javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Tampilkan postingan dengan label tol batang pemalang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tol batang pemalang. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Mei 2017

Video Terkini, Pembangunan Proyek Jalan Tol Semarang Batang di Kecamatan Tulis





TRIBUN-VIDEO.COM, BATANG - Pembangunan proyek jalan tol Semarang-Batang terus dikebut agar bisa dilintasi pemudik lebaran 2017.

Pantauan Tribunjateng.com di kecamatan Tulis Kabupaten Batang, Selasa (23/5/2017) sejumlah pekerja sedang mengerjakan lantai kerja. Jika tak ada aral melintang, lantai kerja itu akan digunakan untuk pemudik Lebaran 2017.

Rencananya, H-10 hingga H+10 ruas tol Semarang-Batang di Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah akan dilintasi pemudik guna mengurai kemacetan yang akan terjadi.

Sejumlah pekerja mengoperaikan alat berat dan truk dalam pembangunan Tol Semarang-Batang di Pasekaran, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Tol yang ditargetkan selesai pada Triwulan IV 2018 tersebut saat ini pembangunannya baru mencapai 25,17 persen dengan pengadaan tanah mencapai 83,59 persen. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

sumber :
Tribunnews.com

Senin, 27 Februari 2017

ASYIK, Lebaran 2017 Pemudik Sudah Bisa Lewat Jalan Tol Jakarta hingga Semarang

Puluhan warga Kecamatan Ngaliyan menerima 
ganti rugi pengadaan lahan jalan tol Semarang-Batang 
di Kantor BPN Kota Semarang, Senin, (27/2/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan warga Kecamatan Ngaliyan menerima ganti rugi pengadaan lahan jalan tol Semarang-Batang di Kantor BPN Kota Semarang, Senin, (27/2/2017).

Jajuri (58), warga Tambakaji mengatakan lahan yang terkena pembebasan seluas 150 meter persegi. Ganti rugi yang diterimanya Rp 4 juta per meter. "Ganti rugi selama ini tidak ada masalah lancar-lancar saja. Ganti ruginya melebihi dari harga jual pasaran," tuturnya.

Menurutnya, pembebasan lahan masih terkendala masjid yang berada di wilayahnya. Hingga saat ini masjid tersebut belum mendapatkan persetujuan dari Badan Wakaf Indonesia.

"Badan Wakaf Indonesia hingga saat ini belum menentukan pengganti masjid tersebut diganti di wilayah mana," ujarnya.

Ia menuturkan masyarakat setempat berharap agar masjid itu dapat segera diproses pengajuan pengganti tanah. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat segera membangun.

"Kendala yang saya tahu sekarang berkas masih terdapat di kantor Urusan Agama Kecamatan Ngaliyan. Harapan kami agar berkasnya dapat dinaikkan ke Badan Wakaf Nasional," tuturnya.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Jonahar memberikan apresiasi langkah Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang sangat cepat melakukan pembebasan lahan ruas tol Semarang Batang. Ganti untung tersebut diberikan kepada 17 warga.

"Total ganti rugi yang diserahkan berjumlah Rp 18 miliar," ujarnya.

Menurutnya, Jalan tol Trans Jawa yang berawal dari Kabupaten Brebes hingga Sragen ditargetkan selesai 2017. Maka pengadaan lahan tol Batang-Semarang yang menyambung hingga ruas tol Semarang-Solo dapat dipercepat secara maksimal.

"Total lahan yang terbebaskan di Kota Semarang mencapai 94 persen sudah terbebaskan. Kami optimis lebaran ini jalan tol Jakarta-Semarang sudah bisa dilalui, " tuturnya. (*)

sumber :

Kamis, 16 Juni 2016

Lelang Tol Semarang-Batang Usai Lebaran


Foto: Istimewa
SEMARANG, suaramerdeka.com - Pembangunan jalan tol Semarang-Batang sepanjang 75,35 Km akan dikebut. Usai lebaran, akan dibuka pendaftaran peserta lelang. Dari semua ruas tol yang melintas di Jawa Tengah, Semarang-Batang menjadi salah satu yang paling lambat pembangunanya.

Hal itu disebabkan pemenang lelang yang lalu tidak bisa memenuhi kewajibanya. Investor dinilai lambat dan terkendala maslaah finansial dan akhirnya diambil alih oleh PT Jasa Marga.

Staf Utama Direktorat Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng, Ari Nugroho mengatakan pembangunan akan dikebut lantaran lalu lintas di jalur pantura sudah terlalu padat. “Saat ini dilakukan penempatan dirut dan pimpro. Usai lebaran baru lelang,” kata Ari, Rabu (15/6).

Lantaran baru akan lelang, pembangunan ruas tol yang terbagi menjadi lima seksi ini masih nol persen.

Menurut Sekda Jateng Sri Puryono, ada sejumlah persoalan krusial yang menyebabkan pembangunan fisik tol Semarang-Batang tertinggal jauh dari ruas tol lainnya. Pertama, adanya pergantian investor pada akhir 2015.

Alasan kedua, di ruas itu ada lahan milik Perum Perhutani. Untuk proses pembebasannya, Kementerian PUPR dan Kementerian BUMN mengajukan izin ke Kementerian Kehutanan.

“Pemprov ditugasi khusus untuk ikut menyelesaian soal tol Semarang-Batang ini. Agar sesuai target selesai 2018,” kata Puryono.

Sesuai data dari Bina Marga Jateng per 4 Mei, dari 2.555 bidang tanah masih dalam tahap proses pembebasan. Dari jumlah itu 954 bidang tahap apraisal dan 1.597 tahap validasi terkait keberatan masyarakat. Penyelesaian ditarget Juli 2016.

Untuk tol Solo-Mantingan, kebutuhan lahan 4,49 juta meter persegi. Sebanyak 2.110 bidang yang berada di kabupaten Boyolali sudah dibebaskan. Sebanyak 54 bidang di Solo seluas 18.515 meter persegi dan telah selesai seratus persen.

Sebanyak 2.579 bidang tanah di Sragen yang dibutuhkan telah dibebaskan 2.284 bidang. Dari 1.404 bidang di Karanganyar telah dibebaskan 1.340 bidang.

‘’Presiden sudah memerintahkan Solo-Sragen bisa dioperasikan tahun ini. Maka pembangunan juga harus cepat.’’ kata Ari.

sumber :