javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Tampilkan postingan dengan label INFO MUDIK 2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO MUDIK 2015. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juni 2015

INFO MUDIK 2015 : Volume Lalu Lintas Mudik Lebaran Diprediksi Meningkat 10%


Adityawarman
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) 
(Majalah Investor)

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan jumlah volume lalu lintas kendaraan yang melintas pada musim mudik lebaran 2015 di sembilan gerbang tol kelolaannya akan meningkat 10 persen dari realisasi 2014. Pada tahun lalu, operator jalan bebas hambatan tersebut mencatat jumlah volume kendaraan sekitar 1,4 juta kendaraan, sehingga diperkirakan pada tahun ini menjadi 1,54 juta kendaraan yang melintas di musim mudik lebaran 2015, yakni H-7 hingga H-1.

Ada pun tol yang dipersiapkan Jasa Marga untuk mudik lebaran adalah Cikampek-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, Palimanan-Kanci, Jalan Tol Semarang, dan Jalan Tol Semarang-Solo ruas Semarang-Ungaran, serta ruas Ungaran-Bawen.

Direktur Utama PT Jasa Marga Adhityawarman mengatakan, untuk melayani peningkatan jumlah volume kendaraan itu, pihaknya sudah menyiapkan strategi. Salah satunya adalah perubahan model transaksi dari yang sebelumnya berlapis menjadi sistem pembayaran di satu gerbang saja.

"Model itu diterapkan di gerbang tol Ciperna. Sebelumnya, pengguna jalan tol harus membayar di gerbang tol sebelumnya dan juga gerbang tol Ciperna," tutur Adhityawarman di Jakarta, Selasa (30/6).

Ia menjelaskan pula, pemilihan gerbang tol tersebut lantaran diperkirakan trafiknya meningkat akibat sudah digunakannya tol Cikopo-Palimanan. Menurutnya, tol tersebut dapat mengakomodasi pengguna tol langsung ke arah Cirebon tanpa perlu dulu keluar Cikampek.

"Adanya Tol Cipali sangat membantu kami dalam mengurai padatnya lalu lintas, terutama di sekitar Cikampek. Seperti diketahui, setiap mudik lebaran setiap tahunnya di wilayah tersebut sangatlah padat," ucap dia.

Selain mengakomodasi Pantura, terang Adhityawarman, tol Cipali pun mampu menjadi pilihan bagi para pengguna jalur lintas selatan. Dia mempercayai bila beberapa porsi yang biasa ditanggung oleh Tol Cipularang kemudian Cileunyi bisa berkurang berkat adanya tol Cipali. Namun, ia belum bisa memperkirakan jumlah detailnya.

Selain itu, Adhitya melanjutkan, puncak arus mudik di tol kelolaannya akan berlangsung pada 14 dan 15 Juli 2015. Tetapi, jumlah lintas hariannya berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Pengurangan tersebut diakibatkan penyebaran waktu mudik yang lebih banyak, yang diproyeksi mulai ramai pada 11-12 Juli 2015. Pada tanggal tersebut Jasa Marga memperkirakan melayani 30 persen dari total volume kendaraan yang akan mudik.

"Sementara sisanya akan terjadi di tanggal 13-15 Juli dan puncaknya adalah 14 dan 15 Juli 2015. Tetapi kami hitung tidak akan lebih padat dari tahun lalu," sebutnya.

Selain itu, Adhitya mengatakan, pihaknya siap menjalankan imbauan pemerintah agar menerapkan potongan harga untuk tarif tol 25-30 persen selama musim mudik lebaran. Menurut dia, hal tersebut merupakan hal yang positif demi meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jalan bebas hambatan.

"Tentu ada pengaruhnya atas kinerja keuangan. Tapi kami tidak terlalu memikirkan itu. Ini kan seperti pesta setahun sekali, kami harus meningkatkan servis," ujarnya.

Selain itu, katanya, Jasa Marga pun menyiapkan pelayanan derek cuma cuma selama musim mudik lebaran 2015. "Tentunya ini sebagai bentuk iktikad kami dalam meningkatkan pelayanan selama musim mudik lebaran 2015," ucapnya.

sumber :

Sabtu, 27 Juni 2015

Ini Tarif Resmi Tol Cipali

Foto: Detik

PT Lintas Marga Sedaya, operator tol Cipali telah resmi menerapkan tarif pada semua golongan kendaraan. 

JAKARTA - PT Lintas Marga Sedaya, operator tol Cikopo-Palimanan (Cipali), telah resmi menerapkan tarif pada semua golongan kendaraan. Penerapan tarif mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 323/KPTS/M/2015, besaran tarif adalah sesuai jarak yang ditempuh dan golongan kendaraan.

Untuk jarak terjauh tarif Tol Cipali (dari Cikopo sampai Palimanan) kendaraan Golongan I membayar Rp96.000, Golongan II Rp144.000, Golongan III Rp192.000, Golongan IV Rp240.000, dan Golongan V diterapkan tarif Rp288.500. 

"Pantauan di lapangan setelah pemberlakuan tarif, sejak Jumat dini hari (26/6) ruas tol Cipali mulai diramaikan oleh bus-bus antar kota dan truk-truk besar, selain kendaraan kecil Golongan I yang memang telah melintas sejak dioperasikannya tol Cipali pada 14 Juni 2015,” ujar Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya, Hudaya Arryanto dalam siaran persnya, Jumat (26/6/2015) malam.

Pemberlakuan tarif dilakukan setelah masa sosialisasi selama dua pekan berakhir. Ruas tol Cikopo-Palimanan diresmikan Presiden Indonesia Joko Widodo, pada 13 Juni 2015. Pasca peresmian, PT Lintas Marga Sedaya sebagai operator dan pemegang konsesi ruas tol tersebut melakukan sosialisasi dengan tanpa memungut biaya bagi kendaraan yang melintasi ruas tol tersebut.

Saat ini, PT LMS telah melengkapi sarana dan fasilitas pendukung tol Cipali. Fasilitas pendukung tersebut di antaranya full rambu, marka, petunjuk serta guardrail yang diperlukan.

"Selain itu untuk mendukung fungsi lampu penerangan jalan yang sudah terpasang di lokasi simpang susun, di sepanjang ruas Cipali juga sudah dipasang patok pengarah (guide post) yang reflektor-nya akan bersinar jika terkena lampu kendaraan, sehingga menambah keamanan berkendara di malam hari,” kata Hudaya.

Hudaya menambahkan, tol Cipali juga dilengkapi fasilitas rest area pada 6 (enam) titik. “Saat ini sudah ada enam Rest Area yang beroperasi, yaitu di KM 86A, KM 86B, KM 101, KM 102, KM 164 dan KM 166, yang menyediakan fungsi dasar seperti toilet, mushola, tempat parkir hingga beberapa gerai makanan. Bahkan SPBU pun telah dioperasikan di KM 102. Minggu depan dua Rest Area lagi akan dibuka, sehingga lengkap menjadi 8 (delapan),” tuturnya.

Hudaya juga, mengingatkan, kondisi jalan tol Cipali yang mulus dan cenderung lurus, serta perambuan dan fasilitas yang makin lengkap tetap perlu diimbangi dengan perilaku mengemudi yang disiplin dan aman.

“Bagi para pengguna jalan tol Cipali, mohon siapkan kondisi fisik dan kendaraan Anda sebelum berkendara. Jika lelah atau mengantuk, manfaatkanlah Rest Area yang telah tersedia untuk sekedar beristirahat. Jaga jarak aman dan jangan ngebut melebihi batas maksimum kecepatan 100 km/jam seperti tertulis di rambu,” ujar Hudaya.

Jalan tol Cipali sepanjang 116,75 kilometer merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia dan merupakan bagian dari sistem jalan tol Trans Jawa. Jalan Tol Cikopo-Palimanan melintasi 5 kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka dan Cirebon.

PT Lintas Marga Sedaya sebagai pemegang konsesi Jalan Tol Cikopo-Palimanan selama 35 tahun, merupakan badan usaha jalan tol yang sahamnya dimiliki oleh PT Baskhara Utama Sedaya (45%), suatu perusahaan investasi nasional, dan PLUS Expressways International Berhad (55%) yang merupakan perusahaan jalan tol terkemuka di Malaysia.

sumber :

Rabu, 24 Juni 2015

Kecepatan di Tol Cikopo-Palimanan Maksimum 100 Km/Jam



JAKARTA - Belum satu bulan peresmian Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), namun tol tersebut sudah menelan korban jiwa. Semenjak dioperasikan hingga saat ini, tol tersebut sudah terjadi 30 kecelakaan.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dam Perumahan Rakyat, Hediyanto W Husaeni mengatakan bahwa kementerian akan berupaya untuk mengantisipasi kecelakaan yang sering terjadi.

‪"Untuk antisipasi, kita akan kasih pengumuman tambahan supaya jangan ngebut sampai di atas 100 km. Tapi, kalau di Indonesia enggak ada peraturan kecepatan di atas 100 di tangkap, kan kalau di luar negeri ditangkap. Jadi mungkin ini perlu ditegaskan,"tuturnya di Ruang Rapat Komisi V DPR RI Jakarta, Rabu (24/6/2016).

‪Dia mengatakan, bahwa yang menjadi penyebab seringnya terjadi kecelakaan adalah akibat pengendara yang sering mengantuk dan memacu kendaraan di atas rata-rata.

‪"Semua polisi yang menemukan kecelakaan itu karena mengantuk. Kalau untuk Rest areanya sudah ada, cuma belum lengkap rumah makan dan SPBU-nya belum ada, tapi rest areanya kan sudah ada, mestinya istirahat dulu kalau ngantuk,"tuturnya.

‪Berdasarkan data kecelakaan tersebut dia memandang perlu adanya pembatasan kecepatan.

"Harusnya ada pembatasan kecepatan, ada tiga mobil yang ban nya meletus, Jadi kalo bisa jalannya 60-100 km saja," katanya

‪Untuk itu, Hedianto menghimbau agar pemudik pada lebaran tahun ini lebih hati-hati dan mementingkan keselamatan dibanding kecepatan.

‪"Jika kendaraan memacu kecepatan tinggi tentu akan rentan mengalami kecelakaan, kan biasanya kalau cepat ban juga lebih panas jadi kondisi kendaraan juga harus prima," tuturnya.

sumber :

Selasa, 23 Juni 2015

Begini Kondisi Fasilitas Rest Area di Tol Cikampek - Palimanan


Pembangunan rest area km121-122 di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 2015. Sejak diresmikan, tol yang menjadi jalur alternatif mudik ini masih memiliki sejumlah kekurangan. 


Restoran cepat saji KFC di rest area di Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 2015. Tol ini baru memiliki satu tempat peristirahatan di Kilometer 102, tujuh area lainnya masih dibangun. 


Pekerja mengerjakan pembangunan rest area km 121-122 di Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa barat, 18 Juni 2015. Satu-satunya rest area yang dilengkapi fasilitas musala, pujasera, toilet, dan SPBU, hanya ada di jalur menuju Palimanan.


Mobil melintas di Rest Area Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, 18 Juni 2015. Pengguna jalan sebaiknya mengisi bahan bakar sebelum memasuki tol, karena baru ada satu SPBU yang beroperasi dari yang seharusnya empat buah di kedua ruas jalan. 



Sebuah rest area yang sedang dibangun di Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 2015. 


Sejumlah pengendara mobil beristirahat di depan Gerbang Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 2015. 


Foto : TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.
Editor : Pojok Soklin

Sumber :
tempo

Ruas Jalan Jateng Siap Hadapi Arus Mudik


Jalan Tol Bali di teluk Benoa, Denpasar, Bali.
(TEMPO/Johannes P. Christo)
TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah ruas jalan nasional di daerah Jawa Tengah setelah dipantau oleh pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dilaporkan telah siap untuk menghadapi arus pemudik pada musim lebaran tahun 2015 ini.

"Secara umum ruas-ruas jalan nasional di Jawa Tengah sudah siap untuk Jalur Lebaran 2015," kata Inspektur II Itjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Adriananda dalam rilis Biro Komunikasi Publik Kemenpupera yang diterima di Jakarta, Senin (22 Juni 2015).

Menurut dia, pekerjaan berat di ruas-ruas jalan nasional tersebut sudah tidak dilakukan pada H-30. Sedangkan pekerjaan yang dilakukan saat ini hanya berupa penambahan rambu dan marka jalan.

"Terdapat beberapa pekerjaan di Jalur Lingkar Selatan Borokulon Purworejo yang diperkeras dengan beton, pada hari ini sudah dalam kondisi mantap untuk Jalur Lebaran tahun ini. Perlintasan sebidang kereta Sumpyuh di wilayah Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, juga sudah dalam kondisi mantap," katanya.

Selain itu, ujar dia, ruas tol Semarang-Solo Seksi II (Ungaran-Bawen) sepanjang sekitar 12 kilometer itu dilaporkan berada dalam kondisi mantap dan sudah siap memfasilitasi para pemudik.

Di daerah lain, jalur lebaran dari Jakarta menuju Banten-Merak melalui jalur tol maupun Cilegon yang akan menuju lintas Sumatera Timur juga dilaporkan dalam keadaan siap melayani arus mudik lebaran yang akan menuju Sumatera.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hediyanto W Husaini optimistis jalur pantai utara Jawa Barat pada 2015 lebih siap menghadapi arus mudik Lebaran dibanding tahun sebelumnya.

"Pantura tahun ini jauh lebih siap. Tahun (2014) lalu menghadapi musim hujan dua bulan sebelum Lebaran sehingga kami kelabakan," kata Hediyanto W Husaini.

Menurut Hediyanto, kelabakan yang dihadapi Lebaran sebelumnya antara lain karena setelah musim hujan bermunculan lubang begitu banyak.

Hal itu, ujar dia, mengakibatkan perbaikan dibantu pihak lain. Namun pada tahun 2015 dinilai tidak ada permasalahan seperti yang dihadapi sebelumnya.

"Mudah-mudahan waktu sebulan ke depan tidak ada hal yang di luar kebiasaan, oleh karena itu bila ada sesuatu hal kita adakan upaya pencegahan sedini mungkin," ucapnya.

sumber :

Senin, 22 Juni 2015

Ruas Tol Pejagan-Pemalang Digadang Urai Kemacetan




Gerbang tol Pejagan, Brebes, Jawa Tengah. 
TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Semarang - Kondisi ruas jalan tol Pejagan-Pemalang yang sedang proses pembangunan dinilai bisa digunakan mengurai kemacetan secara darurat. Penggunaan jalan yang masih belum rata itu bisa dilakukan sebagai langkah alternatif ketika terjadi kepadatan arus lalu lintas di pintu keluar tol Kanci-Pejagan.

“Untuk mengurai Pantura, di Pejagan akan digunakan bidang tol Pejagan-Pemalang meski kondisi jalan belum teraspal,” kata Kepala Bidang Bina Jalan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Senin, 22 Juni 2015.

Meski tak menjelaskan secara rinci kondisi jalan yang hendak digunakan itu, Hanung memastikan keberadaan jalan yang belum diaspal itu bisa digunakan mengurai kemacetan secara darurat. Saat ini kegiatan perbaikan jalan dalam skala besar di jalur Pantura sudah berhenti. Namun ia mengaku pada H-20 akan pembenahan kembali. 

Menurut Hanung, Dinas Bina Marga Jawa Tengah menargetkan pada H-10 semua jalan di Jawa Tengah bisa dilalui. Namun, ia tak memungkiri saat ini masih ada sejumlah titik jalan tertentu kurang sempurna. “Dengan kondisi itu kami akan pasang rambu. Kondisi jalan yang kurang sempurna itu karena rata-rata kontrak pengerjaan selesai bulan November,” katanya.

Anggota Komisi Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, Muhammad Ichwan, meminta agar pemerintah mengantisipasi kepadatan jalan di Pantura Brebes sebagai efek berfungsinya jalan tol Cikampek-Palimanan. “Karena ada berbagai masalah ketika Jateng akan dilalui oleh 6,8 juta pemudik,” kata Ichwan.

Ichwan meminta agar pada H-15 semua pekerjaan jalan dihentikan sementara untuk mengindari kemacetan di jalan raya. “Alasan H-15 karena mudik sudah dimulai H-15,” katanya.

sumber :

Cegah Antrian Panjang, GTO Ungaran-Bawen Ditambah


Ruas tol Ungaran-Bawen. (foto: Kemen PUPR/dok)

Metrotvnews.com, Semarang: Ruas jalan tol Semarang - Solo Seksi II (Ungaran-Bawen) siap dilalui arus mudik dan balik lebaran. Jumlah unit Gerbang Tol Otomatis (GTO) akan ditambah agar waktu transaksi bisa dipercepat dan lama antrian kendaraan dapat dikurangi 

"Tahun lalu ada 82 ribu mobil yang melintas pada puncak arusnya. Ini jumlah GTO akan ditambah," kata Ketua Tim Pemantauan Arus Mudik wilayah Jawa Tengah, Adriananda, di gerbang tol Bawen, Jawa Tengah, Senin (22/6/2015).

Penambahan jumlah unit GTO akan dilakukan PT Jasa Marga selaku pengelola tol sepanjang 12 kilometer itu dengan Bank Mandiri selaku penyedia fasilitas e-Money. Transaksi dengan menggunakan kartu e-Money akan lebih singkat sebab petugas dan pengendara tidak perlu lagi membuang waktu untuk menghitung uang kembalian.

Penelurusan tim yang berawal dari Semarang hingga Purwokerto. Kemudian dilanjutkan ke jalur Purwokerto, Sumpiuh, Gombong, Kebumen, Purworejo, Magelang, Salatiga lalu kembali ke Semarang.

Secara umum di seluruh ruas jalan arteri di Jawa Tengah pekerjaan berat sudah tidak dilakukan pada H-30. Sedangkan pekerjaan yang masih berlangsung adalah penambahan rambu dan marka jalan untuk keamanan berkendara.

Jalur Lingkar Selatan Borokulon Purworejo diperkeras dengan beton. Perlintasan sebidang kereta Sumpyuh di wilayah Banyumas sedang berlangsung pekerjaan pengaspalan. 

"Sebelumnya PT KAI akan mengerjakannya, namun perkiraan waktu pengerjaan cukup lama maka kita kerjakan untuk mempercepat. Sehingga dapat melancarkan arus lalu lintas di persimpangan," ujar Adriananda.

sumber :

Senin, 15 Juni 2015

LEBARAN 2015 : Tol Belum Rampung, Jateng Upayakan Jalur Alternatif

Ilustrasi tol (JIBI/Solopos TV)

"Lebaran 2015 seperti tahun-tahun sebelumnya akan diwarnai dengan arus mudik"

SEMARANG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengupayakan sejumlah jalur alternatif di wilayah yang belum tersambung dengan jalinan Tol Trans Jawa guna mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik selama Lebaran 2015.


Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menuturkan pihaknya akan mendorong setiap kabupaten/kota di wilayahnya untuk menyediakan jalur alternatif bagi para pemudik. Langkah tersebut, jelasnya, dilakukan untuk mengurai tingginya volume kendaraan yang akan melalui jalan Tol Trans Jawa menyusul mulai dioperasionalkannya tol Cikampek-Palimanan.

Pasalnya, dengan beroperasi ruas tol tersebut, rangkaian tol di pulau Jawa sudah tersambung dari Merak, Banten, hingga Pejagan, Jateng. Sementara, tiga ruas tol dari Pejagan-Semarang dan ruas tol Semarang-Solo (seksi III,IV dan IV), serta Solo-Ngawai-Kertosono juga belum bisa difungsikan lantaran dalam tahap pengembangan, bahkan masih pembebasan lahan.

“Kami menyiapkan jalan alternatif agar nanti pada saat keluar pintu tol Pejagan [Tol Kanci-Pejagan] itu bisa lewat situ. Karena nanti itu berpotensi bottleneck. Di tiap-tiap kabupaten nanti kita minta carikan jalan-jalan alternatif untuk arus mduik,” ungkapnya, Jumat (12/6/2015).

Ganjar menuturkan langkah tersebut menjadi hal utama yang akan didorong pemkot dengan waktu persiapan yang relatif singkat. Untuk itu, sambungnya, pemprov akan membentuk tim untuk merealisasikan upaya penanganan arus lalu lintas mudik tersebut.

Terkait upaya penyediaan lahan di ruas tol Pejagan-Pemalang, Ganjar menuturkan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mendorong progress penyediaan lahan.

“Kita bantu selesaikan [ruas Tol Pejagan-Pemalang] karena Bupatinya ada kesulitan. Menyisakan tiga rumah di situ, tetapi masih akan ada banyak persoalan, persoalan dalam arti [pembebasan lahan] itu belum tuntas beres,” ujarnya.

Seperti diketahui, dua dari empat seksi pengerjaan dalam pengembangan ruas Tol Pejagan-Pemalang dengan total panjang jalan mencapai 58 km rencananya baru difungsikan pada 2017. Seksi I dan II sebenaranya akan diopersionalkan secara darurat selama Lebaran 2015, namun masih terkendala penyediaan lahan yang menyisakan sekitar 0,5%.

Sementara itu, pemerintah masih akan melakukan sosialisasi ulang untuk proses pembebasan lahan proyek jalan tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang. Proses ulang itu dilakukan karena proses pembebasan lahan kedua ruas tersebut sudah lama terhenti setelah badan usaha jalan tol kedua ruas tersebut memiliki masalah pendanaan.

Proses penyediaan lahan lahan itu diyakini tuntas sesuai target, yaitu Juli 2015 dengan adanya surat penetapan lokasi untuk pembangunan kedua ruas tersebut dari Gubernur Jateng.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menuturkan sebenaranya jumlah penumpang angkutan jalan diperkirakan turun hingga 5% selama Lebaran 2015. Penurunan jumlah penumpang tersebut diharapkan akan beralih pada penggunaan moda transportasi massal lain.

Karena itu, dia mengatakan pihaknya memperkirakan peningkatan jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi udara dan laut, yakni masing-masing 3% dan sekitar 2%-3%. Namun, dia menyatakan penurunan itu dikhawatirkan justru beralih kepada pemantan transportasi darat pribadi.

Salah satu pemicu peningkatan animo masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi, sebutnya adalah keberadaan infrastruktur jalan tol yang jauh lebih panjang dan lebih baik pada tahun ini.

“Selama Lebaran 2015 lonjakan pengguna transportasi pribadi diperkirakan berkisar 5%-7%.”

Data hasil pantauan tim posko lapangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di enam titik pemantauan arus lalu lintas menunjukan pertumbuhan mobil pribadi selama Lebaran tahun ini mencapai 5,80% atau menjadi 1,69 juta unit dibandingkan tahun lalu yang tercatat 1,59 juta unit. Jumlah sepeda motor bahkan diperkirakan lebih signifikan, yakni mencapai 7,77% menjadi 2,02 juta unit dari 1,88 juta unit pada tahun lalu.

sumber :

Minggu, 14 Juni 2015

Ada 9 Titik Macet dan 25 Pasar Tumpah di Mudik Lebaran

Kemenhub sudah antisipasi kemacetan saat musim mudik lebaran tahun ini.

ILUSTRASI

Dream - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia memprediksi pada musim Lebaran 2015, akan terdapat sembilan titik kemacetan di Pulau Jawa.

Berdasarkan data Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2015 Kemenhub, beberapa wilayah yang berpotensi besar memberikan hambatan lalu lintas para pemudik adalah Merak, Cikampek, Nagrek, Cirebon-Pejagan-Brebes, Ciregol, Sumpiuh, Akses Tol Semarang-Ungaran, Ambarawa dan Porong-Sidoarjo.

Selain itu, Kemenhub menambahkan, fenomena pasar tumpah juga masih akan jadi salah satu penyumbang besar kemacetan. Dari begitu banyak lokasi, ada 25 titik pasar tumpah yang diprediksi bakal meramaikan lalu lintas jalur Pantai Utara Jawa (Pantura).

Mulai dari Karawang hingga Cikampek, pasar tumpah tersebut antara lain, Pasar Johar Karawang, Pasar Cikampek, Pasar Simpang Mutiara, Pasar Simpang Tiga Cikampek, Pasar Sukamandi dan Pasar Ciasem.

Memasuki wilayah Pamanukan sampai Indramayu, beberapa titik pasar antara lain, Pasar Pusaka Negara, Pasar Sukra, Pasar Patrol, Pasar Eretan Wetan, Pasar Kandang Haur, Simpang Tiga Karang Sinom serta Simpang Tiga Jangga.

Sementara mulai dari Indramayu, Cirebon hingga ke ujung jalur Pantura di Losari, Jawa Tengah jumlah pasar tumpah yang diprediksi akan menyumbang kemacetan masih banyak. Diantaranya, Pasar Kertamaya, Pasar Tegal Gubug, Pasar Jamblang, Pasar Minggu, Pasar Plered dan Pasar Kue.

Selanjutnya masih ada Pasar Bangkir, Pasar Karangampel, Pasar Celancang, Pasar Mundu, Pasar Gebang, serta Pasar Losari.

Untuk menyiasatinya, Kemenhub bersama Korlantas Polri telah melakukan survei kondisi jalan sejak 5 Mei 2015. Kedua pihak terkait tersebut pun menjanjikan kondisi jalan akan lebih kondusif dari tahun sebelumnya.

Sebab, Kemenhub dan Polri menargetkan, armada pemeliharaan rutin sudah mulai beroperasi sejak H-50 Idul Fitri untuk melakukan beberapa pekerjaan. “Jalan bebas lubang, semua ruas teraspal tidak ada yang agregat, bermarka, bahu jalan rapi, median bersih, rambu-rambu cukup, serta kapasitas jalan tidak boleh berkurang dari kondisi semula,” tulis Kemenhub dalam Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2015.

sumber :