk besar, selain kendaraan kecil Golongan I yang memang telah melintas sejak dioperasikannya tol Cipali pada 14 Juni 2015,” ujar Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya, Hudaya Arryanto dalam siaran persnya, Jumat (26/6/2015) malam.

Pemberlakuan tarif dilakukan setelah masa sosialisasi selama dua pekan berakhir. Ruas tol Cikopo-Palimanan diresmikan Presiden Indonesia Joko Widodo, pada 13 Juni 2015. Pasca peresmian, PT Lintas Marga Sedaya sebagai operator dan pemegang konsesi ruas tol tersebut melakukan sosialisasi dengan tanpa memungut biaya bagi kendaraan yang melintasi ruas tol tersebut.

Saat ini, PT LMS telah melengkapi sarana dan fasilitas pendukung tol Cipali. Fasilitas pendukung tersebut di antaranya full rambu, marka, petunjuk serta guardrail yang diperlukan.

"Selain itu untuk mendukung fungsi lampu penerangan jalan yang sudah terpasang di lokasi simpang susun, di sepanjang ruas Cipali juga sudah dipasang patok pengarah (guide post) yang reflektor-nya akan bersinar jika terkena lampu kendaraan, sehingga menambah keamanan berkendara di malam hari,” kata Hudaya.

Hudaya menambahkan, tol Cipali juga dilengkapi fasilitas rest area pada 6 (enam) titik. “Saat ini sudah ada enam Rest Area yang beroperasi, yaitu di KM 86A, KM 86B, KM 101, KM 102, KM 164 dan KM 166, yang menyediakan fungsi dasar seperti toilet, mushola, tempat parkir hingga beberapa gerai makanan. Bahkan SPBU pun telah dioperasikan di KM 102. Minggu depan dua Rest Area lagi akan dibuka, sehingga lengkap menjadi 8 (delapan),” tuturnya.

Hudaya juga, mengingatkan, kondisi jalan tol Cipali yang mulus dan cenderung lurus, serta perambuan dan fasilitas yang makin lengkap tetap perlu diimbangi dengan perilaku mengemudi yang disiplin dan aman.

“Bagi para pengguna jalan tol Cipali, mohon siapkan kondisi fisik dan kendaraan Anda sebelum berkendara. Jika lelah atau mengantuk, manfaatkanlah Rest Area yang telah tersedia untuk sekedar beristirahat. Jaga jarak aman dan jangan ngebut melebihi batas maksimum kecepatan 100 km/jam seperti tertulis di rambu,” ujar Hudaya.

Jalan tol Cipali sepanjang 116,75 kilometer merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia dan merupakan bagian dari sistem jalan tol Trans Jawa. Jalan Tol Cikopo-Palimanan melintasi 5 kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka dan Cirebon.

PT Lintas Marga Sedaya sebagai pemegang konsesi Jalan Tol Cikopo-Palimanan selama 35 tahun, merupakan badan usaha jalan tol yang sahamnya dimiliki oleh PT Baskhara Utama Sedaya (45%), suatu perusahaan investasi nasional, dan PLUS Expressways International Berhad (55%) yang merupakan perusahaan jalan tol terkemuka di Malaysia.

sumber :

Rabu, 24 Juni 2015

Kecepatan di Tol Cikopo-Palimanan Maksimum 100 Km/Jam



JAKARTA - Belum satu bulan peresmian Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), namun tol tersebut sudah menelan korban jiwa. Semenjak dioperasikan hingga saat ini, tol tersebut sudah terjadi 30 kecelakaan.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dam Perumahan Rakyat, Hediyanto W Husaeni mengatakan bahwa kementerian akan berupaya untuk mengantisipasi kecelakaan yang sering terjadi.

‪"Untuk antisipasi, kita akan kasih pengumuman tambahan supaya jangan ngebut sampai di atas 100 km. Tapi, kalau di Indonesia enggak ada peraturan kecepatan di atas 100 di tangkap, kan kalau di luar negeri ditangkap. Jadi mungkin ini perlu ditegaskan,"tuturnya di Ruang Rapat Komisi V DPR RI Jakarta, Rabu (24/6/2016).

‪Dia mengatakan, bahwa yang menjadi penyebab seringnya terjadi kecelakaan adalah akibat pengendara yang sering mengantuk dan memacu kendaraan di atas rata-rata.

‪"Semua polisi yang menemukan kecelakaan itu karena mengantuk. Kalau untuk Rest areanya sudah ada, cuma belum lengkap rumah makan dan SPBU-nya belum ada, tapi rest areanya kan sudah ada, mestinya istirahat dulu kalau ngantuk,"tuturnya.

‪Berdasarkan data kecelakaan tersebut dia memandang perlu adanya pembatasan kecepatan.

"Harusnya ada pembatasan kecepatan, ada tiga mobil yang ban nya meletus, Jadi kalo bisa jalannya 60-100 km saja," katanya

‪Untuk itu, Hedianto menghimbau agar pemudik pada lebaran tahun ini lebih hati-hati dan mementingkan keselamatan dibanding kecepatan.

‪"Jika kendaraan memacu kecepatan tinggi tentu akan rentan mengalami kecelakaan, kan biasanya kalau cepat ban juga lebih panas jadi kondisi kendaraan juga harus prima," tuturnya.

sumber :

Selasa, 23 Juni 2015

Begini Kondisi Fasilitas Rest Area di Tol Cikampek - Palimanan


Pembangunan rest area km121-122 di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 2015. Sejak diresmikan, tol yang menjadi jalur alternatif mudik ini masih memiliki sejumlah kekurangan. 


Restoran cepat saji KFC di rest area di Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 2015. Tol ini baru memiliki satu tempat peristirahatan di Kilometer 102, tujuh area lainnya masih dibangun. 


Pekerja mengerjakan pembangunan rest area km 121-122 di Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa barat, 18 Juni 2015. Satu-satunya rest area yang dilengkapi fasilitas musala, pujasera, toilet, dan SPBU, hanya ada di jalur menuju Palimanan.


Mobil melintas di Rest Area Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, 18 Juni 2015. Pengguna jalan sebaiknya mengisi bahan bakar sebelum memasuki tol, karena baru ada satu SPBU yang beroperasi dari yang seharusnya empat buah di kedua ruas jalan. 



Sebuah rest area yang sedang dibangun di Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 2015. 


Sejumlah pengendara mobil beristirahat di depan Gerbang Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 2015. 


Foto : TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.
Editor : Pojok Soklin

Sumber :
tempo

Ini dia Penampakan Tol Cikopo - Palimanan

Jalan tol sepanjang 116,75 kilometer ini merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia dan merupakan bagian dari sistem jalan tol Trans Jawa. Jalan Tol Cikopo-Palimanan melintasi 5 kabupaten di Jawa Barat yaitu Kabupaten Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka, dan Cirebon.‎



Jalan tol sepanjang 116,75 kilometer ini merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia dan merupakan bagian dari sistem jalan tol Trans Jawa.


Jalan Tol Cikopo-Palimanan dibiayai dengan Skema Private Public Partnership (PPP) alias Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jaringan jalan serta mendorongpengembangan kawasan pendukung di wilayah Jawa Barat.‎


Masa konsesi pengusahaan Jalan Tol Cikopo – Palimanan yang menelan investasi Rp 13 triliun lebih ini yaitu 35 tahun terhitung sejak Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Tanggal 21 Juli 2006.



Ambulance dan Mobil Derek disediakan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan mogok







Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, untuk melintasi jalan tol ini masyarakat perlu merogoh kocek Rp 96.000 (golongan I).






Editor : Pojok Soklin

sumber :
detik

Senin, 22 Juni 2015

Tol Cipali Beroperasi, Arus Mudik Diprediksi Datang Lebih Awal


Ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Purwakarta, Jawa Barat, 
Rabu (17/6/2015). Tol Cipali yang merupakan ruas jalan tol terpanjang
di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut mulai beroperasi,
diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Pantai Utara
(Pantura) Jawa hingga 60 persen.

SEMARANG, KOMPAS.com - Arus mudik Lebaran 2015 diprediksi akan datang lebih awal dibandingkan dengan musim mudik Lebaran tahun lalu. Predisksi itu muncul pasca dioperasikannya jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sepanjang 116,75 kilometer baru-baru ini. 

KBO Sat Lantas Polres Semarang, Iptu Mujiyono mengatakan, jajarannya telah menyikapi hal itu dengan menyiapkan sejumlah skenario guna memperlancar arus lalu lintas. Diantaranya titik konsentrsai dari jalur reguler ke exit tol Semarang-Bawen.

"Konsentrasi petugas nanti lebih difokuskan setelah exit tol Bawen menuju ke perbatasan Surakarta. Akan tetapi Polres Semarang tetap membangun pos pelayanan dan pengamanan di sejumlah titik jalan utama," kata Mujiono, Senin (22/6/2015). 

Sepanjang jalan utama Semarang Solo maupun Semarang-Yogyakarta yang melintasi wilayah hukum Polres Semarang, imbuh Mujiono, sudah siap dilalui oleh pemudik. 

Namun demikian, masih ada satu lokasi pekerjaan jalan yang bersinggungan langsung dengan ruas jalan utama, yakni pembangunan selokan dan gorong-gorong di Lopait Tuntang. Agar tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas, pihaknya telah meminta kontraktor mempercepat pekerjaan. 

"Minimal H-10 lebaran sudah selesai. Tidak ada lagi material bangunan di bahu jalan, karena bisa menjadi pemicu terjadinya kemacetan," ungkapnya.

sumber :

Senin, 13 April 2015

Menanti Tol Cikampek-Palimanan Pada Mudik Lebaran 2015


Ilustrasi jalan tol. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Jalan Pantura sebagai jalur utama perekonomian di Pulau Jawa memang mendapatkan perhatian luas khususnya dari masyarakat dan dunia usaha. Selain jalur utama perekonomian, jalur tersebut merupakan rute paling padat ketika musim mudik Lebaran tiba.

Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), melalui Ditjen Bina Marga menyatakan tengah membangun jalan tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116 Km. Konstruksi jalan tol tersebut diharapkan akan selesai pada 2015.

Tol Cikampek-Palimanan (Cikapali) dimulai pembangunannya pada pertengahan 2012 oleh PT Lintas Marga Sedaya. Pembangunannya dibagi dalam enam tahap, yakni Cikopo-Kalijati, Kalijati-Subang, Subang-Cikedung, Cikedung-Kertajati, Kertajati-Sumberjaya, dan Sumberjaya-Palimanan. Panjang totalnya mencapai 117,75 kilometer

Dengan dibangunnya tol tersebut, diharapkan bisa mengurangi permasalahan dan beban yang selama ini dipikul Jalan Pantura. Bahkan tol ini diperkirakan bisa mengalihkan sekira 60 sampai 70 persen kendaraan yang biasa melewati jalan Pantura.

Namun pembangunan tol ini tidak berjalan mulus. Februari 2014, eksekusi rumah warga di Cirebon, Jawa Barat, berujung ricuh. Eksekusi lahan untuk proyek Tol Cikampek-Palimanan (Cikapali) itu diwarnai pemblokiran jalan oleh warga dan kuasa hukum.

Sedikitnya ada 12 rumah warga yang dirobohkan. Para pemilik tetap bertahan karena harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan keinginan. Harga yang ditawarkan ke warga hanya Rp400 ribu per meter.

Kendati demikian, pembangunan tetap dilanjutkan. Pada Juli 2014, progress pembangunan tol sudah mencapai 44 persen. Berjalannya waktu, Menteri Pekerjaan Umum Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 Djoko Kirmanto memastikan bahwa tol bisa dilewati pada musim Lebaran tahun 2015.

"Yang punya jalan tol menjanjikan kepada kami, pada hari raya 2015 sudah bisa dilewati tapi belum diresmikan," kata Djoko 12 September 2014.

Kemudian proyek tersebut berlanjut pada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Kabinet Kerja Basuki Hadi Moeljono. Sejalan dengan target pemerintahan sebelumnya, proyek tol diyakini Basuki bisa rampung pada Juni 2015.

Bahkan Menteri Pupera Basuki Hadi Moeljono sempat melakukan peninjauan perdananya sebagai menteri pada tol Cikampek-Palimanan yang diharapkan dapat menjadi jalur pilihan saat Hari Raya Lebaran 2015. Pembangunan Tol Cikampek-Palimanan sendiri memiliki total panjang 116,75 kilometer (km). Di mana total investasi proyek ini sekira Rp12 triliun.

Tapi berapa biaya yang perlu dikeluarkan masyarakat untuk menikmati infrastruktur jalan teranyar ini? Demi terhindar dari kemacetan yang membelenggu jalan Pantura, setiap pemilik kendaraan harus merogoh kocek agak dalam.

Pasalnya tol ini disepakati dengan tarif Rp80.000 hingga Rp200.000. Penetapan tersebut juga sudah mendapat lampu hijau dari Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK). Wapres tidak mempermasalahkan tarif tol untuk golongan I pada ruas Cikapali tersebut. Di mana, tarif golongan I Rp87.562, golongan II Rp131.344, golongan III Rp175.124, golongan IV Rp218.905, dan golongan V Rp262.686.

Kini sudah memasuki bulan ke empat di tahun 2015. Kondisi tol dikatakan sudah mencapai tahap finishing. Sehingga mimpi pulang mudik tidak macet di Pantura akan menjadi kenyataan. Pemudik diharapkan bisa melewati tol yang disebut sebagai alternatif jalur Pantura pada saat mudik, menyambut Lebaran yang diperkirakan jatuh pada 17-18 Juli 2015.

Menarik untuk melihat seberapa besar pengaruh adanya Tol Cikampek-Palimanan pada musim mudik 2015. Bisakah tol ini mengurangi beban kemacetan Pantura?

sumber:

Jumat, 04 Juli 2014

Tol Cikampek-Palimanan Baru Terbangun 30% dari Total Panjang 116 Km



Jakarta -Proyek Tol Cikampek-Palimanan, Jawa Barat saat ini konstruksinya sudah mencapai 30% dari total panjang 116 Km. Akhir 2015, tol ini ditargetkan sudah bisa beroperasi.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (Djokir) mengatakan pihaknya terus mendorong percepatan pembangunan. Seluruh pembabasan tanah sudah rampung diselesaikan. Jika tak ada aral melintang, bagian dari jaringan tol Trans Jawa ini akan bisa beroperasi di akhir 2015.

"Kalau badan usahanya ngebut, pemborongnya bagus, itu saya kira akhir 2015 sudah bisa difungsikan, paling tidak sebagian. Akhir tahun lah ya," kata Djokir ditemui di kantornya, Jumat (4/7/2014).

Sementara itu, ruas tol lain di jaringan Trans Jawa pun menurutnya tengah dikerjakan. Karena tol ini akan secara signifikan mengurangi tingkat kepadatan di jalur Pantura.

Djokir menyebutkan ruas tol Pejagan-Pamalang yang masih dilakukan pembebasan lahan. Dua pekan lagi, beberapa seksi di ruas ini akan segera dimulai pembangunannya.

"Pejagan-Pemalang itu ada 4 ruas, 2 ruas pembebasan tanah sudah hampir selesai, saya kira sekarang sudah proses, dalam seminggu dua minggu akan groundbreaking. Itu mulai dari Pejagan sampai Brebes belasan kilometer," tambahnya.

Lalu ruas Batang-Semarang pun tengah dalam proses negosiasi tanah. Ada beberapa bidang tanah yang dilalui tol ini adalah milik BUMN.


"Itu tanahnya di miliki oleh PTPN, dan kalau kita bicara dengan pak dirutnya, mereka tidak keberatan kalau iitu digunakan untuk jalan tol. Jadi itu sedang dalam proses," tambah dia.

Lalu ruas lain seperti Semarang-Solo, Semarng Bawen, Solo-Ngawi, Ngawi Kertosono, Mojokerto-Kertosono, dan ruas lainnya sedang dalam percepatan pembangunan.

Adapun ruas tol trans Jawa adalah:

1. Cikampek-Palimanan (116 km) 
2. Pejagan-Pemalang (58 km) 
3. Pemalang-Batang (39 km) 
4. Batang-Semarang (75 km) 
5. Semarang-Solo (73 km) 
6. Solo-Ngawi (90 km) 
7. Ngawi-Kertosono (87 km) 
8. Kertosono-Mojokerto (41 km) 
9. Mojokerto-Surabaya (36 km) 

sumber :

Rabu, 02 Juli 2014

Tol Cikampek-Palimanan Bakal Jadi Jalur Alternatif Mudik


Ilustrasi pengerjaan proyek Tol Cipali di Cikamurang,
Indramayu (Foto: Antara)

PURWAKARTA - Setiap tahun saat musim mudik Lebaran Jalur Pantura dari arah Jakarta menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah macet. Begitu pula jalur tengah, Sadang-Subang-Cikamurang-Cirebon.

Untuk mengantisipasi kemacetan di dua jalur tersebut pada musim mudik tahun ini, Polres Purwakarta berencana menggunakan jalan Tol Cipali (Cikampek-Palimanan) yang masih dalam proses pembangunan, sebagai jalur alternatif bila terjadi kepadatan di pantura dan jalur tengah.

Nantinya para pengendara bisa masuk ke Tol Cipali melalui di Jalan Raya Cikopo, Kabupaten Purwakarta.

Sebenarnya, proyek tol yang menghubungkan Cikampek, Kabupaten Karawang, dengan Cirebon itu diperkirakan selesai pada 2018. Sebagian jalan sudah dicor.

Di bagian pinggir jalan bebas hambatan antara Cikampek hingga Subang masih ada bagian berupa tanah yang sudah dipadatkan. Sepertinya jalan itulah yang akan digunakan sebagai jalur alternatif pada musim mudik Lebaran tahun ini.

Kapolres Purwakarta, AKBP Slamet Hariyadi, Rabu (2/7/2014), mengatakan, jalur alternatif melalui Tol Cipali hanya sampai daerah Pagaden, Subang, atau sekira 25 kilometer dari Cikampek. Selanjutnya pemudik akan diarahkan ke jalur pantura atau jalur tengah. Total panjang Tol Cipali dari Cikampek hingga Palimanan mencapai 116 kilometer.

Namun, tidak semua kendaraan pemudik bisa melintasi Tol Cipali. Petugas Polres Purwakarta akan menyeleksi mobil-mobil yang bisa masuk ke jalur tersebut.

sumber :

Jumat, 28 Maret 2014

Konstruksi Tol Cikampek-Palimanan Ditarget Capai 70% Akhir Tahun

"Mereka terus melakukan konstruksi, saat ini sudah 20 persenan."

Pembangunan jalan tol
VIVAnews – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengungkapkan bahwa proses konstruksi Jalan Tol Cikampek-Palimanan saat ini sudah mencapai 20 persenan. Proses ini sudah sesuai dengan apa yang ditargetkan perusahaan saat melakukan perencanaan.

Kepala BPJT, Achmad Gani Ghazaly, Jumat 28 Maret 2014, mengungkapkan bahwa PT Marga Lingkar Sedaya (MLS) serius menggarap jalan tol sepanjang 116 kilometer itu.

"Mereka terus melakukan konstruksi, saat ini sudah 20 persenan, dan mereka kan konstruksinya masif di banyak titik," katanya, saat ditemui di Jakarta.

Gani mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun ini pengerjaan jalan tol tersebut bisa selesai hingga 70 persen. Dan, pada 2015 mendatang salah satu jalan tol TransJawa ini bisa diresmikan.

PT MLS, menurutnya, sudah mendapatkan kucuran dana dari perbankan. Paling tidak, sudah ada dana Rp2 triliun yang dikucurkan oleh sindikasi perbankan untuk mendukung badan usaha jalan tol asal Malaysia ini.

Sebelumnya, perusahaan ini sempat ditegur karena performa konstruksi mereka tidak sesuai dengan yang dijadwalkan. PT MLS beralasan, karena hal ini terkait hujan yang turun terus-menerus.

Seperti diketahui, pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan terbagi menjadi enam seksi, antara lain seksi I Cikopo-Kalijati (29,12 kilometer), seksi II Kalijati-Subang (9,56 kilometer), seksi III Subang-Cikedung (31,37 kilometer), seksi IV Cikedung-Kertajati (17,66 kilometer), seksi V Kertajati-Sumberjaya (14,51 kilometer), dan seksi VI Sumberjaya-Palimanan (14,53 kilometer).
 
sumber :
viva 

Selasa, 30 April 2013

TOL CIKAMPEK-PALIMANAN: Waskita Raih Kontrak Rp404 miliar

ilustrasi
BISNIS.COM, JAKARTA-PT Waskita Karya Tbk meraih kontrak senilai Rp404 miliar untuk pengerjaan paket 6A ruas tol Cikampek-Palimanan sepanjang 6 km.

Corporate Secretary and Investor Relation PT Waskita Karya Tbk Munib Lusianto mengatakan paket 6A sudah dimenangkan perseroan dan masih dalam proses penandatangan kontrak.

"Sudah dimenangkan, studi kelayakan proyek (SKP) sudah keluar tapi kontrak masih proses," ujarnya di Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Perseroan menargetkan pengerjaan paket sepanjang 6 km itu dapat diselesaikan tepat waktu pasalnya pembebasan lahan untuk ruas tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116,7 km sudah 100%.

Ruas tol Cikampek-Palimanan merupakan salah satu ruas trans jawa dengan pemegang konsesi PT Marga Lintas Sedaya yang merupakan perusahaan patungan antara investor asal Malaysia yaitu Plus Expressways Berhad yang memegang saham sebesar 55% dan PT Baskara Utama Sedaya 45%.

Selain PT Waskita Karya Tbk, BUMN Karya lain yang juga dipastikan akan menggarap ruas tol Cikampek-Palimanan ialah PT Istaka Karya yang menggarap paket 1D dengan nilai kontrak Rp370 miliar.

sumber :
bisnis 

Kamis, 18 April 2013

Waskita Karya ikut garap tol Cikampek-Palimanan

ilustrasi

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) bakal ikut serta menggarap jalan tol Cikopo-Palimanan seksi 6A. Perseroan sudah memenangkan tender, namun belum menandatangani kontrak namun belum dapat menyebutkan nilai kontrak pengerjaan salah satu ruas trans jawa tersebut.

Direktur Operasi I PT Waskita Karya Tbk Desi Arriani mengatakan, pihaknya akan membangun setelah penandatanganan kontrak.

"Kami targetkan 18 bulan selesai. Kami ditawari untuk sekalian menggarap paket 6A dan 6B tetapi kita liat saja nanti," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) WSKT di Gedung Waskita, Jakarta, Kamis (18/4).

Dia menambahkan, pengerjaan proyek jalan tol tersebut dapat dilakukan dengan cepat karena pembebasan lahan jalan tol yang sudah rampung sepenuhnya.

Selain itu, Waskita juga tengah mengincar proyek jalan tol trans Jawa lainnya yakni Bawen-Solo. Ruas Bawen-Solo merupakan bagian dari ruas trans jawa Semarang-Solo di mana saat ini tinggal menyisakan paket III Bawen-Solo.

Paket I ruas Semarang-Ungaran telah beroperasi, sementara Paket II Ungaran-Bawen saat ini tengah dalam tahap konstruksi dan ditargetkan dapat digunakan sebelum lebaran tahun ini. Di ruas Ungaran-Bawen perseroan mengerjakan paket 2, paket 3 dan paket 6 lanjutan.

"Kami sedang mengincar ruas Bawen-Solo yang saat ini sedang dalam proses pembebasan lahan. Harapannya kuartal II tahun ini bisa mendapatkan hasilnya," ucapnya.

Selain mengerjakan tiga paket di ruas tol Semarang-Solo perseroan saat ini juga tengah mengerjakan lima paket ruas tol lainnya yakni paket dua dan empat di jalan tol Ngurah Rai-Nusa Dua-Tanjung Benoa, jalan tol Gempol-Pasuruan, jalan tol Gempol-Pandaan dan Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2).
sumber :

Sabtu, 06 April 2013

Pembangunan Tol Cikapa: Warga Minta Ganti Rugi Tak Dikonsinyasikan

BERSITEGANG. Taman (kanan) warga desa Bongas Kulon tampak
 tegang saat memberikan aspirasi kepada tim pengadaan tanah 
pembebasan tol Cikopo-Palimanan serta Kejaksaan Tinggi Provinsi 
Jawa Barat, kemarin. [radarcirebon.com]
MAJALENGKA Network – Rencana pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan (Cikapa) yang antara lain bakal menggusur lahan milik warga Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, hingga kini masih tetap berkutat pada soal pembayaran ganti rugi tanah yang tak kunjung menemui titik terang penyelesaian. Sejumlah warga bahkan tetap ngotot menyikapi opsi pembayaran ganti rugi dikonsinyasikan ke Pengadilan Negeri (PN) yang diajukan pemerintah.

Seperti diberitakan Radar Cirebon.Com, mereka tidak sepakat dengan biaya ganti rugi lahan tol tersebut dikonsinyasikan kepada pengadilan negeri (PN), sebagaimana terungkap dalam acara sosialisasi tim pengadaan tanah di balai Desa Bongas Wetan, Kecamatan Sumberjaya, Selasa (2/4).

Warga dari tiga desa, yakni Desa Bongas Wetan, Bongas Kulon serta Desa Panjalin Kidul melontarkan aspirasinya kepada tim pengadaan tanah. Seorang warga Sarah (38) mengatakan, tidak mau dizalimi, namun ia juga tidak ingin dianggap tidak patuh terhadap undang-undang (UU).

“Kalau misalkan bapak (tim pengadaan tanah, red) jadi kami, perasaan bapak gimana. Masa harga tanah bersebelahan dengan tanah kami dihargai dengan lumayan. Tapi justru tanah kami malah perbandingannya sangat kecil. Padahal, harga tanah sekarang ini sudah di atas Rp1 juta di pasaran. Mohon untuk lebih diperhatikan lagi,” ucap Sarah.

Warga lainnya, Taman berpendapat mestinya tim tidak hanya melihat dari sisi prosedur, namun mendengar aspirasi warga. “Kalau pihak tol berpendapat sudah sesuai dengan prosedur, kenapa proyek ini harus dikonsinyasikan. Nanti ke depan akan timbul risiko dan beberapa faktor lainnya. Masalah harga, kami berharap segera dibereskan dulu dan ingin disejajarkan harga tanah dengan yang lain,” tegasnya.

Ia menilai, jika pembayaran ganti rugi lahan akan lebih berjalan kalau tidak dikonsinyasikan. Apalagi, menurutnya, aspirasi tersebut sudah disampaikan sejak 7 tahun lalu. Dirinya akan tetap menuntut keadilan terkait masalah tersebut.

“Keinginan kami tidak muluk-muluk, yaitu ingin harga disamakan dengan yang lain. Karena ini akan menyengsarakan rakyat kalau harga tetap dikonsinyasikan ke PN. Sejak tahun 2007 lalu aspirasi kami ini tidak didengar. Bahkan sudah berganti sekretaris daerah (sekda) dua kali,” tuturnya.
Menurut Taman, musyawarah ini ingin yang benar. Pasalnya, dirinya yang menilai ini diskriminasi akan tetap diperjuangkan dengan tidak merugikan pemilik lahan. Kalau bicara kesejahteraan, menurutnya, hal itu belum optimal.

Sementara itu, warga Panjalin Kidul, Hj Nuraisah yang lahan miliknya terkena jalan tol mengaku, keberatan dengan harga pembebasan yang menurutnya tidak sesuai. Betapa tidak, tanah miliknya yang juga sebagai usaha material kayu sebagian sudah diambil oleh jalan tol. Ia tetap bersikukuh kecuali dengan syarat asalkan harga tanah miliknya dihargai dengan Rp1 juta per meter persegi.

“Material (Cahaya Baru) milik saya sebagai menghidupi keluarga saya. Bukannya kami menolak tapi kalau harga dan proses tidak dikonsinyasikan, silakan kalau itu buat kepentingan jalan tol. Dari sertifikat tanah 5250 meter persegi itu dihargai dengan Rp1 juta per meternya, ok saya lepas kalau itu bisa berjalan lancar. Kalau tidak mau tanah milik saya tidak akan saya jual,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi warga pada sosialisasi tersebut, ketua Tim Pengadaan Tanah Tol Cikopo-Palimanan, Eten Roseli mengaku, jika masih ada beberapa warga yang bertahan menolak pembebasan tanah tersebut. Namun demikian, kalau proyek tersebut akan tetap dimulai pembangunan pekerjaan fisiknya.

“Masyarakat boleh mengajukan gugatan kepada pengadilan negeri. Karena kami sudah menjalankan sesuai prosedur yang berlaku, kami nilai sudah selesai. Karena keputusan tersebut diserahterimakan Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga serta Kementerian PU yang menyarankan masyarakat masih perlu adanya penjelasan serta pandangan. Oleh karena itu sosialisasi ini kami gelar kembali,” jelasnya.

Menurut dia, dari total keseluruhan pembebasan tol sejatinya hanya 2 persen warga yang masih bertahan. Terkait masalah harga memang susah. Namun masalah ini seharusnya tidak serta merta menanyakan kepada pihaknya.

“Ini hanya segelintir orang dari sekian ratus yang masih bertahan. Banyak yang sudah menerima ganti rugi lahan yang dinilai sesuai dengan aspirasi masyarakat,” terangnya.

Dijelaskan Eten, ruas jalan tol Cikopo-Palimanan mencapai 116 kilometer. Dengan adanya penolakan sejumlah warga, pihaknya menyatakan, bahwa pembangunan fisik jalan tol Cikopo-Palimanan sejatinya bulan Juni 2015 mendatang sudah bisa beroperasi semua. Ruas jalan tol Sumberjaya menuju Palimanan pihaknya mengharapkan dua tahun selesai. Sehingga nanti pasar tradisional Panjalin sudah tidak dilewati dan bisa dihindari.

Sosialisasi tersebut juga tampak dihadiri oleh Tim Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Barat, Kasi Pemulihan dan Perlindungan Hak Bidang Asdatun, Mahfudin Cakra Saputra SH menyarankan kepada masyarakat yang terkena dampak pembebasan tol, bahwa warga segera mengajukan gugatan atau permohonan ke pengadilan negeri (PN).

Pasalnya, tugas JPU sendiri, yakni untuk mengajukan gugatan atau permohonan ke pengadilan di bidang perdata yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan dalam rangka memelihara ketertiban hukum, kepastian hukum dan melindungi kepentingan negara dan pemerintah serta hak-hak keperdataan masyarakat. (antara lain pembatalan perkawinan, pembubaran PT dan pernyataan pailit).

“Karena saya nilai, bahwa pelaksanaan pengadaan tanah kami nilai sudah sesuai administrasi dan sudah memenuhi prosedur serta tahapan. Hal ini dikemukakan sudah tidak terjadi adanya kesimpangsiuran bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pantauan Radar, acara sosialisasi tersebut juga tampak dijaga aparat kepolisisan Polres Majalengka dan Polsek Sumberjaya, serta unsur muspika lainnya. Sosialisasi itu juga kedua kalinya sebelum digelar di Kecamatan Jatiwangi di hari yang sama. (ono)
 
sumber :

Kamis, 07 Maret 2013

TOL CIKAMPEK-PALIMANAN: Land Clearing Rampung Akhir April 2013

ilustrasi
 BISNIS.COM, JAKARTA-Pemegang konsesi ruas tol Cikampek-Palimanan PT Lintas Marga Sedaya (LMS) menargetkan proses land clearing selesai akhir April 2013. Pasca land clearing, pengerjaan jalan tol sepanjang 116,75 km itu akan dilakukan serentak di keenam seksinya sehingga diperkirakan dapat selesai pada awal 2015.

Direktur PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Steve Ginting mengatakan setelah proses land clearing maka akan kelihatan gambaran kasar jalan tol yang merupakan Trans Jawa tersebut.
"Pada akhir April kita usahakan land clearing sudah selesai dan kalau dilihat dari udara trasenya sudah terlihat," ungkapnya, hari ini (7/3).

Dia menjelaskan proses konstruksi baru dapat dilakukan setelah land clearing selesai. Selain itu pihak kontraktor masih menunggu musim hujan berlalu sehingga konstruksi dapat dilakukan secara efektif.
Dalam rencana awal pembangunan salah satu ruas Trans Jawa itu akan terbagi dalam enam seksi yang akan digarap bersamaan. Pengerjaan konstruksi dilakukan bersamaan dengan alasan mempersingkat waktu konstruksi karena target penyelesaian ruas tol di tahun 2014.

Steve mengungkapkan pihaknya belum mencairkan pinjaman yang berasal dari sindikasi perbankan. "Keseluruhan pengerjaan tol sejauh ini masih menggunakan modal internal".

Dia mengemukakan dana yang berasal dari sindikasi perbankan yang dipimpin oleh BCA untuk PT LMS adalah sebanyak Rp8,8 triliun. "Proses pencairan dana pinjaman itu tinggal menunggu penyelesaian beberapa dokumen administratif".

LMS selaku pemegang konsesi merupakan perusahaan patungan antara investor asal Malaysia yakni Plus Expressways Berhad yang memegang saham sebesar 55% dan PT Baskara Utama Sedaya 45%. Lama konsesi untuk ruas ini adalah 35 tahun dengan tarif Rp753 per kilometer. (27)
 
sumber :

Waskita Karya Incar Proyek Senilai Rp14 Triliun

Salah satunya adalah pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan.

Pemerintah gencar membangun proyek infrastruktur tahun ini. (Dokumen Dinas PU DKI)
VIVAnews – Perusahaan konstruksi pelat merah, PT Waskita Karya Tbk, mengincar nilai kontrak proyek hingga Rp3,3 triliun hingga akhir Maret 2013.

Proyek-proyek tersebut, berupa proyek pembangunan gedung, jalur kereta api, irigasi dan juga pembangunan jalan tol.

"Kami perkirakan bisa sampai Rp3 triliun hingga akhir Maret ini yang sudah tanda tangan kontrak," kata Direktur Wilayah I Waskita Karya, Desi Arriyani, kepada VIVAnews, Rabu 6 Maret 2013.

Hingga kini, menurut Desi, baru ada satu proyek besar yang sudah melakukan tanda tangan kontrak yakni perluasan proyek terminal 3 bandara internasional Soekarno-Hatta dengan nilai Rp1,7 triliun.

Selanjutnya, dia mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang dalam proses tender untuk pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan untuk seksi 6A dan 6B dengan nilai Rp1,2 triliun.

Proyek lainnya yang diincar, menurut Desi, adalah tender perkuatan tebing waduk Jatigede senilai Rp80 miliar, pembangunan jalur kereta api di Sumatera Selatan senilai Rp100 miliar, saluran irigasi Peterongan senilai Rp60 miliar, dan proyek pembangunan jembatan Kapuk Naga senilai Rp200 miliar.

"Yang tanda tangan kontrak baru proyek bandara saja, namun untuk yang lain kita merupakan penawar dengan harga terendah dan tinggal menuju tanda tangan saja," ujarnya.

Tahun ini, kata Desi, Waskita Karya menargetkan nilai kontrak mencapai Rp14 triliun. Dari total kontrak tersebut, hanya sekitar Rp1 triliun saja kontrak yang berasal dari proses konstruksi di luar negeri. 

sumber :
viva 

Minggu, 03 Februari 2013

JALAN TOL: Cikampek-Palimanan Mulai Konstruksi Bulan Ini

ilustrasi Tol Cikampek Palimanan (photo : http://beritadaerah.com)
JAKARTA-Pemerintah mendesak investor pemegang konsesi ruas tol Cikampek-Palimanan untuk segera memulai konstruksi pengerjaan jalan tol. Tol Cikampek-Palimanan dinilai lambat, padahal pembebasan lahanya termasuk yang paling bagus jika dibandingkan dengan ruas lain yang beberapa diantaranya sudah mulai konstruksi.

Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengungkapkan pihaknya sudah memberi garansi masalah tanah sudah beres sehingga konstruksi dapat dikerjakan setidaknya dengan modal internal perusahaan.

"Bina Marga tidak punya hubungan dengan perbankan, yang punya hubungan itu BUJT. Berdasarkan SMPK yang sudah diterbitkan perbankan dapat lakukan evaluasi untuk proses investasi," ujar Djoko Murjanto kepada Bisnis akhir pekan kemarin.

Ia mengungkapkan konstruksi seharusnya sudah bisa mulai ketika lahan sudah mencapai 90% di akhir tahun kemarin. Pembebasan lahan dapat dilakukan paralel dengan proses konstruksi.

Walaupun demikian, Ia mengungkapkan ruas tol sepanjang 116 kilometer itu secara teoritis masih dapat selesai pada tahun 2014 karena dapat dibagi dalam beberapa seksi dan digarap sekalian. Tambah lagi akses yang mudah menuju lokasi pengerjaan.

Dihubungi secara terpisah Direktur PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Steve Ginting mengatakan pihaknya sudah menerbitkan letter of commencement sehingga kontraktor utamanya dapat segera memulai pengerjaan pada segera.

“Letter of commencement sudah terbit hari ini (31/1) artinya main kontraktor sudah bisa mulai kerja,” papar Steve dalam pesan pendek yang diterima Bisnis.

Bertindak sebagai kontraktor utama ialah join operation antara PT Nusa Raya Cipta (NRC) dan PT Kalabha Gryamandiri. Nilai kontrak untuk menggarap proyek tol salah satu ruas tranjawa itu mencapai Rp7,7 triliun dengan jangka waktu selama 30 bulan yang dimulai pada Februari 2013.

Proyek tol tersebut direncanakan akan beroperasi pada 2014 tetapi dengan jangka waktu pengerjaan sekitar 30 bulan, maka diprediksi molor enam bulan hingga pertengahan 2015.

Steve menjelaskan pembangunan proyek tol Cikampek–Palimanan akan dilakukan serantak pada keenam seksinya. Sehingga waktu pengerjaan tidak mundur dari target selesai yakni 30 bulan pengerjaan. Sebelumnya LMS sudah menerima kredit sindikasi 22 perbankan yang dipimpin oleh BNI senilai Rp8,8 triliun.

Adapun Jalan tol sepanjang 116,75 kilometer ini terbagi menjadi enam seksi yakni seksi I Cikopo-Kalijati sepanjang 29,12 kilometer, seksi II Kalijati-Subang 9,56 kilometer, dan seksi III Subang-Cikedung sepanjang 31,37 kilometer. Kemudian seksi IV Cikedung-Kertajati sepanjang 17,66 kilometer, seksi V Kertajati-Sumberjaya 14,51 kilometer, dan seksi VI Sumberjaya-Palimanan 14,53 kilometer.

Beberapa interchange di ruas tol ini antara lain di SS Cikopo, Kalijati, Subang, Cikedung, Kertajati, Sumberjaya dan Palimanan.

Sementara LMS selaku pemegang konsesi merupakan perusahaan patungan antara investor asal Malaysia yaitu Plus Expressways Berhad yang memegang saham sebesar 55% dan PT Baskara Utama Sedaya 45%. Lama konsesi untuk ruas ini ialah 35 tahun dengan tarif Rp753 per kilometer (2014).(faa) 
sumber :
bisnis 

Jumat, 25 Januari 2013

SPMK Tol Cikampek-Palimanan Terbit, Konstruksi Segera Dilakukan

ilustrasi
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan konstruksi ruas tol Cikampek-Palimanan sudah dapat dikerjakan menyusul terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

"SPMK tol itu sudah terbit, jangan ditunda lagi segera kerjakan" ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Djoko mengungkapkan dirinya belum membaca SPMK tetapi ia akan segera mengecek surat tersebut. Adapun pembebasan lahan tol sepanjang 116 kilometer itu sudah selesai.

Terakhir pemegang konsesi PT Marga Lintas Sedaya (LMS) hanya dapat melakukan land clearing.

Dengan keluarnya SPMK proses pengerjaan jalan tol itu dapat segera dikerjakan dan ditargetkan selesai selama 2,5 tahun.

Lama konsesi untuk tol LMS ialah selama 35 tahun. Komposisi saham PT LMS dimiliki oleh PT Plus Expressways Berhard (55%) dan PT Baskhara Utama Sedaya (45%).

Sementara pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan direncanakan terdiri atas enam seksi, yakni seksi I Cikopo-Kalijati sepanjang 29,12 km, seksi II Kalijati-Subang sepanjang 9,56 km, seksi III Subang-Cikedung sepanjang 31,37 km.

Kemudian dilanjutkan seksi IV Cikedung-Kertajati 17,66 km, seksi V Kertajati-Sumberjaya 14,51 km, dan seksi VI Sumberjaya-Palimanan 14,53 km.

Nilai investasi untuk jalan tol ini diperkirakan mencapai Rp 12,6 triliun. Adapun sindikasi perbankan yang telah didapat sebesar Rp 7,1 triliun yang berasal dari BCA, Bank DKI, Bank Panin, Bank Jabar Banten, dan ICBC. (faa)
 
sumber :