javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Senin, 14 Juli 2014

Tol Semarang - Bawen Telah Siap Layani Pemudik

#INFO MUDIK 2014

TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTYAWAN
JALAN TOL Solo-Semarang sesi dua di Bawen. 
UNGARAN - Direktur Tehnik dan Operasional PT TMJ, Ari Nugroho, menyatakan, seluruh infrastruktur dan fasilitas Tol Semarang - Bawen kali ini telah siap untuk melayani para pemudik Lebaran. Semua fasilitas penunjang tol pada umumnya telah dipersiapkan.

"Untuk fasilitas penunjang seperti armada ambulan, patroli internal PT TMJ, Patroli Jalan Raya (PJR) serta armada derek tidak ada masalah," jelas Ari, Senin (14/07/2014).

Ari menambahkan, pihaknya juga telah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) petugas untuk layanan arus mudik dan arus balik lebaran nanti. Adapun sejauh ini, pihaknya tidak melakukan penambahan rambu - rambu untuk jalan tol Semarang - Bawen ini. "Intinya jalan tol Semarang - Bawen siap untuk digunakan pada arus mudik dan arus balik lebaran kali ini," jelas Ari.

sumber :

Antisipasi Arus Padat, Akses Exit Tol Bawen Menuju Ambarawa Ditutup

#INFO MUDIK 2014

Tribun Jateng/Rival Almanaf
Akses masuk Tol Bawen terpantau ramai lancar, Minggu (11/8/2013). 

UNGARAN - Kasatlantas Polres Semarang, AKP Alil Rinenggo, mengatakan, untuk mengantisipasi kepadatan arus lalulintas akibat meningkatnya volume kendaraan bermotor pada arus mudik, Satlantas Polres Semarang akan menutup akses exit tol Bawen menuju arah Ambarawa.

Sehingga bagi pengguna jalan tol yang akan menuju Ambarawa,Temanggung, Magelang dan seterusnya tetapi sudah terlanjur keluar di exit tol Bawen diarahkan untuk memutar balik di sekitar jembatan Tuntang.

Sebab jika memutar balik di sekitar traffic light (TL) exit tol Bawen, dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran arus lalulintas di sekitar lokasi ini.

" Selain menempatkan petugas pengatur, kami juga akan memasang bamboocone maupun barrier di sekitar exit tol Bawen ini, " jelas Alil, Senin (14/07/2014).

Alil menuturkan, khusus untuk antisipasi jalur utama (non tol), Satlantas Polres Semarang juga mengantisipasi sejumlah simpul yang berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalulintas.

Antara lain titik - titik aktivitas pasar tumpah, persimpangan jalan tanpa TL, pusat keramaian serta sejumlah titik penyempitan jalur.

" Di jalur utama ini setidaknya ada sejumlah titik pasar tumpah seperti pasar Pasar Babadan, Pasar Karangjati dan Pasar Bandarjo Ungaran, " imbuh alil.

sumber :

Rabu, 09 Juli 2014

Tol Keluar Bawen Diprediksi Jadi Simpul Kemacetan Baru

ilustrasi : exit tol bawen
REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Aparat Polres Semarang telah memetakan sejumlah simpul rawan kemacetan arus lalulintas, pada arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Salah satu simpul baru kemacetan arus lalulintas ini –diperkirkan-- bakal terjadi di exit (jalur keluar) Tol Bawen, Kabupaten Semarang.

“Exit Tol Bawen, bakal jadi simpul kemacetan baru di jalur utama Kabupaten Semarang,” jelas Kapolres Semarang, AKBP Augustinus B Pangaribuan, di Ungaran, Rabu (9/7).

Karena arus lalulintas di titik keluar tol dengan jalur utama akan terbagi. Masing- masing arus lalulintas yang akan menuju Solo dan arus lalulintas menuju Yogyakarta. Selain simpul- simpul langganan kemacetan arus lalulintas, seperti pertigaan Tuntang dan Pasar Bandarjo, Ungaran. Simpul kemacetan di pintu keluar tol Bawen ini akan menjadi perhatian serius jajaran Polres Semarang.

Kapolres juga menambahkan, selain rawan kemacetan arus lalulintas, jalur Ungaran- Bawen ini juga merupakan jalur rawan kecelakaan lalulintas. Karena itu, pengaturan arus lalulintas nantinya akan dilaksanakan berdasarkan skala prioritas. Baik pada arus mudik maupun arus balik.

Aparat Polres Semarang juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) untuk melengkapi sejumlah rambu-rambu lalulintas. “Dalam rapat sudah kita ingatkan pada Dishubkominfo untuk menambah rambu dan marka kejut di Jambu peringatan rawan kecelakaan,” tambahnya.

Untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran ini, tambah Augustinus, Polres Semarang akan mengerahkan 712 personil. “Sisa personil lainnya disiapkan untuk pengamanan mudik Lebaran di kantor sekaligus siaga jika dibutuhkan sewaktu-waktu,” tegasnya.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryatno mengatakan, pihaknya telah me melakukan perbaikan sejumlah traffic light (TL). Selain itu juga telah melakukan pembuatan marka jalan dan sejumlah rambu-rambu lalulintas yang sempat hilang dan rusak karena proyek peningkatan jalan Banyumanik-Bawen.

Selain perbaikan TL dan rambu-rambu, Dishubkominfo juga sudah melakukan pengecekan kondisi jalur alternatif untuk arus mudik dan arus balik. “Termasuk berkoordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan pembenahan jalur alternatif ini,” tambahnya.// n bowo pribadi

sumber :

Senin, 07 Juli 2014

TOL SOLO-KERTOSONO : Bangunan SD Masaran Sragen Tergusur

SRAGEN – Sebuah SD di wilayah Masaran tergusur proyek tol Solo-Kertosono. Alhasil, bangunan SD tersebut terpaksa dipindah.

SD yang tergusur tersebut yakni SDN 1 Pringanom yang berada di Dukuh, Sadakan. Berdasarkan pantauan Espos, Sabtu (5/7), proyek jalan tol sudah melintasi wilayah Pringanom. Sejumlah alat berat sudah dioperasikan di lokasi itu. Hanya saja, hingga kini bangunan SD tersebut masih dipertahankan.

Kepala Desa Pringanom, Sugiyoto, menuturkan rencana pemindahan SD tersebut sudah dibahas sejak setahun lalu. “Awalnya memang mau dibangun melalui pemerintah desa. Tetapi, pembangunan kemudian diserahkan ke pemkab. Kami hanya bersifat memfasilitasi saja,” jelas dia saat berbincang dengan Solopos.com di Setda Sragen, Jumat (4/7)/2014.

Diuraikannya, berdasarkan kesepakatan, SDN 1 Pringanom dipindah tak jauh dari lokasi semula. Tanah yang digunakan untuk pembangunan SDN tersebut berada di tanah kas desa seluas 2.500 meter persegi.

“Lokasinya 200 meter dari tempat SD saat ini. Bangunan memang sampai saat ini masih utuh meski alat berat proyek tol berada di sekitar lokasi,” kata dia.

Terkait kepastian pembangunan SDN 1 Pringanom, Sugiyoto mengungkapkan saat ini baru dalam tahap kajian pemkab. Sementara itu, Kepala SDN 1 Pringanom, Mursidi, menjelaskan saat ini di sekolah tersebut terdapat 220 siswa.

Disampaikannya, pihak sekolah tak mempermasalahkan pemindahan tersebut asalkan tak mengganggu proses belajar mengajar siswa. “Nanti mau ditinjau dulu dari pemkab baiknya seperti apa,” urai dia.

Dia mengusulkan agar pemindahan SD tersebut tak mengganggu proses belajar siswa, pembangunan lokasi pengganti bisa dilakukan terlebih dahulu.

“Baiknya dibangun dulu, karena menyangkut proses belajar mengajar anak-anak. Prinsipnya asalkan dibuatkan tempat, siswa dipindah kapan saja siap,” katanya.

Kabag Pemerintahan dan Pertanahan Setda Sragen, Bambang Widyatmoko, menjelaskan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sudah menyatakan kesanggupan untuk mengganti bangunan SD yang tergusur proyek tol. “Lokasi pengganti sudah disiapkan pihak desa,” kata dia saat ditemui wartawan pekan lalu.

sumber :

Jumat, 04 Juli 2014

Tol Cikampek-Palimanan Baru Terbangun 30% dari Total Panjang 116 Km



Jakarta -Proyek Tol Cikampek-Palimanan, Jawa Barat saat ini konstruksinya sudah mencapai 30% dari total panjang 116 Km. Akhir 2015, tol ini ditargetkan sudah bisa beroperasi.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (Djokir) mengatakan pihaknya terus mendorong percepatan pembangunan. Seluruh pembabasan tanah sudah rampung diselesaikan. Jika tak ada aral melintang, bagian dari jaringan tol Trans Jawa ini akan bisa beroperasi di akhir 2015.

"Kalau badan usahanya ngebut, pemborongnya bagus, itu saya kira akhir 2015 sudah bisa difungsikan, paling tidak sebagian. Akhir tahun lah ya," kata Djokir ditemui di kantornya, Jumat (4/7/2014).

Sementara itu, ruas tol lain di jaringan Trans Jawa pun menurutnya tengah dikerjakan. Karena tol ini akan secara signifikan mengurangi tingkat kepadatan di jalur Pantura.

Djokir menyebutkan ruas tol Pejagan-Pamalang yang masih dilakukan pembebasan lahan. Dua pekan lagi, beberapa seksi di ruas ini akan segera dimulai pembangunannya.

"Pejagan-Pemalang itu ada 4 ruas, 2 ruas pembebasan tanah sudah hampir selesai, saya kira sekarang sudah proses, dalam seminggu dua minggu akan groundbreaking. Itu mulai dari Pejagan sampai Brebes belasan kilometer," tambahnya.

Lalu ruas Batang-Semarang pun tengah dalam proses negosiasi tanah. Ada beberapa bidang tanah yang dilalui tol ini adalah milik BUMN.


"Itu tanahnya di miliki oleh PTPN, dan kalau kita bicara dengan pak dirutnya, mereka tidak keberatan kalau iitu digunakan untuk jalan tol. Jadi itu sedang dalam proses," tambah dia.

Lalu ruas lain seperti Semarang-Solo, Semarng Bawen, Solo-Ngawi, Ngawi Kertosono, Mojokerto-Kertosono, dan ruas lainnya sedang dalam percepatan pembangunan.

Adapun ruas tol trans Jawa adalah:

1. Cikampek-Palimanan (116 km) 
2. Pejagan-Pemalang (58 km) 
3. Pemalang-Batang (39 km) 
4. Batang-Semarang (75 km) 
5. Semarang-Solo (73 km) 
6. Solo-Ngawi (90 km) 
7. Ngawi-Kertosono (87 km) 
8. Kertosono-Mojokerto (41 km) 
9. Mojokerto-Surabaya (36 km) 

sumber :

Kamis, 03 Juli 2014

TOL SOLO-SEMARANG : Ratusan Kolam Lele di Banyudono Direlokasi


Kolam-kolam lele di Desa Tanjungsari, Banyudono, Boyolali. 
Foto diambil beberapa waktu lalu (Oriza Vilosa/JIBI/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI-Proyek jalan tol Solo-Semarang juga menerjang kawasan budi daya ikan lele di wilayah Desa Tanjungsari, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Ratusan kolam lele di wilayah itu pun harus direlokasi ke tempat lain.

Hal itu diakui kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, Bambang Jiyanto, ketika ditemui wartawan di sela-sela aktivitasnya di Boyolali, Selasa (1/7/2014).

Terkait realisasi proyek jalan tol yang ditargetkan dimulai tahun depan, Bambang mengatakan sudah ada sosialisasi dari tim proyek jalan tol tersebut kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungsari dan segenap warga desa setempat.

Terkait hal itu, Bambang menyatakan saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi terkait, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUESDM) Boyolali dan Pemdes Tanjungsari, perihal kelanjutan kegiatan peternakan ikan lele di desa tersebut.

“Pemdes juga sudah diminta untuk mencari tanah pengganti untuk kolam-kolam lele yang nantinya dipindahkan,” ungkapnya.

Terpisah, Kades Tanjungsari, Joko Sarjono mengakui sudah ada sosialisasi tentang proyek jalan tol Solo-Semarang yang juga melintasi kawasan kolam lele desa setempat.

“Sudah ada tim dari Panitia Pengadaan Tanah (P2T) yang ke lokasi untuk mengukur. Kami juga sudah diminta untuk mencari tanah pengganti,” kata Joko.

Namun Joko mengatakan pihaknya belum mengetahui detail luas lahan yang bakal terkena proyek. Sejaun ini, pihaknya masih menunggu data lebih lanjut, termasuk berapa besar ganti rugi tanah kas desa yang digunakan untuk kolam dang anti rugi terkait biaya pembuatan kolam.

Berdasarkan perhitungan kasar, lanjut dia, yang terkena proyek jalan tol tersebut sekitar 60 persen dari total 400 petak kolam lele di kawasan itu. Jika disetujui warga, di tanah pengganti nantinya juga kembali dibuatkan kolam.

“Warga masih memiliki keinginan kuat untuk menghidupkan kegiatan peternakan lele, sekaligus mendukung usaha pengolahan hasil ikan lele. Namun untuk realisasinya, sampai saat ini kami masih terus berkoordinasi dengan Disnakkan dan dinas terkait lainnya,” terangnya.

Ditambahkan Joko, terkait pelepasan tanah kas desa juga harus mendapatkan persetujuan dari gubernur.

“Prosesnya masih panjang. Nanti masih ada musyawarah dengan warga dan juga pembahasan tentang besarnya ganti rugi. Tapi untuk sejauh ini belum dijadwalkan,” imbuhnya.

sumber :

Rabu, 02 Juli 2014

KERJASAMA - Garap tol, MNC dan Waskita segera teken kerjasama


ilustrasi

JAKARTA. MNC Grup akan segera membangun proyek jalan tol Pejagan-Pemalang di akhir bulan ini. Melalui anak usahanya, PT MNC Infrastruktur, perseroan akan menjalin kerjasama dengan PT Waskita Karya Tbk.

Darma Putera, Wakil Presiden Direktur PT MNC Investama Tbk mengatakan, MNC akan menyerahkan pembangunan proyek ini kepada Waskita. Untuk tahap awal, perseroan akan membangun tol Pejagan sepanjang 20 kilometer. Kebutuhan investasi untuk konstruksi proyek tahap satu mencapai Rp 1,4 triliun.

Dengan begitu, pendanaan awal pun akan berasal dari partner, yakni Waskita. Darma belum menyebutkan secara spesifik mengenai detail kerjasama tersebut. Namun, perseroan akan segera meneken perjanjian dengan Waskita pada minggu ini. "Kalau berjalan lancar, akhir bulan Juli akan mulai konstruksi," katanya.

Jika proyek itu sudah selesai digarap, nantinya, MNC akan mengambil alih kembali jalan tol tersebut untuk dioperasikan. Adapun pembebasan lahan jalan tol itu sudah 97%. "Ini bukan divestasi. Jadi kami yang akan mengoperasikan. Kalau pembangunan sudah selesai akan dikembalikan ke MNC," imbuh Darma. 

CEO MNC Grup Hary Tanoesoedibjo menambahkan, perseroan juga akan segera membangun konstruksi ruas jalan tol lainnya, yakni Kanci-Pejagan sepanjang 35 km, Pasuruan-Probolinggo (45 km) dan Ciawi-Sukabumi (54 km). "Untuk Ciawi Sukabumi sudah pembebasan lahan sampai 75%. Kalau sudah 90% akan segera konstruksi," kata Hary.

Haris gunawan, Sekretaris Perusahaan Waskita masih belum berkomentar banyak. "Minggu depan saja setelah ada kepastian transaksinya," ujar Haris. Kebutuhan investasi total untuk pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang ini mencapai Rp 5,2 triliun. 

Sekedar menyegarkan ingatan, tahun lalu, MNC mengambil empat ruas jalan tol ini dari PT Bakrieland Tbk. Nilai investasinya sekitar Rp 2 triliun. MNC juga mengambil beberapa aset milik Bakrie lainnya seperti Lido Resort dan Nirwana Bali Resort.

Selain mengembangkan bisnis infrastruktur, MNC juga mega proyek lain bernama MNC City. Dalam proyek ini, MNC Group bakal mengembangkan lahan seluas 3.000 ha di kawasan Tangerang. Sayang, Hary belum bersedia mengungkapkan lebih jauh mengenai proyek MNC City. 

Dia hanya mengatakan, proyek tersebut akan dikembangkan menjadi kota mandiri. "Konsepnya mungkin seperti BSD City. Ini masih proyek jangka panjang. Kami belum bisa disclose apapun terkait proyek ini,” ujarnya.

Wiliam Suryawijaya, Analis Asjaya Indosurya Securities mengatakan, bisnis infrastruktur ini bakal positif untuk MNC Grup. Pasalnya, seiring dengan perlambatan properti karena ketatnya likuiditas bank, bisnis infrastruktur seperti jalan tol lebih menjanjikan. Apalagi menjelang pergantian presiden, pembangunan infrastruktur nampaknya bakal menjadi fokus utama pemerintahan baru.

"Namun patut dicermati lebih jauh, bagaimana spesifik skema kerjasama MNC dengan Waskita. Apakah masih akan mayoritas digenggam MNC," ujarnya. Oleh karena itu, Wiliam masih merekomendasikan hold untuk saham-saham grup MNC.

sumber :

Penuhi Keinginan Warga, PU Kirimkan Tim Appraisal Ulang Ganti Rugi Lahan Tol Soker


MAPPI Jatim – Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu) telah mengirimkan tim untuk mengecek kondisi lahan yang terkena proyek jalan tol Solo-Kertosono (Soker) di Kebonromo, Ngrampal, Sragen.

Kedatangan tim tersebut diduga merupakan bagian dari tahap appraisal ulang nilai ganti rugi lahan dan bangunan. Hal itu diungkapkan Asisten I Pemkab Sragen, Parsono, kemarin.

“Belum lama ini tim dari Kementerian PU sudah cek kondisi lokasi di Kebonromo. Kelihatannya kedatangan tim ini adalah bagian dari langkah re-appraisal nilai ganti rugi. Artinya hal ini adalah sinyal positif bagi pemilik lahan,” kata dia.

Parsono menjelaskan kedatangan tim dari pusat merupakan respons terhadap permintaan warga Kebonromo. Puluhan warga Kebonromo mengajukan permintaan dilakukannya appraisal ulang kepada Kementerian PU sekitar tiga bulan lalu.

Surat permintaan appraisal ulang diajukan warga melalui Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman. Surat tersebut, menurut Parsono, diteruskan Bupati kepada Kementerian PU. “Mekanisme memang seperti itu,” imbuh dia.

Namun Parsono belum mengetahui bagaimana hasil pengecekan lokasi lahan di Kebonromo. “Secara prinsip, aturan, yang namanya appraisal ulang bisa saja dilakukan. Tapi keputusan, kebijakan penuh ada di Kemenpu,” sambung dia.

Parsono tidak menampik pandangan yang menyatakan nilai ganti rugi lahan tol yang jadi pegangan selama ini sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Alasannya nilai ganti rugi tersebut merupakan hasil appraisal beberapa tahun lalu.

Pandangan tersebut dibuktikan dengan adanya penolakan dari pemilik lahan terhadap harga yang ditawarkan. Di sisi lain, dia meyakini proses pembebasan lahan untuk jalan tol Soker di Sragen bakal rampung akhir tahun 2014.

Alasannya, dia menjelaskan, lahan yang belum berhasil dibebaskan saat ini tidak lebih dari 10 persen dari keseluruhan bidang tanah yang harus dibebaskan. “Sesuai target atau tahapan, akhir tahun ini harus selesai pembebasan,” tandas dia.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto menyarankan warga untuk mengajukan surat permintaan appraisal ulang kepada Kementerian PU bila memang tidak sepakat terhadap nilai ganti rugi.

Surat tersebut dapat dikirimkan kepada Bupati Sragen untuk diteruskan kepada Kementerian PU. Diberitakan Solopos sebelumnya, lahan jalan tol Soker yang belum dibebaskan tinggal 512 bidang tanah di 21 desa di Kabupaten Sragen.

sumber :
mappijatim

Tol Cikampek-Palimanan Bakal Jadi Jalur Alternatif Mudik


Ilustrasi pengerjaan proyek Tol Cipali di Cikamurang,
Indramayu (Foto: Antara)

PURWAKARTA - Setiap tahun saat musim mudik Lebaran Jalur Pantura dari arah Jakarta menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah macet. Begitu pula jalur tengah, Sadang-Subang-Cikamurang-Cirebon.

Untuk mengantisipasi kemacetan di dua jalur tersebut pada musim mudik tahun ini, Polres Purwakarta berencana menggunakan jalan Tol Cipali (Cikampek-Palimanan) yang masih dalam proses pembangunan, sebagai jalur alternatif bila terjadi kepadatan di pantura dan jalur tengah.

Nantinya para pengendara bisa masuk ke Tol Cipali melalui di Jalan Raya Cikopo, Kabupaten Purwakarta.

Sebenarnya, proyek tol yang menghubungkan Cikampek, Kabupaten Karawang, dengan Cirebon itu diperkirakan selesai pada 2018. Sebagian jalan sudah dicor.

Di bagian pinggir jalan bebas hambatan antara Cikampek hingga Subang masih ada bagian berupa tanah yang sudah dipadatkan. Sepertinya jalan itulah yang akan digunakan sebagai jalur alternatif pada musim mudik Lebaran tahun ini.

Kapolres Purwakarta, AKBP Slamet Hariyadi, Rabu (2/7/2014), mengatakan, jalur alternatif melalui Tol Cipali hanya sampai daerah Pagaden, Subang, atau sekira 25 kilometer dari Cikampek. Selanjutnya pemudik akan diarahkan ke jalur pantura atau jalur tengah. Total panjang Tol Cipali dari Cikampek hingga Palimanan mencapai 116 kilometer.

Namun, tidak semua kendaraan pemudik bisa melintasi Tol Cipali. Petugas Polres Purwakarta akan menyeleksi mobil-mobil yang bisa masuk ke jalur tersebut.

sumber :

Pernah Masuk 'Rumah Sakit', Sekarang Bangun Tol Atas Laut di Kalimantan

BUMN yang Bangkit dari Krisis


ilustrasi
Jakarta -PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memiliki sejarah keuangan yang relatif sulit. BUMN karya ini pernah harus menjadi pasien 'rumah sakit BUMN' yaitu PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).

Di bawah penanganann PPA, Waskita menjalani program restrukturisasi dan revitalisasi. Dengan ketekunan menjalani program penyelamatan, Waskita akhirnya bisa go public alias melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).

Pada laporan keuangan kuartal I-2014, Waskita mampu meraih laba bersih Rp 6,76 miliar, naik dari pencapaian kuartal I-2013 yang sebesar Rp 5,44 miliar. Sedangkan pendapatan naik 8,07% menjadi Rp 1,03 triliun dari Rp 957,38 miliar.

Karena kinerja yang cemerlang ini, Waskita memperoleh apresiasi dari Menteri BUMN Dahlan Iskan.

"Waskita di bawah Dirut M Choliq menjadi contoh restrukturisasi perusahaan yang fenomenal. Tiga tahun lalu Waskita masih berstatus perusahaan sakit. Masih opname di bawah pengawasan PPA," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam keterangannya seperti dikutip Rabu (2/7/2014).

Pasca bangkit dari sakit, Waskita berlari kencang. BUMN karya ini telah mengumumkan rencananya masuk di dalam investasi jalan tol. Waskita pun berencana membangun jalan tol atas laut di Kalimantan, dan meneruskan proyek Tol Pejagan-Pemalang sepanjang 57,7 kilometer.

Di dunia internasional, Waskita selama 7 tahun terakhir dipercaya menggarap proyek konstruksi di negara-negara Timur Tengah. Waskita bertindak sebagai sub kontraktor sedangkan pemberi kerja atau kontraktor utama adalah Bin Laden Group. Saat ini perseroan terlibat di dalam proyek renovasi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Saudi Arabia.

sumber :