javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Sabtu, 31 Agustus 2013

Tarif Tol Semarang Seksi A,B dan C, Naik 27 September

Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Selesaikan Jalan Tol: Jembatan jalan tol Semarang-Solo sesi II Ungaran-Bawen kilometer 19-100, 
di Kelurahan Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jateng, sudah selesai diperbaiki 
setelah retak beberapa pekan terakhir, Selasa (2/7/2013). Jalan tol Semarang-Solo sesi II 
Ungaran-Bawen masih tersisa 1.000 meter pengerjaan yakni 700 meter di Kelurahan 
Lemahireng dan 300 meter Kelurahan Kandangan. Jalan tol tersebut ditargetkan selesai sebelum 
lebaran 2013
.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tahun ini akan melakukan penyesuaian tarif tol di sejumlah ruas jalan tol seluruh Indonesia.

Hal tersebut dilaksanakan sesuai dengan Undang-undang nomor 38 tahun 2004 tahun 2004 tentang Jalan yang dalam pasal 48 ayat (3) menyebutkan kenaikan tarif tol memang dapat dilakukan setiap dua tahun (apabila memenuhi SPM).

“Kenapa kenaikan jalan tol mesti 2 tahun sekali? Karena investasi jalan tol ini mempunyai masa konsesi yang cukup panjang, ini yang membuat badan usaha terlindungi, namun pemerintah pun harus pro masyarakat oleh sebab itu kita mewajibkan SPM (Standar Pelayanan Minimum) terpenuhi bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tersebut,” tegas Kepala BPJT Achmad Gani Ghazaly dalam siaran pers, Jumat (30/8/2013).

Gani menjelaskan untuk SPM secara keseluruhan sudah difinalkan pada pertengahan bulan Agustus. Dicontohkan, untuk beberapa ruas seperti Jakarta-Cikampek kondisi jalannya masih belum memenuhi SPM, namun pihaknya sudah menghubungi BUJT terkait untuk segera memperbaiki.

“Selain itu, Cawang-Tomang-Grogol-Pluit pun masih banyak PJU (penerangan jalan umum) nya yang tidak nyala, sama seperti tol Sedyatmo masih ada yang tidak nyala, ini yang menyebabkan ruas tol tersebut belum memenuhi SPM, karena kami mewajibkan 100 persen yang nyala,” tambah Gani.

Disebutkan bahwa pada 27 September nanti tarif tol yang mengalami penyesuaian, terdapat di 14 ruas jalan tol. Namun besarannya masih belum ditetapkan, Karena pada saat ini masih menunggu hasil perhitungan inflasi dari badan Pusat Statistik (BPS).

“Besaran nilai inflasi disesuaikan menurut daerah jalan tol tersebut berada, dan saat ini masih menunggu hasil perhitungan inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS),” kata Gani.

Berikut, tarif ruas tol yang akan naik pada 27 September:
1. Tol Jakarta-Bogor-Ciawi
2. Tol Jakarta-Tanggerang
3. Tol Dalam Kota Jakarta
4. Tol Jakarta Outer Ring Road
5. Tol Padalarang-Cileunyi
6. Tol Semarang Seksi A,B dan C
7. Tol Surabaya-Gempol
8. Tol Palimanan-Plumbon-Kanci
9. Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang
10. Tol Belawan-Medan-Tanjung Morowa
11. Tol Serpong-Pondok Aren
12. Tol Tanggerang Merak
13. Tol Pondok Aren-Ulujami
14. Ujung Pandang Tahap I dan II 
 
sumber :

Rabu, 28 Agustus 2013

PPK Siap Bayar Honor Satgas yang Macet

Jalan Tol Mantingan-Kertosono

Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Selesaikan Jalan Tol: Pekerja menyelesaikan pembangunan jembatan tol Semarang-Solo sesi II 
Ungaran-Bawen di Kelurahan Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jateng, 
Selasa (2/7/2013). Jalan tol Semarang-Solo sesi II Ungaran-Bawen masih tersisa 1.000 meter 
pengerjaan yakni 700 meter di Kelurahan Lemahireng dan 300 meter Kelurahan Kandangan. 
Jalan tol tersebut ditargetkan selesai sebelum lebaran 2013. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan)

Laporan wartawan Surya,Sudarmawan

TRIBUNNEWS.COM,MADIUN - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Mantingan-Kertosono, Riyadi menyatakan sudah merencanakan pembayaran tunggakan honor Satgas 2012 dengan menggunakan anggaran APBN Tahun 2013.

Alasannya, sudah ada kesepakatan dengan Pejabat Pengadaan Tanah (P2T).

"Tahun 2012 sudah tutup. Sehingga, tidak mungkin bisa diambilkan dari APBN tahun 2012," terang Riyadi kepada Surya (Tribunnews.com Network), Rabu (28/8/2013).

Selain itu, Riyadi menegaskan tetap akan membayar honor Satgas tahun 2012 sesuai komitmen dengan P2T. Sedangkan mengenai adanya perintah dari pusat, honor Satgas tahun 2012 menjadi tanggungjawabnya, Riyadi justru balik melempar tanggungjawab ke P2T.

"Yang ke Jakarta Pak Sawung. Ya komitmennya seperti itu. Saya tidak ikut ke Jakarta. Prinsipnya, uang honor akan kami bayarkan. Itu pengajuannya dari P2T," katanya.

Disamping itu, Riyadi mengaku honor untuk P2T dan Satgas tahun 2013 sudah disiapkan. Hanya saja, tambahnya, P2T belum bisa menerima.

"Saya mau menghadap Pak Sekda dulu. Coba tak telusuri dulu," ungkapnya.

Karena itu, jika memang P2T menolak pembayaran honor tahun 2013 tersebut kepada Satgas, pihaknya akan langsung membayarkan.

"Jika memang P2T tak mau membayarkan, biar PPK yang membaginya sendiri," pungkasnya. 
 
sumber :

Akhirnya, JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang Dilanjutkan


Ilustrasi | KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah mangkrak beberapa lama dan terus-menerus tertunda, pembangunan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang akhirnya diteruskan.

Kepala Seksi Simpang Tak Sebidang Dinas Pekerjaan Umum Heru Suwondo mengatakan, alat berat yang didatangkan dari Taiwan, yakni heavy shoring, sudah tiba di Jakarta sejak Rabu (21/8/2013).

"Sekarang sedang buat dudukan untuk shoring, pekerjaan hanya bisa dilakukan pada malam hari karena kalau siang akan menutup jalan akibat alat berat berupa crane yang dipakai untuk mengangkat shoring," ujar Heru, Selasa (27/8/2013).

Kontraktor JLNT, PT Istaka Karya, mendatangkan alat berat yang dibeli dari Taiwan, yakni sistem alat penyangga berat. Kontraktor harus secara hati-hati mengerjakan pengecoran jalan layang. Pasalnya, lalu lintas di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur termasuk padat, terutama pada jam-jam sibuk.

Bila tidak menggunakan alat khusus, maka akan menambah kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut. Alat berat itu akan membantu kontraktor menyelesaikan pembangunan jalan layang tanpa harus merugikan pengendara bermotor yang melintas. Dari semua paket pekerjaan JLNT, hanya tersisa Paket Mas Mansyur.

Heru mengatakan, Dinas PU DKI mengharapkan pekerjaan cepat selesai, tetapi karena lokasinya di atas badan jalan dan lahannya sempit, ditambah pekerjaan hanya bisa dilakukan malam hari, pihaknya berharap pada November ini dapat selesai.

"Kalau bisa kita inginnya jangan sampai akhir tahun atau Desember sudah selesai. Mudah-mudahan terlaksana," jelasnya.

Adapun posisi penyelesaian pekerjaan JLNT berada di atas jalan layang yang sudah ada saat ini dan di atas Jalan Jenderal Sudirman. Sedangkan lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman tidak bisa terganggu sama sekali. Kontraktor pembangunan JLNT, PT Istaka Karya, menyatakan, pengerjaan jalan layang telah rampung hingga 90 persen. 
 
sumber :

Selasa, 27 Agustus 2013

3 Ruas Tol Segera Dibuka

Selesaikan Jalan Tol: Jembatan jalan tol Semarang-Solo sesi II Ungaran-Bawen kilometer 19-100, 
di Kelurahan Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jateng, sudah selesai 
diperbaiki setelah retak beberapa pekan terakhir, Selasa (2/7/2013). Jalan tol Semarang-Solo sesi II
Ungaran-Bawen masih tersisa 1.000 meter pengerjaan yakni 700 meter di Kelurahan 
Lemahireng dan 300 meter Kelurahan Kandangan. Jalan tol tersebut ditargetkan selesai 
sebelum lebaran 2013.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Perusahaan pengelola jalan tol, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) siap membuka tiga ruas jalan tol anyar di semester kedua tahun ini. Ketiga ruas tol tersebut adalah ruas tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Bali, ruas tol Ungaran-Bawen, dan ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 Utara.

Perusahaan ini menargetkan, ketiga ruas tol tersebut dapat memberikan kontribusi pendapatan hingga mencapai Rp 100 miliar tahun ini.

David Wijayanto, Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk menjelaskan, yang paling dekat, Jasa Marga akan mengoperasikan ruas jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Bali. "Saat ini masih uji kelayakan fungsi. Kami targetkan sudah bisa beroperasi secara komersil pertengahan September nanti. Estimasi trafik awal operasi 40.000 kendaraan per hari," katanya ke KONTAN, Senin (26/8/2013).

Setelah itu, ruas tol yang siap dibuka ruas tol Ungaran-Bawen. Pengerjaan ruas tol tersebut sudah mencapai 90%. Saat ini Jasa Marga sedang memperbaiki ruas tol ini lantaran proses uji coba ruas tol ini yang berlangsung hingga H+7 Lebaran. Selam ujicoba, trafik kendaraan yang lewat mencapai 44.000 kendaraan per hari. Padahal estimasi semula cuma 30.000 kendaraan per hari.

Perbaikan ruas tol ini Jasa Marga harapkan bisa rampung Oktober mendatang. Sehingga ruas tol ini bisa beroperasi di November 2013 dengan estimasi kendaraan mencapai 30.000 per hari.

Satu ruas tol lagi yang segera dibuka adalah ruas tol JORR W2 Utara. Saat ini pengerjaan ruas tol tersebut untuk paket 1, 2, dan 3 sudah mencapai 80%. David menargetkan ruas tol ini bisa beroperasi Desember 2013 dengan estimasi trafik di awal operasi mencapai 60.000 kendaraan per hari.

Sebenarnya, tahun ini Jasa Marga berencana untuk membuka empat ruas tol baru. Ruas tol yang dimaksud adalah ruas tol Gempol-Pandaan.

Namun hingga kini proses pembebasan lahan ruas tol ini belum seluruhnya terbebaskan. "Kami terhambat pembebasan lahan. Saat ini lahan yang dibebaskan mencapai 95%," jelasnya. Alhasil, Jasa Marga terpaksa menunda pengoperasian ruas tol tersebut menjadi awal 2014.

Untuk mendongkrak kinerja, perusahaan ini akan mengerek tarif tol di 11 ruas tol. Sayang, David belum bersedia mengungkapkan besaran kenaikan ruas tol tersebut. "Kami melihat inflasi terlebih dahulu tapi kemungkinan lebih dari 10%," ucapnya.

Hingga akhir Juni 2013, volume kendaraan yang melintas di konsesi tol Jasa Marga diperkirakan mencapai 602 juta kendaraan. Hingga akhir tahun, Jasa Marga menargetkan akan ada sekitar 1,22 miliar kendaraan yang melintas ruas tol milik perusahaan pelat merah ini. Angka ini naik 4% dari tahun lalu yang mencapai 1,1 miliar kendaraan.

Selama semester I-2013 ini, pendapatan Jasa Marga naik 43,4% menjadi Rp 4,72 triliun dari semester I-2012. Namun, laba bersih Jasa Marga melorot 17,78% di periode yang sama menjadi Rp 761,31 miliar. Namun, manajemen perusahaan yakin, beroperasinya tiga ruas tol baru dan penaikan tarif 11 ruas tol akan mendongkrak laba bersih Jasa Marga hingga tutup tahun 2013. (Adinda Ade Mustami)
 
sumber :

Minggu, 25 Agustus 2013

Terkait SD Klepu, Dewan Segera Panggil PT TMJ dan TPT Jateng

Tol Semarang - Solo

ilustrasi
UNGARAN, suaramerdeka.com - Kalangan DPRD Kabupaten Semarang berencana akan melakukan pemanggilan terhadap tiga instansi masing-masing PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola tol Semarang-Solo, Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jateng, dan Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Kabupaten Semarang untuk meminta kejelasan tentang pembangunan SD Negeri Klepu 01 dan pengadaan lahan lapangan Desa Klepu.

Dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto, dirinya kemarin sudah menerima laporan dari Komisi D. Paparan laporan tersebut diantaranya berisi hasil audiensi yang dihadiri warga, Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, serta staf administrasi teknis Tim Pengadaan Tanah (TPT) ruas Ungaran-Bawen, Adi Cahya.

"Semua yang kami nilai terlibat dalam pembangunan gedung SD Negeri Klepu 01 dan pengadaan lahan lapangan Desa Klepu akan kami panggil untuk keperluan klarifikasi," kata Bambang, Minggu (25/8).

Terlepas dari rencana pemanggilan tersebut, dirinya menegaskan, PT TMJ seharusnya tidak mengesampingkan kepentingan umum dan pendidikan ketika membangun jalan tol. Jika hal itu terjadi, pihaknya menyinyalir persoalan yang terjadi nantinya bakal berbuntut panjang bahkan bisa berhadapan dengan warga.

"Kami juga mendapat laporan bila belum seluruhnya pekerjaan bangunan gedung sekolah itu selesai, padahal rentang waktunya sudah tiga tahun," tegasnya.

Ditambahkan Wakil Ketua Komis D DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto, agar tidak berhadapan atau menyisakan masalah di tengah masyarakat, dirinya meminta kontraktor jangan mengalahkan kepentingan umum dalam menyelesaikan pekerjaan jalan berbayar.

"Sarana pendidikan, tempat ibadah, dan sarana kesehatan yang terkena dampak pembangunan tol harus diselesaikan dahulu sebelum proyek tol dikerjakan. Kami berharap masalah ini tidak terjadi di wilayah lain," tambahnya.
 
sumber :

Rabu, 21 Agustus 2013

Jokowi: Ruang Bawah Tanah Monas Berfungsi Sebagai Pertahanan

"Tahun depan kami buat basement di Monas luasnya hampir 160 hektare."

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (VIVAnews/Muhamad Solihin)
VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengatakan bahwa detailed engineering design (DED) pembangunan di Jakarta ke depannya akan disesuaikan dengan strategi pertahanan dan keamanan negara. Sebab, kata dia, Jakarta merupakan titik vital bagi pertahanan Indonesia.

Menurut Jokowi salah satu contohnya adalah pembangunan basement di kawasan Monumen Nasional karena wilayah tersebut berdekatan langsung dengan Istana Negara. Selain sebagai tempat rekreasi, Monas juga berfungsi sebagai strategi pertahanan.

"Tahun depan kami akan membuat basement di Monas luasnya hampir 160 hektare di bawah. Fungsi-fungsi strategi pertahanan harus ada di situ. Tidak hanya parkir atau jualan souvenir. Tapi ada strategi pertahanan," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Rabu 21 Agustus 2013.

Kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pun fungsinya akan dikembalikan supaya selain bisa dipakai sebagai jalan raya, bisa dipakai juga sebagai tempat mendarat darurat pesawat tempur apabila terjadi suatu ancaman keamanan.

Jokowi menuturkan, saat ini di kawasan Kemayoran tidak bisa dijadikan pendaratan darurat pesawat karena adanya fly over atau jembatan layang. Karena itu, jembatan layang tersebut akan diubah menjadi underpass. (adi)

sumber :

Jokowi Akan Jadikan Tol Jagorawi Landasan Pesawat Tempur

Jembatan penyeberangan di sekitar Jagorawi diganti dengan underpass.
 
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo bertemu dengan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Balai Kota, Jakarta, Rabu 21 Agustus 2013. Keduanya membahas penyelarasan pembangunan di DKI Jakarta dan strategi pertahanan nasional.

Menurut Jokowi, sebagai salah satu rencana konkretnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merombak Jalan Tol Jagorawi supaya bisa dijadikan tempat mendarat darurat bagi pesawat tempur ketika keamanan terancam.

"Seperti di Tol Jagorawi dulu bisa untuk pendaratan pesawat. Sekarang tidak bisa karena ada jembatan penyeberangan. Nanti dihilangkan dan diganti dengan underpass," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan itu sangat penting dilakukan supaya ada alternatif apabila negara dalam keadaan bahaya. Atau sedang diserang oleh negara lain.

"Ini sangat penting bila rencana kesatu tidak bisa. Dipakai rencana kedua masih bisa. Negara harus punya seperti itu," katanya.

Ke depannya semua jembatan penyeberangan di sekitar Tol Jagorawi yang masih berada di wilayah DKI Jakarta akan diganti dengan underpass.

"Nanti semuanya ke dalam tidak usah naik jembatan penyeberangan dan banyak yang lain yang tidak bisa disampaikan," ujar dia. (sj)
sumber :
viva 

KBM SD Negeri Klepu 01 Masih Numpang di Balai Desa

ilustrasi
PRINGAPUS, suaramerdeka.com - Siswa SD Negeri Klepu 01 sampai sekarang belum menempati gedung baru pengganti bangunan sekolah yang terkena tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar (KBM) seluruh siswa masih dilakukan dengan memanfaatkan gedung Balai Desa Klepu tepatnya ruang Gedung PKK Klepu dan TPQ Masjid Baitul Muttaqin.

Salah satu orang tua siswa, Ari Munanto (39) menyatakan, melihat kondisi yang ada pihaknya bersama wali murid lainnya akan mendesak instansi terkait termasuk kontraktor pembangunan jalan tol untuk segera menyelesaikan sisa pembangunan gedung baru agar bisa dimanfaatkan.

"Gedung baru hanya digunakan saat ujian nasional kemarin, selanjutnya dibiarkan begitu saja seakan tanpa solusi. Akibatnya KBM anak kami harus numpang di TPQ dan gedung PKK, apa tidak kasihan?" ujarnya, Selasa (20/8).

Jika dibiarkan berlarut, lanjutnya, sedikit banyak akan berpengaruh pada psikologis anak. Pasalnya, aktivitas siswa saat ini cenderung bersamaan dengan aktivitas di luar pendidikan. Misalnya, saat proses belajar berlangsung tentunya anak didik akan melihat hilir mudik pekerja dan pegawai di balai desa.

"Ruang sementara untuk KBM bercampur dengan aktivitas lain. Di sisi lain, bangunan pengganti kini justru dibiarkan ditumbuhi rumput dan perdu. Idealnya, selain bangunan utama demi keamanan siswa perlu juga dilengkapi dengan teralis dan pagar pengaman," lanjutnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai desakan orang tua siswa, Kepala SD Negeri Klepu 01, M Tohar memilih enggan berkomentar. Sementara itu, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Hari Sunoko memaparkan bahwa keberadaan gedung berlantai dua tersebut sampai sekarang belum diserahterimakan kepada pihak sekolah.

"Karena belum diserahkan, keberadaan gedung belum bisa ditempati untuk KBM siswa," paparnya.

Saat dihubungi wartawan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih menuturkan, sebenarnya gedung baru sudah bisa digunakan untuk KBM. Hanya saja, pihaknya memilih menunggu pihak kontraktor melengkapi sarana dan prasarana demi keamanan siswa mengingat tidak jauh dari lokasi langsung berhadapan dengan galian ruas tol.

"Siswa harus aman ketika KBM, bila merujuk pada kesepakatan akhir September 2013 sudah bisa ditempati," tutur Dewi.
 
sumber :

Selasa, 20 Agustus 2013

Tol Solo-Mantingan Mulai Dikerjakan Bulan Depan


Proyek pembangunan tol Semarang-Solo sesi 2 Ungaran-Bawen. 
TEMPO/Budi Purwanto
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Sub-Direktorat Pengadaan Tanah Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Achmad Herry Marzuki, menyatakan pengerjaan proyek jalan tol Solo-Mantingan, Jawa Tengah, siap dimulai bulan depan. "Groudbreaking nanti September, tepatnya tanggal 23 September 2013," kata dia di kantornya, Selasa, 20 Agustus 2013.

Herry menjelaskan, penggarapan ruas tol Solo-Mantingan akan dibagi menjadi dua wilayah dan tiga seksi. Seksi pertama dikerjakan untuk wilayah Boyolali-Karanganyar, seksi kedua untuk Karanganyar-Sragen, dan seksi ketiga meliputi Sragen-Mantingan.

Adapun serapan anggaran untuk wilayah I saat ini sudah mencapai 72,08 persen dari total anggaran sebesar Rp 695,44 miliar yang dibutuhkan untuk pengadaan tanah. Sedangkan untuk wilayah II, Achmad melanjutkan, dana yang sudah terserap mencapai 76,76 persen dari total anggaran Rp 625,18 miliar.

Untuk pembebasan tanah, Achmad menambahkan, sampai Agustus pada wilayah I sudah mencapai 71,93 persen dari total kebutuhan pengadaan tanah seluas 219,52 hektare. Untuk wilayah II, pengadaan tanah sudah mencapai 83,67 persen dari luas tanah yang dibutuhkan sebanyak 223,09 hektare.

Jalan tol Solo-Mantingan merupakan salah satu bagian dari tol trans Jawa. Untuk Solo-Mantingan wilayah I, panjang tol mencapai 25,85 kilometer, sedangkan untuk Solo-Mantingan wilayah II panjangnya mencapai 29,90 kilometer. Total anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2013 yang disiapkan untuk pembangunan tol Solo-Mantingan sebesar Rp 1,3 triliun.

sumber :

Pembayaran Lahan Tol Trans Jawa Rp 4,45 Triliun

Wakil Presiden Budiono meninjau pembangunan jalan tol Semarang-Solo 
(6/2). Dari 1.193 km jalan Trans Jawa, Merak hingga Banyuwangi, 
pemerintah menargetkan 860 km akan selesai tahun 2014. 
TEMPO Budi Purwanto
TEMPO.CO , Jakarta:Kasubdit Pengadaan Tanah Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Achmad Herry Marzuki, mengatakan sampai bulan Agustus ini, pihaknya sudah mengeluarkan dana sebesar Rp 4,45 triliun untuk pembebasan lahan pembangunan sembilan ruas jalan tol. Menurut dia, dana tersebut digunakan untuk membebaskan lahan seluas 3.137 hektare, atau 58,16 persen dari total kebutuhan lahan 5.150,53 hektare.

"Menjelang lebaran, pencairan dana untuk pembebasan lahan tol cukup bagus. Ini dikarenakan masyarakat mungkin sedang membutuhkan dana untuk lebaran," kata dia di kantornya, Senin, 19 Agustus 2013.

Pada periode Juli-Agustus, Achmad melanjutkan, pihaknya menggelontorkan dana sebesar Rp 111 miliar. "Dalam satu bulan Itu cukup melonjak signifikan. Biasanya di bawah itu," ujarnya.

Terkait serapan anggaran, Achmad menambahkan, sampai bulan Agustus sudah menyerap sebesar Rp 402 miliar. Padahal, kata dia, pada bulan Juni, serapannya baru mencapai Rp 291 miliar.

Achmad menuturkan, serapan anggaran untuk tahun ini cukup besar dibandingkan tahun lalu. Menurut dia, tahun lalu sampai bulan Agustus baru menyerap dana sekitar Rp 339 miliar.

Achmad menyatakan, dari sembilan ruas jalan tol trans Jawa, serapan anggaran tertinggi yakni pembebasan lahan tol Mantingan-Kertosono yang mencapai 63 persen. Sedangkan jalan tol Soreang-Pasir Koja mencapai 45,98 persen.

Namun, kata Achmad, masih ada sejumlah ruas jalan tol yang progres pembebasan lahannya masih nol, seperti tol Cimanggis-Cibitung, tol Waru-Aloha, dan tol Bandung Urban Intra Road. "Makanya realisasi penyerapan anggaran cenderung kecil," ucapnya.

Tapi, menurut Achmad, pihaknya optimistis bahwa penyerapan anggaran untuk pembebasan lahan pada tahun ini akan tercapai. "Yang penting kami berpikir positif dan bekerja dengan benar."
 
sumber :