javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Jumat, 13 April 2012

Relokasi Mundur, Siswa Terus Terganggu

SDN 02 & SDN 04 Kandangan belum memperoleh
lahan relokasi. akibatnya para siswa belajar di tengah 
hilir mudik kendaraan berat pembangunan 
 jalan tol Semarang-Solo.

Tol Semarang Solo


SEMARANG, KOMPAS.com — Pelaksanaan relokasi lima sekolah di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang terkena proyek Tol Semarang-Solo terus mundur. Akibatnya, siswa harus terus mengalami gangguan dalam belajar.

Lima sekolah yang rencananya akan direlokasi adalah SD Negeri Kandangan 02 dan 04, SDN Bawen 04, SDN Klepu 01, dan TK Mekar Sari. Seharusnya relokasi dilakukan sebelum pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo. Namun, pelaksanaannya terus mundur. Gedung baru belum juga dibangun, sementara aktivitas pembangunan terus berjalan.

Sebelumnya, tim pengadaan tanah (TPT) menyebutkan, pembangunan gedung sekolah baru akan dimulai awal Maret, tetapi hingga kini belum ada realisasinya.

Guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan SDN Kandangan 02, Rohani, Kamis (12/4/2012), mengatakan, gangguan terus dialami meskipun pernah ada kesepakatan bahwa pengerjaan pembangunan baru akan dilakukan setelah jam pelajaran usai. Kenyataannya, aktivitas jalan terus dan mengabaikan ketenangan siswa untuk belajar.

"Anak-anak sering kaget karena tiba-tiba ada suara alat berat kencang sekali. Sampai kaca-kaca ikut bergetar, seperti gempa. Saya sering menangis memikirkan hal itu, kasihan anak-anak, apalagi sekarang sedang ujian tengah semester," ujarnya.Kepala SDN Kandangan 02 Titik Rusmiati mengungkapkan hal senada. "Kami bisa apa? Kami hanya bisa menjalani situasi ini walaupun sulit," katanya.

sumber :

Pekerjaan Proyek Mengganggu Ujian Sekolah


KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Ilustrasi: Jalan tol Semarang-Solo.

Tol Semarang Solo

SEMARANG, KOMPAS.com - Lima SD yang kawasannya terkena proyek jalan tol Semarang-Solo di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, masih menunggu proses relokasi yang belum juga dimulai.

Kondisi ini menyebabkan kegiatan belajar dan mengajar siswa lima sekolah itu terus terganggu aktivitas pembangunan, termasuk saat siswa menghadapi ujian tengah semester.

Lima sekolah yang harus direlokasi adalah SDN Kandangan 02 dan 04, SDN Bawen 04, SDN Klepu 01 dan TK Mekar Sari. Dari lima sekolah itu SDN Kandangan 02 dan 04 yang terletak di Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, yang paling terganggu aktivitas pekerjaan dari proyek tol.

Di sekitar dua sekolah yang berada dalam satu kompleks itu, sudah tidak ada lagi bangunan lain, kecuali bangunan nonpermanen milik kontraktor pelaksana PT Waskita Karya. Saat ini kompleks sekolah itu dikelilingi berbagai aktivitas proyek yang sangat mengganggu. Polusi debu dan suara sangat dominan.

Guru pelajaran olahraga, Rohani, menuturkan, saat jam pelajaran, siswa kerap terkaget-kaget karena suara-suara alat berat yang sangat kencang. Getarannya juga terasa seperti gempa. Kaca-kaca bergetar.

"Saya hanya kasihan anak-anak. Mereka harus konsentrasi untuk ujian. Kalau situasi seperti ini, anak-anak pasti kesulitan berkonsentrasi," kata Rohani.

Kepala SDN Kandangan 02, Titik Rusmiati, mengatakan, pada awalnya ada kesepakatan dengan kontraktor pelaksana, bahwa tidak ada aktivitas pembangunan selama jam belajar berlangsung. Kenyataannya aktivitas pembangunan tetap berlangsung pada jam belajar.

Pihak sekolah sampai-sampai membuat papan yang berisi seruan, untuk menghormati jalannya ujian dengan tidak membuat suara gaduh. Akan tetapi upaya itu juga sia-sia, dan siswa masih harus menghadapi gangguan pekerjaan proyek.

Di SDN Bawen 04, kontraktor proyek mengirim kipas angin dan masker kepada pihak sekolah. Menurut Kepala SDN Bawen 04, Supardi, kipas angin di tiap kelas untuk mengurang udara yang semakin panas. Anak-anak diberi masker, karena banyak debu beterbangan.

Mengenai rencana pembangunan gedung sekolah yang baru, hingga kini belum juga terealisasi. Padahal sebelumnya Tim Pengadaan Tanah (TPT) Tol Semarang-Solo memperkirakan, proses pengerjaan fisik dimulai setelah Februari 2012.

Ketua TPT Tol Semarang-Solo, Waligi, mengatakan, proses lelang relokasi untuk SDN Kandangan 02 dan 04, SDN Bawen 04, SDN Klepu 01, dan TK Mekar Sari sudah selesai.

Rencananya pada 20 April mendatang akan ditandatangani kontrak pelaksanaan pembangunan. Pemenang lelang menyatakan sanggup membangun gedung baru selama 150 hari.
sumber :

TOL SEMARANG SOLO: Lahan Terkena Tol, Warga Ngargosari Cemaskan Usaha

TERANCAM SEPI -- Ruas jalan raya Kenteng-Tlatar yang bakal
dilewati proyek tol Semarang-Solo, Jumat (13/4/2012). 
Warga setempat khawatir pasca dilewati tol ini usaha mereka mati 
karena lalu lintas di situ akan dialihkan ke jalan baru. 
(JIBI/SOLOPOS/Farida Trisnaningtyas)
BOYOLALI – Proyek jalan tol Semarang-Solo yang juga mengenai lahan di Dukuh Ngasemrejo, Desa Ngargosari, Kecamatan Ampel, Boyolali, membuat khawatir warga setempat. Mereka resah jika mega proyek ini jadi usaha mereka mati. Pasalnya, jalur utama Kenteng-Tlatar yang melintasi wilayah mereka bakal menjadi jalan buntu karena diterjang tol ini.

“Saya bingung nanti bagaimana mau jualan. Patok tol memang tak lewat warung saya tetapi di dekatnya. Secara tidak langsung warung saya tidak punya jalan. Lalu siapa yang akan membeli,” keluh salah satu penjual soto dan kare, Tarno saat ditemui wartawan di warungnya, Jumat (13/4/2012). Tarno mengatakan lalu lintas di jalan raya Kenteng-Tlatar yang ada di depan warungnya akan dialihkan melalui jalan lingkar yang berjarak 100 meter dari tempat ia tinggal. Secara otomatis, jalan di depan rumahnya menjadi jalan buntu.

Hal sama diungkapkan pedagang bensin eceran, Rumi Sri Haryati. Pasca pematokan tol yang dilakukan instansi terkait ia enggan membuka toko. Rumi pusing memikirkan nasibnya nanti jika benar tol menerjang wilayahnya. Padahal kebutuhan keluarga sedikit banyak dihasilkan dari berjualan bensin serta pulsa ini. “Saya enggak tahu nanti kalau tol sudah jadi mau bagaimana. Beberapa hari saya jadi malas berjualan karena memikirkan nasib jualan saya besok,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW setempat, Rukimin mengakui setidaknya ada sekitar enam rumah di pinggir jalan raya yang bakal menjadi jalan buntu. Menurutnya, warganya tidak mempersoalkan ganti rugi tanah yang terkena tol. Hanya saja, mereka cemas karena takut usaha mati lantaran jalan di depan rumah menjadi jalur buntu. Usaha mereka terancam mati karena tidak ada pembeli. Dijelaskan, di wilayahnya sudah ada pematokan atau pengukuran tol beberapa waktu lalu. Namun, jalan raya Kenteng-Tlatar tidak dibuatkan underpass ataupun bypass untuk melintas. Sebagai gantinya, warga akan dibuatkan jalan melingkar yang berjarak sekitar 100 meter dari jalan tol tersebut. “Kami mendukung proyek tol ini. Akan tetapi, mohon pemerintah memperhatikan nasib warga kami yang bergantung pada usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” pungkasnya.

sumber :

DPR Recoki Dahlan Iskan

foto
Foto kombo : Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) 
Dahlan Iskan, mengeluarkan botol air minum yang disimpan dari dalam
pakaian untuk menjaga suhu air minum tetap hangat, saat mengikuti
rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung MPR/DPR, Jakarta. 
TEMPO/Imam Sukamto




TEMPO.CO , Jakarta: – Gebrakan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, memangkas birokrasi pada perusahaan negara mendapat penentangan dari beberapa orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mereka mengajukan hak interpelasi kepada Dahlan atas berbagai kebijakannya.

Menurut Wakil Ketua Komisi BUMN DPR, Aria Bima, interpelasi itu untuk mempertanyakan Keputusan Menteri BUMN Nomor 236/MBU/2011 tentang pendelegasian wewenang. “Keputusan itu memberikan wewenang untuk mengangkat direksi badan usaha milik negara tanpa melalui rapat umum pemegang saham,” ujar politikus PDI Perjuangan ini. Kebijakan ini dinilai melanggar Pasal 15 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

Alasan lain mengajukan interpelasi, kata Aria lebih lanjut, karena Keputusan Menteri tersebut memberi peluang kepada direksi BUMN untuk menjual aset. Padahal, pelepasan aset perusahaan negara harus mendapat persetujuan Dewan, Presiden dan atau Menteri Keuangan.

Sebelumnya, Dahlan melakukan terobosan kebijakan memangkas birokrasi dengan mendelegasikan 22 jenis kewenangan Menteri BUMN kepada pejabat eselon satu Kementerian. Selain itu, dia juga melimpahkan 14 kewenangan Menteri untuk dikuasakan kepada dewan komisaris dan dua kewenangan kepada direksi BUMN. Kementerian hanya fokus pada hal-hal yang lebih strategis, seperti revitalisasi perusahaan negara yang dengan kinerja sangat buruk dan aset-aset tidak produktif.

Mendapat perlawanan dari anggota Dewan, Dahlan hanya menyatakan, “Silahkan saja, itu kan hak mereka.” Menurut dia, tidak ada yang boleh menentang hak anggota Dewan mengajukan interpelasi.

Namun, langkah Dewan dinilai ahli politik Universitas Gadjah Mada, Ari Dwipayana, salah alamat. “Seorang menteri tidak bisa dikenai interpelasi,” ujarnya. Interpelasi seharusnya ditanyakan kepada kebijakan Presiden.

 sumber :

Rabu, 11 April 2012

50 BIDANG TANAH MILIK WARGA ; Digilas Proyek Jalan Tol



SOLO (KR) - Sedikitnya 50 bidang tanah seluas 2,3 hektare milik warga Kadipiro Solo, akhirnya terkena proyek jalan tol Semarang - Solo. Semula, proyek tersebut diperkirakan tidak menyita tanah milik warga Kota Solo, namun belakangan terjadi perubahan, terkait penyediaan fasilitas umum di kawasan jalan tol.

Menurut staf ahli Kementerian Pekerjaan Umum, Grahita Sutadi, proyek jalan tol Semarang - Solo yang akan diteruskan hingga Kertosono, memang memakan ribuan hektare tanah milik masyarakat. Di wilayah Solo, luasan tanah yang digilas proyek hanya sekitar 2,3 hektare yang saat ini masih dikuasai warga. "Hingga Selasa (10/4) masih dilakukan sosialisasi pembebasan tanah dengan melibatkan berbagai pihak terkait," jelas Grahita menjawab wartawan, kemarin.

Sesuai aturan main, masyarakat memang diberikan hak penuh untuk menguasai tanah. Hanya saja, ketika pemerintah memerlukan tanah tersebut untuk kepentingan umum, mestinya masyarakat bersedia melepaskannya disertai kompensasi wajar. Sedangkan besaran ganti rugi tanah milik warga Kadipiro itu, hingga kini belum bisa dipastikan, sebab masih dalam proses negosiasi.

Berdasar kondisi riil di lapangan, harga tanah di kawasan Kadipiro saat ini berkisar Rp 600 ribu permeter persegi. Tidak menutup kemungkinan, ketika proyek jalan tol mulai disosialisasikan, akan meningkat hingga dua kali lipat.

Sumber :

Selasa, 10 April 2012

Tol Gempol-Pandaan Dibangun

INFRASTRUKTUR JALAN


JAKARTA (Suara Karya): Proses pembangunan ruas tol Gempol-Pandaan di Jawa Timur (Jatim) dimulai. Jalan tol yang merupakan bagian dari rangkaian tol trans-Jawa ini memiliki panjang 13,61 kilometer (km). Jalan tol ini dibangun dan dioperasikan oleh PT Margabumi Adhikarya dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun dan masa konsesi 35 tahun.
 
"Nilai investasi pembangunan jalan Tol Gempol-Pandaan akan dipenuhi melalui modal sendiri dan pinjaman dari Bank Panin," kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/4). 
 
Menurut dia, jalan Tol Gempol-Pandaan merupakan bagian terpenting dari jaringan jalan yang menghubungkan Surabaya dan Malang. Apalagi juga merupakan salah satu pendukung utama sistem distribusi barang dan jasa di wilayah Jawa bagian timur. 
 
Dalam proses pengadaan tanah, Kementerian PU mengalokasikan dana pinjaman dari Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp 90 miliar. Hingga saat ini, kebutuhan tanah untuk konstruksi tol seluas 102,85 hektare terpenuhi 99,82 persen atau 102,67 hektare serta siap dibangun. "Sedangkan sisa tanah yang dibutuhkan masih dalam proses penyelesaian melalui musyawarah dan diharapkan dapat segera dituntaskan," ujarnya. 
 
Sementara itu, Direktur PT Margabumi Adhikarya Setiono mengatakan, Tol Gempol-Pandaan merupakan bagian dari tiga ruas jalan tol yang akan dibangun di Surabaya dan bagian dari jaringan jalan tol trans Jawa. Waktu pengerjaannya diperkirakan memakan waktu 15 bulan untuk selanjutnya siap dioperasikan.
 
"Kita usahakan bisa lebih cepat dan ditargetkan 2013 sudah bisa beroperasi. Kami juga akan melanjutkan pembangunan jalan tol dari Gempol ke Pasuruan. Tol trans-Jawa merupakan prioritas utama untuk diselesaikan pembangunannya, karena tingkat lalu lintasnya tertinggi, khususnya terkait angkutan barang dan jasa. Untuk itu, pada 2014 sebagian besar ruas tol trans-Jawa sudah beroperasi. Masalah tanah mudah-mudahan bisa diselesaikan sesuai target," tuturnya. 
 
Di lain pihak, pembangunan konstruksi untuk jalan Tol Semarang-Solo seksi II (ruas Ungaran-Bawen) sepanjang 11,9 km di Jawa Tengah, ditargetkan bisa selesai sebelum pertengahan tahun depan. 
 
Pengerjaan ruas Tol Ungaran-Bawen terbagi menjadi 4 paket pekerjaan konstruksi. Yakni ruas Kalirejo-Beji (3,25 km) Beji-Tinalun (3,9 km), Tinalun-Lemah Ireng (3,825 km), dan Lemah Ireng-Bawen (1,015 km). Untuk pelaksanaan konstruksi, PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku investor bekerja sama dengan 3 kontraktor BUMN lainnya. Berdasarkan data TMJ, hingga saat ini lahan yang berhasil dibebaskan mencapai 88 persen dari total 136 ha yang harus dibebaskan. Sisanya masih terkendala kesepakatan harga ganti rugi. (Novi) 
 
sumber :

Minggu, 08 April 2012

Satu Pekerja PT Waskita Ditahan

UNGARAN, suaramerdeka.com - Unit Satreskrim Polres Semarang mengamankan sedikitnya 1.800 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi dari basecamp logistik PT Waskita Karya seksi IV, belum lama ini.

Saat dilakukan penggrebegan di basecamp yang berlokasi di Dusun Geneng, Kandangan Bawen, selain menemukan 60 jirigen ukuran 30 liter, Polisi juga mengamankan seorang pekerja berinisial RF (38) warga Jakarta yang diketahui bekerja pada bagian logistik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, penggerebegan dilakukan Jumat (6/4) kemarin. Sebelumnya Polisi mendapatkan informasi dari masyarakat yang curiga dengan aktiivitas beberapa pekerja di basecamp milik kontraktor penggarap proyek jalan tol Ungaran-Bawen tersebut.

Setelah melakukan penyelidikan, diketahui solar tersebut dibeli oleh pekerja dari SPBU dengan menggunakan motor, kemudian dituangkan ke dalam tangki penyimpanan ukuran 5.000 liter. Dari 3 tangki ukuran 5.000 liter yang ada, kemudian baru dipasok ke sejumlah alat berat yang digunakan untuk menggarap proyek tol.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Agus Puryadi menuturkan, setiap harinya, RF diduga membeli solar di SPBU sebanyak lima sampai enam jirigen. BBM bersubsidi tersebut kemudian dikumpulkan ke tangki yang sudah disiapkan. “Bila mengacu pada ketentuan, untuk keperluan proyek harusnya perusahaan menggunakan BBM untuk industri bukan BBM bersubsidi," tutur Kasat.

Guna pengembangan lebih lanjut, lanjut Kasat, pihaknya kini menahan RF untuk dimintai keterangan. Polisi juga berencana akan memanggil beberapa saksi lagi terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.

Terpisah, staf PT Waskita Karya Seksi IV Wijiyanto menjelaskan, RF memang benar sebagai pekerja bagian logistik di PT Waskita Karya. Pihaknya membantah bila RF melakukan pembelian BBM bersubsidi di SPBU atas perintah pimpinan. Maka dari itu, perbuatan RF menurutnya di luar tanggungjawab perusahaan. “Pimpinan tidak pernah memerintahkan siapapun untuk membeli BBM di SPBU. BBM yang kami gunakan semuanya murni BBM industri," jelasnya.

Berdasarkan data dari PT Waskita Karya, pihaknya diketahui mendapat pasokan dari distributor Wahyu Indah Jaya, yang beralamat di Kemijen, Semarang Timur. Distributor tersebut setiap dua hari sekali mengirim solar ke basecamp dengan menggunakan tangki khusus dengan harga Rp 10 ribu sampai Rp 11 ribu per liternya.
 
sumber :

Sabtu, 07 April 2012

Warga Minta Rp 450 ribu/m2, Pembebasan Tol Ungaran-Bawen Macet

Jakarta - Pembebasan tanah pada tol Semarang-Solo seksi II (Ungaran-Bawen) yang menjadi bagian Jalan Tol Trans Jawa, belum juga rampung. Dari 136 ha target pembebasan, baru 88% yang tuntas.

Investor jalan tol Ungaran-Bawen PT Trans Marga Jateng (TMJ) menjelaskan, ada beberapa pemilik tanah yang belum menyepakati harga atas ganti rugi tanah tersebut. Hasil perhitungan tim appraisal independen, harga pasaran tanah di seksi tersebut bervariasi antara Rp 80.000-Rp 128.000/m2, namun ada pemilik tanah yang meminta harga hingga Rp 450.000/m2.

Hal ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto usai kunjungan ke lapangan, seperti dikutip dari situs Kementerian PU, Sabtu (7/4/2012).

Meski demikian Djokir masih optimistis ruas tol Ungaran-Bawen akan tuntas sebelum pertengahan 2013. Pembangunan ruas tol Ungaran-Bawen juga dilaporkan telah selesai 11,9 km.

"Saya perkirakan selesai pertengahan tahun 2013, namun tadi saya tanyakan lagi ke investornya, mereka bilang akan selesai pada Maret atau April," terangnya.

Pengerjaan ruas tol Ungaran-Bawen terbagi menjadi empat paket konstruksi yaitu Kalirejo-Beji (3,25 km), Beji-Tinalun (3,9 km), Tinalun-Lemah Ireng (3,825 km) dan Lemah Ireng-Bawen (1,015 km). PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku investor bekerja sama dengan tiga kontraktor pelaksana, PT Waskita Karya, PT Pembangunan Perumahan dan PT Adhi Karya.

Sebelumnya, tol Semarang Solo seksi I Semarang-Ungaran telah beroperasi sejak 12 November 2011. Ruas jalan sepanjang 11,3 km tersebut saat ini hanya diperuntukkan untuk kendaraaan golongan I atau kendaraan kecil. Hal tersebut disebabkan akses keluar tol tersebut. Lalu lintas harian Semarang-Ungaran berkisar 9.500-10.500 kendaraan.
sumber :
detik.com

Selasa, 03 April 2012

Tergerus Air Hujan, Pagar Jalan Tol Roboh

PAGAR ROBOH: Sejumlah pengendara terlihat melintasi pagar pembatasjalan 
tol yang ambruk di Kampung Sarowo, Kelurahan Kalirejo, Ungaran Timur, 
Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com/ Ranin Agung)
UNGARAN, suaramerdeka.com - Karena diduga tidak kuat menahan debit air ketika terjadi hujan lebat, pagar pembatas antara jalan tol dengan pemukiman warga di Kampung Sarowo, Kelurahan Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang roboh. Panjang pagar yang roboh mencapai sepuluh meter.

Kejadian ini diketahui telah terjadi beberapa pekan lalu. Taslimah (55), warga sekitar lokasi mengatakan, pascarobohnya pagar pembatas tersebut kini dia dan warga lainnya khawatir akan keselamatan penduduk. "Kami khawatir terjadi sesuatu pada warga, karena orang bisa masuk ke area jalan tol. Padahal itu jelas dilarang," katanya, Selasa (3/4).

Berdasarkan pantauan di lapangan, selain ada yang roboh, sebagian pagar pembatas juga ada yang rusak, mengalami retak, bahkan ada yang berlubang. "Warga menduga kerusakan itu imbas dari tidak kuatnya bangunan menahan air hujan yang turun beberapa waktu lalu," jelas Taslimah.

Keterangan yang sama juga dikatakan Rohimun (45). Melihat kondisi yang ada, dia dan warga lainnya berharap ada tindakan cepat dari pengelola jalan tol Semarang-Ungaran. Menurutnya dengan adaanya pagar pembatas, setidaknya ada pengamanan bagi warga dan pengguna jalan tol. "Kami meminta pengelola segera memperbaiki kerusakan yang ada demi keamanan dan kenyamanan bersama," tuturnya.

Sementara itu, Lurah Kalirejo, Karsiman ketika dihubungi melalui telepon seluler menjelaskan, pihaknya secara resmi belum menerima laporan terkait kerusakan pagar pembatas jalan tol. Karsiman berjanji akan segera mengecek kondisi lapangan dan melaporkan ke pengelola agar segera ada penanganan.

"Kami akan menerjunkan staf ke lapangan, data yang ada nanti akan diteruskan ke pengelola," katanya.

Terpisah ketika dihubungi suaramerdeka.com melalui telepon seluler, Direktur Tehnik dan Operasional Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola jalan Tol Semarang Solo, Ari Nugroho, tidak mengangkat telepon. Ari Nugroho hanya membalas sms yang memberitahukan bila pihaknya sedang rapat dengan staf, sehingga belum bisa memberikan keterangan terkait kerusakan pagar pembatas antara jalan tol dan pemukiman tersebut. ( Ranin Agung / CN27 / JBSM )


Baca Juga
TMJ Bayar Keterlambatan Upah Pekerja
Tol Semarang-Ungaran Dilintasi 16 Ribu Kendaraan
Hakim Pemeriksa Agus Sukma Dilaporkan
Sejumlah Rambu Tol Semarang - Ungaran Raib
Tagih Janji, Warga Jetis Protes
Sehari Dilewati 10.571 Mobil
Menteri PU Minta Maaf, Truk dan Bus Belum Boleh Masuk Tol
Menteri PU Minta Para Bupati Bisa Kerja Sama
Menteri PU Siap Canangkan Seksi II Tol Semarang-Solo
Berharap Kemacetan Terakhir di Ungaran
sumber :
suaramerdekaa

JALAN TOL: Terkait Amandemen PPJT Semarang-Solo, Jasa Marga Masih Kaji Kompensasi

PEMBANGUNAN JALAN TOL -- Sejumlah truk dan alat berat tengah melakukan
pengurukan untuk jalur jalan tol Solo-Semarang di Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar,
beberapa waktu lalu. (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)
JAKARTA – Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga Abdul Hadi mengatakan.saat ini kesepakatan pemberian kompensasi masih dalam kajian bersama dengan BPJT. Hal ini terkait penandatanganan amandemen perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) pekan lalu, menyusul adanya kesepakatan mengenai dukungan dana Rp1,9 triliun dari pemerintah. Dalam kesepakatan tersebut dinyatakan kebutuhan anggaran akan dipenuhi oleh Badan Usaha Jalan Tol tersebut.

Abdul Hadi menjelaskan, kompensasi yang tengah dikaji itu di antaranya mengenai besaran tarif baru, kepastian perpanjangan masa konsesi dan penunjukkan ruas yang akan di-bundling nantinya. “Masih belum final, kita masih menunggu keputusan dari pemerintah. Namun pada prinsipnya kami siap menuntaskan tol Semarang sampai Solo ini tepat waktu,” ujarnya.

Sesuai rencana, pembangunan ruas tol Semarang-Solo dibagi menjadi lima seksi. Yaitu seksi pertama rute Semarang-Ungaran dengan panjang 16,3 kilometer, dan sudah beroperasi sejak November 2011. Selanjutnya, seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 13,33 kilometer, seksi III Bawen-Salatiga 18,2 kilometer, seksi IV Salatiga-Boyolali 22,4 kilometer, dan seksi V Boyolali-Karanganyar sepanjang 11,1 kilometer.

Baca Juga:
KOMPENSASI HARGA BBM: Kementerian PU Siapkan Proyek Infrastruktur Perdesaan
JALAN TOL: Akhirnya Amandemen PPJT Tol Semarang-Solo Diteken
KENAIKAN HARGA BBM: Organda Tuntut Pembebasan 3 Jenis Pajak
KENAIKAN HARGA BBM: Bupati Pastikan Proyek Jalan Terus
MUSRENBANG: Pemda Gagal Serap Aspirasi, Musrenbang Dianggap Sekadar Formalitas

sumber :
solopos