javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Sabtu, 12 November 2011

Tol Semarang-Solo Resmi Beroperasi

SEMARANG--MICOM: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto meresmikan operasional Tol Semarang-Solo, rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/11) siang.

Peresmian tol sepanjang 14 kilometer tersebut ditandai dengan pembayaran perdana oleh Menteri Pekerjaan Umum di loket gerbang tol Banyumanik II. Pembayaran tersebut menandai pengoperasian tol yang sudah tertunda selama beberapa waktu.

Usai membayar di pintu gerbang , Menteri PU yang didampingi Gubernur Jawa Tengah bersama rombongan menyempatkan diri menyusuri jalan tersebut, hingga keluar di pintu Ungaran. Tarif yang dikenakan untuk kendaraan yang melintasi tol itu sebesar Rp5.500 per unit.

Sebelum resmi dioperasikan, tol tersebut sempat dibuka pada saat arus mudik dan balik Lebaran lalu selama sekitar 20 hari. Tol itu selanjutnya kembali ditutup untuk menjalani uji kelayakan, sebelum kemudian resmi dioperasikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo mengatakan operasional tol itu untuk sementara terbatas bagi kendaraan berukuran kecil. "Kendaraan berukuran besar, seperti truk dan bus, sementara dilarang lewat," kata Komisaris Utama PT Trans Marga Jawa Tengah itu. (Ant/OL-01)

sumber :

Pembelian Karcis Tandai Pembukaan

pintu gerbag tol banyumanik
SEMARANG- Jalan tol Semarang-Solo seksi I ruas Semarang-Ungaran Sabtu ini dibuka untuk umum. Jalan tersebut sementara baru bisa dilewati kendaraan golongan I seperti mobil pribadi.
Pembukaan tol akan ditandai dengan masuknya rombongan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dari pintu gerbang tol Banyumanik sekaligus membayar karcis masuk pukul 15.00.

Gubernur Bibit Waluyo mengatakan, setelah rombongan itu lewat jalan tol terbuka untuk umum.
Menteri PU yang membuka jalan tol. Setelah itu baru dibuka untuk umum dan mbayar. Tarif tol belum tahu persis, biar pemerintah pusat yang mengumumkannya,” kata Bibit, Jumat (11/11). Dia meminta semua pihak proporsional menyikapi tarif masuk tol Semarang-Ungaran.

Setelah membuka tol Semarang-Ungaran, Djoko akan melanjutkan pantauan di seksi II Ungaran-Bawen. Pembangunan rus tol itu sudah dimulai sejak dua-tiga bulan terakhir.
Namun, pencanangan secara simbolis ground breaking atau pemancangan tiang pertama ruas tol seksi II baru dilakukan hari ini karena kesibukan Menteri PU. Agenda seremonial akan berlangsung di Klepu, Kabupaten Semarang.
Bibit menegaskan, pintu keluar tol Ungaran bukan akses pintu exit utama. Pintu keluar utama ada di Bawen.

Pembebasan Lahan

Karena penggalan pertama pembangunan tol ini baru sampai Ungaran, maka ibu kota Kabupaten Semarang itu menjadi rawan macet. Pintu exit yang ada sekarang hanya diperuntukkan bagi mereka yang hendak ke Ungaran.
Lantaran digunakan oleh pengendara mobil yang bertujuan ke Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Wonosobo, dan Kebumen, kepadatan lalu lintas pun tak terhindarkan. Bibit menjelaskan, bila pintu keluar utama di Bawen sudah dioperasikan, kemacetan di Ungaran bisa dihindari.

“Rencana pembangunan jalan tol Semarang-Solo sudah oke ditinjau dari aspek dana dan pendukung lain. Pemerintah melalui Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah menyetujui Rp 1,9 triliun untuk pembebasan lahan. Konsep jalan tol ini merupakan perencanaan dari pusat. Kajian pembangunan jalan tol Semarang-Solo dari dua arah masih dilakukan,” paparnya.

Bila disetujui, Bibit menyatakan siap membuat gerakan pembangunan jalan tol dari timur ke barat dan barat ke timur. Proses awal adalah pembebasan lahan. Sehari menjelang pembukaan, pengelola jalan tol mengerahkan sejumlah petugas kebersihan. Mereka menyemprot badan jalan dengan air dan pemotongan rumput liar di bahu tol.
Pegawai Koperasi PT Jasa Marga, Kusnandar, menyebut pemotongan rumput liar sudah berlangsung sepekan terakhir. “Ini bagian dari persiapan pembukaan tol,” ungkap Kusnandar. (J17,K33,J14-65)
 
sumber :

Pengaturan Lalu Lintas Tiru saat Lebaran

*        SM/Irawan Aryanto PENGASPALAN: Pekerja mengaspal jalan tol
*         Semarang-Ungaran di wilayah Banyumanik, Kamis (10/11). (30)
Antisipasi Kemacetan di Pintu Tol Ungaran


UNGARAN - Pengaturan atau rekayasa lalu lintas di pintu keluar-masuk tol Ungaran untuk mengatasi kemacetan akan dilakukan sama seperti saat arus mudik dan balik Lebaran 2011. Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Semarang akan mengoptimalkan fungsi traffic light di sepanjang pintu tol tersebut. Selain itu, petugas menyiapkan beberapa jalur alternatif.

Kapolres Semarang AKBP Hariyanta melalui Kabag Operasional AKP Sugandi mengatakan, akses pintu tol Ungaran diutamakan lewat perempatan Sidomulyo hingga pertigaan DPRD Kabupaten Semarang. Pengendara dari Semarang, setelah sampai di gerbang tol Ungaran di Kalirejo dapat langsung melaju lurus melewati perempatan Sidomulyo menuju jalan utama (Jalan Diponegoro) di depan kantor DPRD. Seperti halnya di pertigaan DPRD, lampu bangjo juga sudah dipasang di perempatan Sidomulyo.

Jika akses utama itu padat, pengguna jalan dapat melalui jalur alternatif dari perempatan Sidomulyo ke arah kiri (selatan) melalui Jalan S Parman dan tembus di pertigaan Undaris (jalan utama). Di sepanjang jalan itu juga telah disiapkan persimpangan untuk mengurai kemacetan, salah satunya sebelum traffic light Undaris.

Melalui jalur itu, pengendara akan diarahkan ke selatan melewati Perumda Gedanganak dan tembus di batas Kota Ungaran sisi selatan.

”Optimalisasi traffic light akan disesuaikan dengan kepadatan lalu lintas. Jika terlalu padat, petugas akan mengalihkan arus kendaraan ke sejumlah jalur alternatif. Jalur alternatif itu sudah didukung rambu petunjuk jalan agar pengguna tol tidak tersesat. Akses keluar tol lewat perempatan KPU Ungaran dan tembus di Benteng Willem II juga bisa difungsikan bila kendaraan padat,” paparnya, kemarin.

Keamanan Terjamin

Menurut dia, Polres Semarang akan menyiagakan personel di beberapa persimpangan, termasuk pertigaan kantor DPRD, Sabtu (12/11), saat tol Semarang-Ungaran dibuka.

Penjagaan pada hari berikutnya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) untuk mengatasi kemacetan.

Kepala Dishubkominfo Prayitno Sudaryanto berharap kemacetan di pintu tol Ungaran tidak terjadi. Petugasnya akan disiagakan di beberapa titik rawan macet. Mengenai kelengkapan rambu, Dishubkominfo siap mendukung penuh.

Ketua Komisi D DPRD Jateng Rukma Setyabudi menyambut baik pembukaan tol Semarang-Ungaran. Selain mengurai kemacetan di kawasan Watugong, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Semarang, tol juga akan memperlancar roda perekonomian di Jateng.

”Kami berharap, keamanan pengguna tol terjamin. Artinya, konstruksi jalan dan jembatan harus benar-benar aman untuk dilewati, jangan seperti tol Cipularang yang dulu pernah ambles,” katanya.

Selain itu, semua persoalan terkait jalan bebas hambatan tersebut harus dituntaskan, seperti pembebasan tanah dan pelunasan uang jasa subkontraktor. Itu perlu diperhatikan agar nanti tidak ada demo setelah peresmian tol. (K33,J17,J14-59)
sumber :

Kamis, 10 November 2011

Truk dan bus dilarang lewat tol Semarang-Solo

Semarang (ANTARA News) - Jalan tol Semarang-Solo rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang, hanya boleh dilewati kendaraan ukuran kecil, sedangkan truk dan bus dilarang melintas jalur bebas hambatan ini yang mulai dioperasikan 12 November 2011.

"Rencananya hanya kendaraan berukuran kecil yang boleh melintas, untuk truk dan bus belum bisa," kata Komisaris Utama PT Trans Marga Jawa Tengah, Danang Atmojo, di Semarang, Kamis.

Menurut dia, rute keluar jalan tol yang yang berhubungan dengan jalur utama Semarang-Solo, di wilayah Ungaran, belum memungkinkan dilalui kendaraan berukuran besar, seperti truk dan bus.

Meski demikian, lanjut dia, pengoperasian jalan tol ini diharapkan tetap mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan umum di kawasan atas Kota Semarang.

Ia menuturkan, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dijadwalkan membuka operasional jalan tol sepanjang 14 kilometer tersebut.

"Pak Menteri akan melintas pertama di gerbang tol ini, sambil melakukan pembayaran di loket," kata Danang yang juga Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah ini.

Adapun untuk tarif jalan tol ini, lanjut dia, hingga saat ini belum ditentukan.

Menurut dia, kemungkinan pemberitahuan tentang besaran tarif yang dikenakan baru akan disampaikan pada Sabtu (12/11).

"Kemungkinan tarif sekitar Rp6.000 per kendaraan, namun kami masih menunggu kepastian dari Pusat. Kami mohon masyarakat bersabar," katanya.

Terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, Sri Praptono menyambut baik pengoperasian jalan tol tersebut.

Namun, politikus Partai Keadilan Sejahtera itu meminta, berbagai persoalan yang berkaitan dengan jalan tol ini harus sudah dituntaskan.

Beberapa masalah yang sebelumnya sempat mengemukan, lanjut dia, seperti persoalan konstruksi yang telah ditangani serta pembayaran kepada para sub kontraktor proyek jalan tol ini.

"Harus ada kepastian masalah-malasah semacam itu terselesaikan," katanya.

(I021/A030)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2011
sumber :

Diwaspadai, Kepadatan Lalu Lintas di Pintu Keluar

Pembukaan Tol Semarang-Ungaran


SEMARANG - Menjelang pembukaan jalan tol Semarang-Ungaran, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Jateng mewaspadai titik-titik rawan. Setidaknya ada tiga titik yang menjadi fokus perhatian.

Ketiga titik itu adalah pintu keluar tol Ungaran, pertigaan Kantor DPRD Kabupaten Semarang dan pertigaan Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman (Undaris).

Pada peresmian jalan bebas hambatan 14,1 km, Sabtu (12/11) lusa, Dishubkominfo akan menempatkan personel di lokasi tersebut.

Kepala Dishubkominfo Provinsi Jateng, Urip Sihabudin mengatakan, penempatan petugas itu untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas.

Mereka yang disiagakan paling tidak satu hari itu akan dibantu petugas Dishubkominfo Kabupaten Semarang dan polisi.

Pernah Dihadapi


“Kami sendiri akan mengerahkan 5-10 petugas di tiga titik kepadatan arus. Mereka akan memberi informasi jalur alternatif kepada pengguna jalan tol saat melintas pintu keluar tol Ungaran,” katanya.

Dalam pembukaan, tol akan difungsikan dua arah, Semarang-Ungaran dan Ungaran-Semarang.

Menurut dia, jalan tol ini sudah pernah diujicobakan. Persoalan kepadatan lalu lintas di pintu keluar tol pernah dihadapi. Terpisah, Gubernur Bibit Waluyo mengatakan, peresmian jalan tol ini diawali oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto membayar karcis tol untuk kali pertama.

Menyinggung soal tarif tol, Bibit mengaku belum paham. Hanya saja, ia memberi informasi kisaran antara Rp 5.500- Rp 6.000. Ia menilai tarif itu tidak mahal. “Beli rokok satu bungkus Rp 10 ribu jadi asap, jadi mengguk aja tidak ngomel. Bayar begitu aja kok ngomel, jalan tol ini harus dipelihara, dirawat sehingga perlu biaya,” tegasnya.

Usai pembukaan, direncanakan ada pemantauan ke ruas tol seksi II Ungaran-Bawen. (J17,J14-53 )
sumber :

Rabu, 09 November 2011

Proposal Perdamaian Istaka Karya ditolak

Oleh Sekti Dewi Mayestika

JAKARTA: PT JAIC Indonesia mengaku keberatan dengan proposal perdamaian yang ditawarkan PT Iskata Karya dalam kasus pailit BUMN tersebut.

Juni Dani, Kuasa hukum JAIC, mengatakan keberatan kliennya tersebut karena proposal perdamaian yang diajukan Istaka dinilai tidak masuk akal. Terlebih, lanjutnya, tidak ada jaminan pelaksanaan atas proposal perdamaian tersebut.

"Kami sangat meragukan pelaksanaan konsep perdamaian tersebut. Cicilan pembayaran yang baru akan selesai pada 2019, yang tidak terjamin pelaksanaannya," katanya dalam pesan elektronik yang diterima Bisnis hari ini.

Saat ini, proses kepailitan Istaka telah memasuki tahap pembahasan. Dalam rapat verifikasi utang, jumlah utang yang diakui Istaka mencapai Rp753 miliar yang terdiri dari utang kreditur konkuren sebesar Rp300 miliar, kreditur sparatis Rp400 miliar dan untuk karyawan Rp53 miliar.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi yang dilayangkan PT JAIC Indonesia dalam perkara permohonan pailit yang dilayangkan perusahaan tersebut terhadap Istaka.

Kasasi tersebut dilakukan JAIC atas putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak permohonan pailit yang diajukannyakarena majelis hakim berpendapat bahwa perusahaan negara tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai perusahaan yang dimaksud dalam Pasal 2 Ayat 5 UU No.37/2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. (sut)

Tol Cikopo-Palimanan Dikerjakan Akhir Bulan

Pintu tol Cikopo, Jawa Barat. TEMPO/Arie Basuki
TEMPO Interaktif, Bandung - Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan pengerjaan jalan tol Cikopo-Palimanan akan dicanangkan pada 30 November ini. "Nanti nyambung, dari Cikampek langsung ke Cirebon," kata Hermanto Dardak, di Bandung, Rabu, 9 November 2011.

Menurut dia, investasi yang disiapkan untuk membangun jalan tol itu mencapai Rp 11 triliun. Jalan tol itu nantinya akan dibangun dalam enam seksi, total panjangnya lebih dari 100 kilometer.

Hermanto mengatakan pembebasan lahan sendiri belum 100 persen selesai. Yang sudah tuntas, katanya, baru dari seksi 1 sampai 5, dari Cipoko hingga sebelum Waringin. "Ada yang sudah 100 persen ada yang sudah 94 persen, tapi praktisnya sudah bisa mulai," katanya.

Pemerintah, kata dia, mematok target pada 2014 pembangunan konstruksi jalan tol itu sudah rampung. "Mudah-mudahan 2014 selesai," kata Hermanto.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengamini rencana itu. "Groundbreaking-nya nanti di Cikopo," katanya. Dia berharap jalan tol itu bisa tuntas di 2013 nanti.

Hermanto mengatakan jalan tol Cikopo-Palimanan itu menjadi bagian dari pembangunan jalan tol lintas utara Jawa. Dalam bulan-bulan ini, katanya, juga akan dimulai pembangunan jalan tol yang menjadi bagian lintas utara Jawa itu.

Menurutnya, yang termasuk jalan tol lintas utara Jawa itu di antaranya Semarang-Ungaran, Kertosono-Solo yang sudah dimulai pekerjaannya, Kertosono-Mojokerto tengah berjalan pembangunan konstruksinya dari Jombang, serta Mojokerto-Surabaya.

Tol Semarang-Ungaran di Jawa Tengah, papar Hermanto, tinggal dibuka resmi untuk digunakan publik. Selanjutnya akan digarap jalan tol itu menuju Bawen. "Mau dilakukan groundbreaking bulan-bulan ini," kata Hermanto.

AHMAD FIKRI
 
sumber :

Tol Semarang-Ungaran Dibuka Sabtu

SEMARANG- Setelah lama tertunda, PT Trans Marga Jateng (TMJ) memastikan peresmian jalan tol Semarang- Solo seksi I Semarang-Ungaran, Sabtu (12/11).
Direncanakan, pembukaan jalan tol sepanjang 14,1 kilometer tersebut akan dilakukan oleh tiga menteri. Ketiganya adalah Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo.

”Ada tiga menteri yang rencananya akan hadir untuk meresmikan jalan tol ini. Sejauh ini, yang memberikan konfirmasi baru dua yaitu Menteri PU dan Menteri BUMN,” kata Komisaris PT TMJ Danang Atmodjo saat dihubungi Suara Merdeka, Selasa (8/11). Adapun pihak yang menjadi penyelenggara peresmian jalan tol tersebut adalah Kementerian PU.
Sebelumnya, jalan bebas hambatan itu pernah akan diresmikan 28 Februari 2011, namun tertunda karena berbagai persoalan, termasuk dilanda longsor.

Dibatasi

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jateng ini menegaskan jalan tol sudah siap dibuka untuk umum. Untuk sementara, pengguna jalan hanya dibatasi pada kendaraan kategori golongan I seperti mobil pribadi. Kendaraan berat seperti bus dan truk belum diperbolehkan melintas.

Pihaknya mengaku belum mengetahui tarif resmi masuk tol tersebut. Yang jelas, nilai nominalnya berkisar antara Rp 5.500- 6.000. Dari segi keamanannya, jalan tol sudah tidak ada kendala. Bila sebelumnya terdapat urukan tanah akibat aksi blokade subkontraktor, jalan tersebut kini sudah bersih.

Mengenai pembayaran ke subkontraktor tol, ini pun sudah tidak ada masalah. Dalam hal ini, TMJ sudah menyelesaikan pembayaran kekurangan sebagian. Adapun, nominal yang dibayarkan ke subkontraktor, ia mengaku tak mengetahuinya.

Sementara, dari pantauan kemarin, lokasi blokade di jalan Tol Semarang - Solo ruas Kalirejo Ungaran mulai dibersihkan. Timbunan tanah dan puluhan truk yang semula berada di tengah jalan bebas hambatan itu sudah dipinggirkan.
Di gerbang tol Ungaran, sejumlah petugas dari TMJ bersama pekerja PT BSDA menyiram sisa timbunan dengan air. (J17,J14,K33-53 ) 
 
sumber :

Selasa, 08 November 2011

TMJ Bayar Kewajiban, Blokir Dibuka

ilustrasi
UNGARAN (KRjogja.com) - Para pekerja subkontraktor jalan tol Semarang - Ungaran di Kelirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang mulai membersihkan tanah urug yang menutupi jalan setelah PT Trans Marga Jateng (TMJ) memenuhi kewajibannya.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Aksi Pekerja Subkontraktor Jalan Tol dari PT Bumi Sentosa Dwi Agung (BSDA) Jakarta, Tundo Karyono, Selasa (8/11). Menurutnya, sudah ada pembicaraan dan kepastian hak para subkontraktor sebelum ruas jalan itu diresmikan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Sabtu (12/11).

"Kami akan membuka blokir jalan meskipun uang belum sepenuhnya diterima. Kami menghormati dan menghargai itikad baik PT TMJ. Namun, apabila ingkar akan menutup kembali,"katanya saat dikonfirmasi KRjogja.com, Selasa (8/11).

Tundo menambahkan TMJ berjanji akan membayar penuh pekerjaan subkontraktor pada Januari 2012. Sedangkan berdasarkan pantauan pekerja membersikan urukan tanah menggunakan air dan sudah terkumpul 300 kubik. (Sus) 
 
sumber :

Tiga Menteri Akan Buka Tol Semarang-Ungaran

Semarang, CyberNews. Setelah pengoperasian lama tertunda, PT Trans Marga Jateng (TMJ) memastikan peresmian jalan tol Semarang-Solo seksi I Semarang-Ungaran akan berlangsung pada hari Sabtu (12/11). Sesuai rencana, pembukaan jalan tol sepanjang 14,1 kilometer tersebut akan dilakukan oleh tiga menteri sekaligus. Ketiganya yaitu Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo.

"Ada tiga menteri yang rencananya akan hadir untuk meresmikan jalan tol ini (Semarang- Ungaran). Sejauh ini, yang memberikan konfirmasi baru dua yaitu Menteri PU dan Menteri BUMN," kata Komisaris PT TMJ Danang Atmodjo saat dihubungi lewat telepon, Selasa (8/11). Adapun, yang menjadi penyelenggara atau leading sector peresmian jalan tol tersebut adalah Kementerian PU.

Sebelumnya, jalan bebas hambatan itu pernah akan diresmikan tanggal 28 Februari 2011, namun akhirnya harus tertunda karena berbagai persoalan, termasuk dilanda longsor. Danang yang menjabat Kepada Dinas Bina Marga Provinsi Jateng ini menyatakan, jalan tol sudah siap dibuka untuk umum.

Untuk sementara, pengguna jalan hanya dibatasi pada kendaraan kategori golongan I seperti mobil pribadi. Kendaraan
berat seperti bus dan truk belum diperbolehkan melintas.

Pihaknya mengaku belum mengetahui tarif resmi masuk tol tersebut. Yang jelas, nilai nominalnya berkisar antara Rp 5.500- 6.000. Dari segi keamanannya, jalan tol sudah tidak ada kendala.

Bila sebelumnya terdapat urugan tanah akibat aksi blokade subkontraktor, jalan tersebut kini sudah bersih. Mengenai pembayaran ke subkontraktor tol, ini pun sudah tidak ada masalah.

Dalam hal ini, TMJ sudah menyelesaikan pembayaran kekurangan sebagian. Adapun, nominal yang dibayarkan ke subkontraktor, ia mengaku tak mengetahuinya.

( Royce Wijaya / CN32 / JBSM )

Baca Juga
Komisi D Sudah Pernah Minta TMJ Mereview Amdal
Tol Ungaran-Bawen Pilih Tanah Labil
TMJ Pastikan Subkontraktor Dapatkan Haknya
Tuntut Hak, Subkontraktor Berjuang Sendiri
Kejari Panggil Subkontraktor Tol Semarang-Ungaran
Subkontraktor Berhak Tagih Utang Lewat Kurator
Izin Blokade Tol Semarang-Solo Diperpanjang
Jalan Tol Ungaran-Bawen Digarap
Rp 30 Milyar dari TMJ Belum Terbayar
Tol Semarang-Ungaran Ditempuh 10 Menit

sumber :
suaramerdeka