javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Minggu, 29 April 2012

Tol Ungaran-Bawen Bakal Selesai Lebaran 2013

Pembangunan jalan tol Semarang-Solo seksi 2 Ungaran-Bawen, 
di Ungaran, Jawa Tengah (13/2). ANTARA/R. Rekotomo
TEMPO.CO, Boyolali - Setelah jalan tol Semarang-Ungaran selesai dikerjakan dan sudah dioperasikan, kini pengerjaan jalan tol beralih ke seksi Ungaran-Bawen. Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo kepada wartawan di Boyolali mengatakan seksi Ungaran-Bawen sudah masuk tahap konstruksi. “Diharapkan selesai dikerjakan pada 2013,” ujarnya, Sabtu, 28 April 2012.

Menurut dia, tidak ada kendala berarti dalam konstruksi jalan tol sepanjang 11 kilometer tersebut. Bahkan dia berani menargetkan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2013, tol itu sudah selesai. “Jadi pas Lebaran sudah bisa dilewati,” katanya.

Sambil membangun jalan tol Ungaran-Bawen, tim juga bergerak untuk ruas selanjutnya dari Bawen ke Solo sejauh 50 kilometer. Danang mengatakan di Bawen hingga Solo masih terkendala pembebasan lahan. “Tapi kami terus bernegosiasi dengan pemilik lahan,” ujarnya.

Meskipun belum ada kejelasan terkait pembebasan lahan, dia berani menargetkan, pada 2014, jalan tol Semarang-Solo siap dioperasikan. Kini tim menggunakan cara konsinyasi agar pembebasan lahan tidak lagi menjadi penghambat utama.

Dengan sistem konsinyasi, pemilik lahan yang tidak sepakat dengan nilai ganti rugi yang ditawarkan, dipersilakan berurusan dengan pengadilan negeri. Di pengadilan akan diputuskan apakah uang ganti rugi tersebut sudah sesuai kewajaran atau tidak. “Apa pun keputusan pengadilan, harus diikuti. Kami tinggal menitipkan uang ganti rugi ke pengadilan,” katanya.

Selain pembebasan lahan, dia mengatakan pembangunan tol Semarang-Solo tidak ada masalah berarti. Misalnya soal kontur tanah yang berbukit-bukit, bisa diatasi dengan teknologi. “Kami bisa membuat jembatan sepanjang 900 meter dan tingginya di atas 40 meter. Kami juga bisa mengepras bukit,” ujarnya.

Soal pengerjaan, dia menghitung maksimal hanya butuh waktu 1,5 tahun. Nantinya Bawen-Solo dibagi menjadi seksi Bawen-Salatiga, Salatiga-Boyolali, dan Boyolali-Solo. “Masing-masing seksi masih dibagi lagi menjadi tiga. Lalu dikerjakan bersamaan oleh kontraktor,” katanya.

Sementara di Surakarta, sosialisasi tol Solo-Kertosono dilakukan mulai Mei. Para pemilik lahan akan dikumpulkan dan diberi tahu bahwa tanahnya terkena proyek tol dan akan diberi ganti rugi oleh pemerintah.

Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Surakarta Agustaf Sriwaryanto mengatakan ada 40 kepala keluarga pemilik lahan yang diundang. “Mereka pemilik lahan seluas 2,3 hektare yang terkena proyek tol,” ujarnya.

Lahan warga yang terkena proyek tol adalah untuk seksi Kartasura, Sukoharjo-Kebakkramat, Karanganyar, sepanjang 22 kilometer. Seksi Kartasura-Kebakkramat bagian dari tol Solo-Kertosono yang ditargetkan selesai pada 2014.

Berita Terkait

Jalan Tol Serpong-Balaraja Diperpanjang
Tol Gempol-Pandaan Dioperasikan Agustus 2013
4 Bank Gelontorkan Kredit untuk 11 Ruas Tol
Tol Mangkrak, Tangerang Evaluasi Kinerja Bakrie
Tol Cikampek-Palimanan Beroperasi 2014

sumber :

Sabtu, 28 April 2012

Perencanaan tol Semarang-Solo harus matang & detail

ilustrasi : pojok soklin
Korporasi

Sindonews.com – Pembangunan jalan tol Semarang-Solo harus direncanakan lagi secara matang dan cermat. Lokasi yang akan dibangun fisik jalan maupun jembatan juga harus terencana dengan baik, khususnya mengenai skala gambar diperdetail agar target pemerintah untuk menyelesaikan jalan tol tersebut pada 2014 tercapai.

Pakar geologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Dwiyanto Joko Suprapto mengatakan, berdasarkan pengalaman pada pembangunan tol ruas Semarang-Ungaran (seksi I), proses pembangunan tidak direncanakan dengan baik. Karena dalam perjalanannya, banyak bangunan fisik yang akhirnya tidak sesuai dengan perencanaan awal. Karena data lapangan berbeda jauh dengan perencanaan, terpaksa untuk merampungkan dibuat dengan cara rekayasa.

”Semisal mau membangun jembatan, harus diberi skala yang tepat. Agar pada akhirnya skala tersebut dapat digunakan di lapangan, tidak terlalu kecil,” katanya. Sungai yang akan dilewati, juga perlu dipetakan dengan baik. Jangan hanya diberi garis saja bahwa itu pertanda sungai, seperti pada pembangunan tol seksi I.”Peta geologi yang sesuai dengan perencanaan belum ada. Jadi biar jelas berapa pilar yang ada di jembatan yang akan dibangun,” katanya.

Menurutnya, sebenarnya di Jawa Tengah ini banyak pakar yang berpengalaman di bidang konstruksi. Sejumlah proyek besar seperti pembangunan Waduk Wonogiri, Wadaslintang, juga tak lepas dari tangan-tangan ahli.”Tapi sayangnya untuk jalan tol,tidak ada yang dilibatkan sama sekali. Mudah sebenarnya, tinggal gelar diskusi kecil 15 orang dari beberapa pakar agar bisa memberikan masukan,” beber Ketua Program Studi Teknik Geologi Undip ini.

Pakar hidrologi Undip Semarang Prof Dr Robert Kodoatie menuturkan, ruas tol Semarang-Solo ini yang paling diwaspadai terjadi longsor adalah di kawasan Kelurahan Susukan, Ungaran dan Desa Lemahireng, Bawen, karena terdapat formasi kerek. Sedangkan di ruas Salatiga- Boyolali, tidak terlalu rumit dan pekerjaan fisik bisa dilakukan oleh ahli konstruksi, tanpa melibatkan para ahli.

”Kontraktor akhirnya bisa mengerti, setelah mengeluh dibor lalu longsor, dibor longsor lagi. Ini sudah direspons oleh PT Trans Marga Jateng,” katanya. Formasi kerek merupakan genangan air yang ada di bawah tanah di kedalaman tertentu. Dia menyarankan, genangan air yang ada bawah tanah tersebut dibuat horisontal agar air tidak bisa mengalir. Karena air akan mengalir jika jalur yang dilalui miring.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Sri Praptono tetap berharap, pembangunan jalan tol bisa selesai 2014. Karena jika dijadwalkan bisa selesai 2015, berarti sudah mengalami penundaan dua kali. Dirinya menyarankan agar dampak-dampak sosial dalam pembangunan layanan publik tersebut perlu diperhatikan.

”Karena masalah sekolah yang tergusur, perkantoran dan layanan kesehatan ini yang bisa mengganggu proses pembangunan jalan tol. Sejak awal harus direncanakan dengan baik, jangan sampai masalah nonteknis bisa mengganggu jadwal pentahapan,” kata dia.

Editor: Andina Meryani


BERITA TERKAIT: 
sumber :

Rabu, 25 April 2012

Waduh.. operasional tol Semarang-Solo molor lagi!

Oleh Mia Chitra Dinisari
JAKARTA: PT Jasa Marga Tbk memperkirakan realisasi operasional ruas tol Semarang-Solo sepanjang 75 kilometer akan molor setahun dari rencana berfungsi pada 2014 menjadi 2015 mendatang.

Molornya rencana operasional itu, menyusul konstruksi seksi Bawen-Solo sulit dilaksanakan karena terkendala kondisi fisik lokasi yang melewati pegunungan.

Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengatakan kondisi fisik konstruksi sulit dilakukan karena geografisnya yang cukup berat karena keras dan berliku.

"Memang cukup sulit karena kondisinya yang berat, namun kami berusaha mempercepat realisasinya dengan percepatan pembebasan tanah dan memulai konstruksi untuk rute yang tidak terlalu berat," ujarnya di Jakarta.

Dia mengatakan percepatan lainnya, yakni menyelesaikan seksi II rute Ungaran-Bawen sepanjang 13 kilometer yang ditargetkan rampung pada 2013. Sebelumnya, perusahaan juga sudah mengoperasikan seksi I Semarang-Ungaran tahun lalu.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly mengatakan pemerintah tetap menghimbau agar ruas tol tersebut tetap terealisasi pada 2014.

Karena itu, menurut Gani Jasa Marga sebagai pemegang konsesi diminta untuk mencari solusi percepatan pembangunan tersebut, misalnya dengan penerapan teknologi yang dapat mempermudah pembangunan konstruksi yang dinilai sulit tersebut.

Pasalnya, katanya, pemerintah menargetkan seluruh ruas Trans Jawa mulai beroperasi pada 2014. "Trans Jawa tetap harus diusahakan selesai 2014, sesuai dengan jadwal kerja yang disusun sebelumnya," ujarnya hari ini.

Tol Semarang-Solo senilai Rp1,9 triliun, konsesinya dipegang oleh PT Trans Marga Jateng (TMJ). Untuk meningkatkan kelayakan, Jasa Marga sebagai perusahaan induk akan membiayai talangan dukungan pendanaan dari pemerintah senilai Rp1,9 triliun.

Kompensasinya, perusahaan akan perpanjangan konsesi diatas 35 tahun, penyesuaian tarif dan kompensasi lainnya.

Bentuk kompensasi lain ini rencananya pemerintah akan memberikan dua ruas tol baru yang akan diterimanya sebagai pengganti dana untuk investasi seksi Bawen-Solo.

Pembangunan proyek jalan tol Semarang-Solo dibagi menjadi lima seksi yaitu seksi I Semarang-Ungaran (16,3 km) yang sudah beroperasi sejak diresmikan pada November 2011.

Kemudian seksi II Ungaran-Bawen (13,33 km), seksi III Bawen-Salatiga (18,2) km, seksi IV Salatiga-Boyolali (22,4 km), dan seksi V Boyolali-Karanganyar (11,1 km). (Bsi) 
sumber :

Selasa, 24 April 2012

PROYEK TOL SOLO-SEMARANG Masuki Tahap II


Ilustrasi (Burhan Aris Nugraha/JIBI/SOLOPOS)
BOYOLALI–Proyek jalan tol Solo-Semarang segera memasuki tahap dua. Pasca selesainya pengukuran atau pematokan lahan yang terkena tol di wilayah Boyolali ini akan segera digelar sosialisasi tahap kedua.

Tahap kedua ini yaitu mengumpulkan sejumlah pemilik lahan yang tanahnya bakal digusur untuk pembangunan jalan tol.

“Pengukuran dan pematokan sudah selesai. Ini yang akan dijadikan dasar pembebasan lahan tol nantinya. Sosialisasi berikutnya akan dilakukan pada awal Mei mendatang,” papar Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Boyolali, Sri Ardiningsih saat ditemui wartawan di Pemkab Boyolali, Senin (23/4/2012).

Sosialisasi ini bersifat spesifik terkait hak dan kewajiban mereka. Antara lain, surat-surat terkait kepemilikan tanah. Jika kelengkapan surat-surat kepemilikan tanah tidak ada persoalan, proses ganti rugi dipastikan cepat selesai. Uang ganti rugi dapat segera ditransfer dan diterima melalui rekening masing masing. Namun, jika masih ada kendala tentang ahli waris, maka diminta untuk segera diselesaikan.

“Proses sosialisasi dimungkinkan dilakukan per desa agar mudah. Akan tetapi, ini menyesuaikan dengan jumlah pemilik tanah per desanya yang terkena lahan tol,” tambahnya.

Lebih lanjut Sekda Boyolali ini menerangkan sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan berapa jumlah pemilik lahan serta luas lahannya. Pasalnya, itu merupakan kewenangan tim aprraisal (penilai) yang ditunjuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Disebutkan, pihaknya berpatokan pada hasil pengukuran dan pematokan yang telah dilakukan tim teknis.

Di samping itu, ia meminta warga setempat yang terkena tol diminta tidak cemas akan kehilangan akses jalan. Sebab, proyek tol ini memberikan ruang audiensi bagi masyarakat terkait akses jalan. “Semua akan kita beri solusi. Baik itu akses jalan maupun saluran irigasi yang terkena tol. Hal itu masih bisa dibicarakan lebih lanjut untuk mendapatkan solusi terbaik,” pungkasnya.

sumber :

Senin, 23 April 2012

Bank Mandiri Lirik Proyek Infrastruktur

TEMPO/Aditia Noviansyah
TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk melirik potensi proyek-proyek infrastruktur di dalam negeri. Bank pelat merah ini akan mengucurkan kredit sebesar Rp 25-30 triliun. “Kredit dikucurkan bertahap, untuk tahun ini sebesar Rp 10 triliun,” ujar Direktur Utama Zulkifli Zaini seusai rapat umum pemegang saham tahunan, Senin, 23 April 2012.

Zulkifli menjelaskan pembangunan tol, bandara, pelabuhan, dan rel kereta api bisa menjadi peluang investasi Bank Mandiri. Tahun ini, bank terbesar di seluruh Indonesia ini melirik rencana proyek PT Kereta Api Indonesia. Misalnya proyek rel kereta menuju Bandara Soekarno-Hatta atau rel untuk kereta api listrik Bandar Lampung-Muara Enim.

Sedangkan proyek lain yang dibidik di antaranya pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan, jalan tol dalam Kota Jakarta, jalan tol di Bali, pelabuhan, dan bandara.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi mengatakan pihaknya aktif melakukan pembiayaan infrastruktur, salah satunya lewat sindikasi kredit. Menurut Riswinandi, Mandiri terus berkomitmen membiayai infrastruktur, terutama yang berkaitan dengan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). “Ini kredit jangka panjang,” kata Riswinandi.

Tenor dalam kredit ini sepanjang 7-10 tahun. Penentuan suku bunganya, kata Riswinandi, ada benchmark atau acuannya karena ini jangka panjang. Acuannya bisa menggunakan JIBOR atau Jakarta Inter Bank Offered Rate, yang artinya suku bunga pinjaman yang bebas risiko.

Bisa juga menggunakan term deposit atau penempatan dana rupiah milik peserta Operasi Pasar Terbuka secara berjangka di Bank Indonesia, dengan besar kisaran 9-10 persen.\

sumber :

Minggu, 22 April 2012

Ini Dia Daftar Perusahaan Plat Merah yang Raih Untung



foto: Whery Enggo Prayogi

Jakarta - PT Pertamina (Persero) masih mencatat penyumbang terbesar laba perusahaan BUMN tahun 2011. BUMN Migas ini meraih keuntungan Rp 21,09 triliun.

Berdasarkan data Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina masuk dari satu diantara 118 BUMN yang meraih keuntungan terbesar. Total keuntungan perusahaan plat merah sepanjang 2011 lalu Rp 123,93 triliun.

Tahun 2012 perusahaan-perusahaan negara diberi target laba Rp 145,56 triliun atau naik 17,45% dibandingkan 2011.

Ini daftar 118 BUMN peraih laba di 2011:

PT Perkebunan Nusantara I, laba Rp 54,16 miliar
PT Perkebunan Nusantara II, laba Rp Rp 83,16 miliar
PT Perkebunan Nusantara III, laba Rp 1,26 triliun
PT Perkebunan Nusantara IV, laba Rp 887,1 miliar
PT Perkebunan Nusantara V, laba Rp 310,94 miliar
PT Perkebunan Nusantara VI, laba Rp 178,17 miliar
PT Perkebunan Nusantara VII, laba Rp 153,41 miliar
PT Perkebunan Nusantara VIII, laba Rp 231,58 miliar
PT Perkebunan Nusantara IX, laba Rp 313,9 miliar
PT Perkebunan Nusantara X, laba Rp 152,41 miliar
PT Perkebunan Nusantara XII, laba Rp 134,77 miliar
PT Perkebunan Nusantara XIII, laba Rp 212,19 miliar
PT Rajawali Nusantara Indonesia, laba Rp 119,73 miliar
Perum Perhutani, laba Rp 337,47 miliar
PT Inhutani I, laba Rp 15,11 miliar
PT Inhutani IV, laba Rp 6,3 miliar
PT Inhutani V, laba Rp 198 juta
PT Perikanan Nusantara, laba Rp 5,54 miliar
Perum PPS, laba Rp 4,22 miliar
Perum Bulog, laba Rp 936,54 miliar
PT Sang Hyang Seri, laba Rp 79,62 miliar
PT Pertani, laba Rp 42,51 miliar
PT Pusri, laba Rp 4,37 triliun
Perum Jasa Tirta I, laba Rp 43,07 miliar
Perum Jasa Tirta II, laba Rp 17,93 miliar
PT Antam Tbk, laba Rp 1,927 triliun
PT Timah Tbk, laba Rp 896,8 miliar
PT Bukit Asam Tbk, laba Rp 3,088 triliun
PT Sarana Karya, laba Rp 11,07 miliar
PT Pertamina, laba Rp 21,09 triliun
PT PGN Tbk, laba Rp 6,11 triliun
PT Semen Gresik Tbk, laba Rp 3,95 triliun
PT Semen Baturaja, laba Rp 250,01 miliar
PT Pindad, laba Rp 47,2 miliar
PT Dahana, laba Rp 46,25 miliar
PT Krakatau Steel, laba Rp 1,022 triliun
PT Barata Indonesia, laba Rp 14,95 miliar
PT INKA, laba Rp 29,28 miliar
PT Dok dan Kodja Bahari, laba Rp 17,27 miliar
PT Dok dan Perkapalan Surabaya, laba Rp 13,73 miliar
PT Industri Sandang Nusantara, laba Rp 145,66 miliar
PT Garam, laba Rp 3,63 miliar
PT Primissima, laba Rp 1,86 miliar
Perum Peruri, laba Rp 142,67 miliar
PT Balai Pustaka , laba Rp 5,44 miliar
Perum PNRI, laba Rp 5,12 miliar
PT Indofarma Tbk, laba Rp 36,92 miliar
PT Kimia Farma Tbk, laba Rp 171,76 miliar
PT Bio Farma, laba Rp 302,41 miliar
PT Telkom Tbk, laba Rp 15,47 triliun
PT INTI, laba Rp 10,43 miliar
PT LEN Industri, laba Rp 40,8 miliar
Perum LKBN Antara, laba Rp 1,71 miliar
PT Perusahaan Listrik Negara, laba Rp 7,19 triliun
PT Pelabuhan Indonesia I, laba Rp 210,2 miliar
PT Pelabuhan Indonesia II, laba Rp 1,37 triliun
PT Pelabuhan Indonesia III, laba Rp 823,61 miliar
PT Pelabuhan Indonesia IV, laba Rp 369,43 miliar
PT ANGKASA PURA I, laba Rp 655,19 miliar
PT ANGKASA PURA II, laba Rp 1,055 triliun
PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan, laba Rp 114,22 miliar
PT Garuda Indonesia, laba Rp 808,66 miliar
Perum PPD, laba Rp 7,23 miliar
Perum Damri, laba Rp 46,77 miliar
PT PELNI, laba Rp 5,76 miliar
PT Kereta Api Indonesia, laba Rp 250,44 miliar
PT Amarta Karya, laba Rp 9,3 miliar
PT Adhi Karya Tbk, laba Rp 182,69 miliar
PT Istaka Karya, laba Rp 2 miliar
PT Pembangunan Perumahan Tbk, laba Rp 240,22 miliar
PT Nindya Karya, laba Rp 17,12 miliar
PT Hutama Karya, laba Rp 110,39 miliar
PT Wijaya Karya Tbk, laba Rp 390,94 miliar
Perum Perumnas, laba Rp 85,58 miliar
PT Brantas Abipraya, laba Rp 24,26 miliar
PT Bina Karya, laba Rp 4,66 miliar
PT Indah Karya, laba Rp 264 juta
PT Yodya Karya, laba Rp 5,13 miliar
PT Indra Karya, laba Rp 2,12 miliar
PT Virama Karya, laba Rp 2,45 miliar
PT Kawasan Berikat Nusantara, laba Rp 42,34 miliar
PT Kawasan Industri Makassar, laba Rp 10,11 miliar
PT Kawasan Industri Medan, laba Rp 46,46 miliar
PT Kawasan Industri Wijayakusuma, laba Rp 4,53 miliar
PT Varuna Tirta Prakasya, laba Rp 1,3 miliar
PT Bhanda Ghara Reksa, laba Rp 37,04 miliar
PT Bank Mandiri Tbk, laba Rp 12,69 triliun
PT Bank BNI Tbk, laba Rp 5,8 triliun
PT Bank BRI Tbk, laba Rp 15,08 triliun
PT Bank BTN Tbk, laba Rp 1,11 triliun
PT JIWASRAYA, laba Rp 405,44 miliar
PT ASABRI, laba Rp 79,88 miliar
PT JAMSOSTEK, laba Rp 1,74 triliun
PT TASPEN, laba Rp 578,79 miliar
PT ASKES, laba Rp 1,43 triliun
PT JASINDO, laba Rp 205,35 miliar
PT RUI, laba Rp 66,5 miliar
PT JASA RAHARJA, laba Rp 1,42 triliun
PT ASEI, laba Rp 67,26 miliar
PT ASKRINDO, laba Rp 137,69 miliar
PERUM JAMKRINDO, laba Rp 358,36 miliar
PT PPA, laba Rp 285,9 miliar
PT Permodalan Nasional Madani, laba Rp Rp 32,16 miliar
Perum Pegadaian, laba Rp 1,506 triliun
PT PANN Multi Finance, laba Rp 102,29 miliar
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, laba Rp 25,33 miliar
PT Sarinah, laba Rp 17,67 miliar
PT Sucofindo, laba Rp 59,61 miliar
PT Surveyor Indonesia, laba Rp 56,85 miliar
PT BKI, laba Rp 51,42 miliar
PT Hotel Indonesia Natour, laba Rp 30,61 miliar
PT Pengembangan Pariwisata Bali, laba Rp 45,38 miliar
PT TWC BPR, laba Rp 13,4 miliar
PT Berdikari, laba Rp 11,97 miliar
PT Jasa Marga Tbk, laba Rp 1,31 triliun
PT Pengerukan Indonesia, laba Rp 22,9 miliar
PT Pos Indonesia, laba Rp 144,98 miliar
PT Kliring Berjangka Indonesia, laba Rp 40,38 miliar

sumber :
detik.com 

TOL BATANG-SEMARANG: Bakrie Toll resmi mundur sebagai pemegang saham

JAKARTA: PT Bakrie Toll Road dinyatakan keluar dari kepemilikan pemegang saham ruas tol Batang Semarang setelah disepakatinya perjanjian penyerahan kembali kepemilikan saham kepada pemegang saham awal PT Marga Setiapuritama.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Ghazali mengatakan dengan dikembalikannya saham kepada pemegang lama, kasus hukum dinyatakan selesai secara damai dan pembangunan ruas tol Batang Semarang dapat dilanjutkan kembali, tanpa adanya pemutusan kontrak Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

Awalnya pemerintah memberi batas waktu kepada pemegang saham untuk menyelesaikan kasus restrukturisasi saham selama satu bulan terhitung sejak 21 Maret hingga 21 April, kemarin.

Bila kasus tersebut tidak juga terselesaikan dan masih terus terkatung-katung, maka pemerintah secara tegas akan memutuskan kontrak PPJT pemegang konsesi jalan tol Batang Semarang, PT Marga Setiapuritama, untuk kemudian dilelang kembali.

“Kemarin [Sabtu], mereka [pemegang saham] mengirim akte notaris bahwa kasus hukum sudah selesai. Intinya, kelompok usaha Bakrie keluar dari pemegang saham dan dikembalikan kepada pemegang saham lama,” ujar Ghani hari ini.

Menurutnya, akte penyelesaian kasus hukum tersebut akan dibahas kembali melalui kuasa hukum pada hari Senin. Ghani berharap tidak lagi ada persoalan di dalam kepemilikan pemegang saham, sehingga dapat segera diproses dengan penandatanganan amandemen PPJT.

“Kalau nggak masalah akan diusulkan kepada menteri untuk amandemen PPJT. Mudahan-mudahan segera bisa diproses,” ucapnya.

Sementara itu, ketika hendak dikonfirmasi oleh Bisnis, pihak dari kelompok usaha Bakrie, baik Presiden Direktur Bakrieland Development Tbk Hiramsjah S Thaib, maupun Direktur Utama PT Bakrie Toll Road Harya M Hidayat tidak memberikan jawaban apapun.

Seperti diketahui, ruas jalan tol Batang Semarang merupakan satu-satunya dari 24 ruas tol yang belum menandatangani amandemen PPJT, setelah sebelumnya ruas jalan tol Semarang-Solo milik PT Jasa Marga yang terkendala dana pendampingan sebesar Rp1,9 triliun telah diselesaikan dan diamandemen.(sut) 


 
sumber :

Sabtu, 21 April 2012

Anas: Biarkan Dahlan Iskan Bekerja Dengan Tenang…


sumber foto: google image
JAKARTA – Ketua Umum PD Anas Urbaningrum meminta rekan koalisi di DPR tak melanjutkan interpelasi kebijakan menteri BUMN Dahlan Iskan. Anas berharap menteri yang tak lain pembantu presiden tidak ditarik-tarik ke wilayah politik.

“Biarkanlah menteri bekerja dengan tenang dan konstentrasi. Tidak baik jika diganggu dengan tarik-tarikan politik yang di luar takaran,” kata Anas kepada wartawan, Jumat (20/4/2012).

Menurut Anas, sejak awal interpelasi Dahlan Iskan sudah tak urgen. Apalagi kini Kepmen yang dianggap salah telah ditarik oleh Dahlan sendiri.

“Tanpa Kepmen ditarik saja interpelasi sudah tidak ada urgensinya, apalagi ketika Kepmen sudah diperbaiki, tentu saja interpelasi makin kehilangan relevansi,”katanya.

Sejumlah fraksi di DPR memang telah meminta anggotanya untuk mencabut usulan interpelasi Dahlan Iskan. Namun demikian sejumlah anggota pengusung interpelasi masih ngotot dengan usulannya tersebut.

Salah satunya adalah inisiator interpelasi dari FPDIP, Aria Bima. Wakil Ketua Komisi VI DPR ini tak gentar dengan kebijakan FPDIP DPR menghentikan sementara interpelasi terhadap kebijakan Dahlan.

“Nggak berhenti, terus lanjut. Malah nambah, dari Fraksi PKB, Unais Ali Hisyam. Ini masalah undang-undang. Publik harus melihatnya sebagai debat masalah undang-undang,” kata Aria Bima saat dihubungi wartawan, Rabu (18/4/2012). JIBI/SOLOPOS/Detikcom 

sumber :

Jumat, 20 April 2012

Tol Solo Kertosono, Ganti Rugi Ditentukan Appraisal

KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Kepala Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar Djoko Slamet Hariadi mengatakan, besaran ganti rugi bagi tanah yang terkena pembangunan tol Solo-Kertosono (Soker) ditentukan oleh appraisal atau penaksir. Sedang untuk pembayaran melalui transfer langsung ke rekening masing-masing warga yang terkena pembebasan lahan.

"Selain sawah dan tanah milik warga, ada pula makam desa dan tanah bengkok yang terkena pembebasan dan semuanya mendapatkan ganti rugi yang layak," tandas Djoko, Jumat (20/4).

Ada lima dukuh di Desa Ngasem, yakni Ngasem, Bakalan, Klamongan, Sidorejo dan Jaten. Dan tanah warga yang terkena pembebasan lahan paling banyak berada di Dukuh Jaten dan Sidorejo. Tanah yang dibebaskan dibagi dalam empat ring sebagai dasar pemberian ganti rugi.

Ring pertama terdiri atas tanah basah yang dinilai Rp 800 ribu/meter dan tanah kering Rp 1 juta/meter. Ring kedua dinilai Rp 400 ribu/meter untuk tanah basah dan Rp 470 ribu/meter untuk tanah kering. Sementara untuk ring tiga Rp 400 ribu/meter untuk tanah pekarangan dan Rp 325 ribu/meter untuk tanah basah. Ring empat senilai Rp 250 ribu/meter untuk tanah basah dan Rp 350 ribu/meter untuk tanah kering. Nilai ganti rugi tertinggi, imbuhnya, ada di tanah yang berdekatan dengan jalan raya Solo-Semarang.

Djoko menandaskan, untuk menentukan nilai ganti rugi tersebut, warga juga mendapat sosialisasi dan diajak bermusyawarah. Warga sendiri memiliki kesadaran bila proyek jalan tol itu dilakukan negara untuk pembangunan dan demi kepentingan masyarakat banyak. "Musyawarah dan penawaran sendiri dilakukan sebanyak dua kali dan sudah ada titik temu," tandasnya.

Dia juga menegaskan, selain akan menjadi pintu masuk bagi tol Soker, Desa Ngasem juga akan menjadi interchange bagi tol Semarang-Solo.

Sementara itu, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Karanganyar Any Indri Hastuti mengemukakan, untuk pembangunan tol Soker ini Pemkab harus membebaskan 1.465 dengan luasan 1.199.389 m2. Namun sampai saat ini Pemkab baru bisa membebaskan 861 bidang, dengan luasan 706.878 m2.

"Tanah yang harus dibebaskan ada di sembilan desa di tiga kecamatan, yakni Colomadu, Gondangrejo dan Kebakkramat," tandasnya. Dana untuk pembebasan tanah sendiri berasal dari pemerintah pusat. Dan untuk membebaskan tanah tersebut membutuhkan anggaran lebih dari Rp 200 miliar.
 
sumber :

Jumat, 13 April 2012

Ngasem, Sebuah Desa yang Akan Dilintasi Dua Jalan Tol

KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Desa Ngasem adalah salah satu dari 11 desa yang ada di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa dari desa yang berpenduduk sekitar 4.500 jiwa tersebut. Dari data demografi, Desa Ngasem berbatasan dengan Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali di sebelah Utara. Di Selatan dengan Desa Kertonatan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, dan di Barat dengan Desa Batan, Banyudono serta Desa Bolon, Colomadu di sebelah Timur.

Namun desa yang terdiri atas lima dukuh itu nantinya akan memiliki akses langsung terhadap dua jalan tol. Yakni jalan tol Semarang-Solo dan Solo-Mantingan yang ada di Kabupaten Ngawi, Jatim, yang saat ini dalam proses pembangunan. "Warga disini sudah tahu kalau nanti dua jalan tol itu akan melintas di Ngasem," tutur Kepala Desa Ngasem Djoko Slamet Hariadi manakala ditemui, Kamis (12/4).

Untuk tol Solo-Mantingan, setidaknya sekitar 37 bidang tanah yang terkena pembebasan lahan, dan interchange atau simpang susun jalan tol Semarang-Solo juga akan berada di desa tersebut. Diungkapkan, meski ganti rugi yang diberikan dengan harga yang memadai, bahkan bisa disebut ganti untung, tetapi sebenarnya kurang ada manfaat langsung adanya jalan tol tersebut. Sebab, nanti di sekeliling jalan tol pasti dipagar.

Warga sendiri memaklumi adanya pembangunan jalan tol tersebut, karena itu merupakan program pembangunan pemerintah dan menyangkut kepentingan umum.

Namun nantinya akan ada jalan layang di atas tol sebagai penghubung wilayah desa yang terbelah jalan tol. Sebagai yang dituakan di desa, lanjut Djoko, dia juga wanti-wanti kepada warga yang tanahnya terkena pembebasan, agar menggunakan uang tersebut dengan baik dan untuk hal-hal yang produktif. "Kalau sawahnya terkena pembebasan, diharapkan agar uangnya dibelikan sawah lagi agar mereka bisa bertani," tandasnya.

Baca Juga
Besok Malam Gerbang Tol Tembalang Ditutup
Tergerus Air Hujan, Pagar Jalan Tol Roboh
TMJ Bayar Keterlambatan Upah Pekerja
Survei Batas Tol Dimulai
Sisa Tanah di Bawah 10 Persen Dibeli Seluruhnya
Pemasangan Patok Tol Solo-Semarang Disosialisasikan
Antisipasi Spekulan, Pemkab Boyolali Terjun Langsung
Proyek SORR Bisa Memperparah Banjir dan Rob
PT Trans Marga Jateng Janjikan Tol Ungaran-Bawen Sangat Panoramik
Tol Semarang-Ungaran Dilintasi 16 Ribu Kendaraan
sumber :