javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Jumat, 04 April 2014

Tol Ruas Semarang-Solo Seksi II Resmi Operasi


Tol tersebut akan memberikan manfaat bagi pengembangan kawasan.


foto : antara

VIVAnews - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meresmikan pengoperasian Jalan Tol Semarang – Solo Seksi II (Ungaran – Bawen) pada hari ini, Jumat 4 April 2014. Peresmian ini dilaksanakan di Gerbang Tol Bawen, Semarang.

Djoko yakin bahwa Jalan Tol Semarang – Solo akan memberikan manfaat bagi pengembangan kawasan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan mendukung pertumbuhan kawasan.

"Dengan selesainya pembangunan jalan Tol Semarang – Solo Seksi II (Ungaran-Bawen), berarti kita telah berhasil mengatasi kendala yang ada, terutama kendala terkait pengadaan tanah," katanya.

Menteri PU berharap, dengan pengoperasian Jalan Tol Semarang – Solo Seksi II (Ungaran – Bawen) dan ketersediaan dana Badan Layanan Umum (BLU) serta dana land capping (dukungan), akan mendorong penyelesaian tanah untuk Seksi berikutnya menjadi lebih cepat sehingga pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo secara utuh dapat segera terealisasi.

Selain pengadaan tanah, kata Djoko, salah satu kendala lain yang diselesaikan dalam pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo adalah kondisi geologi. Kondisi geologi yang dilewati oleh jalan tol ini dapat dikatakan tidak bersahabat, sehingga dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan memerlukan kekhususan.

"Kami berharap, setelah jalan tol ini beroperasi, PT Trans Marga Jateng selalu melakukan monitoring dan evaluasi, khususnya untuk hal-hal yang memiliki kekhususnya tersebut," ujarnya.

Selain itu, Djoko mengungkapkan bahwa Jalan Tol Semarang – Solo mempunyai keunikan tersendiri, di mana untuk Seksi III, IV, dan V saat ini belum memiliki kelayakan yang memadai. Namun, PT Jasa Marga Tbk telah berkomitmen akan melakukan segala upaya dalam rangka percepatan pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo, mengingat pentingnya jalan tol ini.

"Untuk itu, pemerintah sangat mengapresiasi komitmen dari Jasa Marga tersebut," tambah Djoko.

Jalan tol yang diresmikan hari ini merupakan salah satu bagian dari 10 ruas tol Trans Jawa yaitu ruas Semarang-Solo yang memiliki panjang keseluruhan 72,64 kilometer dan terdiri dari lima seksi. Untuk seksi II ini terdiri dari empat paket pekerjaan dan mempunyai panjang 11,95 km.

Pemerintah telah mengalokasikan dana BLU sebesar Rp927 miliar dan telah dikembalikan PT Trans Marga Jateng sebesar Rp247,5 miliar, serta dana land capping sebesar Rp867 miliar yang berasal dari APBN.

Selanjutnya, dari 10 ruas tol Trans Jawa masih terdapat empat ruas jalan tol yang sedang dalam tahap pembebasan lahan yaitu Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, dan Ngawi Kertosono. (eh) 
 
sumber :
viva 

Jalan Tol Ungaran-Bawen Diresmikan Hari Ini

JIBI


Bisnis.com, SEMARANG – Jalan Tol Semarang-Solo seksi Ungaran-Bawen akan diresmikan hari ini, Jumat (4/4/2014). Dengan demikian, ruas tol sepanjang 11,9 km tersebut fungsional.

Rencananya peresmian tersebut akan langsung dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada pukul 14:00 WIB.

Dengan dibukanya jalan tol tersebut, maka, ruas tol Semarang-Solo telah beroperasi dua seksi yakni Semarang-Ungaran dan Ungaran-Bawen. Kemudian, tinggal menunggu tiga seksi selanjutnya untuk beroperasi secara penuh.

Seperti tol lainnya yang baru beroperasi, tol yang dioperasikan oleh PT Trans Marga Jateng akan dibebaskan tarif selama sepekan.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan mengirim tim prakelaikan fungsi jalan tol Ungaran-Bawen pada pekan ini guna mempercepat pengoperasian jalan bebas hambatan tersebut. Tim ini akan menginformasikan berbagai kekurangan dan penyelesaian proyek tersebut.

Kepala BPJT Achmad Gani Ghazali menuturkan, tim tersebut terdiri atas Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Puslitbang Kementerian PU, dan lainnya. “Tim ini akan bekerja hingga akhir bulan atau Maret mendatang. Namun, tim ini tidak bisa memberikan laporan secara formal,” ujarnya.

Menurut dia, uji kelaikan jalan tol tersebut seharusnya mulai bekerja setelah dilakukan serah terima pekerjaan dari kontraktor kepada pemilik konsesi tol tersebut. “Namun, kami lihat hanya tinggal 200 meter yang belum selesai. Jadi, kami percepat agar proses perbaikan sekaligus,” katanya.

Berdasarkan rencana BPJT, proyek ini baru bisa dioperasikan pada April 2014. Namun, bila PT Trans Marga Jateng selaku pemilik konsesi tol ini bisa mempercepat penyelesaian konstruksi itu, tentu akan lebih baik. “Toh, itu juga akan mempercepat pengembalian investasi mereka,” katanya.

BPJT juga akan memulai pembahasan besaran tarif untuk ruas tol tersebut. Besaran tarif akan dihitung berdasarkan tingkat lintas harian rata-rata dan investasi yang telah dikucurkan oleh investor. “Ini mudah. Setelah diketahui tarifnya, tinggal usulkan ke Menteri Pekerjaan Umum dan disahkan,” kata dia.

Di tempat terpisah, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan, jalan tol Semarang-Solo seksi II jalur Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 kilometer dijadwalkan akan mulai beroperasi akhir Maret 2014 setelah sempat mengalami beberapa kali penundaan akibat masalah teknis.

Dia menjelaskan, kendala penyelesaian proyek jalan tol Ungaran-Bawen berupa pemindahan tower saluran udara tegangan tinggi (SUTT) yang rawan roboh karena ada tanah longsor di sekitarnya. "Sekarang permasalahan itu sudah selesai diperbaiki dan secara keseluruhan proyek jalan tol Ungaran-Bawen sudah siap. Kami usul agar jalan tol ini diresmikan Presiden," katanya.

Sri menambahkan, jalan tol Semarang-Solo ruas Bawen-Solo sedang dalam proses pembebasan lahan milik warga yang terkena proyek. Rata-rata untuk pembebasan lahan sudah di atas 80% dan jalan tol Semarang-Solo secara keseluruhan ditargetkan selesai pada 2015.

Di sisi lain, Gani mengungkapkan, pihaknya tidak bisa menerjunkan tim prakelaikan jalan tol untuk menguji kesiapan tol Bogor Ring Road (BORR) seksi 2A, menyusul belum ada hal yang bisa dinilai. “Di sana itu dibangun melayang, tapi belum diaspal, jadi belum bisa dinilai dari sisi kesesatan, IRRI, rambu, kesiapan operasi, dan lainnya,” kata dia.

Namun begitu, dia berharap proses pengerjaan jalan tol di Kota Hujan itu bisa segera diselesaikan paling cepat pada akhir Maret ataupun pada April. “Mudah-mudahn bisa bersamaan dengan tol Ungaran-Bawen, kan lebih cepat lebih efisien,” ujarnya.
 
sumber :

Kamis, 03 April 2014

Jumat, 4 April 2014 Besok, Tol Ungaran-Bawen Dibuka


SELAMA SEMINGGU TOL GRATIS
ilustrasi (dok. pojok soklin)

SEMARANG (KRjogja.com)- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menurut rencana akan membuka dioperasikannya jalan tol Semarang-Solo seksi II Ungaran-Bawen, Jumat (04/04/2014.

Hal ini dibenarkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo."Kemarin sudah koordinasi dengan Kementeriaan Pekerjaan Umum dan rencananya besok (Jumat-red) Menteri PU yang akan membukanya," kata gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Meurut Ganjar, uji kelayakan jalan tol Ungaran-Bawen sudah selesai dilakukan dan secara fisik sudah siap untuk dioperasikan.Beberapa bagian jalan tol Ungaran-Bawen yang sebelumnya memerlukan berbagai perbaikan, saat ini sudah selesai dikerjakan."Dirjen Bina Marga Pusat sebelumnya mengatakan di Jembatan Lemah Ireng masih ada yang mesti dibereskan, kemarin saya cek kesana sudah dibereskan, permintaan semacam pembatas jalan dan rambu-rambu juga sudah diselesaikan, termasuk penutup lereng di salah satu titik yang pecah," tegasnya.

Ganjar menilai pecahnya beton penutup lereng itu tidak akan mengganggu secara teknik karena sudah dilakukan perbaikan dan saluran air di tepi jalan tol Ungaran-Bawen juga telah dibuat. "Secara fisik (jalan tol Ungaran-Bawen, red)sudah siap, tinggal menunggu dibuka saja," katanya sembari menambahkan setelah diresmikan, jalan tol Ungaran-Bawen digratiskan selama satu minggu untuk pengguna jalan.(Bdi/Cha)
 
sumber :
kr 

editor : pojok soklin
 

Rabu, 02 April 2014

Tol Ungaran-Bawen Tetap Dioperasikan Meski Banyak Perbaikan


tol Ungaran-Bawen

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Jalan Tol Semarang-Solo, Seksi II Ungaran-Bawen akan dibuka dan dioperasikan, Jumat (4/4/2014). Meski tersiar kabar masih terjadi perbaikan, peresmian jalan bebas hambatan itu akan tetap dilakukan.

“Saya sudah koordinasi dengan Kementrian Pekerjaan Umum, insyallah nanti akan dibuka langsung menteri PU. Di sana Sudah dipasang trataknya. Insyallah dibuka jam 2 siang tanggal 4 April,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Semarang, Rabu (2/4/2014).

Sempat tersiar kabar bahwa tebing Tol Ungaran-Bawen setinggi 10 meter tepatnya di Km 36 400 terjadi longsor. Tebing longsor diduga lantaran ada bagian tanah di atasnya tergerus air hujan, sehingga cor penguat tebing retak dan merekah.

Mengenai hal ini, Ganjar mengaku sudah melakukan peninjauan ke lokasi selama dua kali, dan terakhir peninjauan pada pagi hari tadi usai kegiatan dari Kabupaten Boyolali.

“Saya hanya meyakinkan rekomendasi Dirjen Bina Marga Pusat, katanya di Jembatan Lemah Ireng ada beberapa yang perlu dibereskan, yang sekarang yang kurang sudah ditembel,” tambahnya.

Menurutnya, ada beberapa permintaan agar pada jalur tersebut dibuat ruas pembatas jalan. Selain itu, ada juga permintaan memasang rambu-rambu lalu lintas. Menurut Ganjar, semua yang permintaan sudah diproses dan sudah mulai dikerjakan.

Soal uji kelayakan jalur tol, ganjar juga mengaku sudah dikabari hari ini telah dilakukan uji coba. Jika uji coba berhasil, peresmian tol akan dipastikan hari Jumat ini.

“Pak Menteri PU sudah oke tanggal 4 April jam 2 siang. Semua sudah dipasang rambunya. Iya memang kurang sedikit, tapi semua sudah diperbaiki. Saya tak tahu tehnisnya, tapi saya dengar satu minggu akan digratiskan,” tuturnya.

Jika tol sudah beroperasi, nantinya semua pengguna jalan dibolehkan untuk lewat. Jika hal ini terjadi, dipastikan kepadatan arus lalu lintas dalam kota Ungaran akan berkurang secara signifikan.(Nazar Nurdin) 
sumber :

Longsoran Tebing Tak Ganggu Pembukaan Tol Ungaran-Bawen

ilustrasi
SEMARANG, suaramerdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, Jalan tol Semarang-Solo seksi II Ungaran-Bawen sudah siap dibuka pada Jumat (4/4). Longsoran akibat pecahnya tebing beton di Km 36+200 Kandangan, Bawen dipastikan tidak mengganggu uji coba.

Uji coba akan dibuka Menteri Pekerjaan sekira pukul 14.00. Pantauan di lapangan, sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pemasangan tenda acara. "Secara fisik sudah siap, tinggal kita buka saja. Penutup lereng pecah itu sudah dipastikan tidak akan menganggu," katanya, Rabu (2/4).

Seperti diketahui, terjadi longsoran tebing di Km 36+200 Kandangan, Bawen. Longsoran baru itu memanjang sekitar 20 meter dengan tinggi lebih kurang 10 meter. Untuk menahan material longsoran agar tidak menimpa selokan, pekerja menempatkan buis beton ukuran besar.

Ganjar menjelaskan, pelaksana pekerjaan telah menyelesaikan beberapa kekurangan yang disoroti dalam uji kelayakan sebelumnya. Kini tinggal menunggu hasil tes kelayakan operasional jalan. Jika surat kelayakan sudah turun, maka jalan tol akan diuji coba selama satu minggu.

"Yang jembatan Lemah Ireng sudah dibereskan, permintaan pembatasan jalan sudah selesai, penambahan rambu-rambu juga sudah dikerjakan," jelasnya.
 
sumber :

Belum Beroperasi, Dinding Tebing Tol Ungaran Bawen Longsor


kompas.com/ syahrul munir Salah satu bagian jalan tol Ungaran-Bawen
yang mengaami keretakan. Salah satu sesi jalan Tol Semarang-Solo ini
direncanakan beroperasi akhir Maret lalu, namun hingga awal April belum
ada tanda-tanda jalan tol sepanjang 11,9 kilometer itu akan
dibuka untuk umum.

SEMARANG, KOMPAS.com - Dinding tebing jalan tol Ungaran-Bawen setinggi 10 meter tepatnya di Km 36 400 longsor. Tidak diketahui kapan longsor itu terjadi, namun pantauan Rabu (2/4/2014) pagi, tebing yang sudah dicor beton itu sebagian ditutup kain terpal besar.

Terlihat rongga memanjang sekitar 20 meter dengan bekas material tanah bercampur beton di bawahnya. Diduga dinding tebing jalan tol yang longsor ini karena bagian tanah di atasnya tergerus air hujan, sehingga cor penguat tebing retak dan merekah.

Letak dinding tebing tebing yang longsor itu berada tak jauh sebelum gerbang tol Bawen dari arah Ungaran.

Saluran drainase pada bagian bawah dinding tebing yang longsor itu sekarang dipasangi buis beton untuk mengantisipasi material longsor susulan akan menyumbat saluran air.

Saat ini, sejumlah pekerja masih terlihat melakukan perbaikan. Menurut seorang pekerja proyek dari PT Waskita Karya, Sarjianto, perbaikan tebing yang longsor sudah dilakukan sejak Senin (31/3/2014) lalu.

‘’Saya tidak tahu penyebabnya apa. Yang jelas perbaikan sudah dilakukan sejak Senin kemarin,’’ ungkapnya.

Sementara itu mengenai kerusakan pada salah satu bagian jalan tol ini, belum didapat keterangan dari pihak PT Trans Marga Jateng (TMJ).

Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ Ari Nugroho belum bisa dihubungi. Salah satu sesi Tol Semarang-Solo ini sebelumnya sempat dikunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pertengahan Maret lalu.

Kunjungan Presiden kala itu untuk mengecek kesiapan jalan tol sepanjang 11,9 kilometer yang rencananya akan dioperasikan pada akhir Maret lalu. Namun hingga awal april ini belum ada tanda- tanda jalan tol tersebut akan dibuka.

sumber :

Meski Sarat Masalah, Tol Ungaran-Bawen Tetap Akan Dioperasikan

Kompas.com/Nazar Nurdin Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo
 SEMARANG, KOMPAS.com – Jalan Tol Semarang-Solo, Seksi II Ungaran-Bawen akan dibuka dan dioperasikan, Jumat (4/4/2014). Meski tersiar kabar masih terjadi perbaikan, peresmian jalan bebas hambatan itu akan tetap dilakukan.

“Saya sudah koordinasi dengan Kementrian Pekerjaan Umum, insyallah nanti akan dibuka langsung menteri PU. Di sana Sudah dipasang trataknya. Insyallah dibuka jam 2 siang tanggal 4 April,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Semarang, Rabu (2/4/2014).

Sempat tersiar kabar bahwa tebing Tol Ungaran-Bawen setinggi 10 meter tepatnya di Km 36 400 terjadi longsor. Tebing longsor longsor diduga lantaran ada bagian tanah di atasnya tergerus air hujan, sehingga cor penguat tebing retak dan merekah.

Mengenai hal ini, Ganjar mengaku sudah melakukan peninjauan ke lokasi selama dua kali, dan terakhir peninjauan pada pagi hari tadi usai kegiatan dari Kabupaten Boyolali.

“Saya hanya meyakinkan rekomendasi Dirjen Bina Marga Pusat, katanya di Jembatan Lemah Ireng ada beberapa yang perlu dibereskan, yang sekarang yang kurang sudah ditembel,” tambahnya.

Menurutnya, ada beberapa permintaan agar pada jalur tersebut dibuat ruas pembatas jalan. Selain itu, ada juga permintaan memasang rambu-rambu lalu lintas. Menurut Ganjar, semua yang permintaan sudah diproses dan sudah mulai dikerjakan.

Soal uji kelayakan jalur tol, ganjar juga mengaku sudah dikabari hari ini telah dilakukan uji coba. Jika uji coba berhasil, peresmian tol akan dipastikan hari Jumat ini.

“Pak Menteri PU sudah oke tanggal 4 April jam 2 siang. Semua sudah dipasang rambunya. Iya memang kurang sedikit, tapi semua sudah diperbaiki. Saya tak tahu tehnisnya, tapi saya dengar satu minggu akan digratiskan,” tuturnya.

Jika tol sudah beroperasi, nantinya semua pengguna jalan dibolehkan untuk lewat. Jika hal ini terjadi, dipastikan kepadatan arus lalu lintas dalam kota Ungaran akan berkurang secara signifikan.
 
sumber :

RAPAT KABINET:: SBY Bahas Bandara Ahmad Yani Semarang dan Listrik Medan



Bisnis.com, JAKARTA-- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pagi ini memimpin rapat kabinet untuk membicarakan pengembangan Bandara Achmad Yani dan pemenuhan kebutuhan listrik di Medan.

SBY menggelar rapat tersebut untuk menindaklanjuti kunjungan kerjanya ke Semarang dan Medan pada pekan lalu, kunjungan yang diselingi kegiatan kampanyenya sebagai Ketua Umum Demokrat.

Presiden mengaku telah menginstruksikan pembahasan intensif terkait permasalahan yang menghambat rencana peningkatan kapasitas bandar udara di Semarang, termasuk perbedaan pendapat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Saya senang setelah keluarkan instruksi 14 Maret lalu, sudah dilakukan pembahasan intensif dan sudah ada solusi,” katanya, Rabu (2/4/2014).

Kepala Negara juga meminta para menteri untuk menyampaikan solusi kekurangan suplai(shortage) listrik sebesar 200 MW di Medan.

Presiden memahami kekurangan listrik di wilayah tersebut akibat pertumbuhan pesat industri komersial dan rumah tangga, namun dia tetap mengharapkan ada solusi jangka pendek untuk menghindari pemadaman listrik di Medan,

“Harus ada solusi jangkan pendek, menengah, dan panjang. Saya bicara dengan Gubernur Sumatera Utara dan DIrut PLN sudah ada solusinya, tolong dilaporkan kepada saya untuk segera diimplementasikan,” kata SBY.
 
sumber :

Selasa, 01 April 2014

Tol Ungaran-Bawen Akan Dibuka Jumat Besok

ilustrasi (foto : antara)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Jalan tol Semarang-Solo seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 kilometer direncanakan diuji coba mulai Jumat (4/4). Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto akan membuka pelaksanaan uji coba itu sekira pukul 14.00 WIB.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kementerian PU tentang rencana uji coba tersebut. "Hasilnya positif, jika tidak ada halangan akan dibuka Menteri PU setelah Jumatan," katanya, kepada suaramerdeka.com, Selasa (1/4).

Namun uji coba tol membutuhkan surat keputusan (SK) kelayakan dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). BPJT bersama Kementerian Perhubungan telah melaksanakan tes kelayakan beberapa waktu lalu dan hasilnya telah dibawa ke Jakarta.

Dari laporan yang masuk, menurut Ganjar, jalan tol telah siap secara fisik. "Kami harap hari ini sudah ada keputusan sehingga bisa segera dibuka. Ujicoba sekitar satu minggu agar jalan tol bisa dinikmati masyarakat," kata Ganjar.

Kepala BPJT Ghani Ghazali mengatakan, hasil uji kelayakan baru bisa diketahui Rabu (2/4). Ia belum bisa memberi keterangan apakah jalan tol sudah bisa diuji coba atau masih ada yang perlu diperbaiki. "Besok kepastiannya, kami masih menunggu laporan finalnya," katanya.

Menurutnya, jika jalan tol dinilai sudah benar-benar siap, maka uji coba pada Jumat bisa dilaksanakan. "Kalau tidak perlu ada perbaikan dari kekurangan yang ada mudah-mudahan bisa Jumat deh," katanya.

Kepala Dinas Bina Marga Jateng, Bambang Nugroho K, mengatakan uji kelayakan yang dilakukan BNPT meliputi uji beban, uji rambu-rambu jalan, uji kerataan jalan dan konstruksi. Ini merupakan uji kedua setelah yang pertama pada November 2013 pembangunan jalan tol mencapai 75 persen. Menurut Bambang, uji kali kedua ini akan sekaligus sebagai dasar rekomendasi dibukanya jalan tol sesuai tarif yang ditetapkan Kementerian PU. "Nanti sekaligus Kemen PU menetapkan tarifnya berapa. Pada tahap uji coba nanti, selama sepekan jalan tol bakal digratiskan, setelah itu dikenakan tarif sesuai ketetapan pemerintah pusat
 
sumber :

INFRASTRUKTUR : Operasional Jalan Tol Semarang-Solo Seksi Ungaran-Bawen Molor

ilustrasi

Bisnis.com, SEMARANG -- Operasional jalan tol Semarang-Solo seksi II, Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 km yang direncanakan akhir Maret 2014, molor.

Pasalnya, hasil uji kelayakan yang dilakukan tim Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sampai sekarang belum rampung.

”Kami belum menerima laporan tim uji kelayakan jalan tol Ungaran-Bawen, sehingga belum tahu hasilnya,” kata Kepala BPJT, Ahmad Ghani Gazali ketika dihubungi dari Semarang, Selasa (1/4/2014).

Dia berharap bisa secepatnya menerima laporan dari tim BPJT tentang hasil uji kelayakan jalan bebas hambatan tersebut.

”Mudah-mudahan hari ini sudah bisa diterima,” imbuhnya.

Hasil kerja tim uji kelayakan, lanjut Ahmad akan dicek apakah sudah memenuhi persyaratan dan kelayakan jalan tol atau masih perlu ada perbaikan.

”Kami harapkan Jumat depan sudah ada kepastian layak operasional atau masih ada perbaikan jalan tol Ungaran-Bawen,” pungkasnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo sebelumnya merasa optimistis operasional jalan tol Ungaran-Bawen bisa dilakukan akhir Maret 2014.

Operasional jalan tol tersebut sangat mendesak guna mengurai kemacetan arus lalu lintas di jalur utama Semarang-Ungaran-Solo.

”Paling lambat akhir Maret mendatang jalan tol Ungaran-Bawen sudah bisa dibuka ,” kata gubernur.

Jalan tol Ungaran-Bawen sebelumnya ditargetkan rampung akhir 2013, tapi gagal karena kendala adanya tower saluran udara tegangan tinggi (SUTET) yang berada di jalan bebas hambatan itu nyaris roboh.

Sementara, Kepala Dinas Bina Marga Jateng, Bambang Nugroho mengungkapkan uji kelayakan jalan tol Ungaran-Bawen sudah selesai dilakukan oleh tim BPJT dan pihak terkait yakni Dinas Bina Marga Jateng, Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dinhubkominfo) Jateng, dan Polri.

Tim sudah melakukan pengecakan di lapangan beberapa hari sampai Kamis (27/3). Hasilnya akan dirapatkan di Kementerian PU.

”Menteri PU nantinya yang berwenang menetapkan pembukaan jalan tol Ungaran-Bawen,” ungkap dia.

Bambang menambahkan bilai jalan bebas hambatan tersebut telah dibuka untuk dilalui kendaraan, maka akan digratiskan selama sekitar 10 hari.

”Sambil menunggu penetapan tarif jalan tol dari Kementerian PU, maka masyarakat bisa menggunakan jalan tol Ungaran-Bawen gratis,” ujar dia.

Pembukaan jalan tol Ungaran-Bawen, menurut Bambang akan akan dilakukan dengan seremonial sederhana oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

”Mudah-mudahan dalam pekan, jalan tol Ungaran-Bawen sudah bisa dibuka untuk umum,” harap dia.

sumber :