javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Rabu, 14 Agustus 2013

Pengguna Tol Ungaran-Bawen diminta Waspada


BAWEN, suaramerdeka.com - Pengguna jalan golongan I terutama pemudik yang hendak melalui tol ruas Ungaran-Bawen diminta waspada saat melintas. Himbauan tersebut disampaikan Kapolres Semarang, AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan, Senin(12/8).

Waspada dan konsentrasi saat berkendara dalam arus balik menurut Kapolres sangat  jalan yang ada belum sepenuhnya selesai dikerjakan.

"Meski intensitas kendaraan arus balik sudah berkurang dibandingkan kemarin dan dua hari lalu, kami tetap menghimbau kepada semua pengguna jalan terutama yang melintas pada ruas tol Ungaran-Bawen untuk memperhatikan struktur jalan dan mematuhi batas maksimal kecepatan," katanya.

Adapun batas kecepatan, lanjutnya, sesuai ketentuan maksimal 60 kilometer/jam. Terlepas dari itu, dirinya juga memerintahkan pengemudi untuk menjaga jarak antar kendaraan terutama ketika melintas di ruas yang belum selesai.

Mengingat, berdasarkan pantauan beberapa hari terakhir ini di sejumlah wilayah seperti di Kandangan dan Deres, Kecamatan Bawen banyak ditemukan debu dari galian maupun timbunan tanah yang belum selesai  dikerjakan ikut terbawa angin masuk ke badan jalan.

"Jarak pandang dan jarak antar kendaraan perlu pula diperhatikan saat melintas ruas tol yang berdebu," tegasnya.

Direktur Teknik dan Operasi Trans Marga Jateng Ari Nugroho mengakui jika saat ini terdapat debu pekat yang mengganggu pengguna jalan tol. Hal itu disebabkan berhentinya aktifitas penyiraman karena kontraktor pelaksana pekerjaan libur sejak H-4 lebaran.

Debu dipastikan hilang setelah kontraktor kembali bekerja pada Selasa (13/8) hari ini. "Iya memang banyak debu karena kontraktornya libur. Mulai besok (hari ini) sudah ada penyiraman lagi jadi debu dipastikan hilang,"katanya.

Pengamatan Suara Merdeka hingga berita ini diturunkan, intensitas kendaraan golongan I yang masuk ruas tol melalui pintu tol Bawen per menit rata-rata mencapai 20 hingga 25 mobil.

Sementara itu, data dari Dishubkominfo Kabupaten Semarang diketahui, pada H+1 Lebaran atau Sabtu (10/8) per 7,5 jam mulai pukul 07.00 WIB hingga 21.00 WIB ada 14.156 unit motor dan 9.124 mobil pribadi yang melintas jalur utama.
Adapun dataekspansi selama 24 jam terdapat 42.468 motor dan 27.372 mobil pribadi yang melintas jalur utama.

Jumlah tersebut meningkat signifikan pada H+2, yakni Minggu (11/8). Dalam periode waktu yang sama, per 7,5 jam diketahui 21.798 motor dan 6.837 mobil pribadi yang melintas. Sedangan data ekspansi per jenis kendaraan selama 24 jam ada 65.394 motor dan 20.511 mobil pribadi yang melintas.
( Ranin Agung / CN19 / SMNetwork )

Sumber :

Selasa, 13 Agustus 2013

17 Agustus 2013, Jalan Tol Ungaran -Bawen Ditutup



Untuk Keperluan Penyelesaian Pekerjaan dan Evaluasi


UNGARAN, suaramerdeka.com - PT Trans Marga Jateng (TMJ) akan menutup jalan tol Semarang-Bawen ruas Ungaran-Bawen pada H+8. Penutupan tersebut menurut Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ, Ari Nugroho berdasarkan surat izin dari Kementerian Pekerjaan Umum yang menyebutkan pengoperasian sementara tol berlaku sejak H-7 hingga H+7 Lebaran 2013.

"Sesuai surat izin dari kementerian, H+8 atau 17 Agustus 2013 kami harus menutup kembali jalan itu (ruas Ungaran-Bawen-red)," kata Ari Nugroho.

Pihaknya menyatakan, pekerjaan jalan tol tersebut belum sempurna. Sehingga masih ada ruas jalan yang beda tinggi, selain itu ada pula ruas jembatan yang masih bergelombang karena belum dilapisi aspal yakni Jembatan Lemah Ireng II dengan bentang panjang 298 meter.

Disinggung masih adanya debu di sejumlah titik seperti di Kandangan dan Lemah Ireng Bawen, Ari mengakui jika saat ini terdapat debu pekat yang mengganggu pengguna jalan tol. Hal itu disebabkan berhentinya aktivitas penyiraman karena kontraktor pelaksana pekerjaan libur sejak H-4 lebaran.

Debu dipastikan hilang setelah kontraktor kembali bekerja pada Selasa (13/8).

"Iya memang banyak debu karena kontraktornya libur. Mulai besok sudah ada penyiraman lagi jadi debu dipastikan hilang," ujarnya.

( Ranin Agung / CN37 / SMNetwork ) 

sumber :

Puncak Arus Balik di Tol Ungaran- Bawen Berlangsung Hingga H+3


Arus Balik Lebaran (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN--Puncak arus balik Lebaran di wilayah Kabupaten Semarang masih berlangsung hingga H+3, Ahad (11/8) malam.

Berdasarkan pantauan Republika, arus kendaraan golongan I yang melintas di ruas tol Bawen menuju Semarang terus berlangsung.

Sementara data Traffic Management Center (TMC) Satlantas Polres Semarang, jumlahnya mencapai 1.600 kendaraan bermotor per jam hingga pukul 23.00 WIB.

"Secara umum, kondisi lalulintas pada puncak arus mudik ini padat namun tetap lancar," ujar Kapolres Semarang, AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan.

Sementara Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Gusman Fitra menambahkan, saat ini polisi masih melakukan pengaturan titik perlintasan yang dinilai rawan kecelakaan.

Diantaranya di wilayah perbatasan Kabupaten Semarang dengan Kabupaten Boyolali, tepatnya di area Tengaran.

Demikian pula di pertemuan jalur utama dengan jalur tol di Bawen, dan di dua persimpangan sebidang Larangan dan Deres.

"Anggota masih kami masih mengantisipasi lonjakan arus balik yang masih berlangsung," ujar Gusman.

Selain ruas tol sepanjang jalur utama Kabupaten Semarang terutama arah Solo menuju Semarang juga tampak ramai lancar.

Berdasarkan pantauan dari pantauan kamera CCTV TMC Satlantas Polres Semarang diketahui, arus lalulintas dipadati kendaraan pribadi dan sepeda motor.

"Untuk menghindari penumpukan arus di wilayah Tengaran, Babadan hingga Ungaran Satlantas Polres Semarang memberlakukan pola tiga satu," lanjutnya.
 
sumber :

Senin, 12 Agustus 2013

Warga Sindon Boyolali Tagih Sertifikat Tanah Sisa

TOL SOKER

Solopos.com, BOYOLALI – Sembilan orang warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, menagih sertifikat tanah sisa setelah proyek pembangunan jalan Tol Solo-Kertosono (Soker) mengenai sebagian lahan mereka. Pasalnya, perhitungan ganti rugi sudah dilakukan pada 2009 dan 2011.

Kades Sindon, Supardi, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Senin (12/8/2013), mengatakan total warga yang seharusnya mendapat sertifikat tanah sisa berjumlah 10 orang. Hal tersebut sudah dia sampaikan secara resmi melalui surat kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Soker pada 17 Desember 2012. Namun, dari 10 orang tersebut, hanya seeorang yang mendapatkan sertifikat.

Penerima sertifikat, dalam daftar yang disodorkan Supardi kepada Solopos.com bernama Katinem, warga Dukuh Sawit, Sindon. Ia memiliki tanah seluas 950 meter persegi.

“Sembilan orang lainnya belum dapat. Mereka sering menanyakan hal itu kepada saya. Maka, saya kemudian mengirim surat kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boyolali menanyakan hal tersebut. Saya berharap ada koordinasi antara PPK dengan BPN sehingga warga pemilik tanah bisa mendapatkan sertifikat tanah mereka sesegera mungkin,” ujarnya.

Menurutnya, surat kepada BPN ia layangkan 29 Juli 2013 lalu. Kini, pihaknya menunggu tindak lanjut BPN selaku pembuat sertifikat.

“Kami juga menyerahkan tembusan surat tersebut kepada PPK Tol Soker, Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Boyolali dan Camat Ngemplak. Pada surat terdahulu kepada PPK, kami tidak mendapat respons yang memuaskan. Saya harap masalah ini segera beres,” kata dia.

PPK Tol Soker, Agung Sutarjo, saat dimintai keterangan Solopos.com, Senin, mengaku belum mendapatkan tembusan surat yang dimaksud Supardi. Manurutnya, permasalahan tanah menjadi wewenang P2T.

“PPK itu masalah bagaimana kerja bisa lancar. Demikian,” ujarnya.
 
sumber :

Kondisi Jalan Lebih Baik, Arus Mudik di Selatan Jawa Meningkat

ilustrasi
Bisnis.com, JAKARTA—Jumkah kendaraan yang melintas di jalan Lintas Selatan Pulau Jawa selama masa mudik Lebaran tahun ini meningkat hingga 20% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengungkapkan kendati jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa lebih banyak dilalui pemudik, tetapi dibandingkan dengan tahun sebelumnya jalur Selatan lebih banyak dilalui oleh pemudik pada masa Lebaran tahun ini.

‘’Karena jalan selatan juga lumayan sudah diperbaiki untuk membantu arus mudik tahun ini, cukup banyak kendaraan yang melalui jalur Selatan menuju ke Timur,’’ jelasnya, Senin (12/8/2013).

Sementara itu, Wakil Menteri PU Hermanto Dardak menyebutkan pada H-6 Lebaran peningkatan arus mudik melalui jalur Selatan bahkan lebih dari 20% dibandingkan jumlah pemudik pada 2012.

Lebih lanjut dia menilai seremoni mudik pada tahun ini lebih baik dibandingkan dengan 2012 sebab kondisi jalan relatif lebih baik. ‘’Kapasitas jalan lebih baik karena bertambah. Kemacetan lebih disebabkan lonjakan volume kendaraan, bukan karena kondisi jalan,’’ katanya.
sumber :

Lion Air Siap Beli 50 Pesawat N219 Buatan PT DI

BERITA BUMN

"Kami ingin bekerjasama dengan PT DI," ujar Rusdi Kirana.

CEO Lion Air, Rusdi Kirana. (REUTERS/Tim Chong)

VIVAnews - Presiden Direktur PT Lion Mentari Airlines (Lion Air), Rusdi Kirana, Senin 12 Agustus 2013, menyatakan bahwa perusahaannya berencana beli 50 unit pesawat perintis N219. Pesawat itu buatan PT Dirgantara Indonesia (DI).

Hari ini, dengan menggunakan Mobil Rolls Royce, Rusdi merupakan satu-satunya di petinggi perusahaan swasta yang datang bersilaturahmi setelah perayaan Lebaran ke kantor kementerian BUMN, Jakarta. Rusdi mengatakan tujuan kedatangannya ini adalah menyampaikan langsung kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan mengenai rencana pembelian N219 itu secepatnya.

"Kami ingin bekerjasama dengan PT DI," ujar Rusdi.

Dahlan Iskan pun menjelaskan Rusdi berniat menggunakan N219 untuk armada Lion Air karena ingin mendukung pengembangan pesawat buatan anak bangsa itu.

"Beliau ini kan beli pesawat banyak dari luar negeri, jadi ingin ikut kembangkan PT DI dengan membeli pesawat PT DI di yang betul-betul menjadi kebanggan," kata Dahlan usai acara silaturahmi.

Dahlan menjelaskan, saat ini model yang menjadi contoh atau prototipe N219 sedang dikembangkan. Ditargetkan selama 2 tahun pesawat ini sudah diproduksi.

"Perundingannya masih panjang tidak seperti beli kerupuk," kata Dahlan.

Indonesia Timur

Jika niatan ini terealisasi, Dahlan melanjutkan, Lion Air akan menjadi pelopor maskapai penerbangan swasta yang mengembangkan produk Indonesia. Dahlan berharap hal ini diikuti oleh maskapai penerbangan lainnya.

Pesawat perintis ini, Dahlan menambahkan, akan digunakan oleh Lion Air untuk melayani penerbangan rute kawasan Indonesia Timur. Selama ini, penerbangan jalur tersebut didominasi oleh maskapai plat merah Merpati Airlines.

"Tidak untuk menggantikan, cuma berapa rute, ini kan besar, bukan kecil. Merpati sekarang kan sedikit sekali," kata Dahlan.

menurut Dahlan, Rusdi pun menjanjikan akan menpromosikan pesawat PT DI di pasar Internasional. "Dia akan bantu pasarkan di luar," kata Dahlan. (ren) 
 
sumber :
viva 

Tarif 17 Ruas Tol Akan Naik pada Agustus ini



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengatakan bahwa perusahaan jalan tol akan menaikkan tarif 17 ruas tol mulai semester II 2013 yaitu mulai Bulan Agustus. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Indonesia Ahmad Gani Ghazali Akman mengatakan bahwa perusahaan jalan tol yang akan menaikkan tariff tol telah menyodorkan dokumen sejak dua sampai tiga bulan yang lalu. 

Pihaknya mengakui, kenaikan tarif tersebut sesuai dengan Undang-Undang No. 38/2004 tentang jalan yang mengatur kenaikan tarif tol terjadi setiap dua tahun sekali. Menurutnya, kenaikan tarif ruas tol tersebut dipatok berdasarkan besaran inflasi yang terjadi di masing-masing wilayah tol tersebut.

‘'Penyesuaian tarif akan diizinkan, apabila memenuhi standar pelayanan minumum (SPM) yang merupakan salah satu syarat kenaikan tarif,’’ ujar Ahmad di Jakarta, Senin (12/8). 

Pihaknya mengaku sudah melakukan pengecekan ke lapangan sebelum Idul Fitri beberapa waktu lalu. Dari pengecekan itu, pihaknya memberikan daftar perbaikan yang harus dipenuhi BUJT. ''Kami akan memutuskan kepastian penaikan tarif 17 tol tersebut pada awal September 2013 melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pekerjaan Umum,'' ucapnya. 

Ahmad menyebutkan ruas tol yang akan mengalami kenaikan harga seperti ruas tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi I akan naik pada Agustus 2013. Kemudian ruas tol yang akan mengalami kenaikan harga pada September 2013 yaitu Tol Jagorawi, Jakarta-Tangerang, tol dalam kota, Jakarta Outer Ring Road (JORR), Padalarang-Cileunyi, Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Semarang Seksi ABC, Surabaya-Gempol, Palimanan-Kanci, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Serpong-Pondok Aren, Tangerang-Merak, Ujung Pandang Tahap I dan II, serta Pondok Ranji-Ulujami. Lalu tarif ruas tol Semarang-Solo, dan Bogor Ring Road (BORR) seksi I akan naik pada November 2013.

sumber :

2 BUMN Ini Bakal Bikin Jet Tempur Sekelas F22 dan Kapal Selam Canggih

ilustrasi

Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia bakal menerima penugasan pemerintah merancang dan mengembangkan pesawat tempur dan kapal selam canggih. Tugas ini diberikan kepada PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT PAL.

Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, PTDI saat ini sedang dalam proses mengembangkan desain pesawat tempur canggih sekelas F22 bersama Korea Selatan.

"Pilihannya mau tetap seperti sama dengan F22 atau naik ke F35," ucap Purnomo kepada detikFinance lebaran lalu seperti dikutip, Senin (12/8/2013).

Ditegaskan Purnomo, program pengembangan yang bernama Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) ini tetap berjalan, meskipun pemerintah Korsel sempat terjadi penghentian sementara. Untuk pengembangan jet tempur ini, Indonesia mengambil porsi pembiayaan hingga 20% dari total anggaran proyek.

"Dulu kita sudah siapkan skema pembiayaan dan DPR sudah setuju. DPR kan sudah lihat desain kita yang di Bandung. Hanya kita nunggu dari Korea. Ini kan pemerintahan baru, nanti akan ada hubungan 60 tahun Indonesia Korea. Kita akan menandatangani pengukuhan kerjasama pertahanan," tambahnya.

Selain mengembangkan jet tempur, BUMN lainnya yakni PT PAL siap menerima penugasan untuk mengembangkan kapal selam canggih bersama Korsel. Untuk kapal selam, tahap awal akan diproduksi sebanyak 2 unit di Korsel.

Kemudian PAL akan memproduksi sendiri kapal selam canggih di galangan kapalnya di Surabaya Jawa Timur pada tahun 2015 atau paling lambat tahun 2016.

"Itu sekarang pertama kedua sedang dibuat di Korea. setelah itu dibuat di PT PAL. Di PT PAL kita renovasi dulu kita buat dulu hanggar menjadi tempat pembuatan kapal selam," jelasnya.
 
sumber :

Rabu, 07 Agustus 2013

Dampak Pembukaan Tol, Lalu Lintas Jalur Alternatif Lengang

ilustrasi (foto : antara)
UNGARAN, suaramerdeka.com - Meski sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh Pemkab Semarang dan Satlantas Polres Semarang, sejumlah jalur alternatif di Kabupaten Semarang hingga H-2 justru terlihat lenggang. Seperti alternatif dalam kota misalnya, jalan Ungaran-Beji tembus Babadan terpantau sepi hanya dilewati warga lokal. Begitu pula dengan alternatif Ambarawa dari arah Tuntang.

"Jalur alternatif cenderung lenggang, pengguna jalan terutama pesepeda motor memilih lewat jalur utama karena sepi menyusul kendaraan golongan I banyak yang lewat tol ruas Ungaran-Bawen," kata Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Gusman Fitra, Selasa (6/8).

Pihaknya memperkirakan, jalur alternatif akan ramai pada Lebaran nanti menyusul banyak dimanfaatkan oleh pemudik lokal yang notabene sudah terbiasa melalui jalur luar tersebut.

"Kemungkinan pengguna jalur alternatif akan meningkat pada H1 dan H2 Lebaran, mengingat jalur tersebut menjadi jalur utama untuk beraktivitas," lanjutnya.

Ditemui terpisah, Argo Wicaksana (29) pemudik motor tujuan Sragen mengaku lebih memilih jalur utama untuk menghindari salah jalur menuju wilayah Surakarta. "Apapun yang terjadi, walaupun sekalipun arusnya tersendat saya akan memilih jalur utama bukan alternatif untuk menghindari salah arah," paparnya.

Meski relatif lenggang, Kasat Lantas menghimbau pengguna jalan untuk waspada serta tidak zig zag saat melaju di jalur utama dan jalur alternatif Kabupaten Semarang. Patuhi semua rambu rambu dan petunjuk agar tidak salah arah tujuan.

"Patroli terbatas tetap kami lakukan mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, bagi pengguna jalan yang membutuhkan bantuan Saltantas bisa menghubungi call center 087747878000 atau sms center 0246922139," tukasnya.

Ditambahkan Kepala Dishubkominfo Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryanto, Lebaran nanti pihaknya akan memberlakukan satu jalur arah Bandungan. Pengguna jalan yang akan menuju Bandungan akan diarahkan masuk melalui Ambarawa karena jalur Lemah Abang akan dipergunakan untuk jalur turun atau keluar Bandungan.

"Kantong parkir akan kami sediakan di halaman Kecamatan Bandungan dan Kompleks PT KAI Bandungan. Warga yang akan menuju Gedongsongo akan disediakan angkutan oleh Organda," tambahnya.
 
sumber :

Selasa, 06 Agustus 2013

Pengguna Jalan Tol Semarang-Bawen Tembus 28 Ribu

pemudikmelintas tol (sumber : viva)
UNGARAN, suaramerdeka.com - Hingga H-3 Lebaran 2013, jumlah kendaraan pemudik dalam hal ini kendaraan golongan I yang melalui jalan tol ruas Semarang-Bawen sudah mencapai lebih kurang 28 ribu unit. Capaian tersebut terjadi pada Senin (5/8) dinihari. Data terkini yang tercatat sudah memecahkan jumlah dalam periode yang sama pada 2012 silam, yakni hanya mencapai 27 ribu kendaraan.

"Puncak arus balik kami perkirakan sudah terjadi Minggu (4/8) malam hingga Senin (5/8) dini hari. Meski demikian, dari pantauan CCTV Traffic Management Center (TMC) Satlantas Polres Semarang hingga malam ini terpantau arus di dalam tol masih ramai didominasi kendaraan kecil pribadi," kata Kapolres Semarang AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan melalui Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Gusman Fitra.

Menyikapi arus yang masih cenderung padat, pihaknya telah memerintahkan anggota untuk tetap siaga terutama di titik rawan kecelakaan. Di dua persimpangan sebidang di Lingkungan Deres, dan Larangan Bawen, Kabupaten Semarang.

"Tindakan tersebut kami terapkan mengingat pada malam hingga dini hari kecepatan kendaraan yang melalui tol cenderung bertambah. Upaya lain diantaranya dengan menambahkan sejumlah garis kejut untuk menghidari pengemudi mengantuk sekaligus mengurangi laju," ujarnya.

Data dari pintu keluar tol Kalirejo Ungaran, dari pukul 09.00 Wib hingga 10.00 Wib tercatat ada 416 kendaraan yang melintas, pukul 11.00 Wib- 12.00 Wib ada 638 kendaraan, 12.00 Wib- 13.00 Wib ada 686 kendaraan, 13.00 Wib-14.00 Wib ada 479 kendaraan, dan pukul 14.00 Wib hingga 15.00 Wib terdapat 721 kendaraan yang melintas.

Sementara data dari petugas Pos Pengamanan Lebaran Pintu Keluar Tol Bawen diketahui, pukul 07.00 Wib hingga 08.00 Wib jumlah kendaraan yang keluar dari pintu tol Bawen mencapai 1.173 kendaraan, sedangkan pukul 13.00 Wib hingga 14.00 Wib ada 1.795 kendaraan yang melintas.

Arus kendaraan yang melintas pintu keluar tol Bawen, lanjut Kasat Lantas, cenderung menurun. Dibuktikan dengan data pukul 16.00 Wib- 17.00 Wib terdapat 1.924 kendaraan, 17.00 Wib- 18.00 Wib ada 1.713 kendaraan, 18.00 Wib- 19.00 Wib ada 1.284 kendaraan, dan pantauan terakhir pukul 19.00 Wib hingga 20.00 Wib terdapat 865 kendaraan yang melintas arah ke Solo.

"Cara bertindak di pintu keluar tol Bawen juga masih sama, yakni dibuat putaran untuk menghindari persimpangan dari arah tol menuju ke jalur utama Semarang-Solo. Dengan begitu, pengguna jalan dengan sendirinya akan memperlambat laju kendaraan. Kami bersama petugas PT Trans Marga Jateng terus mengintensifkan patroli dan mempersiapkan model rekayasa untuk jalur balik nanti," tutur Kasat Lantas.
 
sumber :