javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Kamis, 11 April 2013

RENOVASI MASJID AL-HARAM : Perusahaan Indonesia Terpilih Jadi Kontraktor

Foto Masjid Al Haram
JIBI/Harian Jogja/Reuters
JAKARTA–Proyek renovasi Masjid Al-Haram ternyata melibatkan perusahaan konstruksi dari Indonesia.

Perusahaan pelat merah PT Waskita Karya adalah pihak yang mendapat kesempatan menangani proyek renovasi salah satu masjid terbesar di Arab Saudi itu. Waskita dalam proyek itu bertindak sebagai kontraktor.

Direktur Utama Waskita Karya M Choliq mengungkapkan pengerjaan renovasi masjid tersebut akan dimulai dalam waktu dekat ini, setelah musim haji selesai.

“Nilai kontraknya saya tidak ingat tapi lumayan. Kita akan kerjakan bertahap dan merupakan proyek jangka panjang 5-10 tahun ke depan,” ujarnya ketika ditemui di DPR, Jakarta, Rabu (10/4).

Ia menjelaskan, pengerjaan proyek tersebut digarap bersama mitra lokal di Arab Saudi yakni Bin Laden Group. Dalam rencana masjid itu akan dibuat bertingkat untuk menampung jemaat haji.

Proyek itu baru didapat tahun ini dan akan dikerjakan secara berlanjut karena masjid tersebut sering digunakan ketika musim haji. Sehingga pengerjaan hanya dapat dilakukan ketika sebelum dan sesudah musim haji.

Choliq menambahkan perusahaan juga akan menyasar pasar luar negeri.

Namun ia enggan menyebutkan proyek-proyek yang disasar. Sejauh ini Waskita telah menggarap beberapa proyek di Timur Tengah dan proyek jalan di Timor Leste.

“Kalau yang diincar saya belum bisa ungkapkan,” jelas Choliq. 
 
sumber :

Senin, 08 April 2013

JAMINAN HUKUM PROYEK: Jalan Tol Trans Sumatra Perlu Perpres

PALEMBANG – Kementerian BUMN mendorong agar Perpres tentang pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra dapat segera terbit, sehingga PT Hutama Karya bisa merealisasikan proyek sepanjang lebih dari 1.000 kilometer itu.

Menteri BUMN Dahlan Iskan memerkirakan Perpres yang penerbitannya telah molor dari rencana awal itu tidak lama lagi akan keluar.

“Semua menteri sudah setuju dengan rencana ini, saya kira tidak lama lagi akan dinaikkan ke Presiden, kita tunggu saja. Tentu dari Kementerian BUMN mendorong ini cepat terbit,” jelasnya seusai meresmikan ground breaking pabrik Pusri II B di Palembang, Senin (8/4).

Sebelumnya, PT Hutama Karya (HK) yang ditunjuk sebagai pemegang konsesi proyek Trans Sumatra High Way menargetkan dapat merealisasikan pembangunan 3 trase, yaitu Palembang-Indralaya, Medan-Binjai, dan Padang-Sicincin pada tahun ini.

Namun, hingga sekarang Perpres yang akan mengatur penyertaan modal negara untuk proyek itu belum juga keluar. Padahal, HK mengaku secara teknis perusahaan telah siap memulai proyek itu. (esu) 
 
sumber :

HUTAMA KARYA Siap Garap Jalan Tol Medan-Binjai Lewat Anak Usaha

ilustrasi
BISNIS.COM, JAKARTA - PT Hutama Karya menyatakan kesiapan ekuitas anak perusahaan untuk ruas tol Medan-Binjai yakni PT Hutama Prasarana Nusantara, menyusul segera dibangunnya jalan tol sepanjang 16 km tersebut.

Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Ari Widiyantoro mengatakan saat ini pembentukan anak usaha untuk Medan-Binjai sudah mencapai tahap perizinan komisaris.

"Setelah keluar izinnya maka ekuitas dari konsorsium sudah harus disetor," katanya saat dihubungi Bisnis, Senin (8/4/2013).

Adapun komposisi saham konsorsium tersebut, lanjutnya, Hutama Karya menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi kepemilikan sebesar 60%, sementara PTPN II, III, dan IV, serta perusahaan daerah Sumut masing-masing memegang 10% saham.

Untuk ekuitas anak usaha tersebut, paling tidak konsorsium harus menyiapkan dana Rp1,2 triliun, atau 30% dari total nilai investasi senilai Rp4 triliun.

Seperti yang diketahui, Hutama Karya mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk membangun tol sepanjang 2.700 km bernilai Rp360 triliun.

Meskipun perusahaan sudah melakukan banyak persiapan, namun sayangnya hingga kini payung hukum yang dijanjikan pemerintah dari awal tahun ini tak kunjung terbit.
 
sumber :

Tol Solo Kertosono : Ganti Rugi Lahan Tol III Cair

PEMBEBASAN TANAH PROYEK TOL–Warga mengendarai sepeda 
motornya melewati proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono, Selasa (2/4). 
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
BANJARSARI-Sebanyak tujuh warga Ngipang RT 08/RW XXVIII, mengaku lega lantaran uang ganti rugi pembebasan lahan untuk proyek Jalan Tol Solo-Kertosono bulan ini sudah dicairkan.

Pencairan dana ganti rugi ini tersebut, diberikan langsung kepada ketujuh warga dalam bentuk rekening tabungan di Kantor Kelurahan Kadipiro. Sugino, (50), salah seorang warga setempat, mengaku lega akhirnya bisa memperoleh uang ganti rugi pembebasan lahan Tol kategori III sebesar Rp 850.000/ meter persegi.

Katanya, lahan sawahnya seluas 1.165 hektare harus dijual ke pelaksana proyek dengan nilai sebesar itu, lantaran dinilai berada di lokasi yang kurang strategis. ”Lahan garapan atau sawah saya, itu berada di tengah-tengah perumahan,” ujarnya, Sabtu (6/4).

Menurut dia, dengan letak lahan yang kurang strategis itu juga karena, jauh dari akses transportasi. Sehingga, tidak lagi ideal untuk dipertahankan. ”Daripada tidak laku dijual ya lebih baik dijual ke pelaksana proyek tol saja yang memang dipakai untuk membangun Jalan Tol. Syukurlah, saat ini saya sudah mendapat ganti rugi senilai Rp 850.000/ meter persegi,” bebernya.

Menurutnya, sebelum dicairkan, pihak pelaksana proyek dan warga terlibat negosiasi yang cukup alot. Karena dianggap bisa dimanfaatkan lebih, dia dan warga lainnya sempat meminta ganti rugi yang cukup besar. ”Tapi ditolak. Dan akhirnya kita sepakat harga segitu saja,” imbuhnya.

Lurah Kadipiro sekaligus Anggota Panitia Pembebasan Tanah (P2T), Sugeng Budi Prasetyo, menambahkan, di wilayah Kadipiro ada tujuh warga yang menerima dana ganti rugi tol untuk lahan kategori III sebesar Rp 850.000/ meter persegi.

”Dulu yang sudah sepakat ada sebanyak 46 orang. Pada tahap pertama ini, diberikan ke tujuh orang dulu. Sementara, tahap kedua akan diberikan kepada 39 orang dalam waktu dekat,” terangnya.

Mayoritas lahan yang terkena pembebasan lahan adalah tanah pekarangan sawah tadah hujan. Untuk proses penyerahan ganti ruginya dilakukan dengan memberikan tabungan dan sertifikat tanah kepada tujuh warga.

Sementara, Waligi, Ketua Pelaksana Pembebasan Lahan Tol Solo-Kertosono, menuturkan, jika masih ada warga yang belum sepakat dengan nilai ganti rugi, pihaknya berjanji siap berkoordinasi lagi. ”Kita akan mengundang warga yang belum setuju dengan nilai ganti rugi. Kita negosiasi sampai tiga kali dan maksimal sampai 120 hari ke depan,” ungkapnya.

Jika negosiasi buntu, pihaknya terpaksa memberikan nilai penawaran harga ganti rugi yang paling tinggi supaya permasalahan secepatnya kelar. Hingga saat ini, pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Tol Solo-Kertosono sudah mencapai 70 persen. Dia sendiri, mengaku juga bertugas sebagai pelaksana pembebasan lahan di area Tol Solo-Mantingan I.

”Ada 3.000 warga yang terkena pembebasan lahan. Sekarang hanya menyisakan 150 warga saja. Kami berharap, proses ini bisa kelar pada tahun ini,” katanya. Fariz Fardianto
 
sumber :

Sabtu, 06 April 2013

Pembangunan Tol Cikapa: Warga Minta Ganti Rugi Tak Dikonsinyasikan

BERSITEGANG. Taman (kanan) warga desa Bongas Kulon tampak
 tegang saat memberikan aspirasi kepada tim pengadaan tanah 
pembebasan tol Cikopo-Palimanan serta Kejaksaan Tinggi Provinsi 
Jawa Barat, kemarin. [radarcirebon.com]
MAJALENGKA Network – Rencana pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan (Cikapa) yang antara lain bakal menggusur lahan milik warga Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, hingga kini masih tetap berkutat pada soal pembayaran ganti rugi tanah yang tak kunjung menemui titik terang penyelesaian. Sejumlah warga bahkan tetap ngotot menyikapi opsi pembayaran ganti rugi dikonsinyasikan ke Pengadilan Negeri (PN) yang diajukan pemerintah.

Seperti diberitakan Radar Cirebon.Com, mereka tidak sepakat dengan biaya ganti rugi lahan tol tersebut dikonsinyasikan kepada pengadilan negeri (PN), sebagaimana terungkap dalam acara sosialisasi tim pengadaan tanah di balai Desa Bongas Wetan, Kecamatan Sumberjaya, Selasa (2/4).

Warga dari tiga desa, yakni Desa Bongas Wetan, Bongas Kulon serta Desa Panjalin Kidul melontarkan aspirasinya kepada tim pengadaan tanah. Seorang warga Sarah (38) mengatakan, tidak mau dizalimi, namun ia juga tidak ingin dianggap tidak patuh terhadap undang-undang (UU).

“Kalau misalkan bapak (tim pengadaan tanah, red) jadi kami, perasaan bapak gimana. Masa harga tanah bersebelahan dengan tanah kami dihargai dengan lumayan. Tapi justru tanah kami malah perbandingannya sangat kecil. Padahal, harga tanah sekarang ini sudah di atas Rp1 juta di pasaran. Mohon untuk lebih diperhatikan lagi,” ucap Sarah.

Warga lainnya, Taman berpendapat mestinya tim tidak hanya melihat dari sisi prosedur, namun mendengar aspirasi warga. “Kalau pihak tol berpendapat sudah sesuai dengan prosedur, kenapa proyek ini harus dikonsinyasikan. Nanti ke depan akan timbul risiko dan beberapa faktor lainnya. Masalah harga, kami berharap segera dibereskan dulu dan ingin disejajarkan harga tanah dengan yang lain,” tegasnya.

Ia menilai, jika pembayaran ganti rugi lahan akan lebih berjalan kalau tidak dikonsinyasikan. Apalagi, menurutnya, aspirasi tersebut sudah disampaikan sejak 7 tahun lalu. Dirinya akan tetap menuntut keadilan terkait masalah tersebut.

“Keinginan kami tidak muluk-muluk, yaitu ingin harga disamakan dengan yang lain. Karena ini akan menyengsarakan rakyat kalau harga tetap dikonsinyasikan ke PN. Sejak tahun 2007 lalu aspirasi kami ini tidak didengar. Bahkan sudah berganti sekretaris daerah (sekda) dua kali,” tuturnya.
Menurut Taman, musyawarah ini ingin yang benar. Pasalnya, dirinya yang menilai ini diskriminasi akan tetap diperjuangkan dengan tidak merugikan pemilik lahan. Kalau bicara kesejahteraan, menurutnya, hal itu belum optimal.

Sementara itu, warga Panjalin Kidul, Hj Nuraisah yang lahan miliknya terkena jalan tol mengaku, keberatan dengan harga pembebasan yang menurutnya tidak sesuai. Betapa tidak, tanah miliknya yang juga sebagai usaha material kayu sebagian sudah diambil oleh jalan tol. Ia tetap bersikukuh kecuali dengan syarat asalkan harga tanah miliknya dihargai dengan Rp1 juta per meter persegi.

“Material (Cahaya Baru) milik saya sebagai menghidupi keluarga saya. Bukannya kami menolak tapi kalau harga dan proses tidak dikonsinyasikan, silakan kalau itu buat kepentingan jalan tol. Dari sertifikat tanah 5250 meter persegi itu dihargai dengan Rp1 juta per meternya, ok saya lepas kalau itu bisa berjalan lancar. Kalau tidak mau tanah milik saya tidak akan saya jual,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi warga pada sosialisasi tersebut, ketua Tim Pengadaan Tanah Tol Cikopo-Palimanan, Eten Roseli mengaku, jika masih ada beberapa warga yang bertahan menolak pembebasan tanah tersebut. Namun demikian, kalau proyek tersebut akan tetap dimulai pembangunan pekerjaan fisiknya.

“Masyarakat boleh mengajukan gugatan kepada pengadilan negeri. Karena kami sudah menjalankan sesuai prosedur yang berlaku, kami nilai sudah selesai. Karena keputusan tersebut diserahterimakan Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga serta Kementerian PU yang menyarankan masyarakat masih perlu adanya penjelasan serta pandangan. Oleh karena itu sosialisasi ini kami gelar kembali,” jelasnya.

Menurut dia, dari total keseluruhan pembebasan tol sejatinya hanya 2 persen warga yang masih bertahan. Terkait masalah harga memang susah. Namun masalah ini seharusnya tidak serta merta menanyakan kepada pihaknya.

“Ini hanya segelintir orang dari sekian ratus yang masih bertahan. Banyak yang sudah menerima ganti rugi lahan yang dinilai sesuai dengan aspirasi masyarakat,” terangnya.

Dijelaskan Eten, ruas jalan tol Cikopo-Palimanan mencapai 116 kilometer. Dengan adanya penolakan sejumlah warga, pihaknya menyatakan, bahwa pembangunan fisik jalan tol Cikopo-Palimanan sejatinya bulan Juni 2015 mendatang sudah bisa beroperasi semua. Ruas jalan tol Sumberjaya menuju Palimanan pihaknya mengharapkan dua tahun selesai. Sehingga nanti pasar tradisional Panjalin sudah tidak dilewati dan bisa dihindari.

Sosialisasi tersebut juga tampak dihadiri oleh Tim Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Barat, Kasi Pemulihan dan Perlindungan Hak Bidang Asdatun, Mahfudin Cakra Saputra SH menyarankan kepada masyarakat yang terkena dampak pembebasan tol, bahwa warga segera mengajukan gugatan atau permohonan ke pengadilan negeri (PN).

Pasalnya, tugas JPU sendiri, yakni untuk mengajukan gugatan atau permohonan ke pengadilan di bidang perdata yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan dalam rangka memelihara ketertiban hukum, kepastian hukum dan melindungi kepentingan negara dan pemerintah serta hak-hak keperdataan masyarakat. (antara lain pembatalan perkawinan, pembubaran PT dan pernyataan pailit).

“Karena saya nilai, bahwa pelaksanaan pengadaan tanah kami nilai sudah sesuai administrasi dan sudah memenuhi prosedur serta tahapan. Hal ini dikemukakan sudah tidak terjadi adanya kesimpangsiuran bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pantauan Radar, acara sosialisasi tersebut juga tampak dijaga aparat kepolisisan Polres Majalengka dan Polsek Sumberjaya, serta unsur muspika lainnya. Sosialisasi itu juga kedua kalinya sebelum digelar di Kecamatan Jatiwangi di hari yang sama. (ono)
 
sumber :

Selasa, 02 April 2013

Negosiasi Tol Soker di Solo Gagal

Proyek Tol Solo-Kertosono (Agoes Rudianto/JIBI/dok)
SOLO–Pembebasan aset warga Kelurahan Kadipiro Banjarsari yang terdampak proyek tol Solo-Kertosono (Soker) akhirnya gagal. Hingga tenggat negosiasi, belum ada kesepakatan antara warga dengan Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Pemkot Solo.

Menurut Ketua P2T Pemkot, Budi Suharto, tenggat negosiasi pembebasan aset dipatok 31 Maret 2013. Namun hingga tenggat tersebut, pihaknya belum mencapai kesepakatan ihwal besaran ganti rugi aset. Budi pun menyerahkan keputusan selanjutnya kepada pemerintah pusat. “Kami sudah laporkan ke pusat tentang kondisi ini. Ya nanti tindaklanjutnya seperti apa masih kami tunggu,” ujarnya saat ditemui wartawan di Balaikota, Selasa (2/4/2013).

Budi menyebut penolakan ganti rugi bersumber dari warga yang memiliki tanah di kelompok II. Ia menyebut sekitar sepuluh warga belum menyepakati kompensasi senilai Rp930.000 per meter persegi. Sementara kelompok I dengan ganti rugi Rp850.000 dan kelompok III sebesar Rp800.000 diklaimnya sudah beres. “Mau gimana lagi, selisih penawaran kami dengan permintaan warga mencapai setengah juta,” ungkapnya.

Budi menyayangkan sikap warga yang tidak kooperatif dengan proyek pemerintah. Pihaknya menduga ada keterlibatan oknum tak bertanggungjawab yang menggagalkan negosiasi aset. Oleh karena itu, dia mengimbau warga tak terpengaruh permainan makelar karena penawaran P2T sudah sesuai standar. “Harus dipahami, tol ini untuk kepentingan publik. Atau mereka telanjur terpengaruh oleh setan-setan itu?”

Sebagaimana diketahui, negosiasi ganti rugi tol Soker sudah dimulai akhir tahun lalu. Di wilayah Lemah Abang, Kadipiro, terdapat 67 sertifikat tanah hak milik yang terkena proyek tol. Rencananya, satker proyek akan membangun simpang susun Kartasura-Kebakkramat sepanjang 500 meter di kawasan tersebut.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo, Agus Djoko Witiarso, mengatakan perbaikan jalan di Kadipiro yang rusak akibat proyek tol masih menunggu pernyataan satker. Agus menyebut pernyataan formal diperlukan untuk mengawali perbaikan jalan di wilayah Kadipiro. “Kami meminta satkler membuat pernyataan bagaimana perbaikan itu akan mereka lakukan. Sampai sekarang, kami belum tahu perbaikan akan dilakukan menyeluruh atau per titik saja,” ujarnya.

Menurutnya, kejelasan itu penting kaitannya dengan kucuran dana APBD. “Kalau sudah jelas, kami bisa memetakan kebutuhan APBD di wilayah tersebut,” tandasnya. 
 
sumber :

Tol Ungaran-Bawen, TMJ Tak Bisa Optimalkan 24 Jam Kerja

ilustrasi
SEMARANG, suaramerdeka.com - PT Trans Marga Jateng (TMJ) mengaku tak bisa mengoptimalkan penyelesaian ruas tol Ungaran-Bawen (11 km) dengan sistem 24 jam kerja seperti yang dijanjikan, jika kondisi cuaca masih sering hujan seperti sekarang ini.

"Ya memang, untuk mengejar target rampung sebelum lebaran, sampai saat ini penyelesaian 24 jam itu belum bisa maksimal, karena masih sering hujan, belum lagi masih ada beberapa proses penimbunan di sebagian ruas Lemah Ireng" kata Ari Nugroho, Manager Teknis PT TMJ, Selasa (2/4).

Pihak TJ tak menampik terajdinya ketermambatan proses penyelesaian pembenadan tanah di lemah Ireng, "Tapi bukan berarti penyelesaiannya juga terlambat,: sambung Ari.

Menurut Ari Nugroho, secara teknis tidak ada kendala berarti dalam konstruksi jalan tol yang berpotensi memiliki pemandangan indah itu. Bahkan dia berani menargetkan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2013, tol itu sudah selesai. "Jadi nanti menjelang Lebaran sudah bisa dilewati untuk aryus mudik dan balik," jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo bahkan menghendaki pengerjaan Jalan Tol Ungaran-Bawen bisa selesai paling lambat Maret 2013. Kemudian akan berlanjut proses lelang Tol Bawen-Solo bisa dilakukan April 2013, dengan anggaran proyek Rp 1,9 triliun yang akan dikerjakan sembilan kontraktor.
sumber :

Syarat peserta Jamsostek agar dapat kredit dari BTN


PT Jamsostek (Persero) menargetkan pesertanya dapat menikmati bantuan dana untuk kredit perumahan dengan total nilai sebesar Rp 200 miliar sepanjang 2013. Jamsostek berharap PT Bank Tabungan Negara (BTN) dapat memberikan kredit ini dengan bunga rendah.

"2013, Jamsostek alokasi sebagai tambahan KPR bagi pekerja jamsostek sebesar Rp 200 miliar," ujar Direktur utama Jamsostek, Elvyn G Masassya, saat ditemui dalam acara "Penandatanganan PKS antara BTN, Jamsostek, REI dan Apersi" di Menara BTN, Jakarta, Senin (1/4).

Pemberian dana bantuan ini, lanjutnya, dapat dinikmati peserta Jamsostek dengan plafon hingga Rp 50 juta. Tingkat bunga kredit yang ditetapkan saat ini ialah enam persen per tahunnya.

"Kita sedang kaji tingkat bunga bisa turun hingga lima persen," jelasnya.

Elvyn menegaskan syarat peserta Jamsostek untuk dapat memanfaatkan program ini adalah minimal satu tahun telah menjadi anggota. "Pemberian fasilitas tersebut harus dikembalikan dalam jangka waktu 15 tahun," katanya.

Sebelumnya, PT BTN Tbk melakukan sinergi bersama Jamsostek, Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) untuk menyediakan rumah bagi peserta Jamsostek dengan fasilitas Kredit Rumah Rakyat (KPR).

Di sisi lain, aksi korporasi ini bertujuan menjawab pasar yang telah merespon positif bisnis pembiayaan perumahan di Indonesia.

Sementara, Jamsostek akan memberikan data base bagi peserta jamsostek yang belum memiliki rumah. Sedangkan REI dan Apersi akan membangun rumah dan Bank BTN menyiapkan pembiayaannya melalui KPR.
 
sumber:

Demi UN SD, Proyek Tol Diminta Mengalah

Siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) kelas enam mengikuti 
ujian nasional (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang meminta pelaksana proyek Jalan Tol Semarang-Solo, seksi Ungaran-Bawen untuk menghormati Ujian Nasional (UN) SD. Karena pengerjaan proyek jalan tol di seksi II ini dikhawatirkan berpotensi mengganggu pelaksanaan UN jenjang SD pada 6-8 Mei mendatang

"Kami akan melayangkan surat kepada PT Pembangunan Perumahan selaku pelaksana, untuk menghentikan pekerjaan saat berlangsu UN," tegas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih, di Ungaran, Senin (1/4).

Menurutnya, sedikitnya ada tiga gedung SD yang tergusur proyek pembangunan jalan tol. Antara lain SDN Bawen 04, SDN Kandangan 02-04 dan SDN Klepu 01. Dua dari sekolah tergusur ini, yaitu SDN Bawen 04 dan SDN Kandangan 02-04, sudah menempati gedung sekolah baru untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

Khusus untuk pembangunan SDN Klepu 01 yang baru masih berlangsung. Sehingga kegiatan belajar mengajar masih menggunakan sebagian gedung lama dan meminjam ruang di madrasah dan balai desa. Keberadaan siswa kelas 6 SDN Klepu 01 yang akan melaksanakan UN di gedung lama dikhawatirkan akan terganggu konsentrasinya karena suara bising alat berat untuk pembangunan jalan tol. "Kami tetap khawatir konsentrasi para siswa peserta UN akan terganggu karena kebisingan akibat proyek jalan tol," ungkapnya.

Karena itu, masih jelas Dewi, pihaknya akan meminta Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jawa Tengah segera menyelesaikan pembangunan gedung baru. Atau pihak pelaksana menghentikan aktivitas proyek pengerjaan jalan tol ini, selama UN siswa sekolah berlangsung, mulai pukul 08.00-10.00 WIB.

Selain akan mencari dan meminta penghentian pekerjaan proyek saat berlangsungnya UN, Dinas Pendidikan juga meminta seluruh guru untuk memberikan motivas pada para siswa. "Harapannya anak-anak peserta didik akan siap secara mental dan psikologisnya. Meski mereka harus melaksanakan UN di lokasi yang kurang memenuhi syarat," tambah Dewi. 
 
sumber :

Senin, 01 April 2013

Pemerintah Kucurkan Rp1,1 Triliun untuk Bebaskan Lahan Tol

Sebelumnya, dana yang dikucurkan rata-rata berkisar Rp700 miliar.

Pemerintah fokus pembangunan jalan tol. (Antara/ Jafkhairi)
VIVAnews - Pemerintah melalui Badan Layanan Umum Badan Pengatur Jalan Tol (BLU BPJT) menargetkan penyaluran dana bantuan Rp1,1 triliun untuk membebaskan lahan pada tahun ini.

Dana bantuan itu naik signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp700 miliar.

"Ini karena adanya komitmen dari investor tol Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Batang-Semarang untuk membangkitkan kembali proyek mereka," kata Kepala BLU BPJT, Arif Haryono, kepada VIVAnews, Senin 1 April 2013.

Arif mengatakan, sebelumnya, pembebasan lahan di tiga ruas yang merupakan bagian dari jaringan tol Trans Jawa itu terhenti. Sebab, investor tol Pemalang-Batang yang berada di antara ruas tol Pejagan-Pemalang dan Batang-Semarang menunggu jaringan tol di kiri dan kanannya berjalan.

Investor, dia menambahkan, menilai jika kedua ruas tersebut tidak dibangun terlebih dahulu akan berimbas kepada tidak terpenuhinya lalu lintas harian rata-rata (LHR) seperti yang ditargetkan pada waktu perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT).

Dengan adanya komitmen ini, Arif mengatakan, BLU menyediakan sebesar Rp246,31 miliar untuk pembebasan lahan tol Pejagan-Pemalang. Sementara itu, untuk tol Pemalang-Batang Rp134,31 miliar dan Batang-Semarang Rp547,94 miliar.

Penyerapan dana BLU hingga kuartal pertama tahun ini sudah mencapai Rp120,62 miliar untuk enam ruas tol. Ruas-ruas tol yang menerima dana bantuan adalah tol Surabaya-Mojokerto Rp317 juta, Cikampek-Palimanan Rp1,24 miliar, Kertosono-Mojokerto Rp1,81 miliar, dan Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 Rp16,71 miliar.

Dana BLU yang sudah mulai disalurkan pemerintah sejak 2007 hingga kini mencapai Rp3,4 triliun dari Rp7,5 triliun yang disiapkan. Rincian dana BLU yang dikeluarkan pemerintah pada 2007 senilai Rp179,6 miliar, 2008 (Rp461,6 miliar), 2009 (Rp375,9 miliar), 2010 (Rp938,8 miliar), 2011 (Rp753 miliar), dan pada 2012 sebesar Rp571,6 miliar.

Hingga saat ini, Arif mengatakan, dana yang masih tersedia di BLU BPJT senilai Rp4,2 triliun dan bisa digulirkan untuk 22 ruas tol yang tengah dibangun.

Ruas tersebut yakni Cikampek-Palimanan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Semarang-Batang, Semarang-Solo, Kertosono-Mojokerto, Surabaya-Mojokerto, Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan, dan Pasuruan-Probolinggo, dan Waru-Aloha-Tanjung Perak.

Selanjutnya, terdapat ruas tol Ciawi-Sukabumi, Bogor Outer Ring Road, Cinere-Jagorawi, Jakarta Outer Ring Road W2 Utara, Cibitung-Cilincing, Depok-Antasari, Kunciran-Serpong, Cengkareng-Kunciran, Serpong-Cinere, Cimanggis-Cibitung, dan Bekasi-Cawang-Kampung Melayu. (art)

sumber :