javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Jumat, 21 September 2012

Gubernur Jateng: Proyek Tol Ungaran-Bawen Molor

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo tiba di gedung Komisi Pemberantasan 
Korupsi, Jakarta Selatan, Selasa (19/6). Bibit menyampaikan langsung 
laporan harta kekayaannya yang merupakan kewajiban setiap pejabat publik.
 (sumber: Antarafoto)
Penyelesaian sejumlah pekerjaan tidak mencapai target, rata-rata minus
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengungkapkan target penyelesaian lanjutan proyek Jalan Tol Semarang-Solo, ruas Ungaran hingga Bawen, Kabupaten Semarang, terancam molor.

"Penyelesaian sejumlah pekerjaan tidak mencapai target, rata-rata minus," kata Gubernur di Semarang, hari ini.

Padahal, lanjut dia, pengerjaan ruas tersebut ditargetkan selesai antara bulan Maret hingga April 2013.

Menurut dia, tidak tercapainya target pelaksanaan sejumlah pekerjaan tersebut disebabkan oleh para pelaksana proyek yang tidak mengoptimalkan peluang waktu yang ada.

Ia menjelaskan, bulan April hingga Agustus tahun ini merupakan waktu yang baik untuk mengoptimalkan pencapaian sasaran pekerjaan.

Memasuki bulan November, wilayah Jawa Tengah diperkirakan sudah memasuki musim penghujan.

"Kalau sudah hujan akan muncul masalah, sehingga waktu efektif tinggal oktober dan November ini," katanya.

Gubernur berencana mengumpulkan seluruh kontraktor yang terikat kontrak pekerjaan dalam proyek ini.

Ia meminta tambahan pekerja dan peralatan untuk mengoptimalkan pekerjaan sehingga target yang ditetapkan terpenuhi.

Dengan target penyelesaian jalan tol antara Maret hingga April, lanjut dia, maka waktu yang tersisa untuk menuntaskan proyek tersebut hanya sekitar enam bulan.

Ia khawatir jika jumlah pekerja dan peralatan tidak ditambah, target penyelesaian proyek tol tidak tercapai tepat waktu.

sumber :

Tak Optimal, Tol Ungaran-Bawen Terancam Molor

Sejumlah pekerja dengan bantuan alat berat melakukan 
perataan tanah pada proyek pembangunan jalan tol 
Semarang-Solo seksi 2 Ungaran-Bawen, di Ungaran, 
Kab. Semarang, Jateng, Senin (13/2). Pengerjaan jalan 
tol seksi 2 sepanjang 13,33 km itu ditargertkan selesai dalam
waktu 18 bulan. FOTO ANTARA/R. Rekotomo/Koz/Spt/12.
Semarang, ANTARA Jateng - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengungkapkan target penyelesaian lanjutan proyek Jalan Tol Semarang-Solo, ruas Ungaran hingga Bawen, Kabupaten Semarang, terancam molor.


"Penyelesaian sejumlah pekerjaan tidak mencapai target, rata-rata minus," kata Gubernur di Semarang, Jumat.

Padahal, lanjut dia, pengerjaan ruas tersebut ditargetkan selesai antara bulan Maret hingga April 2013.

Menurut dia, tidak tercapainya target pelaksanaan sejumlah pekerjaan tersebut disebabkan oleh para pelaksana proyek yang tidak mengoptimalkan peluang waktu yang ada.

Ia menjelaskan, bulan April hingga Agustus tahun ini merupakan waktu yang baik untuk mengoptimalkan pencapaian sasaran pekerjaan.

Memasuki bulan November, wilayah Jawa Tengah diperkirakan sudah memasuki musim penghujan.

"Kalau sudah hujan akan muncul masalah, sehingga waktu efektif tinggal oktober dan November ini," katanya.

Gubernur berencana mengumpulkan seluruh kontraktor yang terikat kontrak pekerjaan dalam proyek ini.

Ia meminta tambahan pekerja dan peralatan untuk mengoptimalkan pekerjaan sehingga target yang ditetapkan terpenuhi.

Dengan target penyelesaian jalan tol antara Maret hingga April, lanjut dia, maka waktu yang tersisa untuk menuntaskan proyek tersebut hanya sekitar enam bulan.

Ia khawatir jika jumlah pekerja dan peralatan tidak ditambah, target penyelesaian proyek tol tidak tercapai tepat waktu.
sumber :

Kamis, 20 September 2012

Alasan Dahlan Ubah Hutama Karya Jadi BUMN Jalan Tol

Hutama Karya sebelumnya merupakan BUMN konstruksi.

Gedung Hutama Karya (HK) di Jalan Letjen MT Haryono, Jakarta, (VIVAnews/Muhamad Solihin)
VIVAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, menilai BUMN yang bergerak di bidang konstruksi, PT Hutama Karya, cocok untuk diubah lini bisnisnya menjadi BUMN jalan tol. PT Jasa Marga Tbk sebagai satu-satunya BUMN jalan tol dinilai lambat membangun jalan tol di tingkat keekonomian rendah.

Dahlan Iskan menjelaskan, Hutama Karya mempunyai kemampuan untuk membangun jalan. Selain itu, ukuran perusahaan yang cukup besar dan manajemen Hutama Karya juga berhasrat untuk membangun jalan tol.

"Dan yang terpenting Hutama Karya belum go public," kata Dahlan Iskan di Jakarta, Rabu 19 September 2012.

Mantan direktur utama PT Perusahaan Listrik Negara ini menjelaskan, dengan kepemilikan saham 100 persen dikuasai negara, pemerintah dapat dengan mudah menugaskan Hutama Karya membangun jalan tol. Terlebih lagi, Hutama Karya takkan terlalu memperhitungkan untung rugi dan tingkat keekonomian dari pembangunan ruas jalan tol.

"Kalau Jasa Marga yang ditugasi, kalau tidak untung, Jasa Marga tidak mau dan pemerintah juga tidak bisa memaksakan. Karena Jasa Marga milik publik. Sedangkan Hutama Karya 100 persen milik negara, sehingga pemerintah dapat secara legal untuk menugasi Hutama Karya," katanya.

Untuk merealisasikan rencananya, pemerintah akan menggunakan skema penyertaan modal negara kepada Hutama Karya guna membangun berbagai proyek jalan tol. Ia optimistis, jika lini bisnis Hutama Karya telah menjadi perusahaan jalan tol, ruas tol lintas Sumatera, Bakauheuni-Medan akan selesai dalam waktu enam tahun.

"Jalan tol lintas Sumatera yang saat ini sedang dikaji Jasa Marga dan pemda itu perhitungannya panjang sekali. Karena hitungannya banyak, maka tidak jalan-jalan," katanya. (art) 
sumber :
viva 

Rabu, 19 September 2012

Dahlan Usul Hutama Karya Ganti Haluan Jadi Perusahaan Tol



Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengusulkan agar ada perubahan bisnis inti pada BUMN karya Hutama Karya (HK). Ia mengusulkan agar bisnis HK bergeser dari bidang konstruksi ke perusahaan pengelola jalan tol selayaknya PT Jasa Marga (Persero).

"Ini nggak perlu didirikan, kita lagi mengusulkan Hutama Karya jadi perusahaan jalan tol. Ini sudah 1 bulan di godok," kata Dahlan usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR Senayan, Rabu (19/9/2012).

Dahlan mengakui Hutama Karya akan mengerjakan proyek-pyoek jalan tol yang secara hitungan bisnis kurang menjanjikan.
"Kalau ada perusahaan jalan tol bukan Jasa Marga ini, 100 persen milik negara ini untuk jalan tol supaya lebih cepat dari sekarang," imbuhnya,

Nantinya lini bisnis Hutama Karya yang selami ini fokus pada kontruksi akan 100 persen berubah ke investor dan pengelolaan jalan tol. Selain itu, ia juga beralasan Hutama Karya memiliki kemampuan untuk menjadi perusahaan pengembangan dan penegelola jalan tol.

"Punya kemampuan bangun jalan, size-nya cukup besar, manajemennya punya passion, dia belum go public," tutupnya.
sumber :
detik


Dilintasi Dua Tol, Karanganyar Jadi Lebih Ramai

ilustrasi
KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Keberadaan Tol Semarang-Solo dan Solo-Kertosono (Soker) akan membuat Karanganyar lebih ramai dan tidak menjadi kota yang mati. Hal itu karena adanya dua akses keluar masuk untuk kendaraan di kedua tol yang menjadi bagian tol trans Jawa tersebut.

Yakni akses interchange atau simpang susun di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, yang menjadi bagian dari Kartasura Junction yang menjadi titik temu Tol Semarang-Solo dan Soker, serta interchange di Desa Kemiri Kecamatan Kebakkramat, untuk Tol Soker.

"Kalau Tol Semarang-Solo dan Tol Soker beroperasi, Karanganyar pasti jadi lebih ramai, karena bisa keluar dan masuk di Ngasem dan Kebakkramat," kata Kepala Bidang Pengendalian Operasional Keselamatan Jalan pada Dinas perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Joko Mulyono ketika ditemui.

Selain itu, adanya dua tol tersebut juga akan mempersingkat jarak antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, sehingga membuat arus kendaraan yang berada di dalam kota menjadi lebih ringkas.

Joko menandaskan karena memiliki dua akses keluar masuk itu, maka Karanganyar tidak akan seperti Kota Salatiga, yang dikhawatirkan akan menjadi kota mati dengan adanya Tol Semarang-Solo. "Sebab di sana tidak ada akses keluar masuk di Kota Salatiga jadi semua kendaraan hanya melintas saja," paparnya.

Bahkan, lanjutnya, keberadaan tol tersebut juga akan membuat lebih ramai lalu-lintas yang ada di daerah sekitar, seperti Sukoharjo dan Wonogiri, sehingga dibutuhkan jalur alternatif baru sebagai penghubung. Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan kendaraan yang ada di dalam kota, perlu adanya peningkatan di jalur jalan yang lama.

Dia memberikan contoh, jalan Karanganyar-Sragen misalnya, akan menjadi jalur utama, karena menjadi jalur akses untuk menuju dan keluar dari interchange Tol Soker di Kebakkramat, sehingga ruas jalan yang menghubungkan Karanganyar dengan Sragen dan kemudian menuju Jawa Timur itu juga perlu dilebarkan.

Tetapi karena ruas jalan itu adalah jalan negara, maka kewenangan itu berada di tangan pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi.
sumber :

Lahan Satu Perusahaan Belum Bebas

Proyek Tol Ungaran-Bawen  
Tol Ungaran-Bawen-Sejumlah truk hilir mudik mengangkut tanah di sekitar 
 proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen yang
 berbukit di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah,
 Kamis (3/5/2012). Penyelesaian proyek tol ruang Ungaran-Bawen ini
 masih terhambat dengan pembebasan lahan milik warga.(foto : KOMPAS)
 
UNGARAN - Proses pembebasan lahan tol Ungaran-Bawen memasuki tahap penyelesaian. Dari tiga perusahaan yang terkena proyek tol di lingkungan Congol, Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, tinggal satu yang belum dibebaskan karena masih menunggu penghitungan nilai ganti rugi.

Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Waligi menjelaskan, perusahaan tersebut adalah PT Jati Kencana Beton. Penghitungan nilai ganti rugi fisik masih dilakukan tim Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang. Jika penghitungan selesai, nanti tinggal menyelesaikan penetapan harga.

Adapun pembayaran ganti rugi lahan milik perusahaan karoseri PT Sing Utomo telah tuntas. Sementara, penetapan harga ganti rugi untuk CV Sentra Agrec Sindo sudah selesai, tinggal menunggu keputusan siapa yang berhak menerima pembayaran. Pasalnya, pemilik lahan belum menyerahkan akta pendirian perusahaan.

Penetapan Rumit

"Agar tidak menjadi masalah di kemudian hari, kami masih menunggu CV Sentra Agrec Sindo menyerahkan akta pendirian perusahaan," jelasnya, Selasa (18/9).
Menurut Waligi, penetapan harga berpedoman pada klasifikasi penghitungan ganti rugi fisik bangunan sesuai dengan standar harga di Kabupaten Semarang.

"Klasifikasinya berbeda, itulah yang membuat penetapan harga agak rumit. Di antaranya meliputi bangunan kantor, dapur, bak air, hingga gapura perusahaan," jelasnya sembari menambahkan, nilai ganti rugi lahan sesuai kesepakatan adalah Rp 550 ribu per meter persegi.

Manajer Operasional PT Jati Kencana Beton M Dahwan saat dikonfirmasi justru mempertanyakan kinerja tim independen yang digantikan oleh tim Dinas Pekerjaan Umum dalam mengukur ulang dan menghitung ganti rugi. Menurut dia, pengukuran dan penghitungan tersebut seharusnya dilakukan tim appraisal independen.
"Apa tidak lebih baik bila pekerjaan itu dilakukan oleh tim appraisal independen," ujarnya.
Dahwan mengatakan, harga tersebut adalah hasil penawaran pada 2008.
Karena itu pihaknya berharap ada perubahan angka sesuai dengan harga lahan yang berlaku tahun ini. (H86-59) 
sumber :

Jembatan Tol Sepanjang 1 Km Akan Hiasi Tol Semarang-Solo

Trase Jalan Tol Semarang-solo Seksi Ungaran-Bawen yang masih terus digenjot pembangunannya. 
 Diharapkan akan selesai pertengahan tahun 2013
Info Tol (18/9): Kementerian PU telah memprakarsai program kerjasama antar pemerintah dengan swasta, salah satunya dengan mewujudkan jalan tol koridor Trans Jawa. Jalan Tol Semarang-Solo ini merupakan bagian dari ruas Trans Jawa yang belum terselesaikan.

Dalam Ruas Semarang- Solo sepanjang 72,64 km tersebut, tepatnya pada seksi 2 akan dibangun jembatan tol Lemah Ireng yang memiliki panjang 1 km, dan jembatan tersebut sebagai jembatan terpanjang yang panjangnya melebihi jembatan yang saat ini berada di Tol Cipularang.

Pembangunan Jalan tol Semarang-Solo dibagi menjadi dua tahap yang terdiri dari Ruas Semarang-Bawen dan Ruas Bawen-Solo. Tahap I yang dibagi menjadi 2 seksi yang perkembangannya saat ini terus menunjukkan peningkatan. Seksi 1 ruas Semarang-Ungaran sepanjang 10,85 km sudah beroperasi sejak Novem-ber tahun lalu. Sedangkan seksi 2 ruas Ungaran-Bawen diperkirakan akan selesai pertengahan tahun 2013.

Seksi dua ruas Ungaran-Bawen sepanjang 11,95 km dibagi dalam empat paket. Paket III dan paket IV sepanjang 7,15 km yang diperkirakan selesai Oktober mendatang. Jalan tol ini nantinya akan memiliki pintu gerbang di Banyumanik, Ungaran dan Bawen yang terbagi dalam sembilan jembatan dan empat simpang susun.

Di antara Semarang-Bawen terdapat kawasan industri yang potensial di daerah Ungaran. Karena daerah ini sering terjadi kemacetan. Diharapkan dengan dibangunnya Jalan Tol Semarang-Solo ini dapat mempersingkat jarak tempuh dan waktu perjalanan.  (Komper/Foto: Lisye) 
sumber :

Senin, 17 September 2012

TOL SEMARANG-SOLO: Ruas Ungaran-Bawen Terbentur Pembebasan Tanah

Proyek Tol Semarang-Solo
Mia Chitra Dinisari
JAKARTA: Rencana operasional proyek tol Ungaran-Bawen ( seksi II Tol Semarang-Solo) teancam tertunda, menyusul realisasi pembebasan tanah yang saat ini masih tersendat.

PT Trans Marga Jateng (TMJ) sebagai pemegang konsesi ruas tol tersebut semula memperkirakan operasional tol bisa dilakukan pada Mei 2013 mendatang.

Kabag Pengendalian dan Pelaksana Pembangunan PT TMJ Rus Sutantyo meminta agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah Provinsi Jawa Tengah, bisa melakukan percepatan pembebasan tanah seluas 6,7 hektar tesebut.

Dia mengatakan jika masalah pembebasan lahan ini belum juga selesai hingga Oktober 2012, maka kemungkinan penyelesaian tol seksi II Unggaran-Bawen akan mundur dari jadwal yang telah ditetapkan.

Diperkirakannya, waktu yang diperlukan untuk membebaskan tanah itu yakni sekitar enam bulan.

"Jika tidak bisa selesai Oktober tanah bebas, ya kemungkinan bisa mundur penyelesaiannya, belum lagi masalah cuaca pada musim hujan kita tidak bisa berbuat banyak. Kita belum tahu sampai kapan mundurnya," ujarnya.

Dia menjelaskan saat ini masih terdapat sekitar 50 bidang lahan dengan luasan 6,7 hektar lagi tanah yang belum terbebaskan.

Dari empat paket pekerjaan seksi II Unggaran-Bawen, hampir semua paket terkendala tanah. Dan yang paling banyak masih di paket 4 banyak lahan belum bebas.

Seksi II Ungaran-Bawen pembangunan konstruksinya digarap oleh tiga kontraktor BUMN yakni PT Adhi Karya, PT PP, PT Waskita Karya. Tol ini merupakan bagian dari tol Semarang Solo dengan total panjang 75,7 kilometer dan total investasi Rp8 triliun. (sut) 
Ruas                                      Panjang  
     
Semarang-Ungaran                10,9 km

Ungaran-Bawen                     11,3 km

Bawen-Salatiga                      17,04 km

Salatiga-Boyolali                     22,85 km

Boyolali-Solo                          13,57 km

Total                                        75,66 km

sumber :

Percepat Pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo

Jinto Sirait (ISTIMEWA)
Sebagai bagian cara memodernisasi pengelolaan jalan, Kementerian PU telah memprakarsai program kerja sama pemerintah-swasta. Program yang telah berjalan ini sedikit-banyak telah membuahkan hasil seperti mewujudkan jalan tol koridor Trans Jawa.

Sebagian besar jalan tol trans Jawa ini dibangun dengan melibatkan sebanyak mungkin peran swasta. Seperti halnya ruas pembangunan jalan tol Semarang-Solo yang merupakan program 1.000 km jalan tol trans Jawa.

Jalan tol Semarang-Solo ini merupakan bagian dari ruas Trans Jawa yang belum selesai terbangun. Ruas tol Trans Jawa lainnya yang dalam proses kontruksi seperti Cikampek-Palimanan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Solo-Ngawi, Ngawi Kertosono, Kertosono Mojokerto, Mojokerto-Surabaya. Khususnya, ruas Semarang-Solo memiliki panjang 72,64 km, yang pembangunannya terbagi dalam dua tahap. Untuk tahap I membentang antara Semarang-Bawen, dan tahap II antara Bawen-Solo.

Berdasarkan keterangan terakhir, perkembangan proyek tol Semarang-Solo cukup lumayan dengan beroperasinya sepanjang 10,85 km antara Semarang-Ungaran (seksi I). Untuk menyelesaikan tahap I antara Semarang-Bawen (Seksi II) diperkirakan butuh waktu paling lambat pertengahan tahun 2013.

Ruas Ungaran–Bawen sepanjang 11,95 km ini dibagi dalam empat paket kegiatan konstruksi yakni paket III-paket VI. Untuk paket III diperkirakan tuntas pada bulang Oktober mendatang. Jinto Sirait kepala bagian pengendali Pelaksana Paket 4 dan 5, PT Trans Marga Jateng mengatakan untuk paket III, baru saja dikerjakan untuk lahan tol yang baru dibebaskan, dan diperkirakan Oktober nanti dapat tuntas.

"Kami segera bangun untuk lapisan dasar, setebal 10 cm untuk nantinya dijadikan fondasi struktur jalan tol setebal 31 cm. Tidak ada kendala, hanya penyediaan lahan saja yang agak rumit sehingga perlunya dukungan pemda agar segera dituntaskan," tutur Jinto Sirait di Semarang, kemarin.

Seperti pengamatan Koran Jakarta, konstruksi tol tahap I Semarang-Bawen tepatnya seksi II Ungaran-Bawen masih terlihat sporadis karena belum tuntasnya pembebasan tanah. Seperti kosntruksi tiang pancang untuk jembatan tol terpanjang di Jawa yang berada dalam proyek ini, juga baru sebagian terbangun. Karena, sebanyak 7,6 ha lahan belum selesai pembebasan tanah, karena terkendala berbagai persoalan.

Pembangunan Jalan tol Semarang-Solo dikerjakan oleh PT Trans Marga Jateng. Perusahaan patungan ini sebanyak 60 persen saham dimiliki oleh PT Jasa Marga Tbk sedangkan 40 persen saham sisanya dikuasai oleh PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah. PT Trans Marga Jateng ini telah mengantongi Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol sejak 8 Juni 2007 silam.

Jalan tol ini rencananya memiliki pintu gerbang di Banyumanik, Ungaran, dan Bawen. Terbagi dalam Sembilan jembatan dan empat simpang susun. Perusahaan ini, juga memang konsesi pengelolaan jalan tol sepanjang 45 tahun sejak diteken PPJT.

Jinto Sirait mengaku untuk ruas Seksi II Ungaran-Bawen, khususnya paket IV-VI, belum semua tanahnya tersedia. Padahal, untuk pengoperasian seksi II ditargetkan Mei 2013 mendatang, sehingga tanah harus dapat dituntaskan paling lambat pada Oktober mendatang. "Kami masih perlu waktu 6 bulan untuk membangun setelah tanah ini dibebaskan, sehingga paling tidak Oktober nanti harus segera diselesaikan persoalan tanahnya," tuturnya.

Wasta Gunadi, Kepala Humas PT Jasa Marga Tbk, menambahkan apabila proyek seksi II ini selesai maka setidaknya jalan tol ini akan mampu tersambung dengan jalan arteri lintas Bawen ke arah Solo. Sesuai pengamatan Koran Jakarta, tanah yang belum selesai pembebasan karena warga masih meminta ganti rugi yang tinggi di atas harga pasar.
suh/E-12 
Sumber :

Pembangunan Tol Semarang-Solo Seksi II terancam Molor

ilustrasi
JAKARTA (Pos Kota)-Proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo seksi II (ruas Ungaran-Bawen) terancam molor akibat kendala pembebasan lahan. Pihak Bina Marga Kementerian PU hanya bersedia mengganti lahan tersebut antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu/m2, sedangkan warga minta Rp 300 ribu/m2.

“Sebenarnya harga yang ditawarkan Bina Marga untuk lahan di lereng perbukitan itu sudah cukup tinggi,” kata seorang petugas PT Trans Marga Jateng (TMJ) pengelola tol ruas Semarang-Solo.

Pekerjaan tol Semarang-Solo Seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 Km melewati kawasan perbukitan Lemah Ireng. Akibat banyaknya warga di daerah ini yang menolak nilai ganti rugi yang ditawarkan maka pembangunan menjadi tersendat.

Sementara itu Kepala Bagian Pengendali pelaksana Proyek Paket 4 dan 5 jinto Sirait mengatakan, jika seluruh proses pembebasan lahan berjalan lancar diharapkan ruas Ungaran-Bawen bisa diselesaikan Mei 2013. Karena itu dia mengharapkan masalah pembebasan lahan harus sudah diselesaikan Oktober 2012 ini.

Saat ini pembangunan tol Ungaran-Bawern terputus putus di sejumlah lokasi akibat lahannya belum dibebaskan. Ada sekitar 7,4 hektar lahan yang belum dibebaskan akibat belum ada kesepakatan harga.

“Pada ruas tol ini rencananya akan dibuat gerbang masing-maing di Banyumanik, Ungaran, dan Bawen,” tambah Jinto.

Sedangkan untuk keseluruhan ruas tol mulai Semarang hingga Solo diperkirakan selesai sekitar tahun 2014. Jika target ini selesai maka lalu lintas antara kedua kota akan bertambah lancar sehingga roda perekonomian semakin membaik.
sumber :