javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Rabu, 08 April 2015

Pembangunan Jalan Tol Bawen-Salatiga Masuki Tahap Lelang


ilustrasi
Semarang, Antara Jateng - Proses pembangunan jalan tol Semarang-Solo seksi III ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,30 kilometer sudah memasuki tahap lelang, dan dijadwalkan pemenangnya diumumkan pada awal Mei.


"Saat ini ada 23 kontraktor yang mengikuti lelang pengerjaan jalan tol Bawen-Salatiga," kata Direktur Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng Ari Nugroho di Semarang, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol Bawen-Salatiga dibagi menjadi tiga paket pengerjaan dengan anggaran tiap paket sekitar Rp400 miliar-Rp500 miliar.

Menurut dia, anggaran sebesar itu sudah menyesuaikan dengan harga material dan upah pekerja saat ini.

"Diharapkan pada awal Mei 2015 sudah diketahui pemenang lelangnya," ujarnya.

Ia mengharapkan pemerintah segera menyerahkan berkas lahan milik warga yang telah dibebaskan agar pembangunan dapat langsung dimulai setelah proses lelang selesai dilaksanakan.

"Kalau lahan yang terkena proyek jalan tol Bawen-Salatiga tidak segera dibebaskan, kontraktor tidak bisa langsung bekerja pascalelang," katanya.

Ia menerangkan bahwa jadwal pengerjaan fisik pembangunan untuk jalan tol Bawen-Salatiga adalah 18 bulan sehingga target penyelesaiannya pada 2016.

Setelah pembangunan fisik seksi III selesai, kata Ari, akan dilanjutkan pembangunan seksi IV untuk ruas Salatiga-Boyolali sepanjang 24,13 km dan seksi V untuk ruas Boyolali-Kartosura sepanjang 72,64 km.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono yang dihubungi terpisah mengungkapkan,"Kami terus berupaya agar pembebasan lahan jalan tol Bawen-Salatiga dapat segera tuntas." rnya.

Proyek jalan tol Bawen-Solo dengan panjang total 49,81 kilometer itu memerlukan pembebasan lahan total sekitar 350 hektare yang berada di 47 desa dan 34 kecamatan.

sumber :

Minggu, 08 Maret 2015

Menkeu Beri Sinyal Pajak Jalan Tol Diterapkan Bulan Depan

ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro melihat ada kemungkinan penerapan pajak pertambahan nilai (PPN) jalan tol bisa mulai diterapkan 1 April 2015. 

"April merupakan salah satu masa rendah inflasi karena masa panen. Tapi kita lihat apakah ada kenaikan tarif yang lain pada waktu yang bersamaan," kata dia, Jumat (6/3/2015).

Bambang mengatakan, rencana penerapan PPN jalan tol dilandasi pertimbangan bahwa bisnis jalan tol kini sudah dianggap mature. Dia bilang, sejak jalan tol ada di Indonesia, ia sudah menjadi objek pajak. 

Namun lantaran waktu itu baru ada PT Jasa Marga Tbk satu-satunya operator dan belum ada pemain lain, maka melalui Surat Direktur Jenderal Pajak, pengenaan PPN jalan tol ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

"Artinya, suatu saat ketika jalan tol itu sudah menjadi bisnis yang lebih mature, yang lebih berkembang, dan investornya sudah banyak, wajar kalau PPN dikenakan," ujar Bambang.

Dalam sidang kabinet beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo meminta Bambang untuk melihat waktu yang tepat untuk menerapkan PPN jalan tol. Ada dua hal yang menjadi pertimbangan, yakni inflasi April, dan jadwal kenaikan tarif tol.

"Pada intinya Presiden tidak keberatan dengan PPN jalan tol, tapi minta ke saya tolong timing-nya minta diperhatikan," kata Bambang. 

Secara historis April adalah masa inflasi rendah, namun yang menjadi kendala penerapan PPN adalah kepastian jadwal kenaikan tarif tol. Kenaikan tarif tol berbeda-beda di tiap ruas. Menurut Bambang, penerapan PPN harus serentak dan selaras dengan kenaikan tarif tol. 

"Ya, kita inginnya itu serentak, tidak lucu kalau PPN-nya beda-beda. Terus terang kita masih bicarakan dengan Menteri PU, bagaimana kita menyelaraskan ini dengan kalender kenaikan tarif tolnya," ujar Bambang.

sumber :

Selasa, 03 Maret 2015

Waduh! Tarif Tol Juga Naik


Tarif tol bakal naik. Foto: Indopos/dok.JPNN
JAKARTA - Pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, akan segera mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen bagi para pengguna jalan tol.

Kebijakan tersebut akan mulai berlaku 1 April 2015 nanti. "Sudah saya teken tadi," kata Dirjen Pajak Sigit Priyadi Pramudito, usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (2/3).

Dia menambahkan, keputusan pemberlakuan PPn 10 persen telah melalui pertimbangan yang matang. Sinergi dengan para pengelola jalan tol juga telah dilakukan sejak jauh-jauh hari. "Sudah dibicarakan dengan baik, termasuk dengan pengelola jalan tol," tandasnya.

Para pengguna tol, sepertinya juga harus siap-siap menghadapi naiknya tarif tol yang cukup signifikan. Sebab, selain karena tambahan PPN, ada juga kenaikan tarif reguler yang dijadwalkan setiap dua tahun sekali. Tahun ini, ada 22 ruas tol yang masuk periode kenaikan tarif reguler.

Yakni, ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi, Jakarta-Tangerang, Dalam Kota Jakarta, Jakarta Outer Ring Road, Padalarang-Cileunyi, Semarang section A, B, dan C, Surabaya-Gempol, Palimanan-Plumbon-Kanci, Cikampek-Purwakarta-Padalarang , Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Serpong-Pondok Aren, Tangerang-Merak, Ujung Pandang tahap I dan II, Pondok Aren-Ulujami, Makassar Seksi IV, Jembatan Suramadu, Bogor Ring Road seksi I dan II A, Kanci-Pejagan, Surabaya-Mojokerto seksi I, Semarang-Solo seksi I dan II, Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Tol Laut Bali), Jakarta Outer Ring Road 2 Utara.

"Tarifnya akan naik bersamaan dengan perubahan tarif dari jasa marga (pengelola tol, Red), kan mereka mau naikkan, nah (pemberlakuan PPn 10 persen) bersamaan dengan itu," imbuh Sigit. (dyn/owi/mia/dim)

sumber :

Rabu, 18 Februari 2015

Pembebasan Lahan Hambat Pembangunan Tol Trans Jawa


Para panelis tampil dalam seminar nasional Bedah Tol Trans Jawa 
yang digelar FWPJT dan Bank Jateng, Selasa (17/2). 
(sumber: Suara Pembaruan/Stefy Thenu)

Semarang- Pembangunan jalan tol trans Jawa lambat karena terbebani biaya pembebasan lahan. Sembilan proyek jalan tol sampai saat ini belum rampung, akibat beban biaya pembebasan lahan. Biaya pembebasan lahan menelan dana Rp 5,3 triliun.

Namun, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, optimistis pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Trans Jawa rampung pada tahun ini.

"Saat ini, sudah ada perubahan Permen PU dan Perumahan Rakyat di mana kini lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan jalan tol pada APBN. Anggaran yan dibutuhkan untuk pebebasan lahan, RP 5,3 triliun," ujar Kepala Seksi Pengadaan Tanah Ditjen Bina Marga Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Sri Sadono seusai menjadi pembicara dalam Seminar Nasional "Bedah Tol Trans Jawa" yang digelar Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jateng (FWPJT) bekerjasama dengan Bank Jateng, Selasa (17/2).

Sri Sadono menjelaskan, setelah Permen PU Nomor 2 Tahun 2012 terbit, segala beban pembebasan lahan akan ditanggung oleh APBN dan atau Pemda setempat. Berbeda dengan aturan lama yang menyebut pembebasan lahan dibebankan dalam modal usaha.

"Dari pendanaan siap dan mudah-mudahan segera bisa dibangun. Beberapa proyek tol persentasenya ada yang masih kecil karena terkendala pembebasan lahan," tegasnya.

Menurut Sri Sadono, sesuai jadwal semua proyek tol dalam Trans Jawa bisa selesai tahun ini, kecuali Pemalang-Batang yang baru berjalan dua persen dan Batang-Semarang yang baru tiga persen pembebasan lahannya. Implementasi di lapangan, menurut dia, perlu tahapan yang panjang meski sudah menggunakan UU baru saat melakukan pembebasan lahan.

Hal senada diakui Direktur Teknik dan Operasional PT Trans Marga Jateng (TMJ) Ari Nugroho yang menyatakan, pembebasan lahan menjadi kendala utama dalam pengerjaan fisik jalan.

"Dulu pemerintah janji akan menyelesaikan pembebasan lahan Desember 2012. Ditjen Bina Marga di Kemen PU dan Perumahan Rakyat Binamarga mengalami kendala di pembebasan lahan, terutama fasilitas sosial dan fasilitas umum. Misalnya ada bangunan sekolah, sudah ada ganti ruginya, sudah dibangun bangunan penggantinya tetapi ternyata belum jadi sehingga kami tidak bisa melakukan pengerjaan," tegasnya.

Menurut Ari, saat ini TMJ melelang pembangunan Jalan tol Semarang-Solo seksi 3 (ruas Bawen Salatiga). Jalan sepanjang 17,3 Km ini dibagi menjadi tiga paket, di mana salah satunya memperoleh dukungan dari pemerintah.

Dia mengakui, lelang molor jauh dari target awal. Tol Semarang-Solo ditarget selesai pada akhir 2014. Kenyatannya, sampai saat ini baru sekitar setengahnya.

"Proses lelang baru bisa dilakukan, karena pembebasan lahan baru saja clear," ujarnya.

Sementara itu untuk pembangunan seksi 4 (Salatiga-Boyolali) sepanjang 24,13 Km dan 5 (Boyolali-Kartasura) sepanjang 8,41 Km, belum bisa dilakukan. Saat ini masih dilakukan pembebasan lahan dan proses ini ditargetkan selesai akhir tahun 2015. Jika target ini tercapai maka sesuai rencana, pembangunan seksi 4 dan 5 akan dimulai Januari 2016.

Di Kartasura akan dibangun simpang susun, menghubungkan tol Semarang-Solo, Solo-Mantingan, dan Solo-Yogyakarta. "Namun untuk tol Solo-Yogyakarta belum ada investor yang berminat,"kata Ari.

sumber :

Selasa, 17 Februari 2015

Pengerjaan Seksi III Tol Semarang Solo Dimulai Maret

Proyek jalan tol Semarang-Solo

Bisnis.com, SEMARANG - Pengerjaan fisik dalam proyek lanjutan jalan tol Semarang-Solo siap direalisasikan pada Maret 2015 menyusul dimulainya proses lelang pengerjaan Seksi III Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 km.

Direktur Teknik dan Operasi Trans Marga Jateng Ari Nugroho mengatakan pihaknya telah memulai proses lelang paket pengerjaan pada pekan ini untuk segera menentukan kontraktor dan konsultan pengawas.

“Kami sudah diminta oleh pemerintah untuk melanjutkan pengerjaan fisik tahap Bawen-Solo dan sudah kami mulai seminggu lalu lelangnya,” katanya, Selasa (17/2/2015).

Dengan begitu, Ari menuturkan pihaknya menargetkan proses pengerjaan fisik dapat dimulai pada Maret atau April 2015. Untuk Seksi IV Salatiga-Boyolali sepanjang 22,85 km dan Seksi V Boyolali-Kartosuro (Solo) 13,57 km, jelas Ari, masih dalam tahap pembebasan lahan.

Kendati begitu, dia menuturkan Trans Marga Jateng optimistis proses tersebut dapat dirampungkan pada akhir tahun ini. Dengan demikian, lelang paket pekerjaan dapat direalisasikan pada awal tahun depan.

“Diasumsikan pembebasan lahan itu akan selesai dan awal 2016 Seksi IV serta V akan kami lelang,” ujarnya.

Dengan rencana tersebut, keseluruhan pengembangan fisik lanjutan ruas tol yang termasuk dalam jaringan Tol Trans Jawa ini ditargetkan rampung pada akhir 2017 atau paling lambat awal 2018.

Seperti diketahui, jalan tol yang mulai dikerjakan sejak 2007 dengan asumsi nilai investasi awal mencapai Rp6 triliun masih menyisakan pengembangan tahap kedua. Tahap pertama tol tersebut terdiri, yakni Seksi I Semarang-Ungaran sepanjang 11,3 km sudah beroperasi pada akhir 2011 dan Seksi II Ungaran-Bawen dengan panjang 11,95 km baru beroperasi April 2014.

Sementara itu, tengembangan tahap lanjut ini pada awalnya diperkirakan rampung akhir 2014, tetapi akhirnya belum juga direalisasikan akibat terhambat pembebasan lahan.

Adapun, PT Trans Marga Jateng (TMJ), sebagai badan usaha pengelola jalan tol tersebut merupakan anak perusahaan PT Jasa Marga yang berpatungan dengan BUMD Jawa Tengah, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah, dibagi dalam dua tahap pembangunan.

sumber :

TMJ: jalan tol Bawen-Salatiga dalam proses lelang

ilustrasi : tol semarang ungaran
Semarang (ANTARA News) - Direktur Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng Ari Nugroho mengungkapkan bahwa proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo seksi III ruas Bawen-Salatiga saat ini masih dalam proses lelang yang diikuti oleh sejumlah kontraktor dan konsultan pengawas.

"Setelah proses lelang selesai, pembangunan fisik jalan tol Bawen-Salatiga sepanjang 17,30 kilometer itu baru dapat dimulai," katanya di Semarang, Selasa.

Menurut Ari, pada proses lelang pembangunan proyek jalan tol Bawen-Salatiga itu ada sebanyak 23 kontraktor yang mendaftar sebagai pelaksana proyek dan 28 konsultan yang mendaftar sebagai pengawas.

Ia memperkirakan proses lelang akan selesai pada April 2015 dan akan dilanjutkan dengan pengerjaan fisik selama 18 bulan atau ditargetkan selesai 2016.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol Bawen-Salatiga dibagi menjadi tiga paket pengerjaan dengan anggaran tiap paket sekitar Rp400-500 miliar.

"Anggaran itu menyesuaikan dengan harga material dan upah pekerja saat ini atau sekitar Rp1,4 triliun," ujarnya.

Terkait dengan pembebasan lahan yang terkena proyek pembangunan jalan tol Bawen-Salatiga, Ari mengharapkan pemerintah segera menyelesaikan tahapan tersebut sebelum pengerjaan fisik dimulai.

"Pembebasan lahan itu juga meliputi penggantian fasilitas umum dan fasilitas sosial sehingga lahan yang akan kami terima untuk proyek jalan tol Bawen-Salatiga itu sudah clear and clean," katanya.

Setelah pembangunan fisik jalan tol Bawen-Salatiga selesai, kata dia, akan dilanjutkan pembangunan jalan tol seksi IV untuk ruas Salatiga-Boyolali sepanjang 24,13 km dan seksi V untuk ruas Boyolali-Kartosuro sepanjang 72,64 km.

sumber :

Kamis, 29 Januari 2015

Proyek Waduk Godang Sesuai Jadwal, Mulai Kepras Lahan PTPN IX


TINJAU WADUK: Gubernur Ganjar Pranowo dan Bupati Juliyatmono 
meninjau pembangunan Waduk Gondang di Kerjo. 
(suaramerdeka.com/Joko Dwi Hastanto)
KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Proyek pembangunan Waduk Gondang di Desa Ganten, Kerjo diyakini akan sesuai jadwal penyelesaian. Sampai saat ini, pengerjaan yang sudah dimulai sejak September lalu, sudah memasuki pengeprasan dan penebangan pohon karet milik PTPN IX Kerjoarum. Ada sekitar 8.000 batang pohon karet di lahan milik PTPN Kerjoarum yang terkena proyek tersebut, dan kini sudah dalam proses penebangan dan pembersihan. Bahkan lokasi milik perusahaan perkebunan itu sudah sebagian dikeruk untuk keperluan waduk yang akan menampung 2,29 juta meter kubik air.

Waduk tersebut memakan lahan milik warga desa Ganten 38,75 hektar lahan. Terdiri dari 27 hektar milik warga Ganten dan Gempolan Kecamatan Kerjo serta 12 hektar milik warga Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso. Sisanya 43,8 hektar menggunakan lahan milik PTP IX Kerjoarum.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang meninjau lokasi pembangunan tersebut mengaku puas dan yakin waduk akan sesuai dengan jadwal penyelesaian pada akhir 2017. “Saat ini pelaksanaan masih on schedule, tidak ada yang terkendala. Kami sangat senang artinya partisipasi warga di sekitar lahan ini sangat bagus. Dengan kondisi yang sepenuhnya mendapat dukungan, maka proyek akan selesai tepat waktu, dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat,” kata Ganjar.

Dia menegaskan lagi, proyek waduk itu bukan proyek Gubernur atau Bupati, melainkan proyek rakyat. Selama ini pertanian di Jateng semakin kekurangan air. Produksi beras secara nasional semakin menurun karena kebutuhan air selalu kurang.

Jika kondisi itu didiamkan saja, maka produksi pertanian akan semakin kecil. Karena itulah Jateng termasuk yang diperhatikan dengan pembangunan waduk di beberapa daerah yang menjadi sentra produksi beras. Antara lain Waduk Lohagung di Kudus, Waduk Jatibarang, dan Waduk Pidekso di Wonogiri, serta Waduk Gondang di Karanganyar. Waduk tersebut diharapkan akan bisa menjadi cadangan air untuk pertanian yang utama, dan juga menjadi sumber air bersih maupun wisata. (Joko Dwi Hastanto/CN38/SM Network)

sumber :

Sabtu, 17 Januari 2015

Menteri BUMN: Harga Semen Bisa Turun Rp 3.000 Per Zak

Ilustrasi:www.shutterstock.com
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengatakan telah mendapatkan laporan dari PT Semen Indonesia (Persero) bahwa dengan penurunan harga minyak dunia dan efisiensi produksi pabrik, harga semen bisa turun Rp 3.000 per zak.

“Mereka bisa menurunkan harga sebesar Rp 3.000 dari pabrik mereka per zak-nya. Dan tentu ke bawah, berapapun (harganya) dikurangi Rp 3.000 per zak. Harga sekarang di end user Rp 54.000 –Rp 56.000 per zak. Berarti menjadi Rp 51.000–Rp 53.000 per zak (pada Senin),” kata Rini kepada wartawan, Jumat (16/1/2015).

Rini menjelaskan, laporan dari Semen Indonesia Group itu lantas disampaikannya kepada Presiden Joko Widodo, sebelum pengumuman penurunan harga premium.

Selain melaporkan turunnya harga semen, Rini mengatakan dirinya juga melaporkan kepada Presiden bahwa PT Pertamina (Persero) akan menurunkan harga elpiji non-subsidi 12 kilogram.

Menurut Rini, keputusan Semen Indonesia Group untuk menurunkan harga semen adalah aksi korporasi, yang dilatarbelakangi turunnya harga minyak dunia.

Lebih lanjut dia mengatakan, Kementerian BUMN belum tahu pasti akankah Semen Indonesia Group kembali menurunkan harga semen jika minyak dunia terus turun. Sebab, Semen Indonesia Group juga butuh ekspansi.

“Karena mereka juga akan menambah kapasitas produksi baru, satu di Rembang, satu pabrik di Semen Padang, ini juga akan menambah kapasitas. Tujuannya pangsa pasar naik,” tutur Rini.

sumber :

Kamis, 15 Januari 2015

Jokowi Ambisi Bangun Jalan Tol 1.500 Km, Ini Prioritas Rutenya

(Foto: Bima Firmansyah/Liputan6)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-Pera) optimistis sanggup membangun jalan tol 1.500 kilometer (km) dalam lima tahun ke depan. Keyakinan ini melampaui target Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepanjang 1.000 km hingga 2019. 

"Target Pak Jokowi ke Kementerian bisa bangun jalan tol 1.000 km selama periode lima tahun. Tapi Pak Menteri PU Pera targetnya 1.500 km," tegas Kepala Bidang Pengawasan dan Pemantauan, Sekretariat BPJT, CH Kornel M.T Sihaloho kepada Liputan6.com, seperti ditulis Kamis (15/1/2015). 

Lebih jauh dia merinci, pembangunan jalan bebas hambatan tersebut akan membentang di setiap koridor ekonomi. Pertama, di koridor ekonomi Sumatera, jalan tol yang akan digarap konstruksinya membentang rute Medan Kualanamu-Tebing Tinggi, Palembang-Indralaya. Totalnya sepanjang 346 km. 

"Yang sudah ditandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) untuk Medan Kualanamu, sedangkan Medan-Binjai kontrak PPJT belum diteken," ucapnya. 

Sementara pembangunan jalan tol di Jawa, lanjut Kornel, meliputi jalur Cikampek-Palimanan yang akan beroperasi sebelum Lebaran tahun ini. Selanjutnya rute tol Batang-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Mantingan-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto-Surabaya, Surabaya-Gempol-Pasuruan dan Pasuruan-Probolinggo. 

Di samping itu, jalur tol lainnya akses Tanjung Priok, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Cengkareng-Kunciran, Kunciran-Serpong-Cinere, Cinere-Jagorawi, Cimanggis-Cibitung, Cibitung-Tanjung Priok, Depok-Antasari, Bogor Ring Road Seksi 2B, Sunter-Batu Ceper, Sunter-Pulo Gebang-Tembeleng, Serpong-Balaraja. 

"Ada pula Ciawi-Sukabumi, Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Gempol-Pandaan, Pandaan-Malang, Soreang-Pasir Koja. Itu di Jawa dengan total panjang 1.078 km dalam lima tahun," beber Kornel. 

Sementara di Kalimantan, tambah dia, dibangun jalan bebas hambatan sepanjang 99 km dari Balikpapan-Samarinda. Dan jalan tol di koridor Sulawesi, yakni Manado-Bitung sepanjang 39 km. 

"Total keseluruhan jalan tol yang bakal dibangun sampai 2019 mencapai 1.562 km," tuturnya. 

Terkait anggaran yang dibutuhkan, Kornel mengaku, masih dalam tahap perhitungan. Fokus pemerintah saat ini menyiapkan pembebasan lahan guna merealisasikan rencana besar tersebut.

"Kalau investasi kan bisa dari swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah siapkan pembebasan lahan saja," pungkas Kornel. (Fik/Gdn)

sumber :

Senin, 12 Januari 2015

Daftar Tol yang Tarifnya Bakal Naik Tahun Ini


ilustrasi
Jakarta -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat sedikitnya ada 19 ruas tol yang akan mengalami kenaikan tarif pada tahun ini. 

Di awal 2015 akan naik tarif tol Semarang-Solo seksi II yaitu pada April 2015. Setelah itu, akan disusul kenaikan tarif tol pada Mei 2015 yaitu Tol Makassar seksi I dan Bogor Ring Road.

Kenaikan tarif tol lainnya akan terjadi pada Oktober, November hingga Desember 2015.

Berdasarkan data Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, tentang Pengusahaan Jalan Tol, dikutip Minggu (11/1/2015), berikut daftarnya:


1. Ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi di Oktober 2015

2. Ruas tol Jakarta-Tangerang di Oktober 2015

3. Ruas tol Cawang-Tomang-Grogol-Pluit di November 2015

4. Ruas tol Cawang-Tanjung Priok-Pluit di November 2015

5. Ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) di Oktober 2015

6. Ruas tol JORR W2-Kebun Jeruk-Ulujami di Desember 2015

7. Ruas tol Cikampek-Padalarang di Oktober 2015

8. Ruas tol Padalarang-Cileunyi di Oktober 2015

9. Ruas tol Palimanan-Kanci di Oktober 2015

10. Ruas tol Kanci-Pejagan di Desember 2015

11. Ruas tol Semarang Seksi A, B, C di Oktober 2015

12. Ruas tol Semarang-Solo Seksi I di Desember 2015

13. Ruas tol Surabaya-Gempol di Oktober 2015

14. Ruas tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa di Oktober 2015

15. Ruas tol Serpong-Pondok Aren di Oktober 2015

16. Ruas tol Tangerang-Merak di Oktober 2015

17. Ruas tol Ujung Pandang Tahap I dan II di Oktober 2015

18. Ruas tol Pondok Aren-Ulujami di Oktober 2015

19. Ruas tol Makassar Seksi IV di Mei 2015

20. Ruas tol Bali-Ngurah Rai-Benoa di September 2015.

Kenaikan tarif tol yang berlaku setiap dua tahun sekali telah diatur dalam UU No. 38 tahun 2004 tentang Jalan, serta Peraturan Pemerintah No. 15 tahun 2005 tentang jalan tol yang kemudian diubah dengan PP No.43 tahun 2013.

Regulasi tersebut menyebutkan evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi. Besaran tarif diatur oleh Peraturan Menteri Pekerjaan Umum.

sumber :