javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Kamis, 09 Mei 2013

Proyek Jalan Banyumanik-Bawen Tahap 2 Harus Dihentikan Sementara

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN- Proyek peningkatan kualitas jalan tahap 2, Karangjati-Lemahabang harus dihentikan sementara sampai dengan Juli 2013 atau setelah Lebaran.

Kasatlantas Polres Semarang, AKP Gusman Fitra menilai, bila proyek jalan tersebut tetap dilanjutkan dinilai akan berdampak sosial yang lebih besar.

"Peningkatan kualitas jalan di Bawen yang lebar jalannya lebih besar, dampak sosialnya lebih besar. Apalagi di Lemahabang yang lebih sempit," kata Gusman, seusai rapat koordinasi, Rabu (8/5/2013).

Dia menambahkan, saat peningkatan kualitas jalan dari pertigaan Bawen-Merakharjo, kemacetan bisa mencapai panjang empat kilometer.

"Kalau jalan Lemahabang tetap digarap, kemacetan mungkin bisa mencapai 10 kilometer atau lebih parah lagi. Karena kalau ada truk yang berhenti di satu lajur, ya sudah yang di belakangnya tidak akan bisa apa-apa," jelas dia.

Untuk itu, Gusman menyarankan, tidak ada peningkatan kualitas jalan selama Jalan Tol Semarang-Solo seksi II Ungaran-Bawen selesai.

"Jadi ditunda sampai jalan tol Ungaran-Bawen selesai. Koordinasi dari pihak TMJ (Trans Marga Jateng-red) selesai dan bisa dilewati H-15 Lebaran," kata Gusman.

Gusman menyatakan, jalan tol yang bisa dilewati pengendara roda empat termasuk truk bakal mengurai kemacetan yang terjadi di Lemahabang selama peningkatan kualitas jalan.

"Karena di Lemahabang itu, tidak bisa memanfaatkan jalan alternatif lainnya. Jalan tol satu-satunya jalan alternatif padatnya kendaraan di Lemahabang nantinya," kata dia.

Kemudian, telah disepakati pengerjaan peningkatan kualitas jalan tahap I Bawen-Merakharjo selesai pada pekan ketiga Mei 2013.

"Setelah itu, kontraktor PT Adhi Karya hanya diperkenankan untuk melakukan pengaspalan dan perbaikan Jembatan Wonoboyo sampai tol selesai," jelas dia.

sumber :

Rabu, 08 Mei 2013

Tarif 17 ruas tol bakal naik September tahun ini

ilustrasi
JAKARTA. Para pengguna jalan tol mesti menyiapkan dana tambahan. Pasalnya, Kementerian Pekerjaan Umum berniat menaikkan tarif 17 ruas tol pada kuartal III-2013.

Tarif 17 ruas jalan tol yang bakal naik antara lain ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), Dalam Kota Jakarta, tol Semarang, Cirebon, Surabaya, Semarang-Solo, Bogor Outer Ring Road (BORR), Jakarta-Tangerang, serta tol Makassar.

Saat ini, Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU masih menggodok rencana kenaikan tarif jalan bebas hambatan ini. Tarif baru baru akan berlaku mulai September tahun ini. Informasi yang berkembang, persentase kenaikan tarif tol tersebut rata-rata sebesar 10%.

Kepala BPJT Achmad Gani Gazali belum bisa dimintai konfirmasinya terkait rencana kenaikan tarif tol. "Hubungi saya besok saja," ucap Achmad Gani kepada KONTAN, Senin (6/5).

Kebijakan tarif tol ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 48 dan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol pasal 68 soal penyesuaian tarif tol yang berlaku setiap dua tahun sekali.

Kenaikan tarif tol tersebut tentu bakal mendongkrak kinerja keuangan para operator. Sebanyak 11 dari 17 ruas tol tersebut, misalnya, dikelola oleh PT Jasa Marga. "Kenaikan tol ini menyesuaikan inflasi," ujar Hasanudin, Direktur Operasional Jasa Marga beberapa waktu lalu.

Bersamaan dengan rencana kenaikan tarif tol, manajemen Jasa Marga pun mengerek target pendapatannya di sepanjang tahun ini. Hingga akhir 2013, emiten berkode saham JSMR ini memproyeksikan pendapatan mencapai Rp 11 triliun, tumbuh 22% dibanding pendapatan pada tahun lalu sebesar Rp 9 triliun. Jasa Marga juga menginginkan kontribusi dari jalan tol sebesar 54,5% dari target pendapatan tahun ini atau setara dengan Rp 6 triliun.

Operator yang juga bakal menikmati berkah dari kenaikan tarif tol adalah PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. Emiten berkode saham CMNP ini mengandalkan ruas tol dalam kota Jakarta. Selain ditopang pertumbuhan volume kendaraan sebesar 3% per tahun, kenaikan pendapatan CMNP dipicu kenaikan tarif ruas tol dalam kota. "Pertumbuhan pendapatan dari hasil kenaikan tarif dapat mencapai 3% hingga 5%," ungkap Indrawan Sumantri, Direktur dan Sekretaris Perusahaan CMNP, kemarin.

Meski begitu, Indrawan menilai bahwa kenaikan tarif belum bisa dirasakan signifikan pada tahun ini. Kontribusi kenaikan tarif akan maksimal dirasakan pada tahun genap. Sebab, tarif baru tol dalam kota ditetapkan pada akhir tahun ganjil. "Di tahun genap, kami merasakan kontribusi kenaikan tarif selama setahun penuh," kata dia.

Manajemen CMNP memproyeksikan pendapatan pada tahun ini mencapai Rp 1 triliun. Jumlah itu meningkat 11% dari pendapatan tahun lalu sebesar Rp 900 miliar.

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) juga menikmati kenaikan tarif tol di tahun ini. Emiten berkode saham META ini adalah pengelola jalan tol Makassar, yakni ruas Tallo-Bandara Hasanuddin dan Pelabuhan Soekarno Hatta-Pettarani. "Pada September mendatang, tol Makassar akan naik sesuai inflasi," ujar Muhammad Ramdani Basri, Direktur Utama Nusantara Infrastructure. 
 
sumber :

TOL SEMARANG-SOLO: Tol Seksi II Ungaran-Bawen Siap Diujicobakan Paling Lambat Agustus 2013

ilustrasi
SEMARANG-Proyek ruas tol Semarang-Solo Tahap I Seksi II (Ungaran-Bawen) sepanjang 9 Km dipastikan bakal diujocobakan pengoperasiannya menjelang Lebaran dan paling lambat awal Agustus mendatang, menyusul pembangunan konstruksi sudah mencapai 80%.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto nagatakan ruas tol Seksi II (Ungaran-Bawen) kini mendekati rampung, setelah sebelumnya Tahap I Seksi I (Semarang-Ungaran) sepanjang 11,4 Km sudah difungsikan 2011.

“Tol Semarang-Solo Tol yang menjadi bagian Trans Jawa itu pada Juli atau paling lambat awal Agusrtus untuk Seksi II (Ungaran-Bawen) sudah bisa diujicobakan, meski belum 100% seluruh jadi, sehingga saat Lebaran sudah dapat dimanfaatkan kendaraan arus mudik dan balik, terutama kendaraan kecil, seakligus untuk mengurangi masalah kemacetan,” tuturnya usai mengikuti kegiatan Hari Air Dunia, di Kanal Banjir Barat, Semarang (6/5).

Menurut Gubernur Jateng Bibit Waluyo, tol Semarang-Solo uji kelayakan penggunaan jalan akan dilakukan setelah ada koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti pihak pengembang PT Jasa Marga dan Kementrian PU dan beberapa dinas terkait, sehingga diupayakan sebelum arus mudik jalan tol bisa dioperasikan.



“Menurut Pak Menteri [Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto], setelah Juli baru uji kelayakan,” tuturnya.



Pada Tahap III, IV dan V, pelaksana kini difokuskan pada pembebasan lahan, meski sebagian besar sudah rampung dan lelang tender telah dibuka untuk umum, bahkan kendala yang dihadapi tidak banyak seperti proyek tol Tahap I sesi I Semarang- Ungaran sebelumnya.

Pembangunan Tol Semarang-Solo tahap III, IV dan V Bawen-Solo sepanjang 52 kilometer akan dibagi dalam sembilan sesi dan setiap kontraktor yang memenangkan tender akan memperoleh proyek sepanjang 5 Km.

Menurutnya, pembangunan Tol Semarang- Solo dengan total sepanjang 75,60 Km senilai Rp6,9 triliun ini, memiliki dua ruas terdiri Semarang-Bawen sepanjang 23,10 Km dan ruas Bawen-Solo dengan panjang 52,50 km. Keseluruhannya proyek kontruksi dilakukan terpisah sebagai upaya mengejar target penyelesaian yang dijadwalkan paling lambat awal 2014.

Pembangunan Tol Bawen-Solo, lanjutnya, yang merupakan bagian dari tol Semarang-Solo itu sudah mendapatkan dukungan dana dari pemerintah, dan telah dialokasikan Rp1,93 triliun, sehingga penyelesaian diharapkan tidak akan molor lagi. (41/rsj) 
 
sumber:

WTP Jalan Tol Semarang-Solo Tersisa 37 Orang

ilustrasi
UNGARAN, suaramerdeka.com - Jumlah warga terkena proyek (WTP) jalan tol Semarang-Solo dari Desa Lemah Ireng, Bawen, Kabupaten Semarang, kembali berkurang setelah beberapa waktu lalu ada 10 WTP yang mengurus uang konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Semarang.

Dengan berkurangnya 10 WTP, kini total WTP yang belum mengambil uang konsinyasi tinggal tersisa 37 orang.

Berdasarkan data dari Humas PN Kabupaten Semarang, kesepuluh WTP tersebut diantaranya Karsimin dengan nilai konsinyasi Rp 347.074.500, Saipan/Ngatiyem (Rp 101.444.000), Ngadinem (Rp 190.159.500), Rasmi/Karmin (Rp 38.187.500), Dipan Slamet (Rp 4.061.500), Tumirah (Rp 2.430.000), Satimin (Rp 103.592.000), Sarji (Rp 181.224.000), Sri Mariyatun (Rp 27.220.000), dan Jono WTP pemilik dua bidang tanah dengan nilai konsinyasi masing-masing Rp 48.115.000 dan Rp 2.925.000.

"Total nilai konsinyasi kesepuluh WTP mencapai Rp 1.046.433.000. Ada tiga WTP yang sudah mengurus syarat administrasi pengambilan uang di bank. Sementara tujuh WTP sisanya masih mengurus persyaratan di PN Kabupaten Semarang," kata perwakilan Humas PN Kabupaten Semarang, Salman Alfaris, Senin (6/5).

Dipaparkan lebih lanjut, pihaknya dalam hal ini sekadar mengeluarkan surat perintah kepada bank yang ditunjuk saja. Adapun semua uang konsinyasi ada pada bank bukan di PN.

Menanggapi adanya tambahan WTP yang mengambil uang konsinyasi, kuasa hukum WTP Lemah Ireng, Heri Sulistyono menandaskan, sebanyak 37 WTP masih solid untuk melanjutkan upaya hukum di PN Kabupaten Semarang yang sampai sekarang masih berjalan.

Disinggung perkembangan sidang sengketa lahan Lemah Ireng, dirinya menuturkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengajukan 16 item bukti tertulis, meliputi SK P2T Kabupaten Semarang terkait ganti rugi tanah, SK pengukuhan SK P2T Kabupaten Semarang dari Gubernur Jateng, surat keberatan ke Gubernur Jateng terkait keberatan ganti rugi, serta surat pemberitahuan eksekusi dari TPT Jateng.

"Sidang Lemah Ireng akan digelar kembali di PN Kabupaten Semarang, Selasa (7/5) dengan agenda pembuktian, pasalnya dalam putusan sela eksepsi tergugat ditolak oleh majelis hakim," tutur Heri.
 
sumber :

Sabtu, 04 Mei 2013

TERHENTINYA JLNT : Jokowi Heran Istaka Karya Modalnya Pas-pasan

JAKARTA (Suara Karya): Pemprov DKI Jakarta bersedia membayar utang kepada PT Istaka Karya, kontraktor pembangunan jalan layang non-tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, dengan catatan harus menyelesaikan pekerjaan tersebut pada Juni 2013. Hal tersebut sesuai dengan perjanjian yang ada di dalam kontrak kerja sama. 
 
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, audit terhadap dana pembangunan proyek JLNT ini masih dibutuhkan. Namun yang pasti, pihaknya sudah menyatakan pembangunan itu dilanjutkan.
 
 "Kalau Juni tidak selesai, kita tidak bisa sambung lagi pekerjaannya. Mereka janji akan teruskan dan akan diselesaikan. Untuk yang Juni, kita akan bayarkan. Tetapi, kalau dana pembangunan di tahun 2012, ya mau tidak mau dijadikan sebagai utang daerah. Nah ini yang akan diaudit berapa nilainya, kita akan bayar, duitnya ada kok," kata Jokowi di Balai Kota DKI, Jumat (3/5). 
 
Jokowi menyatakan heran atas langkah Istaka Karya memberhentikan pembangunan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang dengan alasan dana. Padahal, mereka merupakan BUMN yang cukup besar, baik dalam pengalaman maupun finansial. Kalaupun memang kondisi finansialnya lagi bermasalah, mengapa BUMN ini bisa menang lelang. 
 
"Ya, justru itu yang kami minta audit. Kok modalnya pas-pasan seperti itu dapat proyek besar. Tetapi, kan katanya dokumennya lengkap. Dari analisis banknya lengkap waktu itu. Ya kita tidak tahu, kami hanya mengambil pekerjaan yang sudah dilakukan tiga tahun lalu," ujarnya. 
 
Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menambahkan, kelanjutan pembangunan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang didukung dengan anggaran yang telah dialokasikan dalam APBD DKI 2013 sebesar Rp 101,5 miliar. Ditegaskan pula, pihak yang memberhentikan proyek bukan dirinya, melainkan pihak Istaka Karya. 
 
"Tidak masalah kok, kita sudah anggarkan. Cuma masalahnya kan mereka yang minta berhenti. Cuma orang menafsirkannya saya yang berhentikan. Padahal bukan saya yang berhentikan waktu itu. Mereka yang berhenti kehabisan uang. Nah, kita mau bayar, ternyata prosedurnya masih harus diaudit kan, ya berhenti," katanya. 
 
Kontraktor untuk paket Mas Mansyur adalah PT Istaka Karya dan pembayaran dilakukan secara multi-years (bertahap). Proyek itu baru terealisasi sekitar 90 persen. Padahal semestinya pembangunan proyek senilai Rp 840 miliar itu sudah selesai pada Desember 2012. Atas keterlambatan itu, Basuki menilai, proyek tersebut wanprestasi dan memutuskan untuk menghentikan pembangunannya sampai audit selesai dilakukan.
 
Pengerjaan proyek ini dimulai tahun 2010 yang dikerjakan dalam beberapa paket. Paket Casablanca dikerjakan kontraktor PT Wijaya Karya dan PT Wijaya Konstruksi. Lalu paket Dr Satrio dikerjakan PT Adhi Karya, sementara paket Mas Mansyur dikerjakan PT Istaka Karya dan PT Sumber Sari dengan subkontraktor PT Nindya Karya. (Yon Parjiyono)
 
sumber :

TOL TRANS SUMATRA : Istaka Karya & Nindya Karya



BISNIS.COM, JAKARTA- Dua BUMN yang 100% sahamnya dimiliki pemerintah PT Istaka Karya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) menyambut baik jika pemerintah berencana melibatkan perseroan dalam pembangunan ruas tol trans Sumatra.

Direktur Utama PT Istaka Karya Kasman Muhammad mengungkapkan kalau pun Hutama Karya nantinya sebagai operator tol, Istaka selaku salah satu BUMN konstruksi yang mempunyai core bussines di bidang infrastruktur jalan siap berkompetisi dalam tender pengerjaan konstruksi.

“Kami siap untuk melakukan pengejaan konstruksi, Hutama kan diinginkan pemerintah bertindak selaku operator jalan tol,” jelasnya, Jumat (3/5/2013)

Dia menjelaskan penunjukkan BUMN untuk menggarap ruas tol trans sumatra bertujuan mempercepat realisasi jalan tol yang membentang dari Bakaheuni hingga Aceh tersebut. Pihak perseroan siap untuk mengerjakan konstruksi jika nantinya ditunjuk untuk menggarap salah satu paket.

Sementara itu, Direktur Utama PT Nindya Karya I Gusti Ngurah Putra mengatakan pihaknya siap terlibat dalam pembangunan tol trans Sumatra. Keterlibatan BUMN Karya yang 100% milik pemerintah di ruas tol trans Sumatra, menurutnya, merupakan salah satu upaya mempercepat terwujudnya jalan tol trans Sumatra.

“Itu suatu yang bagus, dalam membangun bangsa semua sumber daya harus dikerahkan untuk mempercepat termasuk BUMN Karya akan berperan aktif,” jelasnya.

Seperti diketahui pemerintah akan merevisi PP penunjukkan PT Hutama Karya mengingat ruas panjang tol trans sumatra yang mencapai 2.700 km tidak mungkin digarap oleh hanya satu BUMN.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengusulkan agar pemerintah membuka kesempatan bagi BUMN karya lainnya untuk terlibat, dengan skema konsorsium yang dipimpin oleh BUMN PT. Hutama Karya.
 
sumber :

Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang Harus Selesai Juni

Pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-
Tanah Abang di Kawasan Kuningan, Jakarta. (sumber: Antara)
 
Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menegaskan pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang dilanjutkan.

Pihaknya bersedia membayarkan utang daerah kepada kontraktor, dengan syarat PT Istaka Karya selaku kontraktor harus menyelesaikan pembangunan hingga Juni 2013. Hal itu sesuai dengan perjanjian yang ada didalam kontrak kerja sama.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan audit terhadap dana pembangunan proyek JLNT ini masih dibutuhkan. Namun yang pasti, Pemprov DKI sudah menyatakan pembangunan itu dilanjutkan. Pihaknya juga telah meminta Istaka Karya untuk meneruskan pembangunan hingga selesai pada Juni, sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan dalam kontrak.

"Kalau Juni tidak selesai, kita tidak bisa sambung lagi pekerjaannya. Mereka janji akan teruskan dan akan diselesaikan. Untuk yang Juni, kita akan bayarkan. Tapi kalau dana pembangunan di tahun 2012 ya mau tidak mau dijadikan sebagai hutang daerah. Nah ini yang akan diaudit berapa nilainya, kita akan bayar, duitnya ada kok," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (3/5).

Ia menyatakan heran atas langkah Istaka Karya memberhentikan pembangunan JLNT dengan alasan dana. Padahal PT Istaka Karya merupakan BUMN yang cukup besar baik dalam pengalaman maupun finansial. Kalaupun memang kondisi finansialnya lagi bermasalah, mengapa BUMN ini bisa menang lelang.

"Ya justru itu yang kami minta audit. Kok sudah pas-pasan gitu dapat proyek besar. Tapi kan katanya dokumennya lengkap. Dari analisa bank-nya lengkap waktu itu. Ya kita tidak tahu. Kami hanya mengambil pekerjaan yang sudah dilakukan tiga tahun lalu," ujarnya.

Ahok menegaskan kelanjutan pembangunan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang didukung dengan anggaran yang telah dialokasikan dalam APBD DKI 2013 sebesar Rp 101,5 miliar. Ditegaskan pula, pihak yang memberhentikan proyek bukan dirinya, melainkan pihak Istaka Karya.

"Tidak masalah kok, kita sudah anggarkan. Cuma masalahnya kan dia yang minta berhenti. Cuma orang menafsirkannya saya yang berhentikan. Padahl bukan saya yang berhentikan waktu itu gitu loh, dia yang berhenti kehabisan uang. Nah kita mau bayar, ternyata prosedurnya masih harus diaudit kan, ya berhenti," ungkapnya.

Kontraktor untuk paket Mas Mansyur adalah PT Istaka Karya dan pembayaran dilakukan secara multiyears (bertahap). Proyek itu baru terealisasi sekitar 90 persen. Padahal semestinya pembangunan proyek senilai Rp 840 miliar itu sudah selesai pada Desember 2012.

Atas keterlambatan itu, Basuki menilai, proyek tersebut wanprestasi dan memutuskan untuk menghentikan pembangunannya sampai audit selesai dilakukan. Sementara itu Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, juga meminta proyek JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang dapat diselesaikan dengan cepat. Ia menegaskan pada 29 Juni 2013, proyek itu sudah selesai dilaksanakan.

Untuk diketahui, pengerjaan proyek ini dimulai 2010 yang dikerjakan dalam beberapa paket. Paket Casablanca dikerjakan kontraktor PT Wijaya Karya dan PT Wijaya Konstruksi. Lalu paket Dr Satrio dikerjakan PT Adhi Karya. Sementara paket Mas Mansyur dikerjakan PT Istaka Karya dan PT Sumber Sari dengan subkontraktor PT Nindya Karya.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/RIN
 
sumber :

Rabu, 01 Mei 2013

TOL SEMARANG-SOLO Seksi II Beroperasi Sebelum Lebaran

SEMARANG (Suara Karya): Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong percepatan pembangunan ruas tol Semarang-Solo seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 9 kilometer (km) agar selesai sesuai jadwal. Pengoperasian ruas tol tersebut ditargetkan dapat beroperasi sebelum Lebaran 2013. Saat ini juga telah dibuka tender proyek tol tahap III, IV, dan V Bawen-Solo sepanjang 52 km. 
 
Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengatakan, meski masih ada sedikit kendala di lapangan, namun ruas tol seksi II Ungaran-Bawen terus dipacu agar dapat digunakan oleh para pemudik. "Lebaran nanti harus sudah beroperasi. Minimal bisa dilewati kendaraan kecil karena akan menyingkat waktu Semarang-Ungaran-Bawen. Disamping itu, akan mengurangi kemacetan pada saat arus mudik maupun balik," kata Bibit Waluyo usai menyaksikan penandatangan nota kesepahaman antara PT PLN Distribusi Jateng-DIY dengan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, kemarin. 
 
Menurut dia, jalan tol yang menjadi bagian Trans Jawa itu, untuk seksi II pembangunan konstruksinya hampir selesai dan sudah mencapai 80 persen, sehingga dalam waktu dekat sudah dapat diujicobakan. "Sisanya 20 persen diharapkan dapat rampung akhir Mei ini," ucapnya.
 
 Sementara proyek tol tahap III, IV, dan V, kata dia, saat ini difokuskan pada pembebasan lahan, meski sebagian besar sudah rampung dan lelang tender telah dibuka untuk umum. Selain itu, kendala yang dihadapi tidak banyak seperti proyek tol Tahap I sesi I Semarang-Ungaran sebelumnya. 
 
Rencananya, pembangunan Tol Semarang-Solo tahap III, IV dan V (Bawen-Solo) sepanjang 52 kilometer akan dibagi dalam sembilan sesi dan setiap kontraktor yang memenangkan tender akan memperoleh proyek sepanjang 5 Km. Menurut Bibit, pembangunan Tol Semarang-Solo dengan total panjang 75,60 Km senilai Rp 6,9 triliun memiliki dua ruas terdiri Semarang-Bawen sepanjang 23,10 Km dan ruas Bawen-Solo dengan panjang 52,50 km. Keseluruhan proyek konstruksi dilakukan terpisah sebagai upaya mengejar target penyelesaian yang dijadwalkan paling lambat awal 2014. 
 
"Pembangunan Tol Bawen-Solo yang merupakan bagian dari tol Semarang-Solo itu sudah mendapatkan dukungan dana dari pemerintah, dan telah dialokasikan Rp 1,93 triliun, sehingga penyelesaian diharapkan tidak akan molor lagi," tutur Bibit. 
 
Sementara itu, Direktur Utama PT Trans Marga Jateng (TMJ) Jajat Sudrajat menambahkan, pekerjaan ruas tol seksi II Ungaran-Bawen sudah tidak ada masalah dan pekerjaan konstruksi pengerasan beton jalan sudah hampir selesai. (Pudyo Saptono) 
 
sumber :

Selasa, 30 April 2013

TOL CIKAMPEK-PALIMANAN: Waskita Raih Kontrak Rp404 miliar

ilustrasi
BISNIS.COM, JAKARTA-PT Waskita Karya Tbk meraih kontrak senilai Rp404 miliar untuk pengerjaan paket 6A ruas tol Cikampek-Palimanan sepanjang 6 km.

Corporate Secretary and Investor Relation PT Waskita Karya Tbk Munib Lusianto mengatakan paket 6A sudah dimenangkan perseroan dan masih dalam proses penandatangan kontrak.

"Sudah dimenangkan, studi kelayakan proyek (SKP) sudah keluar tapi kontrak masih proses," ujarnya di Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Perseroan menargetkan pengerjaan paket sepanjang 6 km itu dapat diselesaikan tepat waktu pasalnya pembebasan lahan untuk ruas tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116,7 km sudah 100%.

Ruas tol Cikampek-Palimanan merupakan salah satu ruas trans jawa dengan pemegang konsesi PT Marga Lintas Sedaya yang merupakan perusahaan patungan antara investor asal Malaysia yaitu Plus Expressways Berhad yang memegang saham sebesar 55% dan PT Baskara Utama Sedaya 45%.

Selain PT Waskita Karya Tbk, BUMN Karya lain yang juga dipastikan akan menggarap ruas tol Cikampek-Palimanan ialah PT Istaka Karya yang menggarap paket 1D dengan nilai kontrak Rp370 miliar.

sumber :
bisnis 

Warga Minta Harga 12 Kali Lipat

Pembebasan Lahan Tol

ilustrasi
SIDOREJO - Sejumlah warga Kelurahan Kauman Kidul, Salatiga, yang tanahnya bakal terkena proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo mengangap harga ganti rugi tanah yang ditawarkan Tim Pembebasan Tanah (TPT) tak masuk akal. TPT menawarkan harga tanah zona sawah 2 dihargai Rp 59.000/m2.

Warga berharap tanahnya dihargai dua belas kali lipat dari yang ditawarkan TPT. Hal itu terungkap dalam Sosiali­sasi Jalan Tol Trans Jawa Se­marang-Solo di aula Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Senin (29/4). Kegiatan dihadiri Ketua TPT Tol Bawen-Salatiga, Heru Budi Prasetyo, Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Salatiga Dra Tatik Rusmiati, Muspika setempat, serta warga yang tanahnya bakal terkena proyek tol.

Toha, salah satu warga mengungkapakan, tawaran harga dari TPT masih jauh dari harapan. Pasalnya harga umum saja masih lebih tinggi, sehingga pemerintah diharap bisa menghargai lebih tinggi lagi.

“Kami kecewa dengan ta­waran harga dari TPT. Katanya ganti untung, kok malah harganya jauh dari stnadar. Jika tawarannya seperti ini, warga menolak tanahnya dilewati jalan tol,” katanya.

Warga lain, Cicik mengatakan, tim penaksir harga harusnya lebih cermat lagi dalam menentukan harga tanah. Jika harga yang ditawarkan teralu rendah, nantinya warga akan kesulitan untuk membeli tanah baru karena uangnya tidak mencukupi.

Kategori

“Kami meminta harga paling tidak bisa mencapai 750.000 per meter persegi untuk zona sawah 2. Dengan begitu nantinya warga menjadi untung atas ganti rugi itu bukan malah rugi,” katanya.

Dalam sosialisasi itu, TPT menawarkan harga tanah tol di Kauam Kidul dengan berbagai kategori seperti pekarangan zona 1 yaitu pekarangan luar dihargai Rp 1.154.500.m2. Adapun zona 2 yaitu pekarang­an luar dihargai Rp 357.750/m2 dan zona 3 peka­rang­an dalam dihargai Rp 260. 000/m2. Untuk sawah zona 1 dita­war Rp 290.000/m2 dan sa­wah zona 2 senilai Rp 59.000/m2.

Ketua TPT Tol Bawen-Sa­latiga, Heru Budi Prasetyo me­ngatakan sesuai mekanisme proses penawaran masih terus berlangsung dalam musyawarah dengan warga. Warga menyampaikan usulannya dan pihaknya juga melakukan hal sama. Sesuai aturan, batas akhir penawaran setidaknya hingga 21 hari setelah sosialisasi pertama dilakukan. (H32-87)
 
sumber :