javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Senin, 15 Februari 2021

Kapan Proses Pembangunan Tol Jogja-Solo di Purwomatani Dimulai? Ini Jawaban Satker


Ilustrasi. - Freepik

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Jogja-Solo, Wijayanto mengatakan proses pembangunan jalan tol Jogja-Solo untuk seksi pertama (Kartasura-Purwomartani) sudah dimulai pada Desember lalu di Kartasura.

Untuk di Purwomartani, Kalasan, Sleman, proses pembangunan akan dilakukan jika seluruh bidang terdampak sudah dibebaskan. "Ya minimal 900 bidang sudah dibayarkan baru kami akan mulai proses pembangunan. Sehingga akhir 2021 seksi satu pembangunannya bisa selesai," katanya, akhir pekan lalu.

Terpisah Ketua Tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Semarang-Jogja Heru Budi Prasetyo mengatakan Satker sudah menyelesaikan seluruh proses sosialisasi pemasangan patok untuk ruas jalan Tol Jogja-Bawen yang berada di wilayah DIY. "Sosialisasi dihadiri oleh padukuhan yang terlewati jalan tol dan perwakilan warga," katanya.

Untuk Kapanewon Tempel dilakukan di Banyurejo pada di Selasa (9/2/2021), di Seyegan dilaksanakan di Margokaton Rabu (10/2/2021) dan di Mlati digelar di Tiroadi pada Kamis (11/2/2021). Sosialisasi terhadap lahan terdampak tersebut dilakukan sebelum tim appraisal melakukan penilaian.

"Untuk appraisal belum turun. Mereka turun setelah nanti hasil ukur dari BPN dan inventarisasi bangunan dan tanaman selesai dan diumumkan kepada warga terdampak baru tim appraisal turun," katanya.

Sekretaris Pengadaan Lahan Jalan Tol Kanwil BPN DIY, Syamsul Bahri mengatakan BPN masih menunggu tim appraisal yang dibentuk PPK Tol Jogja-Solo sebelum melanjutkan tahapan penilaian lahan terdampak lainnya di Purwomartani. "Untuk kelanjutan penilaian masih menunggu tim appraisal dari PPK. Kalau tim sudah ada BPN tinggal meneruskan kegiatan penilaian," katanya.

Adapun untuk ruas jalan Tol Jogja-Bawen pihaknya juga masih terus melakukan kegiatan sosialisasi lahan terdampak pembangunan tol. Tim akan melakukan pengukuran lahan dan inventarisasi bangunan. "IPL Jogja-Bawen di DIY berbeda dengan IPL yang di Jawa Tengah. Jadi proses penyelesaian setiap tahapan tidak tergantung dengan yang di Jawa Tengah," katanya.

sumber berita : harianjogja.com
diberitakan ulang : Pojok Soklin

Nasib Istaka Karya: BUMN Sakit yang Alihkan Karyawan ke Nindya Karya


Pekerja dengan menggunakan alat berat menyelesaikan
proyek pembangunan ruas jalan Tol Kunciran-Cengkareng
di Cipondoh, Tangerang, Banten. Foto: Muhammad Iqbal/Antara Foto


PT Istaka Karya (Persero) menjadi salah satu dari 21 BUMN yang masuk kelompok restrukturisasi oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PT PPA berdasarkan arahan Menteri BUMN Erick Thohir.

BUMN-BUMN tersebut umumnya karena kinerjanya kurang optimal, bahkan dalam kondisi "sakit" karena operasional bisnis tidak berjalan lancar hingga dilanda kerugian bertahun-tahun.

Salah satu rencana dari restrukturisasi adalah mengalihkan karyawannya ke BUMN lain. Ini dilakukan untuk menyelamatkan nasib karyawan di tengah upaya penyehatan perseroan yang tengah sakit keuangan. Berikut kumparan rangkum tentang Istaka Karya, Senin (15/2).


BUMN Ini Pernah Berhenti Beroperasi, Dilanda Kerugian

Menengok ke belakang, Istaka Karya mengalami masa-masa berat sebelum 2013. Berdasarkan laporan PT PPA, saat itu operasional perusahaan sempat berhenti. Perseroan juga dalam proses menghadapi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di pengadilan.

"Sebagian besar karyawan telah dirumahkan," tulis laporan PT PPA pada 2018 lalu dikutip kumparan, Minggu (14/2).

Pada 2011, perusahaan mengalami kerugian Rp 275 miliar, ekuitas negatif Rp 656 miliar, dan tidak memiliki likuiditas dan dukungan dana.

Kondisi pasar Istaka Karya di tahun yang sama dalam situasi hilangnya kepercayaan customer dan mitra kerja. Perusahaan juga kesulitan memenuhi persyaratan tender dan susah mendapatkan proyek baru.



PT PPA Tangani Istaka Sejak 2013

Sejak 2013 hingga 2017, PPA masuk ke Istaka Karya untuk restrukturisasi dan revitalisasi perusahaan. Dalam rentang waktu itu, PPA memberikan pendanaan atas proyek-proyek yang diperoleh Istaka (sudah terkontrak) dan laik dibiayai.

PPA juga memberikan dukungan yang dipersyaratkan oleh pemilik proyek dalam proses tender dan pelaksanaan proyek.

Upaya PPA selama kurang lebih empat tahun berdampak positif pada perseroan di 2018. Saat itu, aset perusahaan tercatat Rp 449 miliar, utang Ro 278 miliar, ekuitas positif Rp 170 miliar. Perusahaan juga berhasil meraup pendapatan Rp 248 miliar dan laba bersih Rp 21 miliar, serta memenuhi kewajiban membayar utang ke PPA.

Dari sisi operasional, manajemen telah melakukan penyempurnaan SOP pemasaran, produksi, dan keuangan. Adanya peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya kepala proyek.

Karyawan Dialihkan ke Nindya Karya

Berselang tiga tahun, restrukturisasi dan revitalisasi PPA ke Istaka Karya masih berlanjut. Salah satunya adalah bakal mengalihkan sejumlah pegawainya ke PT Nindya Karya (Persero).

Penyelamatan tenaga kerja Istaka Karya ini dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman kedua BUMN tentang penempatan karyawan pada akhir Januari lalu. Karyawan Istaka Karya akan ditempatkan selama satu tahun sesuai hasil asesmen dan kebutuhan manajemen Nindya Karya.

Kepala Divisi HCU Istaka Karya, Jumadi, mengatakan pengalihan karyawan Istaka Karya ke Nindya Karya dilakukan bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan di Nindya Karya. Jadi, jumlahnya, Jumadi belum bisa menyebutkan karena masih diinventarisir Nindya.

"Untuk tahap awal sesuai surat dari Nindya yang dibutuhkan adalah karyawan bagian HSE (Health, Safety, Environment) untuk proyek baru Di Nindya," kata Jumadi saat dihubungi kumparan, Minggu (14/2).

Selain jumlah karyawan yang dialihkan, kriteria pegawai yang bakal diboyong pun mengikuti kebutuhan dan proyek yang sedang dijalankan Nindya Karya. Nindya merupakan salah satu BUMN jasa kontruksi.

Di sisi Istaka Karya pun, lanjut Jumadi, sebagian besar pegawainya masih aktif dalam proyek yang dikerjakan perseroan. Karena itu, pengalihan pegawai ini sesuai kebutuhan Nindya sekaligus melihat ketersediaan karyawan di Istaka Karya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Perusahaan Istaka Karya Yudi Kristanto, mengatakan pengalihan karyawan adalah bagian dari rencana restrukturisasi BUMN di bawah kuasa pemegang saham PT PPA.

"Di samping penyelamatan dan pemberdayaan SDM pada BUMN yang sedang restrukturisasi, juga dalam rangka mengurangi biaya operasi BUMN restrukturisasi," kata Yudi.

Dalam situs perusahaan, Istaka Karya terlihat pernah menangani sejumlah proyek infrastruktur, terutama dari pemerintah. Mulai dari jalan, jembatan, landasan penerbangan, gedung perkantoran, hingga reklamasi.

sumber berita :  kumparan
diposting ulang oleh : Pojok Soklin

Minggu, 14 Februari 2021

Pegawai BUMN Istaka Karya Bakal Dialihkan ke Nindya Karya, Berapa Jumlahnya?


Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
terpasang di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta.
Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

BUMN konstruksi, PT Istaka Karya (Persero) bakal mengalihkan pegawai ke PT Nindya Karya (Persero). Pemindahan sementara ini dilakukan untuk menyelamatkan nasib pekerja karena perseroan dalam proses restrukturisasi di bawah PT Perusahaan Pengelolaan Aset (Persero) atau PT PPA.

Adapun, kesepakatan pengalihan karyawan ini dilakukan kedua belah pihak pada akhir Januari 2020 yang diinisiasi PT PPA. Berapa banyak tenaga kerja Istaka yang bakal dipindahkan ke Nindya Karya?

Kepala Divisi HCU Istaka Karya, Jumadi, mengatakan pengalihan karyawan Istaka Karya ke Nindya Karya dilakukan bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan di Nindya Karya. Jadi, jumlahnya, Jumadi belum bisa menyebutkan karena masih diinvertarisir Nindya.

"Untuk tahap awal sesuai surat dari Nindya yang dibutuhkan adalah karyawan bagian HSE (Health, Safety, Environment) untuk proyek baru di Nindya," kata Jumadi saat dihubungi kumparan, Minggu (14/2).

Selain jumlah karyawan yang dialihkan, kriteria pegawai yang bakal diboyong pun mengikuti kebutuhan dan proyek yang sedang dijalankan Nindya Karya. Nindya merupakan salah satu BUMN jasa kontruksi.

Di sisi Istaka Karya pun, lanjut Jumadi, sebagian besar pegawainya masih aktif dalam proyek yang dikerjakan perseroan. Karena itu, pengalihan pegawai ini sesuai kebutuhan Nindya sekaligus melihat ketersediaan karyawan di Istaka Karya.

"Tidak semua karyawan Istaka dialihkan ke Nindya, karena di Istaka sendiri masih ada beberapa proyek yang harus dikerjakan," tutur Jumadi.



Pekerja dengan menggunakan alat berat menyelesaikan proyek pembangunan
ruas jalan Tol Kunciran-Cengkareng di Cipondoh, Tangerang, Banten.
Foto: Muhammad Iqbal/Antara Foto

Dihubungi terpisah, Sekretaris Perusahaan Istaka Karya, Yudi Kristanto mengatakan, pengalihan karyawan adalah bagian dari rencana restrukturisasi BUMN di bawah kuasa pemegang saham PT PPA.

"Di samping penyelamatan dan pemberdayaan SDM pada BUMN yang sedang restrukturisasi, juga dalam rangka mengurangi biaya operasi BUMN restrukturisasi," kata Yudi.

Sebelumnya, Direktur Utama PPA Yadi Jaya Ruchandi menjelaskan, penyelamatan tenaga kerja Istaka Karya ini dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman kedua BUMN tentang penempatan karyawan pada akhir Januari lalu. Karyawan Istaka Karya akan ditempatkan selama satu tahun sesuai hasil asesmen dan kebutuhan manajemen Nindya Karya.

Menurut Yadi, dengan adanya program ini diharapkan beban karyawan juga akan pindah dari BUMN restrukturisasi yang idle kepada BUMN lainnya yang sedang tumbuh. Selain itu, juga menjadi peluang karyawan terampil pada bidangnya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki pada masa yang sulit ini di BUMN yang sedang tumbuh.

Untuk diketahui, sejak 30 September 2020, Menteri BUMN Erick Thohir memberikan Surat Kuasa Khusus (SKK) ke PT PPA untuk bisa melakukan restrukturisasi BUMN. Dengan SKK ini, PPA berhak melakukan tindakan-tindakan yang menjadi kewenangan dan/atau hak pemegang saham kepada 21 BUMN, termasuk Istaka Karya. Salah satunya mengalihkan karyawan BUMN yang "sakit" ke BUMN yang tengah tumbuh kinerjanya.

sumber berita :  kumparan
diberitakan ulang oleh : Pojok Soklin

Minggu, 31 Mei 2020

Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Pembersihan material longsor di Tol Ungaran menggunakan alat berat.(KOMPAS.com/IST)

Longsor terjadi di Tol Ungaran Kilometer 426 +600, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (30/5/2020) malam. Akibat longsor tersebut, Jalan Tol tidak bisa dilalui dan kendaraan dialihkan melalui jalan nasional. Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang Yunianto mengatakan, pembersihan material longsor dilakukan pada Minggu (31/5/2020) dini hari. Baca juga: Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya "Pembersihan material longsor dilakukan oleh personel BPBD, Polres Semarang, dan dari Trans Marga Jateng," kata Yunianto saat dihubungi. Material longsor di Jalan Tol itu setinggi 1,5 meter, lebar 10 meter dan panjang 30 meter. "Ada juga 20 relawan, 10 dari TMJ, serta dikerahkan dua alat berat eskavator untuk melakukan pengerukan," kata dia. Timbunan tanah dan batu tersebut menutup jalur B Tol Ungaran atau arah Bawen ke Semarang. Menurut Yunianto, longsor terjadi karena hujan deras yang berlangsung cukup lama pada Sabtu malam. Baca juga: Mobilnya Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Dicopot dan Ditahan Saat ini, kendaraan dari Bawen ke arah Semarang dialihkan melalui jalan nasional. Dia menargetkan pembersihan material longsor bisa selesai dengan cepat pada hari ini, agar arus lalu lintas di Tol Ungaran tersebut bisa segera normal. "Ini kami usahakan secepatnya agar jalur di Tol Ungaran bisa segera bersih," kata Yunianto.


Penulis : Kontributor Ungaran, Dian Ade Permana
Editor : Abba Gabrillin

sumber :

Senin, 02 September 2019

Tol Solo-Jogja Beres, Tol Bawen-Jogja Belum Jelas


RMOLJateng. Proyek jalan tol ruas Bawen-Jogja masih belum ada kepastian.


Sementara itu, jalan tol ruas Solo-Jogja masih menunggu penetapan lokasi.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemprov Jateng, Peni Rahayu mengatakan, untuk jalan tol ruas Solo-Jogja sudah mendapat persetujuan Pemprov Jogja. 

"Artinya, ada kesepakatan antara Pemprov Jateng, dan Pemerintah Pusat," katanya, Sabtu (31/8).

Peni menjelaskan, dari total 91,93 kilometer itu, sebanyak 34 kilometer berada di wilayah Jawa Tengah. Diantaranya Kartosuro, Boyolali dan Klaten.

"Informasi yang didapat, trase tol di Jogja sampai bandara (NYIA) sudah clear," tambah dia.

Disinggung mengenai ruas tol Bawen-Jogja, prosesnya baru akan dirapatkan Senin besok. Dia berharap tidak ada terlalu banyak perubahan dari rencana awal.

Dia mengharapkan, jalan tol Semarang-Jogja dapat terintegrasi dengan Candi Borobudur. Katanya, belum lama ini Pemprov Jateng telah mengajukan kawasan prioritas kepada presiden untuk mendukung peningkatan ekonomi nasional 7 persen.

Kamis, 29 Agustus 2019

Rintis Wisata Alutsista TNI, Siapkan Lahan 4 Hektare

Lahan Calon Wisata Alutsista TNI di Salatiga. Kawasan ini Berlatar
Belakang Jalan Tol Semarang-Solo, tepatnya di Dusun Nogosari,
Kelurahan Bugel, Kota Salatiga. (Edy Susanto)

SALATIGA, KRJOGJA.com - Pemkot Salatiga menyiapkan lahan seluas 4 hektare untuk merintis kawasan wisata baru alutsista (peralatan miilter) TNI. Lahan ini terletak di eks tanah bengkok Kelurahan Bugel di Dusun Nogosari, Kota Salatiga yang berdekatan dengan ruas jalan tol Semarang-Solo.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Adhi Isnanto dihubungi KR membenarkan bahwa rintisan kerjasama untuk membuat kawasan baru wisata alutsista TNI ini sudah dibicarakan dengan Kementrian Pertahanan (Kemenhan) di Jakarta beberapa waktu lalu bersama walikota dan perangkat daerah lainnya.


“Kami sudah menyiapkan lahan untuk membuat kawasan wisata alutsista TNI dari tiga angkatan yang akan dibangun di dekat jalan tol Semarang-Solo tepatnya di Dusun Nogosari Kelurahan Bugel Salatiga. Di kawasan itu nantinya didirikan peralatan militer TNI untuk wisata sekaligus edukasi. Tanah yang kami siapkan seluas 4 hektare,” tandas Adhi Isnanto kepada KRJogja.com, Kamis (29/08/2019).

Dia menambahkan, motivasi kerjasama dengan Kemenhan salah satunya dilandasi Salatiga adalah kota sejarah dimana dari Salatiga lahir pahlawan dari tiga angkatan TNI, yaitu Brigjen Soediarto dari Angkatan Darat, Angkatan Laut (Yos Sudarso) dan dari Angkatan Udara adalah Adi Sucipto.

“Tiga pahlawan ini semuanya putra terbaik dari Kota Salatiga. Secara teknis semuanya ditangani Bapelitbanda (Bappeda), dan kami sebagai pengelola aset hanya menyiapkan lahannya” kata Adhi Isnanto.

Diketahui Walikota Salatiga dan jajarannya bertemu dengan Sekjen Kemenhan Laksdya Agus Setiadji di Jakarta dan disepakati merintis wisata alutsista di Salatiga. (Sus)

sumber :

Tol Semarang-Demak Terhambat


SEMARANG - Selesai membangun jalan tol Trans Jawa, saat ini ada empat jalan tol lagi dibangun di wilayah Jawa Tengah. Yakni, Jalan Tol Semarang-Demak, Tol Solo-Yogyakarta, Tol Bawen- Yogyakarta, dan Tol Semarang-Kendal.

Dari keempatnya, progres pembangunan jalan tol Semarang-Demak yang terdepan. Sudah ada pemenang lelang dan saat ini dilakukan pembebasan lahan. Namun, pemerintah menemui kendala dalam pembayarannya. ”Sebagian daratan telah menjadi laut (abrasi).

Ada aturan mengatakan bila daratan sudah berubah menjadi lautan maka tak boleh dibayar,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng, Peni Rahayu, Rabu (28/8). Pemprov telah berkonsultasi dengan kejaksaan dan saat ini menunggu arahan agar tak menyalahi ketentuan hukum.

Sementara lahan yang berupa daratan, lanjut Peni, semua telah dibayarkan uang ganti ruginya. ”Kalau nanti (wilayah abrasi) itu harus dibayar ya dibayar. Tapi kalau tidak ya memang aturannya seperti itu,” kata Peni.

Tanggul Laut

Tol Semarang-Demak direncanakan akan mulai pembangunan fisik pada 2020. Sesuai skema dari kemen PUPR, tol ini akan nyambung dengan Tol Semarang-Kendal. Memiliki fungsi sebagai tanggul laut, tol ini juga dimaksudkan untuk mendukung perkembangan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden saat Gubernur Ganjar Pranowo melakukan rapat terbatas dengan Presiden. Maka, kata Peni, ada perubahan trase jalan tol Semarang-Kendal. Titik jalan tol akan lebih didekatkan ke bibir pantai dan exit tol akan berdekatan dengan KIK.

Sementara itu untuk pembangunan Jalan Tol Solo-Yogya sepanjang 94 km, lanjut Peni, trase di wilayah Jateng dengan panjang sekitar 34 km sudah beres.

Meski sebelumnya mengalami revisi karena ada sejumlah sumber mata air yang harus dihindari. Jalan Tol Solo-Yogyakarta di Jawa Tengah melintasi tiga kabupaten, yaitu Sukoharjo (Kartasura), Boyolali, dan Klaten. Saat ini progres sampai persiapan penetapan lokasi (Penlok). Sementara amdal menjadi tanggung jawab pemerintah pusat karena lintas provinsi.

Trase di wilayah Jawa Tengah itu nanti tinggal disambungkan dengan wilayah Yogyakarta. ”Yogyakarta informasinya juga sudah beres, tinggal menunggu exit tol yang menuju bandara baru Yogyakarta. Menunggu persetujuan dari DIY,”jelasnya.

Progres pembangunan tol Bawen-Yogyakarta sepanjang 77 Km sedikit lebih lambat. Karena pembahasan terakhir trase tol Bawen-Yogyakarta baru akan dilakukan pada Senin (2/8).

Apakah nantinya akan ada perubahan trase atau tidak, Peni mengaku tidak tahu. Sesuai trase yang ada, tol ini akan melintasi empat wilayah; Kabupaten Semarang, Kabupaten Magelang dan Kota Magelang serta Kabupaten Temanggung.

Lantaran masih ada dua jalan tol yang trasenya bisa mengalami perubahan maka Pemprov Jawa Tengah harus bergerak cepat. Trase itu harus dimasukkan dalam Perda Rencana tata Ruang Wilayah (RTRW). Sementara Perda RTRW sendri telah digedok oleh DPRD Jawa Tegah dan saat ini sedang dievaluasi oleh Kemendagri. (H81-23)

sumber :

Jumat, 12 Juli 2019

Pembangunan Tol Solo-Jogja dan Bawen-Jogja Tunggu Desain PUPR


Jalan tol desari. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja dan Bawen-Jogja masih menunggu desain dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ganjar mengaku telah bertemu Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR untuk melaporkan terkait pembangunan kedua ruas tol di Jawa Tengah tersebut.


BERITA TERKAIT

"Yang penting kan persetujuan prinsipnya sudah oke. Tinggal kita mencari penloknya, penetapan lokasi dengan desain yang sudah disiapkan. Kemarin sudah saya laporkan ke pak presiden, sudah bicara ke pak menteri. Ada 2 yang akan kita kerjaan, Bawen-Jogja dan Solo-Jogja. Kita nunggu desainnya dari Kementerian," ujar Ganjar di Klaten, Kamis (11/7).

Jika sudah selesai, lanjut Ganjar, pihaknya akan melakukan penetapan lokasi. Sehingga nantinya wilayah Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) akan semakin hidup. Harapannya bisa mendorong ekonomi kreatif dan wisata.

"Ini yang saya mohonkan ke pusat untuk membantu pengembangan Jawa Tengah khususnya wilayah Borobudur raya," katanya.

Terkait teknis, gubernur menyerahkan ke Kementerian PUPR. Pihaknya hanya menyelesaikan dukungan-dukungan dari daerah. Demikian juga terkait ganti rugi atau ganti untung perlu disosialisasikan pada masyarakat. Sehingga nantinya tidak ada pemaksaan warga. Warga juga perlu mengetahui akan kepentingan umum lebih banyak dalam proyek ini.

"Kepentingan individu menolak boleh, tapi untuk kepentingan umum lebih banyak harus ngalah, maka harus ada ganti di proyek tol ini. Ganti untung atau ganti rugi, apapun namanya harus ada tim appraisal independen yang bisa memberikan kisaran penggantian," katanya.

re-publishing : pojok soklin

Kamis, 27 Juni 2019

Pemprov Jateng Matangkan Pembangunan Rest Area Tipe A Di Ruas Tlogo Wening


ilustrasi rest area/pojok soklin


RMOLJateng. Wacana pembangunan rest area Tipe A di ruas jalan Tol Semarang-Solo oleh Pemprov Jawa Tengah telah mendapat lampu hijau dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng, Peni Rahayu mengatakan, Pemprov Jateng saat ini sedang mematangkan master plan rest area tipe A yang akan dipadukan dengan obyek wisata Tlogo Wening, Tuntang.

"Apabila masterplan sudah matang dan telah mendapatkan sejumlah investor, maka pembangunan bisa dilakukan akhir tahun ini dan selesai pada 2020 mendatang," kata dia, Kamis (27/6).

Menurutnya, banyak keuntungan yang didapat dari rest area tersebut. Pasalnya, jalan Tol Semarang-Solo terletak di tengah-tengah obyek wisata Tlogo Wening.

"Karena posisinya membelah, jadi nanti rest area bisa dibuat menjadi dua sisi," tambahnya.

Dia menjelaskan, rest area tipe A di Tlogo Wening itu apabila sudah jadi dan beroperasi akan menjadi satu-satunya rest area yang dikelola Pemprov Jateng.

Lebih lanjut dia mengatakan, rest area tipe A tersebut akan dibangun di atas lahan seluas tujuh hektar milik Pemprov Jateng. 

Kata dia, tahap pertama pembangunan rest area tipe A, dengan nilai investasi sekira Rp8 triliun. Sedangkan tahap keduanya yang memadukan dengan obyek wisata Tlogo Wening, ditawarkan ke BUMD Jateng sebagai bentuk sinergitas.

"Sudah banyak yang mau berinvestasi, tapi kita masih menyeleksi dulu. Kita masih pastikan dulu masterplannya," jelasnya.

Dia mengungkapkan, jika rest area tipe A Tlogo Wening di ruas jalan tol Semarang-Solo sudah beroperasi, maka pelaku UMKM akan diberi akses memasarkan dagangannya dengan kuota 30% dari seluruh stan yang ada. [hen]

Senin, 30 Oktober 2017

Tak Ada Lagi Transaksi Tunai, 1.351 Petugas Gerbang Tol Tetap Dipekerjakan


Kendaaraan roda empat memasuki Gerbang Tol Otomatis (GTO) 
di Pintu Tol Ciledug, Jakarta, Kamis (13/10/2016). 
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan akan menambah jumlah 
gardu tol elektronik (GTO) sebanyak 106 GTO sehingga jumlah 
GTO di akhir tahun 2016 mencapai 505 GTO atau 50% dari 
keseluruhan gardu operasi, peningkatan jumlah GTO dilakukan 
guna meningkatkan pelayanan di bidang transaksi, terutama 
dalam mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai. 
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemberlakuan 100 persen transaksi non tunai di sejumlah ruas jalan tol di Indonesia berpotensi mengurangi jumlah karyawan Jasa Marga yang biasanya bertugas di gerbang tol.

Hal tersebut terjadi akibat dari sistem transaksi elektronik dengan memberlakukan gerbang tol otomatis (GTO).

Meski begitu, VP Operation Management Layanan Jasa MargaRaddy R Lukman menegaskan tidak akan serta merta melakukan pemecafan kepada 1.351 karyawan yang bekerja di ruas gerbang tol.


"Artinya komitmen direksi tidak ada phk bagi karyawan gerbang tol," kata Raddy saat acara diskusi di Galeri Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).


Adapun sebanyak 577 orang masih akan dipekerjakan di Gardu Semi Otomatis (GSO).

Raddy menyatakan, mereka akan ditugaskan di luar gardu guna membantu pengguna jalan tol yang mengalami masalah saat membayar menggunakan uang elektronik.

"Jadi kami bertahap. Kami tempatkan petugas di GSO yang hanya mengerahkan petugas di luar. Jadi petugasnya ada. Tahap pertama ini sekitar 577 orang," ujarnya.

Kemudian sebagian dari mereka juga sudah memasuki masa pensiun lantaran tol jasa marga sudah beroperasi sejak tahun 1986.

Sedangkan karyawan yang lain akan dialihfungsikan ke sejumlah cabang maupun anak perusahaan milik Jasa Marga yang masih membutuhkan staf.

"Anak-anak perusahaan Jasa Marga terbagi menjadi 2, ada anak perusahaan jalan tol yang baru mengoperasikan jalan tol seperti di Semarang - Solo, ada juga Surabaya - Mojokorto. Itu masih membutuhkan karyawan. Kemudian anak perusahaan yang non tol, seperti Jasa Marga Pemeliharaan. Nantinya akan kami beri pembekalan. Bahkan yang mendaftarkan diri sudah melebihi dari kuotanya," tutur Raddy

sumber: