javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Rabu, 09 Februari 2011

Interchange Tol Semarang-Ungaran Harus Dilebarkan

RATAKAN TANAH: Sejumlah pekerja menggunakan alat berat meratakan tanah pembangunan tol Semarang-Ungaran.(30)

SEMARANG- Jalan keluar-masuk atau interchange tol Semarang-Ungaran di Jl Letjen Suprapto menuju mulut Jl Diponegoro di Kota Ungaran, tepatnya di seberang Kantor DPRD Kabupaten Semarang, masih sempit dan harus dilebarkan.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Sasmita mengatakan, jika melihat kondisi lapangan saat ini, dengan peresmian sementara tol Semarang-Ungaran tanggal 28 Februari mendatang oleh Menhub, interchange di Jl Letjen Suprapto itu memang bisa berfungsi. Tapi berpotensi melahirkan kemacetan baru di depan Kantor DPRD Kabupaten Semarang.

”Kalau interchange-nya sendiri sudah jadi, namun Jl Letjen Suprapto-nya sampai depan Kantor DPRD Kabupaten belum diapa-apakan. Ukuran lebar jalan saat ini sekitar tujuh meter, itu untuk dua arah,” jelasnya.

Tidak Mudah

Jika dilebarkan, harus ada pembebasan lahan di Jl Letjen Suprapto yang sepanjang 900 meter. Namun proses itu tidak akan mudah karena bersinggungan dengan kawasan perkantoran dan perumahan. Pembebasan tersebut, kata dia, tentunya membutuhkan dana yang tidak kecil.
”Idealnya jalan tersebut selebar 17 meter, masing-masing lajur 7 meter plus trotoar 1,5 x 2 meter.”
”Pemkab Semarang ketika kami tanya mengaku belum punya dana untuk pembebasan. Pemprov harus mem-back up ini. Pemerintah pusat bisa dimintai bantuan,” terangnya.

Kepala Dinas Bina Marga Jateng Danang Atmodjo menjelaskan, jalur interchange tersebut masih tergolong sempit. Menurutnya, di Jl Letjen Suprapto ada badan jalan sepanjang 200 meter yang lebarnya sekitar enam meter.
”Masalah ini sudah kami konsultasikan ke Kementerian Pekerjaan Umum. Kementerian sependapat itu nanti akan dibenahi. Rencana pelebarannya dalam tahun ini, namun waktunya belum diketahui,” katanya. (H30,H23-43)

Sumber :
suaramerdeka

Selasa, 08 Februari 2011

2012, IPO Hutama Karya dan Waskita

JAKARTA--MICOM: Kementerian BUMN memastikan penawaran saham perdana kepada publik (IPO) PT Waskita Karya dan PT Hutama Karya akan dilakukan pada pada tahun 2012.

"Kami merencanakan untuk mengusulkan Waskita dan Hutama Karya IPO tahun depan (2012)," kata Deputi Menteri BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik, Sumaryanto Widayatin, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (8/2).

Dengan demikian ia menambahkan bahwa tahun 2011 program privatisasi terhadap BUMN Jasa Konstruksi tidak ada.

Ia menjelaskan, program privatisasi BUMN Jasa Konstruksi diarahkan untuk pengembangan perusahaan dalam bentuk penambahan modal.

Sebelumnya, Hutama Karya dan Waskita diberitakan segera IPO pada 2011.

Hutama Karya menargetkan dana hasil IPO sekitar Rp1 triliun, dengan jumlah saham yang dilepas maksimal 40 persen.

Sementara Waskita, dalam kajian IPO akan melepas maksimal 35 persen dengan target dana diharapkan mencapai Rp600 miliar.

Meski menunda IPO kedua perusahaan tersebut menjadi 2011, namun Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham tetap melanjutkan program restrukturisasi terhadap BUMN Jasa Konstruksi.

Sesungguhnya, program restrukturisasi dibedakan menjadi dua yaitu, program restrukturisasi sektoral dan program restrukturisasi korporasi.

Program restrukutisasi sektoral diarahkan untuk mencapai jumlah BUMN yang ideal, melalui program rightsizing (penyesuaian) jumlah BUMN Jasa Konstruksi.

Saat ini terdapat 14 BUMN Jasa Konstruksi, yaitu PT Adhi Karya Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Pembangunan Perumahan Tbk, PT Waskita Karya, PT Hutama Karya.

Selanjutnya PT Nindya Karya, PT Istaka Karya, PT Bina Karya, PT Virama Karya, PT Yodya Karya, PT Indra Karya, PT Indah Karya.

Sedangkan untuk program restrukturisasi korporasi yang sudah dilakukan terhadap Waskita Karya oleh PT Perusahaan Pengelola Aset dengan menginjeksi modal.

Hasilnya, kinerja keuangan Waskita pada tahun diproyeksikan meningkat, dengan mencetak laba bersih sekitar Rp120,95 miliar, meningkat 138,65 persen dibanding periode sebelumnya sebesar Rp50,68 miliar.

Menurut Sumaryanto, program restrukturisasi korporasi juga akan dilakukan terhadap PT Istaka Karya. (Ant/OL-9)

Sumber :
http://www.mediaindonesia.com

Minggu, 06 Februari 2011

860 Kilometer Tol Trans-Jawa Sedang Dibangun

Semarang (ANTARA News) - Kepala Badan Pengelola Jalan Tol Nurdin Manurung mengungkapkan, dari 1.193 kilometer ruas jalan tol Trans-Jawa, sekitar 860 kilometer diantaranya sedang dalam proses pengerjaan.

Saat tinjauan Wakil Presiden Boediono terhadap proyek Tol Semarang-Solo, di Semarang, Sabtu, Nurdin mengakui, realisasi ruas tol Trans-Jawa yang dibangun sejak tahun 1988 ini masih lebih rendah dibandingkan target yang ditetapkan.

Menurutnya, salah satu kendala utama penyelesaian pembangunan Trans-Jawa ini adalah proses pengadaan lahan dan dia meminta dukungan semua kalangan dalam pembebasan lahan, mengingat kebutuhan jalan tol sudah sangat mendesak.

Padahal, lanjutnya, Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan sepuluh paket pekerjaan untuk menyelesaikan ruas tol Trans-Jawa ini.

Dia mengatakan, untuk ruas tol Semarang-Solo yang adalah bagian dari Trans-Jawa, Badan menargetkan seksi I yang menghubungkan Kota Semarang ke Ungaran, Kabupaten Semarang, mulai beroperasi pada Agustus 2010.

Keseluruhan proyek ditargetkan selesai dalam waktu tiga tahun ke depan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menjabarkan, pengerjaan seksi I dibagi dalam tiga bidang.

Bidang pertama sudah mencapai 47 persen, bidang duaI 53 persen dan bidang tiga baru 15 persen.

Bibit mengakui kendala pengadaan lahan pada pengerjaan bidang tiga, namun dia menjamin masalah tersebut dapat diselesaikan.

Untuk proses pengerjaan seksi II rute Ungaran - Bawen, 57 persen lahan telah dibebaskan.

Bibit yakin, kemajuan-kemajuan tersebut akan mempercepat proses pembangunan konstruksi. (*)

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011


sumber :
http://www.antaranews.com

Sabtu, 05 Februari 2011

Para Penguasa Jalan Tol Trans Jawa




Proyek jalan tol terpanjang di Indonesia itu akan menelan biaya sebesar Rp49,7 triliun.

VIVAnews - Pemerintah bertekad mempercepat pembangunan proyek-proyek infrastruktur besar pada tahun ini guna menggenjot pertumbuhan ekonomi. Bahkan, untuk mewujudkannya, pemerintah mengalokasikan anggaran sangat besar hingga Rp126 triliun untuk membangun proyek-proyek infrastruktur tersebut.

Di antara proyek-proyek infrastruktur tersebut, terdapat Jalan Tol Trans Jawa. Menurut Kepala Badan Pengelolaan Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Gazali, proyek Trans Jawa akan menelan biaya sebesar Rp49,7 triliun.
"Dananya sekitar segitu, untuk mengembangkan jalan tol terpanjang di Indonesia yang menghubungkan Cikopo-Palimanan hingga Probolinggo-Banyuwangi," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu 5 Januari 2011. 

Tentunya, kata dia, untuk mengembangkan proyek jalan tol terpanjang dan menelan biaya besar tersebut, pemerintah memerlukan mitra bisnis asing maupun lokal.

Nah, siapa saja penguasa jalan tol yang berkecimpung dalam proyek-proyek Jalan Tol Trans Jawa, berikut paparan Ahmad Gani Gazali:

PT Jasa Marga Tbk, BUMN
- Ruas Semarang-Solo (75,7 km), bersama pemerintah Jateng
- Ruas Surabaya-Mojokerto (37 km), menggandeng PT Wijaya Karya Tbk
- Ruas Gempol-Pasuruan (32 km)
- Ruas Tangerang-Jakarta (26,8 km)
- Ruas Jakarta-Cikampek (72,5 km)
- Ruas Palimanan-Kanci (28,8 km)
- Ruas Semarang seksi A (7,5 km)
- Ruas Surabaya-Gempol (43 km)

PT Bakrie Toll Road, anak usaha PT Bakrieland Development Tbk
- Ruas Kanci-Pejagan (35 km)
- Ruas Pejagan-Pemalang (57,5 km)
- Ruas Batang-Semarang (75 km)
- Ruas Pasuruan-Probolinggo (45 km)

PT Thies Contractors Indonesia, dari Australia
- Ruas Solo-Mantingan-Ngawi (90,1 km)
- Ruas Ngawi-Kertosono (87,02 km)

PT Lintas Marga Sedaya, Malaysia
- Ruas Cikopo-Palimanan (116 km)

PT Sumber Mitra Jaya- Ruas Pemalang-Batang (39 km)

PT Marga Hanurata Instrinsic
- Ruas Kertosono-Mojokerto (41 km)

PT Marga Mandala Sakti
- Ruas Merak-Tangerang (73 km)

sumber :
http://bisnis.vivanews.com

Jumat, 04 Februari 2011

pojok soklin: Tol Semarang-Ungaran Diresmikan 28 Februari

pojok soklin: Tol Semarang-Ungaran Diresmikan 28 Februari

Tol Semarang-Ungaran Diresmikan 28 Februari

ilustrasi tol semarang-solo (Bukit Cemoro Sewu)



SEMARANG, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan penyelesaian proyek Jalan Tol Semarang-Solo di Jawa Tengah sangat bergantung pada percepatan pembebasan lahan yang akan digunakan proyek tersebut.

"Penyelesaian pembangunan jalan tol, sangat tergantung pada upaya percepatan pembebasan lahan," kata Djoko di sela-sela kunjungan kerja di Semarang, Jumat.

Menurut dia, jika lahan yang akan dilalui proyek jalan tol tersebut sudah beres, maka akan diminati oleh investor. Para investor ini sendiri, lanjut dia, merupakan kontraktor swasta yang bekerja berdasarkan konsensus selama enam bulan.

Djoko menyambut baik usulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk melaksanakan pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo dari dua arah sekaligus, yakni Kota Semarang dan Solo. Meski demikian, kata dia, semua itu sangat tergantung pada percepatan proses pembebasan lahan.

Sementara itu, pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang, rencananya akan diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum pada 28 Februari 2010.

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menambahkan, pembangunan fisik jalan tol untuk rute pertamanya tersebut akan diresmikan oleh Menteri PU. Setelah diresmikan, lanjut dia, jalan tol seksi pertama dengan rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang tersebut tidak akan langsung dioperasikan.

Menurut dia, setelah peresmian, jalan tol itu masih akan menjalani uji teknis oleh tim dari Kementerian Pekerjaan Umum. "Uji teknis ini untuk mengetahui kesiapan ruas tol sebelum dioperasikan, seperti kondisi jalan, rambu-rambu, dan sebagainya," katanya.

Ia menuturkan, jika ruas tol ini dinilai layak untuk dioperasikan, maka pihak pengelola hanya akan membatasi jenis kendaraan yang untuk sementara diizinkan melaluinya. Gubernur menegaskan, hanya kendaraan pribadi saja yang untuk sementara diizinkan melintasi jalan tol tersebut.

TERKAIT:
14 Kontraktor Berminat Tol Ungaran-Bawen
Tol Baru Semarang Khusus Mobil Pribadi
Konstruksi Tol Semarang-Solo Dikaji Ulang
Pembangunan Tol Semarang-Bawen Kekurangan Dana
sumber berita : kompas.com

Kamis, 03 Februari 2011

Tol Baru Semarang Khusus Mobil Pribadi



SEMARANG, KOMPAS.com — Tol baru Semarang-Ungaran, Jawa Tengah, sepanjang 14,1 kilometer, ternyata hanya untuk kendaraan penumpang nonbarang, seperti mobil pribadi dan mobil penumpang umum. Kendaraan besar, seperti truk angkutan barang, truk trailer kontainer, dan truk besar lainnya, dilarang lewat tol baru tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo, Kamis(27/1/2011), menegaskan, tol baru tersebut diharapkan berfungsi akhir Februari mendatang. Truk atau kendaraan besar dilarang melintas karena pihaknya masih belum yakin upaya rekayasa teknik lewat sistem pemancangan bore pile dapat menstabilkan tanah bergerak di ruas tol Gedawang-Penggaron sepanjang 600 meter.

"Jika uji coba tol sudah berlangsung. Kita evaluasi tiga bulan ke depan untuk memastikan seluruh jalur tol baru itu stabil dan tidak ada ruas badan tol yang ambles lagi," ujar Danang Atmodjo tanpa menjelaskan larangan truk lewat itu bersifat sementara atau permanen.

Untuk melindungi agar tol tidak dilewati angkutan truk berat, pihaknya sengaja membuat pintu tol di Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, lebih sempit. Pintu tol itu dibuat hanya cukup untuk masuknya mobil pribadi saja.

Pengamat transportasi Fakultas Teknik Unika Soegijapranata, Semarang, Djoko Setijowarno, mengemukakan, larangan angkutan truk berat melintasi tol baru itu juga untuk keselamatan pengguna tol. Kondisi cuaca yang terus hujan sangat berpengaruh pada kestabilan lahan tol yang medannya berat.

Medan tol baru itu perpaduan antara perbukitan dan lembah yang diratakan guna menyesuakan struktur tol yang datar. Dampaknya, perubahan tata guna lahan memicu pergerakan tanah semakin intensif di kawasan yang masuk daerah rentan ambles atau lokasi tanah bergerak.
sumber berita

Rabu, 02 Februari 2011

Sepeda Wisata Jelajah Tol

SEMARANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Jateng bekerja sama dengan Singotoro Jeep Club (SJC), Journalist Bike Club (JBC), dan Suara Merdeka Bike Community (SMBC) akan menyelenggarakan Sepeda Wisata Jelajah Tol pada 27 Februari 2011.

Ide event ini datang dari Gubernur Jateng H Bibit Waluyo. Drs Hadi Prabowo MM, Sekda Jateng, juga mendukung acara yang digelar dalam rangka syukuran peresmian jalan tol Semarang-Ungaran itu. Sebelum sepeda wisata dimulai, malamnya dipentaskan pergelaran wayang kulit.

’’Warga Jateng pantas berbangga dengan peresmian jalan tol Semarang-Ungaran. Kenapa Sepeda Wisata? Sebab, bersepeda adalah olahraga yang merakyat dan menyehatkan,’’ ujar Guberbur Bibit Waluyo, kemarin.
Sementara itu, Ketua Panitia Edi Indarto mengemukakan, kegiatan ini akan mengambil start dan finis di gerbang tol Tembalang. Jarak tempuh sekitar 24 km.

Panitia menargetkan 10.000 peserta. Uang pendaftaran Rp 25.000. Hadiah utama berupa satu unit Suzuki Jimny Katana 4x4. Selain itu, disediakan puluhan doorprize menarik.
Tempat pendaftaran di Gedung Pers Jateng Jl Trilomba Juang 10 Semarang, dan Kantor Dinbudpar Jateng Jl Pemuda 136 Semarang. Pendaftaran dibuka mulai 7 Februari mendatang. (H69-22)
link

Target Penyelesaian Jangan Meleset Lagi

Tol Semarang-Ungaran



Semarang, CyberNews. Kalangan DPRD Jateng memuji dan bangga terhadap semangat Gubernur Bibit Waluyo dalam upaya penyelesaian jalan tol Semarang-Solo Seksi I (Semarang-Ungaran).

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Sasmita mengatakan, keyakinan Gebernur bahwa jalan tol tersebut dapat dioperasionalkan pada 28 Februari tahun ini, diharapkan tidak lagi meleset. "Kalau sampai meleset, saya tidak komentarlah," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, proyek tol Semarang-Solo semula ditargetkan Agustus 2010 sudah mulai bisa uji coba. Karena berbagai kendala, kontraktor minta tambahan waktu 5 bulan dan 15 hari terhitung sejak Juni. Pada Desember ini proyek tol seksi I juga ditarget selesai, namun target tersebut gagal lagi.

Sasmita berkata, kalau melihat pemantauan yang dilakukan anggota Komisi D beberapa waktu lalu, target selesai tanggal 28 Februari mendatang sepertinya memang memungkinkan. Namun sementara sepertinya baru dapat dilalui kendaraan-kendaraan kecil seperti mobil pribadi, sedang kendaraan berat seperti truk tronton dan lain-lain, tampaknya memang belum memungkinkan.

"Makna jalan tol itu kan jalan bebas hambatan, harusnya bukan hanya bisa dilalui untuk kendaraan-kendaraan kecil. Tetapi kalau itu sifatnya guna memicu semangat Jateng yang welcome terhadap pembangunan ke depan, saya pikir kalau sementara dibuka untuk kendaraan kecil pun tidak ada masalah," kata dia.

Belum Sempurna

Ketua Komisi D DPRD Jateng Rukma Setia Budi berkeyakinan, target selesai akhir Februari tersebut diperkirakan masih belum sempurna. Utamanya pada jalur keluar masuk tol atau interchange di Kota Ungaran, nampaknya belum siap sepenuhnya.

"Lebar jalan interchange belum memadai. Luapan kendaraan dari tol banyak, mestinya ada pelebaran kembali. Rambu-rambu lalu lintas juga belum tertata. Interchange ini nanti tembusnya di depan Kantor DPRD Kabupaten Semarang, kalau tidak diantisipasi sejak dini, bisa berakibat menimbulkan simpul kemacetan baru. Penerangan pun belum siap," ujar dia.

Rukma berharap, kelengkapan jalan tol tersebut betul-betul diperhatikan. Ia mengkhawatirkan jika tidak diantisipasi sejak awal, justru interchange di Kota Ungaran akan menjadi masalah baru. "Artinya, jangan menyelesaikan masalah dengan
masalah baru," tegasnya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Sri Praptono mengemukakan, terhadap daerah tanah labil yang dipasangi bore pile, sebelum dioperasionalkan harus dipastikan aman. Sebab kalau sudah dipakai pengguna jalan, keamanan harus betul-betul terjamin.

Di samping itu, seluruh permasalahan-permasalahan administratif berkaitan penggunaan lahan tol harus selesai, antara lain adalah penggunaan lahan hutan kepunyaan Perum Perhutani di Ungaran yang seluas 22,4 hektare. "Jangan sampai terjadi lagi penggantian itu terlewatkan, sebab saya amati sampai sekarang penggantian lahan hutan yang harusnya diganti dua kali lipatnya, masih semuanya selesai," katanya.
( Yunantyo Adi / CN26 / JBSM )
link

Tol Semarang-Ungaran Dibuka 28 Februari



Semarang, CyberNews. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap optimistis jalan tol Semarang-Ungaran bisa dibuka pada 28 Februari mendatang. Pada tahap awal, jalan tol tersebut hanya diperuntukkan bagi mobil kecil atau pribadi sedangkan kendaraan berat belum boleh melewati.

Kepala Dinas Bina Marga Jateng, Danang Atmodjo menyatakan berdasar perkembangan proyek fisik di lapangan, seluruh bahu jalan tol diyakini rampung secepatnya sehingga bisa dibuka pada akhir Februari. "Kalau sudah dibuka, sementara memang hanya untuk mobil pribadi dulu karena pintu keluar atau masuk tol di Ungaran belum memadahi," terangnya saat mendampingi Gubernur Jateng Bibit Waluyo meninjau proyek tol, Rabu (26/1).

Dikatakan, pintu masuk dan keluar tol di Ungaran yang merupakan jalan nasional saat ini kondisinya masih sempit. Apabila kendaraan berat diperbolehkan lewat, dikhawatirkan terjadi penumpukan kendaraan sehingga rentan terjadi kemacetan.

Sementara Gubernur Bibit Waluyo menyatakan, telah meminta pelaksana proyek untuk melakukan percepatan pembangunan agar jalan tol bisa seger dibuka. Menurutnya, persoalan teknis di lapangan hampir semua telah teratasi, seperti patahan di bawah Kampung Karangpucung, Pudakpayung, Banyumanik.

Saat ini seluruh bored pile telah terpasang dan tinggal menunggu pengurugan dan pengerasan jalan. "Dari pantauan, proses bored pile sudah rampung jadi tinggal diurug, dikeraskan atau dikrosok, dan diaspal agar lebih kuat. Berdasar kajian para ahli, akhir Februari diperkirakan sudah siap," jelasnya didampingi Kepala Biro Humas Setda Jateng, Agus Utomo.
link