javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Tampilkan postingan dengan label Tol Brebes Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tol Brebes Tegal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Juni 2017

H-10 Lebaran, Pemudik Bisa Lewati Empat "Flyover" Brebes-Tegal



Jalan layang Dermoleng yang berada di wilayah Ketangungan,
Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
(KOMPAS.com / DANI PRABOWO)

JAKARTA, KompasProperti - Penyebab munculnya titik rawan kemacetan di pintu keluar (exit) Tol Brebes Timur (Brexit) tahun lalu salah di antaranya adalah perlintasan sebidang kereta api.

Untuk mengatasinya, sejak 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 4 jalan layang atau flyover di Dermoleng, Klonengan, Kesambi dan Kretek di Kabupaten Brebes dan Tegal.

"Empat flyover Brebes-Tegal fungsional H-10 Lebaran," tulis pembuka video di Instagram Kementerian PUPR @kemenpupr.

Setiap harinya, terutama pada musim mudik lebaran terdapat 97 kereta api yang melewati perlintasan.

Jika tiap kereta membutuhkan waktu melintas 5 menit maka diperkirakan 9 jam per hari arus lalu lintas menjadi terhambat pada titik ini.

Dengan adanya keempat flyover ini diharapkan dapat memperlancar arus mudik Lebaran 2017.

Masing-masing perkembangannya yaitu di Dermoleng sudah mencapai 84,86 persen, Klonengan 94,23 persen, Kesambi 78,68 persen, dan Kretek 76,84 persen. Ini merupakan hasil pemantauan per 31 mei 2017.

Jalan Layang Dermoleng-Ketanggungan memiliki panjang 650 meter yang dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Pembangunan jalan ini menelan biaya Rp 62 miliar.

Sementara itu, untuk Jalan Layang Klonengan-Prupuk sepanjang 1.011 meter, bernilai kontrak Rp 112 miliar. Pengerjaannya dilakukan oleh kontraktor PT Hutama Karya (persero) Tbk.

Kemudian, Jalan Layang Kesambi dengan panjang 470 meter dibangun oleh PT Brantas Abipraya. Nilai kontraknya mencapai Rp 58 miliar.

Terakhir, Jalan Layang Kretek dengan panjang 700 meter dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 82 miliar.



sumber :
kompas

Kamis, 01 Juni 2017

Mengurai Kemacetan Melalui Pembangunan Empat Flyover



Untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang berada pada perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah,Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah membangun empat flyover dengan menerapkan teknologi CMP atau Corrugated Mortar Busa

sumber :

Rabu, 31 Mei 2017

Ini Ruas Tol Trans Jawa yang Bisa Dilalui Gratis Saat Mudik Lebaran

"Ruas tol Trans Jawa yang bisa fungsional cukup panjang, mulai dari Brebes Timur (Jawa Tengah) hingga Surabaya (Jawa Timur)"

Foto ilustrasi pekerja menggarap pembangunan 
Tol Bawen-Salatiga di Bawen, Kabupaten Semarang, 
Jawa Tengah, Kamis (26/1). 
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memastikan kelayakan beberapa ruas tol baru di Trans Jawa. Ruas tol yang belum sepenuhnya selesai pengerjaannya ini akan difungsikan agar bisa dilalui pengendara secara gratis saat mudik Lebaran 2017. 

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto menjelaskan pihaknya telah mengecek dan memastikan beberapa ruas tol Trans Jawa bisa fungsional. "Ruas tol ini memang untuk mengakomodir pemudik yang sebagian besar atau diatas 50 persen berada di Pulau Jawa," ujar Arie saat konferensi pers, di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (31/5).

Jalan Tol Trans Jawa yang bisa difungsikan untuk mudik lebaran tahun ini cukup panjang, mulai dari Brebes, Jawa Tengah hingga Surabaya, Jawa Timur. Namun, ruas tol yang bisa fungsional ini belum tersambung seluruhnya. Ruas tol yang bisa dilalui pemudik terdiri dari beberapa bagian.

Bermula dari ruas tol Brebes Timur-Ngaliyan sepanjang 145 kilometer (km) terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu Brebes Timur-Pemalang yang meliputi ruas Brebes Timur-Tegal sepanjang 10 km dan Tegal-Pemalang sepanjang 26,90 km. 

Dilanjutkan ruas Pemalang-Batang yang meliputi ruas Pemalang-Pekalongan sepanjang 23,30 km dan Pekalongan-Batang sepanjang 15,90 km. Dilanjutkan tol Batang-Semarang yang meliputi Batang-Batang Timur sepanjang 3,20 km dan Batang Timur-Weleri sepanjang 36,35 km.

Sayangnya, dari Weleri jalan tol ini harus terputus. karena ruas tol selanjutnya yakni Weleri-Kendal sepanjang 11,05 km, Kendal-Kaliwungu sepanjang 13,5 km, dan Kaliwungu-Ngaliyan sepanjang 7,90 km, masih belum memungkinkan untuk dilewati. 

Tol Trans Jawa yang fungsional bisa ditemukan kembali di ruas Semarang-Solo. Jalan tol ini meliputi ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,60 km. Kemudian dilanjutkan dengan Tol Solo-Ngawi yang meliputi ruas Kertosuro-Karanganyar sepanjang 20,90 km, Karanganyar-Sragen (13,80 km), Sragen-Mantingan (21,35 km), dan Mantingan-Ngawi (34,20 km).

Jawa bagian Timur, beberapa ruas tol fungsional meliputi Ngawi-Kertosono sepanjang 35 km. Dilanjutkan dengan ruas tol Kertosono-Mojokerto dengan panjang 20,8 km, Mojokerto-Surabaya sepanjang 15,47 km, dan Gempol-Bangil sepanjang 6,90 km.


Selain itu, Kementerian PUPR telah membangun jembatan layang untuk mengatasi titk rawan kemacetan di Jalur Pantura, Jawa Tengah. Keempat jembatan layang ini dibangun untuk menghindari penumpukan kendaraan akibat tertahan jalur kereta api. Jembatan layang ini dibangun mulai dari wilayah Brebes.

Keempat jalan layang tersebut, pertama, Dermoleng-Ketanggungan dengan progress pembangunan sebesar 84,96 persen. Kedua, Klonengan-Prupuk dengan progres pembangunan sebesar 94,23 persen. Ketiga, Kesambi dengan progres pembangunan 78,68 persen. Keempat, Kretek-Paguyangan dengan progres 76,84 persen.

"H-10 kami pastikan keempatnya sudah bisa beroperasi secara fungsional," ujar Arie

sumber :

Persiapan Mudik, Menteri PUPR Blakblakan soal Kondisi Brexit, Tol Weleri, hingga Pantura


Ilustrasi jalan tol. (Foto: Okezone)


JAKARTA - Pemerintah memastikan jalan tol fungsional yang dapat digunakan pemudik tahun ini dari Brebes Exit (Brexit) hingga Desa Gringsing, Weleri, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, sepanjang 110 kilometer.

"Saya pastikan tol fungsional dengan 'lean concrete' (LC/beton lapis) setelah Brebes Timur sampai Weleri, Kabupaten Batang. Itu panjangnya 110 km dengan enam pintu keluar, dua ke jalan nasional pantura (pantai utara) dan empat ke jalur selatan," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada pers usai penandatanganan kerjasama dengan Bank Indonesia tentang Gerakan Nontunai di Jalan Tol di Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Menurut Basuki, dengan kondisi seperti itu, rekayasa lalu lintas akan sangat mudah dan fleksibel jika menghadapi situasi kepadatan di jalur mudik tahun ini, terlebih dari Pejagan ke arah Purwokerto ada tambahan empat jalan layang baru di lintas sebidang kereta api.

"Itu sangat signifikan karena di lintas sebidang itu dalam sehari ada 90 kali berhenti karena kereta api lewat dan jika saat mudik bisa bertambah jadi 97 kali. Kalau tiap kali berhenti lima menit berarti per hari delapan jam harus berhenti. Itu macetnya ke mana-mana. H-10 besok, empat jalan layang itu beroperasi," katanya.

Basuki juga menambahkan kondisi jalan nasional di lintas Pejagan ke Purwokerto juga sudah bagus. "Jalan Pantura juga mantap, siap dilalui pemudik. Hanya saja untuk jalur selatan ada sedikit perbaikan di dua tempat di Wangon dan dekat Cilacap. Cilacap-Yogyakarta juga mantap," jelas dia.

Sedangkan untuk tol fungsional ruas Solo-Ngawi-Kertosono-Surabaya, Basuki menyebutkan, sekira 15 kilometer dari Solo ke arah Ngawi, keluar di Widodaren secara fungsional juga bisa dipakai untuk Lebaran tahun ini. "Kemudian, untuk ruas Semarang-Solo, tol yang sudah bisa operasi dan siap untuk pemudik adalah sampai Salatiga saja melengkapi dari Semarang-Ungaran, Ungaran-Bawen, dan Bawen-Salatiga," katanya.

Basuki mengisyaratkan bahwa pemerintah akan mendorong badan usaha jalan tol (BUJT) untuk memberikan diskon tarif bagi pengguna nontunai atau elektronik tol (e-toll) sebesar 10%-20%. "Nantinya mereka akan umumkan sendiri, sebab jika pemerintah yang instruksikan, saham mereka terkoreksi," kata Basuki.

Basuki mengakui, diskon tarif bagi pengguna e-toll ini hanya berlaku saat liburan mudik dan balik sehingga tidak menyebar di awal angkutan Lebaran karena pada tahun ini libur cuti bersama mulai Jumat 23 Juni 2017 atau pada H-3 atau H-4 Lebaran.

sumber :

Mudik Lebaran, Menteri PUPR Imbau Masyarakat Lewat Jalur Pantura


Pembangunan 4 jalan layang (Klonengan, Dermoleng, Kesambi, dan 
Kretek) di atas perlintasan kereta api akan rampung pada pertengahan Juni 
dan bisa dilalui saat Mudik Lebaran 2017. 
(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengimbau masyarakat menggunakan jalur pantai utara (Pantura) saat mudik Lebaran tahun ini. Karena, banyak beberapa jalan tol di Pantura yang sudah fungsional.

"Jalur Pantura, jalan nasionalnya sudah oke, jadi kami beri perhatian khusus kepada Pantura saat mudik. Namanya mudik juga tidak hanya ada di Jawa tapi di Sumatera," ungkap Basuki, d‎itemui di komplek perkantoran BI, Jakarta Pusat, Rabu 31 Mei 2017.

Salah satu jalan tol fungsional yang bisa dilalui pemudik pada tahun ini, yaitu ‎jalur Brebes Exit (Brexit) hingga Desa Gringsing, Weleri, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Jalur tol tersebut sepanjang 110 kilometer.

"Saya pastikan tol fungsional dengan lean concrete (LC) setelah Brebes Timur sampai Weleri, Kabupaten Batang. Itu panjangnya 110 km dengan enam pintu keluar, dua ke jalan nasional Pantura dan empat ke jalur selatan," ungkap Basuki.

‎Dengan menggunakan tol fungsional seperti itu, menurut Basuki, maka untuk rekayasa lalu lintas akan sangat mudah dan fleksibel jika menghadapi situasi kepadatan dan macet di jalur mudik tahun ini. Sebab, dari arah Pejagan ke Purwokerto ada tambahan empat jalan layang baru di perlintasan kereta api.

"Itu sangat signifikan karena di lintas sebidang itu dalam sehari ada 90 kali berhenti karena kereta api lewat dan jika saat mudik bisa bertambah jadi 97 kali. Kalau tiap kali berhenti lima menit berarti per hari delapan jam harus berhenti. Itu macetnya ke mana-mana. Untuk empat jalan layak itu, H-10 besok Lebaran sudah mulai beroperasi," tutur Basuki.

Lalu, lanjut dia, kondisi lalu lintas di Pejagan ke Purwokerto juga sudah sangat baik. "Jalur Pantura mantap siap dilalui pemudik. Hanya saja jalur selatan ada sedikit perbaikan di dua tempat, daerah Wangon dan dekat Cilacap. Juga ada Cilacap ke Yogyakarta, itu juga mantap," terang Basuki.

Adapun ruas tol Semarang hingga Solo sudah bisa beroperasi. Jangkauan perlintasannya hingga Salatiga. "Itu melengkapi Semarang-Ungaran, Ungaran ke Bawen, dan Bawen ke Salatiga," pungkas Basuki.

Sumber :
metrotvnews

Senin, 27 Februari 2017

ASYIK, Lebaran 2017 Pemudik Sudah Bisa Lewat Jalan Tol Jakarta hingga Semarang

Puluhan warga Kecamatan Ngaliyan menerima 
ganti rugi pengadaan lahan jalan tol Semarang-Batang 
di Kantor BPN Kota Semarang, Senin, (27/2/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan warga Kecamatan Ngaliyan menerima ganti rugi pengadaan lahan jalan tol Semarang-Batang di Kantor BPN Kota Semarang, Senin, (27/2/2017).

Jajuri (58), warga Tambakaji mengatakan lahan yang terkena pembebasan seluas 150 meter persegi. Ganti rugi yang diterimanya Rp 4 juta per meter. "Ganti rugi selama ini tidak ada masalah lancar-lancar saja. Ganti ruginya melebihi dari harga jual pasaran," tuturnya.

Menurutnya, pembebasan lahan masih terkendala masjid yang berada di wilayahnya. Hingga saat ini masjid tersebut belum mendapatkan persetujuan dari Badan Wakaf Indonesia.

"Badan Wakaf Indonesia hingga saat ini belum menentukan pengganti masjid tersebut diganti di wilayah mana," ujarnya.

Ia menuturkan masyarakat setempat berharap agar masjid itu dapat segera diproses pengajuan pengganti tanah. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat segera membangun.

"Kendala yang saya tahu sekarang berkas masih terdapat di kantor Urusan Agama Kecamatan Ngaliyan. Harapan kami agar berkasnya dapat dinaikkan ke Badan Wakaf Nasional," tuturnya.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Jonahar memberikan apresiasi langkah Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang sangat cepat melakukan pembebasan lahan ruas tol Semarang Batang. Ganti untung tersebut diberikan kepada 17 warga.

"Total ganti rugi yang diserahkan berjumlah Rp 18 miliar," ujarnya.

Menurutnya, Jalan tol Trans Jawa yang berawal dari Kabupaten Brebes hingga Sragen ditargetkan selesai 2017. Maka pengadaan lahan tol Batang-Semarang yang menyambung hingga ruas tol Semarang-Solo dapat dipercepat secara maksimal.

"Total lahan yang terbebaskan di Kota Semarang mencapai 94 persen sudah terbebaskan. Kami optimis lebaran ini jalan tol Jakarta-Semarang sudah bisa dilalui, " tuturnya. (*)

sumber :