javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Jumat, 04 April 2014

Galeri Foto : Peresmian Jalan Tol Ungaran Bawen


Sejumlah mobil melintas di Gerbang Tol Bawen yang telah diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri PU Djoko Kirmanto, di Kabupaten Semarang, Jumat (4/4). Jalan Tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen sepanjang 11,95 km ini merupakan salah satu dari enam ruas tol yang akan dioperasikan Jasa Marga pada tahun ini. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)



Menteri PU Djoko Kirmanto (ketiga kanan) bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kanan) dan Dirut Jasa Marga Adityawarman (kedua kanan) mendengarkan penjelasan tentang proyek Jalan Tol Semarang-Solo dari Direktur Trans Marga Jateng Djajat Sudrajat (keempat kanan), pada peresmian pengoperasian Jalan Tol Semarang-Solo seksi II ruas Ungaran-Bawen, di Kabupaten Semarang, Jumat (4/4). Jalan Tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen sepanjang 11,95 km ini merupakan salah satu dari enam ruas tol yang akan dioperasikan Jasa Marga pada tahun ini. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Menteri PU Djoko Kirmanto (tengah) bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kanan) dan Dirut Jasa Marga Adityawarman (kiri) berada di dekat loket pembayaran jalan tol pada peresmian pengoperasian Jalan Tol Semarang-Solo seksi II ruas Ungaran-Bawen, di Kabupaten Semarang, Jumat (4/4). Jalan Tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen sepanjang 11,95 km ini merupakan salah satu dari enam ruas tol yang akan dioperasikan Jasa Marga pada tahun ini. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Sejumlah mobil melintas di Jalan Tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen yang telah diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri PU Djoko Kirmanto, di Kabupaten Semarang, Jumat (4/4). Jalan Tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen sepanjang 11,95 km ini merupakan salah satu dari enam ruas tol yang akan dioperasikan Jasa Marga pada tahun ini. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)




Jalan Tol Semarang-Solo Seksi II yaitu Ungaran-Bawen telah diresmikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Jumat (4/4/2014). Menurut Djoko, untuk seksi III, IV, dan V saat ini masih belum memiliki kelayakan yang memadai.
Jalan Tol Semarang-Solo terbagi dalam lima seksi yaitu seksi I Semarang-Ungaran (11 km), seksi II Ungaran-Bawen (11,95 km), Kemudian seksi III Bawen-Salatiga (17,29 km), Seksi IV Salatiga Boyolali (24,31 km), dan Seksi V Boyolali-Solo (8,41 km).   detik


 Di seksi II Ungaran-Bawen (11,95 km) diresmikan hari ini dan memasuki tahap uji coba.
detik




Djoko mengatakan PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah berkomitmen dan mengupayakan percepatan pembangunan Tol Semarang-Solo sepanjang 72,64 km tersebut. 
 
 

Peresmian tol Ungaran-bawen di tandai pemotongan pita oleh Menteri PU Djoko Kirmanto (tengah) didampingi Ganjar Pranowo, Mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Dirut Jasa Marga Adityawarman, Dirut PT TMJ Djadjat Sudrajat, dan Dirut PT Sarana Pembangunan Jateng Krisdiani Syamsi.
detik


Untuk Pengguna jalan tol ini belum dikenakan tarif yang selama 7 hari mendatang.

sumber :

Resmi beroperasi, ruas tol Ungaran-Bawen gratis 7 hari


Jalan Tol Semarang. ©2013 Merdeka.com/Istimewa
Merdeka.com - Hari ini, jalan tol Semarang-Solo seksi II ruas Ungaran-Bawen sepanjang 12 kilometer secara resmi dibuka. Para pengguna bisa melalui ruas ini tanpa pungutan biaya atau gratis selama seminggu ke depan.

"Seksi II Ungaran sepanjang 12 kilometer merupakan bagian dari tol Semarang-Solo dengan total 76 kilometer siap dioperasikan. Awal pengerjaan 2010 pengadaan tanah, kemudian konstruksi dilakukan awal 2012. Meski dengan tipografi, geografi dan demografi berat, semua hambatan dapat selesaikan bersama," tegas Direktur Trans Jasa Marga (PT. TMJ) Jateng Djadjat Sudrajat dalam sambutannya, di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (4/4).

Jalan tol yang sudah dapat izin kelayakan operasi dari Kementerian PU per tanggal 2 April 2014 itu merupakan jenis tol dengan tipe panoramik. Sepanjang ruasnya terdapat pemandangan seperti perbukitan, tebing, hutan dan kawasan perumahan.

"Tol seksi II seperti seksi I dengan memiliki pemandangan cukup baik dan akan diusulkan tol panoramik berwawasan lingkungan. Dilengkapi dengan pembayaran E-Tol Card. Serta fasilitas GTO yang bisa digunakan bersama," ungkapnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyatakan terwujudnya jalan tol tak lepas dari peran dua Gubernur Jateng sebelumnya.

"Pak Mardiyanto mengide dan Pak Bibit mengeksekusi dengan tangan dingin. Teman-teman dari birokrasi, steak holder saya banyak sekali yang juga terlibat. Saya terima kasih, terutama kepada seluruh rakyat Jawa Tengah yang tanahnya diikhlaskan untuk kepentingan bangsa bersama ini," tegasnya.

Ganjar Pranowo bercerita bahwa dirinya sudah mendapatkan keluhan dan laporan dari masyarakat pengguna jalan yang meminta jalan tol Semarang-Solo Ruas II Bawen agar segera dibuka.

"Saya pengennya dibuka Minggu lalu. Long weekend-nya macet parah. Mereka (masyarakat) pingin dibuka cepat-cepat Minggu lalu. Hari ini di Sosmed sudah bisa dibaca, bahwa malam ini jalan tol Semarang-solo bisa dilalui dengan gratis selama tujuh hari," cetusnya.

Dibukanya tol Ungaran-Bawen ini selain dapat mengurangi kemacetan juga bisa lebih meningkatkan kemajuan ekonomi dan pendapatan di Jawa Tengah. Ganjar meyakinkan jika jalan tol Semarang-Solo sudah sempurna maka perjalanan menuju ke Solo yang biasanya ditempuh 2,5 jam bisa dipersingkat menjadi satu jam saja.

"Tol hubungkan kota-kota besar di Jawa Tengah. Kita sudah hitung sampai di Solo bisa satu jam. Kita akan bersaing PT. KAI untuk mengaktifkan kembali jalur-jalur. Percepatan ini untuk mendorong percepatan ekonomi," pungkasnya.

Pembukaan ruas tol ini dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto. Hadir dalam acara peresmian diantaranya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman, Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah Krisdiani Syamsi dan Kapolda Jateng Irjen Noer Ali.
 
sumber :

Tol Semarang-Solo Punya Jembatan Terpanjang dan Pemandangan Indah


Jembatan Tol Terpanjang di Lemah Ireng

Semarang -Jalan Tol Semarang-Solo memiliki daya tarik pemandangan alam, selain bisa menghemat waktu tempuh kedua kota di Jawa Tengah tersebut. Daya tarik tersebut antaralain pemandangan alam yang indah dan jembatan tol terpanjang yang lokasinya di daerah Lemah Ireng.

Direktur Trans Marga Jateng Djadjat Sudrajat mengatakan dari seksi I dan II jalan tol Semarang-Solo yang sudah dioperasikan, pihaknya akan mengusulkan agar tol tersebut menjadi tol panoramik.

"Seperti seksi I, pada seksi II ini dengan pemandangan yang cukup baik, akan diusulkan menjadi tol panoramik dengan wawasan lingkungan," kata Djadjat dalam sambutannya di peresmian Tol Semarang-Bawen, Jawa Tengah, Jumat (4/4/2014).

Direktur Teknis dan Operasional PT Trans Marga Jateng, Ari Nugroho menambahkan ruas tol Semarang-Solo memiliki pemandangan yang indah dengan beberapa gunung yang bisa terlihat seperti Gunung Ungaran, Merbabu, dan Merapi.

"Yang dimaksud view bagus, kebetulan daerah ini jarang sekali memotong perkampungan walau ada. Jadi kanan kiri view Gunung Ungaran, Merapi dan Merbabu," ujarnya.

Untuk menjaga keindahan pemandangan sepanjang tol, lanjut Ari, maka pihaknya akan mengurangi pemasangan iklan. Nantinya pemasangan iklan hanya boleh dilakukan di jembatan penyeberangan orang sepanjang tol Semarang-Solo.

"Mengurangi iklan yang merusak, iklan di jembatan penyeberangan orang, biar tidak merusak view. Nanti terjadi di sepanjang tol Semarang-Solo," ucap Ari.

Jalan Tol Semarang-Solo terbagi dalam lima seksi yaitu seksi I Semarang-Ungaran (11 km) sudah dioperasikan 10 November 2011, seksi II Ungaran-Bawen (11,95 km) yang dioperasikan hari ini (4/4) dan pernah dibuka sementara tanggal 31 Juli 2013 lalu karena menjelang arus mudik. Kemudian seksi III Bawen-Salatiga (17,29 km), Seksi IV Salatiga Boyolali (24,31 km), dan Seksi V Boyolali-Solo (8,41 km) masih tahap pembebasan lahan

Di ruas Tol Ungaran-Bawen, terdapat jembatan Lemah Ireng yang mempunyai bentang 899 meter yang menjadi jembatan darat terpanjang di Indonesia. Jika cuaca cerah, maka panorama alam yang indah bisa dilihat oleh pengguna tol berupa bentangan hutan hijau, perbukitan, dan gunung.
sumber :

Tol Ungaran-Bawen Dilengkapi Jembatan 899 meter


ilustrasi
TEMPO.CO, Jakarta – Jalan tol Ungaran-Bawen mulai beroperasi pada Jumat, 4 April 2014. Menurut Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga, David Wijayatno, jalan tol ini dilengkapi jembatan yang cukup panjang. “Jembatan itu terpanjang kedua di Indonesia setelah Jembatan Cipada di Tol Cipularang,” kata dia dalam acara peresmian Tol Ungaran-Bawen. 

Jembatan tersebut berada di titik Lemahgempal. Jembatan sepanjang 899 meter itu berada di atas jurang dan menghubungkan beberapa bukit. Menurut David, jembatan dan Jalan Tol Ungaran-Bawen mampu menghemat waktu tempuh Semarang-Solo, dari 4 jam menjadi 2 jam. “Selama ini, jalur dua kota ini sering terhambat macet.”

Jalan Tol Ungaran-Bawen merupakan bagian dari proyek besar Jalan Tol Semarang-Solo senilai Rp 6,01 triliun. Ruas Bawen-Ungaran merupakan seksi II dari lima tahapan pembangunan tol Semarang-Solo. (Baca : ).

Secara keseluruhan, jalan tol Semarang-Solo terdiri dari lima seksi yakni Seksi I Semarang-Ungaran 11 kilometer, Ungaran-Bawen 11,95 kilometer, seksi III Bawen-Salatiga 17,29 kilometer, seksi IV Salatiga-Boyolali 24,31 kilometer, dan seksi V Boyolali-Solo 8,41 kilometer.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, menargetkan pembangunan jalan tol Semarang-Solo rampung pada 2014. “Hingga saat ini sisanya masih menunggu pembebasan lahan, setelah bebas langsung diselesaikan,” katanya.

Saat ini jalan tol Semarang-Solo baru rampung hingga seksi I dan II yakni ruas Semarang-Ungaran dan Ungaran-Bawen. Masih ada tiga seksi yang belum selesai yakni seksi III Bawen-Salatiga, Seksi IV Salatiga Boyolali, dan Seksi V Boyolali-Solo.
 
sumber :

Jalan Tol Semarang-Solo Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Pemandangan dari atas ruas jalan Tol Semarang-Solo yang melintasi desa
Lemah Ireng, Kabupaten Semarang. TEMPO/Budi Purwanto

TEMPO.CO, Semarang - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menargetkan pembangunan jalan tol Semarang-Solo rampung pada 2014. "Hingga saat ini sisanya masih menunggu pembebasan lahan. Setelah bebas langsung diselesaikan," kata Djoko setelah meresmikan jalan tol Semarang-Solo seksi II (Ungaran-Bawen), Jumat, 4 April 2014.

Saat ini jalan tol Semarang-Solo baru rampung hingga seksi I dan II, yakni ruas Semarang-Ungaran dan Ungaran-Bawen. Masih ada tiga seksi yang belum selesai, yakni seksi III Bawen-Salatiga, Seksi IV Salatiga-Boyolali, dan Seksi V Boyolali-Solo.

Djoko menjamin, setelah pembebasan lahan selesai, investor bisa segera mengajukan tender pengerjaan. Kementerian Pekerjaan Umum telah menambahkan dana Rp 927 miliar untuk pembebasan lahan. Dana tersebut akan didukung pengembalian dari PT Trans Marga Jateng sebesar Rp 247,5 miliar serta land capping Rp 867 miliar dari anggaran negara.

Selain di jalan Semarang-Solo, Kementerian Pekerjaan Umum juga terganjal pembebasan lahan untuk tiga ruas jalan tol lainnya, yakni Pejagan-Pemalang, Batang-Semarang, dan Ngawi-Kertosono. Ruas jalan tol tersebut bagian dari sepuluh ruas jalan tol trans-Jawa.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan jalan tol Semarang-Solo menambah sarana infrastruktur di wilayahnya. Ganjar menjamin kehadiran jalan tol tersebut akan berdampak positif terhadap perekonomian Jawa Tengah. "Keluhan kemacetan di akhir pekan sudah tak ada lagi," katanya. 
 
sumber :

Menteri PU Minta Pembebasan Tanah Tol Bawen-Solo Dipercepat

foto : antara
SEMARANG, suaramerdeka.com - Jalan Tol Ungaran-Bawen resmi dibuka Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (4/4). Jalan sepanjang 12 kilometer ini merupakan bagian dari Jalan Tol Semarang-Solo seksi satu Semarang-Bawen.

Djoko Kirmanto mengatakan, fokus pekerjaan kini beralih ke percepatan Jalan Tol Semarang-Solo seksi II Bawen-Solo. Ia meminta kerjasama Pemperintah pusat, provinsi dan kabupaten kota untuk mempercepat penyelesaian pembebasan tanah. "Semakin lama pembebasan tanahnya, harga tanah semakin naik dan pembangunan jalan tol semakin tidak visible," katanya.

Ganjar Pranowo dalam sambutannya mengucapkan terimakasih pada mantan Gubernur Mardiyanto dan Bibit Waluyo yang turut berjasa mendorong pembangunan jalan tol. Selanjutnya, koordinasi dengan bupati walikota harus segera dilaksanakan untuk memastikan pembebasan lahan di seksi Bawen-Solo.

Ganjar meminta para kepala daerah untuk mengurus pembebasan sebaik-baiknya, terutama mencegah permainan oleh para makelar tanah. "Makelar tanah jangan sampai masuk, kalau naik 300-400 persen kan tidak layak," katanya.

Kepada suaramerdeka.com, Bibit mengaku senang jalan tol sudah tersambung hingga Bawen. Namun kerja keras masih menanti untuk bisa menyambungkan hingga Solo sepanjang 72,64 kilometer. Bibit mengingatkan upaya pembebasan tanah dilaksanakan dengan sosialisasi dan pendekatan yang baik.

"Orang-orang menghargai tanahnya sendiri, tidak sesuai harga umum. Tapi saya yakin semakin hari rakyat semakin sadar bahwa ini kepentingan kita semua, tanpa ini Jawa Tengah tidak maju," katanya.

Direktur Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng Ari Nugroho mengatakan untuk pengerjaan seksi Bawen-Solo, menurutnya, yang paling berat di Bawen-Boyolali. Sebab topografinya sama dengan Semarang-Bawen yakni berbukit dan melewati lembah sehingga akan banyak jembatan dengan bentang diatas 100 meter. Sedangkan Boyolali-Solo yang relatif datar.

"Jalan tol ini akan jadi tol panoramic, artinya tidak akan ada iklan atau billboard di sepanjang jalan, kecuali di Jembatan penyeberangan. Iklan hanya akan merusak pemandangan dan mengurangi fokus driver," tandasnya. 
 
sumber :

Tol Ungaran-Bawen Dibuka, Cuma 15 Menit Tarif Rp 7 Ribu

Gerbang Tol Bawen (Foto : Antara)
SEMARANG suaramerdeka.com - Jalan tol Semarang-Solo seksi Ungaran-Bawen resmi dibuka Jumat (4/4). Selama masa uji coba satu minggu, warga dapat melewati jalan sepanjang 12 kilometer itu secara gratis.

Dengan pembukaan tol ini, diharapkan akan mengurangi kemacetan di pusat kota Kabupaten Semarang dan pertigaan Bawen. Jarak tempuh melalui tol pun lebih cepat karena hanya memakan waktu sekitar 15 menit.

Pada gerbang tol Bawen sudah tercantum tarif tol Ungaran-Bawen berdasarkan Kepmen PU No 177/KPTS/M/2014. Tarif kendaraan golongan I Rp 7.000, golongan II Rp 10.000, golongan III Rp 13.500, golongan IV Rp 17.000, dan golongan V Rp 20.500.

Dengan demikian, jalan tol seksi I Semarang-Bawen resmi tersambung. Jalur sepanjang 23,3 kilometer itu dapat ditempuh dalam waktu hanya 30 menit.

Dengan tarif Ungaran-Semarang Rp 6.500, maka untuk menggunakan tol Semarang-Bawen dan sebaliknya, pengemudi harus merogoh Rp 13.500. Jika ditambah tol dalam kota ke arah Jatingaleh, misalnya, totalnya menjadi Rp 15.500.

Tol Ungaran-Bawen diresmikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo turut diundang atas kerja kerasnya dalam pembebasan tanah yang dulu sempat alot. 
 
sumber :

Bank Mandiri Dukung Sindikasi Rp4,7 Triliun untuk Tol Semarang-Solo

Bank Mandiri menjadi pemimpin dalam sindikasi itu.

Gedung Bank Mandiri di Jalan Thamrin, Jakarta.
(VIVAnews/Adri Irianto)
VIVAnews - Dalam rangka mendukung upaya pengembangan infrastruktur Indonesia, Bank Mandiri menyalurkan kredit sindikasi bersama BNI, BRI dan Bank Jateng senilai Rp4,7 triliun, untuk pembangunan ruas tol Semarang-Solo.

Pada sindikasi untuk ruas tol yang dikerjakan PT Trans Marga Jateng itu, Bank Mandiri menjadi pemimpin sindikasi dengan porsi kredit yang disalurkan sebesar Rp1,8 triliun atau 39,15% dari nilai kredit.

Sementara itu, BNI menyalurkan Rp1,6 triliun (34,25%), BRI Rp1,1 triliun (24,47%) dan Bank Jateng sebesar Rp100 Miliar (2,13%).

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Fransisca Nelwan Mok mengatakan, penyaluran kredit sindikasi tersebut, merupakan salah satu upaya Bank Mandiri untuk meningkatkan peran aktif dalam pengembangan infrastruktur di Tanah Air.

“Infrastruktur merupakan salah satu komponen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Untuk itu, kami berharap ruas tol yang dibiayai sindikasi perbankan ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian Indonesia, terutama di wilayah Jawa Tengah,” kata Fransisca seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jumat 4 April 2014.

Jalan tol, lanjut Fransisca, merupakan sarana yang dapat mempercepat arus pergerakan barang dan jasa, sehingga proses perdagangan dapat terlaksana secara efektif dan efisien karena waktu tempuh yang semakin cepat. Dengan begitu, transaksi ekonomi yang terjadi pun dapat bertambah banyak.

Menurutnya, kredit berjangka waktu 15 tahun tersebut digunakan untuk pembangunan ruas tol sepanjang 75,67 km.

Adapun ruas tol Semarang – Ungaran telah beroperasi, sementara Ungaran-Bawen juga telah dapat dilalui saat ini setelah diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, serta disaksikan jajaran direksi bank sindikasi.

Dia memaparkan hingga saat ini, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit senilai Rp10,9 triliun untuk mendukung pembangunan jalan tol.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp7,4 triliun dialokasikan untuk pembangunan 7 ruas tol di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, Rp1,8 triliun untuk membangun satu ruas tol di Jawa Tengah, Rp1,2 triliun untuk membangun dua ruas tol di Jawa Timur dan sebesar Rp445 milyar dialokasikan untuk mendukung pembangunan jalan tol melewati laut di Bali.

Sementara itu, untuk mempercepat transaksi pembayaran tol pada ruas Semarang-Bawen, pengguna jalan tol dapat menggunakan kartu e-money Bank Mandiri.

Kartu prabayar tersebut juga dapat digunakan untuk pembayaran di 14 ruas tol di Indonesia serta dapat juga digunakan untuk membayar parkir, membeli tiket Transjakarta, Trans Jogja dan Batik Solo Trans, membeli bahan bakar minyak, transaksi di restaurant, gerai-gerai retail dan arena rekreasi.

“Pemberian kredit pembangunan jalan tol dan penyediaan fasilitas pembayaran tol menggunakan kartu e-money Bank Mandiri ini kami harapkan dapat mengoptimalkan mobilisasi masyarakat, barang dan jasa,” ujar Fransisca. (eh)

sumber :

Menteri PU resmikan tol Ungaran-Bawen

Tol Semarang-Solo seksi II ruas Ungaran-Bawen di Desa Lemah Ireng,
Kabupaten Semarang, Jateng, pada foto awal Januari 2014
(arsip/NTARA FOTO/R. Rekotomo)
Bawen, Semarang (ANTARA News) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, meresmikan pengoperasian Jalan Tol Semarang-Solo seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 11,95 kilometer yang merupakan salah satu seksi dari proyek jalan tol Semarang-Solo sepanjang 72,78 kilometer.

"Selain pengadaan tanah, salah satu kendala lain yang telah diselesaikan dalam pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo adalah kondisi geologi," kata Djoko, dalam sambutannya saat meresmikan tol Ungaran-Bawen di Gerbang Tol Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat.

Djoko menjelaskan, kondisi geologi yang dilewati oleh jalan tol tersebut dapat dikatakan tidak bersahabat, sehingga dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan memerlukan kekhususan.

"Kami berharap, setelah jalan tol ini beroperasi, PT. Trans Marga Jateng selalu melakukan monitoring dan evaluasi, khususnya untuk hal-hal yang memiliki kekhususnya tersebut," ucap Djoko.

Tol Ungaran-Bawen tersebut merupakan salah satu bagian dari 10 ruas tol Trans Jawa yakni ruas Semarang-Solo yang memiliki panjang keseluruhan 72,64 km dan terdiri dari 5 seksi.

Tarif tol yang dikenakan untuk Semarang-Ungaran sebesar Rp6.500, Ungaran-Bawen Rp7.000, dan Semarang-Bawen Rp13.500.

Dari 10 ruas tol Trans Jawa masih terdapat empat ruas jalan tol yang sedang dalam tahap pembebasan lahan yaitu Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang dan Ngawi-Kertosono, Jatim.

Total investasi yang diperlukan untuk pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo sebesar Rp6,2 triliun, yang berasal dari "equity" PT Trans Marga Jateng dan Pinjaman dari Sindikasi Perbankan. Equity PT Trans Marga Jateng berasal dari setoran modal para pemegang saham, yaitu PT Jasa Marga sebesar 60 persen dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah sebesar 40 persen.

Sedangkan pinjaman dari sindikasi perbankan yang terdiri dari Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank Jateng kurang lebih senilai Rp4,7 Triliun.

Untuk mendukung pengadaan tanah, pemerintah telah mengalokasikan dana BLU sebesar Rp927 miliar dan telah dikembalikan oleh PT Trans Marga Jateng sebesar Rp247,5 miliar, serta dana dukungan (land capping) sebesar Rp867 Miliar yang berasal dari APBN.

Jalan Tol Semarang-Solo terbagi menjadi lima seksi, yaitu seksi I Semarang-Ungaran sepanjang 11,00 kilometer dan telah beroperasi sejak 10 November 2011.

Seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 11,95 km, seksi III Bawen-Salatiga sepanjang 17,29 kilometer, seksi IV Salatiga-Boyolali sepanjang 24,13 kilometer, dan seksi V Boyolali-Solo sepanjang 8,41 Km.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, ada kurun waktu 2010 sampai 2014, telah dibangun jalan tol sepanjang 206,04 kilometer, di antaranya pada ruas Kanci-Pejagan, Semarang-Ungaran, Nusa Dua-Benoa, JORR W1 (Kebon Jeruk-Penjaringan), Cinere-Jagorawi, Surabaya-Mojokerto, Bogor Ring Road, dan JORR W2 (Segmen Kebon Jeruk-Ciledug).

sumber :

Resmi Dibuka, Tol Ungaran - Bawen Gratis Seminggu

Selama sepekan ke depan tarif tol ruas tol ini dibebaskan.

Pembangunan jalan tol Semarang - Solo.
(Antara/ Prasetyo Utomo)
VIVAnews – Pemerintah secara resmi mengumumkan pengoperasian Jalan Tol Semarang – Solo Seksi II (Ungaran – Bawen) pada hari ini, Jumat 4 April 2014. Peresmian ini dilaksanakan di Gerbang Tol Bawen, Semarang.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, dalam siaran persnya, mengungkapkan bahwa sejak resmi dibuka pada hari ini hingga sepekan ke depan merupakan masa sosialisasi pengoperasian jalan tol. Selama sepekan itu, tarif tol dibebaskan dari biaya.

"Selama masa sosialisasi, kendaraan yang melintas di Seksi Ungaran-Bawen tidak dikenakan biaya selama satu minggu," ujar Djoko.

Ia mengaku bahwa salah satu hal yang menjadi kendala untuk penyelesaian tol Semarang - Solo secara keseluruhan adalah kondisi geologi yang dapat dikatakan tidak bersahabat. Sehingga, dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan memerlukan kekhususan.

"Kami berharap, setelah jalan tol ini beroperasi, PT Trans Marga Jateng selalu melakukan monitoring dan evaluasi," kata Djoko.

Ruas Semarang-Solo memiliki panjang 72,64 km dan terdiri dari 5 seksi dengan total investasi yang dibutuhkan sebesar Rp6,2 tirliun. Untuk seksi II ini terdiri dari empat paket pekerjaan dan mempunyai panjang 11,95 km.

Dana pembangunan berasal dari ekuitas PT Trans Marga Jateng dan pinjaman dari sindikasi perbankan.

Ekuits Trans Marga Jateng berasal dari setoran modal para pemegang saham, yaitu PT Jasa Marga sebesar 60 persen dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah sebesar 40 persen. Sedangkan pinjaman dari sindikasi perbankan yang terdiri dari Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Jateng sekitar Rp4,7 triliun.

Jalan tol Semarang – Solo terbagi menjadi lima seksi, yaitu :
1. Seksi I (Semarang – Ungaran) sepanjang 11,00 km telah beroperasi sejak 10 November 2011;
2. Seksi II (Ungaran – Bawen) sepanjang 11,95 km, yang hari mulai beroperasi;
3. Seksi III (Bawen – Salatiga) sepanjang 17,29 km;
4. Seksi IV (Salatiga - Boyolali) sepanjang 24,13 km; dan
5. Seksi V (Boyolali – Solo) sepanjang 8,41 km.

Seksi III, IV dan V akan dimulai pembangunannya setelah pengadaan tanah selesai dilaksanakan. (asp) 
 
sumber :
viva