javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Jumat, 31 Juli 2015

Anak Usaha Astra Ikut Bangun Tol Semarang-Solo


Saat ini anak usaha Astra itu memiliki empat ruas jalan tol.

Sejumlah kendaraan melintasi jalan tol (VIVA.co.id/Muhamad Solihin)


VIVA.co.id - PT Astratel Nusantara, anak usaha PT Astra International Tbk, menuntaskan akuisisi 25 persen saham PT Trans Marga Jateng. 

Ada pun, Trans Marga Jateng merupakan operator yang memiliki dan mengelola ruas jalan tol Semarang-Solo sepanjang 72,64 kilometer.

''Dengan selesainya proses akuisisi ini, saham PT Astratel Nusatara menjadi 25 persen," ujar Presiden Direktur Astratel Nusantara, Irawan Santoso, Rabu 29 Juli 2015.

Dia menjelaskan, pemegang saham selanjutnya adalah PT Jasa Marga sebesar 73,9 persen dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah 1,1 persen.

Seperti diketahui, ruas tol Semarang-Solo terdiri dari lima seksi. Saat ini, seksi I tol Semarang-Ungaran sepanjang 10,8 km dan seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 km sudah beroperasi. 

Sedangkan seksi III, ruas tol Bawen-Salatiga sepanjang 17,3 km masih dalam proses konstruksi, seksi IV dan V tol Salatiga-Boyolali sepanjang 24,1 km, dan Boyolali–Kertosuro sepanjang 8,41 km masih dalam tahap pembebasan lahan.

Dia berharap, tol itu dapat beroperasi penuh di 2017. 

''Sekarang pengerjaan dan pembebasan lahan terus berlanjut," ujar dia.
Dia menjelaskan, ruas jalan tol Semarang–Solo merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa yang selain menghubungkan kedua kota tersebut juga akan menjadi penghubung berbagai kota di Jawa Tengah dan akses ke Yogyakarta. 

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, kini fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur nasional, termasuk terwujudnya jalan tol Trans Jawa pada 2018.

sumber :

Jasa Marga incar dua ruas tol Trans Jawa yang masih mangkrak


ilustrasi
Merdeka.com - BUMN konstruksi, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyatakan kesiapannya untuk mengerjakan dua proyek tol, yaitu Pemalang - Batang dan Batang - Semarang. Dua ruas tol ini merupakan bagian dari mega proyek tol Trans Jawa yang kini masih mangkrak.

Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman, mengatakan saat ini pemegang konsesi Pemalang-Batang dan Batang-Semarang sudah diputus oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sehingga Jasa Marga bisa ambil kesempatan untuk bisa ikut menggarap proyek ini.

"Yang jelas Batang - Semarang sudah diputus kan oleh kementerian, ya tinggal nanti kita lihat seperti apa, kita siap untuk garap," ujarnya di Palembang, Jumat (31/7).

Terkait pendanaan, Jasa Marga memilih opsi pinjaman perbankan jika sudah dipastikan memegang konsesi proyek tol tersebut.

Jika diestimasikan, Aditya menyebutkan, proyek tol Pemalang - Batang sepanjang 40 Km akan menghabiskan dana sebesar Rp 5 triliun. Sementara tol Batang-Semarang sepanjang 75 Km diestimasi menghabiskan investasi sebesar Rp 8 triliun.

"Batang-Semarang kan 75 Km, kira-kira hampir Rp 8 triliun lah, kalau Pemalang-Batang itu 40 Km, kira-kira Rp 5 triliun, tapi kita tidak tahu biaya lahannya berapa sekarang," jelas dia.

"Sekarang kan baru mulai proses akuisisi, tender, saya yakin tahun depan bisa mulai," tutupnya.

sumber :

Kamis, 30 Juli 2015

Ikut Bangun Tol Semarang-Solo, Astra Siapkan Rp 900 Miliar


Jalan Tol Semarang - Solo membelah persawahan difoto dari udara 
di sekitar Lanud Adi Sumarmo, Solo, Jateng, Kamis (11/6). 
(ANTARA FOTO/Saptono)

Jakarta, CNN Indonesia -- PT Astra International Tbk melalui PT Astratel Nusantara, anak perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur dan logistik menuntaskan akuisisi 25 persen saham PT Trans Marga Jateng (TMJ), operator yang memiliki dan mengelola ruas jalan tol Semarang - Solo sepanjang 72,64 kilometer (km).

Direktur Astratel Nusantara Wiwiek D Santoso mengatakan setelah proses akuisisi tuntas, maka kepemilikan jalan tol tersebut berubah menjadi PT Jasa Marga sebanyak 73,9 persen, PT Astratel Nusantara sebesar 25 persen, dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah sejumlah 1,1 persen.

“Dana investasi yang kami siapkan senilai kurang lebih Rp 900 miliar. Asal dana dari induk usaha kami, yaitu Astra International,” ujarnya saat dihubungi CNN Indonesia, Rabu (29/7).

Wiwiek menjelaskan, ruas tol Semarang - Solo terdiri dari lima seksi, dan saat ini seksi satu Semarang - Ungaran sepanjang 10,8 km dan seksi dua Ungaran - Bawen sepanjang 11,9 km sudah beroperasi.

Sementara, seksi tiga yaitu ruas Bawen - Salatiga sepanjang 17,3 km masih dalam proses konstruksi. Terakhir seksi empat yang menghubungkan Salatiga - Boyolali sepanjang 24,1 km dan seksi lima dari Boyolali ke Kertosuro sepanjang 8,41 km masih dalam tahap pembebasan lahan. Diharapkan seluruh ruas ini dapat diselesaikan dan beroperasi pada 2017.

Wiwiek menyatakan Astratel berharap proses pembebasan lahan pada seksi empat dan lima bisa segera diselesaikan. Ia menjelaskan, pembebasan lahan tersebut merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Harapan kami bisa segera dibebaskan dan konstruksi segera dilakukan. Soalnya Pak Jokowi beri target bisa selesai 2017,” ungkapnya.

Ruas jalan tol Semarang – Solo merupakan bagian dari Tol Trans Jawa yang selain menghubungkan kedua kota tersebut juga akan menjadi penghubung berbagai kota di Jawa Tengah dan menjadi alternatif tambahan menuju Yogyakarta.

“Harapannya bisa mengembangkan potensi ekonomi wilayah sekitarnya, sehingga menciptakan efek berganda bagi kesejahteraan masyarakat serta memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi regional dan nasional,” tambah Wiwiek.

Menurutnya, pemerintah Indonesia kini fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur nasional termasuk terwujudnya Jalan Tol Trans Jawa pada 2018. Hal itu membuat Astratel ingin berperan serta dengan menambah investasi jalan tol.

Empat Proyek

Dengan tuntasnya akuisisi saham tersebut, Astratel memiliki empat ruas jalan tol melalui kepemilikan saham di empat perusahaan, yaitu PT Marga Mandalasakti (MMS) dengan kepemilikan 79,31 persen saham yang memiliki ruas tol Tangerang - Merak sepanjang 72,45 km. Ruas tol tersebut telah beroperasi 100 persen.

Kedua, PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI), dengan kepemilikan 95 persen yang mengelola ruas tol Jombang – Mojokerto sepanjang 40,5 km. Seksi satu telah beroperasi dan seksi dua sampai empat sedang dalam proses pembebasan lahan, pararel dengan pengerjaan konstruksi pada seksi dua dan tiga.

Ketiga, PT Marga Trans Nusantara (MTN) dengan kepemilikan 40 persen sebagai penggarap ruas tol Serpong – Kunciran sepanjang 11,25 km. Ruas ini sedang dalam proses pembebasan lahan. Keempat melalui PT Trans Marga Jateng (TMJ), dengan kepemilikan 25 persen yang seperti dibahas di atas memiliki ruas tol Semarang – Solo sepanjang 72,64 km.

Wiwiek menyatakan secara potensi dan prospek, adanya pertumbuhan kawasan industri di Jawa Tengah, khususnya di sekitar area jalan tol tersebut menjadi salah satu alasan Astratel ikut andil. Namun, ia enggan mengungkapkan proyeksi kontribusi jalan tol tersebut nantinya.

“Kalau terkait kapan bisa kontribusi ke dalam kinerja perusahaan, itu bakal lama. Proyek seperti ini kan proyek jangka panjang. Bisa sekitar lima tahun lebih baru kontribusi. Yang penting kami berkomitmen dulu di proyek ini,” jelas Wiwiek.

sumber :

Senin, 06 Juli 2015

Wijaya Karya Garap Dua Proyek Jalan Tol Solo-Kertosono Total nilai kontraknya Rp625 miliar.


Ilustrasi jalan tol. (VIVA.co.id/Muhamad Solihin)

VIVA.co.id - PT Wijaya Karya Tbk menjadi kontraktor pelaksana dari dua paket pekerjaan jalan tol yang merupakan bagian dari Proyek Tol Solo-Kertosono dengan total nilai kontrak Rp625 miliar. 

Dua paket proyek jalan tol yang pendanaannya bersumber dari APBN 2015 hingga 2017 ini yaitu, Jalan Tol Solo Kertosono yang merupakan proyek single year, yaitu paket 1 F sepanjang 1,5 kilometer. 

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Suradi, dalam siaran pers perseroan menjabarkan, proyek paket 1 F dikerjakan selama 6 bulan ini (Juni-Desember 2015) terdiri atas pekerjaan tanah 200.000 meter persegi (m2)

Selain paket tersebut, menurut dia, Wijaya Karya Konsorsium juga mendapatkan paket Jalan Tol Solo-Kertosono multiyears contract(kontrak tahun jamak). Proyek itu berlokasi di Kartosuro-Ngawi dan direncanakan selesai dalam kurun waktu 3 tahun ke depan. 

Pada proyek sepanjang 20 km ini, Wijaya Karya sebagai pemimpin konsorsium dengan share pekerjaan 38 persen. Sementara itu, sisanya dimiliki BUMN kontraktor lainnya dengan kepemilikan masing-masing 31 persen. 

Lingkup pekerjaan konsorsium, dia melanjutkan, terdiri atas pekerjaan tanah dan struktur. Jalan tol Solo-Kertosono terbagi menjadi ruas Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono serta melintasi wilayah Kabupaten Boyolali, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Sragen di Jateng. 

Sementara itu, di Jawa Timur, lokasi pembangunan tol penghubung Jateng-Jatim tersebut membentang sepanjang Kabupaten Jombang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Ngawi. Dengan adanya tol ini, waktu tempuh Solo-Ngawi-Kertosono dapat diringkas hanya dalam 2,5 jam yang semula ditempuh selama 6 jam.

Ditambah dua proyek ini, maka kontrak baru Wijaya Karya hingga pekan pertama Juli 2015 mencapai Rp10,59 triliun atau 33,47 persen dari target kontrak baru 2015 sebesar Rp31,64 triliun. (art)

sumber :

Selasa, 30 Juni 2015

INFO MUDIK 2015 : Volume Lalu Lintas Mudik Lebaran Diprediksi Meningkat 10%


Adityawarman
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) 
(Majalah Investor)

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan jumlah volume lalu lintas kendaraan yang melintas pada musim mudik lebaran 2015 di sembilan gerbang tol kelolaannya akan meningkat 10 persen dari realisasi 2014. Pada tahun lalu, operator jalan bebas hambatan tersebut mencatat jumlah volume kendaraan sekitar 1,4 juta kendaraan, sehingga diperkirakan pada tahun ini menjadi 1,54 juta kendaraan yang melintas di musim mudik lebaran 2015, yakni H-7 hingga H-1.

Ada pun tol yang dipersiapkan Jasa Marga untuk mudik lebaran adalah Cikampek-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, Palimanan-Kanci, Jalan Tol Semarang, dan Jalan Tol Semarang-Solo ruas Semarang-Ungaran, serta ruas Ungaran-Bawen.

Direktur Utama PT Jasa Marga Adhityawarman mengatakan, untuk melayani peningkatan jumlah volume kendaraan itu, pihaknya sudah menyiapkan strategi. Salah satunya adalah perubahan model transaksi dari yang sebelumnya berlapis menjadi sistem pembayaran di satu gerbang saja.

"Model itu diterapkan di gerbang tol Ciperna. Sebelumnya, pengguna jalan tol harus membayar di gerbang tol sebelumnya dan juga gerbang tol Ciperna," tutur Adhityawarman di Jakarta, Selasa (30/6).

Ia menjelaskan pula, pemilihan gerbang tol tersebut lantaran diperkirakan trafiknya meningkat akibat sudah digunakannya tol Cikopo-Palimanan. Menurutnya, tol tersebut dapat mengakomodasi pengguna tol langsung ke arah Cirebon tanpa perlu dulu keluar Cikampek.

"Adanya Tol Cipali sangat membantu kami dalam mengurai padatnya lalu lintas, terutama di sekitar Cikampek. Seperti diketahui, setiap mudik lebaran setiap tahunnya di wilayah tersebut sangatlah padat," ucap dia.

Selain mengakomodasi Pantura, terang Adhityawarman, tol Cipali pun mampu menjadi pilihan bagi para pengguna jalur lintas selatan. Dia mempercayai bila beberapa porsi yang biasa ditanggung oleh Tol Cipularang kemudian Cileunyi bisa berkurang berkat adanya tol Cipali. Namun, ia belum bisa memperkirakan jumlah detailnya.

Selain itu, Adhitya melanjutkan, puncak arus mudik di tol kelolaannya akan berlangsung pada 14 dan 15 Juli 2015. Tetapi, jumlah lintas hariannya berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Pengurangan tersebut diakibatkan penyebaran waktu mudik yang lebih banyak, yang diproyeksi mulai ramai pada 11-12 Juli 2015. Pada tanggal tersebut Jasa Marga memperkirakan melayani 30 persen dari total volume kendaraan yang akan mudik.

"Sementara sisanya akan terjadi di tanggal 13-15 Juli dan puncaknya adalah 14 dan 15 Juli 2015. Tetapi kami hitung tidak akan lebih padat dari tahun lalu," sebutnya.

Selain itu, Adhitya mengatakan, pihaknya siap menjalankan imbauan pemerintah agar menerapkan potongan harga untuk tarif tol 25-30 persen selama musim mudik lebaran. Menurut dia, hal tersebut merupakan hal yang positif demi meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jalan bebas hambatan.

"Tentu ada pengaruhnya atas kinerja keuangan. Tapi kami tidak terlalu memikirkan itu. Ini kan seperti pesta setahun sekali, kami harus meningkatkan servis," ujarnya.

Selain itu, katanya, Jasa Marga pun menyiapkan pelayanan derek cuma cuma selama musim mudik lebaran 2015. "Tentunya ini sebagai bentuk iktikad kami dalam meningkatkan pelayanan selama musim mudik lebaran 2015," ucapnya.

sumber :

Ruas Tol Bawen-Salatiga Mulai Digarap Akhir Bulan Ini


shutterstockIlustrasi

SEMARANG, KOMPAS.com - Jalan Tol Semarang-Solo merupakan bagian dari Jalan Tol Trans-Jawa. Seiring perkembangan wilayah Provinsi Jawa Tengah yang cukup pesat, maka Semarang sebagai ibu kota provinsi memiliki peran besar dalam mendorong kegiatan perekonomian yang diperkuat transportasi pelabuhan laut Tanjung Emas dan Bandara Internasional Ahmad Yani.

Dukungan aksesibilitas dari dan ke arah kota lewat jaringan jalan nasional maupun regional sudah merupakan kebutuhan pokok untuk memecahkan masalah transportasi darat.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat daerah Jawa khususnya Jawa Tengah maka Jalan tol Semarang-Solo pun dibangun dengan panjang total 72,64 kilometer. Jalan ini dikelola oleh PT Trans Marga Jateng yang merupakan perusahaan patungan antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (BUMD) dengan komposisi saham 60 persen dan 40 persen.

Jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp 7,30 triliun ini diharapkan mampu memperlancar jalur ekonomi di daerah-daerah yang dilaluinya, antara lain dari Ungaran yang merupakan daerah industri utama di Jawa Tengah. 

Saat ini, kendaraan-kendaraan besar dari daerah tersebut sering terhambat oleh kemacetan karena banyaknya kendaraan yang melintas di jalan provinsi antara Ungaran ke Semarang.

Ke depan, Jasa Marga juga akan terus melakukan pengembangan perusahaan dengan menambah jalan tol baru baik dengan cara mengikuti tender yang diselenggarakan pemerintah, mengakuisisi jalan tol yang tidak dikerjakan investor lama atau dengan memberikan inisiatif/usulan kepada pemerintah.

Pembangunan Ruas Bawen-Salatiga

PT Trans Marga Jateng (PT TMJ) juga telah melewati proses tender konstruksi untuk Jalan Tol Semarang-Solo dan ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 kilometer. Konstruksi jalan ini akan segera dilakukan pada akhir Juni 2015. Proses tender konstruksi Tol Bawen-Salatiga tersebut dibagi dalam 6 paket.

Setelah melalui proses tender yang dimulai sejak bulan Februari 2015, para pemenang tender, yaitu PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk Paket 3.1 ruas Bawen-Polosiri, PT PP (Persero) Tbk. untuk paket 3.2 ruas Polosiri-Sidorejo, dan PT Nindya Karya (Persero) yang membentuk Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Jaya Konstruksi untuk Paket 3.3D ruas Sidorejo-Tengaran.

Sementara sebagai konsultan, untuk Paket 3.1 dipegang PT Eskapindo Matra dan PT Dessa Cipta Rekayasa (KSO), Paket 3.2 PT Yodya Karya (Persero) dan PT Mitrapacific Consulindo International (KSO), serta Paket 3.3D PT Perentjana Djaja.

Untuk Paket 3.3B, yaitu Sidorejo-Tengaran saat ini masih dalam proses lelang konstruksi oleh PT TMJ. Adapun Paket 3.3 A dan 3.3 C, yaitu Sidorejo-Tengaran proses lelang konstruksi dan konsultan dilakukan langsung oleh pemerintah.

Seksi III ruas Bawen-Salatiga ini merupakan kelanjutan dari seksi sebelumnya yaitu Seksi I ruas Semarang-Ungaran sepanjang 11,3 kilometer yang telah beroperasi sejak 17 November 2011 dan Seksi II ruas Ungaran-Bawen 12 kilometer yang telah dioperasikan sejak 4 April 2014.

Saat ini, proses pembebasan tanah ruas Bawen-Salatiga hampir rampung dan telah mencapai 96,78 persen. Diharapkan, pada akhir bulan Juni ini, pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai. Pada lebaran tahun 2016, konstruksi ruas ini dijadwalkan sudah selesai dan dapat segera beroperasi.

Selanjutnya, untuk Seksi IV Ruas Salatiga-Boyolali sepanjang 24,40 kilometer saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan dengan progres 46,93 persen. Sedangkan Seksi V Ruas Boyolali-Kartasura sepanjang 7,64 kilometer juga masih dalam tahap pembebasan lahan dengan progres sebesar 46,48 persen. 

Diharapkan, keseluruhan konstruksi seksi pada Jalan Tol Semarang-Solo dapat selesai dan beroperasi pada akhir tahun 2017.

sumber :

Jasa Marga Rampungkan Tender Ruas Tol Bawen-Salatiga


ilustrasi

JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyatakan telah menyelesaikan proses tender konstruksi jalan tol Semarang-Solo ruas Bawen-Salatiga, sepanjang 17,6 kilometer (km).

Ruas yang dioperasikan PT Trans Marga Jateng (TMJ) ini akan segera dilakukan pekerjaan konstruksi pada akhir Juni ini. Di mana proses tender konstruksi dibagi dalam enam paket.

"Seksi III ruas Bawen-Salatiga merupakan kelanjutan seksi sebelumnya, yaitu seksi I Ruas Semarang-Ungaran (11,3 km) yang dioperasikan sejak 17 November 2011. Selanjutnya, seksi II ruas Ungaran-Bawen (12 km) yang dioperasikan sejak 4 April 2014," ujar Corporate Secretary Jasa Marga David Wijayatno dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6/2015).

David menuturkan, saat ini progres pembebasan tanah ruas Bawen-Salatiga hampir rampung dan telah mencapai 96,78%. Diharapkan pada akhir Juni mendatang, pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai. "Diharapkan pada Lebaran tahun 2016, ruas ini sudah selesai dikonstruksi dan dapat segera beroperasi," jelas David.

Dia menambahkan, untuk Seksi IV ruas Salatiga-Boyolali sepanjang 24,40 km, saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan dengan progres sebesar 46,93%. Demikian pula, seksi V ruas Boyolali-Kartasura sepanjang 7,64 km masih dalam tahap pembebasan lahan.

"Dengan progres sebesar 46,48%. Diharapkan, keseluruhan seksi pada jalan Tol Semarang-Solo dapat selesai dikonstruksi dan beroperasi pada akhir tahun 2017," tandasnya.

sumber :

Senin, 29 Juni 2015

Lebaran 2016 Tol Bawen-Salatiga Siap Beroperasi


Proyek pembangunan tol Semarang-Solo sesi 2 Ungaran-Bawen. 
TEMPO/Budi Purwanto

TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk, melalui anak usahanya PT Trans Marga Jateng (PT TMJ) menargetkan ruas tol Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 km dapat beroperasi pada Lebaran 2016.

"Targetnya Lebaran 2016 beroperasi. Ruas ini bagian dari Jalan Tol Semarang-Solo," kata Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero), Tbk, David Wijayatno saat dihubungi di Jakarta, Senin (29 Juni 2015).

David menjelaskan, proses konstruksi akan dimulai akhir Juni ini, setelah PT TMJ menyelesaikan proses tendernya dan sudah ada pemenang pada enam paket pekerjaan di ruas itu.

Proses tendernya dimulai sejak Februari 2015 dan para kontraktor pemenang tendernya adalah PT Adhi Karya(Persero) Tbk untuk Paket 3.1 Ruas Bawen-Polosiri), PT PP (Persero) Tbk. (Paket 3.2 Ruas Polosiri-Sidorejo), dan PT Nindya Karya (Persero) KSO dengan PT Jaya Konstruksi (Paket 3.3D Ruas Sidorejo-Tengaran).

Kemudian, konsultan untuk Paket 3.1 PT Eskapindo Matra dan PT Dessa Cipta Rekayasa (KSO), Paket 3.2 PT Yodya Karya (Persero) dan PT Mitrapacific Consulindo International (KSO), serta Paket 3.3D PT Perentjana Djaja. 

Sedangkan untuk Paket 3.3B (Sidorejo-Tengaran) masih dalam proses lelang konstruksi oleh PT TMJ dan Paket 3.3 A dan 3.3 C (Sidorejo-Tengaran), proses lelang konstruksi dan konsultan dilakukan langsung oleh Pemerintah. 

Ditambahkan juga, Seksi III Ruas Bawen-Salatiga ini merupakan kelanjutan dari seksi sebelumnya yaitu Seksi I Ruas Semarang-Ungaran (11,3 km) yang telah dioperasikan sejak 17 November 2011, dan Seksi II Ruas Ungaran-Bawen (12 km) yang telah dioperasikan sejak 4 April 2014. 

"Saat ini progres pembebasan tanah Ruas Bawen-Salatiga hampir rampung dan telah mencapai 96,78 persen," katanya. 

Selanjutnya, untuk Seksi IV Ruas Salatiga-Boyolali sepanjang 24,40 km saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan dengan progres sebesar 46,93 persen. 

Sedangkan Seksi V Ruas Boyolali-Kartasura sepanjang 7,64 km juga masih dalam tahap pembebasan lahan dengan progres sebesar 46,48 persen. 

"Harapan kami, keseluruhan seksi pada Jalan Tol Semarang-Solo selesai dan beroperasi pada akhir 2017," katanya.

sumber :

Sabtu, 27 Juni 2015

Ini Tarif Resmi Tol Cipali

Foto: Detik

PT Lintas Marga Sedaya, operator tol Cipali telah resmi menerapkan tarif pada semua golongan kendaraan. 

JAKARTA - PT Lintas Marga Sedaya, operator tol Cikopo-Palimanan (Cipali), telah resmi menerapkan tarif pada semua golongan kendaraan. Penerapan tarif mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 323/KPTS/M/2015, besaran tarif adalah sesuai jarak yang ditempuh dan golongan kendaraan.

Untuk jarak terjauh tarif Tol Cipali (dari Cikopo sampai Palimanan) kendaraan Golongan I membayar Rp96.000, Golongan II Rp144.000, Golongan III Rp192.000, Golongan IV Rp240.000, dan Golongan V diterapkan tarif Rp288.500. 

"Pantauan di lapangan setelah pemberlakuan tarif, sejak Jumat dini hari (26/6) ruas tol Cipali mulai diramaikan oleh bus-bus antar kota dan truk-truk besar, selain kendaraan kecil Golongan I yang memang telah melintas sejak dioperasikannya tol Cipali pada 14 Juni 2015,” ujar Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya, Hudaya Arryanto dalam siaran persnya, Jumat (26/6/2015) malam.

Pemberlakuan tarif dilakukan setelah masa sosialisasi selama dua pekan berakhir. Ruas tol Cikopo-Palimanan diresmikan Presiden Indonesia Joko Widodo, pada 13 Juni 2015. Pasca peresmian, PT Lintas Marga Sedaya sebagai operator dan pemegang konsesi ruas tol tersebut melakukan sosialisasi dengan tanpa memungut biaya bagi kendaraan yang melintasi ruas tol tersebut.

Saat ini, PT LMS telah melengkapi sarana dan fasilitas pendukung tol Cipali. Fasilitas pendukung tersebut di antaranya full rambu, marka, petunjuk serta guardrail yang diperlukan.

"Selain itu untuk mendukung fungsi lampu penerangan jalan yang sudah terpasang di lokasi simpang susun, di sepanjang ruas Cipali juga sudah dipasang patok pengarah (guide post) yang reflektor-nya akan bersinar jika terkena lampu kendaraan, sehingga menambah keamanan berkendara di malam hari,” kata Hudaya.

Hudaya menambahkan, tol Cipali juga dilengkapi fasilitas rest area pada 6 (enam) titik. “Saat ini sudah ada enam Rest Area yang beroperasi, yaitu di KM 86A, KM 86B, KM 101, KM 102, KM 164 dan KM 166, yang menyediakan fungsi dasar seperti toilet, mushola, tempat parkir hingga beberapa gerai makanan. Bahkan SPBU pun telah dioperasikan di KM 102. Minggu depan dua Rest Area lagi akan dibuka, sehingga lengkap menjadi 8 (delapan),” tuturnya.

Hudaya juga, mengingatkan, kondisi jalan tol Cipali yang mulus dan cenderung lurus, serta perambuan dan fasilitas yang makin lengkap tetap perlu diimbangi dengan perilaku mengemudi yang disiplin dan aman.

“Bagi para pengguna jalan tol Cipali, mohon siapkan kondisi fisik dan kendaraan Anda sebelum berkendara. Jika lelah atau mengantuk, manfaatkanlah Rest Area yang telah tersedia untuk sekedar beristirahat. Jaga jarak aman dan jangan ngebut melebihi batas maksimum kecepatan 100 km/jam seperti tertulis di rambu,” ujar Hudaya.

Jalan tol Cipali sepanjang 116,75 kilometer merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia dan merupakan bagian dari sistem jalan tol Trans Jawa. Jalan Tol Cikopo-Palimanan melintasi 5 kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka dan Cirebon.

PT Lintas Marga Sedaya sebagai pemegang konsesi Jalan Tol Cikopo-Palimanan selama 35 tahun, merupakan badan usaha jalan tol yang sahamnya dimiliki oleh PT Baskhara Utama Sedaya (45%), suatu perusahaan investasi nasional, dan PLUS Expressways International Berhad (55%) yang merupakan perusahaan jalan tol terkemuka di Malaysia.

sumber :

Jumat, 26 Juni 2015

Jasa Marga Siap Bangun Tol Jakarta-Cikampek II

ilustrasi : Tol Jakarta Cikampek

Jasa Marga menginisiasi pembangunan Jalur Tol Jakarta-Cikampek II atau Tol Jakarta-Cikampek part two sepanjang 64 kilometer (km). Foto: IstimewaJAKARTA - PT Jasa Marga (persero) Tbk menginisiasi pembangunan Jalur Tol Jakarta-Cikampek II atau Tol Jakarta-Cikampek part two sepanjang 64 kilometer (km), mengingat kondisi jalur tol Jakarta-Cikampek saat ini sudah sangat padat. 

Direktur Utama PT Jasa Marga, Adityawarman mengatakan, pihaknya sudah memberikan inisiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURR) melalui surat resmi. "Kita sudah bersurat, dan rencananya hari ini (26/6/2015) bertemu dengan Menteri PUPR mengenai jalan tol yang kami usulkan," ujarnya, Kamis (25/6/2015). 

Dia menjelaskan jalan tol Jakarta-Cikampek sepanjang 72 kilometer yang ada saat ini sudah dipadati pada empat lajur (4x2) di ruas tersebut, sehingga jika semakin dibiarkan, justru menambah kerugian bagi pengguna tol di jalur tol tersebut. 

"Jalan tol Jakarta-Cikampek sekarang ini macetnya sudah bukan main, sangat parah. Dari kilometer 0 hingga kilometer 31 itu bisa sampai lima jam. Makanya, kami menginisiasi untuk membangun disamping lajur tol jakarta-Cikampek yang ada saat ini," katanya. 

Dia menjelaskan, bahwa jalur tol yang akan direncanakan tersebut sepanjang 64 kilometer senilai Rp9 triliun. Asumsinya, mengacu pada biaya konstruksi per kilometer yang mencapai Rp150 miliar. "Jadi, kalau ditotal ya Rp150 miliar itu dikalikan 64, kira-kira biayanya sekitar itu," terangnya.

Dia menambahkan, saat ini inisiasi tersebut sudah disampaikan ke Kementerian PUPR. Jasa Marga berharap rencana jalan tol Jakarta-Cikampek II bisa dimasukkan sebagai jaringan jalan baru di Kementerian PUPR. "Syaratnya kalau mau inisiasi jalan tol ya harus masuk sebagai jaringan jalan baru di Kementerian PUPR. Tapi, mudah-mudahan ini bisa, sehingga bisa kita bangun secepatnya," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, Achhmad Ghany Gazali mengungkapkan rencana pembangunan jalur tol Jakarta-Cikampek II lantaran kondisi padat di jalur tol tersebut sudah tak dapat diantisipasi. "Ini juga terkait dengan pengembangan kawasan industri di sekitar tol tersebut. Jika dibiarkan juga akan menambah biaya logistik karena lamanya waktu tempuh jika melintasi jalur tol tersebut," imbuhnya. 

Namun, untuk mewujudkan jalur tol baru tersebut, pemerintah akan berdiskusi dengan pihak investor selaku inisiator pembangunan jalur tol tersebut. Saat ini, Jasa Marga telah mengajukan rencana jalur tol baru tersebut. Namun, Ghani masih tak menyebut siapa saja investor yang menginisiasi pembangunan jalur tol tersebut. "Saya belum tahu, namun yang pasti sudah ada investornya," pungkas Ghani.

sumber :