javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Rabu, 17 Juli 2013

MUDIK LEBARAN 2013 : Gubernur Jateng Pastikan Tol Ungaran-Bawen Bisa Dilalui

ilustrasi
Solopos.com, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Bibit Waluyo menjamin jalan tol Ungaran-Bawen bisa digunakan pada arus mudik dan balik Lebaran 2013.

“Nanti separuh jalan tol Ungaran-Bawen sudah bisa dilalui kendaraan pemudik pada arus mudik dan balik Lebaran,” katanya kepada wartawan seusai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian Jl Pahlawan, Kota Semarang, Selasa (16/7/2013).

Menurut gubernur, pekerjaan yang berat-berat sudah rampung dikerjakan, tinggal menyelesaikan yang ringan-ringan. Para pekerja, terus bekerja keras untuk merampungkan jalan tol Ungaran-Bawen supaya bisa dilalui pada arus mudik Lebaran.

”Kendaraan bisa ndlidig dari jalan tol Krapyak [Kota Semarang] sampai Bawen [Kabupaten Semarang] terus dilanjutkan ke Solo atau Magelang dan Wonosobo. Pokoke ngitir,” bebernya.

Mantan Pangdam IV/Diponegoro ini meminta supaya menghentikan polemik, bahwa pembukaan jalan tol Ungaran-Bawen akan menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di Bawen.

Bibit meminta supaya orang atau pengamat jangan asal memberikan komentar, karena insinyur yang mengerjakan jalan tol Ungaran-Bawen lebih tahu.

”Hentikan polemik bahwa Bawen nantinya akan terjadi kemacetan. Insinyur itu orang pintar, lebih tahu yang dikerjakan,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, gubernur, juga menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menghadapi arus mudik Lebaran 2013.
Perbaikan infrastruktur jalan yang rusak, sekarang sedang terus dikerjakan oleh Dinas Bina Marga yang diharapkan segera selesai.

”Perbaikan jalan memang manghadapi kendala seringnya turun hujan, tapi akan selesai sebelum arus mudik Lebaran,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Organisasi Pengusaha Nasional Kendaraan Bermotor di Jalan (Organda) Jateng, Karsidi Budi Anggoro, mengungkapkan untuk angkutan mudik dan balik Lebaran 2013 telah menyiapkan sebanyak 6.300 unit bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan 3.500 unit bus antarkota antarprovinsi (AKAP). 
 
sumber :

Selasa, 16 Juli 2013

Tol Ungaran-Bawen Siap untuk Arus Mudik Lebaran

Ilustrasi Pembangunan jalan tol. Tempo/Subekti
TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menjamin jalan tol Semarang-Solo seksi II Ungaran-Bawen bakal bisa digunakan untuk arus mudik Lebaran tahun ini. "Pokoknya siap untuk digunakan para pemudik," kata Bibit Waluyo, Selasa, 16 Juli 2013. "Tol Ungaran-Bawen ini bisa mengurangi arus kemacetan di Semarang."

Difungsikannya jalan tol ini justru dikhawatirkan menambah kemacetan di pintu keluar bagian Bawen. Selama ini jalur Ungaran-Bawen lalu lintasnya sangat padat. "Itu tidak benar karena penggunaan tol di Bawen sudah diperhitungkan dengan baik," kata Bibit.

Saat ini, pembangunan tol Ungaran-Bawen dalam tahap akhir. Direktur Utama PT Trans Marga Jateng Djajat Sudrajat mengatakan, sebenarnya proyek ini direncanakan selesai pada akhir Oktober 2013. Akan tetapi, karena ada kepentingan arus mudik, maka dipercepat penyelesaiannya. Kemungkinan penggunaan tol ini tidak penuh selama arus mudik dan arus balik. "Nanti baru satu jalur yang digunakan," kata Djajat Sudrajat.

PT Trans Marga mempercepat pengerjaan beberapa titik jalan tol yang belum rampung. Seperti jalur di Bukit di Lemah Ireng yang masih dalam proses penggalian batu sedalam 56 meter. Pemasangan rambu-rambu dan kelengkapan fasilitas tol juga masih dalam pengerjaan.

Tol Ungaran-Bawen merupakan bagian dari proyek tol Semarang-Solo yang juga program jalan tol Trans Jawa. Tol Semarang-Solo sepanjang 75,66 kilometer dibangun dengan investasi Rp 6,011 triliun oleh PT Trans Marga Jateng, anak perusahaan PT Jasa Marga yang berpatungan dengan BUMD Jawa Tengah, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah.

Sedangkan jalur Ungaran-Bawen merupakan lanjutan dari seksi I, Semarang-Ungaran sepanjang 11,3 kilometer yang sudah difungsikan tahun lalu. Setelah seksi II (Ungaran-Bawen), pembangunan tol akan dilanjutkan seksi III (Bawen-Salatiga) sepanjang 17,04 kilometer, seksi IV (Salatiga-Boyolali) 22,85 kilometer, dan seksi V (Boyolali-Solo) 13,57 kilometer. Proyek tol Semarang-Solo direncanakan selesai pada akhir 2014.

sumber :

Presiden Diharapkan Tunjuk BUMN Pengelola Tol Sumatera

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secepatnya menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menangani pembangunan jalan tol di Pulau Sumatera.

Dia menyebutkan, jika BUMN seperti PT Jasa Marga (Persero) Tbk berperan sebagai pengelola sejumlah ruas tol di Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali, maka diperlukan BUMN khusus menangani pembangunan sejumlah ruas tol di Pulau Sumatera.

Rencananya pemerintah akan membangun empat ruas tol di Pulau Sumatera, yang akan dikerjakan pada September 2013. Empat ruas tol Sumatera terdiri atas Medan-Binjai sepanjang 16,8 kilometer (km) dengan nilai investasi Rp 2 triliun dan Pekanbaru-Dumai 135 km dengan investasi Rp 14,7 triliun.Selain itu, ruas tol Palembang-Indralaya sepanjang 22 km dengan investasi Rp 1 triliun dan ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 150 km dengan nilai investasi Rp 13,8 triliun.“Jalur trans Sumatera yang jelas akan ditunjuk BUMN yang 100 persen modalnya milik negara. 

Tetapi siapa yang akan ditunjuk belum ditentukan dan Perpres-nya juga masih dalam proses,” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/7).Djoko dipanggil Presiden untuk menjelaskan tentang kesiapan jalur mudik menjelang Idul Fitri, pada Agustus 2013 mendatang. 

Disebutkan bahwa saat ini masih dilakukan perbaikan di sejumlah ruas jalan raya, khususnya di Jalur Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa dan diharapkan rampung sepekan menjelang Idul Fitri.Dia mengaku, telah menyampaikan kepada Presiden mengenai keinginannya untuk membentuk BUMN baru, yang khusus menangani pembangunan tol Pulau Sumatera. Namun, lanjutnya, penunjukan itu adalah domain Presiden.“Biar lebih fokus. Di samping itu, kalau sekarang ada perusahaan yang menangani kontrak, contracting ada, real estate ada, jalan tol juga ada,” kata Djoko.

Penulis: Nov/WBP
Sumber:Investor Daily

Proyek Tol Bawen-Solo Ditenderkan 

SEMARANG- Proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo akan memasuki tahap kedua, yakni ruas Bawen-Solo. PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola proyek menegaskan, pembangunan tol sepanjang 49,81 kilometer itu akan memasuki proses tender pada triwulan III 2013, antara Juli-September.

Direktur Utama TMJ Jajat Sudrajat menyatakan proses tender ini dilaksanakan untuk memberikan waktu yang cukup bagi penyedia jasa, sehingga mereka bisa memberikan penawaran akurat. ”Tender konstruksi tol Bawen-Solo ini terbagi dalam tiga seksi dan sembilan paket,” katanya. 

Adapun tiga seksi tol Bawen-Solo itu meliputi ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,57 kilometer, Salatiga-Boyolali 24,5 kilometer, dan Boyolali-Kartasura 7,74 kilometer.Untuk pengerjaan tol itu akan membebaskan lahan seluas 450,56 hektare yang melewati 47 desa dan 34 kecamatan. 

Dana untuk pembebasan lahan yang sudah disediakan badan layanan umum (BLU) pemerintah mencapai Rp 550 miliar. Untuk konstruksi fisik tol mencapai Rp 1,93 triliun. Jajat menegaskan, pembebasan tanah untuk proyek tol Bawen-Solo sejauh ini berjalan lancar.

”Pembayaran sudah dilakukan di Boyolali, sedangkan di Salatiga juga sudah dilakukan musyawarah. Selanjutnya, ini akan disusul Kabupaten Semarang,” ungkapnya. 

Jika pembebasan tanah lancar, TMJ menargetkan penyelesaian tol Semarang- Solo bisa dilakukan pada akhir 2014.Namun, jika pembebasan tanah terkendala, target penyelesaian tol ini pada awal 2015. 75 Persen Direktur Teknik dan Operasi PTTMJ Ari Nugroho menyatakan, tender siap dilaksanakan apabila proses pembebasan lahan sudah mencapai 75 persen. 

”Hingga Minggu (7/7), pembebasan lahan baru mencapai 15 persen. Kami optimistis pada triwulan III pembebasan lahan bisa mencapai 75 persen, terlebih lagi proses pembebasannya kini berjalan lancar,” tandasnya.

TMJ telah mempersiapkan uang Rp 4,6 triliun untuk pembebasan lahan proyek tol Semarang- Solo, termasuk di dalamnya ruas Bawen-Solo. Sementara itu, pembangunan ruas tol Ungaran-Bawen kini dilakukan percepatan supaya bisa digunakan untuk arus mudik dan balik Lebaran. 

Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri meminta penggarap ruas tol Ungaran- Bawen supaya menjaga kualitas proyek demi kenyamanan pemudik. Politikus PDIP ini juga berharap agar rambu-rambu penunjuk jalan bisa dipasang agar tidak menyesatkan pemudik.

”Komunikasi terus kami lakukan dengan TMJ guna membahas kesiapan ruas tol Ungaran-Bawen untuk arus mudik Lebaran. Kami berharap pemanfaatan tol Ungaran- Bawen bagi pemudik ini jangan sampai justru memindah kemacetan, khususnya di titik pintu keluar Bawen,” tandasnya. 

Rekayasa lalu lintas mobil yang melintas di pintu keluar Tol Bawen perlu dipikirkan agar tertib dan lancar. Sebab, di titik itu berpotensi terjadi penumpukan kendaraan yang lewat tol dan jalur utama Semarang- Solo. (J17,H68,H86-71)

Sumber :
http://www.suaramerdeka.com/v2/index.php/read/cetak/2013/07/08/230128/Proyek-Tol-Bawen-Solo-Ditenderkan


Senin, 15 Juli 2013

Jateng hentikan penyertaan modal tol Semarang-Solo

Sejumlah pekerja menggunakan alat berat pada pembangunan Jalan Tol 
Semarang-Solo Seksi Ungaran-Bawen, di Kab. Semarang, Jateng, 
Senin (29/10/12). (ANTARA/R. Rekotomo)

Semarang (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghentikan penyertaan modal pada proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo karena dinilai memberatkan.

"Penghentian penyertaan modal sebesar Rp948 miliar itu belum keputusan tapi merupakan hasil rapat di PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah pada pekan lalu," kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono di Semarang, Senin.

Pemprov Jateng sebelumnya telah memberikan penyertaan modal Rp600 miliar lebih sehingga memiliki saham sekitar 16 persen pada proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo.

"Jika Pemprov Jateng memberikan penyertaan modal lagi maka saham kita akan menjadi 40 persen, namun kemampuan kita tidak sebesar itu sehingga dihentikan," ujarnya.

Penghentian penyertaan modal oleh Pemprov Jateng, katanya, tidak menyebabkan proyek jalan tol Semarang-Solo menjadi terhenti.

"Pembangunan jalan tol Semarang-Solo tetap dilanjutkan tapi dilakukan oleh PT Jasa Marga pusat," katanya.

Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang ditemui terpisah mengatakan pemprov setempat tidak mampu memberikan tambahan penyertaan modal untuk proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo.

"Kita tidak mampu memberikan penyertaan modal sebesar itu, apalagi keuntungan dari proyek ini baru bisa dirasakan setelah 20-25 tahun," ujarnya.

PT SPJT bekerja sama dengan PT Jasa Marga membangun proyek jalan tol Semarang-Solo dengan pengelolanya PT Trans Marga Jateng.

Selain didanai oleh dua perusahaan milik pemerintah itu, pembangunan jalan tol Semarang-Solo juga mendapat dana talangan sebesar Rp4,7 triliun dari sejumlah bank pemerintah.
 
sumber :

Dahlan Bakal Tunjuk BUMN Penggarap Proyek Jembatan Selat Sunda

Bagian dari cetak biru proyek Jembatan Selat Sunda. (sumber: Istimewa)

Jakarta - Pemerintah menyatakan BUMN yang akan menggarap proyek Jembatan Selat Sunda atau Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) bersama dengan perusahaan pemrakarsa, yakni PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) akan ditunjuk langsung oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan. BUMN tersebut dipastikan bergerak dibidang infrastruktur, atau yang biasa disebut BUMN Karya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku kewenangan penunjukkan BUMN penggarap proyek KSISS berada sepenuhnya ditangan Menteri terkait, dalam hal ini Menteri BUMN. Dengan demikian BUMN tersebut diharapkan dapat bekerja optimal apabila pemerintah memilih opsi pendanaan studi kelayakan (FS) proyek tersebut dilakukan oleh BUMN dan Pemrakarsa.

"Itu terserah pak Dahlan nanti menunjuk (BUMN) yang mana. Saya ndak tahu mana yang capable dan tentu saja BUMN yang berkaitan dengan infrastruktur atau yang biasa disebut dengan bumn karya. Nggak ujuk-ujuk tiba-tiba PTPN 13 atau PTPN 3 membangun JSS, kan gak bener juga," ujar Hatta dikantornya, Jakarta, Senin (15/7).

Lebih lanjut Hatta menjelaskan saat ini tim tujuh, yang diketuai Menteri Keuangan, sudah mengusulkan dua opsi dalam pendanaan FS proyek KSISS, yakni dengan APBN atau melalui BUMN yang menggandeng perusahaan pemrakarsa. Sebagai ketua dewan pengarah Tim Tujuh, katanya, Hatta menyatakan hanya mendengarkan usulan yang ada sebelum meneruskan ke Presiden untuk diputuskan.

Untuk opsi pertama, yakni pendanaan FS melalui APBN, Hatta memastikan tidak bisa dilaksanakan pada tahun ini dan juga apda 2014, mengingat saat ini pemerintah tengah melakukan pembahasan RAPBN dengan DPR.

Sedangkan untuk opsi kedua, yakni pendanaan FS melalui BUMN dan perusahaan pemrakarsa, maka Tim tujuh juga harus menentukan bentuk kongsinya.

"Misalnya Menteri Keuangan setuju pakai dana APBN, ya diusulkan kepada DPR. Jadi gak mungkin 2014 ini karena APBN 2014 sedang dibahas. (pada opsi kedua) BUMN dan pemrakarsa juga harus diselesaikan juga oleh tim tujuh bagaimana nanti itu mereka bentuknya, dan sebagainya," jelasnya.

Hatta juga menegaskan Ketua Dewan Pengarah Tim Tujuh tidak bisa memutuskan opsi tersebut secara sepihak. Keputusan opsi tersebut dinilai merupakan hasil dari masukan semua anggota Tim Tujuh.

"Saya berharap FS-nya itu selesai di 2014 ini. Kalau dikerjakan satu tahun kan 2014 akhir bisa selesai. Tapi kalau groundbreaking saya kira waktunya sudah mepet. Kita sudah kehilangan waktu tiga tahun," tandasnya.

Penulis: WYU/FER
Sumber:Investor Daily

Jumat, 12 Juli 2013

PROYEK TOL SOKER : Warga Kadipiro Bedol Desa ke Luar Solo

Overpass Tol Solo-Kertosono (Burhan Aris Nugraha/JIBI/Espos)
Solopos.com, SOLO--Puluhan warga Kadipiro yang terkena proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono (Soker) ramai-ramai bedol desa. Mereka mulai membongkar dan boyongan pindah ke lokasi baru.

Berdasarkan pantauan solopos.com, Jumat (12/7/2013), terlihat aktivitas bongkar bangunan rumah warga di wilayah Ngipang, Kadipiro. Warga yang terkena proyek pembangunan jalan tol mulai melakukan pembongkaran bangunan secara mandiri dua pekan terakhir. Warga kemudian boyongan pindah ke luar Solo, seperti wilayah Colomadu, Karanganyar; Ngemplak, Boyolali maupun Kuyudan, Kartasura, Sukoharjo.

Seperti disampaikan warga RT008 RW028 Wiyono, sudah mulai melakukan proses pembongkaran bangunan sejak dua pekan terakhir. Pembongkaran bangunan dilakukan setelah menerima ganti rugi tanah dan bangunan yang bakal terkena proyek jalan tol Soker. Dia mengatakan pindah di kawasan Koyudan, Kartasura.

“Beli tanah lagi di Solo uang ganti rugi tidak cukup. Hanya dapat Rp190 juta. Padahal harga di sini tanah seluas 100 meter persegi saja harganya di atas 250 juta,” katanya.

Dia mengatakan terpaksa membeli tanah di kawasan luar Solo. Dikatakanya, mayoritas warga yang terkena proyek jalan tol pindah ke luar Solo. Menurutnya hanya sebagian warga yang tetap membeli tanah dan bangunan di wilayah Solo. Dia mengaku berat hati meninggalkan Kota Solo. Apalagi harus berpisah dengan tetangga yang sudah belasan tahun bersama. Semula, imbuh dia, warga berencana membeli tanah dan bangunan dalam satu lokasi. Namun kenyataannya tidak ada tanah yang luasannya sesuai keinginan warga. “Jadi sekarang pisah. Sedih juga meninggalkan tetangga yang sudah kenal lama,” katanya.

Dia mengatakan bersama warga lain diberi tenggat hingga dua bulan untuk membersihkan bangunan rumahnya. Warga, lanjut dia, memilih membongkar bangunan secara mandiri. Hal ini mengingat masih membutuhkan beberapa material bangunan untuk digunakan di lokasi relokasi.

Warga lain, Agus mengatakan telah menerima pencairan dana ganti rugi tol pada gelombang pertama. Besaran ganti rugi terbagi dalam tiga kelompok, yakni kelompok I Rp850.000 per meter persegi, kelompok II senilai Rp930.000 per meter persegi dan kelompok III senilai Rp800.000 per meter persegi.

“Kami masuk kelompok I dan telah menerima ganti rugi. Ini siap pindahan,” tuturnya. Sesuai rencana, dia menambahkan menempati tanah dan bangunan di daerah Klodran. Kini, dia mengatakan mulai mempersiapkan diri boyongan ke rumah baru.
Warga lainnya, Nurul justru mengaku tetap memilih membeli tanah dan banguna di Kota Solo. Meskipun tanah dan bangunan yang akan ditempatinya nanti jauh lebih kecil dibanding yang lama. “Jadi kami ini bukan terima ganti untung, tapi benar-benar ganti rugi. Karena tombok beli tanah dan bangunan yang baru,” katanya.

Lurah Kadipiro Sugeng Budi Prasetyo mengakui banyaknya warga Kadipiro yang terkena proyek tol akhirnya meninggalkan Kota Solo. Mereka membeli tanah dan bangunan di luar Solo. Tercatat, dia mengatakan ada puluhan bangunan yang kena tol dari total 57 bidang. Mereka saat ini sudah mulai proses pembongkaran bangunan. 
 
sumber :

TOL SOKER : Gradien Kemiringan Overpass Maksimal Enam Persen

Solopos.com, BOYOLALI – Pembangunan overpass pada proyek Tol Solo-Kertosono (Soker) khususnya di wilayah Kecamatan Ngemplak, Boyolali akan diupayakan memiliki gradien kemiringan maksimal enam persen. Hal itu dilakukan agar warga tidak kesulitan menyeberangi tol melalui fasilitas tersebut.
Overpass tol Soker di Ngemplak Boyolali.
(Dok/Solopos/Burhan Aris Nugraha)

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Soker, Agung Sutarjo, saat ditemui Solopos.com 


di kantornya, Kamis (11/7/2013), mengatakan pihaknya kini tengah membahas wacana tersebut. Menurutnya, pembahasan itu dilakukan setelah para kades dan tokoh masyarakat mengeluhkan ketinggian overpass yang mencapai delapan meter.

“Ketakutan warga kan kalau nanti kesulitan naik dan turun overpass karena kemiringan jalan menuju ke atas terlalu curam. Kami menangkap itu dan mengupayakan agar gradien kemiringan maksimal menjadi enam persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gradien yang dimaksudkannya adalah sudut kemiringan jalan penghubung dari titik bawah sampai ke jembatan atas. Menurutnya, dengan batas maksimal enam persen, ia berencana mengawali landasan naik dari jarak sekitar 130 meter dari tiang overpass.

“Sementara ini, jarak lahan yang sudah dibebaskan untuk penyelesaian overpass berkisar antara 75 meter-100 meter. Kami akan perpanjang lagi agar sudut kemiringan jalannya menjadi semakin kecil. Dengan demikian, warga tidak perlu khawatir melalui overpass tersebut,” kata dia.

Ia berencana meminta PT Hutama Karya sebagai rekanan proyek untuk mengerjakan pilot project overpass di Desa Sindon, Ngemplak. Ia berharap, setelah overpass di Sindon rampung, warga dari desa lain bisa melihat dan tak lagi merasa takut dengan adanya overpass.

“Pada jalan penghubung antara bagian bawah dengan jembatan atas, awalnya akan dibuat dengan pembuatan dinding sehingga di bawahnya padat. Tetapi, kami masih membahas untuk membuatnya menjadi semacam jembatan yang disangga dengan pilar-pilar beton. Area di bawah jembatan penghubung itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan warga suatu saat nanti,” urainya.
 
sumber :

Rabu, 10 Juli 2013

Tol Ungaran-Bawen Difungsikan, Pemudik Dua Kali Berpindah Jalur

DENAH TOL: Grafis dan denah pengalihan jalur dalam 
tol selama mudik dan balik lebaran 2013. 
(suaramerdeka.com / Ranin Agung)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Proyek pembangunan jalan tol Semarang- Solo seksi II Ungaran- Bawen sudah dipastikan tidak dapat terselesaikan sebelum Lebaran. Namun, Dinas Bina Marga Jateng menegaskan, jalan tol sepanjang 11,9 kilometer ini siap difungsikan untuk pelayanan arus mudik dan balik Lebaran.

Dalam hal ini, pemudik yang melintasi tol akan dua kali berpindah jalur dari A (Ungaran-Bawen) ke B (Bawen-Ungaran). Kepala Dinas Bina Marga Jateng Bambang Nugroho Kristiadji mengatakan, rekayasa lalu lintas dengan cara memindahkan jalur ini dilakukan di dua titik pembangunan proyek tol yang belum terselesaikan di Bawen, Kabupaten Semarang.

Salah satunya di lokasi pengeprasan bukit Derekan, Bawen dengan ketinggian sekitar 56 meter. Baik saat arus mudik dan balik Lebaran, jalan tol nantinya hanya dibuka satu jalur dan dua lajur. Saat arus mudik, tol hanya dibuka dari Ungaran-Bawen, sedangkan dari arah sebaliknya akan ditutup.

"Pada arus mudik, kendaraan melintas di jalur A tapi khususnya di bukit Derekan akan berpindah ke jalur B. Perpindahan jalur ini akan terjadi di titik proyek pembangunan tol yang belum selesai," katanya.

Saat arus balik, tol hanya dibuka dari Bawen-Ungaran, sedangkan dari arah sebaliknya juga ditutup. Hingga kini, pengeprasan bukit masih terus berlangsung dan akan berhenti pada H-10 Lebaran. Pengelola proyek juga telah menyiapkan rambu-rambu bagi pemudik terkait perpindahan jalur di tol tersebut.

Sesuai perkembangannya, Bambang menjelaskan, dua jalur tol Ungaran-Bawen ini sudah bisa terbuka pada Oktober mendatang.
 
sumber :

Selasa, 09 Juli 2013

Proyek Tol Bawen-Solo Ditenderkan

tol seksi ungaran bawen (foto:tribunnews.com)
SEMARANG- Proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo akan memasuki tahap kedua, yakni ruas Bawen-Solo. PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola proyek menegaskan, pembangunan tol sepanjang 49,81 kilometer itu akan memasuki proses tender pada triwulan III 2013, antara Juli-September.

Direktur Utama TMJ Jajat Sudrajat menyatakan proses tender ini dilaksanakan untuk memberikan waktu yang cukup bagi penyedia jasa, sehingga mereka bisa memberikan penawaran akurat. ”Tender konstruksi tol Bawen-Solo ini terbagi dalam tiga seksi dan sembilan paket,” katanya. Adapun tiga seksi tol Bawen-Solo itu meliputi ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,57 kilometer, Salatiga-Boyolali 24,5 kilometer, dan Boyolali-Kartasura 7,74 kilometer.

Untuk pengerjaan tol itu akan membebaskan lahan seluas 450,56 hektare yang melewati 47 desa dan 34 kecamatan. Dana untuk pembebasan lahan yang sudah disediakan badan layanan umum (BLU) pemerintah mencapai Rp 550 miliar. Untuk konstruksi fisik tol mencapai Rp 1,93 triliun. Jajat menegaskan, pembebasan tanah untuk proyek tol Bawen-Solo sejauh ini berjalan lancar.

”Pembayaran sudah dilakukan di Boyolali, sedangkan di Salatiga juga sudah dilakukan musyawarah. Selanjutnya, ini akan disusul Kabupaten Semarang,” ungkapnya. Jika pembebasan tanah lancar, TMJ menargetkan penyelesaian tol Semarang- Solo bisa dilakukan pada akhir 2014.

Namun, jika pembebasan tanah terkendala, target penyelesaian tol ini pada awal 2015. 75 Persen Direktur Teknik dan Operasi PTTMJ Ari Nugroho menyatakan, tender siap dilaksanakan apabila proses pembebasan lahan sudah mencapai 75 persen. ”Hingga Minggu (7/7), pembebasan lahan baru mencapai 15 persen. Kami optimistis pada triwulan III pembebasan lahan bisa mencapai 75 persen, terlebih lagi proses pembebasannya kini berjalan lancar,” tandasnya.

TMJ telah mempersiapkan uang Rp 4,6 triliun untuk pembebasan lahan proyek tol Semarang- Solo, termasuk di dalamnya ruas Bawen-Solo. Sementara itu, pembangunan ruas tol Ungaran-Bawen kini dilakukan percepatan supaya bisa digunakan untuk arus mudik dan balik Lebaran. Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri meminta penggarap ruas tol Ungaran- Bawen supaya menjaga kualitas proyek demi kenyamanan pemudik. Politikus PDIP ini juga berharap agar rambu-rambu penunjuk jalan bisa dipasang agar tidak menyesatkan pemudik.

”Komunikasi terus kami lakukan dengan TMJ guna membahas kesiapan ruas tol Ungaran-Bawen untuk arus mudik Lebaran. Kami berharap pemanfaatan tol Ungaran- Bawen bagi pemudik ini jangan sampai justru memindah kemacetan, khususnya di titik pintu keluar Bawen,” tandasnya. Rekayasa lalu lintas mobil yang melintas di pintu keluar Tol Bawen perlu dipikirkan agar tertib dan lancar. Sebab, di titik itu berpotensi terjadi penumpukan kendaraan yang lewat tol dan jalur utama Semarang- Solo. (J17,H68,H86-71)
 
sumber :