javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Rabu, 24 Agustus 2011

Tol Semarang-Ungaran Satu Arah


Liputan6.com, Unggaran: Jalur mudik Lebaran di Pulau Jawa terus dibenahi di berbagai wilayah. Salah satunya dengan melakukan uji coba penggunaan jalan tol ruas Semarang-Unggaran. Uji coba ini menimbulkan kemacetan di wilayah Unggaran, baru-baru ini.

Menurut Kapolres Semarang AKBP Hariyanto, untuk mengatasi kemacetan, petugas menutup Perempatan Sidomulyo yang menjadi jalur utama pintu masuk dan pintu keluar tol Ungaran. Tol Semarang-Ungaran yang baru digunakan empat hari terpaksa ditutup dan dijadikan satu arah hanya dari arah Semarang menuju Ungaran. Ini untuk menghindari kemacetan di Jalan Ahmad Yani Ungaran.

Sementara itu, pemudik yang melalui Jalan Lingkar Salatiga juga diminta berhati-hati. Sebab, di wilayah ini kondisi jalan minim penerangan lampu. Pemkot Salatiga saat ini tidak mempunyai anggaran sehingga jalan lingkar yang belum diresmikan rawan kecelakaan jika malam hari.

Sedangkan di Pekalongan, jalur mudik terus diperbaiki. Di ruas Jalan Wilis-Sriwjaya menyempit dan bergelombang. Kondisi ini rawan bagi pengguna jalan. Padahal jalur sepanjang dua kilometer ini sangat vital karena akan dilewati ribuan kendaraan pemudik Lebaran. Bahu jalan yang hanya ditimbun tanah memicu kepulan debu yang tebal saat dilintasi kendaraan.(ULF)

clik link di bawah ini untuk melihat berita video :

sumber :

Selasa, 23 Agustus 2011

Rawan Kemacetan di Jawa Tengah 160 Titik




TITIK Rawan kemacetan di Jawa Tengah yang perlu diwaspadai selama mudik tahun ini berdasarkan data dari Dishubkominfo Jateng sedikitnya terdapat 160 titik. Daerah yang termasuk berada dititik rawan macet yakni Pantura, Brebes dan Jalur Selatan serta Jalur Tengah.

Simpul kemacetan tersebut biasanya disebabkan karena adanya pasar tumpah. Untuk mengatasi hal tersebut pihaknya sudah bekoordinasi dengan pemerintah setempat dan aparat kepolisian melakukan pagar betis.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Angkutan Jalan Dishubkominfo Jawa Tengah Agus Sasmito saat menjadi narasumber dalam dialog bersama Parlemen Jawa Tengah yang mengangkat tema mudik Lebaran di Hotel Dafam Jalan Imam Bonjol Semarang, Senin (22/8).

Dia mengatakan, sebagai langkah antisipasi bertambahnya kemacetan pada H-4 dan H 1 Lebaran, pihaknya tidak membolehkan angkutan barang misalnya truk untuk melintas di jalan raya.

Narasumber lainnya yang juga sebagai anggota DPRD Jawa Tengah Rukmana Setiabudi mengatakan, pemudik lebih banyak memilih kendaraan pribadi, penggunaan mobil sudah menjadi trend karena gengsi di masyarakat. Akibatnya kemacetan di jalan akan bertambah dan setiap tahun menjadi masalah.

Sehingga pemerintah harus mngantisipasi dengan memperbaiki angkutan umum sebagai alternatif bagi masyarakat. Apalagi jalan tol Semarang-Ungaran yang baru saja diresmikan, dalam hal perencanaannya tidak begitu mantap, pasalnya pintu keluar tol tidak maksimal, malah membuat kendaraan terjebak macet di pintu keluar tersebut karena tidak mampu menampung limpahan kendaraan. Harus ada upaya untuk membuat tol tidak menjadi sumber kemacetan baru. Cara satu-satunya yakni melakukan rekayasan jalur dengan memberlakukan jalur satu arah jalan tol tentunya harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Sementara itu Pakar transportasi Unika Soegijapranata Rudatin mengharapkan, pemerintah harus memperbaiki pelayanan angkutan umum untuk mengurangi kemacetan karena banyaknya masyarakat ynag telah mampu membeli mobil dan sewa. Pasalnya, masyarakt saat ini lebih memilih kendaraan pribadi karena lebih nyaman dan biasanya pemudik membawa banyak barang.

Reporter & Kameraman:Yulianto
Dubber: Vallen Aztriko
Editor Video: Aminudin


sumber :
cybernews.tv

Dewan Minta BUMN Karya Segera Dibenahi

Terkait Kepailitan Istaka Karya

JAKARTA (IFT) – Dewan Perwakilan Rakyat menilai keberadaan badan usaha milik negara yang bergerak di bisnis konstruksi, yang dikenal dengan BUMN Karya, tumpang tindih sehingga perlu dilakukan pembenahan. Dengan demikian, Dewan berharap tidak ada lagi perusahaan yang dinyatakan pailit, seperti PT Istaka Karya (Persero) akibat tidak mampu membayar utang.
"Deputi Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian Badan Usaha Milik Negara, menegaskan tidak akan menyalurkan dana segar kepada Istaka Karya untuk menyelamatkan perusahaan konstruksi tersebut. Dia menilai bailout hanya akan membawa kerugian yang lebih besar bagi negara." Sumaryanto Widayatin

“Kasus yang menimpa Istaka Karya sebagai akibat dari pendirian badan usaha milik negara yang tidak didasarkan pada pertimbangan yang strategis,” kata Hendrawan Supratikno, anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Senin.

Dia menilai dari belasan BUMN Karya, sebagian besar tidak mencapai skala ekonomi atau merugi. Seringkali ketika badan usaha milik negara berjalan, terjadi overlapping dari kegiatan bisnis yang dijalankan. Apalagi, jika produktivitasnya rendah dan tidak punya inovasi, maka perusahaan akan collapse.

Menurut Hendrawan, keberadaan badan usaha milik negara yang merugi terus tidak pantas di-bailout karena hanya akan membebani negara. Apalagi, keberadaan perusahaan konstruksi tersebut tidak menyangkut hajat hidup orang banyak.

"Pilihannya ada dua, likuidasi atau dipertahankan dengan merger dengan BUMN Karya lain maupun melalui kerja sama dengan swasta yang mau menginjeksi modal dan teknologi. Tapi opsi terbaik adalah merger dengan BUMNK karya lain," ujarnya.

Sumaryanto Widayatin, Deputi Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian Badan Usaha Milik Negara, menegaskan tidak akan menyalurkan dana segar kepada Istaka Karya untuk menyelamatkan perusahaan konstruksi tersebut. Dia menilai bailout hanya akan membawa kerugian yang lebih besar bagi negara.

"Kalau Istaka di-bailout akan mengakibatkan kerugian lebih besar terhadap negara. Kami tidak mau, jadi pailitkan saja. Ini menjadi pelajaran bagi badan usaha milik negara lainnya supaya tidak main-main mengelola perusahaan. Kami tidak bisa bailout begitu saja. Kecuali industrinya memang strategis, seperti PT Pelayanan Nasional Indonesia (Persero) atau PT Merpati Nusantara," ujarnya.

Saat ini, menurut Sumaryanto, Kementerian tengah fokus pada pembayaran gaji karyawan Istaka Karya yang sempat tertunggak selama lima bulan. Nantinya, hak-hak karyawan akan dibayarkan secara bertahap. Pembayaran hak karyawan ditetapkan sebagai prioritas dalam penyelesaian kasus tersebut.

"Aset yang ada dibagi seadil-adilnya. Pertama, tentu untuk hak karyawan. Kedua, untuk membayar pajak negara. Ketiga, baru untuk membayar utang kepada suplier dan lainnya. Selanjutnya, kami selesaikan urusannya dengan kurator. Concern kami ada pada negoisasi dengan kreditur," katanya.

Negoisasi dengan kreditur, menurut Sumaryanto, kemungkinana besar akan membahas kemungkinan konversi utang Istaka Karya menjadi saham. Langkah ini sama persis dengan yang dilakukan perusahaan penerbangan Mandala Airlines ketika mengalami masalah serupa.

"Jika commercial paper bodong itu bisa dirundingkan, seperti Mandala yang kreditornya bersedia untuk konversi utang ke saham, maka kondisi Istaka bisa diperbaiki. Apalagi sebenarnya kinerja manajemen cukup bagus. Apa yang dialami Istaka sekarang tidak lepas dari beban masa lalu dan miss-management cashflow yang makin buruk," ujarnya.

Sumaryanto juga memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan Istaka Karya. Nantinya, karyawan Istaka akan dialihkan ke perusahaan konstruksi lainnya, yaitu PT Waskita Karya (Persero). Begitupun, kontrak proyek yang diperoleh Istaka Karya akan tetap dilanjutkan.

"Proyek tetap berjalan. Tidak ada yang terhenti. Sebagian proyek yang mendesak untuk melayani jalur Lebaran akan dilanjutkan oleh pemilik proyek dengan dana yang belum ditagihkan oleh Istaka. Sementara sisanya akan dialihkan ke Waskita Karya," kata Sumaryanto.



Harus Profesional

Mudrajad Kuncoro, pengamat ekonomi dari Universitas Gajah Mada, menambahkan belajar dari kasus Istaka Karya, ke depannya profesionalisme harus ditekankan dalam pengoperasian badan usaha milik negara.

Mengingat peran vital badan usaha milik negara, kata dia, ke depan perusahaan negara ini harus dikelola oleh kaum profesional yang memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme serta memiliki visi kebangsaan. Kriteria ini harus masuk dalam fit and proper test calon direksi dan komisaris perusahaan.

Profesionalisme BUMN karya, menurut Mudrajad, juga dapt dilakukan melalui penawaran saham perdana (initial public offering) dan bukan melalui strategic partnership. Dia menilai pola strategic partnership hanya akan memuluskan jalan bagi asing untuk menguasai badan usaha milik negara yang strategis dan prospektif.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara sebelumnya berencana melakukan IPO untuk Waskita Karya dan PT Hutama Karya (Persero). Kemungkinan besar aksi korporasi tersebut dilakukan tahun depan. (*) 
sumber :

Berita Foto : Pembukaan Tol Semarang Ungaran

Sejumlah mobil melintas di jalan tol Semarang-Solo seksi I tepatnya di km. 5.5
s/d km. 5.7 Semarang-Ungaran yang telah dibuka untuk umum, Sabtu (20/8). 
 hati2 di titik ini ada penyelesaian pek. pemasangan borepile (ANTARA/R. Rekotomo)
Sejumlah mobil melintas di jalan tol Semarang-Solo seksi I  
Semarang-Ungaran yang telah dibuka untuk umum, di Semarang, 
Jateng, Sabtu (20/8). (ANTARA/R. Rekotomo)
Sejumlah mobil melintas memasuki gerbang jalan tol Semarang-Solo  
seksi I Semarang-Ungaran yang telah dibuka untuk umum, 
di Ungaran, Jateng, Sabtu (20/8). (ANTARA/R. Rekotomo)
Sejumlah mobil melintas di jalan tol Semarang-Solo seksi I 
Semarang-Ungaran yang telah dibuka untuk umum, di Semarang, 
Jateng, Sabtu (20/8). (ANTARA/R. Rekotomo)
Sejumlah mobil melintas di jalan tol Semarang-Solo seksi I  
Semarang-Ungaran yang telah dibuka untuk umum, di Semarang, 
Jateng, Sabtu (20/8). (ANTARA/R. Rekotomo)

Senin, 22 Agustus 2011

Pemudik Harus Waspadai Proyek Penyelesaian Jalan Tol Semarang-Ungaran

ilustrasi : penyelesaian pekerjaan pemasangan 
bore pile di KM. 5.5 s/d 5.7(photo : ANTARA)
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG - Pemanfaatan jalan tol Semarang-Solo seksi I ruas Semarang- Ungaran, Kabupaten Semarang, untuk memfasilitasi para pemudik masih menyisakan persoalan. Pasalnya hingga H-8 masih berlangsung pekerjaan penyelesaian di KM 5,5 sampai 5,7.

Pada ruas tersebut masih dilakukan pekerjaan pemasangan boorpiled sehingga terjadi penyempitan jalur jalan sepanjang kurang lebih 300 meter untuk arus lalu lintas dari Semarang menuju Ungaran. Dari dua lajur jalan yang tersedia, kini hanya diefektifkan satu lajur saja.

Penyempitan jalur jalan tol ini harus diwaspadai para pengguna jalan yang akan melintas agar perjalanan tetap aman dan lancar. Apalagi aktivitas berbagai kendaraan proyek seperti dump truck dan sejumlah alat berat di lokasi ini juga masih sangat tinggi.

Berdasarkan pantauan Republika Online, kendaraan yang melaju di ruas jalan tol yang baru diujicobakan mulai Sabtu (20/8) ini mengurangi kecepatan secara tiba- tiba. Di titik awal penyempitan jalan, kendaraan harus melintas satu persatu akibat keterbatasan lajur jalan yang tersedia.

"Hanya titik perbaikan ini yang harus diwaspadai oleh para pengguna jalan tol Semarang- Solo seksi I. Selebihnya kondisi jalan sudah baik dan aman untuk dilalui," ungkap Komisaris PT Trans Marga Jawa Tengah, Danang Atmodjo, yang dikonfirmasi per telepon, Senin (22/8).

Sebelumnya, pada April lalu di lokasi penyelesaian pekerjaan jalan tol ini terjadi pergerakan tanah. Sehingga badan jalan seksi I Semarang-Ungaran ini mengalami retak dan ambles pada KM 5,5 hingga 5,7. Hingga kini upaya perbaikan masih berlangsung.

Menurut Danang, jalan tol Seksi I ini sudah dibuka mulai Sabtu (20/8) dan siap digunakan untuk arus mudik lebaran. "Pekerjaan pemasangan Boorpiled ini tidak akan mengganggu arus lalulintas yang akan melintas," katanya. 

Redaktur: Johar Arif
Reporter: C19

sumber :

Waskita Karya Belum Ambil Alih Seluruh Proyek Istaka Karya yang Pailit

PT Waskita Karya ditunuk Kementerian BUMN 
untuk menangani PT Istaka Karya yang 
dinyatakan pailit. (IFT/CHARISMA JIWA)

JAKARTA (IFT) – PT Waskita Karya (Persero), sebagai pihak yang ditunjuk oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk menangani PT Istaka Karya (Persero) yang telah dinyatakan pailit, menyatakan belum mengambil alih seluruh proyek yang dimiliki Istaka Karya. Perseroan masih menunggu persetujuan pemilik proyek untuk pengambilalihan tersebut.

“Kementerian Badan Usaha Milik Negara sudah menugasi Waskita untuk merampungkan hal-hal yang perlu ditangani sehubungan dengan pailit itu. Memang tidak bisa semudah itu mengambilalih proyek dari Istaka,” kata M Choliq, Direktur Utama Waskita Karya, Jumat.

Menurut dia, ada pemilik kontrak yang minta pemutusan kontrak dulu dengan Istaka lalu menandatangani kontrak ulang dengan Waskita Karya. “Jadi, tidak bisa hanya dengan persetujuan Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Kementerian hanya menugaskan supaya proyek itu tidak terbengkalai," katanya.

Waskita Karya sejauh ini baru mengambil alih satu proyek Istaka Karya, yaitu kontruksi lanjutan di ruas tol Semarang-Ungaran milik PT Trans Marga Jawa Tengah. Namun, kata Choliq, proyek lanjutan itu diperoleh Waskita Karya setelah mengikuti dan memenangkan proses tender ulang.

Menurut dia, kelanjutan proyek-proyek Istaka Karya juga dimungkinkan melalui opsi lain di luar pengambilalihan oleh Waskita Karya. Salah satunya, dengan diambil alih oleh tim kurator yang ditunjuk pengadilan.

"Ekuisitas Istaka negatifnya memang tinggi. Jika dibandingkan dengan volume usaha perusahaan tidak seimbang sehingga tidak feasible. Karena itu dipailitkan. Waskita diminta karena sebelumnya bantu PT Perusahaan Pengelola Aset pada saat due dilligent Istaka sehingga dianggap tahu proyek-proyek Istaka," tandasnya.

Istaka Karya memperoleh suntikan dana dari PT Perusahaan Pengelola Aset senilai Rp 400 miliar, yang masih dalam ditargetkan bisa cair pada tahun ini.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara memastikan Istaka Karya telah pailit sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung pada Maret 2011. "Berdasarkan hasil dari Keputusan Pengadilan Niaga Jakarta dan keputusan Mahkamah Agung, sesudah dirapatkan oleh pemegang saham, maka kami menerima putusan pailit itu," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar.

Menurut Mustafa, Kementerian sudah menugaskan Waskita Karya untuk merampungkan hal-hal yang perlu ditangani sehubungan dengan pailit itu, termasuk penanganan karyawan Istaka. Pada Kamis pekan lalu, ratusan karyawan Istaka Karya mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mengikuti rapat kreditur pertama pasca pailit. Mereka mengaku sudah lima bulan tidak mendapatkan gaji.

Keputusan pailit ini bermula dari utang dalam bentuk commercial paper (CP) Istaka kepada PT Japan Investment Indonesia Company (JAIC Indonesia) sekitar US$ 7,65 juta. Utang tersebut atas unjuk tersebut diterbitkan pada Desember 1998 dan jatuh tempo 1 Januari 1999.

Akibat tidak mampu membayar utang tersebut, JAIC Indonesia mengajukan permohonan pailit karena Istaka dianggap tidak melaksanakan putusan Mahkamah Agung yang memerintahkan perusahaan itu membayar kewajibannya sebesar US$ 7,65 juta.

Akhirnya pada 22 Maret 2011, Mahkamah Agung mengabulkan kasasi yang dilayangkan JAIC Indonesia tersebut dalam perkara permohonan pailit.

Direktur Utama Istaka Karya Kasman Muhammad sebelumnya menegaskan perusahaannya tidak pantas dipailitkan karena berkomitmen untuk membayar utang tersebut. Selain itu, masalah tersebut tidak mempengaruhi kinerja operasional perseroan. “Kami akan bayar, tapi kepada orang yang benar-benar berhak. Sementara JIAC ini merupakan tangan keempat,” ujarnya.

Budi Hartono, Sekretaris Perusahaan Istaka Karya, menjelaskan pada 2011 perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 1 triliun dengan laba bersih sekira Rp 20 miliar-Rp30 miliar. Perseroan tahun lalu membukukan pendapatan sekitar Rp 500 miliar dengan laba bersih Rp 10 miliar.

Jumlah proyek perseroan yang tahun ini sedang berjalan sebanyak 18 proyek, yang terdiri atas jalan dan gedung, dengan nilai proyek hingga Rp 320 miliar. Proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Tengah, maupun Jakarta. Nilai proyek sepanjang kuartal I 2011 yang berhasil diperoleh perseroan telah mencapai Rp 800 miliar.

PT Trans Marga Jawa Tengah memutus kontrak Istaka Karya dalam pengerjaan paket ketiga proyek Jalan tol Semarang-Ungaran pada 17 Juni 2011, karena perusahaan itu dinilai tidak mampu memenuhi target yang ditetapkan. Direktur Utama Trans Marga Jawa Tengah Agus Suharjanto mengatakan masih terdapat pekerjaan ruas tol sekitar hampir tiga kilometer, antara kawasan Ungaran-Beji, Kabupaten Semarang, yang belum dirampungkan Istaka Karya. Pekerjaan itu diserahkan pada Waskita Karya.

Proses pembangunan jembatan layang di Pekanbaru yang dilaksanakan Istaka Karya selaku kontraktor proyek kini terbengkalai. Proyek pembangunan jalan layang di Pekanbaru dikerjakan oleh dua kontraktor, yakni PT Adhi Karya dan Istaka Karya. Istaka Karya mendapat kontrak pembangunan sekitar Rp 75 miliar dari total anggaran pembangunan proyek multiyears yang mencapai Rp 140 miliar. (*)
Christina Natalia Sihite

sumber :

H+10 Jasa marga Berlakukan Tarif Semarang-Ungaran

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Frans Sunito mengatakan Pemerintah sedang mengkaji besaran tarif pintu tol yang akan dikenakan pada ruas tol baru di daerah Jawa yaitu ruas tol Semarang-ungaran.

Frans menambahkan, mengenai mengenai penentuan besaran tarif itu diluar kewenangannya. Namun dia tegaskan paling lambat H+10 lebaran, tol tersebut sudah memiliki tarif. "Tarifnya kan nanti tergantung Menteri Pekerjaan Umum, untuk tol semarang utara maskimum H+ 10 sudah ada tarif ," ujarnya di Jakarta, Minggu (21/8/2011).

Sampai sekarang menurut Frans, pihak Jasa Marga belum dapat beroperasi di ruas Jalan tol tersebut. Selain karena belum ada penetapan besaran tarif, alasan lainnya adalah masih penyempurnaan pembanguna fasilitas-fasilitas yang belum selesai di daerah tersebut.

"Ya tapi kan belum seluruhnya, nanti lah itu setelah lancar dan beroperasi, saat ini kan belum ada tarifnya, gimana mau beroperasi tarifnya aja belum dikasih kok," tambahnya.

Frans menhimbau masyarakat yang akan melakukan kegiatan mudik untuk dapat memanfaatkan fasilitas tersebut. Apalagi ruas tol tersebut belum dikenakan tarif. "Saat ini dibuka tanpa tarif, nah mummpung masih gratis lewat sana saja lah," pungkasnya.

Seperti diketahui, Menyambut arus mudik Lebaran, satu ruas jalan tol di Jawa Tengah beroperasi. Yakni, ruas tol Semarang-Ungaran sepanjang 11 km yang secara resmi dibuka mulai Sabtu (20/8/2011). Ruas tersebut merupakan penggalan dari proyek besar jalan tol Semarang-Solo.

Pembukaan dilakukan Gubernur Jateng Bibit Waluyo pukul 08.00. Bibit yang menumpang mobil dinas Toyota Land Cruiser itu juga memimpin rombongan untuk mencoba melewati jalan yang mulus tersebut. Di belakangnya, turut serta Ketua DPRD Jateng Murdoko yang naik Toyota Alphard putih, Sekda Jateng Hadi Prabowo, dan para pejabat pemprov lainnya. Bibit melintasi tol hingga pintu keluar Ungaran.

Setelah dibuka, tol baru tersebut langsung dilintasi ratusan mobil pribadi. Bibit mengungkapkan, selama uji coba, pengguna jalan tidak dipungut biaya alias gratis. Tujuannya, masyarakat mengenal dulu ruas tol Semarang-Ungaran tersebut. "Silakan dinikmati, mumpung gratis. Mau sehari bolak-balik sepuluh kali juga tidak masalah," ujarnya.
Oleh: R. Jihad Akbar - Editor: Sarah A. Christie
sumber :

Tol Dibuka Macetkan Ungaran, Gubernur Minta Maaf

ilustrasi : kemacetan keluar ungaran di bukit ceper

Tol Semarang Ungaran

Semarang, CyberNews. Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta maaf jika pembukaan Jalan Tol Semarang-Solo, seksi I Semarang-Ungaran membuat macet di kawasan Ungaran. Ia meminta masyarakat bersabar dan tertib mematuhi panduan lalu lintas.

"Saya minta maaf kalau ada gangguan. Niat kita baik, memanfatkan tol itu untuk urai kemacetan mudik," katanya, Senin (22/8) usai memimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2011 di Lapangan Mapolrestabes Semarang.

Menurut Bibit, kemacetan tersebut disebabkan pintu keluar tol di Ungaran terlalu kecil. Jalur tersebut sebenarnya disediakan hanya untuk keluar masuk tol bagi masyarakat Kabupaten Semarang. Namun karena jalur tol ke Solo belum jadi, maka pintu tol Ungaran menjadi jalur utama.

Bibit mengharapkan, pihak kepolisian segera mengantisipasi dengan menerjunkan anggotanya agar kemacetan tidak terlalu parah. Rambu penunjuk arah juga agar segera dipasang untuk memudahkan pengguna jalan.

"Keluar tol itu ada tiga jalan alternatif, nanti pak polisi yang atur itu. Pasang tanda-tanda juga. Masyarakat jalan yang tertib, ikuti petunjuk, ojo saling nyalahke, ayo kita cari solusi terbaik," tandasnya.
( Anton Sudibyo / CN33 / JBSM )
sumber :

Pintu Tol Ungaran Macet 1 Km

Puluhan mobil antre keluar pintu tol Semarang-Ungaran 
tepatnya di bukit ceper Kelurahan Sidomulyo, 
Ungaran, kemarin.

UNGARAN– Di hari kedua pascapembukaan, Tol Semarang- Ungaran kemarin mulai banyak dimanfaatkan para pemudik.

Pada siang hari terlihat mobil pribadi berpelat Jakarta, Bandung, yang melintasi ruas tersebut.Namun kemacetan di Ungaran tak kunjung cair. Para pemudik ini harus bersabar untuk bisa keluar dari tol. Sebab, akses keluar tol Semarang- Ungaran di Kelurahan Sidomulyo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang siang kemarin terjadi kemacetan. Puluhan mobil yang keluar dari tol terpaksa berjalan lambat.

Tersendatnya laju kendaraan diakibatkan oleh mobil yang harus berhenti di perempatan Jalan Letjen Soeprapto- Jalan Ahmad Yani.Namun setelah jalan lagi,sejumlah mobil ada yang terus menuju Jalan Diponegoro maupun berbelok ke kiri lewat Jalan S Parman. Sebenarnya lampu pengatur lalu lintas di perempatan jalan tersebut sudah difungsikan sejak empat hari terakhir. Praktis, kendaraan baik dari arah Jalan S Parman maupun Jalan Ahmad Yani yang selama ini bisa nyelonong melewati perempatan Sidomulyo kini harus berhenti sejenak.

Pantauan SINDO di lapangan, kamacetan ini terjadi dari perempatan Sidomulyo sampai mendekati gerbang keluar tol yang jaraknya sekitar 1 kilometer (km). Setiap lampu pengatur jalan menyala hijau, kendaraan baru bisa melaju pelan-pelan. Namun ketika lampu menyala merah, kendaraan ini tetap harus berhenti. Untuk kendaraan yang keluar tol,durasi lampu hijau 35 detik, sedangkan lampu merah 60 detik.Petugas kepolisian juga tidak terlihat di perempatan tersebut. Banyaknya kendaraan yang antre ini memaksa sejumlah pengendara memilih berbelok ke kiri Jalan Letjen Soeprapto menuju ke makam Gatot Soebroto.

Kondisi ini sangat kontras dengan arus lalu lintas kemarin pada pagi hari,yang relatif masih lancar.”Saya maunya lewat tol agar bisa lancar.Tapi pas mau keluar, malah macet, padahal di dalam (tol) bisa lancar,” kata pengguna jalan tol dari Cirebon, Daud Yusuf, kemarin. Karena terjadi penumpukan kendaraan,pintu keluar tol arah Kelurahan Kalirejo siang kemarin akhirnya dibuka. Pengguna jalan tol bisa menghindari kemacetan di pintu keluar tol Sidomulyo. pertigaan Kalirejo, sudah ada warga yang disiapkan untuk membantu kelancaran lalu lintas. Pengguna tol yang melalui Kalirejo bisa meneruskan perjalanan ke Ungaran melalui Jalan MT Haryono.

Pengguna tol asal Semarang Hernowo mengaku ingin melewati tol biar lebih cepat.Tapi justru terjebak kemacetan saat mau keluar. ”Saat keluar sulit, karena jalan sempit. Jalan hanya cukup untuk dua mobil saja,”katanya. Kasat Lantas Polres Semarang AKP Matrius menyatakan, pembukaan pintu keluar di Kalirejo dilakukan karena terjadi penumpukan kendaraan di perempatan Sidomulyo (Letjen Soeprapto).Pengguna jalan dialihkan ke Jalan MT Haryono menuju perempatan Jalan Ahmad Yani-Moh Yamin, terus menuju jalan di samping Benteng Willem II.

”Selain itu kita tambah rambu-rambu penunjuk jalan, agar para pengguna jalan bisa sampai ke jalan utama Semarang- Solo atau Semarang-Yogyakarta,” ungkap Matrius, di sela-sela pemasangan rambu penunjuk arah. Selain itu,agar perempatan Sidomulyo tidak makin padat, pihaknya mengalihkan ke Jalan Letjen Soeprapto arah makam Gatot Soebroto dan dilewatkan samping Benteng Willem. Arus akan dipecah lagi ke Jalan S Parman dan kembali di pecah ke arah Undaris-Beji dan Ungaran Sari Garment (USG). Kemacetan di Ungaran ini juga menjadi perhatian serius Pemprov Jateng.

Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Tengah Hadi Prabowo mengatakan, saat ini terus dilakukan koordinasi dengan aparat Kepolisian agar arus lalu lintas terkendali. ”Nanti dilakukan rekayasarekayasa lalu-lintas, sehingga semuanya berjalan lancar,” ujarnya kemarin. arif purniawan/ muh slamet

sumber :

Penasaran, Menerjang Debu, Berujung Kemacetan

Menyusuri Tol Semarang-Ungaran


Ruas jalan tol Semarang-Solo, di seksi I Semarang-Ungaran, resmi diujicobakan mulai Sabtu (20/8). Pembukaan jalan bebas hambatan sepanjang 14 kilometer tersebut itu mendapatkan sambutan positif dan negatif dari masyarakat. Berikut laporannya.

SORE itu sekitar pukul 16.00, Kris Bagus (28) beserta istri dan anaknya sebenarnya tidak ada rencana untuk keluar rumah. Mereka ingin menikmati liburan di rumah memanfaatkan akhir pekan.

Namun, dia sepertinya tidak sabar setelah membaca berita jalan tol Semarang-Ungaran telah dibuka. Warga Jalan Usman Janatin, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang itu pun berkemas dan meluncur ke arah jalan tol menggunakan mobil van.

Dia mengaku penasaran dengan jalan tol Semarang-Ungaran yang masih dibuka gratis. Terlebih lagi, pembangunan jalan tol ini sudah lama didengarnya, namun medan jalur tersebut belum pernah dirasakannya. Di gerbang tol Banyumanik yang memiliki sembilan gardu, sementara yang aktif enam gardu. Petugas tampak memberi aba-aba kepada pengendara untuk jalan terus, tanpa harus membayar tiket. “Menggunakan mobil bersama keluarga, saya mencoba melintasi jalan tol dari Semarang menuju Ungaran. Jalanan cukup lancar saat awal melintasi jalan tol. Namun di tengah perjalanan ternyata pengendara harus menerjang debu karena masih ada pengerjaan proyek,” katanya.

Ya, debu tersebut muncul dari alat berat dan truk proyek yang mengangkut tanah di beberapa titik. Aktivitas pekerja itu terlihat KM 4,5 hingga KM 5,5. Jalanan mulus yang semula terasakan begitu nyaman dengan memacu kecepatan mobil sekitar 80 km/jam, sedikit terganggu.


Laju kendaraan harus dikurangi karena ada penyempitan jalur di sisi kiri. Lajur dari Semarang dipasangi gaslon sehingga hanya berfungsi satu lajur di sepanjang 200 meter. Sejumlah alat berat masih beroperasi untuk menyelesaikan pengerjaan jalan yang semula retak-retak.

Tak pelak, debu pun beterbangan di sekitar lokasi. Hal ini bisa membahayakan pengguna jalan tol karena debu agak mengganggu pandangan. Meskipun demikian, pengguna merasakan maanfaat jalan tol bisa mempersingkat waktu tempuh saat bepergian dari Semarang menuju Ungaran, Kabupaten Semarang.

Tak jarang pengguna mobil yang membuka lebar-lebar jendela kaca. Mereka tampak menikmati panorama alam dengan latar Gunung Ungaran di sisi barat. Sementara di arah timur terlihat pemandangan Semarang bagian bawah yang indah.

‘’View-nya tampak indah ya,’’ kata Yanti (31), warga Jl Soekarno-Hatta, Semarang yang mengendarai mobil Toyota Avanza biru. Dia juga baru sekali itu melintas dari pintu tol Banyumanik hingga Ungaran. Sebelumnya, dia pernah menikmati jalan tol itu saat mengikuti sepeda santai beberapa bulan lalu, namun baru sampai di KM 2,5.

Secara umum, keluhan pengguna jalan tol terjadi di jalur akses pintu keluar tol Ungaran. Sebab, mereka harus antre dan bersabar untuk bisa melewati pintu keluar yang baru dibangun dua lajur dan dua jalur tersebut. Pada uji coba hari kedua, Minggu (21/8), antrean panjang kendaraan masih terlihat dari akses pintu keluar tol Ungaran hingga perempatan Sidomulyo, Ungaran.

Kecewa Macet

SM/Yoseph Hary W 
MENYEMUT: Antrean mobil pengguna tol menyemut 
keluar dari gerbang tol Ungaran di Kalirejo, kemarin. 
Iring-iringan mobil ini berakhir di perempatan Sidomulyo 
atau Jl Letjen Soeprapto. (65)
Di perempatan itu, traffic light atau lampu bangjo difungsikan dengan durasi waktu nyala lampu hijau selama 35 detik. Sementara, lampu merah untuk pemberhentian 60 detik. Selama lampu menyala hijau, sepanjang akses jalan keluar tol itu tampak padat merayap. Namun, begitu lampu menyala merah, berangsur-angsur kendaraan berhenti berurutan mulai dari perempatan itu mendekati pintu tol di Kalirejo, Ungaran.

Antrean itu kira-kira sepanjang satu kilometer, selama waktu lampu merah menyala. Akibatnya, kondisi tol tersebut belum memuaskan pengguna jalan. Pengguna jalan tol asal Cirebon, Yusuf (35) mengaku sedikit kecewa. Setelah menempuh perjalanan lancar di sepanjang jalur tol, akhirnya harus terjebak kemacetan panjang di pintu keluar di Ungaran. “Sepanjang tol memang lancar. Tapi ternyata setelah keluar gerbang di Ungaran macet,” ujarnya.

Kasat Lantas Polres Semarang AKP Matrius mengungkapkan, kecenderungan macet karena terjadi penumpukan di perempatan Sidomulyo. Jalur keluar tol yang melalui wilayah Kalirejo juga dibuka. Itu untuk mengurai penumpukan kendaraan di sepanjang jalur ke Sidomulyo.

Dibukanya jalur yang melewati Kalirejo untuk mengalihkan kendaraan ke Jalan MT Haryono, kemudian tembus ke Jalan A Yani. “Kami menambah rambu penunjuk jalan agar pengendara tidak kebingungan,” katanya.

Kondisi jalur pintu tol Ungaran memang tidak sepadat dan semrawut seperti pada hari pertama uji coba. Satlantas terus mengevaluasi untuk menentukan penerapan jalur keluar tol secara tepat. Harapannya, ketika arus mudik dan balik Lebaran mulai padat, tidak terjadi kemacetan parah.

Penjaga tol Banyumanik Tetty Megasari mengatakan, sudah menjalani pelatihan selama dua minggu sebelum bertugas di gerbang tol. “Training dilakukan di gerbang tol Tembalang dan Gayamsari,” tandasnya.

Gardu tol yang ditempati untuk bertugas itu sesuai standar pelayanan, yakni dilengkapi air conditioner (AC), radio, dan perlengkapan karcis tol. Di bawah sembilan gardu tol Banyumanik, juga dibuat semacam terowongan. Hal ini untuk memberikan pengamanan saat membawa uang hasil pemanfaatan jalan tol, sekaligus meminimalisasi petugas wira-wiri di kawasan gerbang tol. Mereka lebih aman karena berjalan di terowongan sepanjang 24 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 3 meter.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Bibit Waluyo berharap penggalan ruas tol itu bisa memberikan manfaat, kemudahan, dan kenyamanan bagi masyarakat. Semua persyaratan sudah dipenuhi, termasuk pemasangan rambu-rambu lalu lintas. “Selanjutnya, mari kita jaga bersama supaya semuanya lancar,” katanya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Sasmita menyampaikan, jalan tol itu sudah siap dan layak dilewati kendaraan roda empat. Namun, pembersihan di titik-titik tertentu, terutama di kawasan proyek perlu segera dilakukan. Sebab, pengerjaan proyek itu mengakibatkan munculnya banyak debu. Selama uji coba, pelaksana proyek masih terlihat melakukan pemasangan bore pile atau pondasi paku bumi.

Menurut dia, pondasi ini sudah terealisasi 34 dari rencana semula 60 unit. Pondasi itu dipasang di antara KM 4,5 hingga KM 5,5 yang dulunya mengalami kerusakan. Meskipun jumlah bore pile lebih sedikit dari rencana semula, tim laik jalan sudah bisa memastikan jalur tersebut sudah layak digunakan. (Royce Wijaya, Yoseph Hari W-65)
sumber :