javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Selasa, 08 November 2011

Pak Danang Ngetrail, Pak Gub Mbonceng

Pameran Foto Meretas Perjalanan Tol 80 Km

KEPALA Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Danang Atmaja tak menyangka gurauannya bersama Gubernur Jateng Bibit Waluyo di sela-sela kunjungan proyek pembangunan tol Semarang-Ungaran terekam jelas dalam sebuah foto. Foto berukuran 40x60 cm karya fotografer Suara Merdeka Maulana M Fahmi yang dipamerkan mampu membuat ekspresinya yang semula serius menjadi tertawa lepas.

Yah, pasalnya saat itu ia bersama Wali Kota Semarang Soemarmo HS sedang serius menikmati foto-foto yang terpajang apik di deretan sketsel. Dia tak menyangka ada sebuah foto human interest yang menggambarkan jelas ekspresinya bersama Gubernur Jateng Bibit Waluyo tengah bercanda.

Gubernur dalam gambar terlihat jelas melingkarkan tangan di pinggulnya seolah-olah seperti membonceng kendaraan. Sementara Danang berkespresi seolah-olah mengendarai motor.

"Saya ingat betul foto ini saat kami melakukan kunjungan ke proyek tol terkait kesiapan digelarnya kegiatan trabas motor Jelajah Ndesa Mbangun Desa oleh Pemprov Jawa Tengah. Pak Gub saat itu bercanda seolah-olah membonceng trail menyusuri tol sepanjang 12 km," ungkap Danang mengenang kejadian dengan latar belakang gerbang tol Banyumanik tersebut.

Jika Danang terkesan dengan foto berjudul "Bercandaan di Sela Kunjungan", Soemarmo pun mempunyai kesan mendalam dengan foto berjudul "Ganti Untung" karya fotografer Radar Semarang Adityo Dwi. Dalam foto tergambar ekspresi Soemarmo yang saat itu sebagai Sekda Kota Semarang menyerahkan uang ganti untung atas tanah milik mantan Wali Kota Semarang Soetrisno Soeharto di kantor Kelurahan Gedawang.

"Wah, kalau ini saat saya masih menjabat Sekda. Masih terlihat muda ya saat itu," gurau Soemarmo disambut tawa wartawan dan rombongan wali kota serta tamu undangan.

Yah, dua foto tersebut adalah sebagian dari 50 foto yang dipamerkan oleh para fotografer media di Semarang yang tergabung dalam PFI Semarang. Masih banyak foto-foto menarik yang secara gamblang memperlihatkan proses pembangunan tol Semarang-Ungaran dari masa ke masa dari berbagai sudut pengambilan gambar.

Kamera Antik

Seperti foto karya fotografer Kompas P Raditya Mahendra Yasa yang menampilkan seorang siswa SD melintas di antara puing rumahnya yang terkena proyek tol. Foto karya Wahyu Sulistyawan pun tak kalah menariknya menampilkan aktivitas pekerja dalam prosesi pemindahan tiang listrik karena terkena proyek tol.

Sementara fotografer Seputar Indonesia Arif Nugroho mengambarkan aktivitas pamasangan tiang pancang pertama di Kelurahan Kramas oleh Gubernur Jateng. Tak hanya aktivitas pekerja yang ditampilkan, gelaran event sepeda wisata yang pernah digelar dengan rute tol tersebut juga ditampilkan melalui karya fotografer Harian Wawasan Weynes.

Acara pembukaan oleh Danang Atmojo mewakili Gubernur dikemas dengan prosesi yang tidak biasa. Dia membuka pameran ditandai dengan menyingkap tabir penutup foto perdana berjudul "Landscape Tol Semarang-Ungaran" karya fotografer Maulana M Fahmi di atas panggung.

Nah, yang unik Danang dipersilakan untuk mengabadikan panitia menggunakan kamera antik Rolleiflex seri T buatan jerman 62 koleksi Djoni S, kolektor kamera antik warga Karangwulan.

Usai memotret, dia tidak menggunting pita. Tetapi, panitia mengganti pita dengan negatif film dengan tiang di sampingnya yang terpajang di mesin cetak foto kuno merk Lupo buatan Italia tahun 1960 dan Rowi buatan Jerman tahun 1958.

Danang mengapresiasi positif digelarnya pameran tersebut. "Kami sangat apresiatif terhadap pameran foto ini. Pameran bisa menjadi media sosialisasi kepada masyarakat. Karena proyek pembangunan tol sejatinya adalah dibangun untuk melayani rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya warga Solo hingga Semarang," jelasnya.

Ketua Pameran Dhani Esparados mengatakan pameran sebagai salah satu bentuk apresiasi fotografer media di Semarang untuk menampilkan secara gamblang proses pembangunan tol Semarang-Solo.

"Dengan foto-foto ini, kami mencoba mengangkat beragam sisi proses pembangunan dari awal hingga saat ini. Diharapkan, karya-karya ini mampu menjadi bagian dari catatan sejarah yang terdokumentasikan," jelasnya.

( Ranin Agung /CN26 / JBSM )
sumber :

Subkontraktor Ogah Buka Blokade Tol

Jelang Pembukaan Tol Semarang Ungaran
UNGARAN– Sejumlah subkontraktor rekanan PT Istaka Karya yang belum menerima pembayaran atas pekerjaan pembangunan jalan tol Semarang–Semarang seksi I, menolak membuka blokade jalan. Padahal jalan tol tersebut akan diresmikan pada 12 November mendatang. Para subkontraktor baru mau membuka blokade di ruas Semarang–Ungaran tepatnya di daerah Kalirejo, Ungaran Timur, bila PT Trans Marga Jateng (TMJ) membayar minimal 50% dari nilai total pembayaran kontrak yang mencapai puluhan miliar.

Manajer Site Plan PT Bumi Sentosa Bumi Agung (BSDA) Jakarta yang juga koordinator puluhan subkontraktor rekanan PT Istaka Karya, Tundo Karyono mengatakan, sebenarnya perusahaan yang dipimpinnya beserta sejumlah subkontraktor lain tidak mau bersikap arogan jika hak mereka dipenuhi. ”Kami bersedia membersihkan blokade jalan tol yang kami pasang jika hak kami sudah dibayar.

Jika tidak, kami tidak akan membuka blokade meski dalam minggu ini jalan tol akan diresmikan oleh menteri,” katanya kemarin. PT TMJ sudah memberitahukan rencana peresmian jalan tol Semarang–Solo seksi I ruas Semarang–Ungaran kepada para subkontraktor.PT TMJ juga meminta para subkontraktor untuk bermusyawarah mencari solusi untuk menyelesaikan masalah yang terjadi agar jalan tol bisa diresmikan dan dibuka.

”Kami sudah mendapat undangan dari PT TMJ untuk bertemu guna membahas pembayaran hak subkontraktor yang belum terbayar. Rencananya,pertemuan akan dilakukan besok (hari ini). Kami siap membuka blokade jika hak kami dibayar,”tandas Tundo. Para subkontraktor tidak ngotot agar haknya dibayar semua. Mereka hanya menuntut sedikitnya 50% dari nilai total pembayaran kontrak.

Sementara yang 50% sisanya bisa dibayar di kemudian hari. ”Paling tidak hak kami dibayar 50%.Apabila tidak ada kesepakatan pembayaran, kami akan terus melakukan pemblokiran meski ada peresmian oleh menteri,” katanya. Dari pantauan SINDO di jalan tol Semarang–Solo seksi I tepatnya di daerah Kalirejo, Ungaran Timur, sejumlah pekerja subkontraktor rekanan PT Istaka Karya masih melakukan penjagaan blokade jalan tol.

Sedikitnya 15 orang pekerja yang menjaga blokade jalan tol yang terbuat dari tanah uruk. Direktur Utama PT Trans Marga Jateng (TMJ) Agus Suharjanto saat dikonfirmasinya melalui teleponnya tidak ada jawaban. Sebelumnya,Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jateng Danang Atmodjo mengatakan PT TMJ sudah melakukan pembayaran separuh kepada subkontraktor atas pekerjaan tol di Ungaran.

Namun, Danang mengaku tidak tahu besaran nilai pembayaran tersebut. ”Yang tahu teman-teman dari TMJ,” ujar Danang. Sebelum tol dioperasikan, pihaknya akan membersihkan tanah urukan yang berada di badan jalan tol. Jalan tol tersebut rencananya diresmikan pada 12 November mendatang oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto. Menurut Meneg BUMN Dahlan Iskan,jadwal pengoperasian ruas tol itu sudah lama tertunda karena tanahnya sering ambles.

”Peresmian penggunaan jalan tol Semarang–Ungaran sekaligus menandai dimulainya pengoperasian Ungaran ke Bawen. Sehingga nanti Semarang–Bawen segera beroperasi, Semarang– Ungaran dipakai lalu Ungaran–Bawen dikerjakan,” paparnya. Terkait tarif tol Semarang– Ungaran, Pemprov Jateng tetap mengusulkan sebesar Rp500/km.Besaran tarif tol tersebut seperti yang pernah diusulkan kepada pemerintah pusat beberapa waktu lalu.

”Tarif itu telah sesuai dan tidak terlalu mahal bagi masyarakat pengguna tol.Rokok sak bungkus Rp10.000 wae do kok tuku,” ujar Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Mantan Pangkostrad ini menegaskan, jalan tol sepanjang 14,11 kilometer tersebut siap dioperasikan karena pembangunannya telah rampung. Ditanya kapan waktu beroperasinya, dia menyerahkan hal itu kepada pemerintah pusat. ”Saya ikuti saja perkembangannya dari pemerintah pusat,” kata Bibit. angga rosa/ arif purniawan/muh slamet

sumber :

Senin, 07 November 2011

Dahlan Janji Tak Likuidasi BUMN

Metrotvnews.com, Makassar: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Dahlan Iskan menyatakan tak akan melakukan likuidasi terhadap BUMN. Pernyataan ini terbalik dengan Meneg BUMN sebelumnya, Mustafa Abubakar, yang pernah mengatakan pada 2012 sebanyak 142 BUMN akan diciutkan menjadi 81. Sebanyak 61 BUMN bakal dilikuidasi.

Bahkan, saat itu Mustafa menyatakan sudah ada tiga BUMN yang dipastikan dilikuidasi tahun ini, yaitu Primisima, Padalarang, dan Sarana Karya.

Menurut Dahlan, memang ada satu BUMN yang harus dilikuidasi. Tapi itu bukan karena dilikuidasi Kementerian BUMN, melainkan lantaran proses hukum yang mengharuskan BUMN tersebut terlikuidasi, yaitu PT Balai Pustaka.

Dahlan juga mengungkapkan, terkait merger atau penggabungan sejumlah perusahaan BUMN, jika hal itu memang lebih baik, kemungkinan dilakukan.

"Kalau merger yang dilakukan dua perusahaan BUMN itu baik, kenapa tidak? Kalau disatukan, kan itu akan tetap jadi milik pemerintah," ujarnya.

Dahlan mengakui banyak BUMN yang bermasalah terkait pendanaan. Salah satunya PT Industri Kapal Indonesia (IKI). Menurut dia, untuk mengatasi masalah itu Kementerian BUMN segera mencari pendanaan dari pihak lain guna membantu memulihkan aktivitas usaha PT IKI agar bisa kembali normal.(MI/ICH)
 
sumber :

Istaka paparkan proposal perdamaian

Menteri baru BUMN diminta turun tangan
DEWI MAYESTIKA Bisnis Indonesia


JAKARTA PT Istaka Karya (dalam pailit) telah memaparkan rencana perdamaian dengan para kreditur supaya BUMN  tersebut terhindar dari pailit.

Menurut salah seorang kurator PT Istaka, Jimmy Simanjuntak, proposal perdamaian tersebut sudah dibahas, akan tetapi belum final.

"Masih banyak masukan dari para kreditur. Pada intinya mereka |kredi-tur] berharap menteri baru BUMN mempunyai semangat untuk menyelamatkan Istaka," katanya kepada Bisnis, pekan lalu.

Sehubungan dengan adanya permintaan kreditur tersebut, lanjutnya, hakim pengawas dalam proses kepailitan itu memerintahkan Istaka untuk mempertemukan para kreditur dengan Menteri baru BUMN.

Menurut Jimmy, dengan pertemuan tersebut para kreditur dapat mengetahui secara pasti apakah pemerintah memiliki komitmen untukmengamalkan Istaka atau tidak.

"Kementerian BUMN masih memiliki kesempatan untuk menyelamatkan Istaka sebelum voting mengenai proposal perdamaian tersebut dilakukan." ujar Jimmy.

Pembahasan proposal perdamaian, menurutnya, akan kembali digelar pada 18 November.

Tahap voting

Apabila dalam tenggat 2 pekan ke depan ada perkembangan dalam pembahasan proposal, ujarnya, maka proses kepailitan dapat dilanjutkan ke tahap voting.

Dalam rapat verifikasi utang, jumlah utang yang diakui oleh Istaka mencapai Rp753 miliar yangterdiri dari utang kreditur konkuren sebesar Rp300 miliar, kreditur separatis Rp400 miliar dan untuk karyawan Rp53 miliar.

Pada Maret 2011, Mahkamah Agung mengabulkan kasasi yang dilayangkan PT JAIC Indonesia dalam perkara permohonan pailit yang dilayangkan perusahaan tersebut terhadap BUMN itu.

Kasasi tersebut dilakukan JAIC atas putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang menolak permohonan pailit yang diajukannya terhadap PT Istaka.

Majelis hakim berpendapat bahwa perusahaan negara tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai perusahaan yang dimaksud dalam

Pasal 2 Ayat 5 UU No.37/2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

Pasal itu pada intinya memuat ketentuan bahwa jika debitur adalah perusahaan asuransi, reasuransi, dana pensiun, atau BUMN yang bergerak di bidang kepentingan umum, permohonan pailit hanya dapat diajukan oleh Menteri Keuangan.

PT JAIC Indonesia mengajukan permohonan pailit terhadap PT Istaka Karya karena BUMN ini dianggap tidak melaksanakan putusan Mahkamah Agung yang memerintahkan perusahaan itu membayar kewajibannya sebesar US$7,645 juta.

Untuk terpenuhinya syarat-syarat permohonan pailit sesuai dengan ketentuan Pasal 2 Ayat 1 UU No. 37/2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, PT JAIC juga menyertakan beberapa kreditur lainnya.

JAIC Indonesia menyebut-nyebut ada kreditur lainnya, a.I. PT Saeri Concretindo Wahana, PT Saeri Beton Pracetak, PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank Bukopin Tbk, dan PT Bank International Indonesia Tbk. (dewi mayestika@bisnls.co.td
sumber  :

Minggu, 06 November 2011

Lima proyek infrastruktur akan dapat sokongan dana pemerintah

PROYEK INFRASTRUKTUR 
 
JAKARTA. Lima proyek infrastruktur berskema Public Private Partnership (PPP) akan mendapat dukungan dana dari pemerintah, tahun depan. Lima proyek tersebut, antara lain Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, pembangunan ruas tol Medan-Kualanamu, tol Semarang-Solo, ruas tol Solo-Kertosono, dan ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Pemberian dukungan itu merupakan intensif dari pemerintah, selain jaminan risiko investasi yang diberikan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII)

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menjelaskan, langkah tersebut dilakukan agar kelayakan finansial proyek memadai. Lanjutnya, dari lima proyek yang akan mendapat dukungan tersebut, empat di antaranya sudah mendapatkan persetujuan pendanaan dari APBN. Sedangkan, satu lagi, yaitu ruas Semarang-Solo yang rencana akan mendapat dukungan sebesar Rp 1,9 triliun untuk pembebasan lahan, saat ini masih proses negosiasi.

"Khusus Semarang-Solo, saat ini menteri BUMN sudah menyatakan kesediaannya memberikan talangan dulu. Nanti baru akan diganti pemerintah. Dan saat ini tinggal proses persetujuan dari Kementerian Keuangan untuk dituangkan dalam sebuah perjanjian,” ujar Djoko, akhir pekan lalu (5/11).

Dia berharap, dukungan dana untuk proyek Semarang-Solo bisa segera disetujui dan direalisasikan tahun ini juga. Sedangkan, untuk dua proyek tol lainnya Solo-Kertosono dan Cisumdawu, akan mendapatkan dukungan dana yang dialokasikan untuk pembangunan konstruksi. Di mana, tol Solo-Kertosono akan mendapatkan dana sekitar Rp 3 triliun, dan Cisumdawu sebesar Rp1 triliun.

Terkait wacana pembuatan payung hukum pemberian insentif untuk investasi di sektor infrastruktur, Djoko menilai, pemberian dukungan dana itu tidak perlu menggunakan Perpres khusus. Pasalnya, aturan tersebut sebenarnya sudah diakomodir dalam Perpres No.56 tahun 2011 tentang pelaksanaan kerjasama pemerintah dengan badan usaha untuk pembangunan proyek infrastruktur.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly menilai, pada dasarnya dukungan pemerintah berupa alokasi dana tambahan diperlukan untuk kebanyakan proyek tol yang akan dibangun mulai 2012. Dukungan dana itu diperlukan karena pada umumnya nilai investasi masing-masing tol yang akan dibangun itu meningkat. Dengan kenaikan nilai investasi tersebut, diperkirakan pengembalian tingkat investasi atau Financial Internal Rate of Return (FIRR) proyek itu menjadi dibawah standar 12%. "Nantinya, disesuaikan dengan tingkat kenaikan dan perhitungan traffic dimasing-masing ruas tentunya," kata Gani.

sumber :

Gubernur: Tarif Tol Semarang-Ungaran Tidak Mahal

Siap Dibuka 12 November 2011
Semarang, CyberNews. Gubernur Bibit Waluyo menyatakan tarif yang diberlakukan untuk jalan tol Semarang- Ungaran Rp 500 / kilometer tidak mahal. Pemberlakuan tarif tersebut dinilai sudah berdasarkan perhitungan dan disesuaikan dengan ketentuan yang ada.

Jalan tol ini sebaiknya dibuka dulu, bila ada yang beranggapan mahal, selanjutnya nanti bisa dievaluasi. "Menurut saya ya tidak mahal lah, rokok sebungkus Rp 10 ribu do kok tuku," katanya saat ditemui di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) usai menjalani shalat Ied, Minggu (6/11).

Tarif resmi yang diberlakukan di jalan tol sepanjang 14,1 kilometer tersebut belum diketahui secara jelas, namun perinciannya per kilometer Rp 500. Jalan tol untuk mengurai kemacetan di kawasan Watu Gong, jalan Perintis Kemerdekaan, Banyumanik, Kota Semarang tersebut sudah selesai pembangunannya.

Karena itu, jalan bebas hambatan tersebut sudah siap dibuka dan dioperasikan untuk umum. Berkaitan pembayaran jasa pengerjaan subkontraktor tol Semarang-Ungaran, pihaknya mengaku belum mengetahuinya secara persis. Sebab, hal ini merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Termasuk kapan pembukaan atau peresmian ruas jalan Semarang-Ungaran yang menjadi bagian proyek tol Semarang-Solo. Sebelumnya, Komisaris PT Trans Marga Jateng (TMJ) Danang Atmodjo mengatakan, optimis jalan tol tersebut bisa dibuka pada pertengahan bulan November 2011.

Adapun, kepastian tanggal dan besaran tarif tol, pihaknya pun belum mengetahui secara pasti. "Tidak sampai tahun depan, kami optimis bulan ini (November-red) bisa dibuka, mohon doa restunya," tandasnya.

( Royce Wijaya /CN26 / JBSM )
 
sumber :

Pengoperasian Tol Semarang-Ungaran Bantu Urai Kemacetan Watugong

Semarang, CyberNews. Ketua Komisi D DPRD Jateng Rukma Setyabudi menegaskan, jika jalan tol Semarang-Ungaran jadi dioperasikan dalam waktu dekat, maka ini akan membantu masyarakat karena kemacetan di kawasan Watu Gong akan bisa terurai. Namun, pengoperasian jalan itu diharapkan tidak menimbulkan kemacetan di pintu keluar tol Ungaran.

Dalam hal ini, pihaknya menjelaskan, pemerintah harus bisa mencarikan solusinya. Terlebih lagi, saat jalan tersebut diuji coba ketika arus mudik dan balik Lebaran, kemacetan justru terjadi di pintu keluar tol Ungaran.

Di samping itu, politisi PDIP tersebut berharap, tarif tol yang dikeluarkan pemerintah pusat itu harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat di Jateng. Besaran tarif tol Semarang-Ungaran antara Rp 5.500 hingga 6.000 itu dinilainya kemahalan. "Ini patut diperhatikan pemerintah, termasuk sisi kenyamanan dan keamanannya," jelasnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto berencana untuk meresmikan pengoperasioan jalan tol Semarang-Ungaran pada 12 November 2011. Tol itu sempat tertunda karena terdapat tanah yang ambles.

( Royce Wijaya /CN26 / JBSM )
 
sumber :

Jasa Marga Usul Tol Semarang-Ungaran Rp 5500

Jakarta – Operator ruas tol Semarang-Unggaran, PT Jasa Marga mengusulkan kepada pemerintah agar tarif tol untuk ruas tersebut ditetapkan Rp 5000-5500. “Usulan kami sekitar Rp 5000-5500,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga Frans Sunito kepada wartawan di Jakarta, (5/11)

Tol Semarang-Ungaran dipatok beroperasi pada 12 November 2011. Ruas tol ini merupakan bagian dari ruas tol Semarang-Solo. Beberapa waktu lalu Tol Semarang-Ungaran sempat tertunda jadwal pengoprasiannya karena tanahnya sering amblas. Peresmian ini sekaligus menandai dimulainya seksi Ungaran ke Bawen yang juga menjadi bagian tol Semarang-Solo.

Proyek jalan tol Semarang-Solo dibagi menjadi lima seksi yaitu seksi I Semarang-Ungaran (16,3 km), seksi II Ungaran-Bawen (13,33 km), seksi III Bawen-Salatgiga 18,2 km, seksi IV Salatiga-Boyolali 22,4 km, seksi V Boyolali-Karanganyar (11,1 km). Panjang keseluruhan ruas jalan tol Semarang-Solo itu mencapai 75,7 Km dengan nilai investasi sebesar Rp 8 triliun.

Sementara itu pihak Kementerian Pekerjaan Umum, melalui Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Ghazali akhir pekan lalu mengatakan bahwa soal tarif tol tersebut belum ditetapkan. Hal itu masih harus menunggu keputusan Menteri Pekerjaan Umum.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto berencana untuk meresmikan pengoperasioan jalan tol Semarang-Ungaran pada 12 November 2011 yang merupakan bagian dari ruas tol Semarang-Solo. Tol Semarang-Ungaran sempat tertunda jadwal pengoprasiannya karena tanahnya sering amblas.

“Peresmian ini sekaligus menandai dimulainya seksi Ungaran ke Bawen. Jadi nanti Semarang-Ungaran beroperasi, Ungaran Bawean dikerjakan,” kata Dahlan

Lebih jauh kata Dahlan, setelah itu dia juga akan meninjau kesiapan pembangunan seksi berikutnya di Semarang-Solo yaitu Bawen-Solo atau Bawen-Karanganyar yang dibagi dalam 3 seksi terpisah dengan panjang sekitar 50 km. “Ini (Bawen-Solo) boleh tidak dikerjasakan oleh Jasa Marga, namun harus ada jaminan dana Jasa Marga Rp 1,9 triliun diganti,” terangnya

Dahlan mengatakan, keseluruhan proyek tol Semarang-Solo ini ditargetkan rampung pada 2013. Jika sudah selesai proyek jalan tol ini akan diteruskan ke wilayah Surabaya Jawa Timur dan akan melewati lautan lumpur Lapindo di Sidoarjo. “Seandainya suatu saat Lapindo bermasalah lagi, jalan tol ini masih ada,” tukas Dahlan.

Dalam waktu dekat, mantan direktur utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ini juga akan meninjau pembangunan ruas jalan tol Bawen-Solo sepanjang 50 km. “Nanti, juga akan kita tinjau pelaksanaan ruas tol Bawen-Solo sepanjang 50 Km. Sejauh mana pelaksanaannya,” ucapnya.

Panjang keseluruhan ruas jalan tol Semarang-Solo itu mencapai 75,7 Km dengan nilai investasi sebesar Rp 8 triliun. Dana Rp 1,9 triliun ini merupakan dana talangan dari Jasa Marga untuk menjamin pembebasan tanah proyek tol Semarang-Solo ini. (cahyo)
 
sumber :

Jumat, 04 November 2011

Tol Semarang-Ungaran Mulai Beroperasi 12 November 2011

Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto berencana untuk meresmikan pengoperasioan jalan tol Semarang-Ungaran pada 12 November 2011 yang merupakan bagian dari ruas tol Semarang-Solo. Tol Semarang-Ungaran sempat tertunda jadwal pengoprasiannya karena tanahnya sering amblas.

"Peresmian ini sekaligus menandai dimulainya seksi Ungaran ke Bawen. Jadi nanti Semarang-Ungaran beroperasi, Ungaran Bawean dikerjakan," kata Dahlan saat ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4/11/2011).

Dikatakan Dahlan, setelah itu dia juga akan meninjau kesiapan pembangunan seksi berikutnya di Semarang-Solo yaitu Bawen-Solo atau Bawen-Karanganyar yang dibagi dalam 3 seksi terpisah dengan panjang sekitar 50 km.

"Ini (Bawen-Solo) boleh tidak dikerjasakan oleh Jasa Marga, namun harus ada jaminan dana Jasa Marga Rp 1,9 triliun diganti," kata Dahlan.

Dana Rp 1,9 triliun ini merupakan dana talangan dari Jasa Marga untuk menjamin pembebasan tanah proyek tol Semarang-Solo ini.

Proyek jalan tol Semarang-Solo dibagi menjadi lima seksi yaitu seksi I Semarang-Ungaran (16,3 km), seksi II Ungaran-Bawen (13,33 km), seksi III Bawen-Salatgiga 18,2 km, seksi IV Salatiga-Boyolali 22,4 km, seksi V Boyolalu-Karanganyar (11,1 km).

Dahlan mengatakan, keseluruhan proyek tol Semarang-Solo ini ditargetkan rampung pada 2013. Jika sudah selesai proyek jalan tol ini akan diteruskan ke wilayah Surabaya Jawa Timur dan akan melewati lautan lumpur Lapindo di Sidoarjo.

"Seandainya suatu saat Lapindo bermasalah lagi, jalan tol ini masih ada," tukas Dahlan.

Panjang keseluruhan ruas jalan tol Semarang-Solo itu mencapai 75,7 Km dengan nilai investasi sebesar Rp 8 triliun.
(dnl/hen)

sumber :

Rabu, 02 November 2011

Broker Tanah Masuk Sebelum TPT

Sidang Kasus Jatirunggo

SEMARANG- Terdakwa Agus Soekmaniharto dan Hamid ternyata lebih dulu menjelajah Desa Jatirunggo daripada Tim Pengadaan Tanah (TPT).

Pada April 2008, Agus dan Hamid mendatangi Kepala Desa Jatirunggo Indra Wahyudi. Mereka lantas melihat-lihat tanah di desa itu untuk keperluan perluasan lahan Perhutani.

Fakta ini terungkap dalam sidang dugaan korupsi dana ganti rugi lahan pengganti tol Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (1/10). Majelis hakim yang diketuai Noor Edyono memeriksa saksi Ahmad Muzaidi, kepala Dusun Seneng, Jatirunggo. Muzaidi bersaksi untuk terdakwa Suyoto, Ketua TPT. Adapun Agus dan Hamid merupakan terdakwa kasus yang sama dalam berkas terpisah.

Muzaidi mengungkapkan bahwa Agus dan Hamid mengaku sebagai pejabat pemerintahan saat mendatangi Dusun Seneng. Bersama Kades Indra, Agus dan Hamid mendata seluruh tanah dusun. Warga dikumpulkan untuk mengisi blangko kesepakatan harga sebesar Rp 20.000 per meter persegi. “Tidak ada musyawarah, warga tinggal mengisi nama dan tanda tangan,” kata Muzaidi.

Dia mengaku tidak tahu jika tanah tersebut akan dipakai untuk pengganti lahan Perhutani yang tergusur proyek jalan tol Semarang-Solo (SS). Sebagian besar warga juga tak tahu rencana proyek. Soal harga yang sebenarnya ditetapkan TPT, warga juga tidak tahu. Padahal TPT mengganti rugi lahan warga Rp 50.000 per meter persegi.
Masuknya Agus dan Hamid sebelum TPT itu tak diketahui Suyoto. “Tahun 2008 saya belum menjadi Ketua TPT. Saya di TPT tahun 2009. Saya tidak tahu kalau tanah sudah dibeli broker,” terang Suyoto dalam sidang.

Rekening

Suyoto menyatakan, pihaknya tak akan membeli tanah yang sertifikatnya tidak dipegang pemilik. Saat dibeli TPT, sertifikat tersebut masih atas nama warga. Alhasil, TPT hanya bersedia membayar kepada warga. Menurut Muzaidi, ia lantas mencari tanda tangan warga untuk persetujuan harga Rp 50.000 dari TPT.

Diduga, Agus dan Hamid mendatangi Bank Mandiri KCP Tembalang guna membuka rekening atas nama warga. Pembayaran Rp 50.000 per meter persegi lalu mengucur ke rekening warga tersebut.
Buku lantas diserahkan kepada warga tanggal 29 April 2010, tetapi kosong. Tanpa persetujuan warga sebagai pemilik rekening, uang di dalamnya dipindahbukukan oleh Bank Mandiri. Berdasar perhitungan BPKP Jateng, dugaan korupsi ini merugikan negara hingga Rp 12 miliar.

Tercatat Rp 13,2 miliar lenyap dari rekening warga yang diduga mengalir ke 12 rekening. Menurut BPKP, sebanyak 1,2 miliar yang digunakan untuk ganti rugi tanah sudah dapat disertifikatkan atas nama negara. Hingga saat ini, Kades Indra masih menjadi buron kejaksaan.
Kuasa hukum Suyoto, Kairul Anwar, mendesak kejaksaan menghadirkan Indra sebagai saksi bersama Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Mandiri Tembalang (saat itu), Ani Utami Ningsih. (ana-65)
sumber :