javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Rabu, 02 Juli 2014

Tol Cikampek-Palimanan Bakal Jadi Jalur Alternatif Mudik


Ilustrasi pengerjaan proyek Tol Cipali di Cikamurang,
Indramayu (Foto: Antara)

PURWAKARTA - Setiap tahun saat musim mudik Lebaran Jalur Pantura dari arah Jakarta menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah macet. Begitu pula jalur tengah, Sadang-Subang-Cikamurang-Cirebon.

Untuk mengantisipasi kemacetan di dua jalur tersebut pada musim mudik tahun ini, Polres Purwakarta berencana menggunakan jalan Tol Cipali (Cikampek-Palimanan) yang masih dalam proses pembangunan, sebagai jalur alternatif bila terjadi kepadatan di pantura dan jalur tengah.

Nantinya para pengendara bisa masuk ke Tol Cipali melalui di Jalan Raya Cikopo, Kabupaten Purwakarta.

Sebenarnya, proyek tol yang menghubungkan Cikampek, Kabupaten Karawang, dengan Cirebon itu diperkirakan selesai pada 2018. Sebagian jalan sudah dicor.

Di bagian pinggir jalan bebas hambatan antara Cikampek hingga Subang masih ada bagian berupa tanah yang sudah dipadatkan. Sepertinya jalan itulah yang akan digunakan sebagai jalur alternatif pada musim mudik Lebaran tahun ini.

Kapolres Purwakarta, AKBP Slamet Hariyadi, Rabu (2/7/2014), mengatakan, jalur alternatif melalui Tol Cipali hanya sampai daerah Pagaden, Subang, atau sekira 25 kilometer dari Cikampek. Selanjutnya pemudik akan diarahkan ke jalur pantura atau jalur tengah. Total panjang Tol Cipali dari Cikampek hingga Palimanan mencapai 116 kilometer.

Namun, tidak semua kendaraan pemudik bisa melintasi Tol Cipali. Petugas Polres Purwakarta akan menyeleksi mobil-mobil yang bisa masuk ke jalur tersebut.

sumber :

Pernah Masuk 'Rumah Sakit', Sekarang Bangun Tol Atas Laut di Kalimantan

BUMN yang Bangkit dari Krisis


ilustrasi
Jakarta -PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memiliki sejarah keuangan yang relatif sulit. BUMN karya ini pernah harus menjadi pasien 'rumah sakit BUMN' yaitu PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).

Di bawah penanganann PPA, Waskita menjalani program restrukturisasi dan revitalisasi. Dengan ketekunan menjalani program penyelamatan, Waskita akhirnya bisa go public alias melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).

Pada laporan keuangan kuartal I-2014, Waskita mampu meraih laba bersih Rp 6,76 miliar, naik dari pencapaian kuartal I-2013 yang sebesar Rp 5,44 miliar. Sedangkan pendapatan naik 8,07% menjadi Rp 1,03 triliun dari Rp 957,38 miliar.

Karena kinerja yang cemerlang ini, Waskita memperoleh apresiasi dari Menteri BUMN Dahlan Iskan.

"Waskita di bawah Dirut M Choliq menjadi contoh restrukturisasi perusahaan yang fenomenal. Tiga tahun lalu Waskita masih berstatus perusahaan sakit. Masih opname di bawah pengawasan PPA," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam keterangannya seperti dikutip Rabu (2/7/2014).

Pasca bangkit dari sakit, Waskita berlari kencang. BUMN karya ini telah mengumumkan rencananya masuk di dalam investasi jalan tol. Waskita pun berencana membangun jalan tol atas laut di Kalimantan, dan meneruskan proyek Tol Pejagan-Pemalang sepanjang 57,7 kilometer.

Di dunia internasional, Waskita selama 7 tahun terakhir dipercaya menggarap proyek konstruksi di negara-negara Timur Tengah. Waskita bertindak sebagai sub kontraktor sedangkan pemberi kerja atau kontraktor utama adalah Bin Laden Group. Saat ini perseroan terlibat di dalam proyek renovasi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Saudi Arabia.

sumber :

Senin, 16 Juni 2014

Kejar Tayang, Panitia Pengadaan Tanah Umumkan Lahan Warga yang Terkena Tahap III-IV Tol Semarang-Solo


kompas.com/ syahrul munirIlustrasi pembangunan jalan tol
BAWEN, KOMPAS.com - Panitia Pengadaan Tanah (P2T) untuk jalan tol Semarang-Solo di wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, telah mengumumkan seluruh tanah warga yang akan tergusur untuk sesi III dan IV tol tersebut.

“Saat ini telah diumumkan langsung ke warga, sehingga pemilik lahan dapat mengetahui luas lahan mereka yang akan terkena jalan tol,” kata Ketua P2T yang sekaligus Plt Sekda Kabupaten Semarang, Budi Kristiono, Minggu (15/6/2014).

Sebelum pengumuman tersebut, kata Budi, sudah terlebih dahulu dilakukan pendataan dan inventarisasi pemilik maupun luas lahan. Adapun pengumuman kepada warga disampaikan lewat perangkat desa atau kelurahan, serta melalui internet.

Pengumuman ini, imbuh Budi, juga memberikan kesempatan kepada para pemilik lahan untuk memberikan sanggahan bila ternyata data yang diumumkan tak sesuai dengan data saat inventarisasi. 

Budi berjanji mengakomodasi setiap keberatan yang diajukan para pemilik lahan, untuk mempercepat proses penggantian kepemilikan lahan tersebut. Sesii III dan IV tol ini ditargetkan rampung pada 31 Desember 2014. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan jalan tol Semarang-Solo ini dibagi dalam lima tahap. Dari lima tahap tersebut, tahap I Semarang-ungaran dan tahap II Ungaran-Bawen telah dioperasikan. 

Sementara itu, tahap III dan IV, Bawen-Boyolali sepanjang 24,15 kilometer masih dalam tahap proses pembebasan lahan. Untuk tahap ini, akan ada 7 kecamatan dan 22 desa di Kabupaten Semarang yang terkena proyek tersebut.

sumber :

Rabu, 04 Juni 2014

PROYEK JALAN TOL : Target Tuntas Akhir Tahun, Pembebasan Lahan Dikebut


Ilustrasi jalan (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali mengintensifkan pendekatan dan negosiasi dengan para pemilik lahan yang terkena proyek jalan tol Solo-Semarang di wilayah Kota Susu. Hal itu untuk menuntaskan pembebasan lahan yang ditargetkan rampung akhir Desember tahun ini.

“Pemkab yang berperan sebagai fasilitator, ditarget bisa menyelesaikan persoalan pembebasan lahan untuk proyek jalan tol tersebut hingga akhir tahun ini,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, Sri Ardiningsih, yang juga ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Boyolali, saat ditemui wartawan di Kantor Bupati Boyolali, Selasa (3/6/2014).

Target selesainya pembebasan lahan akhir tahun ini, jelas Sekda, karena mulai awal 2015 mendatang, proyek jalan tol tersebut sudah mulai pembangunan fisik.

Sebagai informasi, untuk wilayah Boyolali, proyek tol menerjang 1.979 bidang tanah dengan luas total mencapai 151,45 hektare. Proyek tersebut melintas di 17 desa di lima kecamatan, yaitu, Ampel, Boyolali, Mojosongo, Teras, dan Banyudono. Hingga kini, tanah yang sudah dibebaskan sebanyak 139 bidang.

“Yang sudah terselesaikan sebesaar 9,81 persen dengan total luas 10,9 hektare,” terangnya.

Sekda mengakui seputar pembebasan lahan untuk proyek jalan tol tersebut, tidak adanya kesepakatan tentang nilai ganti rugi kerap menjadi kendala. Persoalan lainnya di antaranya ahli waris yang tinggal di tempat yang jauh, hingga persetujuan pelepasan fasilitas umum (fasum). Namun demikian, Sekda menyatakan pihaknya terus melakukan pendekatan secara intensif kepada masyarakat, khususnya pemilik lahan. Sementara seputar proses pelepasan fasum, juga dilakukan dengan menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jateng.

“Setiap pekan, kami intens laporan kepada Pemprov Jateng. Tentu saja, tentang nilai ganti rugi, perlu dimusyawarahkan lebih intensif,” imbuhnya.

Terpisah, koordinator warga yang terkena proyek jalan tol di Desa Mudal, Kecamatan Boyolali, Agus Hariyadi, 35, mengakui ada sekitar 30 bidang tanah di desa tersebut yang bakal dibebaskan. Seluruh tanah berada di Dukuh Bukuning. Pihaknya berharap pembahasan ganti rugi segera dilakukan. Namun demikian, pihaknya belum bisa menyampaikan nilai ganti rugi yang akan disampaikan kepada P2T. Alasannya, belum ada pertemuan guna membahas ganti rugi.

sumber :

Desember, Ganti Rugi Tol Solo-Semarang Ditarget Kelar


dok.timlo.net/byl

Proyek jalan tol Solo-Semarang yang 
menggusur tanah kas desa di wilayah
 Banyudono, Boyolali5

Boyolali – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menargetkan proses ganti rugi jalan tol Solo-Semarang bisa kelar pada Desember 2014. Saat ini, panitia pengadaan tanah (P2T) tengah berupaya melakukan negosiasi dengan pemilik lahan yang terkena proyek jalan tol.

Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, Sri Ardiningsih, mengatakan saat ini proses negosiasi terus dilakukan. Di wilayah Boyolali, proyek tol menerjang 1979 bidang tanah dengan luas total mencapai 151,45 hektar.

Proyek itu melintasi 17 desa di lima wilayah kecamatan, yakni Ampel, Boyolali kota, Mojosongo, Teras dan Banyudono. Sementara hingga kini, tanah yang telah dibebaskan sebanyak 139 bidang.

“Kami terus melakukan pendekatan agar target di akhir tahun ini bisa diselesaikan dan tidak ada masalah di kemudian hari,” ujar Sri Ardiningsih, ketika ditemui di Pemkab Boyolali, Selasa (3/6).

Ada sejumlah kendala yang saat ini tengah dihadapi panitia dalam proses ganti rugi. Di antaranya belum ada kesepakatan nilai ganti rugi dengan pemilik lahan, ahli waris yang tinggal di tempat jauh maupun persetujuan pelepasan fasilitas umum (fasum). Pasalnya, khusus untuk pelepasan fasum harus seizin gubernur.

“Tapi kami yakin target dapat terpenuhi,” tandasnya.

Sumber :

Senin, 02 Juni 2014

Tahun 2015, Tol Semarang-Solo Akan Dioperasikan


Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Mobil melintasi ruas jalan tol Semarang-Solo Sesi II Ungaran-Bawen, di Kalurahan Lemah Ireng, 
Kecamatan Bawem Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (4/4/2014). Jalan tol Ungaran-Bawen 
dengan panjang 12 kilometer resmi dibuka untuk umum dengan biasa masuk gratis hinga sepekan 
mendatang. Dengan difungsinya jalan tol ini jarang tempuh antara Semarang-Bawen hanya 
berkisar 30 menit dari yang sebelumnya bisa mencapai dua jam melintasi jalur umum. 
(Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan)

TRIBUNNEWS.COM,SEMARANG - Pembangunan Tol Semarang- Solo terus dikebut pengerjaannya.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Bambang Nugroho K mengatakan, target penyelesaian jalan bebas hambatan Semarang-Solo pada akhir tahun 2015. 

Sementara ini, paket pengerjaan masih terkendala pembebasan lahan sehingga belum bisa melakukan paket pengerjaan fisik.

"Target jalan Tol selesai tahun 2015, setelah itu langsung dioperasikan," kata Bambang di Semarang, Senin (2/6/2014).

Bambang menuturkan, berdasarkan rapat dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, terdapat kendala yang cukup mengganjal.

Yakni, ada satu kabupaten yang terlintas lahan Tol belum tintas pada upaya pembebasan lahan. 

Untuk itu, pihaknya terus mendorong agar daerah yang bersangkutan bisa bekerja lebih keras menyelesaikan persoalan lahan.

Di daerah itu, lanjutnya, perlu dukungan dari Pemerintah Provinsi.

"Masalahnya ada pada lahan. Kalau pengerjaan fisik, kita bisa diselesaikan satu tahun lebih dikit. Itu sudah selesai, tapi sekarang ini arahnya untuk pembebasan lahan. Kami juga rutin tiap minggu laporan ke gubernur," lanjutnya.

Paket pengerjaan Tol Semarang-Solo masih belum tuntas. Jalur terakhir yang sudah dioperasikan yakni Semarang-Ungaran dan terbaru jalur Ungaran-Bawen.

sumber :

Tuntut Pembangunan Lapangan, Warga Kalirejo Ancam Gelar Demo

ilustrasi
UNGARAN, suaramerdeka.com - Seluruh warga di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur menuntut realisasi pembangunan lapangan olah raga yang tergusur karena pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo. Mereka menunggu janji pihak pengelola jalan tol sejak 2008, mengingat pascatergusurnya fasilitas umum tersebut kini masyarakat tidak memiliki tempat terutama untuk olah raga.

Dikatakan Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat (LKMK) Kelurahan Kalirejo, Bambang Muntaha, akibat tidak adanya lapangan yang representatif klub sepak bola kebanggaan warga Kalirejo, yakni Sport Cemara Club (SCC) akhirnya kesulitan untuk berkembang. "Lebih kurang sudah enam tahun masyarakat Kalirejo kesulitan beraktivitas, begitu pula SCC yang tidak bisa lagi latihan," katanya, Minggu (1/6). 

Warga menurut dia, telah mengirimkan surat ke Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jateng termasuk kepada Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kabupaten Semarang, hanya saja belum ada perkembangan yang signifikan. Pihaknya khawatir, jika janji pembangunan lapangan tidak kunjung ditepati ke depan warga akan menggelar aksi unjuk rasa.

"Kalau berlarut tidak segera dibangun kami khawatir akan terjadi unjuk rasa. Mengingat saya sempat mendengar kabar tersebut terlontar dari beberapa warga," tuturnya.

Terpisah, Ketua P2T Kabupaten Semarang, Budi Kristiono menyebutkan, hingga sekarang memang masih ada sejumlah fasilitas umum dan fasilitas sosial yang tergusur proyek jalan tol kondisinya belum selesai dibangun. Itu dikarenakan, salah satunya faktor perlunya penghitungan dari tim apresial.

"Penghitungan dari tim apresial masih berlangsung. Kami berharap masyarakat bisa bersabar menahan diri mengingat saat ini masih dalam proses," tandasnya.

sumber :

Minggu, 25 Mei 2014

PEMBEBASAN TOL BAWEN – SOLO TUNTAS 2014



SEMARANG – INVESTORDAILY (20/05/2014) : Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan proses pembebasan tanah milik warga yang terkena proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo, ruas Bawen-Solo selesai pada akhir 2014. 

“Targetnya, pembebasan lahan bisa beres 2014 sehingga pembangunannya dimulai pada 2015. Dan, pertengahan 2016, jalan tol sudah dibuka untuk umum,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Senin (19/5). 

Dia menjelaskan, konstruksi jalan tol Bawen-Solo yang melintasi Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Boyolali itu terbagi dalam tiga seksi serta sembilan paket pengerjaan. “Jika sembilan paket pengerjaan jalan tol Bawen-Solo itu bisa dimulai dan diselesaikan secara bersamaan, pembangunannya lebih cepat selesai,” ujar dia seperti dikutip dari Antara. 

Ganjar mengungkapkan, dari tiga daerah yang dilintasi proyek pembangunan jalan tol Bawen-Solo, perkembangan pembebasan lahan di Kabupaten Semarang yang paling lambat. Pembebasan lahan di Boyolali diyakini bisa cepat, karena pengalamannya bagus dan masyarakatnya relatif rasional. Demikian pula, pembebasan lahan di Salatiga juga akan cepat, karena tidak terlalu banyak lahan yang dibebaskan.

Sejauh Ini, sejumlah kendala yang ditemui tim pembebasan lahan di Kabupaten Semarang antara lain, sosialisasi yang kurang, ada tanah yang belum bersertifikat, sengketa antar keluarga, dan ada tanah yang disita Bank.

Direktur Utama PT Trans Marga Jateng (TMT) Djadjat Sudradjat mengharapkan pemerintah provinsi setempat mempercepat proses pengadaan tanah.

“Saat ini, pembebasan lahan jalan tol Bawen – Solo di Salatiga sudah mencapai 71%, Boyolali 7% dan Kabupaten Semarang baru persiapan untuk musyawarah”, ujar dia.

Pada proyek pengerjaan jalan tol Bawen – Solo dengan panjang total 49,81 kilometer itu memerlukan pembebasan lahan sekitar 350 hektare (ha) yang berada di 47 desa dan 34 kecamatan. Ruas jalan tol Bawen – Salatiga sepanjang 17,57 kilometer, salatiga – Boyolali 24,5 kilometer, dan Boyolali – Kartasura 7,74 kilometer.

Direktur Teknik dan Operasi TMJ Ari Nugroho menambahkan, setelah pembebasan lahan yang terkena proyek pembangunan jalan tol Bawen – Solo selesai dilakukan akan dilanjutkan dengan penelitian pada lapisan tanah untuk menentukan teknik yang digunakan. “Jadi, masing-masing tempat akan berbeda tekniknya sesuai dengan kebutuhan teknisnya di lapangan”, kata dia.

Sebelumnya pemerintah meresmikan jalan tol Semarang – Solo ruas Ungaran - Bawen sepanjang 12 kilometer (km). Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengungkapkan, ruas tol ini masuk dalam 10 jaringan jalan tol trans –Jawa itu. Dari 10 ruas tol trans-Jawa itu, sekitar empat ruas tol yang masih dalam proses pengadaan lahan, yakni tol Pejagan – Pemalang, Pemalang – Batang, Batang – Semarang, dan Solo – Kertosono.

“Kami minta kepada pemda dan stakeholders lainnya agar melakukan percepatan, sehingga pembangunan dapat selesai tepat waktu dan tepat biaya”, kata Djoko saat memberikan sambutan dalam peresmian ruas tol Ungaran – Bawen di Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Pembangunan jalan tol Semarang – Solo sepanjang 72,64 km dilakukan dalam dua tahap dengan investasi Rp 6,2 triliun. Sedangkan pinjaman dari sindikasi perbankan yang terdiri atas Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank Jateng senilai Rp 4,7 triliun. (tm)

sumber :

Senin, 19 Mei 2014

Kebutuhan Tanah Jalan Tol Bawen-Solo 350 Ha

SEMARANG, suaramerdeka.com - Direktur Utama PT Trans Marga Jateng Djadjat Sudradjat, dalam rapat koordinasi pembebasan tanah jalan tol di Gubernuran, Senin (19/5) menjelaskan, jalan tol Bawen-Solo memiliki panjang 49,81 kilometer dengan kebutuhan tanah sekitar 350 hektare di 47 desa, 34 kecamatan dan tiga kabupaten kota. Rinciannya, ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,57 kilometer, Salatiga-Boyolali 24,5 kilometer, dan Boyolali-Kartasura 7,74 kilometer.

Disampaikannya, terkait usulan pintu keluar di Pringapus, sudah ada dalam rencana optional. Jika pemda setempat menginginkan terealisasi agar mengirim usulan tertulis. "Yang Pringapus kami menyebutnya Simpang Susun Bergas, masih optional tapi tanahnya sudah bebas 100 persen. Tinggal pengajuan usulan saja," katanya, Senin (19/5).

Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ Ari Nugroho menambahkan, kondisi alam tol Bawen-Boyolali hampir sama dengan Semarang-Bawen yakni banyak lembah dan bukit. Maka sepanjang Bawen-Boyolali setidaknya dibangun sepuluh jembatan dengan bentang di atas 100 meter. Di samping itu juga banyak jembatan di bawah 100 meter.

Dengan demikian, potensi masalah seperti di Semarang-Bawen sangat besar.

Kondisi berubah di ruas Boyolali-Solo yang mana alamnya datar. "Jadi nanti masing-masing tempat akan berbeda tekniknya sesuai dengan kebutuhan teknisnya di lapangan," katanya.

sumber :

Sabtu, 17 Mei 2014

Proyek JSS dan Tol Sumatera Ditinjau Ulang

ilustrasi
TEMPO.CO , Jakarta: Chairul Tanjung, yang akan menjabat Menteri Koordinator Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa, mengatakan akan meninjau ulang beberapa mega proyek seperti Jembatasn Selat Sunda (JSS) dan Jalan Tol Trans Sumatera. Kedua proyek raksasa itu memang belum jelas kelanjutannya.

Menurut dia, pembahasan akan menjadi salah satu prioritas pekerjaan dalam lima bulan masa jabatannya. "Nanti itu satu-satu akan dibahas. Misalnya Tol Trans Sumatera ini kan gantung. Saya lihat kalau seandainya APBN tidak bisa, bisa tidak kalau non APBN," kata Chairul Tanjung di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 16 Mei 2014.

Jika kelanjutan proyek tersebut bisa dikerjakan dengan non APBN, Chairul meneruskan, akan langsung berbicara dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Menko tidak bisa buat keputusan karena yang ada Keputusan Presiden. Tapi sebagai Menko saya akan bicara dengan presiden, kalau tidak bisa boosting dengan yang lain."

Nasib pembangunan proyek JSS yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera itu juga terkatung-katung. Dalam rapat koordinasi terkhir ada dua opsi yang disepakati yaitu pembuatan feasibility study akan dibiayai oleh APBN atau mengkolaborasikan BUMN dengan konsorsium pemrakarsa, PT Graha Banten Lampung Sejahtera, yang sebagian besar sahamnya dimiliki taipan Tomy Winata. Namun kedua opsi itu pembangunan proyek yang memubutuhkan investasi sekitar Rp 200 triliun hingga sekarang belum diputuskan. 

Soal pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pernah memastikan proyek itu tak bisa dimulai pada tahun ini. Selain terkendala pembebasan lahan, pembangunan jalan tol terhambat oleh jaminan keuangan dan penyertaan modal proyek tersebut. "Itu kan nanti jadi pinjaman bank. Kami belum dapat kepastian kalau itu akan dijamin negara. Siapa yang mau jamin?" tutur Djoko pada Maret lalu.

Ia menjelaskan, draf perbaikan peraturan presiden mengenai penugasan kepada badan usaha milik negara membangun Jalan Tol Trans-Sumatera sudah diserahkan kepada Sekretariat Kabinet. Untuk tahap awal, ada empat ruas yang akan dimulai pembangunannya, yakni Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Pekanbaru-Dumai, dan Bakauheni-Terbanggi Besar. Djoko menyebutkan, dari keempat ruas tersebut yang paling siap adalah ruas Medan-Binjai karena lahannya sebagian besar sudah dibebaskan.

Jalan Tol Trans Sumatera adalah jalan bebas hambatan yang rencananya membentang dari Aceh hingga Lampung. Jalan ini akan menghubungkan kota-kota besar di Pulau Sumatera dan menjadi bagian dari proyek high grade highway Sumatera.

sumber :