Jumat, 04 Februari 2011
Tol Semarang-Ungaran Diresmikan 28 Februari
SEMARANG, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan penyelesaian proyek Jalan Tol Semarang-Solo di Jawa Tengah sangat bergantung pada percepatan pembebasan lahan yang akan digunakan proyek tersebut.
"Penyelesaian pembangunan jalan tol, sangat tergantung pada upaya percepatan pembebasan lahan," kata Djoko di sela-sela kunjungan kerja di Semarang, Jumat.
Menurut dia, jika lahan yang akan dilalui proyek jalan tol tersebut sudah beres, maka akan diminati oleh investor. Para investor ini sendiri, lanjut dia, merupakan kontraktor swasta yang bekerja berdasarkan konsensus selama enam bulan.
Djoko menyambut baik usulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk melaksanakan pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo dari dua arah sekaligus, yakni Kota Semarang dan Solo. Meski demikian, kata dia, semua itu sangat tergantung pada percepatan proses pembebasan lahan.
Sementara itu, pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang, rencananya akan diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum pada 28 Februari 2010.
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menambahkan, pembangunan fisik jalan tol untuk rute pertamanya tersebut akan diresmikan oleh Menteri PU. Setelah diresmikan, lanjut dia, jalan tol seksi pertama dengan rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang tersebut tidak akan langsung dioperasikan.
Menurut dia, setelah peresmian, jalan tol itu masih akan menjalani uji teknis oleh tim dari Kementerian Pekerjaan Umum. "Uji teknis ini untuk mengetahui kesiapan ruas tol sebelum dioperasikan, seperti kondisi jalan, rambu-rambu, dan sebagainya," katanya.
Ia menuturkan, jika ruas tol ini dinilai layak untuk dioperasikan, maka pihak pengelola hanya akan membatasi jenis kendaraan yang untuk sementara diizinkan melaluinya. Gubernur menegaskan, hanya kendaraan pribadi saja yang untuk sementara diizinkan melintasi jalan tol tersebut.
TERKAIT:
14 Kontraktor Berminat Tol Ungaran-Bawen
Tol Baru Semarang Khusus Mobil Pribadi
Konstruksi Tol Semarang-Solo Dikaji Ulang
Pembangunan Tol Semarang-Bawen Kekurangan Dana
sumber berita : kompas.com
Kamis, 03 Februari 2011
Tol Baru Semarang Khusus Mobil Pribadi
SEMARANG, KOMPAS.com — Tol baru Semarang-Ungaran, Jawa Tengah, sepanjang 14,1 kilometer, ternyata hanya untuk kendaraan penumpang nonbarang, seperti mobil pribadi dan mobil penumpang umum. Kendaraan besar, seperti truk angkutan barang, truk trailer kontainer, dan truk besar lainnya, dilarang lewat tol baru tersebut.
Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo, Kamis(27/1/2011), menegaskan, tol baru tersebut diharapkan berfungsi akhir Februari mendatang. Truk atau kendaraan besar dilarang melintas karena pihaknya masih belum yakin upaya rekayasa teknik lewat sistem pemancangan bore pile dapat menstabilkan tanah bergerak di ruas tol Gedawang-Penggaron sepanjang 600 meter.
"Jika uji coba tol sudah berlangsung. Kita evaluasi tiga bulan ke depan untuk memastikan seluruh jalur tol baru itu stabil dan tidak ada ruas badan tol yang ambles lagi," ujar Danang Atmodjo tanpa menjelaskan larangan truk lewat itu bersifat sementara atau permanen.
Untuk melindungi agar tol tidak dilewati angkutan truk berat, pihaknya sengaja membuat pintu tol di Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, lebih sempit. Pintu tol itu dibuat hanya cukup untuk masuknya mobil pribadi saja.
Pengamat transportasi Fakultas Teknik Unika Soegijapranata, Semarang, Djoko Setijowarno, mengemukakan, larangan angkutan truk berat melintasi tol baru itu juga untuk keselamatan pengguna tol. Kondisi cuaca yang terus hujan sangat berpengaruh pada kestabilan lahan tol yang medannya berat.
Medan tol baru itu perpaduan antara perbukitan dan lembah yang diratakan guna menyesuakan struktur tol yang datar. Dampaknya, perubahan tata guna lahan memicu pergerakan tanah semakin intensif di kawasan yang masuk daerah rentan ambles atau lokasi tanah bergerak.
sumber berita
Rabu, 02 Februari 2011
Sepeda Wisata Jelajah Tol
SEMARANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Jateng bekerja sama dengan Singotoro Jeep Club (SJC), Journalist Bike Club (JBC), dan Suara Merdeka Bike Community (SMBC) akan menyelenggarakan Sepeda Wisata Jelajah Tol pada 27 Februari 2011.
Ide event ini datang dari Gubernur Jateng H Bibit Waluyo. Drs Hadi Prabowo MM, Sekda Jateng, juga mendukung acara yang digelar dalam rangka syukuran peresmian jalan tol Semarang-Ungaran itu. Sebelum sepeda wisata dimulai, malamnya dipentaskan pergelaran wayang kulit.
’’Warga Jateng pantas berbangga dengan peresmian jalan tol Semarang-Ungaran. Kenapa Sepeda Wisata? Sebab, bersepeda adalah olahraga yang merakyat dan menyehatkan,’’ ujar Guberbur Bibit Waluyo, kemarin.
Sementara itu, Ketua Panitia Edi Indarto mengemukakan, kegiatan ini akan mengambil start dan finis di gerbang tol Tembalang. Jarak tempuh sekitar 24 km.
Panitia menargetkan 10.000 peserta. Uang pendaftaran Rp 25.000. Hadiah utama berupa satu unit Suzuki Jimny Katana 4x4. Selain itu, disediakan puluhan doorprize menarik.
Tempat pendaftaran di Gedung Pers Jateng Jl Trilomba Juang 10 Semarang, dan Kantor Dinbudpar Jateng Jl Pemuda 136 Semarang. Pendaftaran dibuka mulai 7 Februari mendatang. (H69-22)
link
Ide event ini datang dari Gubernur Jateng H Bibit Waluyo. Drs Hadi Prabowo MM, Sekda Jateng, juga mendukung acara yang digelar dalam rangka syukuran peresmian jalan tol Semarang-Ungaran itu. Sebelum sepeda wisata dimulai, malamnya dipentaskan pergelaran wayang kulit.
’’Warga Jateng pantas berbangga dengan peresmian jalan tol Semarang-Ungaran. Kenapa Sepeda Wisata? Sebab, bersepeda adalah olahraga yang merakyat dan menyehatkan,’’ ujar Guberbur Bibit Waluyo, kemarin.
Sementara itu, Ketua Panitia Edi Indarto mengemukakan, kegiatan ini akan mengambil start dan finis di gerbang tol Tembalang. Jarak tempuh sekitar 24 km.
Panitia menargetkan 10.000 peserta. Uang pendaftaran Rp 25.000. Hadiah utama berupa satu unit Suzuki Jimny Katana 4x4. Selain itu, disediakan puluhan doorprize menarik.
Tempat pendaftaran di Gedung Pers Jateng Jl Trilomba Juang 10 Semarang, dan Kantor Dinbudpar Jateng Jl Pemuda 136 Semarang. Pendaftaran dibuka mulai 7 Februari mendatang. (H69-22)
link
Target Penyelesaian Jangan Meleset Lagi
Tol Semarang-Ungaran
Semarang, CyberNews. Kalangan DPRD Jateng memuji dan bangga terhadap semangat Gubernur Bibit Waluyo dalam upaya penyelesaian jalan tol Semarang-Solo Seksi I (Semarang-Ungaran).
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Sasmita mengatakan, keyakinan Gebernur bahwa jalan tol tersebut dapat dioperasionalkan pada 28 Februari tahun ini, diharapkan tidak lagi meleset. "Kalau sampai meleset, saya tidak komentarlah," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, proyek tol Semarang-Solo semula ditargetkan Agustus 2010 sudah mulai bisa uji coba. Karena berbagai kendala, kontraktor minta tambahan waktu 5 bulan dan 15 hari terhitung sejak Juni. Pada Desember ini proyek tol seksi I juga ditarget selesai, namun target tersebut gagal lagi.
Sasmita berkata, kalau melihat pemantauan yang dilakukan anggota Komisi D beberapa waktu lalu, target selesai tanggal 28 Februari mendatang sepertinya memang memungkinkan. Namun sementara sepertinya baru dapat dilalui kendaraan-kendaraan kecil seperti mobil pribadi, sedang kendaraan berat seperti truk tronton dan lain-lain, tampaknya memang belum memungkinkan.
"Makna jalan tol itu kan jalan bebas hambatan, harusnya bukan hanya bisa dilalui untuk kendaraan-kendaraan kecil. Tetapi kalau itu sifatnya guna memicu semangat Jateng yang welcome terhadap pembangunan ke depan, saya pikir kalau sementara dibuka untuk kendaraan kecil pun tidak ada masalah," kata dia.
Belum Sempurna
Ketua Komisi D DPRD Jateng Rukma Setia Budi berkeyakinan, target selesai akhir Februari tersebut diperkirakan masih belum sempurna. Utamanya pada jalur keluar masuk tol atau interchange di Kota Ungaran, nampaknya belum siap sepenuhnya.
"Lebar jalan interchange belum memadai. Luapan kendaraan dari tol banyak, mestinya ada pelebaran kembali. Rambu-rambu lalu lintas juga belum tertata. Interchange ini nanti tembusnya di depan Kantor DPRD Kabupaten Semarang, kalau tidak diantisipasi sejak dini, bisa berakibat menimbulkan simpul kemacetan baru. Penerangan pun belum siap," ujar dia.
Rukma berharap, kelengkapan jalan tol tersebut betul-betul diperhatikan. Ia mengkhawatirkan jika tidak diantisipasi sejak awal, justru interchange di Kota Ungaran akan menjadi masalah baru. "Artinya, jangan menyelesaikan masalah dengan
masalah baru," tegasnya.
Anggota Komisi D DPRD Jateng Sri Praptono mengemukakan, terhadap daerah tanah labil yang dipasangi bore pile, sebelum dioperasionalkan harus dipastikan aman. Sebab kalau sudah dipakai pengguna jalan, keamanan harus betul-betul terjamin.
Di samping itu, seluruh permasalahan-permasalahan administratif berkaitan penggunaan lahan tol harus selesai, antara lain adalah penggunaan lahan hutan kepunyaan Perum Perhutani di Ungaran yang seluas 22,4 hektare. "Jangan sampai terjadi lagi penggantian itu terlewatkan, sebab saya amati sampai sekarang penggantian lahan hutan yang harusnya diganti dua kali lipatnya, masih semuanya selesai," katanya.
( Yunantyo Adi / CN26 / JBSM )
link
Semarang, CyberNews. Kalangan DPRD Jateng memuji dan bangga terhadap semangat Gubernur Bibit Waluyo dalam upaya penyelesaian jalan tol Semarang-Solo Seksi I (Semarang-Ungaran).
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Sasmita mengatakan, keyakinan Gebernur bahwa jalan tol tersebut dapat dioperasionalkan pada 28 Februari tahun ini, diharapkan tidak lagi meleset. "Kalau sampai meleset, saya tidak komentarlah," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, proyek tol Semarang-Solo semula ditargetkan Agustus 2010 sudah mulai bisa uji coba. Karena berbagai kendala, kontraktor minta tambahan waktu 5 bulan dan 15 hari terhitung sejak Juni. Pada Desember ini proyek tol seksi I juga ditarget selesai, namun target tersebut gagal lagi.
Sasmita berkata, kalau melihat pemantauan yang dilakukan anggota Komisi D beberapa waktu lalu, target selesai tanggal 28 Februari mendatang sepertinya memang memungkinkan. Namun sementara sepertinya baru dapat dilalui kendaraan-kendaraan kecil seperti mobil pribadi, sedang kendaraan berat seperti truk tronton dan lain-lain, tampaknya memang belum memungkinkan.
"Makna jalan tol itu kan jalan bebas hambatan, harusnya bukan hanya bisa dilalui untuk kendaraan-kendaraan kecil. Tetapi kalau itu sifatnya guna memicu semangat Jateng yang welcome terhadap pembangunan ke depan, saya pikir kalau sementara dibuka untuk kendaraan kecil pun tidak ada masalah," kata dia.
Belum Sempurna
Ketua Komisi D DPRD Jateng Rukma Setia Budi berkeyakinan, target selesai akhir Februari tersebut diperkirakan masih belum sempurna. Utamanya pada jalur keluar masuk tol atau interchange di Kota Ungaran, nampaknya belum siap sepenuhnya.
"Lebar jalan interchange belum memadai. Luapan kendaraan dari tol banyak, mestinya ada pelebaran kembali. Rambu-rambu lalu lintas juga belum tertata. Interchange ini nanti tembusnya di depan Kantor DPRD Kabupaten Semarang, kalau tidak diantisipasi sejak dini, bisa berakibat menimbulkan simpul kemacetan baru. Penerangan pun belum siap," ujar dia.
Rukma berharap, kelengkapan jalan tol tersebut betul-betul diperhatikan. Ia mengkhawatirkan jika tidak diantisipasi sejak awal, justru interchange di Kota Ungaran akan menjadi masalah baru. "Artinya, jangan menyelesaikan masalah dengan
masalah baru," tegasnya.
Anggota Komisi D DPRD Jateng Sri Praptono mengemukakan, terhadap daerah tanah labil yang dipasangi bore pile, sebelum dioperasionalkan harus dipastikan aman. Sebab kalau sudah dipakai pengguna jalan, keamanan harus betul-betul terjamin.
Di samping itu, seluruh permasalahan-permasalahan administratif berkaitan penggunaan lahan tol harus selesai, antara lain adalah penggunaan lahan hutan kepunyaan Perum Perhutani di Ungaran yang seluas 22,4 hektare. "Jangan sampai terjadi lagi penggantian itu terlewatkan, sebab saya amati sampai sekarang penggantian lahan hutan yang harusnya diganti dua kali lipatnya, masih semuanya selesai," katanya.
( Yunantyo Adi / CN26 / JBSM )
link
Tol Semarang-Ungaran Dibuka 28 Februari
Semarang, CyberNews. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap optimistis jalan tol Semarang-Ungaran bisa dibuka pada 28 Februari mendatang. Pada tahap awal, jalan tol tersebut hanya diperuntukkan bagi mobil kecil atau pribadi sedangkan kendaraan berat belum boleh melewati.
Kepala Dinas Bina Marga Jateng, Danang Atmodjo menyatakan berdasar perkembangan proyek fisik di lapangan, seluruh bahu jalan tol diyakini rampung secepatnya sehingga bisa dibuka pada akhir Februari. "Kalau sudah dibuka, sementara memang hanya untuk mobil pribadi dulu karena pintu keluar atau masuk tol di Ungaran belum memadahi," terangnya saat mendampingi Gubernur Jateng Bibit Waluyo meninjau proyek tol, Rabu (26/1).
Dikatakan, pintu masuk dan keluar tol di Ungaran yang merupakan jalan nasional saat ini kondisinya masih sempit. Apabila kendaraan berat diperbolehkan lewat, dikhawatirkan terjadi penumpukan kendaraan sehingga rentan terjadi kemacetan.
Sementara Gubernur Bibit Waluyo menyatakan, telah meminta pelaksana proyek untuk melakukan percepatan pembangunan agar jalan tol bisa seger dibuka. Menurutnya, persoalan teknis di lapangan hampir semua telah teratasi, seperti patahan di bawah Kampung Karangpucung, Pudakpayung, Banyumanik.
Saat ini seluruh bored pile telah terpasang dan tinggal menunggu pengurugan dan pengerasan jalan. "Dari pantauan, proses bored pile sudah rampung jadi tinggal diurug, dikeraskan atau dikrosok, dan diaspal agar lebih kuat. Berdasar kajian para ahli, akhir Februari diperkirakan sudah siap," jelasnya didampingi Kepala Biro Humas Setda Jateng, Agus Utomo.
link
Sabtu, 29 Januari 2011
Seksi II Digarap Mulai April
Tol Semarang-Solo
SM/Maulana M Fahmi
MENUNGGU TERSAMBUNG: Proyek tol di pintu keluar masuk Ungaran, tepatnya di Kalirejo, sudah rampung. Jalur tersebut belum tersambung dengan akses keluar masuk karena menunggu pengeprasan Bukit Ceper yang kini tersisa 0,5 meter. (46)
SEMARANG- Proses lelang proyek jalan tol Semarang-Solo Seksi II (Ungaran-Bawen) mulai berjalan. Pada Maret mendatang pemenang tender diperkirakan sudah bisa diketahui. Jika semuanya lancar, awal April proyek fisik akan mulai dikerjakan. Gubernur Bibit Waluyo meminta Bina Marga segera menyelesaikan proses lelang agar proyek tol sepanjang 9 km itu bisa segera digarap. Menurutnya, bila mulai dikerjakan April, maka masa kerja efektif hanya berkisar tujuh bulan atau sampai Oktober.
Pasalnya, setelah Oktober curah hujan diperkirakan akan mulai tinggi sehingga pengerjaan tidak akan optimal. Dikatakannya, Seksi II Ungaran-Bawen bisa segera dimulai karena proses pembebasan lahan sudah hampir rampung, mencapai 90%. Sisa lahan yang belum terbebaskan merupakan tanah milik negara, sehingga pembebasannya akan lebih mudah dilakukan.
Kualifikasi Tinggi
Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo menerangkan, lelang Seksi II telah ditutup beberapa waktu lalu. Peserta yang mendaftar terdiri atas 15 kontraktor dan 18 konsultan. Namun setelah penutupan, satu kontraktor tidak mengembalikan kelengkapan berkas, sehingga lelang hanya diikuti 14 kontraktor. “Ke-14 kontraktor yang mendaftar masuk grade 7 atau kontraktor yang memiliki kualifikasi tinggi,” jelas Danang.
Dia mengutarakan, seperti proyek Seksi I, nantinya akan diambil tiga pemenang lelang untuk mengerjakan jalan tol Seksi II. Dengan demikian, proyek tersebut akan dibagi menjadi tiga tahap. Pembagian itu diharapkan dapat mempercepat proses pengerjaan.
Terkait dengan medan yang digarap, Danang menyatakan tingkat kesulitannya tidak jauh berbeda dari Seksi I yang penuh perbukitan. Bahkan di Seksi II, tepatnya di Lemah Ireng akan dibangun jembatan darat terpanjang di Indonesia sepanjang 900 meter. (H23,H30-59)
SM/Maulana M Fahmi
MENUNGGU TERSAMBUNG: Proyek tol di pintu keluar masuk Ungaran, tepatnya di Kalirejo, sudah rampung. Jalur tersebut belum tersambung dengan akses keluar masuk karena menunggu pengeprasan Bukit Ceper yang kini tersisa 0,5 meter. (46)
SEMARANG- Proses lelang proyek jalan tol Semarang-Solo Seksi II (Ungaran-Bawen) mulai berjalan. Pada Maret mendatang pemenang tender diperkirakan sudah bisa diketahui. Jika semuanya lancar, awal April proyek fisik akan mulai dikerjakan. Gubernur Bibit Waluyo meminta Bina Marga segera menyelesaikan proses lelang agar proyek tol sepanjang 9 km itu bisa segera digarap. Menurutnya, bila mulai dikerjakan April, maka masa kerja efektif hanya berkisar tujuh bulan atau sampai Oktober.
Pasalnya, setelah Oktober curah hujan diperkirakan akan mulai tinggi sehingga pengerjaan tidak akan optimal. Dikatakannya, Seksi II Ungaran-Bawen bisa segera dimulai karena proses pembebasan lahan sudah hampir rampung, mencapai 90%. Sisa lahan yang belum terbebaskan merupakan tanah milik negara, sehingga pembebasannya akan lebih mudah dilakukan.
Kualifikasi Tinggi
Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo menerangkan, lelang Seksi II telah ditutup beberapa waktu lalu. Peserta yang mendaftar terdiri atas 15 kontraktor dan 18 konsultan. Namun setelah penutupan, satu kontraktor tidak mengembalikan kelengkapan berkas, sehingga lelang hanya diikuti 14 kontraktor. “Ke-14 kontraktor yang mendaftar masuk grade 7 atau kontraktor yang memiliki kualifikasi tinggi,” jelas Danang.
Dia mengutarakan, seperti proyek Seksi I, nantinya akan diambil tiga pemenang lelang untuk mengerjakan jalan tol Seksi II. Dengan demikian, proyek tersebut akan dibagi menjadi tiga tahap. Pembagian itu diharapkan dapat mempercepat proses pengerjaan.
Terkait dengan medan yang digarap, Danang menyatakan tingkat kesulitannya tidak jauh berbeda dari Seksi I yang penuh perbukitan. Bahkan di Seksi II, tepatnya di Lemah Ireng akan dibangun jembatan darat terpanjang di Indonesia sepanjang 900 meter. (H23,H30-59)
Senin, 24 Januari 2011
2011, Dua Tol Baru Beroperasi di Pulau Jawa

Pada awal tahun depan, bakal ada dua ruas jalan tol yang akan diresmikan.
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencanangkan 2011 merupakan tahun konstruksi bagi perseroan. Sebab, berbagai proyek pembangunan jalan tol telah disiapkan perseroan yang sebagian besar merupakan proyek lanjutan jalan tol yang telah dibangun sebelumnya .
Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sumito menuturkan, pada awal 2011 akan ada dua ruas jalan tol yang bakal diresmikan di pulau Jawa. Pertama, ruas tol Semarang-Ungaran sepanjang 11 Kilometer.
"Ruas tol Semarang-Ungaran akan diujicobakan pada akhir Januari 2011 dan mulai resmi dibuka pada Februari 2011. Ruas tol ini merupakan bagian pertama kali Jalan Tol Semarang-Solo," kata dia di kantornya, Jakarta, Kamis 30 Desember 2010.
Ruas jalan tol kedua yang akan diresmikan, menurut Frans, adalah seksi pertama ruas tol Surabaya-Mojokerto yang baru akan beroperasi hingga Waru sepanjang 2,5 Kilometer. "Seharusnya, dua ruas ini bisa dioperasikan akhir tahun ini namun terlambat, karena masalah klasik (pembebasan lahan)," kata dia.
Frans mengakui, Jasa Marga siap melakukan lanjutan konstruksi ruas berikutnya dan beberapa ruas tol lainnya, asal seluruh tanah telah berhasil dibebaskan. Untuk ruas Ungaran-Bawean yang merupakan terusan ruas tol Semarang-Ungaran, pembebasan tanah sepanjang 12 kilometer sudah mencapai 90 persen. Sedangkan seksi lain sepanjang 36 kilometer, dalam tahap konstruksi dan akan dilaksanakan serempak hingga akhir 2011.
Sedangkan untuk ruas Jakarta Outer Ring Route (JORR) W2 Utara yaitu ruas Ulujami-Kebon Jeruk akan mulai konstruksi pada pertengahan 2011 dengan catatan tanah sudah dibebaskan.
Tentunya, perseroan menargetkan pada awal 2012 seluruh JORR telah tersambung sehingga membantu mengurangi kemacetan jalan tol dalam kota. "Ruas Ulujami-Kebon Jeruk merupakan ruas yang terputus dari JORR yang menyambung dari Rorotan hingga Jalan tol Bandara," ujar Frans.
Sedangkan untuk ruas tol Bogor Ring Route tahap 2A, kata dia, akan dimulai konstruksi tahap dua dari Kedunghalang menuju Yasmin. Rencananya, ruas tol ini akan mulai konstruksi pada triwulan III-2010 sehingga saat selesai pada 2012 dan dapat mengakomodir masyarakat di wilayah Bogor Barat yang menuju Jakarta.
Sedangkan untuk tiga ruas tol lainnya yaitu Gempol-Pasuruan, Serpong-Kunciran, dan Kunciran-Cengkareng diperkirakan belum akan mulai konstruksi pada 2011. Sebab, hingga saat ini belum ada penyelesaian pembebasan tanah.
"Jasa Marga siap kerja 24 jam, sehingga kurang dari satu tahun sudah selesai. Asal, syaratnya tanah telah dibebaskan," katanya.
24 Proyek Tol Mangkrak, Pemerintah Tak Mau Salahkan Mafia Tanah

Ramdhania El Hida - detikFinance
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyanggah adanya permainan mafia tanah terkait terlantarnya proses pembangunan 24 ruas tol. Menurutnya, pembangunan tol tersebut tetap berjalan walaupun baru diselesaikan satu per satu.
"Tidak usah omong mafia-mafia, yang penting kerjaan bisa jalan," tegasnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (24/1/2011).
Menurut Djoko, pembiayaan proyek ini telah siap dengan penjaminan dilakukan oleh PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII). Saat ini, terdapat tim khusus yang dipimpin Wakil Presiden guna menangani penyelesaian tol tersebut.
"Kita masih jalan terus, ada tim khusus yang dipimpin Pak Wapres, mudah-mudahan bisa berjalan dengan peraturan-peraturan yang ada dan peraturan yang mungkin kita lakukan. Pokoknya kita dorong teruslah," ujarnya.
Untuk tahap pertama yang sedang dalam proses penyelesaian, lanjut Djoko, adalah tol Cikampek-Palimanan.
"Kita mulai dulu, nanti yang Cikampek-Palimanan dulu, ini sudah hampir selesai, semoga dalam waktu singkat bisa dikerjaan dulu karena jalan tol ini kan saling berkaitan, kalau di sini dibangun yang di sana tak ada, kan tak bisa juga," jelasnya.
Djoko mengharapkan dengan selesainya pembangunan tol Cikampek-Palimanan tersebut, akan banyak pihak yang tertarik untuk pembangunan kelanjutan ruas tol lain.
"Sekarang yang paling utama kita coba Cikampek-Palimanan, nanti kalau sudah ada, Cirebon ke timur, nanti juga pasti orang terdorong untuk bangun," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah merampungkan evaluasi 24 proyek tol yang selama ini mangkrak. Hasilnya proyek 24 ruas tol tersebut masih layak untuk diteruskan.
Dari 24 proyek itu, ada 10 proyek tol yang masih dievaluasi kelayakannya karena terkendala kemampuan pendanaan dari pemegang konsesi.
Tol Semarang-Solo, misalnya, berdasarkan hasil evaluasi terakhir, tol itu dinyatakan layak. Tim evaluasi dari BPJT telah bekerja sejak Juli hingga Desember 2010. Evaluasi dilakukan terhadap kelayakan suatu proyek dan kemampuan keuangan pemegang konsesi proyek tol mangkrak.
Selama tahap evaluasi, BPJT meminta mereka memperkuat kemampuan keuangan. Caranya dengan pengalihan saham atau perubahan susunan pemegang saham. Dengan skema tersebut maka beberapa ruas tol yang semula bermasalah, menjadi layak dilanjutkan.
Untuk proyek tol Semarang-Solo ini, selain bantuan dari pemegang saham mayoritas, pemerintah juga memberikan bantuan berupa dana sebesar Rp 1,9 triliun untuk pembebasan lahan dari total kebutuhan dana Rp 6,2 triliun.
Setelah pengumuman evaluasi ini, BPJT dan para pemegang konsesi 24 tol tol itu bakal meneken amandemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada Maret 2011.
Amandemen terdiri atas restrukturisasi pemegang saham, jadwal pengusahaan jalan tol termasuk pengadaan tanah, konstruksi dan operasi. Pemegang konsesi juga wajib memenuhi kewajiban berupa jaminan pelaksanaan dan biaya pengadaan tanah.
Setelah itu baru 24 proyek dilanjutkan kembali pelaksanaannya mulai April 2011. Total investasi untuk 24 proyek naik menjadi Rp 111,74 triliun padahal sebelumnya cuma Rp 89 triliun. Penyebabnya adalah kenaikan nilai konstruksi dan pembebasan tanah
Minggu, 05 Desember 2010
12 Bukti Tolak Pailit Istaka Karya
BUMN tidak bisa dipailitkan
Sidang permohonan pailit yang diajukan PT Japan Asia Investement Company (JAIC) yang diajukan kepada PT Istaka Karya (Persero) memasuki agenda pembuktian. Menghadapi JAIC, Istaka Karya telah menyiapkan 12 bukti untuk membantah permohonan pailit JAIC.
"Bukti yang kami ajukan sebanyak 12 bukti yang semuanya mendukung dalil-dalil penolakan pailit Istaka," kata kuasa hukum Istaka Karya Taufik Hais kepada wartawan Minggu (5/12) di Jakarta.
Menurut Taufik, bukti-bukti yang diajukan itu akan membantah bahwa JAIC berhak mengajukan kepailitan mengingat PT Istaka Karya berstatus BUMN. Jadi mestinya pailit hanya dapat diajukan oleh Menteri Keuangan.
Istaka Karya awalnya adalah perushaan milik Departemen Pekerjaan Umum pada tahun 1980 yang kala itu bernama PT Indonesia Consortium of Construction Industrie (ICCI). Dengan PP Nomor 19 Tahun 1983 tentang Penyertaan Modal Negara, maka ICCI diubah menjadi BUMN dengan setoran modal Rp50 miliar yang dikonversi menjadi kepemilikan saham.
Dengan demikian, kepemilikan seluruh saham Istaka adalah Kementrian BUMN sebagaimana Akta Pernyataan keputusan pemegang saham tertanggal 4 Desember 2008.
Menurut Taufik permohonan pailit itu tidak tepat karena sesuai putusan MA yang menyatakan pihaknya harus membayarkan utang terhadap JAIC, pihaknya mengajukan peninjauan kembali (PK). Selain itu, perusahaan juga masih berjalan dengan melaksanakan proyek-proyek yang menyangkut kepentingan umum.
JAIC memohonkan pailit Istaka Karya karena tak kunjung melaksanakan Putusan Mahkamah Agung yang menghukum Istaka melunasi total utang tertunggak sebesar US$ 7,645,000.
Sumber :
skalanews.com
Langganan:
Postingan (Atom)
