javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Tampilkan postingan dengan label Tol Benoa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tol Benoa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2013

DATA BISNIS: Profil & Pemilik Saham Jalan Tol Bali

JAKARTA—Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung Bali resmi memiliki saham masing-masing 8,01% di PT Jasa Marga Bali Tol.

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham pada 28 Juni 2013, diputuskan perubahan saham di jalan tol Bali menjadi PT Jasa Marga Tbk 55%, PT Pelindo III 17,58%, PT Angkasa Pura I 8%.

Kemudian Pemerintah Provinsi Bali 8,01%, Pemerintah Kabupaten Badung 8,01%, PT Pengembangan Pariwisata Bali 1%, PT Adhi Karya 1%, PT Hutama Karya 1%, dan PT Wijaya Karya 0,4% dengan total ekuitas Rp745 miliar.(JIBI/yri)
Jalan Tol Bali (JIBI)
sumber :

Minggu, 03 Februari 2013

Dahlan: Bandara dan Tol Bali Siap 2013

Dahlan Iskan
JAKARTA (RP) - Dua pembangunan proyek di Bali terus dikebut pengerjaannya. Yakni, pengembangan Bandara Internasional Ngurah Rai dan jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa.

Targetnya, dua proyek tersebut bisa mulai dioperasikan sesuai rencana yakni pertengahan tahun ini.

Jumat (1/2), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meninjau langsung pengerjaan dua proyek tersebut. Dahlan optimis, dalam waktu empat, lima bulan ke depan, pengembangan bandara tersebut bisa selesai.

‘’Sehingga bisa mendukung pelaksanaan APEC nanti,’’ kata Dahlan.

Seperti diketahui, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT APEC pada Oktober 2013 mendatang. Rencananya, perhelatan yang juga akan dihadiri beberapa pemimpin negara di dunia itu akan dipusatkan di kawasan Nusa Dua.

Dahlan mengakui, pengembangan Bandara Ngurah Rai bukan perkara mudah. Pasalnya, pembangunan dilakukan di lokasi bandara yang lama.

‘’Kesulitannya, membangun, membongkar, dan memindahkan arus penumpang dalam waktu yang bersamaan. Jadi di satu pihak harus melayani, di pihak lain juga harus membangun,’’ paparnya.

Selain itu, juga ada kesulitan lain, yakni terkait pembangunan atap yang berbentuk melengkung. Besi lengkungan dengan panjang bentangan mencapai 60 meter itu harus dibuat di pabrik.

Setelah dipasang untuk pengetesan di pabrik, dibongkar, dan kemudian dipasang kembali di lokasi bandara.

Secara keseluruhan, proses pengembangan Bandara Internasional Ngurah Rai itu sudah mencapai 55 persen. Sementara untuk terminalnya, sudah mencapai 60 persen.

‘’Ini bandara dengan sistem sekuriti, check ini terbaik di Indonesia. (Bandara) Soekarno-Hatta kalah,’’ kata Dahlan.

Dengan pengembangan itu, nantinya Bandara Ngurah Rai bisa menampung 25 juta penumpang per tahun. Saat ini dengan kapasitas berkisar 7 juta per tahun, bandara itu dipaksakan untuk melayani 13,5 juta per tahun.

‘’Selama ini garbarata yang ada delapan. Nanti ditambah menjadi 19,’’ terang Dahlan.

Pimpro pengembangan Bandara Ngurah Rai Yanus Suprayogi yang ikut mendampingi Dahlan menuturkan, pengembangan tersebut memerlukan investasi dengan total nilai Rp2,8 triliun.

Sampai saat ini, dana yang berasal dari Angkasa Pura (AP) itu sudah mencapai 50 persen.

‘’Direksi sangat komitmen dengan (pengembangan) ini,’’ katanya. Dalam pengembangan itu, juga dibangun sarana pendukung. Misalnya, hotel anak usaha dari AP dengan jumlah 219 kamar, terminal, dan infrastruktur jalan.

Dari bandara, Dahlan beserta rombongan menuju ke lokasi pembangunan jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, tepatnya di lokasi pembangunan paket 1.

Senada dengan pengembangan Bandara Internasional Ngurah Rai, Dahlan juga optimis pembangunan jalan tol bisa selesai tepat waktu.

‘’Tiang pancangnya sudah terpasang semua. Bagus,’’ katanya.

Jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa dengan panjang 10 kilometer di atas laut dangkal dan sekitar 2 kilometer di atas tanah darat juga merupakan jalan akses.

Pengerjaannya terbagi atas empat paket. Paket 1 dan 3 dikerjakan oleh JO Wika, Adhi, Hutama, serta Paket 2 dan Paket 4 oleh PT Waskita Karya.

Jumlah titik pancang sebagai pondasi jalan mencapai 13.600 titik dengan jumlah tiang pancang sebanyak 33.814 tiang. Saat ini pengerjaannya pemasangan beton cetak di atas tiang pancang. Proses pengerjaan itu sempat terganggu curah hujan dan kecepatan angin yang tinggi pada bulan Januari lalu.

Meski begitu, PT Jasamarga Bali Tol siap untuk mengejar keterlambatan sehingga jalan tol dengan perkiraan investasi 2,48 triliun bisa selesai sesuai jadwal.

‘’Semua total (4 paket). Juni selesai tapi perlu sertifikasi uji operasional. Mudah-mudahan Juli bisa dipakai,’’ kata Dahlan.(fal/jpnn/izl)

sumber :
riaupos 

Realisasi Paket I Tol Tanjung Benoa 79%

MI/SUSANTO/rj
Metrotvnews.com, Denpasar: Pembangunan jalan tol Denpasar-Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua paket pertama mencapai 79%.


Itu disampaikan Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Bali Tol Akhmad Tito Karim menjelaskan ini.

Pembangunan jalan Tol Denpasar-Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua terdiri atas empat paket.


Paket pertama dikerjakan PT Adhi Karya Tbk, paket kedua PT Waskita Karya Tbk, paket ketiga PT Hutama Karya, dan paket terakhir PT Waskita Karya Tbk.

"Ini sesuai dengan rencana kita karena pengerjaannya lebih cepat," katanya di sela-sela peninjuan Tol Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali, akhir pekan lalu.

Ia mengatakan kegiatan pemancangan tiang-tiang dilaksanakan pada Mei-Desember 2012.


Tahap pertama diperkirakan selesai pada Maret 2013. Penggunaan jalan tol tahap pertama diperkirakan Juni 2013. "Kebutuhan dana empat tahap tersebut diperkirakan Rp1,7 triliun," jelasnya.

Panjang jalan Tol Tanjung Benoa sekitar 10 km di atas laut dan sekitar 2 km di atas tanah yang juga merupakan jalan akses.


Jalur proyek Tol Tanjung Benoa terdiri dari kendaraan roda empat dengan luas 2x2x3,5 m dan kendaraan roda dua dengan luas 2x3 m.

Perkiraan trafik awal dapat menampung 39 ribu kendaraan per hari (termasuk sepeda motor) dan 22 ribu kendaraan per hari (tanpa sepeda motor). Kendati demikian, waktu pelaksanaan konstruksi 420 hari (14 bulan).

Pembangunan jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa dilaksanakan dengan konsep design and built, yakni tugas dan tanggung jawab kontraktor meliputi pembuatan gambar, membangun, dan memelihara sampai kurun waktu tertentu 1.195 hari.

Kepemilikan saham PT Jasamarga Tol Bali ialah Jasa Marga 55%, Pelindo III 17,98%, Angkasa Pura I 8%, Pengembangan Pariwisata Bali Persero 1%, Adhi Karya 1%, Hutama Karya 1%, Pemprov Bali 8,01%, dan Pemkab Badung 8,01%. (Wibowo/Was)
 
sumber :

Sabtu, 02 Februari 2013

Kongsi 7 BUMN Yakin Tol Atas Laut Nusa Dua Bali Kelar Juni 2013

ilustrasi
Liputan6.com, Jakarta : Paska meninjau proyek pengembangan bandara Ngurah Rai, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung bergerak meninjau proyek jalan bebas hambatan di atas laut yang menghubungkan Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa.

"Keren ya. Tiang pancang 100% sudah jadi, saya merasa tenang," kata dia sambil memegang teropong proyek, di Bali, Jumat (2/1/2013).

Dalam kunjungannya, Dahlan memeriksa perkembangan paket satu yang dikerjakan oleh tiga perusahaan pelat merah yaitu PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya Titu bk dan Hutama Karya. Sebagai pemimpin kontraktor Adhi Karya.

Jumlah titik tiang pancang sebanyak 33.814 unit dan terdapat di 13,6 ribu titik. Sementara jumlah panjang meter lari (M) sebanyak 321.553 M.

Kepala Proyek Adhi Karya, Bima Adnanta mengatakan, kemajuan pembangunan jalan tol untuk paket I sudah 79% selesai. Sehingga diharapkan bulan Juni 2013, proyek sepanjang 12 kilometer itu dapat beroperasi. Jumlah panjang tol itu membentang untuk paket I-IV dan sudah termasuk akses jalan provinsi

"Paket I sendiri panjangnya 2,97 kilometer. Untuk itu, saya optimis bisa selesai, mengingat lantai jembatan telah diproduksi di pabrik, jadi tinggal dipasang saja," sela Dahlan.

Bima menambahkan, proses pemasangan jauh lebih cepat daripada kegiatan pemancangan. "Yang lama itu pasang tiang pemancangan karena berada di laut dari Mei-akhir Desember lalu. Sedangkan aktivitas pemasangan butuh 7 bulan dan mulai dilakukan September hingga awal Mert 2012, jelas dia.

"Dari paket I hingga paket IV, investasi yang diperlukan di sektor konstruksi senilai Rp 1,7 juta," lanjutnya.

Pembangunan tol Nusa Dua-Benoa ini mengikutsertakan tujuh perusahaan pelat merah, yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Pelindo III (Persero), PT Angkasa Pura I (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Bali, Wijaya Karya, Adhi Karya dan Hutama Karya yang membentuk badan usaha PT Jasamarga Bali Tol.

"Mayoritas saham dimiliki Jasa Marga 55%, Pelindo 17,98%, Pemprov Bali dan Pemkab Badung masing-masing 8,01%, Angkasa Pura 8%, dan sisanya BTDC, Adhi dan Hutama masing-masing 1%," terang Bima. (Fik/Shd) 
 
sumber :