javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Tampilkan postingan dengan label Astra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astra. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2017

Astra Tak Terlibat Proyek Tol Sumatera, Ini Penyebabnya

"Mereka masih konsentrasi menggarap ruas tol di Pulau Jawa."

Pekerja sedang mengerjakan proyek jalan 
tol Trans Sumatera (VIVA.co.id/Dusep Malik)

VIVA.co.id – Pemerintah tengah gencar-gencarnya membangun sektor infrastruktur, khususnya jalan tol. Tak hanya Pulau Jawa, Sumatera sedang dikebut pembangunan jalan bebas hambatan tersebut. Namun hal itu belum memancing PT Astra International Tbk untuk bergabung di dalamnya.

Menurut Direktur PT Astratel Nusantara, Wiwik Dianawati Santoso, saat ini pihaknya masih konsentrasi menggarap ruas tol di Pulau Jawa. Apalagi, yang terbaru adalah anak usaha perusahaan berkode emiten ASII ini baru saja mengambil kepemilikan 22,3 persen saham Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di awal tahun ini.

"Saat ini kami masih fokus di (Pulau) Jawa. Sekarang kami sudah punya enam ruas tol. Yang terbaru Cipali," kata Wiwik kepada VIVA.co.id, Minggu 26 Februari 2017. PT Astratel Nusantara merupakan anak usaha Grup Astra, yang bergerak di sektor infrastruktur.

Ia juga mengaku, masih belum bergabungnya Astra ke proyek tol Sumatera lantaran belum adanya tawaran. Selain itu, sektor ini merupakan sektor yang 'capital intensive' atau padat modal. "Kami tidak mau gegabah, karena harus konsultasi dan ada permintaan dari induk usaha. Ini industri padat modal," ungkapnya.

Meski begitu, untuk belanja modal, PT Astratel memiliki anggaran sebesar Rp4 triliun pada tahun ini. Menurut Wiwik, dana itu termasuk yang dipakai saat mengakuisisi saham Tol Cipali. Namun, ia kembali menegaskan bahwa saat ini belum ada rencana maupun tawaran mengakuisisi ruas tol.

Lima ruas tol lainnya yang dioperasikan Astra yaitu Tangerang-Merak sepanjang 74,25 km. Tol ini dioperasikan oleh PT Marga Mandala Sakti. Kedua, Tol Jombang-Mojokerto yang dioperasikan lewat PT Marga Harjaya Infrastruktur, dengan panjang 40,5 km.

Ketiga, Tol Kunciran-Serpong yang dioperasikan lewat PT Marga Trans Nusantara. Panjang ruas tol yang merupakan bagian jaringan Jakarta Outer Ring Road 2 ini adalah 11,2 km.

Keempat, Tol Semarang-Solo yang dioperasikan melalui PT Trans Marga Jateng sepanjang 72,6 km. Terakhir, Tol Serpong-Balaraja dengan kepemilikan di PT Trans Bumi Serbaraja. (ren)

sumber :

Sabtu, 25 Februari 2017

Berikut 6 Jalan Tol Yang Dikuasai Astra

ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA— PT Astra Infra, anak usaha PT Astra Internasional Tbk yang bergerak di sektor infrastruktur menyatakan telah memiliki enam ruas tol yang dioperasikan melalui Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) hingga awal 2017 ini.

Dalam pameran HUT ke 60 ASTRA Sabtu (25/2), Direktur PT Astratel Nusantara Wiwiek D Santoso mengatakan hingga kini konsentrasi kepemilikan jalan tol yang dimiliki perusahaan tersebar di Pulau Jawa serta Jabodetabek. Dia memaparkan enam ruas tol itu diantaranya,
. - .dokumentasi

Pertama yakni Tol—Tangerang—Merak sepanjang 74,25 km. Tol ini merupakan tol pertama yang dimiliki konsesinya oleh astra pada 2005 silam. Astra mengoperasikanruas tol ini melalui anak usaha lainnya yakni PT Marga Mandala Sakti. Adapun porsi kepemilikan astra di ruas ini sebesar 79,3%

Kedua, Ruas Tol Jombang-­Mojokerto yang dioperasikan lewat PT Marga Harjaya Infrastruktur). Ruas tol sepanjang 40,5 km ini dimiliki 100% oleh ASTRA Infra sejak tahun 2011. Ruas di Jawa timur ini terbagi 4 seksi dimana seksi 1 telah beroperasi sejak Oktober 2014 dan seksi 3 di akhir tahun 2016.

Saat ini seksi 2 dan 4 sedang dalam proses penyelesaian yang ditargetkan pengoperasian secara penuh pada 2017.

Ketiga, Ruas Kunciran-­Serpong yang dioperasikan lewat PT Marga Trans Nusantara. Panjang ruas tol yang merupakan bagian jaringan Jakarta Outer Ring Road 2 ini adalah 11,2 km. Pemegang konsesi adalah konsorsium yang terdiri dari ASTRA Infra dan Jasa Marga, dengan masing-­ masing kepemilikan saham 40% dan 60%.

Keempat, Ruas Semarang-­Solo yang dioperasikan melalui PT Trans Marga Jateng. ASTRA Infra mengakuisisi 25% saham ruas tol Semarang-­Solo yang mayoritas dimiliki oleh Jasa Marga pada 2015

Ruas tol Semarang-­Solo sepanjang 72,6 km ini terbagi 5 seksi dimana seksi 1 dan 2 telah beroperasi. Ditargetkan seksi 3 akan beroperasi tahun 2017 dan beroperasi penuh di tahun 2018.

Kelima, Ruas Serpong – Balaraja dengan kepemilikan di PT Trans Bumi Serbaraja. Tol ini dimneangkan tendernya oleh Astra pada April 2016 dengan membentuk konsorsium PT Bumi Serpong Damai, ASTRA Infra, PT Transindo Karya Investama, danPT Sinar Usaha Mahitala. Dalam konsorsium ASTRA Infra memiliki 25% saham.

Keenam, yang terbaru, Ruas Cikopo-­Palimanan dengan kepemilikan saham di PT Lintas Marga Sedaya. ASTRA Infra berhasil mengakuisisi kepemilikan tol ini sebesar 22,3% saham efektif pada bulan Januari 2017. Ruas tol terpanjang di Indonesia ini memiliki panjang 116 km dan telah beroperasi penuh sejak tahun 2015.

sumber :