javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Minggu, 13 November 2011

Menteri PU Minta Maaf, Truk dan Bus Belum Boleh Masuk Tol

JABAT TANGAN: Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo
bersalaman dengan Menteri Pekerjaan Umum 
Djoko Kirmanto saat acara pembukaan jalan tol Semarang - Ungaran.
Semarang, CyberNews. Hari kedua pengoperasian jalan tol Semarang - Ungaran disambut antusias warga. Terbukti, Minggu pagi (13/11), lalu lintas dua jalur tol terpantau cukup ramai oleh lalu lalangnya mobil pribadi. Mengingat, sejak Sabtu sampai Senin besok, atas perintah Menteri PU, pengelola tol PT Trans Marga Jateng (TMJ) tidak diperbolehkan menarik biaya tol sebesar Rp 5.500.

Itu sebabnya di beberapa gerbang tol yang tersedia, tidak terjadi antrean sebagaimana lazimnya, meski pertugas tol tetap berjaga-jaga.

Atas pemberlakukan kendaraan Golongan I yakni mobil pribadi yang berbadan kecil saja yang diperbolehkan melintasi jalan tol berjarak 11,4 km ini.

Atas kebijakan ini, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meminta maaf pada masyarakat. "Kami selaku pemerintah minta maaf kepada pengguna jalan, karena jalan tol baru boleh dilalui oleh kendaraan kecil. Truk dan bus untuk sementara tidak diperbolehkan melintas," kata Djoko Kirmanto sesuai acara Pencanangan (ground breaking) Proyek Tol Seksi II di Ungaran, Kabupaten Semarang Sabtu sore (12/11) kemarin.

Hal itu karena exit tol di Ungaran, persisnya di jalan Letjen Suprapto, tidak memungkinkan jika terjadi antrean truk dan bus yang akan keluar dari tol. "Ini akan menyebabkan kemacetan baru di wilayah Ungaran," sambung menteri.

Namun Djoko Kirmanto belum menjelaskan, bagaimana solusi untuk membangun kawasan exit tol Ungaran itu.

( Bambang Isti /CN32 )

Baca Juga
Gedung Pramuka Bisa Disewakan
Bibit Waluyo: Bandara di Semarang Terjelek di Indonesia
Senin, Pengeboran Flyover Kalibanteng Akan Dimulai
Belanda Tak Lagi Biayai Kolam Retensi Banger
Infrastruktur Pelabuhan Hambat Investasi
Rambu Jalur Alternatif Dipasang
Lumpur Proyek Ganggu Jalan Arteri Yos Sudarso
Kotori Jalan, Proyek Hotel Holiday Dikeluhkan
Pembangunan Jalan Layang Kalibanteng Dimulai
Akses Warga Tambaklorok Terancam Ditutup
sumber :

Target Rampung Pertengahan 2013



Ground Breaking atau pencanangan dimulainya pembangunan proyek jalan tol Seksi II Semarang-Solo pada ruas Ungaran-Bawen dimulai, Sabtu (12/11).

Ditandai dengan penekanan tombol sirene dan pelepasan balon ke udara, pencanangan itu dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo di Desa Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang di mana tempat awal dimulainya pembangunan tol yang berjarak 11,9 km.

Ruas tol Ungaran-Bawen itu ditargetkan akan selesai pada pertengahan 2013. Diharapkan oleh Djoko Kirmanto, permasalahan yang terkait dengan pembebasan tanah agar segera dituntaskan. Untuk itu dia meminta para Bupati yang kotanya dilalui proyek tol, agar bisa membantu penyelesaian masalah pembebasan tanah.

Pada hari yang sama, pencanangan itu menyusul dengan pengoperasian tol seksi I Semarang-Ungaran yang telah berkali-kali terbengkalai. Menteri PU meminta maaf, karena jalan tol itu baru bisa dilalui oleh kendaraan golongan I, yakni mobil pribadi. Sesuai dengan Undang-undang, tarif tol Semarang-Ungaran sebesar Rp 5.500.
 
Reporter & Kameraman: Bambang Isti
Dubber: Vallen Aztriko
Editor Video: Arief
sumber :

Tol Ungaran-Bawen Rampung 2013

SM/Irawan Aryanto BAYAR TOL: 
Menteri PU Djoko Kirmanto membayar karcis, 
menandai pembukaan tol Semarang-Ungaran, 
Sabtu (12/11). (65)
Tarif Semarang-Ungaran Rp 5.500

SEMARANG - Proyek pembangunan tol Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 km ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan. Semula, target penyelesaian proyek tol Semarang-Solo seksi II itu 23 bulan, tapi Menteri PU Djoko Kirmanto meminta percepatan menjadi 1,5 tahun saja.

Permintaan Djoko tersebut disanggupi PT Trans Marga Jateng (TMJ), pengelola tol Semarang-Solo. Empat paket konstruksi di ruas tersebut akan dirampungkan secepat mungkin.

Hal itu terungkap dalam ground breaking proyek tol Ungaran-Bawen di lapangan Desa Klepu, Kecamatan Priangapus, Kabupaten Semarang, Sabtu (12/11).

Bersama Gubernur Bibit Waluyo dan Bupati Semarang Mudjirin, Djoko menekan tombol peresmian pencanangan proyek jalan tol Semarang-Solo seksi II tersebut.

Dia berharap pembangunan tol Ungaran-Bawen bisa dikebut agar semua jenis kendaraan bisa melewati jalan tol Semarang-Solo. ‘’Sementara kendaraan kecil dulu yang boleh lewat karena pintu exit masih sempit di Ungaran. Aturan ini sambil menunggu tol ke Bawen selesai,’’ papar Djoko.

Jika target 18 bulan itu dihitung sejak ground breaking, maka tol Ungaran-Bawen harus selesai pada April 2013. Namun, pembangunan seksi II diketahui sudah berlangsung beberapa pekan, sehingga seharusnya bisa lebih cepat lagi.

Djoko juga secara resmi membuka penggunaan tol Semarang-Ungaran untuk umum. Berada semobil dengan Gubernur, secara simbolis dia membayar karcis di gerbang tol Banyumanik II menandai beroperasinya penggalan I ini.

Gratis Tiga Hari

Tarif di ruas sepanjang 11 km ini Rp 5.500 atau Rp 500/km. Untuk sementara, hanya kendaraan golongan I saja seperti mobil pribadi yang diperbolehkan melintas.

Pasalnya, akses jalan di pintu keluar di Ungaran masih sempit. Kendaraan berat dengan banyak muatan seperti truk atau trailer tetap harus melalui jalur biasa.

Selama tiga hari hingga Senin besok, penggunaan tol ini digratiskan. “Untuk tarif tiga hari ini masih gratis, selanjutnya bayar Rp 5.500 ya. Tidak mahal, itu sudah ada perhitungannya,” terang Djoko.

Dana ekuitas perseroan berupa kredit investasi dari sindikasi bank, yakni BNI, Mandiri, BRI, dan Bank Jateng, turut mendukung proyek tol Semarang-Solo yang memiliki total panjang 72,64 km. ‘’Dukungan bank ini sangat membantu penyelesaian proyek. Kami akan berupaya merampungkan seksi II lebih cepat agar kendaraan besar bisa melintas,’’ ujar Pjs Dirut TMJ Ari Nugroho.

Bibit menambahkan, masyarakat harus ikut mendukung proyek tol. Salah satunya dengan membantu proses pembebasan lahan.

Bupati/wali kota juga diminta bekerja keras menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang sering menimbulkan persoalan baru. ‘’Bayar tanah sesuai appraisal, nggak perlu tawar-tewer, kami ingin masyarakat diuntungkan. Apalagi brokar-broker itu jangan sekali-kali coba-coba. Awas saja kalau sampeyan mau bermain-main harga. Tolong bupati/wali kota awasi ketat proses pembebasan lahan yang akan dilalui,’’ tegas Bibit. (J14,J17-65) 
 
sumber :

Lusa Jasa Marga Mulai Bangun Seksi II Proyek Tol Semarang-Solo

Penulis : Bunga Pertiwi Adek Putri
SEMARANG--MICOM: PT Trans Marga Jawa Tengah (TMJ) akan memulai proses konstruksi proyek tersebut pada Senin (14/11).

Perusahaan itu merupakan anak usaha BUMN PT Jasa Marga Tbk, pemegang konsesi ruas tol Semarang-Solo dengan rute Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 kilometer.

Itu menyusul dilaksanakan tiang pemancangan proyek tersebut di Semarang, Sabtu (12/11). Pelaksanaan konstruksi senilai Rp2,1 triliun tersebut akan dilaksanakan dengan empat paket konstruksi oleh tiga kontraktor BUMN.

Kontraktor itu yakni PT Waskita Karya, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Adhi Karya. Konsultan perencana adalah PT Virama Karya.

Pembagian pengerjaan terdiri atas Paket III Lanjutan dengan rute Kalirejo-Beji sepanjang 3,25 kilometer dan Paket VI Lemah Ireng-Bawen sepanjang 1,015 kilometer dilaksanakan PT Waskita Karya.

Paket IV dengan rute Beji-Tinalun sepanjang 3,9 kilometer dilaksanakan PT Pembangunan Perumahan dan Paket V dengan rute Tinalun-Lemah Ireng sepanjang 3,825 kilometer dikerjakan PT Adhi Karya.

Direktur Teknik dan Operasional TMJ Ari Nugroho mengatakan, pelaksanaan konstruksi dengan sistem paket dilaksanakan paralel dengan pelaksanaan pembebasan lahan. (NG/OL-5) 
 
sumber :

Sabtu, 12 November 2011

Tol Ungaran-Bawen Harus Selesai 18 Bulan



Pembangunan jalan tol Ungaran-Bawen akan menjadi penunjang pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Tengah. Foto: Investor Daily/ ANTARA/R. Rekotomo/ss/11 Pembangunan jalan tol Ungaran-Bawen akan menjadi penunjang pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Tengah. Foto: Investor Daily/ ANTARA/R. Rekotomo/ss/11

SEMARANG - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meminta pembangunan penggalan kedua jalan tol Semarang-Solo, rute Ungaran hingga Bawen, Kabupaten Semarang, sepanjang 11,9 kilometer dapat selesai dalam 18 bulan.

"Paling lambat 18 bulan harus selesai, sehingga pada pertengahan 2013 dapat dioperasikan," kata Djoko ketika mencanangkan dimulainya pembangunan jalan tol Semarang-Solo, rute Ungaran hingga Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu.

Menurut dia, keberadaan jalan tol ini akan menjadi penunjang pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Tengah.

Ia mengungkapkan, terdapat sedikit kendala dalam mengupayakan percepatan penyelesaian ruas tol Semarang-Solo ini. "Pembangunan ruas tol ini membutuhkan dukungan penuh pemerintah," katanya.

Ia menjelaskan, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, dan Kementerian Keuangan sedang membahas mekanisme yang tepat agar ruas tol ini dapat segera terbangun. "Dengan demikian, sebelum tahun 2015, tol Semarang-Solo sudah selesai," katanya.

Beberapa mekanisme yang memungkinkan untuk pembangunan ruas tol ini, lanjut dia, yakni pembiayaan yang dilakukan dahulu oleh pihak swasta, yang kemudian akan pengembalian dananya dilakukan oleh pemerintah setelah proyek selesai.  "Termasuk PT Jasa Marga siap mambangun dahulu," tambahnya. (tk/ant)

sumber :

Tol Semarang-Ungaran Dioperasikan, Tiga Hari Pertama Gratis

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Pengendara yang melintasi jalan. Tol Semarang-Solo seksi I (Semarang-Ungaran) dibebaskan dari tarif tol. Penggratisan biaya tol ini dilakukan hingga tiga hari ke depan.

"Pembebasan tarif ini sebagai kompensasi dioperasikannya tol pada hari ini," ujar Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, saat menghadiri pencanangan (ground breaking) jalan tol Semarang-Solo seksi II di SD I Klepu, Ungaran, Sabtu (12/11).

Pada Selasa (15/11) mendatang, barulah tarif tol akan diberlakukan yakni Rp 5.500. Tarif ini, dinilainya tidaklah tinggi, pasalnya diperlukan dana yang tidak sedikit untuk biaya pemeliharaan jalan.

Pengoperasian jalan tol Semarang-Solo seksi I (Semarang-Ungaran) dilakukan hari ini. Pengoperasian awal ditandai dengan masuknya Djoko dan melakukan pembayaran tol diiringi dengan mobil-mobil yang lain.

Terkait hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, berharap pengoperasian tol ini berguna bagi pertumbuhan perekonomian Jateng. "Tol ini akan menyedot juga kegiatan perekonomian di sekitar Jateng, seperti Yogyakarta dan Jawa Timur bagian barat seperti Pacitan, Bojonegoro dan sekitarnya," jelas Bibit.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula pencanangan untuk jalan Tol Semarang-Solo seksi II (Ungaran-Bawen). Diharapkan seksi II ini selesai dalam waktu 18 bulan yakni pada pertengahan November 2012.

Redaktur: taufik rachman
Reporter: Qommarria Rostanti

sumber :

Menteri PU Siap Canangkan Seksi II Tol Semarang-Solo


Ungaran, CyberNews. Pada Sabtu (12/11) Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto, akan melakukan pencanangan (Ground breaking) proyek jalan tol Semarang-Solo seksi II, ini merupakan proyek penggalan dua yang akan segera dilakukan pembangunanya dari jarak Ungaran-Bawen.

Tanda pencanangan tersebut berupa pemancangan paku bumi di areal, di mana akan dimulainya pembangunan tol seksi II ini. Lokasi titik dimulainya pembangunan tol ini berada di Desa Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.

Ground breaking ini akan dimulai pukul 15.00 WIB. Menteri PU didampingi oleh Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Sebagai pengelola jalan tol pihak Trans Marga Jateng (TMJ) telah melakukan upaya pelaksanaan proses ganti untung kepada warga yang tanahnya harus di gusur.

Menteri PU Minta Para Bupati Bisa Kerja Sama

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko kirmanto, meminta kepada para bupati yang wilayahnya terlintasi proyek jalan tol untuk bisa bekerja sama. Kerja sama itu dalam arti untuk ikut melakukan upaya penyelesaian masalah pembebasan tanah.Hal itu dikatakan Djoko Kirmanto dalam sambutannya, ketika melakukan pencanangan (Ground breaking) proyek seksi II ruas Ungaran-Bawen, Sabtu (12/11), di Kelurahan Pringapus, Kabupaten Semarang. Untuk menandai pembangunan proyek tol penggalan dua ini, Menteri PU melakukan pemencetan tombol dan pengguntingan pita.
Terkait dengan pengoperasian seksi I Semarang-Solo yang hari ini mulai dioperasikan, Menteri PU meminta maaf, karena jalan tol itu baru bisa dilalui oleh kendaraan golongan I, yakni mobil pribadi. Namun, untuk tiga hari ke depan masyarakat yang melintasi jalan tol tersebut masih digratiskan, sesuai dengan Undang-Undang tarif tol Semarang-Ungaran sekitar Rp 5.500.


( Bambang Isti /CN31 / JBSM )


Baca Juga
Menteri PU Minta Para Bupati Bisa Kerja Sama
Berharap Kemacetan Terakhir di Ungaran
Menteri PU Bayar Tiket Masuk Pertama
Pengoperasian Tol Semarang-Ungaran Bantu Urai Kemacetan Watugong
Gubernur: Tarif Tol Semarang-Ungaran Tidak Mahal
Subkontraktor Didukung Tempuh Jalur Hukum
TMJ Serahkan Uang Rp 52 Miliar ke Kurator
Tarif Tol Semarang-Ungaran Tunggu Sertifikasi Kelaikan
Pembayaran Subkontraktor Tol Segera Diselesaikan
Tol Senilai Rp 1,92 Triliun Tak Kunjung Beroperasi

sumber :

Tol Semarang-Solo Resmi Beroperasi

SEMARANG--MICOM: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto meresmikan operasional Tol Semarang-Solo, rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/11) siang.

Peresmian tol sepanjang 14 kilometer tersebut ditandai dengan pembayaran perdana oleh Menteri Pekerjaan Umum di loket gerbang tol Banyumanik II. Pembayaran tersebut menandai pengoperasian tol yang sudah tertunda selama beberapa waktu.

Usai membayar di pintu gerbang , Menteri PU yang didampingi Gubernur Jawa Tengah bersama rombongan menyempatkan diri menyusuri jalan tersebut, hingga keluar di pintu Ungaran. Tarif yang dikenakan untuk kendaraan yang melintasi tol itu sebesar Rp5.500 per unit.

Sebelum resmi dioperasikan, tol tersebut sempat dibuka pada saat arus mudik dan balik Lebaran lalu selama sekitar 20 hari. Tol itu selanjutnya kembali ditutup untuk menjalani uji kelayakan, sebelum kemudian resmi dioperasikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo mengatakan operasional tol itu untuk sementara terbatas bagi kendaraan berukuran kecil. "Kendaraan berukuran besar, seperti truk dan bus, sementara dilarang lewat," kata Komisaris Utama PT Trans Marga Jawa Tengah itu. (Ant/OL-01)

sumber :

Pembelian Karcis Tandai Pembukaan

pintu gerbag tol banyumanik
SEMARANG- Jalan tol Semarang-Solo seksi I ruas Semarang-Ungaran Sabtu ini dibuka untuk umum. Jalan tersebut sementara baru bisa dilewati kendaraan golongan I seperti mobil pribadi.
Pembukaan tol akan ditandai dengan masuknya rombongan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dari pintu gerbang tol Banyumanik sekaligus membayar karcis masuk pukul 15.00.

Gubernur Bibit Waluyo mengatakan, setelah rombongan itu lewat jalan tol terbuka untuk umum.
Menteri PU yang membuka jalan tol. Setelah itu baru dibuka untuk umum dan mbayar. Tarif tol belum tahu persis, biar pemerintah pusat yang mengumumkannya,” kata Bibit, Jumat (11/11). Dia meminta semua pihak proporsional menyikapi tarif masuk tol Semarang-Ungaran.

Setelah membuka tol Semarang-Ungaran, Djoko akan melanjutkan pantauan di seksi II Ungaran-Bawen. Pembangunan rus tol itu sudah dimulai sejak dua-tiga bulan terakhir.
Namun, pencanangan secara simbolis ground breaking atau pemancangan tiang pertama ruas tol seksi II baru dilakukan hari ini karena kesibukan Menteri PU. Agenda seremonial akan berlangsung di Klepu, Kabupaten Semarang.
Bibit menegaskan, pintu keluar tol Ungaran bukan akses pintu exit utama. Pintu keluar utama ada di Bawen.

Pembebasan Lahan

Karena penggalan pertama pembangunan tol ini baru sampai Ungaran, maka ibu kota Kabupaten Semarang itu menjadi rawan macet. Pintu exit yang ada sekarang hanya diperuntukkan bagi mereka yang hendak ke Ungaran.
Lantaran digunakan oleh pengendara mobil yang bertujuan ke Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Wonosobo, dan Kebumen, kepadatan lalu lintas pun tak terhindarkan. Bibit menjelaskan, bila pintu keluar utama di Bawen sudah dioperasikan, kemacetan di Ungaran bisa dihindari.

“Rencana pembangunan jalan tol Semarang-Solo sudah oke ditinjau dari aspek dana dan pendukung lain. Pemerintah melalui Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah menyetujui Rp 1,9 triliun untuk pembebasan lahan. Konsep jalan tol ini merupakan perencanaan dari pusat. Kajian pembangunan jalan tol Semarang-Solo dari dua arah masih dilakukan,” paparnya.

Bila disetujui, Bibit menyatakan siap membuat gerakan pembangunan jalan tol dari timur ke barat dan barat ke timur. Proses awal adalah pembebasan lahan. Sehari menjelang pembukaan, pengelola jalan tol mengerahkan sejumlah petugas kebersihan. Mereka menyemprot badan jalan dengan air dan pemotongan rumput liar di bahu tol.
Pegawai Koperasi PT Jasa Marga, Kusnandar, menyebut pemotongan rumput liar sudah berlangsung sepekan terakhir. “Ini bagian dari persiapan pembukaan tol,” ungkap Kusnandar. (J17,K33,J14-65)
 
sumber :

Pengaturan Lalu Lintas Tiru saat Lebaran

*        SM/Irawan Aryanto PENGASPALAN: Pekerja mengaspal jalan tol
*         Semarang-Ungaran di wilayah Banyumanik, Kamis (10/11). (30)
Antisipasi Kemacetan di Pintu Tol Ungaran


UNGARAN - Pengaturan atau rekayasa lalu lintas di pintu keluar-masuk tol Ungaran untuk mengatasi kemacetan akan dilakukan sama seperti saat arus mudik dan balik Lebaran 2011. Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Semarang akan mengoptimalkan fungsi traffic light di sepanjang pintu tol tersebut. Selain itu, petugas menyiapkan beberapa jalur alternatif.

Kapolres Semarang AKBP Hariyanta melalui Kabag Operasional AKP Sugandi mengatakan, akses pintu tol Ungaran diutamakan lewat perempatan Sidomulyo hingga pertigaan DPRD Kabupaten Semarang. Pengendara dari Semarang, setelah sampai di gerbang tol Ungaran di Kalirejo dapat langsung melaju lurus melewati perempatan Sidomulyo menuju jalan utama (Jalan Diponegoro) di depan kantor DPRD. Seperti halnya di pertigaan DPRD, lampu bangjo juga sudah dipasang di perempatan Sidomulyo.

Jika akses utama itu padat, pengguna jalan dapat melalui jalur alternatif dari perempatan Sidomulyo ke arah kiri (selatan) melalui Jalan S Parman dan tembus di pertigaan Undaris (jalan utama). Di sepanjang jalan itu juga telah disiapkan persimpangan untuk mengurai kemacetan, salah satunya sebelum traffic light Undaris.

Melalui jalur itu, pengendara akan diarahkan ke selatan melewati Perumda Gedanganak dan tembus di batas Kota Ungaran sisi selatan.

”Optimalisasi traffic light akan disesuaikan dengan kepadatan lalu lintas. Jika terlalu padat, petugas akan mengalihkan arus kendaraan ke sejumlah jalur alternatif. Jalur alternatif itu sudah didukung rambu petunjuk jalan agar pengguna tol tidak tersesat. Akses keluar tol lewat perempatan KPU Ungaran dan tembus di Benteng Willem II juga bisa difungsikan bila kendaraan padat,” paparnya, kemarin.

Keamanan Terjamin

Menurut dia, Polres Semarang akan menyiagakan personel di beberapa persimpangan, termasuk pertigaan kantor DPRD, Sabtu (12/11), saat tol Semarang-Ungaran dibuka.

Penjagaan pada hari berikutnya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) untuk mengatasi kemacetan.

Kepala Dishubkominfo Prayitno Sudaryanto berharap kemacetan di pintu tol Ungaran tidak terjadi. Petugasnya akan disiagakan di beberapa titik rawan macet. Mengenai kelengkapan rambu, Dishubkominfo siap mendukung penuh.

Ketua Komisi D DPRD Jateng Rukma Setyabudi menyambut baik pembukaan tol Semarang-Ungaran. Selain mengurai kemacetan di kawasan Watugong, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Semarang, tol juga akan memperlancar roda perekonomian di Jateng.

”Kami berharap, keamanan pengguna tol terjamin. Artinya, konstruksi jalan dan jembatan harus benar-benar aman untuk dilewati, jangan seperti tol Cipularang yang dulu pernah ambles,” katanya.

Selain itu, semua persoalan terkait jalan bebas hambatan tersebut harus dituntaskan, seperti pembebasan tanah dan pelunasan uang jasa subkontraktor. Itu perlu diperhatikan agar nanti tidak ada demo setelah peresmian tol. (K33,J17,J14-59)
sumber :